February 22, 2016

Signal Episode 9 - 2

Signal Episode 9 - 2


Setelah saksi keluar dari kantor polisi, Jae Han menghadangnya lalu mengajaknya ke sebuah cafe untuk kemudian diwawancarai. Awalnya tidak ada info penting dari kesaksian Ahjussi itu... tapi kemudian dia bertanya-tanya apakah pembunuhan wanita yang dia temukan itu meniru pembunuhan wanita yang dibunuh di daerah sebelah. 

Informasi yang satu ini langsung menarik perhatian Jae Han. Ahjussi berkata temannya pernah bercerita padanya bahwa beberapa bulan yang lalu ada seorang wanita yang ditemukan dalam keadaan sama dengan korban yang dia temukan, kepalanya ditutupi kresek.




Saat Jae Han kembali ke kantor polisi, dia langsung melapor pada Bum Joo tentang kedua kasus pembunuhan itu dan dugaannya bahwa kedua pembunuhan ini dilakukan oleh pembunuh berantai karena modus operandinya sama. Tapi Bum Joo ragu apalagi tidak ada laporan dari pusat tentang adanya kasus pembunuhan berantai.

Jae Han berusaha meyakinkannya bahwa kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama. Kedua kasus ini tampak berbeda karena kedua korban ditemukan di daerah yang berbeda sehingga ditangani oleh 2 kantor kepolisian yang berbeda. Bum Joo tetap tidak percaya, Jae Han tidak punya bukti dan dugaannya itu hanya berdasarkan spekulasi.

"Ada orang yang mati. Jika aku benar, maka kemungkinan akan ada korban lain akan semakin bertambah."

Bum Joo tetap tidak percaya, menurutnya sepanjang tahun selalu ada banyak kematian yang tidak wajar dan walaupun mereka polisi tapi mereka tidak bisa menghentikan semuanya.


"Apa Anda akan berkata hal yang sama jika korban itu adalah Han Se Kyu? Jika mereka putri seorang konglomerat atau anggota kongres, aku yakin kau akan lari menyambut dengan tangan terbuka."

Bum Joo berkata kalau orang-orang seperti itu tidak akan jadi korban kejahatan seperti ini. "Mereka hidup di dunia yang berbeda."

Bum Joo memperingatkan Jae Han untuk tidak membahas kasus ini lagi karena para atasan mereka tidak menginginkan adanya kasus pembunuhan berantai. Jae Han tidak percaya mendengar ucapan Bum Joo tadi. Jadi ternyata mereka hidup di dunia yang berbeda.


Jae Han bersumpah apapun yang terjadi dia akan menangkap pelakunya. "Setiap tahun memang banyak orang mati tanpa alasan yang jelas, tapi aku tidak akan memaafkan orang yang membunuh di hadapanku. Inilah dunia tempat aku tinggal!"

Bum Joo tidak peduli Jae Han mau melakukan apa saja, tapi dia memperingatkan Jae Han agar jangan sampai membuat masalah jadi besar.


Setelah Bum Joo pergi, Soo Hyun tiba-tiba muncul dari balik tembok. Ternyata dia mendengar percakapan mereka dan bertanya apakah pembunuhan itu benar-benar pembunuhan berantai? Jae Han tidak menjawabnya dan menyuruh Soo Hyun untuk tidak usah memikirkan kasus ini.

Tahun 2015,


Soo Hyun kembali mengunjungi pusat forensik setelah mendengar kabar penemuan tulang belulang di Gunung Donghae. Sayangnya, kerangka mayat ini juga bukan kerangka mayat yang Soo Hyun cari karena kerangka mayat itu perempuan.

Soo Hyun hendak pergi tapi tiba-tiba dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Foto-foto korban saat dia ditemukan dalam keadaan kepala terbungkus kresek. Dokter memberitahunya bahwa tubuh mayat itu juga dibungkus dengan plastik dan diikat dengan tali. Karena mayatnya dibungkus rapat, jasadnya jadi terlindungi dan mereka bisa mengetahui penyebab kematiannya yang terjadi karena cekikan.

Anehnya, begitu melihat foto itu Soo Hyun tampak sangat shock dan gemetaran hebat... teringat potongan-potongan kenangan yang sangat mengerikan: seseorang membungkus kepala orang lain dengan kresek, sepasang kaki yang meronta-ronta panik, suara percikan air, kaki seseorang yang melangkah di sebuah lorong, dan sebuah tangan yang mengelus kepala seseorang yang terbungkus plastik.


Detektif Kim lagi-lagi mengomel panjang lebar karena dia masih bersikeras ingin menangani kasus dingin paling misterius di negeri ini, kasus Odaeyang (kasus bunuh diri massal sebuah sekte agama yang terjadi tahun 1987). Soo Hyun yang sedari tadi merenung, tiba-tiba mengusulkan "Bagaimana kalau kasus Hongwon-dong?"


Tidak ada yang tahu itu kasus apa, maka Soo Hyun pun membagikan foto-foto korban dan memberitahu mereka bahwa pada tahun 1997 ada dua orang wanita yang ditemukan mati terbunuh dalam jarak waktu 2 bulan, di dua tempat yang berbeda dan mati karena sesak napas.

Petunjuk kesamaan kedua kasus pembunuhan yang tampak berbeda itu ada pada cara pelaku membuang mayat korban. Pembunuhnya membungkus kepala korban dengan kresek dan membungkus jenazahnya rapat-rapat dengan karung beras sebelum akhirnya dibuang.

Tapi bagaimana kasus ini bisa jadi kasus dingin? tanya Hae Young. Soo Hyun berkata sejak awal investigasi kedua kasus pembunuhan itu memang tidak dilakukan dengan benar. Kedua kasus ini ditangani oleh 2 kepolisian yang berbeda hingga tidak ada yang menyadari kalau kedua kasus ini sama, tidak ada yang sadar kalau kedua korban dibuang dengan cara yang sama. Tim penyidik justru mencurigai keluarga korban karena adanya masalah asuransi walau pada akhirnya mereka semua dinyatakan tidak bersalah.


"Jika kau benar, maka ini bisa saja pembunuhan berantai," duga Detektif Kim.

Hun Gi tidak percaya tapi Hae Young sependapat dengan Detektif Kim. Kasus ini mungkin pembunuhan berantai dilihat dari cara pelaku membuang korban dengan cara yang cukup khas, ditambah lagi waktu dan tempat pembunuhan yang mirip.

Tapi, memang masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan karena menurut FBI kasus pembunuhan baru bisa disebut pembunuhan berantai jika sedikitnya ada 3 mayat, waktu jeda pembunuhan dan kondisi kematian yang cocok dengan kasus sebelumnya.


"Bagaimana kalau ada satu mayat lagi?" ujar Soo Hyun. Dia lalu memberitahu mereka bahwa kemarin beberapa pendaki gunung menemukan sebuah kerangka di Gunung Donghae.


Soo Hyun dan Hae Young lalu pergi ke pusat forensik. Dokter berkata bahwa mereka sudah berhasil menidentifikasi mayat ini, DNA mayat ini cocok dengan DNA seorang wanita berusia 35 tahun bernama Seo Young Jin yang menghilang tahun 2001... dan sebelum menghilang wanita ini tinggal di kawasan Hongwon-dong.


Mendengar itu, Soo Hyun tampak semakin gelisah. Dokter heran melihatnya, tidak mengerti kenapa Soo Hyun jadi sepucat itu padahal kerangka mayat ini kan bukan kerangka mayat yang Soo Hyun cari.

"Detektif Cha mencari kerangka?"

"Kalian kan satu tim, masak tidak tahu? Detektif Cha sudah lama mencari seseorang dengan tinggi badan 185 dan memiliki pelat metal di bahunya"


Cemas, Soo Hyun langsung cepat-cepat memaksa Hae Young pergi sekarang juga. Hae Young menyadari ciri-ciri mayat yang dicari Soo Hyun sama persis dengan ciri-cirinya Jae Han. Dan saat dia teringat ucapan Soo Hyun bahwa mungkin ada orang yang tidak akan melupakan orang lain walaupun waktu sudah bertahun-tahun berlalu, Hae Young langsung bertanya "Apa dia seseorang yang kau sukai?"

"Jangan membayangkan yang tidak-tidak. Ini tidak seperti yang kau pikirkan."


Mereka kemudian pergi mewawancarai suami korban yang ternyata sempat mengira istrinya menghilang untuk bunuh diri. Dia berpikir seperti itu karena istrinya menderita depresi pasca melahirkan.

Hae Young memperhatikan sejak mendengar informasi tentang depresi yang dialami korban, Soo Hyun terlihat sangat gugup dan ketakutan. Dia jadi makin penasaran, ada masalah apa sebenarnya?


Sambil memeluk dirinya sendiri, Soo Hyun berkata bahwa segala sesuatu tentang pembunuhan ini sangat mirip dengan pembunuhan tahun 1997. Mulai dari cara pembunuhannya, cara mayat korban dibungkus dan bahkan karakter para korban pun sangat mirip.

Tahun 1997,


Jae Han mewawancarai beberapa orang yang mengenal korban. Berdasarkan informasi dari beberapa kenalan korban, bisa disimpulkan kalau kedua korban adalah orang-orang yang sangat tertutup, pemurung dan setiap hari selalu mendengarkan lagu sedih dengan earphone.

Jae Han lalu pergi ke daerah tempat tinggal kedua korban. Dia membayangkan kedua korban berjalan dari dua arah yang berbeda. Dia menyadari ciri-ciri fisik kedua korban tidak ada yang sama, pekerjaan mereka juga tidak sama dan walaupun mereka tinggal di daerah yang sama tapi rute jalan mereka tidak saling bersalipan... Satu-satunya kesamaan kedua korban adalah kedua-duanya suka mendengarkan lagu sedih dengan earphone.


Suatu hari, Jae Han dan rekan-rekannya ketiduran di meja kerja masing-masing. Saat Soo Hyun diam-diam membantu merapikan meja kerjanya Hae Young, dia membaca laporan kasus itu dan catatan buku jurnal Jae Han.


Karena ingin membantu Jae Han menyelidiki kasus ini, Soo Hyun keluar untuk menemukan lokasi kedua korban saling bersalipan (kalau menurut dugaan Jae Han, kedua korban malah tidak saling bersalipan). Dengan berbekal sebuah peta, Soo Hyun menjelajahi kawasan Hongwon-dong seorang diri... sambil mendengarkan lagu dengan earphone.


Dia berjalan dan terus berjalan sepanjang hari sampai malam akhirnya tiba. Lama kelamaan, dia mulai lelah dan wajahnya tampak muram seperti orang depresi.



Di tengah jalan, dia melihat sebuah mini market... tempat Si pembunuh bekerja. Dia masuk dengan kepala tertunduk lesu, wajah muram, dan earphone di telinganya. Kedatangannya dengan reaksi semuram itu, sontak menarik perhatian Si pembunuh.


Setelah keluar dari mini market, Soo Hyun kembali menyusuri gang-gang sepi kawasan itu... tanpa menyadari seseorang yang membuntutinya diam-diam. Makin lama orang itu semakin mempercepat langkah menyusul Soo Hyun... dia semakin dekat... lalu tiba-tiba memegang bahu Soo Hyun.


Soo Hyun langsung shock, refleks dia berbalik... dan melihat Jae Han. Fiuh!


Soo Hyun langsung mendesah lega. Tapi tidak dengan Jae Han. Sedang apa Soo Hyun disini? tanya Jae Han. Saat Soo Hyun terdiam, Jae Han curiga jangan-jangan Soo Hyun ada disini gara-gara membaca laporan kasus pembunuhan Hongwon-dongnya? Lalu apakah Soo Hyun sedang mencari tahu rute yang dilalui korban?

"Hei, jangan berkeliaran melakukan sesuatu yang bahkan belum kau kuasai. Cepat kembali ke kantor dan lanjutkan pekerjaanmu."

"Para korban... aku kasihan pada mereka"


Soo Hyun mengaku kalau dia memang berjalan melewati rute-rute yang sering korban lewati dan mendapati semua jalan itu dipenuhi sampah-sampah dan selebaran usaha tidak jelas. Semua jalan ditempat ini hanya dipenuhi tembok beton dan tiang besi yang dingin, tidak ada sedikitpun keindahan ataupun keceriaan di tempat ini. Hidup di tempat seperti ini bisa membuat orang depresi karena yang mereka lihat hanya kegelapan dan kesuraman. Bahkan hanya berjalan-jalan di tempat inipun membuat Soo Hyun jadi ikut depresi.

Jae Han mengedarkan pandangannya dan menyadari ucapan Soo Hyun memang benar. Tapi dia tetap bersikeras menyuruh Soo Hyun kembali ke markas. Dia mengingatkan kalau Soo Hyun adalah maskot kepolisian mereka jadi Soo Hyun bersikap layaknya maskot. "Kembalilah ke kantor dan kembalilah bekerja sebelum Kapten menyadarinya."


Jae Han lalu pergi meninggalkan Soo Hyun yang mendesah frustasi dengan sikap dingin Jae Han. Dia hendak pergi tapi tiba-tiba dia punya perasaan tidak enak. Dia menoleh ke belakang... tapi tak ada siapapun disana.

Tahun 2015,


Hae Young dan Soo Hyun melaporkan daftar orang hilang sejak tahun 1997 sampai 2015 di daerah Hongwon-dong pada Kapten Ahn. Ketiga korban sama-sama menderita depresi. Dan korban yang ditemukan kemarin, mungkin bukan korban yang terakhir.


Karena itulah, Hae Young meminta Kapten Ahn untuk mengizinkan mereka mencari korban lain di Gunung Donghae. Kapten Ahn tampak ragu...


Tapi keesokan harinya, beberapa tim diturunkan ke Gunung Donghae untuk melakukan penyisiran. Detektif Kim dan Hun Gi heran, kenapa Kapten Ahn memberikan izin padahal dia kan tidak suka Hae Young. Apa benar-benar akan ada jasad lain di gunung ini? tanya Detektif Kim pesimis.

Hae Young berkata bahwa gunung dulunya tempat yang sangat terpencil dan bahkan tidak ada juru kuncinya. Tempat ini baru dijadikan tempat mendaki bagi publik tahun lalu dan CCTV pun baru belakangan ini dipasang. Tempat ini sangat dekat dari daerah Hongwon-dong jadi tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat pembuangan mayat.


Soo Hyun tampak sangat gelisah mendengar semua penjelasan Hae Young. Saat memperhatikan ekspresi Soo Hyun, Hae Young langsung bertanya apakah Soo Hyun mengetahui sesuatu tentang kasus ini.

Saat Soo Hyun tidak mau menjawabnya, Hae Young memberitahu Soo Hyun kalau cara si pembunuh membuang mayatnya mulai berubah sejak tahun 2001. Pada 2 pembunuhan tahun 1997, kedua mayat korban dibuang di tempat publik. Tapi sejak tahun 2001, si pembunuh mengubur korban-korbannya.

"Apa alasannya? Kau tahu sesuatu kan?"

"Dalam insiden tahun 1997... selain dua korban yang terbunuh... ada satu korban lain"

Semua orang tercengang mendengarnya "Apa... maksudmu?"

Tahun 1997,


Jae Han kembali ke kantor polisi tapi dia melihat meja kerja Soo Hyun kosong, tidak ada seorangpun yang melihatnya dan bahkan ruang jaga malam khusus wanita pun kosong. Dia lalu mencoba menelepon rumah Soo Hyun... dan diberitahu kalau Soo Hyun belum pulang. Jae Han mulai cemas sekarang.


Soo Hyun ternyata masih terus berkeliaran di area gang-gang sempit dan sepi itu. Di tengah jalan dia mendengar suara salakan seekor puppy. Tanpa mencurigai apapun, dia langsung mencari asal suara itu dan menemukan si puppy putih itu terikat di tembok dengan kaki diperban. Soo Hyun menghampirinya...


...dan tiba-tiba saja kepalanya ditutupi kresek oleh seseorang dan dia dibungkam hingga pingsan.


Jae Han kembali menyusuri gang-gang di Hongwon-dong mencari Soo Hyun.


Soo Hyun terbangun dan mendapati dirinya dalam keadaan tangan teringat dan kepalanya ditutupi kresek. Dia mendengar suara tetesan air dan samar-samar melihat cahaya lampu. Dia lalu mendengar suara langkah kaki orang mendekat lalu cahaya lampunya terhalang oleh sosok orang itu.


Dalam keadaan mulut tersumpal, dia berteriak ketakutan saat dia merasakan sebuah tangan membelai kepalanya. Lalu mendengar suara seorang pria yang berkata "Hidup ini berat kan? Shhh... tidak boleh dilepas. Bisa bahaya. Tunggu sebentar, aku akan membuatmu merasa nyaman."


Tiba-tiba pria itu beranjak pergi dan Soo Hyun mendengar suara pintu terbuka lalu tertutup. Menyadari dia punya kesempatan untuk kabur, Soo Hyun langsung beranjak bangkit dan mencoba mencari jalan keluar dengan cara meraba-meraba tembok dengan menggunakan tangannya yang terikat dan akhirnya berhasil keluar ke jalan.

Hanya dengan berbekal pencahayaan lampu jalan yang samar-samar bisa dia lihat dari balik kresek, dia berusaha berlari membabi buta. Beberapa kali dia terjatuh dan menabrak sesuatu tapi dia terus berusaha bangkit kembali. Dia berlari dan terus berlari...


Tapi tiba-tiba dia menabrak sesuatu lagi, dia terjatuh dan tiba-tiba saja cahaya samar-samarnya kembali terhalang oleh sesuatu... atau seseorang.


Jae Han terus berkeliling sambil berteriak-teriak memanggil nama Soo Hyun. Di tengah jalan, tiba-tiba dia melihat sepasang kaki tergeletak. Dia langsung menghampirinya dan mendapati Soo Hyun pingsan dengan kepala tertutup kresek. Dia cepat-cepat merobek kresek itu dan membentak-bentak Soo Hyun untuk menyadarkannya.


Soo Hyun akhirnya sadar dan Jae Han pun akhirnya bisa bernapas lega. Awalnya Soo Hyun membeku shock, tapi kemudian dia mulai meronta-ronta dan menjerit ketakutan. Jae Han berusaha menenangkannya dan memeluknya. "Tidak apa-apa, sudah tidak apa-apa. Maaf aku terlambat. Tenanglah, sudah tidak apa-apa sekarang."


Soo Hyun akhirnya mulai bisa tenang dan jerit ketakutannya pun mulai berubah jadi tangisan sedih.

Tahun 2015,


Saat kejadian itu, Soo Hyun benar-benar mengira kalau dia akan mati. Tapi setelah insiden dirinya, sudah tidak ada laporan korban lagi karena itulah mereka mengira si pembunuh sudah tidak beraksi lagi.


Tiba-tiba seorang petugas berteriak mengumumkan sebuah penemuan mayat. Hun Gi baru saja memotreti mayat itu saat tiba-tiba saja seorang petugas lain mengumumkan kalau dia juga menemukan mayat satu lagi.


Beberapa saat kemudian, Kapten Ahn tiba setelah dapat laporan penemuan mayat lagi. Tapi Soo Hyun melaporkan mayat yang mereka temukan bukan cuma 3. Kapten Ahn mengedarkan pandangannya dan shock mendapati beberapa tim terpencar di beberapa TKP di seluruh gunung. Soo Hyun memberitahunya bahwa total semua korban, berjumlah 9 orang.


Hae Young menduga semua mayat itu dibunuh oleh pembunuh yang sama dan kemungkinan si pelaku adalah pembunuh yang melakukan pembunuhan tahun 1997 di Hongwon-dong "Pembunuhnya belum berhenti membunuh."


Tahun 1997, Soo Hyun menangis dalam pelukan Jae Han sementara Si pembunuh memperhatikan mereka dari balik sudut gang gelap.

Komentar:

Wow! Pembunuh yang ini antara keren dan sadis banget. Dia sukses membunuh orang sebanyak itu tanpa seorangpun yang tahu dan baru ketahuan setelah 18 tahun berlalu dan itupun setelah gunungnya terbuka untuk umum.

Ditambah lagi kalau aktor yang jadi tersangka pembunuhan itu dimainkan oleh Lee Sang Yeob, aktor yang wajahnya kaleeeemm banget dan tak cocok jadi peran antagonis. Jadi semakin mengerikan, ya..

Jika kita bertemu dengan orang yang menyeramkan, tatoan, garang, ada codet, bawa pisau, reflek kita akan waspada dan ketakutan. Padahal bisa saja orang itu adalah tukang daging. Tapi kewaspadaan kita turun saat kita bertemu dengan pria berpenampilan lembut (apalagi tampan), sopan dan pendiam. Padahal.. uh.. ngeri, ah.

Jadi penasaran. Dari sekian banyak korban, adakah yang -mengutip ucapan Bum Joo- hidup di dunia yang berbeda? Kalau ternyata memang ada korban yang dari dunia yang berbeda, dan Bum Joo tahu, uhh.. pasti rasanya kaya tertampar, deh.

5 comments :

  1. Makasih sinopnya mba.lanjutkannn(y)..:)

    ReplyDelete
  2. Lanjut mbak, ditunggu terus sinosipnya

    ReplyDelete
  3. "Tukang daging" = lagi serius-seriusnya baca langsung ngakak..
    Thanks min sudah menghibung tanks juga sinopsisnya luar biasa 😆

    ReplyDelete
  4. "Tukang daging" = lagi serius-seriusnya baca langsung ngakak..
    Thanks min sudah menghibung tanks juga sinopsisnya luar biasa 😆

    ReplyDelete