October 31, 2016

Shopping King Louis Episode 10 - 2



Setelah mendapat informasi tentang keberadaan Bok Sil, Louis langsung bergegas ke mobil. Namun Tuan Kim tidak membolehkan Louis menyetir lagi. Louis menjawab kalau dia harus ke Gangwon-do, karena Bok Sil disana. Louis merasa harus menemui Bok Sil dan menanyakan langsung, karena yang dia tahu Bok Sil tidak akan pernah meninggalkannya, jadi dia perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Bok Sil. 

Karena Louis memang harus bertemu dengan Bok Sil, Tuan Kim pun bersedia mengantarnya, lagi pula Louis tidak tahu jalan ke sana. 





Bok Sil pulang dari mencari gingseng dan di rumahnya sudah ada Joong Won menunggunya. Joong Won datang dengan membawa tas berisi pakaiannya, sepertinya dia hendak menginap di rumah Bok Sil. Pada Bok Sil, Joong Won mengaku datang untuk membeli gingseng liar dan dia mau semua gingseng yang berhasil Bok Sil temukan. 


Dengan gaya sengaknya, Joong Won meminta Bok Sil memberinya makan dulu, karena dia belum makan siang, jadi sekarang dia merasa lapar. Bok Sil kemudian menyajikan makanan yang dia punya yang notaben semuanya dari tumbuhan, Bok Sil tak punya lauk pauk. Namun Bok Sil hanya menyiapkan satu mangkuk, sehingga Joong Won menyuruhnya untuk mengambil mangkuk lagi, karena dia tak mau makan kalau Bok Sil tak makan juga. 



Saat makan, Bok Sil kembali bertanya kenapa Joong Won datang ke rumahnya? Kali ini Joong Won jujur menjawab kalau dia datang untuk melihat Bok Sil makan dan memastikan apa Bok Sil makan dengan teratur. Joong Won juga mengaku kalau dia sudah mendengar semuanya dari detektif Nam. Di singgung kembali tentang adiknya, Bok Sil jadi sedih lagi. Tapi dia jadi lebih lahap  makannya dan itu berkat Joong Won.



Selesai makan, Joong Won hendak mencuci piring, tapi.. saat dia berjongkok, celananya langsung robek. Bok Sil pun langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari celana yang kira-kira bisa Joong Won pakai. Joong Won kemudian berteriak pada Bok Sil untuk di carikan celana yang fashionable dan desainnya keren. 

Karena Bok Sil tak punya celana lagi selain celana kolor, Joong Won pun tak punya pilihan lain selain memakainya. Agar Joong Won senang, Bok Sil pun berkata kalau Joong Won terlihat keren memakainya, tentu saja Joong Won tahu kalau Bok Sil berbohong. 

Joong Won kembali ke tempat cuci piring untuk mencuci piring dan Bok Sil membantu dengan memompa air. Karena Bok Sil terlalu lama memompa air, Joong Won yang sok hebat langsung mengambil alih dan apa yang terjadi, pompa airnya patah gara-gara Joong Won.





Karena dia Joong Won yang sudah mematahkan pompanya, Joong Won pun harus mengambil air dari sungai dan jarak rumah Bok Sil dengan sungai cukup jauh. Habis mencuci piring dan mengambil air, sekarang waktunya membelah kayu. Joong Won tak bisa melakukannya, dia bahkan menyalahkan kapaknya yang tumpul. Tapi ketika Bok Sil yang membelah kayu, kayunya bisa dengan mudah terbelah. Bok Sil kemudian memberitahu Joong Won kalau membelah kayu bukan dengan kekuatan fisik, melainkan dengan cara yang benar. Di ajari Bok Sil, Joong Won tak terima.

Mereka berdua kemudian mengupas gingseng dan lagi-lagi Joong Won melakukannya dengan tidak benar, sehingga Bok Sil berkata kalau Joong Won tak bisa melakukan apa-apa. Bahkan Bok Sil menyebut Joong Won sama saja dengan Louis, mendengar itu tentu saja Joong Won tak terima. Tapi Bok Sil sendiri yang langsung merasa sedih, karena dia kembali menyebut nama Louis. Tahu apa yang Bok Sil rasakan, Joong Won pun berusaha mengubah topik pembicaraan dengan bertanya apa lagi yang harus dia lakukan sekarang dan Bok Sil pun menyuruh Joong Won mengupas semua gingsengnya. 



Beralih ke kantor dimana mereka semua bingung kenapa Bok Sil tiba-tiba mengundurkan diri dan tepat disaat itu mereka juga mendapatkan masalah akibat diskon yang diberikan Bok Sil. Semua pengunjung memberikan komplain di web mereka, kerena merasa tertipu. Mereka juga tambah bingung karena Joong Won hari itu mengambil cuti.

Mendengar Bok Sil dituduh, Ma Ri tak melakukan pembelaan untuk Bok Sil padahal dia yang menyuruh Bok Sil memberikan diskon itu. Tanpa Ma Ri sadari, Kyung Kook tahu semuanya, namun dia juga tak mengatakan apa-apa, dia hanya berkata kalau Bok Sil bukan orang yang lepas tanggung jawab seperti yang rekan-rekannya tuduhkan.

Seharusnya aku tidak mempercayakannya pada Bok Sil. Brand dan perusahaan kita... akan membagi kerusakannya dan memberikan kompensasi untuk pelanggan. Hubungi brand-nya dan dapatkan daftar jumlah pelanggan seluruhnya,” ucap Ma Ri untuk mengatasi masalah tersebut dan Kyung Kook hanya menatap dengan tatapan bingung pada Ma Ri.

Ma Ri kembali ke mejanya dan tanpa sengaja dia menendang kantong plastik milik Bok Sil. Ternyata Ma Ri tak jadi membuang baju Bok Sil, dia masih punya hati nurani untuk tidak membuangnya, walaupun dia begitu merasa marah pada Bok Sil.

Ah, Go Bok Sil. Kenapa dia membuatku merasa tidak nyaman?” ucap Ma Ri dalam hati dan menekan-nekan dadanya. Ma Ri bergumam kalau perasaan seperti itu sangat menyebalkan. 


Pulang kerja, Ma Ri pergi ke rumah Bok Sil untuk mengembalikan pakaian Bok Sil. Saat menaiki tangga, dia bertemu dengan In Sung yang kemudian bertanya apa Ma Ri datang untuk menemui Bok Sil juga? Mendengar kata juga, Ma Ri pun balik bertanya apa ada orang yang datang juga selain dia?



Ternyata yang datang adalah Joong Won dan Louis. Mereka berdua sama-sama menanyakan keberadaan Bok Sil. Walau sudah di minta untuk tidak memberitahu, tapi In Sung tetap memberitahu alamat rumah Bok Sil yang ada di gunung. 

Karena Ma Ri juga ingin bertemu dengan Bok Sil, jadi In Sung mau tak mau harus memberitahu Ma Ri juga. Berbeda dengan dua pria sebelumnya, kali ini In Sung tidak hanya memberitahu alamat Bok Sil, tapi dia juga ikut pergi ke rumah Bok Sil.LOL 

Insung cari-cari kesempatan untuk bisa dekat dengan Ma Ri. 


Awalnya Ma Ri pikir In Sung yang akan menyetir, tapi ternyata In Sung tak punya SIM, jadinya Ma Ri lah yang menyetir mobil. Walaupun merasa tak nyaman bersama In Sung, Ma Ri tetap tak menolaknya.


Di rumah Bok Sil, Joong Won berusaha menyalakan api di tungku dan dia tak bisa melakukannya. Bok Sil pun harus turun tangan membantunya. Tak perlu waktu lama, Bok Sil berhasil menyalakan api dan Joong Won langsung memujinya sambil mengelus kepala Bok Sil. Tepat disaat itu Louis muncul dan merasa tak senang dengan apa yang dia lihat.


Saking tak senangnya, dia langsung memukul Joong Won. Tapi setelah memukul Joong Won, Louis langsung minta maaf. Melihat Louis memukul lalu minta maaf, membuat Joong Won kesal dan Louis pun mengaku kalau dia memukul karena marah. 


Louis kemudian menuntut Bok Sil memberi penjelasan, tentang kenapa dia berhenti kerja dan pulang ke rumah, bahkan Bok Sil tak memberitahunya. Namun Bok Sil tak bisa mengatakannya, jadi Joong Won pun mengajak Louis memasak di dapur. 


Di dapur, Louis bertanya bagaimana Bok Sil bisa tinggal di tempat itu, karena untuk masak saja, mereka perlu waktu lama. Namun Joong Won tak menjawab, dia hanya berkata pada Louis kalau malam ini mereka menginap di rumah Bok Sil dan pergi ke Seoul besok pagi. Dia juga memberitahu Louis untuk memberi Bok Sil waktu sendiri. 



In Sung lapar dan dia meminta Ma Ri untuk berhenti di tempat makan. Tak membantah, Ma Ri pun menuruti permintaan In Sung. Dengan lahapnya, In Sung makan dan Ma Ri sampai terbengong-bengong melihatnya. Ntah lapar ato doyan, In Sung makan sampai 3 mangkok. Selesai makan, dengan wajah tanpa dosa, In Sung meminta Ma Ri yang membayarnya. 


Nyonya Choi bertanya keberadaan Louis dan Tuan Kim pada Jung Ran. Tidak tahu kalau mereka pergi mencari Bok Sil, Jung Ran pun menjawab kalau mereka berdua pergi ke kantor. Tapi Nyonya Choi berkata kalau mereka berdua tidak ada di kantor. Nyonya Choi pun kemudian menyuruh Jung Ran untuk segera mencari Louis. 


Karena terlalu banyak makan, perut In Sung pun memberi tanda kalau dia ingin BAB. In Sung kemudian meminta Ma Ri berhenti dan mencari toilet. Ma Ri pun hendak melakukannya, namun setiap dia hendak belok, selalu ada mobil di sampingnya. In Sung sudah tak tahan lagi, dia pun meminta Ma Ri untuk berhenti di pintu tol berikutnya, namun sama saja, Ma Ri tetap tak bisa menepi karena mobil dari belakang terus mengklakson ketika dia hendak berbelok. Ma Ri semakin gugup dan kemudian mengaku kalau ini kali pertama dia menyetir mobil di jalan tol. In Sung minta di berhentikan dimana saja, tapi Ma Ri juga tak bisa melakukannya karena mereka sedang berada di jalan tol, alhasil... In Sung BAB di celana. Huek jorok.....

Mencium bau tak sedap, Ma Ri pun hanya bisa berteriak-teriak.



Malam tiba dan Louis tiba-tiba masuk kamar Bok Sil. Dia berkata kalau dia ingin tidur di samping Bok Sil, walau Bok Sil sudah mempersiapkan kasur di ruangan lain bersama Joong Won. Karena Bok Sil tak bisa mengusir Louis dari kamar itu, Joong Won pun muncul dan menyuruh Louis ikut bersamanya. 


Ternyata Joong Won meminta Louis memasangkan koyo di badannya. Semua itu karena Joong Won merasa badannya pegal-pegal karena kerja berat seharian. Sama seperti yang Joong Won lakukan padanya, Louis pun menempel koyo-koyo itu dengan keras. Hehehe, Louis balas dendam. 


Louis melihat ke atas dan langsung teriak ketakutan karena dia melihat laba-laba. Ternyata bukan hanya Louis yang takut pada laba-laba itu, Joong Won juga merasa takut. 


Jung Ran muncul dan Tuan Kim langsung keluar mobil menemuinya. Melihat Tuan Kim, Jung Ran langsung marah karena Tuan Kim tak mengangkat telepon dan mengabarinya. Jung Ran kemudian hendak menyusul Louis, namun Tuan Kim mencegahnya dengan cara memeluk Jung Ran dari belakang. Dia juga berkata pada Jung Ran untuk membiarkan Louis melepas rindu pada Bok Sil dan mereka tak perlu mengganggunya.


Di peluk seperti itu membuat Jung Ran tak nyaman, jadi dia meminta Tuan Kim melepaskannya. Namun Tuan Kim tak mau, dia malah berkata kalau dia ingin bersama Jung Ran seperti itu terus. Tuan Kim semakin mempererat pelukannya. 

Jung Ran melepaskan diri dari pelukan Tuan Kim. Tapi setelah itu, Jung Ran meminta Tuan Kim mendekat kembali, secara perlahan Jung Ran mencumbu bibir Tuan Kim. 



Joong Won mengatakan pada Louis untuk memberi waktu pada Bok Sil untuk menghilangkan stres dan mendapatkan kekuatan baru. Karena sekarang ini, Bok Sil sedang menghadapi masa sulit. Louis kemudian bertanya apa Bok Sil akan kembali padanya setelah dia memberi waktu Bok Sil untuk sendiri? Untuk pertanyaan itu, Joong Won tak bisa menjawab, dia langsung menyuruh Louis untuk tidur saja. 

Joong Won kemudian mengaku kalau dia tak bisa tidur di tempat baru dan sepertinya dia tak akan bisa tidur malam ini. Tapi tak ada hitungan jam, sudah terdengar suara dengkuran Joong Won. Ya, dia sudah tertidur nyenyak. Bahkan dia tak terbangun saat Louis berteriak kalau laba-labanya sudah tak ada lagi di atas dinding. 


Ma Ri pulang dan menangis. Pada ibunya, Ma Ri mengaku kalau dia belum pernah menemukan pria seperti In Sung. Pria yang berani BAB di mobilnya.



Di rumahnya, In Sung terus mendesah sampai-sampai Geum Ja merasa terganggu dan menyuruh In Sung cepat tidur. Pada ibunya, In Sung mengaku kalau dia baru sadar bahwa dia benar-benar jorok. Sang Ibu membenarkan dan kemudian menyuruh In Sung cepat tidur. Tapi Geum Ja kemudian berkata kalau sejak tadi dia mencium bau eek, mendengar itu In Sung tambah menangis dan untuk menahan agar sang ibu tak mendengar tangisannya, In Sung sampai menyumpal mulutnya dengan tangan. Huek jorok...

Bok Sil tak bisa tidur, dia teringat ucapan NyonYa Choi yang menyuruh agar dia  dan Louis tak bertemu lagi, karena itu demi kebaikan mereka masing-masing. 


Pagi tiba, Louis bangun dan menyapa Bok Sil yang sedang menyapu halaman. Saat ditanya apa Bok Sil tidur nyenyak, Bok Sil menjawab “tidak”. Louis kemudian mengambil alih sapu Bok Sil dan bertanya apa Louis tidur sangat berisik semalam, sehingga membuat Bok Sil tidak bisa tidur. Bok Sil menjawab tidak, dia kemudian menambahkan kalau dia tidak bisa tidur karena hatinya yang berisik. Tanpa basa basi, Bok Sil langsung meminta Louis untuk pergi dari hidupnya. Namun Louis pura-pura tak mendengarnya, jadi Bok Sil pun mengatakannya lagi. 

“Aku.... membencimu. Aku benci melihat wajahmu dan juga mendengar suaramu. Aku benci kau ada di sekitarku,” ucap Bok Sil dan Louis bertanya kenapa dia mengatakan hal seperti itu. Tak memberi jawaban, Bok Sil malah menyuruh Louis untuk jangan pernah kembali lagi ke rumah Bok Sil. 

Setelah mengatakan semua itu, Bok Sil langsung mengambil tas gingsengnya dan berjalan pergi. Louis berteriak dan mengatakan kalau dia sangat menyukai Bok Sil, sehingga membuat Bok Sil menghentikan langkahnya, namun dia tak berbalik.



“Aku ingin melihatmu dan mendengar suaramu setiap hari. Aku ingin bersamamu setiap hari,” ucap Louis dan Bok Sil ingin menangis mendengarnya. Namun dia menguatkan dirinya dan kemudian berbalik sambil berkata kalau dia tak perduli pada perasaan Louis karena hubungan mereka berdua sudah selesai. Bahkan Bok Sil berkata kalau dia sudah menghapus kenangan saat-saat mereka bersama. 



Bok Sil pergi dan Louis juga pergi dari rumah itu bersama Joong Won. Bok Sil sampai di daerah perkotaan dan di salah satu toko dia melihat berita tentang penerus Gold Group yang dikabarkan masih hidup. Di dalam berita itu juga menampilkan Louis yang sekarang.

Melihat Louis, Bok Sil pun kembali teringat saat awal-awal Louis terus mengikutinya. Saat Louis mendengar nama Bok Sil, Louis langsung menertawainya. Namun setelah itu, Bok Sil selalu memanggil namanya dalam setiap kesempatan dan kondisi apapun. Bok Sil kemudian teringat ketika Louis menyatakan rasa sukanya saat mereka berada di pantai. 


Dalam hati Bok Sil berkata kalau suatu hari Louis bertanya seberapa besar rasa suka Bok Sil padanya dan saat itu Bok Sil menjawab:

“Louis. Kalaupun kau tidak memiliki apapun, Kalaupun kau tidak memiliki nama, aku tetap menyukaimu.”

Bok Sil menangis, mengingat Louis.


Di mobil, Louis bertanya alasan Bok Sil meninggalkan dirinya pada Joong Won? 

“Apa dia memang membenciku sejak awal? Atau... ini karena dia tidak lagi membutuhkanku... untuk menemukan Bok Nam karena ingatanku tidak juga kembali?” tanya Louis dan Joong Won bertanya balik apa Louis ingin tahu kebenarannya? Tentu saja Louis menanyakan apa kebenaran yang Joong Won maksud.

“Orang yang meninggal pada hari... kau tiba di Korea adalah...,” ucap Joong Won namun tiba-tiba muncul pengendara motor yang menyalip mereka dengan ugal-ugalan sehingga Joong Won reflek membelokkan mobilnya dan itu membuat Louis terbentur dan kepalanya terluka. Namun hal itu malah membuat ingatan Louis kembali.



Louis ingat kalau pada hari itu, rombongan Bok Nam menyalipnya dengan motor. Lalu di dalam mobil, Louis menyerahkan semua barangnya pada Bok Nam, termasuk pakaiannya sehingga Bok Nam memberikan jaket dan celana jeleknya pada Louis. Setelah mengambil semua barangnya, Bok Nam meninggalkan Louis di pinggir jalan. Nasib naas pun menimpa Bok Nam, dia kecelakaan dan mati.



Louis shock mengingat semua itu, dia kemudian berkata kalau Bok Nam sudah mati dan Joong Won membenarkannya. Louis menangis dan langsung keluar mobil. Dia menangis di pinggir jalan.


bersambung


No comments :

Post a Comment