October 13, 2012

Sinopsis Nice Guy Episode 10 - 1

Sinopsis Nice Guy Episode 10 - 1



Maru terpaku melihat Eun Gi yang berdiri di hadapannya. Ia tak kuasa menyembunyikan air matanya yang sudah merebak di matanya, melihat Eun Gi yang menatapnya polos dan berkata, “Aku sekarang ingat siapa dirimu. Kita sangat saling mencintai, benar kan?”



Untung saja terdengar langkah dan teriakan Sekretaris Hyun yang bersyukur karena menemukan Eun Gi. Sekretaris Hyun panik sampai menangis karena kehilangan Eun Gi. Ia telah mencarinya ke mana-mana. Bahkan ia tadi juga menanyai orang yang lewat (Jae Shik) untuk menemukan Eun Gi.


Sekretaris Hyun langsung mengenali Maru. Mereka pernah bertemu di rumah sakit dulu setelah kejadian balap motor. Ia memperkenalkan diri sebagai  sekretaris Direktur Seo.


Masih tetap memandang Maru, Eun Gi berkata pada Sekretaris Hyun kalau ia berhasil menemukannya, “Kang Maru, aku menemukannya terlebih dulu.”


Di rumah, Maru memandangi Eun Gi yang mencoba mengenali semua benda yang ia pegang. Dengan bangga ia berkata kalau ia tahu ia pernah datang kemari, “Aku akan mengingat semuanya, jadi jangan beritahu aku. Jangan ajari aku karena sebentar lagi aku akan mengingat semuanya. Tunggu saja.”


Sekretaris Hyun menceritakan kalau otak Eun Gi terluka parah setelah kecelakaan itu. Tak hanya lupa akan seluruh kejadian dalam hidupnya, tapi ia juga lupa apa yang pernah ia pelajari sejak kecil. Ia masih kesulitan membaca dan menulis, membedakan kiri dan kanan, juga berhitung.


Eun Gi duduk di kursi dan menghitung dengan tangannya. Perhatiannya teralih pada pohon jeruk yang sedang berbuah, dan ia memetik salah satu daunnya.


Setelah daun itu di tangan, Eun Gi bingung dan hanya memandangi daun itu. Putus asa, akhirnya Eun Gi duduk tertunduk sambil memegangi kepalanya.


Menurut Sekretaris Hyun, kepribadiannya pun juga berubah, “Karena itulah saya membawanya pergi, menyembunyikannya saat tak ada orang yang melihat kami. Jika Tae San, terutama Han Jae Hee, mengetahuinya, maka posisi Direktur Seo di Tae San akan terancam. Han Jae Hee akan mencoba segala cara untuk menjatuhkan Direktur Seo. “


Sekretaris Hyun yakin kalau kematian Presdir Seo bukan hanya karena penyakit semata, tapi berkaitan dengan Jae Hee. Tak sengaja, Eun Gi menemukan kameranya (yang tertinggal setelah ia dijemput Sekretaris Hyun dari Aomori) dan menemukan foto Maru di sana. Sejak saat itu ia terus menanyakan tentang siapa Maru.


Menurut dokter, pertemuannya akan membantu proses kesembuhan Eun Gi, “Jadi saya ke sini ingin meminta bantuanmu. Eun Gi perlu untuk segera sembuh dan mengambil kembali posisinya..”


“Kenapa saya?” potong Maru dingin, mengagetkan Sekretaris Hyun.

“Karena kaulah orang yang paling dipercaya dan dicintai oleh Direktur Seo,” jawab Sekretaris Hyun.


Tapi menurut Maru, itu bukan masalahnya. Ia menghampiri Eun Gi dan berlutut di hadapannya.


Dengan sedikit kasar, ia menyentakkan kedua tangan Eun Gi, memaksa Eun Gi untuk melihat ke arahnya, “Kau salah orang, Nona. Kita tak memiliki hubungan apapun. Hanya karena kita pernah berfoto bersama, bukan berarti kita adalah pasangan kekasih.”


Eun Gi hanya terdiam, kaget akan respon Maru. Begitu pula dengan Sekretaris Hyun saat Maru memberitahu kalau ia tak ingin ingin membantu Eun Gi dalam perebutan kekuasaan. Sekretaris Hyun emosi mendengarnya. Eun Gi bukan akan merebut, tapi ia mengambil kembali apa yang memang menjadi miliknya.


Tapi apapun itu, Maru tak tertarik. Ia beranjak pergi, tapi terdengar suara Jae Shik yang mencarinya. Jae Shik mengenali Sekretaris Hyun yang tadi menanyainya tentang gadis yang hilang. Apakah ia sudah menemukannya? Sekretaris Hyun menjawab sopan kalau ia telah menemukannya. Jae Shik jadi ingin tahu siapa tamu Maru ini.


Eun Gi berbalik, ingin melihat lawan bicara Sekretaris Hyun. Tapi ditahan oleh Maru. Kedua pipinya dipegang oleh maru, membuat Eun Gi kaget. Apalagi saat suara pria yang baru masuk itu mendekatinya, Maru malah memeluknya erat, tak mengijinkannya untuk bergerak sedikitpun. Bahkan menolehpun tidak.


Hatinya berdebar-debar, apalagi saat Maru menyuruh pria itu untuk keluar karena ia ada urusan dengan nona yang ada di pelukannya.


Jae Shik kesal melihat Maru bermesraan dengan seorang gadis di siang bolong. Tapi ia mengerti, ia akan pergi. Sambil berjalan ke arah gerbang, ia menepuk Sekretaris Hyun untuk ikut pergi, agar membiarkan Maru dan pacarnya berdua. Tapi Jae Shik heran dengan tanggapan Sekretaris Hyun yang tak mau meninggalkan mereka, malah akan menunggu.


Setelah Jae Shik pergi, Maru segera melepaskan pelukannya dan mendorong Eun Gi menjauh, mengagetkan gadis itu. Ia menyuruh Eun Gi dan Sekretaris Hyun untuk tinggal di sini selama 30 menit, baru setelah itu mereka dapat pergi.


Pelukan itu meyakinkan Eun Gi. Ia menahan Maru dengan memegangi lengan bajunya. Apakah mereka selalu berbicara secara banmal (informal) sebelumnya? Maka ia akan bicara banmal pada Maru,

“Apakah kau malu? Kau malu karena aku menjadi seperti ini? Hilang ingatan seperti orang bodoh? Apakah aku begitu mengecewakan sampai kau tak mau bicara padaku?”
Eun Gi meminta Maru untuk bersabar dan sedikit mengajarinya dan ia akan cepat mengingatnya dan cepat sembuh.


Sedikit mencemooh, Maru menjawab, “Karena kecelakaan itu, kupikir kau tak dapat berpikir secara benar. Kita hanya dua orang yang pernah bertemu sebentar di masa lalu. Dan hubungan kita bukan hubungan cinta.”


Maru mengedikkan tangannya agar lepas dari pegangan Eun Gi. Tapi Eun Gi kembali memegangi tangannya, dan kali ini kata-katanya lebih yakin, “Hatiku mengenali. Hatiku mengingatmu.”


Eun Gi memegang dadanya dan meneruskan, “Yang ada disini.. mengingat.. dirimu.”


Maru  mengaku sibuk, dan ia meminta Sekretaris Hyun untuk membantu Eun Gi untuk menulis novel. Dan dengan kasar, ia menarik tangannya dan berlalu pergi.


Sekretaris Hyun kesal, tak percaya pada pilihan pria yang disukai Eun Gi. Tapi kekesalannya berubah menjadi khawatir karena melihat Eun Gi memukul-mukul kepalanya, marah pada diri sendiri.


Sekretaris Hyun menenangkannya, mencoba berbohong kalau Maru yang mereka cari itu bukanlah pria itu. 


Tidak, Eun Gi mengenalnya, “Aku mengenal orang itu. Percayalah padaku!”


Maru berjalan tanpa menoleh ke belakang. Hanya ketika ia duduk di mobil, topengnya terbuka. Entah perasaan apa yang berkecamuk di kepalanya, tapi ia memikirkan Eun Gi.


Jae Shik ternyata menunggu kemunculan dua tamu Maru. Ia teringat betapa paniknya wanita yang lebih tua itu saat kehilangan gadis berbaju putih yang ia panggil Direktur Seo. Ia kemudian mengeluarkan selebaran yang menampilkan foto Eun Gi dan menyimpulkan sesuatu.


Ia lantas menelepon Min Young, namun Min Young tak mengangkatnya. Min Young mengacuhkan telepon dari Jae Shik, dan menatap Jae Hee yang sedang mengikuti rapat di kantor.


Rapat ini membahas tentang perkembangan resor Tae San di Pulau Jeju. Saat melihat presentasi itu, ia melihat kalau penanggungjawab proyek ini adalah Eun Gi. Ia marah karena nama Eun Gi masih muncul walaupun Eun Gi sudah menghilang selama setahun ini. 


Ia minta untuk menghentikan proyek ini yang rencananya sebagai hotel bertaraf internasional dan memindahkan proyek ini di salah satu tempat di daratan Korea.


Tentu saja hal ini ditentang oleh para anggota rapat. Eun Gi telah bersusah payah melobi pemda dan masyarakat sekitar, masa semua usaha itu akan percuma. Lagi pula penghentian proyek ini harus ada ijin..


“Ijin? Ijin dari siapa? Ijin dari Seo Eun Gi yang sudah hilang selama hampir setahun ini?” tanya Jae Hee sinis, membuat lawan bicaranya terdiam. Tapi semua anggota rapat menatap Jae Hee dengan ketidaksetujuan.


Merasa keputusannya ditentang, Eun Gi pun berdiri dan berkata, “Walaupun saya adalah Presiden Direktur Tae San, tanpa seijin Direktur Seo saya tak dapat melakukan apapun yang saya inginkan. Rapat hari ini telah selesai.”

Aihh… Jae Hee lebay banget, deh. Hanya karena ada nama Eun Gi, masak ia membubarkan sebuah mega proyek? Memindahkan hotel bertaraf internasional dari pulau strategis ke daratan Korea? Pantas saja semua anggota rapat tak setuju dengan keputusan Jae Hee.


Jae Hee keluar rapat dengan tekad baru untuk menghapus nama Eun Gi dari seluruh jabatan di perusahaan Tae San. Dan ia akan melakukannya pada rapat pemegang saham berikutnya.

Min Young dan sekretaris Eun Gi terkejut dengan rencana Jae Hee, menganggap hal itu tak mungkin karena semua para pemegang saham berada di pihak Eun gi. 


Tapi bagi Jae Hee, mungkin atau tidak mungkin rencana itu, semuanya patut untuk dicoba.


Eun Gi pulang ke rumahnya bersama Sekretaris Hyun. Tapi Eun Gi masih belum ingin masuk dan meminta Sekretaris Hyun untuk masuk terlebih dahulu.


Ditinggal oleh Sekretaris Hyun, Eun Gi termenung di pinggir jalan, memikirkan kata-kata Maru yang sinis, yang mengatakan kalau mereka bukanlah kekasih. Karena mereka hanya dua orang yang kebetulan mengenal dan berfoto bersama.


“Bohong,” kata Eun Gi kesal dan sekali lagi Eun Gi memegang dadanya yang berdebar.


Ia tak menyadari kalau di seberang jalan, Jae Shik mengintai dari dalam mobil.. Rupanya ia mengikuti Eun Gi pulang dan sekarang ia merekam gerak-gerik Eun Gi dengan handphone-nya.


Dengan video Eun Gi di handphone, Jae Shik kembali menelepon Min Young. Tapi lagi-lagi Min Young tak mau menerima teleponnya.

Dan siapa yang datang ke rumah Eun Gi?


Aww.. ternyata Joon Ha datang dengan membawa bunga mawar untuk Eun Gi.

Ia muncul di kamar Eun Gi yang lebih mirip dengan kamar anak SD, lengkap dengan daftar perkalian, penjumlahan dan huruf yang menutupi seluruh dinding kamar. Begitu pula tulisan huruf Seo Eun Gi dan Kang Maru tertempel di sana. 


Joon Ha melihat Eun Gi sibuk menulis halus dan ia mengetuk pintu. Tanpa menoleh Eun Gi mempersilahkan masuk, mengira yang datang adalah Sekretaris Hyun. Ia bertanya, “Sebelum kecelakaan, kau bilang kalau aku gadis yang cerdas, kan?”


“Ya, dan bahkan kau dipanggil jenius ribuan kali,” kata Joon Ha, membuat Eun Gi kaget. Senyum Eun Gi langsung tersungging lebar melihat kehadiran Joon Ha.


Senyumnya semakin lebar saat menerima bunga mawar dari Joon Ha dan berterima kasih akan bunga yang cantik itu.


Dan saya pun juga tersenyum lebar melihat mereka berdua.


Joon Ha meminta Eun Gi untuk tetap bersemangat walaupun sudah lelah belajar, “Kalau kau sudah kembali ke dirimu yang dulu, ada banyak yang ingin kuceritakan padamu.”


Eun Gi malah penasaran, “Apa itu? Tak dapatkah kau ceritakan padaku sekarang?”


Tidak, Joon Ha tak mau menceritakan sekarang. Ketika Eun Gi sudah punya kekuatan untuk melawan apa yang akan ia katakan, saat itu Joon Ha akan menceritakan semuanya, tanpa satupun yang akan ia sembunyikan.


Eun Gi memandangi tulisan Seo Eun Gi Kang Maru di dinding, “Apakah aku bisa sembuh? Apakah aku bisa kembali menjadi diriku yang lama?” tanya Eun Gi ragu.


“Aku percaya kau akan kembali. Dan aku akan memastikan hal itu akan terjadi,” jawab Joon Ha yakin.


Eun Gi pun mengangguk-angguk gembira dan mulai belajar lagi.


Di karaoke bar, Jung menangis terisak-isak. Ia tak rela memberikan rahasia perusahaannya yang ada di dalam USB yang sedang ia genggam.

Karena Jung tak mau memberikan USB itu, Marulah yang mengambil USB itu dari tangan Jung dan menawarkan untuk karaoke. Tapi Jung masih tetap menangis. Dengan santai Maru menawarkan dirinya untuk menyanyikan lagu untuk Jung. Atau kalau mau, ia akan memanggil gadis-gadis penghibur untuk menari di depan Jung.


Tapi tidak, Jung mengungkapkan kegalauan hatinya, “Aku bukan manusia. Demi keluargaku, demi mencukupi kebutuhan anak-anakku, aku mengkhianati perusahaan..”


“Kau tak perlu merasa bersalah,” sela Maru menenangkan. “Demi istrimu yang sakit parah, demi anak-anakmu, kau boleh sekali-kali mengabaikan prinsip dan hati nuranimu.”

Hmm mmh.. persis yang sedang kau lakukan saat ini, Maru?


Tapi bukan itu yang dikhawatirkan Jung. Ia lebih mengkhawatirkan balasan dari Tuhan. Mendengar kekhawatiran Jung, Maru mengembalikan kekhawatiran itu pada Jung. Apakah hukuman Tuhan itu benar-benar ada? Apakah Tuhan itu benar-benar ada?


Maru tersenyum sinis dan berkata, “Kupikir yang namanya Tuhan atau surga itu tak pernah ada. Jika Tuhan memang ada, kupikir ia tak akan mengijinkan dunia menjadi seperti ini.”


Ia menenggak bir-nya, tapi ia sudah kehilangan selera sekarang. Ia memberikan gelasnya pada Jung yang masih termangu dan berdiri. Sebelum pergi ia berkata pada Jung, “Kalau kau mendengar ada berita TV yang mengabarkan ‘Kang Maru tersambar petir’ maka kau boleh percaya kalau Tuhan itu memang ada.”


Dalam perjalanan pulang, Maru ditelepon seseorang yang marah-marah dan menyuruh Maru untuk segera datang ke rumah sakit. Ia meminta Maru datang sekarang atau kalau tidak ia akan menjelaskan kondisi kesehatannya pada Choco.


Mendengar ancaman itu, Maru tak bisa berkelit dan mendatangi tempat praktek kakak kelasnya yang sekarang sudah menjadi dokter spesialis. Tapi ia hanya mendengarkan penjelasan kakak kelasnya dengan setengah hati.


Kakak kelas Maru memberitahukan kalau hasil CT Scan menunjukkan kalau di dalam otak Maru terdapat epidural hematoma akibat kecelakaan mobil yang lalu. Dan perdarahan itu semakin membesar jika tak segera dioperasi.


Maru hanya mengangguk-angguk, mendengar penjelasan itu. Masuk telinga kiri keluar telinga kanan, sehingga membuat kakak kelas Maru kesal, “Kau sudah kusuruh untuk menjalani pemeriksaan, kenapa kau tak mau mendengarku? Kenapa kepalamu separah ini? Kau sudah mengalami gejala-gejala itu, kan? Kau seharusnya harus langsung ke rumah sakit saat kau muntah dan sakit kepala! Apakah kau ingin penyakitmu tambah parah?”


Maru malah menjawab kalau ia akan membuat laporan complain ke rumah sakit karena dokter menghina dan berterial-teriak padanya.

Tapi kakak kelas Maru serius. Ia menyuruh Maru untuk masuk ke rawat inap dan ia akan menjadwalkan operasi untuk menghentikan perdarahan itu.


Kali ini Maru juga serius. Akan ada efek samping yang mungkin ia alami karena operasi yang ia jalani: edema otak, epilepsy, kelumpuhan, infeksi, bahkan ia mungkin tak akan sadar dari anestesi. Jadi ia akan memikirkan hal ini dulu dan setelah itu ia akan memberikan jawabannya. “Apakah aku harus mengambil resiko ini dan melakukan operasi?”


“Apakah kau ingin mati saat kau sedang berpikir?” kakak kelas Maru ini mulai frustasi.

“Aku benar-benar akan menuntutmu. Ini ada dokter yang memeras pasiennya,” kata Maru pura-pura serius.

“Kang Maru!” kakak kelas Maru ini berkata serius.


Maru mengamati CT Scan di komputer dan mengatakan kalau kemungkinan hidupnya adalah sekitar 20%. Dan ia adalah pria yang selalu sial. Maka ia tak akan melakukannya sekarang, karena ia tak mungkin masuk dalam 20% itu, kan?


“Maru-ya!” kali ini kakak kelas Maru mulai memohon.

Maru tersenyum menenangkan kakak kelasnya. Ia hanya bercanda. Ia akan melakukan operasi. Ia pasti akan melakukannya, tapi ia harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu.


“Dan aku akan datang kesini setelah itu, hyung.” Ia menepuk bahu dokter itu, memintanya untuk tak mengkhawatirkannya, “Kau berikan saja obat pereda sakit. Yang paling kuat.”



22 comments :

  1. kereen...ga sabar baca sinop selanjutnya...fighting..!!!

    ReplyDelete
  2. makin 'galau' gara2 Nice Guy!!!!!!

    ReplyDelete
  3. semakin penasaran baca sinopsisnya..semangat trus buat sinopsisnya..

    Salam kenal ya!!

    ReplyDelete
  4. ehmmm... pengen lekas baca episod selanjutnya,,,
    jadi suka Joon Ha >w<

    ReplyDelete
  5. Jangan sampe drama ini bakal nguras air mataku lagi :'(

    ReplyDelete
  6. loh kok jd bikin nangis sesenggukan ni mbak dee? hiks..hiks
    ..

    ReplyDelete
  7. koreksi dikit ya mba dee.....
    itu bukan pohon jeruk, tapi kesemek /buah yang ada putih2 di kulitnya ato ada yg bilang buah yg pake bedak /
    . kalo di jepang disebut kaki, tapi kalo di korea ngga tau apa hehehhehe.

    ReplyDelete
  8. ko sinopsisny d bgi 2,jd pnsaran klnjutannya! fighting lnjutin sinopsisny!!!

    ReplyDelete
  9. seru banget jadi makin penasaran mba dee,, kang maru jenius ya, pinteran pasien nya drpd dokter hahaha, ga tega lihat eun gi seperti itu...

    fighting mba dee ditunggu part 2 nya ...?

    ReplyDelete
  10. pas nonton ep ini perasaan campur aduk
    pas liat eun gi mukulin kepalanya kasian banget pas maru sama eun i ketemu juga

    ayoo semangat mba dee dan mba fanny
    aku baru pertama kali comment
    biasanya aku silent reader :D

    -tami-

    ReplyDelete
  11. Maru keliatan tambah keren..
    gak sabar nunggu lanjutannya nii

    ReplyDelete
  12. tuh kan maru itu msh sayang ama eun gi, buktinya pas jae shik msk eun gi dipeluk sma maru biar jae shik g ngeliat eun gi,,
    klw udh g da rasa apa" ngapa g sekalian aja maru ksh tw jae shik lx eun gi ada dsni..
    arghhh!! gregetannn liat maruuuu...
    mb dee semangat yooo..:)

    -sabila-

    ReplyDelete
  13. semakin keren nie drama. .
    Kang maru cintailah eun gi. .
    Semangat utk bls kjhtan jae hee. .
    I love song joong ki. .

    ReplyDelete
  14. pengin cepet2 lihat akhirnya,pengen tahu balasan apa yang akan diterima jae hee..ni drama bener2 bikin galau aja dech..

    ReplyDelete
  15. akhirnya ketahuan bahwa maru suka eun gi.
    waktu Jae Shik datang maru menutupi wajah eun gi agar tiak terlihat,.

    trz saat Sekretaris Hyun menjelaskan bahwa eun gi hilang ingatan, maru mendengarkannya,,

    waktu eun gi di culik maru menolongnya...


    ReplyDelete
  16. Gomawo untk sinopsisx Mba Dee, mianhae bru smpat comment..
    Aku ska BGT drama ini, msih brharap ga sad ending..
    D tunggu klanjutanx ya Mba..
    Hwaiting untk Mba Dee n Mba Fanny..

    ReplyDelete
  17. @anonim : itu buah kesemek ya? kupikir buah jeruk. hbs kaya buah jeruk di My Girl, yang dipetikin sama Yoo Rin. :)
    @tika : iya, makanya dokternya mau bujuk2 Maru buat operasi juga agak susah. hehehe..
    @all : thank you. Bukan maksud membuat galau dengan memecah sinopsis jadi 2 bagian. Tapi kalo udah weekend, susah cari waktu utk nulis sinopsis. Sementara subtitle keluarnya juga jumat/sabtu. Kalo dipecah, rasanya lbh ringan, karena ngerasa cuman ngerecap 30 menit aja. Target lbh kecil biasanya lbh cepat selesai. Jadi, please bear with me, ya.. Insyaallah sih dua bagian itu akan keluar dengan waktu yang tidak berjauhan. :)

    ReplyDelete
  18. bikin mewek mewek ja ni drama,song joongki emg cute aboiz

    ReplyDelete
  19. Mba Dee......ak setuju bgd kok klu sinopsisnya dibagi 2,jd tambah bnyk pic nya
    Gomawo mba Dee bwt sinopsisnya :-D

    ReplyDelete
  20. maru sakit juga kah ? btw , thx infonny ;)

    ReplyDelete
  21. lho..lho.. Makin ksni kok critax makin menyedihkan sih..
    Maro sakit,eun gi hilang ingatan..
    Apa jgn2 akhirx sad ending ya..
    Jgn ea aq pling benci sad ending.. Bkin hti galau..hehe

    ReplyDelete