November 24, 2015

Oh My Venus Episode 3


Eh.. ga ada pemberitahuan, kok Mba Dee ngerecap Oh My Venus? Langsung loncat episode 3 lagi. Duh.. maaf ya.. kemarin sebenarnya mau mengulas sekilas tentang Oh My Venus. Tapi karena si kecil kena cacar jadi bubar semua acara recap merecap. 

Kalau pengen tau tentang apa sih drama Oh My Venus, saya menulis sinopsis Oh My Venus bertiga bersama Fanny dan Ratna. Dan ini adalah link sinopsisnya.


Oh My Venus Episode 3


Melewati lobi hotel, semua kejadian memalukan di malam naas itu teringat kembali. Tapi hal itu membuat tekad Joo Eun semakin kuat. Ia mengetuk pintu kamar dan matanya berbinar-binar saat mengacungkan kartu press yang ia temukan di dalam tas ke wajah Ji Wong. “Kau John Kim, kan?”


Young Ho yang muncul terakhir terbelalak melihat kartu press-nya ada di tangan Joo Eun. Dia langsung membenarkan, membuat kedua temannya kaget sementara Joo Eun berteriak kegirangan. Tak ingin menarik perhatian, ia langsung membekap mulut Joo Eun dan membawa masuk ke dalam kamarnya.


Tapi ia langsung melepaskan tangannya dan bertanya jijik, “Apa kau tadi menjilat tanganku?” Eww..

 
Joo Eun membeberkan bukti yang menguatkan Ji Wong adalah John Kim. Yaitu : Ji Wong menyebutkan nama wanita yang berhasil dikuruskan di Stella Show padanya. Pekerjaan John Kim juga trainer, sama seperti Ji Wong. Gaya dan bahasa Ji Wong juga cocok dengan nama Korea Amerikanya. Tiga bukti penting itu sebenarnya sudah cukup. Tapi Joo Eun mempunyai satu bukti lagi.


“Melihat ekspresi wajah kalian, aku merasa hipotesisku benar,” kata Joo Eun ceria dan ia meneruskan. “Aku ingin mengingatkan kalian, kalau mantan suami sahabatku adalah host acara gosip yang terkenal.”


“Apa kau ini mungkin.. sedang mengancam kami karena kau adalah pengacara?” sindir Young Ho.

“Aku tak menyebutnya mengancam.. lebih kepada ungkapan dari dalam hati,” jawab Joo Eun santai. “Tapi kalau kata ancaman lebih baik, aku tak keberatan dianggap seperti itu.”

Ji Wong menyela, berusaha membantah kalau ia bukan John Kim. Tapi Joo Eun tak percaya dan Joon Sung juga sudah menarik Ji Wong ke kamar mandi agar tak cuap-cuap lagi. Young Ho permisi karena mereka harus konsultasi bertiga.


Konsultasi itu artinya menghukum Ji Wong yang ember banget di pesawat. Ji Wong minta maaf karena ia tak tahu kalau ternyata jaket dan kartu press Young Ho bisa di tangan Joo Eun yang pengacara. Young Ho tahu kalau menghukum Ji Wong tak ada gunanya. Maka mereka akan mencari cara lain.


Ditinggalkan sendiri, Joo Eun akhirnya jingkrak-jingkrak kesenangan, tak menyangka nasib baik berpihak padanya. Ia sudah bisa membayangkan ia masuk acara Stella Show dengan badan ramping dengan lesung pipitnya sudah kembali lagi. 


Woo Shik akan terkesima melihat dirinya yang kembali langsing dan Soo Jin akan berdecak kesal. Bayangan itu membuatnya kembali jejingkrakkan.


Dan Joo Eun tak percaya mendapat keberuntungannya. Ia tak hanya akan dilatih oleh ‘John Kim’, tapi juga Young Ho sebagai team doctor dan Joon Sung yang notabene adalah jawara UFC, dengan alasan Ji Woong tak fasih bahasa Korea.


Ia pulang dengan hati gembira. Ia berbinar-binar melihat makan malamnya yang terlupakan, “Karena ini adalah makan malam enak terakhirku, maka aku harus melakukan hal yang harus kulakukan.” Dan ia mulai makan satu persatu.


Hyun Woo menelepon dan menebak kalau Joo Eun sedang makan karena ia mendengar suara mengunyah. Ia tertawa mendengar alasan Joo Eun, “Kau sudah melakukan banyak ‘terakhir’. Tapi terserahlah. Apa maksudmu mengatakan kesempatan sekali seumur hidup yang kau katakan tadi?”


Joo Eun menolak menjelaskan karena bisa membuat Hyun Woo dalam masalah. Tak sengaja ia melihat pot bunga di balkon dan heran karena bunga itu tidak mati, tak seperti di kantornya. Ia bertanya apa Hyun Woo pernah datang ke rumahnya?

Hyun Woo tertawa. Ia bahkan tak sempat untuk menengok anaknya di TK. Tapi ia menjadi khawatir mendengar Joo Eun berkata bijak. Hiudup selalu memberikan orang kesempatan untuk berubah. “Joo Eun-ah.. apa kau sekarang sedang ada di balkon? Kau merasa ingin melompat, ya? Apa perlu aku ke sana?”

Hahaha.. bahkan Joo Eun pun terlalu gembira untuk kesal pada sahabatnya.


Yang kesal adalah Young Ho yang menjadikan sesi latihan Joon Sung sebagai sansaknya. Joon Sung yang juara UFC kelabakan menghadapi Young Ho yang menghajarnya untuk meluapkan perasaannya. Dari luar Ji Woong meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Setelah selesai latihan, Joon Sung berkata, “Aku dihajar habis-habisan karenamu.” Ji Woong mengangguk berterima kasih.

Young Ho mendapat kabar kalau tempat tinggalnya sudah siap dan ia hanya perlu bawa badan saja. Melihat ekspresinya, ia tak senang dengan kondisi yang memanjakannya.

Joo Eun mengawali harinya dengan minta asistennya, Hyun Jung, menyediakan kopi dengan satu blok gula saja. Hyun Jung khawatir mendengar permintaan aneh itu. Apa Joo Eun sakit? Joo Eun tersenyum bijak dan berkata, “Hyun Jung-ssi, apa kau pernah merasa kenyang walaupun kau belum makan?” Hyun Jung langsung bisa menebak kalau Joo Eun pasti sedang mencoba diet lagi.

Joo Eun tersenyum lagi dan sekilas menyatakan nama John Kim tapi tak memberi penjelasan apapun pada asistennya. Asistenya curhat tentang permintaan Soo Jin tentang minum kopi organik yang sudah keterlaluan.


Soo Jin sendiri sekarang sedang pijat, dengan tukang pijatnya memuji kulit Soo Jin yang lembut dan mereka bisa tahu kalau Soo Jin ini cantik alami. Soo Jin bergumam kalau ia tak seperti itu.


Selesai pijat, Soo Jin bertemu dengan Woo Shik yang adalah General Manager Rumah Sakit Gahong tempatnya pijat yang akan mengantarnya hingga ke tempat parkir. Melihat perhatian Woo Shik  itu membuat Soo Jin berkata kalau ia merasa iri dengan wanita yang pernah ada di kehidupan pacarnya itu. Woo Shik tersenyum mendengar ucapan Soo Jin yang terdengar bergurau.

Selesai mengantar, Woo Shik naik ke lantai 11, tempat para manajer berada. Sementara Young Ho masuk ke lift sebelah dan naik ke lantai 12, tempat para direktur berada. 


Ia ingat percakapan ayahnya dan Chief Min saat ia kecil dulu. Saat itu Chief Min minta maaf karena walau ia membawa Direktur dan sopirnya ke rumah sakit, tapi tindakannya terlambat. Ia menyesal karena tak mengawal mereka.


Pada saat itu ayahnya  berkata kalau ayahnya akan memberitahu Bu presdir (nenek Young Ho) dan meminta Chief Min untuk menyelesaikan yang lain. Young Ho mendengar Chief Min menyebut namanya. Tapi ayahnya berkata kalau ia akan diperkenalkan ke dunia luar setelah ia bisa berlutut di depan foto ibunya.


Dan ia sekarang berada di ruang kerja ayahnya meminta posisinya di Amerika dikembalikan padanya. “Anda punya wewenang untuk itu. Saya yakin hal itu akan menguntungkan Anda juga, Direktur Kim.” Direktur Kim mengkritiknya sebagai anak manja yang selalu makan dengan sendok perak. Harusnya Young Ho bisa menyadari kalau hidup itu tak mudah. Young Ho berkata getir, “Anda mungkin bisa menyadari kalau hidupku ini tak pernah bisa disebut indah.”


Young Ho beranjak pergi tapi berkata, “Kalau ada pertemuan selanjutnya, aku akan menyetujui pernikahan yang dijodohkan.” Ucapan itu membuat ayahnya diam.


Young Ho masuk mobil tapi Chief Min dan rombongannya berhasil menemukannya. Ia memberitahu kalau ayahnya akan memproses pencabutan jabatannya. Ia meminta Chief Min untuk memberitahu neneknya kalau ia dipecat dan tak punya tempat tinggal lain, “Jadi aku minta tolong pada Chief Min untuk dicarikan solusinya.”


Mendengar hal itu, Chief Min tersenyum. Young Ho melanjutkan, “Dan katakan padanya untuk berhenti marah-marah dan angkat teleponnya karena aku ingin bertemu dengannya. Okay?”


Di rumah, nenek makan bubur yang disiapkan oleh seorang wanita yang menyebutnya sebagai ibu. Hmm.. apakah dia adalah ibu tiri Young Ho? Dan seperti yang dikatakan wanita itu, nenek bisa mengetahui semuanya. Bahkan pertemuan Young Ho di lantai 12 itu sudah sampai terdengar ke telinga Nenek.


Semalaman, Young Ho menyendiri di pinggir jembatan, murung memikirkan semuanya. Minus Joo Eun dan kedua sahabatnya mungkin. Karena begitu Joon Sung menelepon dari rumah yang sudah siap dan Ji Woong berteriak ‘aku mencintaimu, hyung’, senyum kembali muncul di wajah Young Ho.


Pulang kantor, Joo Eun kesal karena mobil Soo Jin menghalangi mobilnya. Untung Soo Jin juga mau pulang dan sudah akan menjalankan mobilnya. Tapi keluar dari parkir parallel dengan jarak yang sempit, membuat Soo Jin maju mundur, maju mundur dengan mobil tak bisa keluar dari tempatnya bahkan hampir menabrak mobil depan jika tak distop Joo Eun.


Joo Eun bengong melihat kemampuan nyetir Soo Jin dan menyuruhnya keluar. Ia menggantikan Soo Jin dan dengan mudah mengeluarkan mobil hanya dalam hitungan detik. Walau terkesan, Soo Jin tak memperlihatkannya. Joo Eun berkomentar apa gunanya mobil bagus kalau tak bisa parkir. Soo Jin menjawab, “Apa gunanya bisa parkir, mobilnya bahkan bukan mobilmu.”

Haha.. Soo Jin ini memang pinter ngeles, membuat Joo Eun kesal, apalagi Soo Jin tak mengucapkan terimakasih sama sekali dan langsung pergi.


Hari pertama latihan, hanya Ji Woong yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Young Ho malah kesal mendengar suara Joo Eun yang sok imut saat menyapa mereka. Dan ternyata badannya memang tak seimut suaranya, karena Joo Eun panic saat ganti baju. Baju olahraganya kekecilan. Ia mencoba mengecilkan perutnya tapi sia-sia.

Joon Sung mengingatkan Ji Woong untuk selalu keras pada Joo Eun agar Joo Eun cepat menyerah dan berhenti latihan. Joo Eun keluar dan sok cool dengan berkata kalau ia sengaja memakai baju yang kekecilan karena toh sebentar lagi ia akan kurus. Ia memberikan kartu namanya kepada mereka bertiga dan Ji Woong pun mulai mengajarinya.


Kelihatan gampang sekali, dan dengan mudah, Joo Eun mengikutinya. Mendadak, Joon Sung bergerak lincah. Ia menyentuh satu cone dan melompat, menyentuh cone berikutnya, hingga ke ujung. Kemudian ia push up beberapa kali, angkat beban dan diakhiri dengan melompat. Joo Eun bengong dan terkejut mendengar penjelasan Ji Woong. “Sorry, yang tadi itu adalah pemanasan. Kau bisa latihan seperti yang dicontohkan.”


Joo Eun agak shock, tapi ia bisa. “Aku hanya perlu melakukannya sekali?”


“Tidak. Lagi dan laaagi. Terus menerus,” jawab Young Ho kejam. Kali ini Joo Eun benar-benar shock.


Akhirnya Joo Eun melakukannya. Walau push upnya sama seperti saya, kayak ikan yang cuman kepalanya naik turun naik turun. Hahaha. Sementara di rumah, Hyun Woo menonton acara olahraga di TV dan bergidik melihat para atlit push up hingga basah berkeringat. “Uhh.. ngapain juga mereka seperti itu, kayak sudah gila aja.”


Sesi latihan berakhir dan ketiga pelatihnya sudah pulang. Joo Eun? Masih beristirahat di matras, merasa sakit di seluruh tubuhnya. Ia mulai mempertanyakan keinginannya yang sangat ingin memutar waktu walau pada kenyataannya hal itu tak pernah ada. Tapi walau begitu, ia adalah Kang Jo Eun yang bisa melakukan semuanya karena ia sudah bertekad. Memulai adalah sebagian dari pertempuran, kan?


Joo Eun pulang ke rumah dengan badan linu-linu. Tapi bayangan ia muncul di Stella Show membuatnya kembali bersemangat. 


Tak ia sadari, ada seseorang yang memperhatikannya dari kegelapan.


Woo Shik berenang dan tersenyum melihat Soo Jin muncul dengan pakaian renang. Tapi Soo Jin tak bisa berenang. Woo Shik akan mengajarinya berenang karena ia adalah perenang Nasional. Masa pacarnya tak bisa berenang? “Aku bahkan mengajari Joo Eun..” Woo Shik berhenti berucap, khawatir Soo Jin marah.

Tapi Soo Jin memintanya untuk tak canggung menyebut nama Joo Eun di antara mereka. Tapi walau begitu, ia tetap mendorong Woo Shik hingga tercebur ke kolam. Walau akhirnya Woo Shik mengajarinya berenang hingga semalaman. Atau hingga pagi?


Keesokan paginya, Joo Eun lari ditemani oleh Joon Sung yang juga lari dengan menggendong Ji Woong, bahkan lebih cepat lagi darinya. Ia sudah terengah-engah, tapi terus maju karena Ji Woong, Joon Sung dan Young Ho mendorongnya terus lari dengan cara mereka sendiri-sendiri.


Joo Eun diberi hadiah boneka yang beratnya setara dengan lemak tubuhnya, yang bisa digunakan untuk latihan. Segera Joo Eun men-smack down, membully boneka itu hingga membuat ketiga pelatihnya mengernyit seram melihat keberingasannya.


Joo Eun sangat giat berlatih, membuat ketiga pelatih stress. Karena bukannya berat badan turun, tapi malah kram yang didapat, membuat Ji Woong tak tega dan kasihan. Tapi ia senang mendapat SMS dari Joo Eun dan ia membaca laporan kegiatan Joo Eun dengan suara imut. Ia membalasnya dengan nada sama manjanya bahkan diakhiri dengan I love you..! Young Ho hanya bisa pasrah melihat kelakuan temannya.

Joon Sung ada wawancara dan Ji Woong sebagai manajer harus ikut. Berarti hanya Young Ho yang bisa melatih Joo Eun. Ia menyampaikan pesan Ji Woong ‘Oh ma’m, I have an interview for Joon Sung today. See you tomorrow. Fighting. I love you, ma’am,’ dengan gaya Joon Sung tapi wajah datarnya.

Joo Eun geli melihat Young Hoo menyampaikan pesan bergaya hiphop ala Ji Woong tapi wajahnya datar banget. Walau John Kim absen, tapi Joo Eun akan tetap latihan. Young Ho menyuruhnya untuk berlatih pegang cone seperti sebelumnya.


Belum sempat Joo Eun menyelesaikan satu putaran, Young Ho menerima telepon yang mengingatkannya akan kencan dengan calon yang akan dijodohkan, Cha Sun Young. Joo Eun mempersilakan Young Ho untuk pergi dan ia akan latihan sendiri. Ia hanya ingin tahu berapa lama ia harus melakukan latihan itu. Young Ho menyuruh Joo Eun latihan hingga tak kuat lagi. Di saat itulah batas Joo Eun.


Tak hanya Young Ho yang kencan. Woo Shik dan Soo Jin juga kencan dan nonton di bioskop. Soo Jin menahan diri untuk tak mengambil popcorn caramel yang ada di hadapannya, tapi Woo Shik menggodanya, bahkan menaruh satu popcorn di mulutnya, menantang Soo Jin untuk mengambilnya. Mereka akan berciuman jika handphone Woo Shik tak berbunyi.

Soo Jin sempat melihat sekilas siapa peneleponnya. Ibu mertua. Woo Shik menjadi canggung dan pamit keluar bioskop untuk menerima panggilan itu. Soo Jin tersenyum mengiyakan, tapi saat Woo Shik pergi, wajahnya menjadi dingin.


Joo Eun sudah kelelahan berlatih dan berhenti saat menerima telepon dari Woo Shik. Ia kaget mendengar ibunya ingin menemui Woo Shik. Ia belum sempat memberitahukan putusnya hubungan mereka pada Ibu karena takut Ibu sedih. Joo Eun pun segera pergi ke tempat pertemuan Woo Shik dengan ibunya.


Young Ho menemui Sun Young di restoran dan melihat Woo Shik bertemu dengan seorang Ibu yang membawakan sekotak kimchi. Melihat Woo Shik yang tampak canggung di depan seorang ibu yang kelihatan sangat ramah dan sayang pada pria itu, Young Ho memiliki dugaan sendiri. Dan dugaan itu benar ketika Joo Eun muncul dan menarik sang Ibu.


Joo Eun mencoba menarik ibunya pergi, tapi ibunya tak mau. Woo Shik juga tak membantunya, hanya tersenyum dan malah mempersilakan makan dulu. Tak hanya itu, tiba-tiba adiknya muncul dan memperkenalkan calon istrinya. Mereka akan melangkahi Joo Eun dan Woo Shik.


Joo Eun menyuruh adik dan pacarnya pergi dulu dan menyimpan perkenalan keluarga ini. Setelah adiknya pergi, Joo Eun langsung berkata kalau ia dan Woo Shik sebenarnya sudah putus.


Benar saja. Ibunya kelihatan kecewa sekali dan bahkan memohon Woo Shik untuk memikirkan kembali keputusannya. “Setelah apa yang terjadi dengan ayahnya, Joo Eun terlalu sibuk mengurusku dan Jae Hyuk. Kumohon, bisakah kau mempertimbangkan dan menerimanya kembali?”

Woo Shik merasa tak enak dan minta maaf. Tapi ibu merasa semua ini adalah kesalahannya. Joo Eun segera mengisyaratkan Woo Shik untuk segera pergi dan ia yang akan mengurus sisanya. Woo Shik pun pamit.


Setelah hanya berdua, ibu memukuli lengan Joo Eun, memarahinya. “Apa kau sudah gila? Bagaimana mungkin kau membiarkan hal ini terjadi di usiamu sekarang? Kau ini benar-benar gila, ya?!”


Young Ho melihat semua itu dalam diam. Sun Young bertanya apakah Young Ho baik-baik saja. Young Ho menjawab, “Rasanya tak nyaman dan menggangguku. (dia) Selalu muncul.”


Mulanya ibu marah dan kesal. Tapi akhirnya ia menghibur Joo Eun kalau ia dulu juga bisa terus maju walaupun suaminya, ayah Joo Eun, meninggal.


Bayangan Joo Eun terus menghantui Young Ho. Tiga kali Joo Eun memohonnya untuk menyelamatkannya. Dan malam ini ia melihat betapa Joo Eun tak berdaya menghadapi semua yang terjadi. Benar-benar membuatnya tak nyaman dan mengganggunya karena Joo Eun selalu muncul di hadapannya.

Ji Woong meneleponnya dan berkata kalau Joon Sung akan ke gym untuk berlatih. Ia pun kembali ke gym. Tak ada Joon Sung, malah Joo Eun yang masih berlatih walau waktu sudah menujukkan jam 11 malam dan kelihatan sekali kalau Joo Eun sudah kelelahan.


Joo Eun berkata kalau ia disuruh bergerak hingga ia tak bisa bergerak lagi. Jadi ia akan terus bergerak. Young Ho melihat kalau Joo Eun sudah melewati limit. Tapi Joo Eun membantah. “Aku dapat melakukan selama aku terus bertekad melakukannya. Aku masih bisa melakukannya, jadi aku belum melampaui limitku.”

“Mau dan mampu itu dua hal yang berbeda.”


“Bagiku, keduanya adalah sama. Jika aku percaya, aku pasti bisa melakukannya,” tegas Joo Eun yakin. Tapi Young Ho tahu badan Joo Eun sudah tak bisa. Tangan Joo Eun sudah mulai gemetar kelelahan. “Jika aku melakukannya sekali lagi, maka akan jadi 107 kali. Lucky seven.”


Joo Eun berbalik, tapi Young Ho mencekal tangannya dan berkata serius. “Hentikan. Dengarkanlah aku. Kalau begini caranya, kau akan melukai dirimu sendiri.”


Kali ini Joo Eun menuruti ucapannya. Bahkan Joo Eun menerima tawaran Young Ho untuk memakai supir pengganti. Sebelum berangkat, Young Ho berpesan agar Joo Eun mandi air hangat sebelum tidur agar besok bisa bangun dengan lebih enak.

Joon Sung muncul dan heran melihat Joo Eun baru pulang. Ia mengagumi tekad Joo Eun. Nampak galau, Young Ho berkata, “Dia sangat berani dan bodoh. Tapi ia juga sangat bersungguh-sungguh. Hhh...”


Sesampainya di rumah, Joo Eun memasukkan kotak kimchi ibunya ke lemari es setelah membuang post in bertuliskan menantu Woo Shik. Ia juga menghapus contact number Woo Shik dari handphonenya. Dan sebelum benar-benar tertidur, ia mengirimkan SMS ke John Kim, berjanji akan melakukan lebih keras lagi besok untuk menggantikan yang belum ia lakukan hari ini.


Ji Woong sudah tidur, tapi handphonenya masih terbuka dan Young Ho bisa membaca pesan Joo Eun. Sampai bertemu besok. Tapi apakah kau percaya kalau aku bisa berubah? Young Ho merasa tak enak karena tadi ia mengatakan kalau mau dan mampu adalah hal yang berbeda.

Muncul pesan berikutnya. Aku akan percaya karenamu, John Kim, yang bekerjasama denganku. Young semakin merasa galau. Sepanjang malam ia ngegym untuk mengenyahkan perasaan yang tak mengenakkannya.


Keesokan harinya, Joo Eun baru merasakan pegalnya badanbahkan untuk membuka jasnya pun ia kesusahan. Tapi ia pura-pura kuat dan sehat saat Soo Jin masuk ke ruangannya. Soo Jin menyuruhnya untuk melakukan interview live di TV. Joo Eun mencoba menolak, tapi Soo Jin menyuruhnya. Pihak TV minta pengacara wanita, dan dari empat pengacara di firma mereka, hanya Joo Eun yang bisa. Joo Eun berdalih kalau ia tak enak badan, tapi Soo Jin bersikeras Joo Eunlah yang bisa melakukannya.


Sudah jadi pengetahuan umum kalau kaca TV membuat kita lebih gemuk hampir 15 kg. Joo Eun tahu kalau Soo Jin sengaja menyuruhnya tampi di layar kaca. “Apa kau sedang mencoba membalasku? Kenapa kau melakukan ini?”

Soo Jin bertanya polos, “Membalasmu? Kenapa muncul di TV disebut pembalasan?” Dan ia pun melenggang pergi.


Akhirnya Joo Eun pun pergi walau suaranya sudah serak. O oh.. she's in trouble.

Ia mengirimkan pesan pada John Kim kalau ia tak bisa latihan karena harus siaran di TV.


Kebetulan Young Ho membaca pesan itu. Berarti mereka tak akan ke gym. Ia pun menyalakan TV dan kaget melihat Joo Eun ada di sana. Tapi ia heran melihat wajah Joo Eun yang pucat.


Soo Jin pun juga menanti penampilan Joo Eun. Walau tadi ia menyangkal, ia sebenarnya membalas karena kesal Woo Shik masih mengungkit nama Joo Eun di kolam renang dan menerima panggilan ibu Joo Eun yang masih tertulis ibu mertua di handphone.


Joo Eun memberi penjelasan hukum dan belum selesai interview, Joo Eun pingsan di depan kamera Young Ho panic. Begitu pula dengan Soo Jin.


Joo Eun segera dilarikan ke rumah sakit. Ini adalah kali keduanya ada di dalam ambulans. Yang pertama, korsetnya disobek, dan dalam bawah sadarnya ia bertanya-tanya seberapa banyak para tenaga medis akan membuka bajunya.


Soo Jin menelepon Woo Shik untuk memberitahukan tentang keadaan Joo Eun. Tapi Woo Shik terdengar terburu-buru menyetir dan tak bisa menerima teleponnya. Mendengar itu, Soo Jin malah khawatir. Jangan-jangan..


Joo Eun masih tertidur saat seseorang menempelkan plester untuk menutup luka infusnya. Young Ho. Sudah hampir 2 jam Joo Eun tertidur. Ia terbangun saat mendengar suara handphonenya berbunyi dan mencoba meraih handphone, tapi Young Ho mengambil handphone itu dan mengangsurkan padanya.


Joo Eun kaget melihat Young Ho sudah ada di sampingnya. Young Ho berdalih kalau ia berada paling dekat dengan rumah sakit. Joo Eun mengintip di balik selimut dan mengerang. “Bukan aku yang merobek bajumu hari ini,” kata Young Ho sambil melepaskan jaketnya.


Memakai jaket Young Ho, Joo Eun pulang diantarkan Young Ho. Lagi-lagi Young Ho berkomentar, “Sekarang kau punya hari terburuk yang baru dalam hidupmu.”  Joo Eun sudah tak bertenaga untuk bertengkar dengan Young Ho. Young Ho pun bertanya, “Mungkin ini pertanyaan tak penting. Tapi kenapa kau sangat ingin untuk menguruskan badan?”


Joo Eun membenarkan kalau pertanyaan Young Ho itu tak penting. “Kau berkata seenaknya karena kau pikir kita tak akan jadian.”

“Kita tak pernah tahu tentang hal-hal seperti itu,” jawab Young Ho dan mengatakan kalau Joo Eun sudah bicara banmal padanya.


Mereka sampai di depan rumah dan Joo Eun berterima kasih. Tapi belum sempat Ia berjalan jauh, Young Ho mencekal tangannya dan berkata, “Kalau kau ingin melakukannya, lakukan dengan benar.” Joo Eun bingung mendengar ucapan Young Ho. Dan ia terbelalak saat mendengar kalimat berikutnya dari mulut Young Ho.


“Aku.. John Kim.”

Komentar :


Entah Young Ho sudah tertarik dengan Joo Eun atau belum sekarang. Mungkin pengakuannya itu benar. Ia tak tega melihat orang butuh bantuan. Ia sepertinya ditakdirkan sebagai pangeran yang ada di buku-buku. Ia menyelamatkan putri-putri yang kesusahan. Dulu Jennifer Anderson, dan sekarang Joo Eun. Mungkin sindrom knight in shining armor-nya akan berhenti setelah ia jatuh cinta. Tapi saya rasa ia belum pernah jatuh cinta.

Ia menyimpan rahasia di dalam keluarganya. Kalau saya tak salah tebak, saya akan coba menjelaskan hubungan ayah, nenek dan Young Ho. Young Ho sepertinya adalah anak haram dari Direktur Kim. Direktur Kim sepertinya dijodohkan dengan wanita (yang tadi meyajikan bubur pada nenek) dan menikah dengannya. Tapi sebenarnya Direktur Kim sudah memiliki pacar/istri dan bahkan sudah punya anak, yaitu Young Ho.

Ibu Young Ho meninggal karena kecelakaan mobil dan Young Ho diungsikan ke luar negeri. Dan sebagai bentuk protes pada ibunya, Direktur Kim akan memperkenalkan Young Ho ke khalayak luar jika Young Ho diperbolehkan untuk menyembahyangi ibunya. Ibu kandungnya, bukan istri yang selama ini dikenal orang.


Young Ho mendengar percakapan ayahnya dan Chief Min, dan ia mematuhi perintah ayahnya. Ia bersedia diasingkan ke luar negeri. Tapi ayahnya juga salah. Walau kesannya ia seperti anak manja yang tak mau bekerja, tapi kehidupannya tak semanis bayangan ayahnya. Separuh menyindir, ia berkata kalau ia bersedia dijodohkan, sesuatu yang dulu ayahnya mungkin menolak. Karena ia tak jatuh cinta pada siapapun. Ia tak mencintai Jenifer Anderson.


Namun mungkin drama kehidupan ayahnya akan berulang jika ia jatuh cinta pada Joo Eun, wanita yang memiliki segudang masalah tapi sok kuat menghadapinya.



Sedangkan Joo Eun dan Soo Jin masih sama seperti 14 tahun yang lalu. Walau tubuhnya mereka sudah berganti posisi, yang gemuk jadi kurus dan yang kurus jadi gemuk, tapi jiwa mereka masih sama. Joo Eun masih penuh percaya diri, dan Soo Jin masih tetap insecure. Ia menganggap dirinya tak cantik alami (entah mungkin memang Soo Jin banyak oplas) dan walau ia sudah berhasil merebut Woo Shik, tapi ia masih merasa belum berhasil merebut Woo Shik sepenuhnya.


Tapi memang susah melepas hubungan 15 tahun, apalagi Woo Shik tipe orang yang gak enakan. 15 tahun adalah waktu yang panjang banget untuk pacaran. Mungkin sekarang Woo Shik sedang bosan maka ia mencari wanita lain. Entah setelah Joo Eun berubah. Mungkin rasa cinta yang 15 tahun ada bisa bersemi lagi. Tapi telaatt.. Pada saat itu Joo Eun udah move on kali.

6 comments :

  1. muka mupengnya so ji sub saja sdh bikin saya ngakak...."oh...mam"....
    Wuah , Kamsahamnida bak Dee ngebut bgt ngerekapnya.pdhl malam ini baru tayang ep 4 nya yah....neomu2 chua....
    Drama ini bakalan membuat saya move on dari Siwon dan seo Jon ssi????hahaha.semoga...saya suka yong ho gak lama lama ...gak ngaku sbg John kimnya...jd entar cepet kan alurnya...semoga.
    Sekali lagi ...gumapshimnida bak Dee.....duo ahjuma satu aghashi.....HIM-nise-yo......

    ReplyDelete
  2. So ji sub & shin min ah kereeeennn
    Trio recaper (mba dee,mba fany & mba ratna) the best pokoknya....mksh bnyk....😊

    ReplyDelete
  3. So ji sub & shin min ah kereeeennn
    Trio recaper (mba dee,mba fany & mba ratna) the best pokoknya....mksh bnyk....😊

    ReplyDelete
  4. semangat mbk dee, baca sinopsis di tmpt lain tak se-best yg mbk dee 'n the genk buatlah... rajin2 nulis lagi ya mbk..terbaik buat mbk dee 'n the genk...

    ReplyDelete
  5. terimakasih MBA dee,,
    semangat slalu bikin sinopnya 😋

    ReplyDelete