July 19, 2016

The Good Wife Episode 3 - 1


Hye Kyung menemui pengacara Tae Joon yang minta bantuan Hye Kyung untuk membebaskan Tae Joon dari tuduhan. Saat ditanya kapan Hye Kyung tahu mengenai perselingkuhan Tae Joon, Hye Kyung menjawab setelah dia melihat pemberitaan. Si pengacara menyimpulkan kalau sebelum pemberitaan itu, Hye Kyung percaya kalau Tae Joon adalah suami yang setia. 

“Benar, aku cukup bodoh sampai bisa ditipu selama 15 tahun. Apa kaitannya ini dengan membuktikan dia tidak bersalah?” tanya Hye Kyung dan si pengacara berkata kalau satu alasan  mereka naik banding. Semua itu karena Tae Joon tidak melakukan kejahatan yang memanfaatkan wewenangnya. Semua itu terjadi disaat Tae Joon menutupi perselingkuhannya dari Hye Kyung. 

Hye Kyung pun kemudian menyuruh si pengacara untuk menghubungi Amber dan si pengacara menjawab kalau Amber sudah bersembunyi, dia menebak kalau Jaksa yang sudah melindunginya diam-diam dan akan memanggilnya untuk memberikan keterangan palsu. 



Hye Kyung pun teringat pada pernyataan wanita yang dia temui di club malam. Wanita itu berkata kalau Amber menghilang semenjak video skandal-nya dan menurut yang wanita itu dengar, Amber masih sering menemui jaksa yang melakukan skandal dengan dirinya. 

Saat di tanya apa yang si pengacara inginkan dari Hye Kyung, si pengacara menjawab kalau dia ingin bukti. Tae Joon mengatakan kalau pada tanggal 9 dan 16 Maret tahun lalu, dia menelepon Direktur Cho Guk Hyun dari Pembangunan Dokwang dan berjanji memberinya kuasa untuk membangun Dream UCT, lalu dia meminta uang. Jika ada alibi yang membuktikan Tae Joon ada di tempat lain, itu akan sangat membantu proses pembebasannya. Jika tidak ada bukti maka Hye Kyung harus memberikan kesaksiannya di persidangan. Mendengar kalau dirinya harus pergi ke persidangan Tae Joon, sepertinya Hye Kyung tak senang.

Hye Kyung sudah berada di rumah dan menyuruh kedua anaknya makan. Seo Yeon muncul dan bertanya apa Hye Kyung melihat sepatu bolanya, Seo Yeon membutuhkannya karena hari ini ada uji coba dan Seo Yeon tak bisa melakukannya jika tak ada sepatu itu. Sebagai ibu yang baik, Hye Kyung pun mencarikannya di kardus-kardus yang masih tertumpuk di ruangan kosong. Sepertinya kardus-kardus itu belum di buka semenjak mereka pindahan dari rumah yang lama. 


Seo Yeon memberikan ponsel Hye Kyung karena ada panggilan. Ternyata orang yang menelpon adalah Tae Joon. Dia menelpon untuk meminta maaf karena pengacaranya yang bernama Oh Joo Hwan sudah menanyai Hye Kyung macam-macam. Tae Joon kemudian menanyakan kabar anak-anak, namun Hye Kyun enggan memberikan telpon Tae Joon pada anak-anak, dia beralasan kalau anak-anak harus berangkat ke sekolah. 

“Dulu, aku tenang meskipun aku tidak mengobrol dengan mereka,” aku Tae Joon dan Hye Kyung hanya mengucapkan maaf, karena kalau mereka semua berbicara dengan Tae Joon, maka mereka bisa terlambat. Tae Joon pun mengerti dan berkata kalau mereka akan bicara lain waktu saja.  Hye Kyung menemukan kotak hitam dan langsung memberikannya pada Seo Yeon. Sebelum menutup, Tae Joon berpesan agar Hye Kyung memberitahu anak-anak kalau dia menelpon dan Hye Kyung mengiyakan.


Seo Yeon membuka kotak dan ternyata isinya bukan sepatu. Hye Kyung pun hendak mencarinya lagi, namun Seo Yeon berkata tidak perlu karena dia harus segera berangkat sekolah. Lagi pula sang ibu juga harus berangkat kerja.


Hye Kyung melihat isi kotak hitam dan ternyata di dalamnya terselip USB. Penasaran dengan isinya, Hye Kyung pun langsung menontonya. Ternyata itu adalah rekaman yang Ji Hoon ambil disaat dia, Seo Yeon dan Tae Joon sedang mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Hye Kyung. Selain mempersiapkan pesta kejutan, Tae Joon juga sudah mempersiapkan kalung dengan liontin berbentuk kunci. Tepat disaat itu, bel pintu berbunyi. Merasa sudah tahu dengan kelanjutan rekaman itu. Hye Kyung pun menghentikannya dan langsung menelpon Tae Joon. Dia memberitahu kalau dia punya bukti yang bisa menjadi alibi untuk Tae Joon di tanggal 16 Maret tahun lalu. Bukti yang Hye Kyung maksud adalah video rekaman itu, karena video rekaman itu di ambil tepat tanggal 16 Maret 2015.  Tae Joon-pun berterima kasih, karena Hye Kyung mau berada di pihaknya. 

"The Good Wife"


Hye Kyung sudah berada di kantor, ketika dia hendak menutup pintu lift, tiba-tiba seorang Ahjussi masuk dan ikut naik ke lantai 9. Melihat Hye Kyung, ahjussi itupun langsung mengenalinya. Semua itu karena Hye Kyung memang mulai terkenal semenjak kasus Tae Joon menjadi konsumsi publik di media masa. Ahjussi itu pun memperkenalkan dirinya. Dia bernama Seo Jae Moon. Tuan Seo kemudian melihat cincin yang masih melingkar di jari manis Hye Kyung, lalu dia pun berkomentar kalau Hye Kyung pasti masih rukun dengan suaminya. Tanpa menoleh, Hye Kyung pun menjawab kalau hubungan dia dan Tae Joon lebih baik dari perkiraan orang. 

Walaupun sadar kalau dia sudah menanyakan hal yang tidak sopan pada Hye Kyung, Tuan Seo tidak mau meminta maaf karena dia memang sengaja melakukan hal tersebut. Tentu saja Hye Kyung terlihat tak senang, tapi dia hanya berkata kalau apa yang Tuan Seo lakukan, itu lebih baik daripada permintaan maaf palsu. 

Keluar dari lift, Hye Kyung hendak membantu Tuan Seo untuk membawakan barangnya, karena satu tangan Tuan Seo terluka. Namun Tuan Seo menolak bantuan Hye Kyung, karena dia bisa membawanya sendiri. Sambil jalan, Hye Kyung bertanya apa Tuan Seo ada keperluan di firma hukum dan Tuan Seo pun hanya mengiyakan. 

“Kamu akan menyewaku sebagai pengacaramu?” tanya Hye Kyung.

“Bukan itu rencanaku, tapi itu ide bagus,” jawab Tuan Seo yang tepat disaat itu mendapat telepon dari seseorang, sehingga Hye Kyung pun meninggalkannya sendirian. Pada orang yang menelpon, Tuan Seo dengan keras menjawab kalau dia baik-baik saja, dia mengaku kalau dia tidak terluka dan sudah minum obat. 


Di depan ruangan Hye Kyung, Joong Won sudah menunggu untuk bertanya apa Hye Kyung akan berdamai dengan Mooil. Hye Kyung mengiyakan karena Mooil menyanggupi permintaan mereka untuk minta maaf pada Eun Jo. Joong Won senang karena hasilnya sudah seperti yang mereka inginkan dan semua itu berkat Hye Kyung. 


“Semuanya, aku di sini!  Lama tidak berjumpa,” teriak Tuan Seo dan semua orang langsung menyapanya. Hye Kyung bertanya pada Joong Won tentang siapa Tuan Seo, namun Joong Won tak menjawab, dia langsung pergi menemui Tuan Seo. 


Dan menghampiri Hye Kyung dengan membawa segelas kopi. Karena masih penasaran, Hye Kyung pun bertanya pada Dan tentang siapa Tuan Seo sebenarnya. 

“Dia Pengacara Seo Jae Moon. Dia pendiri firma hukum kita dan ayah dua direktur kita,” jawab Dan dan Hye Kyung lumayan kaget mendengarnya. “Dia datang kadang-kadang. Dia masih pendiri firma secara sah. Dia selalu datang membawa kabar buruk. Manfaat lain bekerja di sini yaitu mengetahui urusan keluarga mereka,” tambah Dan.


Joong Won terlihat tak senang melihat ayahnya datang, apalagi sang ayah masuk ruangan Joong Won dan mengobrak abriknya. Tuan Seo berkata kalau ruangan itu adalah miliknya. 

“Ayah tidak kemari selama lebih dari setahun. Kini Ayah datang saat tangan Ayah patah. Kenapa bandel sekali?” teriak Joong Won kesal. Tuan Seo menjawab kalau tulang tangannya tidak patah, tapi hanya retak. Lagi pula dia belum ada setahun tidak datang ke kantor. Karena Joong Won sudah salah menyebut waktu, Tuan Seo pun memprotes kalau fakta yang Joong Won sebutkan harus lebih akurat sebagai pengacara. 

“Lalu mana bisa Ayah berbaring saat masuk berita?” tanya Tuan Seo tak kalah kesal.

“Mungkin ada yang mengira Ayah masuk televisi karena alasan bagus,” jawab Joong Won. Tuan Seo memprotes lukisan yang Joong Won pasang dan Joong Won menjelaskan kalau lukisan itu adalah hasil ganti rugi, harganya pun akan naik jika pelukisnya sudah meninggal. 


“Kamu pasti berharap pelukisnya meninggal setiap hari. Pasti begitu,” tabak Tuan Seo tak suka. Tepat di saat itu Myung Hee masuk dan menyapa sang ayah. Dia mengajak Tuan Seo berbincang setelah Tuan Seo selesai membongkar barang-barang milik Joong Won. Myung Hee kemudian mengajak Joong Won keluar terlebih dahulu. 


Di ruangannya, Hye Kyung menonton berita tentang Tuan Seo, yang ternyata sedang di tuntut karena menyerang polisi yang memeriksa kadal alkoholnya. Si pembawa berita juga menyebutkan kalau Tuan Seo adalah pengacara HAM yang sudah mengurus banyak kasus terkait keamanan publik. 


Saat hanya berdua dengan Myung Hee, Joong Won mengajaknya untuk menyoret nama Tuan Seo dari daftar pegawai firma hukum dengan alasan kasus yang menimpanya. Myung Hee tak  setuju karena berkat sang ayah mereka mendapatkan banyak klien. 

“Semua itu masa lalu. Dia mengenal mereka saat dia terlibat dengan keamanan publik. Itu sudah lama sekali. Orang yang dia kenal sudah pensiun. Putra dan cucunya mengambil alih. Mungkin mereka tidak bisa mengenalinya lagi. Selain itu, Ayah tidak punya klien baru. Dia hanya pembuat onar,” ucap Joong Won tak senang. 

“Sebagian klien yang datang karena Ayah membuat masalah. Itu semacam dampak dari pemasaran,” jawab Myung Hee dan Joong Won berkomentar kalau Myung Hee sangat baik jika itu mengenai ayah mereka. Myung Hee menjawab kalau dia hanya menjaga jarak dengan sang ayah, karena masalahnya tidak akan selesai jika dia mulai perduli. 

“Dulu, Ibu juga...,” ucap Myung Hee dan tiba-tiba berhenti bicara, Myung Hee seperti menyadari kalau dia sudah  mengatakan sesuatu yang tak seharusnya dia katakan. “Anggap saja dia klien. Itu akan menjadikannya lebih mudah. Tersenyumlah dan bilang, "Lakukan sesuka Ayah. Terima kasih." Paham?” saran Myung Hee, namun Joong Won tak mau melakukannya. 


Sang ayah masuk dan ketika Myung Hee menanyakan kondisinya, Tuan Seo hanya menari-nari untuk membuktikan kalau dia baik-baik saja. Tuan Seo kemudian memberikan tasbih Budha pada Myung Hee dengan tujuan agar mereka menang sidang, karena pendeta tinggi di masa Dinasti Ming yang menciptkanyannya. Tentu saja Myung Hee menerimanya dengan senang hati.

Tuan Seo kemudian melihat raut wajah Joong Won yang terlihat tak senang. Tuan Seo pun berkata kalau dia juga punya sesuatu untuk Joong Won, namun sebelum benda itu diberikan Joong Won menjawab tak perlu, karena dia memang sudah terlahir seperti itu. Walaupun, Joong Won bilang tak mau, Tuan Seo tetap memberikannya, dia memberikan dadu untuk memutuskan. 

Joong Won tetap tak mau menerima, tapi karena di tepuk oleh Myung Hee, Joong Won pun akhirnya menerima benda pemberian sang ayah. Tuan Seo menjelaskan kalau alasan dia memberikan dadu itu karena Joong Won adalah orang yang sangat tidak tegas sehingga dia memilih pilihan yang buruk. Jadi mulai sekarang, Joong Won tak perlu memutuskan semuanya sendiri, dia harus bertanya pada dadunya, sebab dadunya akan langsung memberitahu Joong Won. 

“Ayah lebih memerlukan ini daripada aku, bukan? Ayah selalu membuat pilihan buruk,” ucap Joong Won dan menyodorkan dadunya pada sang ayah. Tak mau terjadi masalah, Myung Hee langsung menurunkan tangan Joong Won dan bertanya pada sang ayah tentang apa yang sebenarnya terjadi. Myung Hee mendengar kabar kalau Tuan Seo mengemudi dalam keadaan mabuk dan menyerang polisi. 

“Hubungan Ayah tidak pernah akur dengan polisi. Mereka menunggu Ayah, lalu menyalahkan Ayah,” jawab Tuan Seo sambil mengangkat kakinya satu ke kursi. Joong Won menanggapi kalau apa yang ayahnya katakan semua itu omong kosong, karena Tuan Seon pernah bermasalah dengan polisi juga 20 tahun yang lalu. Namun mereka tidak ada niat balas dendam karena mereka hanyalah PNS. 

Myung Hee kembali bertanya apa sang ayah benar-benar minum. Tuan Seo tertawa dan menjawab kalau dia minum 4 sampai 5 gelas soju. 

“Dengarkan Ayah. Ayah minum setelah kecelakaan mobil. Ayah pergi ke bar pertama yang Ayah lihat setelah kecelakaan. Ayah langsung menenggaknya. Polisi tidak mungkin tahu jika Ayah minum setelah atau sebelum kecelakaan,” jelas Tuan Seo. Joong Won dan Myung Hee pun bertanya kenapa sang ayah melakukan semua itu. Kenapa Tuan Seo harus berselisih paham dengan polisi, dan Tuan Seo menjawab kalau semua itu karena polisi ingin menangkap dirinya tanpa bukti. Dengan yakin Tuan Seo beralasan kalau dia hanya melawan penangkapan sepihak dan penyalahgunaan wewenang. 

“Ayah, Ayah kenapa? Ayah ingin firma kita bangkrut? Ayah terlalu tua untuk mencari perhatian,” tanya Joong Won kesal.

“Joong Won. Perhatian itu selalu bagus. Ayah harus sering melakukannya. Itu bagus untuk firma ini. Kalau ini masuk berita dan kita menang, itu pengiklanan yang sangat bagus,” jawab Tuan Seo dan Myung Hee bertanya pada siapa sang ayah ingin minta bantuan. 

“Ayah bertemu istri Lee Tae Joon saat kemari. Ayah suka tampang angkuhnya. Dia juga cantik. Sepertinya Ayah akan memilihnya,” jawab Tuan Seo dan Joong Won langsung melarang hal itu sedangkan Myung Hee menyetujui keinginan sang ayah. 

“Silakan lakukan sesuka Ayah,” ucap Myung Hee. 

“Tidak, aku saja. Masalah keluarga harus kita pecahkan sendiri,” ucap Joong Won dan Tuan Seo langsung menolak kalau pengacaranya adalah Joong Won. Tuan Seo beralasan kalau dia harus menyukai pengacaranya. Dia juga meminta Joong Won untuk tidak perlu khawatir, karena Tuan Seo sendiri yang akan memikirkan pembelaannya. Yang hanya perlu di lakukan pengacaranya adalah datang dan berdiri di pengadilan. 

Tuan Seo kemudian mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kapan sidang pemeriksaan Tae Joon. Tuan Seo merasa akan lebih menyenangkan kalau jadwal pemeriksaanan Tae Joon sama dengan jadwal persidangan dirinya. Joong Won benar-benar frustasi menghadapi ayahnya. 


Tuan Seo sekarang sudah bersama Hye Kyung dan Hye Kyung menunjukkan rekaman dimana Tuan Seo menolak untuk dibawa ke kantor polisi. Melihat Hye Kyung cepat mendapatkan bukti rekaman itu, Tuan Seo pun langsung memujinya. Hye Kyung pun menjawab kalau ada pemeriksa berbakat di firma hukum mereka. 

Hye Kyung kemudian bertanya apa Tuan Seo minum sebelum terjadi kecelakaan. Tuan Seo mengiyakan, namun tidak ada yang tahu karena dia minum 4 gelas soju setelah kecelakaan. 

“Hasil tes kadar alkohol dalam napasmu 0,15 persen. Aku ingin tahu apa itu bisa menjadi bukti,” ucap Hye Kyung dan Tuan Seo berkata kalau tidak ada yang salah dengan hal itu, karena hal itu bisa dijelaskan secara ilmiah. 

“Aliran darahku bisa meningkat karena terguncang saat kecelakaan. Karena itu kadar alkohol dalam darahku meningkat,” jelas Tuan Seo.

“Bagaimana cara menjelaskan penyerangan terhadap polisi? Dengan saksi dan video ini sebagai bukti, kamu dituntut karena menyakiti dan mengganggu polisi yang bertugas,” tanya Hye Kyung.

“Apa maksudmu? Lenganku patah,” jawab Tuan Seo tak mau disalahkan. 

“Itu lengan lainnya,” ucap Hye Kyung dan memperlihatkan buktinya yang terlihat di video rekaman. Tuan Seo pun tertawa dan berkata kalau ternyata Hye Kyung tidak bodoh. 


“Aku akan mengurusnya. Kamu cukup menuruti ucapanku,” ucap Tuan Seo dan tentu saja Hye Kyung tak mau melakukannya, karena dalam kasus ini, dialah pengacaranya. Namun Tuan Seo beranggapan kalau dia sendiri pengacaranya, Hye Kyung hanya pemula yang mewakili dia di pengadilan. 

“Bagaimana jika sampaikan strategimu agar pemula ini mengerti?

“Pembelaan yang terbaik datang tiba-tiba. Namun aku akan memberitahumu karena kamu penasaran. Tapi kamu harus menjawab hal yang membuatku penasaran. Kita akan saling menjawab,” tawar Tuan Seo.

“Silakan. Apa yang ingin kamu ketahui?” jawab Hye Kyung menerima tawaran Tuan Seo. 

Pertanyaan pertama yang Tuan Seo ajukan adalah apa Hye Kyung tidur dengan Joong Won. Hye Kyung tertawa mendengar pertanyaan itu dan kemudian menjawab tidak. Tuan Seo beralasan bertanya seperti itu karena raut wajah Joong Won berubah ketika dia menyebut nama  Hye Kyung. Jadi dia hanya ingin tahu, sedekat apa Hye Kyung dan Joong Won. 

Sekarang giliran Tuan Seo yang menjawab, dia berkata kalau dia tak mengemudi saat itu. Jadi.... tak ada satu saksi pun yang melihatnya saat itu terjadi. Selain itu, Tuan Seo juga mengaku kalau dia tidak menyakiti polisi yang sedang bertugas. Polisi itu ingin menahan dirinya karena tidak mau menjalani tes kadar alkohol, jadi polisi itu sudah melakukan sesuatu yang ilegal. Seperti itulah pembelaan Tuan Seo dan Hye Kyung mengerti. 

Tuan Seo kemudian mengaku kalau dia menonton wawancara Tae Joon di berita hari ini dan Tuan Seo sangat yakin kalau berita tentang dirinya akan muncul sebelum berita Tae Joon. 

“Bagaimana jika kamu membuat masalah lagi malam ini?” tanya Hye Kyung.


“Pengacara harus tampil dalam berita. Itu membantumu bertahan. Baik tentang orangnya atau kasusnya. Camkan itu,” ucap Tuan Seo dan kemudian dia menelan obat. Hye Kyung melihatnya, namun dia tak berkomentar apa-apa. Walaupun tak berkomentar dan mengatakan apa-apa, Hye Kyung terlihat memikirkan sesuatu setelah keluar dari ruangan. 


Hye Kyung kemudian menemui Joong Won di ruangan barunya dan bertanya apa Joong Won baik-baik saja. Joong Won pun mengiyakan dan bertanya apa ayahnya mengatakan hal yang aneh pada Hye Kyung. 

“Aku wajib merahasiakannya,” jawab Hye Kyung dan Joong Won mengerti karena memang seperti itulah seorang pengacara, harus merahasiakan apapun yang berhubungan dengan kliennya. 


“Aku tidak wajib berahasia tentang ayahku, jadi, aku bisa berbicara, bukan? Sejujurnya, aku tidak baik-baik saja. Aku tidak menyukai ayahku. Aku selalu membencinya. Pokoknya, aku tidak suka,” ungkap Joong Won dan tepat disaat itu mereka mendengar teriakan Tuan Seo, yang sepertinya sedang memarahi seorang reporter di telepon. Melihat hal itu, Joong Won pun menambahkan kalau alasan Tuan Seo memilih Hye Kyung adalah agar media lebih memperhatikan dirinya. Jadi, kalau Hye Kyung ingin mundur, Joong Won sendiri yang akan mengambil alihnya. 

“Tidak, akan kulakukan. Kurasa sudah sepatutnya aku menerima kasus ini,” jawab Hye Kyung dan tepat disaat itu dia mendapat telepon, sehingga harus pergi dari ruangan Joong Won.


Orang yang menelpon adalah Pengacara Oh yang berterima kasih karena Hye Kyung sudah mengirim videonya sehingga mereka bisa membuktika alibi Tae Joon. 

“Jadi, kalian tidak butuh keteranganku?” tanya Hye Kyung. 

“Tidak, tapi aku memikirkan kalung dalam video itu. Kamu masih menyimpannya?” tanya Pengacara Oh yang kemudian menanyakan kwitansinya. Semua itu untuk antisipasi sebelum di tanya oleh jaksa, tentang asal kalung tersebut. 


Di rumah, Hye Kyung langsung mencari kalung tersebut, namun tak ketemu. Tepat disaat itu, ibu mertuanya menelpon dan berkata kalau dia sudah berada di tempat parkiran. Dia meminta Hye Kyung turun karena dia membawa banyak koper. Melihat kondisi rumah yang sangat berantakan, Nyonya Oh pun menebak kalau Hye Kyung sangat sibuk bekerja sehingga tak sempat merapikan rumah. 

Ketika melihat perhiasan Hye Kyung berantakan di lantai, Nyonya Oh pun bertanya apa Hye Kyung mengalami kesulitan uang? Tentu saja Hye Kyung menjawab tidak. Dia memberitahu sang mertua kalau dia sedang mencari sesuatu. Saat merapikan kembali perhiasannya, Hye Kyung akhirnya menemukan kalung yang ada di video. 


Hye Kyung kemudian membawa kalung itu ke tokonya dan minta kwitansi baru. Saat ditanya kalung itu di beli atas nama siapa, Hye Kyung menjawab tak tahu dan ketika di tanya kapan pembeliannya, Hye Kyung menjawab sekitar Fabruari atau Maret tahun lalu. Hye Kyung kemudian menyebut nama Lee Tae Joon sebagai pembeli kalung tersebut, namun saat di cek ternyata nama Tae Joon tidak muncul. Walaupun ragu, Hye Kyung akhirnya menyebut nama Cho Gun Hyun, tapi ternyata namanya juga tidak muncul.

“Kalau begitu, Amber...,” ucap Hye Kyung pelan dan ketika penjaga toko bertanya siapa, Hye Kyung tak lagi menyebutkan nama Amber. “Lupakan, aku akan kembali setelah mengetahuinya.”


Di rumah, Hye Kyung mempelajari kasus Tuan Seo dan sang mertua sedang sibuk melipat pakaian. Nyonya Oh kemudian bertanya apa Hye Kyung sering menengok Tae Joon dan Hye Kyung menjawab kalau dia kadang – kadangn menengoknya. 

“Apa dia terlihat sehat? Karena dia pemilih makanan, dia tidak bisa makan dengan lahap kecuali masakannya buatan rumahan,” tanya Nyonya Oh. 

“Karena dia makan dan tidur pada waktu yang tepat, dia terlihat semakin sehat. Jangan khawatir,” jawab Hye Kyung dan Nyonya Oh mengaku kalau dia ingin menengok Tae Joon, tapi waktu kunjungannya terlalu singkat. 

“Melihatnya berusaha tetap positif membuat Ibu menangis. Ibu dengar pengacara bisa berkunjung lebih lama,” tanya Nyonya Oh dan Hye kYung mengiyakan. Karena itu Nyonya Oh meminta Hye Kyung untuk lebih sering menengok Tae Joon. Namun Hye Kyung terlihat tak nyaman dengan permintaan itu. “Bicaralah dengannya. Saat pria sukses, mereka juga bisa mengecewakan. Ayah mertuamu...”

“Ibu,” potong Hye Kyung dan menutup laptopnya. “Perselingkuhan Ayah tidak disiarkan ke seluruh negeri.”

“Itu benar, tapi dia...Kamu mengenalnya,” jawab Nyonya Oh sedikit ragu. Tepat disaat itu, Hye Kyung mendapat telepon dan ternyata yang menelpon adalah Amber. Tak ingin Nyonya Oh mendengar pembicaraan mereka, Hye Kyung pun masuk ke kamarnya.


Hye Kyung bertanya kenapa Amber menelponnya. Amber sendiri sadar kalau Hye Kyung pasti merasa tak senang dihubungi olehnya, namun yang terpenting sekarang adalah pembebasan Tae Joon. Amber mengaku kalau dia ingin membantu Tae Joon, jadi dia menelpon karena dia merasa tak ada kemajuan dalam negosiasi mereka. 

“Negosiasi apa?” tanya Hye Kyung dan Amber menebak kalau Hye Kyung pasti paham dengan apa yang dia katakan.  

“Kamu akan merusak hidupmu sambil mencoba mendapatkan uang? Tae Joon punya uang terpendam. Bukankah itu alasanmu tidak menceraikannya? Omong-omong, bagaimana jika kita bertemu dan mengobrol? Aku tidak peduli dari mana asal uangnya,” ucap Amber dan Hye Kyung langsung menutup teleponnya karena sudah tak sanggup lagi mendengarkannya. Tangan Hye Kyung bahkan sampai gemetaran.


Besoknya, Hye Kyung langsung menemui Tae Joon dan tanpa berkata sepatah katapun, Hye Kyung langsung menampar Tae Joon dan kemudian memberitahu kalau Amber menghubunginya. 

“Katanya dia bernegosiasi denganmu. Benar?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon berkata kalau semua itu karena dia butuh keterangan dari Amber agar dia bisa menang dipersidangan. Tae Joon butuh keterangan kalau Amber sudah menipunya. Hye Kyung menghela nafas dan mengaku kalau dia sebenarnya ingin mempercayai Tae Joon, tapi sampai sekarang, yang Hye Kyung rasakan adalah Tae Joon seperti sedang membodohi dirinya. 

“Tidak adil jika kita tetap menderita,” jawab Tae Joon.

“Tidak adil? Bagimu, ini tidak adil?” tanya Hye Kyung dan memberikan kalung berliontin kunci pada Tae Joon. “Kamu tidak membeli ini, bukan? Siapa yang memberikannya? Apa kamu berniat memberikannya untukku?” tanya Hye Kyung. 

“Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu,” jawab Tae Joon.

“Karena itu kamu menerima ini sebagai suap? Bagimu, ini tidak adil meskipun sudah menerima kalung, uang, dan imbalan seksual? Hebat sekali, Tae Joon.”

“Aku hanya menerima kalung itu. Selain itu... Aku tahu. Seharusnya aku menolaknya, tapi aku tidak sanggup saat memikirkanmu. Tapi aku belum melakukan apa pun untuk dia. Sumpah,” ucap Tae Jooon bersumpah.

“Maksudmu, kamu menerimanya hanya demi aku? Lalu apa kamu memikirkanku saat tidur bersama Amber?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon menjawab kalau semua itu hanyalah kesalahan, kesalahan yang tidak terkait dengan kasus penyuapan. Tae Joon mengaku kalau dia tak bisa berkata-kata lagi, namun yang bisa dia pastikan, dia tak seburuk yang Hye Kyung pikirkan. Sudah tak ingin percaya, Hye Kyung pun malas mendengar alasan Tae Joon lagi. 


“Bagaimana dengan biaya pengacaramu? Uang yang akan kamu berikan untuk Amber? Sadarkah bahwa kamu terus membodohiku?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon berkata kalau semuanya tidak seperti yang Hye Kyung pikirkan. 

“Ada orang yang percaya dan mendukungku karena penyidikan tentang suapnya tidak bisa berakhir seperti ini. Ada orang yang percaya dengan keadilan!” jawab Tae Joon dengan nada tinggi dan Hye Kyung bertanya apa orang yang Tae Joon maksud salah satunya adalah Cho Guk Hyun dan apakah orang yang sebut adil itu bisa melakukan penyuapan.

Tae Joon menjawab kalau uang yang masuk untuk pembangunan Dream UCT lebih dari satu miliar. “Dibandingkan jumlah itu, yang kuterima...”

“Tidak berarti?” potong Hye Kyung. 

“Bukannya tidak berarti, tapi... Aku masih percaya diri. Selain kamu, aku tidak pernah membohongi siapa pun,” jawab Tae Joon dan Hye Kyung bertanya siapa sebenarnya yang membeli kalung itu. 

“Apa pembelinya bukan atas namaku atau Direktur Cho? Berarti itu atas namamu. Dia membelinya dan tahu aku ingin memberikannya untukmu. Periksa saja jika tidak percaya,” jawab Tae Joon 

“Apa aku harus menerima barang suap? Meskipun nilainya satu miliar dolar, aku tidak mau. Berikan pada Amber. Dia meminta uang, jadi, bantulah dia,” ucap Hye Kyung dan berjalan pergi. Tae Joon pun berjanji  kalau semua itu tidak akan terulang lagi. 

“Kamu tahu apa yang dia katakan?” tanya Hye Kyung dan berbalik pada  Tae Joon lagi. “Aku tidak menceraikanmu karena uang yang kamu sembunyikan. Pasti wanita itu akan menceraikanmu kecuali kamu punya uang. Kamu orang semacam itu. Keadilan? Sadarlah,” ucap Hye Kyung emosi dan kemudian pergi.


Hye Kyung sekarang sudah berada di ruang persidangan untuk mendampingi Tuan Seo sebagai pengacaranya. Mereka semua,  sedang menyaksikan video rekaman dimana Tuan Seo menolak di bawa oleh polisi. Do Sub kemudian meminta si polisi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. 

“Ya. Saat pergi ke tempat kecelakaan setelah mendapat panggilannya, aku tidak menemukan sopirnya. Seo Jae Moon berada di restoran sup penghilang pengar 24 jam terdekat. Dia menolak saat kuminta mengukur kadar alkoholnya. Kejadian berikutnya bisa dilihat di layar,” jelas si polisi. 

“Saat polisi yakin sopirnya mabuk, menurut pasal 44 ayat 2 Undang-undang Lalu Lintas, mereka bisa menjalankan tes kadar alkohol pada sopir. Terdakwa menolak tesnya. Dia malah menyerang polisi dan mengganggu tugas polisi. Dia dituduh menolak tes, melukai seseorang, dan mengganggu orang menjalankan tugas resmi,” jelas Do Sub dan hakim bertanya pada terdakwa apakah dia menerima tuduhan dari jaksa penuntut. Reflek Tuan Seo langsung menjawab kalau dia tak menerima tuduhannya. Hye Kyung terlihat tak nyaman dan langsung berdiri. Dia berkata pada si hakim kalau mereka menolak tuduhan. Atas arahan dari Tuan Seo, Hye Kyung berkata kalau memaksa seseorang menjalani tes kadar alkohol adalah pelanggaran Undang-undang Hukum Pidana.


“Pada tanggal 13 April 2007, sesuai keputusan 20071249, meskipun yakin jika pengemudi mabuk, seseorang tidak bisa dituntut jika penahanannya tidak layak. Seperti yang kalian lihat di layar polisi menahan terdakwa  tanpa surat perintah. Karena caranya ditahan tidak pantas, semua dakwaan setelah kejadian itu harus dicabut,” jelas Hye Kyung dan Tuan Seo terlihat senang pada pembelaan Hye Kyung. 

“Kamu tidak menontonnya baik-baik,” ucap Do Sub dan memperlihatkan kembali video yang memperlihatkan kalau Tuan Seo melawan untuk di bawaha ke kantor polisi.  “Terdakwa berjalan ke jalan raya seolah-olah dia mabuk. Sesuai pasal 4 pelaksanaan tugas polisi, polisi mencoba melindungi nyawa terdakwa. Sementara itu, dia mencium bau alkohol dari terdakwa. Jadi, dia meminta tes kadar alkohol dalam napas. Dia juga mengantar terdakwa ke rumah sakit karena patah tulang. Bukan begitu?” tanya Do Sub pada polisi dan polisi mengiyakan. Setelah mengatakan semua itu, Do Sub melihat ke arah Hye Kyun dan mengajungkan jempol padanya.

Melihat itu Tuan Seo berkomentar kalau Do Sub cukup hebat dan kenapa dia melakukan semua itu pada Hye Kyung. Hye Kyung pun menjawab kalau dia dan Do Sub saling kenal. 

“Masalah pertama adalah mengenai penahanannya masuk akal atau tidak,” ucap hakim dan Hye Kyung tiba-tiba berdiri dan meminta agar videonya di putar ulang. Namun Tuan Seo mengatakan tak perlu sehingga hakim memberi waktu pada mereka berdua untuk menyepakati keputusan mereka. Dengan yakin Hye Kyung berkata kalau dialah pengacaranya Tuan Seo, sedangkan Tuan Seo adalah terdakwa dalam persidangan, jadi yang punya kewenangan besar untuk memutuskan adalah Hye Kyung. 


Hye Kyung memutar ulang video dan menghentikannya tepat disaat si polisi berkata akan memborgol Tuan Seo lagi. Hye Kyung menyimpulkan kalau sebelumnya si polisi sudah memborgol Tuan Seo. Si polisi pun membenarkan. 

“Dia menghentikanku saat kucoba mengeluarkannya dari restoran. Dia setuju untuk menjalani tes kadar alkohol. Aku melepas borgol dan dia mencoba kabur,” jelas si polisi.

“Apakah terdakwa membawa senjata?” tanya Hye Kyung dan si polisi menjawab tidak. “Apa dia mengancammu?” tanya Hye Kyung lagi dan si polisi kembali menjawab tidak. Sehingga hye Kyung pun menyimpulkan kalau penahanan yang si polisi lakukan adalah penahanan ilegal. 

“Yang Mulia. Dia menolak menjalani tes kadar alkohol dan menyerang polisi,” ucap Do Sub.


“Namun karena prosesnya ilegal...” jawab Tuan Seo yang mencoba memberikan pembelaan, namun penjelasannya di potong oleh Hye Kyung. 

“Pak Seo, tolong duduk. Aku pengacaranya,” ucap Hye Kyung dan Tuan Seo pun kembali duduk.


Keluar dari ruang persidangan, Tuan Seo bertanya  kenapa Hye Kyung tidak mau menuruti ucapannya. Hye Kyung menjawab kalau Tuan Seo sendiri yang bilang bahwa pembelaan terbaik datangnya tiba-tiba, jadi itulah pembelaan yang bisa Hye Kyung lakukan untuk Tuan Seo. Hye Kyung berpendapat kalau Tuan Seo bisa kalah kalau bukan berkat dirinya. 

“Kamu tidak begitu sopan hari ini,” koment Tuan Seo

“Kamu juga tidak menghargainya,” jawab Hye Kyung yang meminta Tuan Seo menceritakan lebih banyak soal saksinya. Tepat disaat itu ponsel Hye Kyung bunyi dan Hye Kyung tak menjawabnya. Sadar kepo, tuan Seo bertanya kenapa Hye Kyung tak menjawab teleponnya. Hye Kyung hanya menjawab kalau si penelpon pasti hanya khawatir soal ibu dan anak-anaknya. 

“Tidak akan ada saksi yang berbicara omong kosong, bukan?” tanya Hye Kyung kembali ke topik dan Tuan Seo menjawab tidak.

Bersambung ke sinopsis The Good Wife Episode 3 - 2

No comments :

Post a Comment