November 30, 2012

Sinopsis I Miss You Episode 7 - 1

Sinopsis I Miss You Episode 7 – 1


Hyung Joon mengawasi layar CCTV yang terpampang di tabletnya. Karena CCTV hanya merekam gambar, tapi tidak suara, maka Hyung Joon hanya bisa menebak-nebak cemas, apa yang Jung Woo dan Soo Yeon bicarakan.


Jung Woo tercekat mendengar namanya disebut. Ia berbalik memunggungi Soo Yeon, dan meminta, “Sekali lagi. Sekali lagi.”

“Han Jung Woo,”



Jung Woo menghela nafas dan menutup matanya, “Sekali lagi.”

“Han Jung Woo ..”

Walau sudah tertutup, Jung Woo menutupkan matanya, semakin gemetar mendengar namanya dipanggil. Tapi ia tetap meminta, “Sekali lagi..”


“Jung Woo-yaa… Han Jung Woo,” panggil Soo Yeon, dengan nada sama seperti 14 tahun yang lalu. Dan Jung Woo tak dapat menahan air matanya untuk turun.


Soo Yeon menatap punggung Jung Woo, sesaat tak mengatakan apapun. Ia menatap bahu Jung Woo yang naik turun menahan isak tangis, dan kata-kata Hyung Joon dulu terputar lagi di benaknya.


Betapa Jung Woo tak menunggunya, tak mencarinya. Jung Woo telah meninggalkannya. Dan Soo Yeon teringat betapa histerisnya ia menolak kenyataan itu. Tapi Hyung Joon bersikeras, “Jika ia tak mencarimu, walau kau sudah menunggu, berarti ia telah meninggalkanmu.” 


Dan itu mengembalikan Soo Yeon menjadi Zoe dan iapun berkata, “Apakah sudah cukup? .. Detektif Han?”


Jung Woo tetap diam, sehingga Soo Yeon memanggilnya sekali lagi, lebih keras. Jung Woo menurunkan tangannya dan berkata kalau semunya memang tidak benar, “Karena kau bukan ..”


“Han Jung Woo..” panggil Zoe dengan nada Soo Yeon, membuat Jung Woo tersentak lagi seperti tadi. Ia menoleh ke belakang dan melihat Zoe yang sekarang tersenyum manis padanya dan berkata kalau sekarang tiba saatnya untuk mengakhiri semuanya, “Kau harus mengucapkan selamat tinggal padanya. Dan aku akan menjadi temanmu untuk hari ini saja.”


Jung Woo menatap heran pada Zoe yang sekarang berani menatapnya dan tersenyum manis mengajaknya untuk minum-minum.


Di kedai minum, pandangan Jung Woo tak pernah lepas pada Zoe yang minum soju untuk pertama kalinya, “Rasanya manis, kupikir rasanya seperti vodka,” ia mengacungkan gelasnya pada Jung Woo, minta dituangkan lagi.


Dengan muram Jung Woo hanya menuangkan soju ke gelas Zoe. Saat Zoe bertanya mengapa Jung Woo tak minum, Jung Woo mengaku kalau ia minum soju, maka mereka harus lanjut ke noraebang (untuk karaoke), “Apakah kau suka menyanyi? Lagu apa yang kau suka? Kenapa kau menyukainya? Maukah kau menyanyikan satu bait saja?”


Zoe geli mendengar rentetan pertanyaan Jung Woo. “Apakah kau akan menahanku jika aku tak mau memberitahukan padamu? Sepertinya kau akan mengeluarkan borgol lagi.”

Zoe minum soju lagi dan bertanya, “Apakah karena Lee Soo Yeon?” Ia menatap Jung Woo dan masih tetap tersenyum ia bertanya lagi, “Apakah aku mirip dengan gadis itu? Benarkah aku mirip?”


Jung Woo tak menjawab pertanyaan Zoe dan malah meminum air putih di gelasnya. Ia meraih botol aqua (yang besaaarr sekali, 3 literan mungkin) namun Zoe mengulurkan gelasnya lagi, meminta diisi ulang.


“Satu gelas lagi,” kata Zoe sambil tersenyum menggoda. “Saat aku mabuk, mungkin kau akan menemukan kalau aku adalah Lee Soo Yeon. Aku mungkin akan mengaku.”

Jung Woo menatap Zoe terus menerus, membuat Soo Yeon pura-pura malu dan salah tingkah. Ia membela diri kalau tadi Jung Woo mengatakan kalau ia sudah mengakhiri semuanya, tapi kenapa Jung Woo masih bersikap sama seperti ini?


“Suaramu .. Han Jung Woo.. Suaramu saat memanggil namaku,” Zoe tersenyum geli mendengar ucapan Jung Woo. Tapi senyumnya hilang saat Jung Woo meneruskan, “Senyum itu.. tertawa diam-diam seperti yang baru saja kau lakukan sekarang ini.”


Soo Yeon menatap tajam namun berkata dengan suara Zoe-nya yang ramah, “Kau pasti sangat menyukainya. Tapi mengapa kalian bisa berpisah?”

Jung Woo tak menjawabnya.


Sementara di apartemen Sang Deuk, penjahat satunya lagi keluar dari apartemen Sang Deuk dengan ketakutan dan menggedor-gedor pintu tetangga minta pertolongan.


Tak lama kemudian, polisi berdatangan, dan penjahat itu (yang ternyata namanya adalah Kang Sang Chul, melihat namanya sepertinya mereka bersaudara) mencegat atasan Jung Woo, menuduh kalau Jung Woo-lah yang membunuh Sang Deuk.


Atasan itu menyuruh anak buahnya untuk membawa Sang Chul, dan menyuruh senior Jung Woo untuk menghubungi Jung Woo, “Sebentar lagi pasti akan kacau, dan urus semuanya secepat mungkin.”


Sementara tim forensik mulai memeriksa TKP, seniornya menelepon rumah Jung Woo untuk mencarinya. Tapi ibu Soo Yeon pun juga tak tahu. Begitu pula Eun Joo yang telah mencari Jung Woo hingga ke taman bermain.


Ibu merasa cemas dan mengkhawatirkan kondisi Jung Woo yang belum pulih sepenuhnya.


Padahal yang dikhawatirkan masih berada di kedai minum, mengabaikan semua panggilan yang masuk ke handphone-nya. Zoe melihat handphone Jung Woo berdering dan menyuruhnya untuk menerima panggilan itu. Tapi Jung Woo mengabaikan hal itu dan meminta Zoe menjawab pertanyaannya.


Sepertinya Jung Woo bertanya tentang umur Zoe, karena Zoe menjawab ia tak tahu persis berapa umurnya. Ia dan Harry diadopsi saat mereka masih balita dan mereka seperti lahir kembali saat bertemu dengan orang tua angkat mereka, “Saat itu sekitar 3 atau 4 tahun. Atau bahkan mungkin 5 tahun,” jawab Zoe dan masih tetap menatap mata Jung Woo, ia kembali bertanya, “Kau masih belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kalian berpisah?”


Jung Woo diam dan menunduk. Tangan kirinya hanya bisa menggenggam tangan kanannya. Tangan itu yang terluka karena pecahan kaca dan tangan itu pulalah yang terakhir kali memegang tangan Soo Yeon di malam kejadian itu, “Karena aku terlalu cepat. Aku pelari yang baik. Bahkan di kantorku sekarang, akulah yang paling cepat. Ketika aku harus mengejar..”


Jung Woo terdiam. Tatapannya menerawang saat ia melanjutkan dengan lirih, “.. juga melarikan diri. Aku yang pertama.”


Melihat Soo Yeon hanya diam, ia menganggap Soo Yeon tak mengerti apa maksud perkataannya, “Aku hanya menyombongkan diri kalau aku lari dengan cepat.”


Soo Yeon  bertanya apakah Jung Woo pintar berkelahi? Ia menjawab sendiri kalau ia iri pada siapapun pacar Jung Woo, “Kau akan melindunginya, tak peduli apapun yang terjadi.. Detektif.”

Hanya mereka yang mengalami kejadian di malam itu mengerti kalau pujian Zoe itu bukanlah pujian, melainkan sindiran yang sangat telak.


Jung Woo hanya bisa meneguk air putihnya lagi. Saya rasa sebentar lagi Jung Woo bisa mabuk karena air putih deh..


Zoe geli mendengar kata Detektif. Ia mengulang nama dan jabatan Jung Woo, “Detektif.. Han Jung Woo..” kembali ia terkekeh geli, seakan pekerjaan detektif adalah seperti badut yang hanya menjadi guyonan orang.

Jung Woo mengerutkan kening pada kelakuan Zoe. Pura-pura sadar akan kesalahannya, ia minta maaf dan berkata kalau ia akan mabuk.


Di mobil, Zoe kembali minta maaf dan bersikap imut pada Jung Woo. Tapi Jung Woo yang bersikap dingin dan meminta agar Zoe melihat ke depan, jika tidak mereka akan mengalami kecelakaan.


Zoe akhirnya menegakkan badannya, membuka jendela mobil dan mengeluarkan tangannya untuk merasakan angin. Namun tindakan Zoe ini malah mengingatkan Jung Woo kembali pada Soo Yeon. Saat Soo Yeon membentangkan tangannya dan berkata, “Aku menangis karena tiupan angin mengenai mataku.”


Jung Woo hanya bisa menghela nafas teringat kenangan itu.

Zoe yang tak sadar(?) akan kegalauan Jung Woo, malah menambah kegalauan dengan mengajaknya mampir ke sebuah restoran yang cantik yang mereka lewati. Jung Woo menolak dengan jawaban singkat, “Sudah terlalu malam.” Zoe menggumam kalau ia ingin pergi ke sana.


Sementara itu Hyung Joon sudah sampai rumah dan memunguti pecahan gelas yang sebelumnya dijatuhkan oleh Soo Yeon. Dari CCTV, ia melihat kalau Soo Yeon pulang diantarkan oleh Jung Woo.


Setelah keluar mobil, Jung Woo mengulurkan kunci mobil Zoe. Dan Zoe mengulurkan tangannya bukan untuk menerima kuncinya, tapi meminta Jung Woo untuk menuliskan nomor teleponnya di telapak tangannya, karena handphone-nya hilang.


Ia ingin mengajak Jung Woo untuk pergi ke restoran tadi karena ia akan kembali ke Perancis dalam waktu dekat dan tak tahu kapan akan kembali. Harry sangat sibuk, dan ia tak memiliki teman di Seoul, “Habiskan waktumu sehari saja bersamaku. Bisa kan?,” bujuk Zoe manis. “Aku telah menghiburmu saat kau berpisah dengan pacarmu.”


Tapi Jung Woo tak mau, ia menaruh kunci itu di telapak tangan Zoe dan berlalu pergi. Zoe bertanya apakah Jung Woo enggan karena Harry? “Harry tak akan peduli dengan hal seperti ini.”

Jung Woo tetap melangkah pergi. Tapi Soo Yeon tak menyerah. “Jadi bagaimana kalau begini?” Ia kembali berteriak, “Teman rahasia?”


Langkah Jung Woo terhenti. Soo Yeon tersenyum, tahu kalau kata-kata itu pasti mengena. 14 tahun yang lalu ia juga pernah meminta Jung Woo menjadi teman rahasianya. Tapi jawaban Jung Woo pun sekarang sama seperti Jung Woo yang dulu, “Aku tak ingin menjadi sesuatu yang rahasia.” Ia melanjutkan langkahnya.


Soo Yeon sepertinya di atas angin dan senang melihat Jung Woo galau. Ia berkata apakah idenya itu sangat buruk? Itu karena ia tak punya satu temanpun di Seoul, “Yang aku butuhkan hanya satu orang teman.”


Lagi-lagi Jung Woo menghentikan langkahnya mendengar kata-kata yang serasa déjà vu itu. Soo Yeon pernah meminta hal yang sama pula. Ia menoleh, marah pada pada gadis yang bukan Soo Yeon. 


Tapi Zoe malah menaruh telunjuknya di bibir, tersenyum menggoda, “Ssst.. Jangan ceritakan pada siapapun akan kejadian hari ini. Karena kita adalah teman rahasia.”


Bingung, kesal, sedih dan marah semua dirasakan oleh Jung Woo. Ia hanya bisa menatap punggung Zoe yang sudah berbalik dan menghilang masuk rumah. Ia pun berteriak, “Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Siapa memang dirimu?” 


Dan ia melampiaskan perasaannya pada orang yang meneleponnya. Ternyata yang meneleponnya adalah Sang Chul yang menangis mengatainya bajingan. Jung Woo yang belum tahu kalau Sang Deuk meninggal, menyuruh Sang Chul untuk tetap berada di tempatnya sekarang, karena rasanya ia ingin membunuh semua orang sekarang.


Sang Chul menangis dan meminta Jung Woo untuk mengembalikan Sang Deuk padanya sekarang. Mulanya Jung Woo menganggap Sang Chul sedang mabuk, tapi saat mencerna kata-kata Sang Chul, ia menyadari apa yang sedang terjadi. 


Soo Yeon masuk rumah dan kaget melihat Hyung Joon naik sepeda di dalam rumah. Ia menyuruh Hyung Joon berhenti, karena bersepeda bisa membahayakan kakinya. Hyung Joon bertanya kemana Soo Yeon pergi. Ia khawatir karena sebelumnya Soo Yeon sedang tidak enak badan.


Seo Yeon tersenyum tapi tak menjawab. Hal itu cukup bagi Hyung Joon yang senang melihat Soo Yeon sudah sembuh. Soo Yeon mengaku kalau handphone-nya hilang, sehingga Hyung Joon mengajak untuk membeli handphone baru besok.


Sambil mengayuh sepedanya lagi, Hyung Joon berkata kalau ia tak mau menggunakan kolam renang tempat Hye Mi meninggal maka ia memilih olah raga sepeda, “Agar aku selalu sehat saat melindungimu.”


“Han Jung Woo.. aku bertemu dengannya,” kata Soo Yeon tiba-tiba, membuat Hyung Joon kaget dan jatuh dari sepeda. Soo Yeon membantu Hyung Joon tapi ia marah melihat Hyung Joon seperti ini.


Hyung Joon menatap Soo Yeon dan memintanya, “Menikahlah denganku.”


Soo Yeon kaget mendengar permintaan Hyung Joon yang tiba-tiba, dan Hyung Joon bertanya apakah ada pria lain yang ada di pikiran Soo Yeon? Soo Yeon menjawab, “Nanti. Apakah masih terasa sakit?”


Tapi Hyung Joon tak bisa dialihkan perhatiannya. Ia menawarkan untuk bertunangan dulu. Dengan wajah serius, Soo Yeon bertanya mengapa sangat mendadak? Tapi pemikiran ini bukanlah mendadak. Hyung Joon sudah memikirkannya sejak ia berusia 18 tahun, “Dan apa kita akan menikah saat umur 40 tahun? Atau 50 tahun? Aku bersedia menunggu.”


Soo Yeon menjelaskan kalau ia menemui Han Jung Woo bukan karena ia masih menyukainya. Ia ingin menyiksa Jung Woo, “Kau seharusnya melihat wajahnya. Orang-orang itu, semua kenangan itu, aku berharap semuanya lenyap.”


Hyung Joon menyebutnya bodoh karena lupa kalau ia sekarang adalah Zoe bukannya Lee Soo Yeon. Soo Yeon minta maaf, karena saat ini ia merasa sangat marah. Hyung Joon hanya bisa menatap Soo Yeon dan menyandarkan kepalanya di bahu Soo Yeon. Soo Yeon memeluk bahu Hyung Joon dan menangis, meminta maaf padanya.


Dan kita mendengar suara hati Hyung Joon yang berharap kalau Soo Yeon dapat melupakan Han Jung Woo, “Kau dapat melakukannya, kan? Kau akan melakukan hal itu, kan?”


Jung Woo kaget melihat TKP dan menyerbu masuk ke kamar mandi, menemukan tubuh Sang Deuk terbujur kaku, tak memakai baju. Ia berteriak menyuruh Sang Deuk yang telah menjadi mayat untuk mengatakan di mana Soo Yeon berada. Atasan dan rekan-rekannya berusaha menahan Jung Woo dan mengeluarkannya dari TKP.


Senior Jung Woo mempresentasikan hasil penyelidikan tentang kematian Sang Deuk di hadapan koleganya, termasuk bos almarhum Detektif Kim yang sekarang menjadi bos tertinggi di polres setempat. Berdasarkan hasil otopsi, walaupun banyak luka bakar di bagian luar, Sang Deuk tewas dengan menggunakan dry ice. Bagian dalam tubuh termasuk darahnya, semuanya membeku.


Penjelasan senior itu terhenti karena Jung Woo menggedor pintu untuk masuk dan mengikui rapat. Ia minta maaf atas kejadian kemarin dan berjanji kalau hal itu tak akan terulang lagi. Tapi si bos besar (bekas atasan alm. Detektif Kim) mengusirnya keluar. 


Akhirnya senior Jung Woo turun tangan dan pura-pura menghardik dan mengusir Jung Woo dari ruang rapat. Di ruang ganti, senior Jung Woo memarahi Jung Woo karena bersikap tak sopan pada bos besar. Tapi Jung Woo tak bisa tinggal diam. Ia memohon pada seniornya agar membolehkannya mengusut kasus ini.


Dan atasan mereka datang (bukan si bos besar). Ternyata ia adalah teman sejawat Detektif Kim. Bahkan ia juga ada saat Jung Woo yang berusia 15 tahun, berlutut meminta Detektif Kim untuk mencari Soo Yeon, karena ia yakin Soo Yeon belum mati. Selama ini ia tak pernah berteriak memarahi Jung Woo karena ia merasa bersalah. Karena ia merasa malu.


“Detektif Kim adalah senior yang paling aku kagumi. Sepeti yang kau katakan jika kita bisa menyelidiki Sang Deuk, kita akan bisa menemukan Soo Yeon dan mungkin aku juga dapat menemukan pembunuh Detektif Kim,” atasannya itu menepuk Jung Woo sayang, dan memintanya untuk mempercayainya sekali ini saja.


Senior Jung Woo mencoba mengulik apa yang sebenarnya Jung Woo lakukan kemarin malam. Jung Woo tak mau menjawab. Ia mencoba bergurau dengan memeluk Jung Woo main-main, tapi Jung Woo sedang tak mood untuk bercanda. Tapi seniornya itu tetap bergurau dan bertanya jangan-jangan Jung Woo lah yang membunuh Sang Deuk.


Jung Woo kesal mendengar hal ini. Ia malas mendebat seniornya, maka dari itu melihat bibi tukang bersih-bersih (siapa ya namanya? Karena wanita itu adalah Dayang Choi di Faith, sampai saya menemukan namanya, kita sebut saja Dayang Choi) makan makanan sisa dari para polisi. Jung Woo meluapkan kekesalannya pada Dayang Choi dan bertanya, “Apakah ibu ini pengemis?”


Karena ia sedang diskors, Jung Woo mengajak dayang Choi untuk makan di luar. Mendengar Jung Woo diskors, Dayang Choi merasa hal ini tak adil, “Kenapa calon menantuku dipecat?” Ia menunjuk senior Jung woo dan berkata, “Orang itu tak berbuat apa-apa, hanya tidur saja kerjanya tapi tak dipecat.”


LOL. Setengah kesal, senior Hyung Joon menyuruh mereka kencan saja, “Aku yang akan menangkap pembunuh Sang Deuk.”


Jung Woo mencoba mengabaikan seniornya yang ganggu banget. Ia menarik Dayang Choi untuk makan siang. Tapi Dayang Choi mengaduh kesakitan. Ternyata tangannya masih keseleo, maka Jung Woo membenahi perban Dayang Choi.


Dayang Choi mendengar kalau pria yang diselidiki Jung Woo telah meninggal. Ia mendengarnya dari orang-orang di dalam ruangan itu. Ia berbisik rahasia, kalau Jung Woo ingin mengetahui sesuatu, Jung Woo dapat bertanya padanya. Jung Woo berbinar-binar mendengarnya, “Bisa juga kita menggunakan cara itu,” dan ia mengacungkan tangannya, mengajak Dayang Choi high five.


Haha.. Dayang Choi ternyata bisa high five juga. Jangan-jangan Choi Young sudah mengajarkan sulap langit yang diajarkan Eun Soo padanya. *abaikan kata-kata ini kalau tidak membaca Faith*


Bos besar melaporkan pada Tae Joon kalau Jung Woo telah ditarik dari tim penyidikan kematian Sang Deuk, jadi Tae Joon tak perlu khawatir. Tae Joon bersikap tak peduli, ia hanya ingin diberitahu tentang kemajuan penyidikan itu.


Bos besar heran mengapa Tae Joon peduli dengan siapa pembunuh Sang Deuk. Ia mengerti alasan Jung Woo ingin tahu tentang penyelidikan ini, tapi ia tak tahu alasan Tae Joon.


Tae Joon tak menjawab, hanya menyuruh sekretarisnya untuk menurunkan bos besar itu.


Sesampainya di depan kantor, Tae Joon hampir terserempet oleh pemuda yang naik sepeda.


Rupanya pemuda itu adalah Hyung Joon yang meminta maaf sambil cengar  cengir. Tapi begitu Tae Joon masuk ke gedung, cengiran Hyung Joon langsung menghilang.


Di kamar, Soo Yeon membaca-baca berita tentang rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Kang Sang Deuk di jembatan. Ada email yang baru saja masuk membuat Soo Yeon terkejut. Di dalam email tersebut muncul fotonya bersama Hyung Joon. Ia sangat marah membaca email yang ternyata berasal dari Hwang Mi Ran, ibu tiri Hyung Joon.


Dalam email itu, Mi Ran menulis kalau ia sedang memotret pemandangan pulau Jeju dan tak sengaja memotret mereka berdua. Karena foto itu terlihat bagus dan sayang jika dibuang, Mi Ran akan memajang foto  itu di butiknya. Mi Ran juga bertanya apakah ada yang marah jika melihat foto Zoe yang berduaan dengan pria? Dari butik Zoe di Perancis, ia tahu kalau Zoe sedang ada di Seoul. Ia mengajak Zoe untuk mampir ke butiknya. Tertanda: seseorang yang ingin menjadi temannya.


Hmm.. Mi Ran berarti masih berpikir kalau Zoe ini memiliki selingkuhan dan takut kalau sponsornya (yang biasanya adalah konglomerat tua dan kaya) mengetahui hal ini. Ia menggunakan foto itu untuk memeras Zoe agar mau bekerja sama dengannya.


Jung Woo mencoba membuka komputer seniornya dengan password yang sudah ia hapal : Detektif Joon keren. Ahh.. ternyata namanya Detektif Joon.


Tapi ternyata password itu telah diganti, membuat Jung Woo berpikir, kira-kira apa yang akan ditulis oleh seniornya itu. Ia kemudian mengetik lagi : Detektif Joon keren keren.

Dan .. terbuka! Jung Woo terkekeh kegirangan melihat betapa simpel dan narsisnya seniornya ini.


Ia segera meng-copy seluruh dokumen penyelidikan kematian Sang Deuk. Saat itu Dayang Choi datang dan memberitahukan hasil intaiannya. Bak mata-mata profesional, Dayang Choi berbisik pada Jung Woo yang antusias, “Katanya ini adalah kasus pembunuhan. Ada orang yang membunuhnya.”

Gubrak!! LOL banget mendengar informasi dari mata-mata satu ini.


Jung Woo tentu saja sudah mengetahuinya. Yang ia ingin tahu, apakah ada bukti lain yang muncul? Dengan polos Dayang Choi menatap Jung Woo dan bertanya, “Apa mereka akan membicarakan hal seperti itu di depanku?”


Haha.. Jung Woo stress mendengarnya dan dengan kesal ia bertanya untuk apa. Dayang Choi datang kemari? Dayang Choi marah mendengar Jung Woo marah padanya. Ia hanya mendengar kalau mereka sedang melacak jejak kaki atau semacam itu.


Jung Woo langsung membuka laptop dan membuka gambar-gambar yang ada di laptop itu. Memang ada foto jejak kaki.


Mendadak Detektif Joon muncul bersama kedua rekannya. Jung Woo langsung menutup laptop dan memasang tampang tak bersalah. Sambil mengambil laptop itu, Jung Woo mengomel kalau ia sekarang sudah tak boleh lagi ke kantor ini. Dan ia pun pergi.


Ketiga orang itu bengong melihat Jung Woo yang marah, hingga tak sadar kalau laptop itu telah dibawa pergi. Setelah Jung Woo keluar ruangan, teman Jung Woo berteriak, “Kenapa kau mengambil laptopku?”


Jung Woo bergegas pergi. Tapi langkahnya terhenti melihat seseorang datang ke arahnya.


Zoe melihat ke setiap ruangan, dan ketika melihat Jung Woo berdiri tertegun di hadapannya, ia berseru gembira, “Chajatta!”


Komentar :


Tau arti kata Chajatta? OST Sunkyunkwan Scandal yang dibintangi oleh Park Yoo Chun adalah Chajatta/Found You yang jika diterjemahkan secara lepas adalah: Akhirnya ketemu juga. Sebenarnya mungkin tak ada hubungannya, tapi saat Soo Yeon menyerukan itu, entah kenapa saya teringat dengan OST Sungkyunkwan Scanda.

Hehe.. abaikan saja.


Jadi sekarang Soo Yeon ingin membalas Jung Woo. Ia tahu kalau Jung Woo masih teringat padanya. Seperti yang ia katakan pada Hyung Joon, bukannya ia masih menyukai Jung Woo, tapi ia ingin membalas dendam padanya. Ia seperti tak rela Jung Woo melupakannya.

Ia ingin membuat Jung Woo menderita sepertinya. Ia ingin membuat Jung Woo merasakan penderitaan seperti yang ia rasakan selama 14 tahun ini. Maka ia mengulang kata-kata yang hanya mereka berdua yang tahu.

Tapi ia tak menyadari kalau yang ia lakukan juga akan berbalik padanya juga. Kata-kata dan tindakan yang memicu kenangan Jung Woo akan dirinya, juga akan membuka kenangan di dalam pikirannya sendiri. Ia bukan saja akan menyiksa Jung Woo, tapi ia juga menyiksa dirinya sendiri.


Mengenai pembunuhan, saya kok masih merasa Hyung Joon yang melakukannya, ya? Walau nanti di episode 8 (spoilerr!!) Jung Woo menemukan bukti yang mengarah kalau pembunuh itu adalah Soo Yeon, tapi saya merasa kalau Hyung Joon-lah yang membunuhnya.

Mungkinkah Soo Yeon tega menelanjangi orang yang memperkosanya, kemudian membekukan organ dalam tubuhnya sekaligus membakar kulit luarnya? Pembunuhan ini benar-benar sadis.



Dan entah mengapa, saya merasa aneh dengan karakter Hyung Joon sekarang. Ia sekarang begitu tenang, sering menyunggingkan senyum yang tak sampai pada matanya. Seperti saat ia bertemu dengan Tae Joon, Hyung Joon tersenyum-senyum terus, hingga membuat Tae Joon marah karena Hyung Joon minta maaf dengan cengar cengir seperti itu. Namun senyumnya hilang setelah Tae Joon pergi. 


Saat Soo Yeon datang dan mengaku kalau ia baru saja menemui Jung Woo, ia kaget dan terjatuh dari sepeda. Bukankah selama ini ia telah mengetahuinya karena ia mengintai dari CCTV? Lalu kenapa ia kaget? Apakah ia kaget karena Soo Yeon jujur padanya, atau ia pura-pura kaget dan terjatuh dari sepeda? Hyung Joon benar-benar manusia yang kompleks.

Pernah membaca manga Monster dari Naoki Urusawa? Jika dugaan ekstrim saya benar, saya merasa Hyung Joon seperti Johan Liebert. Wajahnya tenang dan selalu tersenyum, tapi jika kita melihat lebih dalam lagi, ia adalah orang yang sangat rumit dan cenderung menakutkan. Dan orang seperti Johan Liebert-lah yang bisa melakukan pembunuhan sekeji itu.

Note: sinopsis minggu ini agak terlambat, tapi saya usahakan sebelum weekend berakhir. Jika setelah minggu malam lewat, kemungkinan menyelesaikan sinopsis kecil sekali. Minggu ini adalah EHB praktek si kakak, dan minggu depan adalah EHB tertulis.

For all of you, parents : fighting!! Ayo belajar lagi, demi anak-anak kita.. hehehe.. peace :)

Selanjutnya : Sinopsis I Miss You Episode 7 - 2

17 comments :

  1. uwaahh.. hyung joon cool, misterius tapi jahaaaatt :(, . walau begitu dya ganteng tingkat dewa!!!. hah, jd ilang rasa sebelnya, hehehe....:D

    ReplyDelete
  2. semooga kakak,nillai ujian ehb tulis n prakteknyya baguus ya,biar mamanya semangat nulis sinopsis miss you teruus...
    fighting mbak dee

    ReplyDelete
  3. T.T sedih gara2 koneksinya sering puus2 pas nonton, saking keselnya jd ga prnh nntn lg, alhasil..setiap hari mampir kesini ngecek udah ada update ato blm...
    Sumpah deeehh, kereeen bgt...ganbate yaaa, pls dont stop :)))

    ReplyDelete
  4. Makasih dee,walau udah nonton kalo ga baca sinopmu ga lengkap..semangat!!
    Chajatta..bener ngingetin SKKS..he..Lee Son Jun and Kim Yoon Hee(Shik?)
    KHJ,wajah tampan dan innocen menyembunyikan kepribadiannya yang menakutkan..weeer!Jadi inget musuhnya si Batosay(??)

    ReplyDelete
  5. hiiii...sadis jg ya cara pembunuhannya...iya gak mungkin Soo Yeon yang ngebunuh dengan cara sesadis itu...mungkinkah benar dugaan mbak Dee kalau itu Hyung joon??? di balik semua senyumnya itu tersimpan sesuatu yang sangat menakutkan...
    oya mbak mau koreksi kalau Hwang Mi Ran itu ibu tirinya Jung Woo tapi mbak Dee kayaknya salah nulis Hyung Joon...hehe
    mbak Dee fighting ^^

    ReplyDelete
  6. Kereeennnnnn ba.. Tapi entah mengapa saya lebih jtuh hati sma hyug joon.. Kalem2 complicated, but cool.. Pokoknya saya team hyun joon ;p

    ReplyDelete
  7. Aku msih yakin kalo yg ngebunuh adl seo yeon. dy punya dendam thdp SD. SD yg bikin dy dihantui kenangan buruk selama 14th. dy trauma. aku yakin seoyeon bisa melakukan hal sekejam itu pd sang deok. mengingat apa yg dilakukan sang deok padanya jg sangat kejam. :'(

    hyung joon. . bener kata mbak dee, Hj itu manusia yg kompleks. bener2 clueless sebenernya yg dy mau apa. .
    entagp apa krn aku kurang nyimak ato krn belum nonton. :P

    tp tetep aku suka hyung joon! XDD
    karena dia KEREN! XDDDD

    ReplyDelete
  8. Dengan wajah cooL dan senyumnya HJ menghipnotis semua orang, padahaL topeng d baLik itu bisa menjadi sangat menyeramkan dan mengerikan dengan dendam yg dia pendam seLama 14 tahun.. :D
    *Indah*

    ReplyDelete
  9. pas soo yeon bilang "chajatta" aku jadi keinget junsu nyanyi reffnya "chajatta nae sarang"..

    eun joo porsinya masih dikit ya. mungkin setelah tau penyebab ayahnya tewas porsinya jadi banyak. aku nebak misteri akhirnya perlahan terbuka di episode 11.

    ReplyDelete
  10. Aku setuju dgn analisa karakter Hyung Joon, pada akhirnya Soo Yean
    akan tau siapa Hyung Joon sebenarnya. Kalau karaktdr HJ orang baik2 maka SY tak akan kembali ke Jung Woo. Justru kunci dr drama ini adalah karakter HJ yg kompleks, dan pd akhirnya SY akan kembali ke JW yg telah mati2an menyelamatkannya.

    -anit-

    ReplyDelete
  11. saya juga berpikir sama klau hyung jong yang melakukan peembunuhnya soalnya jaket yang digunakanny saat bertemu dgn tae joon sama dengan jaket yang digunakan orang membunyikan bel kamar Sang Deuk saat di dibunuh.
    --saat-saat seriusnya baca ah tidak tegangnya melihat jung woo mencari bukti2 di lapi,etch dayang choinya muncul bawa informasi yang gimana gitu, merefleksikan cerita.. jadi ikut senyum dach---

    ReplyDelete
  12. wah lupa nulis nama: aku violin cool

    ReplyDelete
  13. q mengikuti alur ceritanya aja. daripada menebak nebak bikin hati galau. mending ngikut......

    ReplyDelete
  14. lanjut ya mbak

    tira

    ReplyDelete
  15. hemmmm tetepp aku terhidpnotis sama gantengnya si hyung joon wkwkwwkwkw Tuhaaan ampuni baim wkwkwkwk

    *ica

    ReplyDelete
  16. YANG MEMBUNUH SI PENCULIK ITU BENER-BENER SOO YEON,soalnya menurut aku soo yeon ga mau menggali,membongkar masa lalunya lagi,karena dia seolah-olah sudah berubah (membohongi dirinya sendiri) mungkin dia sudah benci sama jung woo,dan dia udh pewe sama hyung joon,dia pengen ngebunuh si penculik karena,kyknya si penculik punya info/pentunjuk-petunjuk yg bisa ngebantu jung woo menemukan kembali dirinya(soo yeon).Kayaknya saat jung woo meninggalkan soo yeon di gudang dulu,ada kesalah pahaman,soo yeon mungkin mengira jung woo benar-benar tidak mempedulikannya,berhubung saat kejadian setelah pelecehan,mereka ga saling berbicara sama sekali,jung woo pergi begitu aja.

    jadi kesimpulannya so yeon salah paham ke jung woo ttg kejadian yg dulu,trus dia pengen balas dendam,membuat jung woo teringat ke masa-masa lalu mereka,tapi juga mempersulit jung woo untuk menemukan dirinya,walaupun kayaknya itu semua ngebohongin perasaannya sendiri.Menurutku pada akhirnya nanti soo yeon bakal berhenti membohongi perasaannya sendiri

    ReplyDelete
  17. kyknya yg ngebunuh si penculik tuh soo yeon,soalnya pas penculiknya mau membukakan pintu rumahnya,dia kan ngintip dulu lewat lobang pintunya,dan ia melihat di luar ada cewe (walaupun cuma kelihatan punggungnya) kyknya itu soo yeon yg pengen balas dendam

    ReplyDelete