December 29, 2015

Splash Splash Love Episode 2 – 5 (FINAL)

Splash Splash Love Episode 2 – 5 (FINAL)


Ratu kaget mendengar rencana Ayahnya untuk mengenyahkan semua masalah. Ia menolak rencana itu. “Di istana dimana aku tak punya teman bicara, ini adalah pertama kalinya mimpi memiliki teman menjadi kenyataan,” suara Ratu bergetar, antara marah dan menangis. “Ayah pernah bertanya apa sebenarnya yang aku inginkan. Ayah memarahiku karena aku tak punya mimpi. Impianku adalah tak merasa kesepian di istana yang menyebalkan ini.”



Menteri Shim On terlihat menyesal. Tapi terlambat. Pembunuh itu sudah menaburkan bubuk mesiu di seluruh ruang rahasia dan membakarnya. Sekejap ruangan disergap api yang membakari kertas dan buku. Dan Bi menggenggam tusuk konde itu semakin erat sebelum benar-benar tak sadarkan diri.


Ratu akhirnya menemukan Raja yang ada di lapangan bola. Terengah-engah, ia berseru memanggil Raja.


Api sudah menjalar ke seluruh bangunan. Raja, yang akhirnya datang, mencoba menerobos masuk. Tapi para petugas menghalanginya, sebagian menghadang, sebagian berlutut memohon agar Raja tak masuk karena sudah terlalu berbahaya.


Raja mencari jalan lain. Ia bergegas pergi menuju ruangannya dan masuk melalui lorong rahasia. Betapa paniknya ia saat melihat Dan Bi tergeletak di lantai tak sadarkan diri. “Sam.. Sam..,” Raja memeluk Dan Bi, tapi Dan Bi yang tak bergerak sedikitpun. “Aku tahu kalau kau akan dalam bahaya jika bersamaku, tapi aku tetap ingin menahanmu agar selalu di sisiku,” sesal Raja. “Maafkan aku.”


Ia menggendong Dan Bi ke luar bangunan yang sudah mulai beruntuhan.


Paginya, Raja masuk ke dalam bangunan yang sudah hangus dilalap api. Para sarjana dan Ah Jin berlutut, menanti hukuman karena kelalaian mereka. Raja tahu kalau yang menyebabkan kebakaran adalah mesiu dan ada bom yang hilang. Pada Ah Jin yang ia perintahkan untuk mengerjakan pembuatan bom itu, ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Sarjana Choi membentak Ah Jin untuk menceritakan yang sebenarnya. Ia merasa bertanggung jawab karena tak bisa mencegah kejadian ini. “Hamba patut menerima hukuman. Hamba pantas mendapatkannya.”


Raja berkata, “Benar. Aku harus menyingkiranmu.” Sarjana Choi kaget mendengarnya. Raja mengangkat tangan Sarjana Choi yang legam dan menoleh pada Ah Jin, “Apa kau tak mengajarkannya bagaimana cara untuk membersihkan bubuk mesiu dari tangan?”


Ah Jin minta maaf. Sarjana Choi mencoba membela diri kalau ia tak mungkin mengkhianati Raja. Raja pun berseru, “Pelakunya bersuara pria. Iya kan?”


Seseorang muncul dari belakang kasim yang bertugas. Dan Bi! Dan Bi masih hidup! Ia mengiyakan pertanyaan Raja. Sarjana Choi kaget melihat Dan Bi masih hidup.


Dan Bi mengeluarkan barang yang menyelamatkan nyawanya. Buku tebal yang berisi bahan ujian UN.


Ternyata pedang yang menikamnya itu tak bisa menembus buku itu sehingga Dan Bi selamat. Ia juga mendengar si pembunuh mengajak anak buahnya untuk segera pergi sebelum melemparkan obor.


Walaupun Dan Bi tak pintar matematika, tapi Dan Bi mahir menebak suara orang. Ingat saat ia bisa menebak suara misteri dalam variety show King of the Mask? Dan Bi juga masih ingat suara pembunuh itu. Suara itu milik Sarjana Choi.


Raja menatap Sarjana Choi dengan sedih. Ia menganggap Sarjana Choi adalah salah satu orang terdekatnya. Bagaimana mungkin malah berani mengkhianatinya?


Sarjana Choi berlutut. Jika Hunmingjungeum (hangul kuno) disebarluaskan, generasi muda akan mulai berkembang dan memiliki pikiran sendiri. “Sebuah dunia yang mengerikan tanpa ketertiban akan muncul. Dunia akan menjadi kacau balau. Hamba tak takut pada kematian. Tapi masa depan dimana kami-kami ini menjadi tak bergunalah yang membuat hamba takut.”


“Walau kau mencoba menghentikanku, aku akan tetap menyebarkan huruf-huruf ini. Aku akan menjadi raja yang melakukan apa yang diinginkan rakyatnya,” ujar Raja. Ia memegang bahu Sarjana Choi dan bertanya, “Memang kenapa jika seseorang tak berguna? Kau tetaplah manusia. Tak perlu takut dengan hari ini hanya karena takut pada apa yang akan terjadi nanti.  Jangan takut kalau nanti kau tak ada gunanya di dunia ini. ”


Sarjana Choi semakin merasa bersalah. Ia berlutut dalam-dalam, memohon Raja agar menghukumnya. Para sarjana lainnya juga melakukan hal yang sama.


Dan Bi tercenung. Raja mengucapkan itu pada Sarjana Choi tapi malah menohok perasaannya.


Dengan memakai seragam sekolahnya lagi, ia menyerahkan baju kasim pada kasim guru. Sedangkan pada Raja, ia memberikan beberapa lembar kertas yang berisi Hunmingjungeum lengkap. Kertas itu adalah bagian dari buku sejarahnya.


Raja kaget karena semua dokumentasi tentang huruf baru telah lenyap terbakar api. Bagaimana Dan Bi bisa memilikinya?


“Mimpimu akan membuat semua orang di Joseon bisa membaca dan menulis. Kami akan selalu berterimakasih dan bangga. Jadi janganlah terlalu sedih,” ujar Dan Bi menghibur.


Raja memandangi tulisan yang ada di kertas itu. “Ternyata benar. Kau berasal dari masa depan itu.” Dan Bi mengangguk, lega karena Raja akhirnya mempercayainya.


Raja menghela nafas dan menatap Dan Bi, “Maaf, tapi dengan ini saja tak bisa mengabulkan impianku. Impianku adalah dirimu. Tapi aku juga tak tahan melihatmu selalu sedih di Joseon. Semakin aku berpikir, semakin aku yakin kalau jawabannya adalah : tak ada jawaban.”


Raja menatap langit yang mendung dan berkata kalau sekarang adalah musim hujan pertama selama 3 tahun. Bagaimana Dan Bi bisa tahu kalau sebentar lagi akan hujan? Dan Bi memandangi langit mendung dan kemudian pada kasim guru yang berjalan terpincang-pincang, “Aku hanya menduga saja.”

Ia ingat kaki guru matematikanya selalu pegal-pegal saat musim hujan. Ingat gurunya, mengingatkannya pada matematika. Ia mencoba menghibur Raja, “Ternyata Joseon itu enak untuk ditinggali kalau kita tak begitu pintar akan  matematika.”


Raja tersenyum. “Ayo kita pergi. Aku akan mengikutimu sejauh yang aku mampu.”

“Tak usah.”

“Omong kosong,” sergah Raja menowel pipi Dan Bi dan merangkulnya. “Ini titah Raja.”


Dan Bi memberikan kotak pensil beserta isinya pada adik Ah Jin sebagai kenang-kenangan. Ah Jin mengulurkan tangan dan Dan Bi menjabat tangan itu sambil tersenyum, “Terima kasih, Teman.”


“Kamu ngapain?” tanya Ah Jin bingung. Sontak Dan Bi melepas tangannya. Ternyata gesture itu bukan untuk jabat tangan, tapi menadah, “Uang sewa bulan lalu.”


Haha.. pelitnya Ah Jin ga ada matinya.. Dan Bi tak peduli dan menjabat tangannya lagi. Tapi Ah Jin hanya bercanda dan ia menyebutkan namanya untuk diingat Dan Bi. “Namaku Yeon, Park Yeon.”

Eih.. “Jadi kau bukan Jang Young Shil?” tanya Dan Bi terkejut.

Dan saya juga terkejut. Jadi namanya bukan Che Ah Jin? Hahaha.. nama dari mana tuh, ya? *garuk-garuk ga jelas*


Kalau saya ga jelas, lain dengan Dan Bi. Ia mengenali nama Park Yeon di buku pelajarannya sebagai musisi jenius yang terkenal di jaman Raja Sejong. Ia minta Park Yeon berjanji untuk tak pernah membuang keinginan bermusik. “Aku harus pergi sekarang. Hiduplah dengan melakukan apapun yang kau inginkan,” pesannya. Ia melambaikan tangan, “Park Yeon, Seok. Annyeong..!”


Setelah Dan Bi menghilang, Seok menunjukkan isi kotak pensil Dan Bi. Ternyata emas yang jumlahnya berkali-kali lipat.


Raja sudah menunggu Dan Bi dan tersenyum saat melihatnya. Aww.. jadi ini maksud Raja akan mengantarkan sejauh yang ia bisa lakukan? Sepertinya mereka akan terus menjauhi mendung yang menaungi Joseon.

Raja mengulurkan tangan dan Dan Bi menyambut tangan itu sambil bertanya, “Bolehkan aku menumpang kudamu?” Raja menganggukkan kepala dan menarik Dan Bi agar duduk di depannya.


Mereka pun pergi ke arah pantai, tempat dimana hujan belum turun.


Sementara di istana, Ratu tersenyum mengagumi desain roknya yang sekarang berwarna hijau penuh rintik-rintik hujan.


Agak jauh dari istana, Park Yeon sedang menikmati hujan turun ditemani kolase lukisan Ratu.


Raja dan Dan Bi lari berkejaran di pantai, saling bergenggaman tangan, bercanda seperti tak ada hari esok.


Duduk di pasir yang basah, Raja merangkul gadis itu. Ia melindungi kepala Dan Bi agar tak terkena hujan, dan Dan Bi pun menyandarkan kepala di dadanya.


Tapi dengan matahari mulai terbenam, laut mulai pasang. Air laut mulai membasahi kaki mereka. Dan Bi merasakan kakinya sudah tak memijak pasir lagi, tapi air yang dalam.


Raja segera mengangkat Dan Bi dan mendekapnya erat. Ia masih ingin berada di dekat Dan Bi. Tapi tak banyak waktu lagi untuk mereka karena Dan Bi sudah basah kuyup. Dan Bi berusaha tak menyentuh tanah dengan berpegangan di bahu Raja.


Raja mencium Dan Bi untuk yang terakhir kalinya. Keduanya bertatapan, penuh cinta, penuh sayang, seakan saling berjanji akan baik-baik saja setelah ini. Raja mengangguk dan Dan Bi tersenyum menguatkan. Tak ada tangis, hanya janji yang terpancar di mata mereka.


Bersamaan, Dan Bi melepas pegangannya dan Raja melonggarkan pelukannya.


Dan Bi meluncur turun..


… dan menghilang. Meninggalkan Raja seorang diri.


Raja terpaku, tak mampu menggerakkan badannya. Tapi tak sedikitpun ia menunduk mencari Dan Bi karena ia berjanji dalam hati, “Suatu hari nanti aku pasti akan menemukanmu, tak peduli berapa lama waktu berlalu.”


Dan Bi tenggelam ke dalam air. Saat ia muncul di permukaan, ia sudah ada di genangan yang sama. Sebuah bola menggelinding ke arahnya. Ternyata hampir 2 bulan ia berada di Joseon hanya sepersekian detik di masa sekarang.


Dan Bi mengambil bola itu dan terkejut melihat sosok yang mirip adik Ah Jin, sekarang membeku melihat Dan Bi tadi hilang dan muncul lagi. Ia mengembalikan bola itu dengan senyum lebar dan lari menuju sekolahnya.


Ia masuk kelas setelah semua anak sudah duduk manis di kursinya. Terengah-engah, Dan Bi melihat pengawas ujiannya yang persis dengan Sarjana Choi. Apakah ia diperbolehkan masuk? Pengawas itu mulanya ragu, tapi akhirnya memperbolehkannya. Dan Bi lega dan bertepatan dengan ia duduk di kursi, terdengar pengumuman kalau ujian akan dimulai.


Dan Bi membaca salah satu soal sejarah. Orang ini tak hanya memiliki keahlian saja tapi dia juga sangat cerdas, bahkan Raja Sejong menghargainya sebagai orang yang ia tanyai saat menemukan masalah. Sebutkan namanya.


Dan kita kembali ke jaman Joseon saat Raja berdiskusi dengan para menteri yang setuju untuk memberikan Dan Bi jabatan. Menteri Hwang Hee berkata kalau Raja harus memberikan nama pada gosam itu jika ingin memberikan jabatan.


Raja sudah menyiapkan namanya dan seperti janjinya pada Dan Bi, ia menulis nama Dan Bi dalam huruf Jungeum. Nama yang secara pribadi kuanugerahkan kepadamu.


Dan Bi tersenyum dan menyilang pilihan ke-4. Jang Young Shil.


Sepulang sekolah, ia membuka gulungan yang dulu Raja berikan padanya. Dengan huruf hangul kuno, tertulis sebuah nama. Jang Young Shil.


Dan Bi tersenyum sedih saat memandang langit mendung. Rindu itu mulai menyergapnya. Dan rasa kehilangan itu menjadi berkali-kali lipat karena Dan Bi sadar kalau mereka tak akan bertemu lagi.


Walau ia merasa kehilangan, tapi ia menemukan kehangatan yang selama ini ia rindukan. Kehangatan pelukan Ibu. Dan Bi pulang ke rumah dan melihat ibu sedang mengangkat jemuran di halaman. Ia meneteskan air mata saat Ibu memeluk dan memberikan kata-kata yang menghiburnya, menyemangatinya.


Dan kamera mengarah ke foto lama keluarga Jang. Almarhum Ayah Dan Bi ternyata adalah Menteri Hwang Hee.


Dan Bi bekerja paruh waktu di minimarket. Sambil menyusun ramen-ramen cup yang ternyata ada peringkatnya, Dan Bi menyemangati ramen-ramen yang ada di rak bawah agar bisa naik ke rak atas. “Kalian semua sangat berharga, kalian semua enak dengan rasa kalian sendiri.”

Ha.. kayaknya ucapan Raja itu begitu mengena di hati Dan Bi sehingga disampaikan pula pada ramen-ramen itu.


Sou  lagi-lagi makan ramen dan bertanya apa Dan Bi sudah mendaftar di lembaga bimbel yang dulu ia masuki? Dan Bi menjawab, “Jangan cerewet, anak baru. Aku akan melakukannya nanti.”


“Lihatlah ini, Jaesoosaeng,” Sou menunjukkan sesuatu di handphone.

Jaesoosaeng adalah anak yang kursus bimbel walau sudah lulus SMA. Ah.. ternyata Dan Bi tak lolos UN (atau mungkin SMPTN, ya) dan akan mengambil bimbingan belajar di tempat bimbel Sou dulu. Sou sendiri sudah masuk ke universitas pilihannya.


Dan Bi membaca judul sebuah webtoon. “Pondang Pondang LOVE (Splash Splash LOVE)?” Dan Bi terus menscroll down, membaca webtoon itu yang Rajanya mirip dengan Raja Sejong yang dikenalnya.


Sou mengangguk. Ia membuat cerita webtoon berdasarkan mimpi Dan Bi dan ternyata disukai banyak pembaca. “Eh, tapi kudengar Raja Sejong itu punya banyak wanita." Dan Bi terbelalak kaget. Sou semakin semangat menggosip, “Ia terkenal selalu memberikan jeruk pada setiap wanita yang disukainya. Anaknya saja sampai dua puluh!”


Dan Bi berdecak mendengarnya. Ia memandangi sosok Raja yang digambar Sou dan berkata sendiri, “Hubungan mereka pasti jadi baik.”


“Siapa dia? Cakep banget!” seru Sou menatap layar televisi. Dan Bi menoleh dan terkesima melihat Ah Jin di televisi. Ah Jin yang itu sekarang berambut pendek dan menjadi penyanyi.


Dan Bi tersenyum saat Ah Jin di tv menatap kamera seolah berkata padanya dengan nyanyian, Di bawah terik matahari, kau turun seperti hujan yang dinantikan (Dan Bi). Ia memandang keluar jendela, hujan mulai turun.


Hari itu kembali hujan. Dan Bi yang tak membawa payung, turun dari bis dan berlari untuk menghindari rintik hujan. Di penyeberangan jalan, ia melihat sebuah genangan. Setengah berharap, ia menjejakkan kakinya. Tapi kakiknya tetap menapak di jalan, bukan di air yang dalam.


Hujan turun semakin lebat dan tubuh Dan Bi sudah mulai basah kuyup. Ia melindungi kepala dengan tangannya dan menghela nafas.


Dan Bi sedang menatap bayangannya di genangan air itu saat sebuah payung kuning memayunginya. Payung kuning yang mirip dengan miliknya yang ketinggalan di bis dulu. Dan Bi menoleh melihat si pemilik payung itu dan terkejut.


Raja sekarang ada di hadapannya dan tersenyum padanya. “Kita pernah bertemu sebelumnya. Dulu sekali.”


Dan Bi tertegun mendengarnya. Dulu sekali? Tapi kita melihat kilas balik di hari UN untuk memahami maksudnya. Pria itu ternyata satu bis dengan Dan Bi dan melihat bagaimana rambut Dan Bi jatuh menutupi wajahnya yang serius belajar. Saat Dan Bi sedang mencepol rambutnya, bis mengerem mendadak dan buku-bukunya terjatuh.


Pria itu membantu Dan Bi mengambilkan buku-buku itu. Tapi Dan Bi terlalu sibuk dengan pikirannya, tak menyadari kehadiran pria itu dan meninggalkan payungnya. Pria itu menyadari payung Dan Bi ketinggalan, tapi bis sudah keburu jalan.


Dan sekarang pria itu ada di hadapan Dan Bi, memegang payung kuning miliknya. Dan Bi tersenyum walau matanya berkaca-kaca.


Tiba-tiba pria itu meraih Dan Bi dan mengayunkan tubuhnya untuk melindungi Dan Bi dari cipratan air dari mobil yang lewat. Sejenak mereka bertatapan dan terdengar suara jantung berdebar-debar.


Dan pria itu tersenyum. Senyum familiar yang sering dilakukan Raja jika melihat Dan Bi, ratusan tahun yang lalu.


The End. Tamat. Fin.

Masih belum puas? Masih ada epilognya, kok. Yuk disimak.

Epilog


Raja sekarang sudah mahir main bola. Lawannya siapa lagi kalau bukan Seok, adik Ah Jin. Hahaha.. main sama anak kecil. Akhirnya Ah Jin membantu Seok melawan Raja dan gantian Seok menjadi kipernya.


Ratu menonton dari bangku penonton. Beneran nonton? Nggak juga sih, karena ini saat yang tepat untuk makan ramen kesukaannya. Tapi ia ikut tertawa gembira saat Raja berhasil menjebol gawang.


Tapi Raja terus mengingat Dan Bi. Ia memegang spidol milik Dan Bi. Begitu pula Dan Bi yang sekarang memegang tusuk konde pemberiannya. Senyum tersungging di wajah mereka, tak ada kesedihan di mata mereka.



Komentar :

Ahh… kali ini benar-benar tamat! Saat melihat keduanya tersenyum di screencap terakhir itu, rasanya seperti melihat dunia mereka paralel, berjalan berdampingan. Duhh..

Gak rela ngerecap episode terakhir ini karena berarti gak akan ada lagi Raja dan Dan Bi. Karena itu, saya bener-bener nulis panjaaaangg banget. Episode terkahir ini cuman 20 menit, tapi recap saya sepanjang drama 1 jam. Hahaha… 

Ratu akhirnya mendapatkan impiannya. Ia akhirnya memiliki teman di istana dan hubungannya dengan Raja jadi baik. Kalau tak baik, mana mungkin ia diperbolehkan makan ramen di pinggir lapangan.


Mungkin juga karena mereka sama-sama kangen dengan Dan Bi. Dan Bi adalah teman pertama yang Ratu miliki dan pasti memiliki tempat di hati mereka berdua. Kesamaan perasaan itulah yang mungkin membawa mereka lebih dekat. Seperti Ratu yang tahu arti jeruk itu bagi Raja, Raja mungkin juga sudah melihat warna rok yang ‘diciptakan’ Dan Bi.

Sejarah mengatakan Raja Sejong memiliki banyak wanita dan menurut gosipnya Sou, Raja Sejong selalu memberikan jeruk pada wanita yang disukainya. Apa ini berarti Raja selalu mencari sosok Dan Bi di setiap wanita yang disukainya? Mungkin ada gadis yang senyumnya mirip Dan Bi. Ada pula gadis yang semangatnya mirip Dan Bi, gaya bicaranya yang blak-blakan mirip Dan Bi. Tapi tak ada yang sama persis dengan Dan Bi.

Lalu kemana Dan Bi di jaman Joseon? Semua yang dikenal Dan Bi ternyata hidup di jaman Raja Sejong. Bahkan almarhum ayahnya pun juga hidup di jaman Joseon. Btw, saat dari kejauhan melihat Menteri Hwang Hee, Dan Bi seperti penasaran walau kemudian perhatiannya teralih karena Raja muncul di samping, menggengam tangannya dan menariknya pergi.

Semua yang ada di jaman Joseon, satu persatu muncul di hadapannya. Yang berarti ada kemungkinan Dan Bi pernah hidup di jaman Joseon. Lantas ada dimana Dan Bi jaman Joseon? Raja tak pernah bisa menemukan karena jika ada, pasti gadis itu langsung akan diangkat sebagai selir.


Mungkin jawabannya adalah karena Dan Bi jaman Joseon sudah meninggal dunia, sama seperti Ayah Dan Bi yang meninggal lebih dulu. Sampai kemanapun Raja mencari kembaran Dan Bi, tetap tak akan ketemu. Jadi Raja berharap dan terus berharap ia akan kembali bertemu dengan Dan Bi di kehidupan berikutnya.


Yang pernah nonton Rooftop Prince, pasti kerasa kalau endingnya mirip banget dengan Rooftop Prince. Walau nyeseknya gak terlalu lama karena drama ini sangat pendek. Hanya 2 episode saja. Pingin ada lanjutannya Splash Splash Love? Antara iya dan tidak.


Karena sebenarnya ending drama ini juga sudah perfect. Saya malah lebih berharap pada pairing Kim Seul Gi dan Yoon Doo Joon lagi di drama mereka berikutnya. Chemistry mereka sudah pas banget. Kebayang kalau bisa nonton mereka di drama 16 episode. Haduhh… sapa ya PD-nim dan SW-nim yang mau menyatukan mereka lagi di drama?


Eh.. bersatu di kehidupan nyata juga boleh, kok. Hahaha… *plak*

20 comments :

  1. fiewh... makasih mb dee recapnya... sukaa banget.. endingnya lebih masuk di akal, dan bi lebih memilih ibunya dan kehidupannya yang sebenernya dan raja juga ga berlarut larut sedihnya.. tetep semangat sampe sampe anaknya 20 hag hag.. yang ga masuk akal itu rajanya bebas banget... sering pergi tanpa pengawal.. hehe

    pengen liat dramanya kim seul gi lagi... ayo mb dee.. nonton oh my gosh.. aktingnya seul gi juga ok lho... ga serem kok.. sereman master sun.. (meskipun aq lebih milih master sun.. sampe nonton berkali kali ga bosen :) )

    ReplyDelete
  2. ckckck...akhirnya emang inget yoochun
    Payung kuning itu siapa punya coba? Yang nonton i miss you pasti inget
    Dan dramanya siapa tuh kalo bukan yoochun
    Goodbye kiss itu jg sama kayak di rooftop, saat lee gak menghilang sepenuhnya di hadapan park ha
    Mbak dee,mbak dee recapannya bahkan ga bisa ngilangin yoochun dari pikiran
    Pemainnya twenty again juga di sini ya? Baru nyadar di episode 2 ini haha seung hyun-aaaaa
    Saatnya lanjut ke nam goong min di remember(mbak dee kebagian nulis ep 7 bukan?,musuhnya yoochun yang reinkarnasi ngelawan yoo seung hoo
    Untungnya ada reinkarnasinya young shin aka park min young di skks yang ngebantuin :p

    ReplyDelete
  3. Harusnya udah tahu kenapa episode ini lambat direcapnya
    Kalo emang kebiasaan gamau pisah ya gini ini hmmm
    Eh splash splash love blm msk label di bawah ini mbak?

    ReplyDelete
  4. Aarrggghhhh.....

    Kenapa pas ngikutin splash splash love ini rasanya ky nonton live actionnya manga.. wheeee??? *lebay

    Hiyaaahhh.... adoohhh... ada temennya yak yg keimpi2 ade uchun *uhuk

    ReplyDelete
  5. ooh alasan splash love nya lama....
    ternyata gak rela pisah tooo

    episode 1 luar bisa lucunya, bener2 lucu, aku bahkan masih mengingat rasa lucu saat nontonnya,
    episode 2 lebih serius dan romantisme juga lebih terasa, dari ep.1 yang bisa dibilang komedi romatis, lebih komedi konyol kali ya...
    episode 2.... kenapa gak selucu ep.1 (kecuali gangnam style-nya)???
    eh ternyata endingnya...P E R F E C T ......
    aku lebih menyukai ep. 1 daripada ep. 2
    tapi endingnya, mengalahkan segalanya ....
    manis banget ... semanis smile orange nya dan bi yg dikembalikan ke raja ..

    aku suka penulis drama ini menitik beratkan perasaan dan bi yg ingin kembali ke masa sekarang karena seorang I B U ....

    aku suka endingnya... suka hujan.. suka payung..
    payung kuning lagi ....

    ReplyDelete
  6. Akhir nya selesai jg suka dengn ending nya g gantung makasih mbak sinopnya....

    ReplyDelete
  7. Akhiryaa..
    Makasi mbak udah lengkap sinopsis nya,
    Drama nya cuma 2 ep tp baperan nya kaya 24 ep

    ReplyDelete
  8. suka suka sukaa...
    good job mba buat sinopsisnya inii..

    ReplyDelete
  9. dari drama ini aku kok mulai tertarik ya untuk nonton drama saeguk hehe

    ReplyDelete
  10. suka bgt sama drama ini, chemistry antara Raja sm Danbi dapet bgt, saking sukanya sampai nontonnya berkali2 + masih baca sinopsisnya juga hehehe...
    .

    ReplyDelete
  11. mksih ya mbak sinopsisnya... wlaupn cm baca sinopnya tp brkesan kaya udah nonton aja.. hehehe

    ReplyDelete
  12. Drama dua episode
    Cipokan tiga kali^
    Mana ada selain #CpratCipratCinta^
    *Splash Splash LOVE *nding

    *setidak nyah saya pribadi
    Sudah merasa puas
    Nonton drama berkisah
    King Sejong...
    *meski dua episode saja^

    *Makasih mbak Dee^^

    ReplyDelete
  13. pokoknya kreeennn drama ini gak nyesel nunggu wifi nyala baru nonton....

    ReplyDelete
  14. Mbak judul lagu yang pas raja dan Dan Bi kejar kejaran di pantai untuk ngelepas Dan Bi ke masa nya apaan ya mbak?

    ReplyDelete
  15. Halo mbak Dee, makasih sudah mau sharing sinopsisnya ya. Aku sering Blog walking ke tempat mbak lho. Cuma baru kali ini aja aku komen. Biasanya jadi silent reader. Hehehehe. Ga bosan baca sinopsis yang dibikin mbak Dee. Dan berkali-kali nonton Splash Splash Love.

    Oia mau berbagi info juga nih. Ternyata drama SSL ini sebenarnya masih ada ending aslinya tapi karena kedua pemeran utamanya sibuk jadi ending cuma sampai pertemuan mereka berdua dibawah payung kuning. Kalau kata kim seul gi di salah satu wawancara di skenario sebenernya Dan Bi dan reinkarnasi Lee Do ketemu lagi di tempat lesnya Dan Bi. Lee Do ternyata adalah guru matematikanya Dan Bi ditempat lesnya.

    Seru ya. Sayang harus berakhir cepat. Hehehehe. Sukses selalu mbak Dee.

    Kalau sempet mampir dan follow blog aku yg emaksevge.blogspot.com ya mbak.

    Kamsahamnida oennie. :)

    ReplyDelete
  16. Trims, mbak dee. Aku udah nonton tp agak kecewa sama subtitle nya. Jadi sengaja baca recap mbak dee.
    Aku setuju sama mbak dee, chemistry dujun dan kim seulgi bagus bgt. Mudah2an ada project drama lagi. Drama lho bukan minidrama.
    Semangat trus untuk recap2 nya mbak dee.

    ReplyDelete
  17. tetep g asyik klo nggak baca sinopnya mbak dee.. tapi tetep aja bacanya pake mewek lagi. gomapta eonni

    ReplyDelete
  18. mskash buat sinopsisnya:$aku rasa sekarang aku mulai teryarikdgn do joon,haa abis tiap dramanya y ku bca dianya lucu mulu@-}--

    ReplyDelete