October 31, 2016

Shopping King Louis Episode 10 - 1


Shopping King Louis episode 10 di awali dengan Louis dan Bok Sil saat berada di pantai. Dalam hati Louis berkata kalau dia tak mau menyembunyikan perasaannya pada Bok Sil. Louis juga mengaku pada Bok Sil kalau dia menyukai Bok Sil dan ketika dia memikirkan Bok Sil jantungnya berdegub kencang. Setelah itu, Louis bertanya pada bOk Sil sebesar apa Bok Sil menyukai dirinya.

“Louie bertanya padaku...seberapa besar rasa sukaku padanya,” ucap Bok Sil dalam hati.

(Episode 10: Sinar Bulan yang Menerangi Hatiku)





Louis mengaku pada Tuan Kim kalau dia menyukai Bok Sil. Dia kemudian bertanya apa dia punya teman dan Tuan Kim menjawab tidak. Mendengar itu Louis bingung, karena dia pikir, dia adalah pria yang populer. Tuan Kim kemudian memberitahu kalau masalahnya bukan ada di diri Louis, melainkan pada cara Louis dibesarkan. Dia dibesarkan dengan cara yang sangat overprotective.

Louis mengerti dan dia kemudian bertanya apa keahliannya. Tentu saja Tuan Kim menjawab belanja, sampai-sampai dia mendapat julukan Raja belanja Louis. Louis tak ingat akan hal itu, namun In Sung juga menjulukinya Raja Belanja Louis.

Louis benar-benar ingin mencari tahu tentang dirinya, dia kemudian menanyakan apapun yang dia ingat sebelumnya. Dia kemudian menanyakan tentang Koboshi dan Tuan Kim menjawab kalau itu adalah anjing kesayangan Louis yang sudah mati 4 tahun yang lalu.

Tuan Kim kemudian menanyakan tentang kotak harta yang Louis sembunyikan saat dia masih kecil dan tentu saja Louis tak ingat. Tuan Kim lalu berpesan agar Louis langsung memberitahunya jika dia mengingat dimana dia meletakkan kotak harta tersebut. Hmmm... ada apa sebenarnya dengan kotak itu? Kenapa Tuan Kim sangat ingin mendapatkannya. Bahkan Tuan Kim sempat mencarinya sendiri di kamar Louis yang ada di Busan, namun tak ketemu.

Tuan Kim menyuruh Louis tidur dan ketika akan pergi, Tuan Kim mematikan lampu dengan cara tepuk tangan. Melihat itu, Louis langsung terlihat kagum dan mencobanya sendiri. Dia kembali menyalakan lampu dan Tuan Kim mematikannya lagi. Saat Tuan Kim akan pergi, Louis memanggilnya dan bertanya siapa kira-kira orang yang meninggal menggantikannya dalam kecelakaan itu? Tuan Kim sendiri hanya diam, karena dia memang tidak tahu akan hal tersebut.


Detektif Nam membawa Bok Sil ke suatu tempat dengan alasan ingin menemukannya dengan Bok Nam. Dalam perjalanan bertemu Bok Nam, Bok Sil begitu terlihat bahagia dan Detektif Nam hanya diam saja, karena dia belum bisa memberitahu pada Bok Sil tentang apa yang terjadi.

Di sebuah tempat yang di penuhi rumput yang luas, detektif Nam akhirnya memberitahu Bok Sil kalau Bok Nam sudah meninggal, karena Bok Nam yang sudah menggantikan Louis dalam kecelakaan itu.



Sekarang Bok Sil menangis tersedu-sedu di depan kuburan Bok Nam. Itu adalah kuburan yang masih bernama Kang Ji Sung.

Hae Joo mengumumkan pada teman-temannya kalau cucu Nyonya Choi masih hidup. Semua orang terkejut, kecuali Ma Ri yang memang sudah tahu semuanya. Selain itu, Hae Joo juga mendengar kalau cucu Nyonya Choi itu akan segera bekerja di perusahaan mereka. Mendengar itu, Do Jin jadi penasaran pada cucu Nyonya Choi tersebut dan Ma Ri langsung menjawab kalau mereka semua kemungkinan sudah mengenal cucu Nyonya Choi. Tentu saja semuanya jadi penasaran dan bertanya siapa orang yang Ma Ri maksud.

“Dia bukan Wang Louie, kan?” tanya Kyung Kook dan Mi Young berkomentar kalau Kyung Kook berkata seperti itu gara-gara dia sudah mendapat 5 bintang dari Louis. Ma Ri pun hanya tersenyum mendengarnya dan tak mau mengatakan apa-apa lagi.



Louis menemui Tuan Baek di ruangannya. Dia datang untuk bertanya, kenapa Tuan Baek bersikap tak mengenal dirinya saat mereka berdua bertemu di lobi.

“Ji Sung. Kami kira kau sudah meninggal. Kami bahkan menggelar pemakamanmu. Itulah kenapa aku kira kau hanyalah orang yang mirip denganmu. Tapi tetap saja aku curiga. Akulah orang yang mencarimu. Kau jadi kaya lagi setelah hidup sebagai orang miskin. Itu semua berkatku, kau mengerti?” jelas Tuan Baek dan Louis percaya.


Tepat disaat itu Ma Ri masuk dan Louis dengan cepat ingat kalau Ma Ri adalah wanita yang hampir menabraknya. Pura-pura baik, Ma Ri langsung menghampiri Louis dan memeluknya. Ma Ri mengaku kalau dia sangat sedih ketika Louis mati. Mendengar itu Louis langsung bertanya apa mereka berdua dekat. Sebelum Ma Ri sempat menjawab, Tuan Baek langsung berkata, “Tentu saja. Kalian sudah bersahabat sejak kecil.”


Flashback!
Tapi pada kenyataannya, mereka saat kecil tidak dekat. Mereka berdua sering bertengkar karena Ma Ri selalu merebut mainan Louis, bahkan di saat Louis merebut mainannya kembali, Ma Ri malah mendorongnya dan membuat Louis menangis.
Flashback End!

Tuan Baek menambahkan kalau mereka berdua sangat dekat sampai dia mengira kalau mereka berdua akan menikah.

Flashback!
Ma Ri kecil membanggakan kalau ayahnya adalah direktur di perusahaan dan Louis yang tak mau kalah langsung menjawab kalau neneknya adalah pemilik perusahaan. Ma Ri kemudian berkata kalau dia punya ibu, sedangkan Louis tidak. Ma Ri pergi dan mencari ibunya. Louis pun lagi-lagi menangis karena ulah Ma Ri.
Flashback End!

Louis benar-benar bingung karena Tuan Baek mengatakan dia dan Ma Ri dekat. Tapi pada kenyataannya, Louis merasa tak suka pada Ma Ri. Mendukung pernyataan ayahnya, Ma Ri pun menambahkan kalau dia dan Louis lebih sekedar teman. Tentu saja Louis kaget mendengarnya.

“Saat aku masih berduka karena kematianmu, aku tiba-tiba melihatmu di jalan. Aku sangat terkejut saat itu. Tapi ketika kau menutup telponku, aku merasa begitu hancur,” aku Ma Ri dan Louis membenarkan kalau dia memang menutup teleponnya saat itu. Merasa Louis bisa di bohongi dengan mudah, Ma Ri pun berkata kalau pada saat itu, dia langsung meminta ayahnya untuk mencari Louis.

Louis pun percaya pada apa yang bapak dan anak itu katakan, tapi Louis memastikan kalau sekarang dia menyukai Bok Sil, jadi Ma Ri tak usah sok kenal dengan dia. Tuan Baek dan Ma Ri pun tak mempermasalahkannya. Louis kemudian meminta Maxim Gold dan Tuan Baek langsung pergi membuatkannya.



In Sung dan Geum Ja membawa celana dalam Louis ke toko perhiasan untuk menanyakan harga berlian yang terpasang disana. Saat di teliti oleh pemilik toko, berlian itu sudah banyak goresan dan kotor, selain itu sudah tak punya sertifikatnya, jadi si pemilik toko hanya bisa memberi 1 juta won untuk berlian tersebut. Walaupun si pemilik toko berkata hanya sedikit, In Sung dan Geum Ja sudah merasa “WOW” dengan jumlah uang tersebut.

Sampai rumah, mereka langsung mencari berlian yang satunya, karena terlepas dari celana Louis. Tentu saja hal itu bukan hal yang mudah. Geum Ja pun merasa menyesal karena tidak menjual berlian itu dari awal, di saat berlian itu masih ada dua.

Di kantornya, Joong Won kepikiran tentang Bok Sil, karena dia sudah diberitahu detektif Nam kalau pria yang mati pada kecelakaan itu adalah Bok Nam. Joong Won merasa menyesal karena sebelumnya dia pernah berkata pada Bok Sil kalau Bok Nam tak akan pernah ketemu.



Keluar kantor, dia melihat Louis dan langsung menghampirinya. Dia tahu kalau Louis akan mendapatkan pelajaran manajermen bisnis, jadi dia bertanya apa Louis sudah siap? Namun Louis tak menjawab karena dia datang ke perusahaan untuk bertemu dengan Bok Sil.

Joong Won kemudian memberitahu Louis kalau Bok Sil sekarang sedang dalam perjalanan bisnis, jadi Louis jangan mencarinya. Dia juga menyuruh Louis untuk tidak menelpon ataupun mengirim SMS pada Bok Sil. Tentu saja Louis bertanya kenapa?

“Louie. Kau ingat apa yang pernah kukatakan padamu? Aku mengatakan padamu kalau... orang dewasa menyembunyikan  rasa sakit mereka. Kau harus tahu... kapan untuk tidak bertanya tentang bagaimana perasaan orang lain. Itu jugalah yang dilakukan orang dewasa,” pesan Joong Won dan pergi. Louis sendiri masih merasa tak mengerti dengan kata-kata Joong Won.


Bok Sil sudah berada di rumah dan dia teringat lagi kata-kata detektif Nam yang memberitahunya kalau sebelum kecelakaan Bok Nam sudah mencuri baju dan mobil Louis. Detektif Nam juga menambahkan kalau sepertinya Bok Nam bergabung dengan para berandalan saat tiba di Seoul. Namun apa yang terjadi pada Bok Nam pada malam itu benar-benar naas. Mobil yang dia ambil kecelakaan, meledak dan membakar tubuhnya.

“Kenapa kau melakukan itu Bok Nam? Kenapa kau lakukan itu?” ucap Bok Sil dan menangis.

Tepat disaat itu, Nyonya Choi dan Jung Ran datang ke rumah Bok Sil. Saat menatap wajah satu sama lain, keduanya pun menyadari kalau keduanya pernah bertemu di Busan dan saat itu Bok Sil mengeluhkan temannya yang suka belanja.

Nyonya Choi begitu merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada Bok Sil karena selama ini Bok Sil mau merawat Louis. Bok Sil pun menjawab tak masalah buatnya, dia malah meminta maaf karena ulah Bok Nam, Louis jadi hilang ingatan seperti itu. Nyonya Choi berkata kalau Bok Sil tak perlu meminta maaf, karena adiknya yang meninggal.


Bok Sil kemudian mengaku kalau hatinya sekarang merasa sakit sekali, karena disini adiknya yang meninggal tapi dia yang harus meminta maaf duluan. Bok Sil meyakinkan Nyonya Choi kalau Bok Nam adalah anak yang baik. Seperti pada cucunya sendiri, Nyonya Choi kemudian memeluk Bok Sil untuk menenangkannya. Nyonya Choi mengerti perasaan Bok Sil, karena dia tahu bagaimana rasanya kehilangan anggota keluarga satu-satunya.

“Untuk saat ini, jangan pikirkan apapun dan menangislah sepuasmu.Untuk apapun alasannya, tidak ada rasa sakit yang lebih besar daripada kehilangan... keluargamu,” ucap Nyonya Choi dan Bok Sil kemudian menangis di pangkuan Nyonya Choi.



Setelah Bok Sil puas menangis, Nyonya Choi kemudian mengungkapkan maksud kedatangannya. Dia meminta Bok Sil dan Louis tidak bertemu lagi. Karena kalau mereka tetap bertemu, mereka berdualah yang sama-sama menderita. Bok Sil akan teringat Bok Nam ketika melihat Louis dan Louis sendiri akan merasa bersalah saat melihat Bok Sil. Semua itu akan sama-sama membuat keduanya menangis.

“Kau mengerti maksudku, kan?” tanya Nyonya Choi.

“Aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku... merasa sangat bahagia karena Louis. Aku merasa terlalu bahagia tanpa tahu... kalau adikku sudah meninggal,” jawab Bok Sil dan menahan tangisnya.



Tuan Baek pulang dan Jae Suk menyambutnya. Dia kemudian memberitahu Jae Suk tentang rencananya untuk menikahkan Ma Ri dan Louis, mumpung Nyonya Choi masih hidup. Awalnya Tuan Baek menyuruh Jae Suk yang melakukan persiapan pernikahannya, namun dia langsung meralat dan menyuruh Jae Suk untuk tidak melakukan apa-apa.


Rumah Bok Sil terlihat sepi dan gelap, ponselnya juga tertinggal disana. Dimana Bok Sil? Ternyata dia memutuskan pulang kampung dan karena sudah malam, Bok Sil pun berpamitan melalui surat yang dia tinggalkan di depan rumah Geum Ja. Dalam surat itu, dia berpesan agar Geum Ja dan In Sung tidak memberitahu Louis kalau dia pergi.


Bok Sil juga menyempatkan diri pergi ke kantor dan meninggalkan surat pengunduran diri dan surat tambahan di meja Joong Won. Dalam suratnya untuk Joong Won, Bok Sil menulis:

“Tuan Cha, aku berterima kasih padamu... karena kau adalah orang pertama... yang menyadari bakatku.  Aku tidak akan melupakannya. Aku minta maaf karena tidak bisa mengucapkan perpisahan secara langsung.”

Saat melewati meja kerjanya, Bok Sil juga mengucapkan selamat tinggal padanya. Karena meja itu adalah meja terbaik yang dia punya selama ini. Saat masuk lift, dalam hati dia mengucapkan selamat tinggal pada Goldline yang menjadi perusahaan pertama yang merekrut dirinya.

Louis masih tertidur saat ponselnya mendapat sms dari Bok Sil yang berisi:  “Aku akan pergi untuk sementara waktu. Jangan mencariku. Jaga diri baik-baik.”



Bok Sil sudah berada di bis dalam perjalanan pulang ke kampungnya. Dia melewati tangga dimana untuk pertama kalinya dia bertemu dengan Louis. Melihat tempat itu, diapun teringat pada Louis dan dalam hati dia berkata, “Louie-a... anyeong.”


Joong Won masuk kantor dan langsung membuka surat dari Bok Sil. Membaca surat itu, dia langsung berusaha menelpon Bok Sil, namun nomor Bok Sil sudah tak aktif lagi.

“Go Bok Sil.... kau pergi kemana?” tanya Joong Won.


Louis tak nafsu makan dan saat ditanya, Louis mengaku sedih karena Bok Sil meninggalkan dirinya. Dia merasa sangat merindukan Bok Sil, sampai tak mau makan. Namun Jung Ran bisa dengan mudah membujuk Louis makan, dia berkata kalau Bok Sil butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan status Louis dan Louis jangan sampai mengecewakan Bok Sil dengan tak nafsu makan. Karena Jung Ran berhasil membujuk Louis makan, Tuan Kim pun berterima kasih padanya dan Jung Ran membalas ucapan terima kasih itu dengan kedipan mata.



Young Ae datang ke rumah Jae Suk dan dia akhirnya tahu kalau Jae Suk adalah istri dari direktur Goldline dan ibu dari Ma Ri yang mengaku kekasih Joong Won. Tentu saja Young Ae merasa seperti dapat kejutan besar, karena Joong Won pacaran dengan anak orang kaya. Jae Suk kemudian mengatakan kalau suaminya ingin menikahkan Ma Ri dengan Louis, namun Jae Suk ingin Ma Ri menikah dengan pria yang dia sukai dan pria itu adalah Joong Won. Tentu saja Young Ae sangat amat setuju dengan ide Jae Suk.

Young Ae kemudian bertanya alasan Tuan Baek selalu meremehkan Jae Suk. Mendapat pertanyaan itu, Jae Suk berusaha mengingat kembali dan yang dia ingat adalah ketika Tuan Baek marah karena Jae Suk tak tahu dari mana detektif Nam bisa tau tentang toko buku milik Jae Suk. Mendengar itu, Young Ae langsung berkata kalau dia tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Mereka harus menanyakannya langsung pada si detektif. Namun sebelum mereka pergi menemuinya, mereka harus menyiapkan dosirak sebanyak 10 kotak.


Mereka berdua kemudian membawa 10 kotak dosirak ke kantor polisi untuk dinikmati oleh detektif Nam dan semua temannya. Melihat dua ahjumma datang membawakan makanan untuk detektif Nam, salah satu rekannya berkata kalau sepertinya detektif Nam punya fans ahjumma club. Tentu saja detektif Nam membantah, karena dia merasa dia tak punya fans club.



Detektif Nam menoleh ke arah Jae Suk dan Young Ae dan mereka berdua langsung melambaikan tangannya pada detektif Nam. Mendepati hal itu, Detektif Nam langsung tersedak. Detektif Nam minum air dari botol dan melihat itu, kedua ahjuma ini mempunyai dua pandangan yang berbeda. Young Ae mengaggap kalau detektif Nam jorok, sedangkan Jae Suk menganggap kalau detektif Nam begitu tampan.


Selesai detektif Nam menikmati dosirak dari Jae Suk, sekarang waktunya dia bertanya apa tujuan Jae Suk datang. Karena terpesona pada ketampanan detektif Nam, Jae Suk sampai tak bisa berkata. Melihat itu, Young Ae langsung mengirim pesan agar Jae Suk segera menanyakannya.

Awalnya Jae Suk mengucapkan terima kasih karena Detektif Nam sudah menemukan Louis dan dia kemudian bertanya dari mana detektif Nam tahu tentang toko bukunya. Detektif Nam jujur menjawab kalau dia tahu dari catatan ingatan Louis. Di sana Louis menulis kotak musik Gold Departemen Store  ulang tahun ke 30 dan kebetulan rekan kerjanya pernah melihat kotak musik itu di toko buku milik Jae Suk. Mendengar detektif Nam menyebut namanya dengan panggilan, Jae Suk-shi, Jae Suk langsung merasa melayang.

Karena Jae Suk sudah memberikan dosirak padanya, Detektif Nam pun menawarkan diri untuk membantu Jae Suk jika toko bukunya membutuhkan bantuan.



Di rumah, Geum Ja dan In Sung bingung kenapa Bok Sil harus balik ke kampung halamannya dan tak boleh memberitahu Bok Sil. Melihat ibunya begitu perduli pada Bok Sil, In Sung pun bertanya apa Bok Sil putri Geum Ja? Yang seharusnya, Geum Ja hanya perduli pada In Sung saja. Mendengar keluhan In Sung itu, Geum Ja langsung berkata kalau Bok Sil 10 ribu lebih baik daripada In Sung.


Bol Sil sudah sampai di rumah lamanya dan langsung bersih-bersih, karena rumah itu sudah lama tak ditempati. Saat melihat guci kecilnya, Bok Sil menemukan gucinya dalam keadaan terbuka. Diapun bertanya-tanya apa ada orang yang datang ke rumahnya? Selesai beberes, Bok Sil duduk menikmati pemandangan rumahnya yang indah dengan pegunungan.


Di sisi lain, Louis berusaha menghubungi Bok Sil, namun nomor Bok Sil sudah tak aktif. Matanya terlihat sayu karena sangat merindukan Bok Sil. Merasa kalau Bok Sil sudah terlalu lama pergi dan tak mengaktifkan ponselnya, Louis pun merasa kalau ada sesuatu yang terjadi padanya. Melihat Louis yang begitu kelihatan sayu, Tuan Kim pun meminta Louis untuk makan dulu, karena Louis sudah seharian tidak makan. Namun Louis menjawab kalau makan bukan hal yang penting untuknya sekarang.

Tuan Kim kemudian menyuruh Louis untuk tidur saja kalau begitu, karena sudah seminggu Louis tidak bisa tidur dan jawaban Louis masih sama, menurutnya tidur tak lebih penting sekarang ini. Louis menjatuhkan dirinya ke tempat tidur dan bertanya kenapa Bok Sil tak mengaktifkan ponselnya.



Ditemani Tuan Kim, Louis kemudian pergi ke rumah Bok Sil dan disana dia tak menemukan Bok Sil, yang dia temukan disana hanya ponsel Bok Sil. Mendapati ponsel Bok Sil, Louis bisa menebak kalau sudah terjadi sesuatu pada Bok Silm jadi dia pun menyeret In Sung ke atas dan minta In Sung mengatakan padanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dia bertanya pada In Sung dimana Bok Sil sekarang dan itu membuat In Sung bingung karena Bok Sil sudah memintanya untuk tidak memberitahu Louis.
Bersambung


No comments :

Post a Comment