August 30, 2011

Sinopsis Protect The Boss Episode 5-2

Sinopsis Protect The Boss Episode 5 - 2

Ada yang mengatakan "No man succeeds without a good woman behind him." Ji Heon dan Eun Seol yang akan membuktikannya. 




Apakah Eun Seol memang tak memiliki perasaan pada Ji Heon? Di rumah ia bertanya pada Myung Ran,  apa yang harus ia lakukan pada Ji Heon? Ia memeluk Myung Ran dengan perasaan galau. Myung Ran hanya dapat membalas pelukannya. Namun ia mengungkapkan jika ia menjadi Eun Seol, ia akan menerima cinta Ji Heon.


Dan bagaimana dengan Ji Heon? Ia memang patah hati. Dan kesal. Ia melampiaskan kekesalannya dengan melempar paser ke gambar Eun Seol.
  
Ia hanya berpura-pura kalau ia akan mempertimbangkan keputusannya. Sebaliknya, ia yang akan membuat Eun Seol untuk mempertimbangkan putusannya sendiri. Dan ia pun menempelkan hansaplast ke seluruh luka-luka bekas jarum paser yang ada di seluruh gambar Eun Seol.


Aww.. so cute.


Keesokan harinya Moo Won terbangun dengan ingatan akan dirinya menepuk-nepuk kepala Eun Seol dan muntah di hadapan Ji Heon. Ia mendesah, dan menyembunyikan dirinya dalam selimut. Sepertinya Moo Won tak pernah menunjukkan kelemahannya di depan orang lain. 


Ibu Moo Won menyiapkan sarapan untuknya dan meminta maaf karena telah memarahinya sebagai pengganti amarahnya ke Presdir Cha. Ia juga meminta agar Ji Heon tak melakukan perbuatannya yang kemarin. Moo Won pun mengiyakannya.


Ji Heon dan Eun Seol memiliki pikiran yang sama untuk membuat pihak lain mempertimbangkan keputusan (untuk naksir atau tak naksir). Ji Heon berdandan sekeren mungkin dan Eun Seol menjadi itik buruk rupa. Setiap hari Ji Heon memilih dandanan yang paling keren (menurut Ji Heon) dan Eun Seol berpenampilan yang akan membuat orang memicingkan mata (gaya bangun tidur yang belum keramas sampai gaya premannya saat SMA). 

Sinopsis Protect The Boss Episode 5 - 2

Dan bagaimana kabar Moo Won? Ia bersikap acuh pada Ji Heon dan Eun Seol. Tapi tetap usil. Karena saat berpapasan sapaan yang diberikan bukannya ‘apa kabar?’ malah menyentil kacamata Ji Heon ke atas (untung Ji Heon langsung menangkapnya).


Presdir Cha sangat puas dengan ide yang dipresentasikan oleh Ji Heon. Respon yang datang pun juga memuaskan. Ia menyuruh sekretarisnya untuk mempublikasikan kinerja Ji Heon di media massa dengan foto yang paling besar. Dan sedikit berita yang sedikit hiperbola juga tak masalah. 

Ternyata ibu Moo Won pun juga melakukan hal yang sama. Hasilnya?


Moo Won dan Ji Heon sama-sama muncul di surat kabar yang sama di hari yang sama pula. Namun foto dan berita Moo Won jauh lebih besar daripada Ji Heon. Presdir Cha kesal setengah mati melihatnya. Ia melemparkan tantrum dengan menghujat saudara iparnya sebagai serigala licik dan menendang-nendang kursi mobil yang diduduki oleh sekretarisnya.

LOL. 


Sekretaris Kim berterima kasih pada Ji Heon karena ia dapat bekerja kembali pada Ji Heon. Walaupun ia sedikit mengeluh karena bekerja pada Ji Heon, ia harus berbicara formal pada Ji Heon yang telah dianggapnya teman. Maka Ji Heon mengusulkan agar Sekretaris Kim tak bekerja lagi padanya sehingga Sekretaris Kim dapat berbicara informal padanya. Hehe..


Saat Eun Seol datang, ia dengan jelas mengatakan pada Sekretaris Kim agar menangani proyek online “Smart Working” sendiri karena ia saat ini akan berhenti bekerja. Eun Seol yang tahu maksud Ji Heon, langsung meminta waktu bicara empat mata.

Eun Seol mengatakan kalau kelakuan Ji Heon sangat menyebalkan. Ji Heon tahu itu, tapi ia tahu kalau ancaman Eun Seol untuk mengundurkan diri juga pura-pura, karena pekerjaan ini sangatlah penting bagi Eun Seol. Jadi kali ini ia yang akan mengancam Eun Seol.

  “Sebelum No Eun Seol menjadi gila, aku tak mau bekerja dan menjadikanmu karyawan tetap!”
Ancaman itu membuat Eun Seol mengangkat kepalan tangannya ingin memukul Ji Heon, membuat Ji Heon sedikit mundur. Tapi niatnya tak akan mundur. Kenapa? Karena sekretarisnya ini paling benci melihatnya tak bekerja.


Eun Seol pun hanya bisa mengepalkan tinjunya putus asa.

Sementara itu Sekretaris Kim yang meninggalkan ruangan Ji Heon dan bertemu dengan orang terakhir yang ingin ditemuinya. Presdir Cha.   


Presdir Cha teringat pada Sekretaris Kim, orang yang membocorkan aksi premannya. Ia pun mengejar Sekretaris Kim, namun terlambat sepersekian detik karena Sekretaris Kim berhasil meloloskan diri masuk ke dalam lift.


Ji Heon mengingatkan ayah akan ucapannya saat mabuk dulu. Urusan Eun Seol dan Sekretaris Kim diserahkan sepenuhnya padanya, kalau tidak Presdir Cha akan menjadi anak Ji Heon. Ayah hampir marah mendengarnya, namun ada lagi ucapan Ji Heon yang membuatnya panas.

Ji Heon, yang teringat ucapan Eun Seol akan kriteria Bos yang baik, berencana membayar pajak penuh dengan nilai yang sebenarnya. Ayah menganggap niat Ji Heon mengada-ada. Apa Ji Heon tak takut akan kelangsungan nilai saham perusahaannya? Tapi niat Ji Heon sudah bulat karena ia tak ingin duduk di kursi roda berpura-pura sakit untuk menghindari pemeriksaan.


Ayah menganggap ucapan Ji Heon itu menyindirnya. Ia sudah hampir marah lagi, namun Ji Heon memberikan bom yang ketiga.


Ia berencana akan cuti sementara waktu untuk mengisi ulang dirinya kembali. Sekarang ayah benar-benar tak dapat mengendalikan kemarahannya. Bagaimana mungkin Ji Heon ingin cuti hanya karena telah melakukan pekerjaan yang sepele? Tapi Ji Heon dengan senyum, meyakinkan ayahnya kalau ia akan melakukan sesuatu yang sangat penting baginya.


Dan iapun kabur meninggalkan ayah yang mendadak kumat pusingnya melihat aksi Ji Heon.


Manager Park, yang tadi ikut meeting dengan Ji Heon – Presdir Cha, melaporkan semuanya pada ibu Moo Won dalam sebuah pertemuan rahasia. Ia juga memberikan informasi kepemilikan saham Presdir Cha. Ibu Moo Won heran kenapa nilai saham mereka terus naik. Sama seperti anggapan Presdir Cha padanya, Ibu Moo Won pun juga menganggap saudara iparnya itu serigala yang licik.


Dan tiba-tiba ia meminta mobilnya berhenti karena ia melihat serigala dan ingin memukulnya. Ibu Moo Won dan Manager Park pun turun dari mobil. Dengan penuh nafsu, ibu Moo Won mulai memainkan mesin pukul memukul yang mirip di Time Zone, sambil berkata “Aku akan membunuhmu! (POK!!) Seperti ini!! (POK!!)”


Hanya saja Manager Park mengingatkan kalau binatang yang dipukul bukanlah serigala, melainkan tikus tanah. Tapi ibu Moo Won tak pedul, ia terus memukuli serigala itu dengan semangat yang tinggi.


Sementara itu ada orang yang mengambil foto lagi. Kali ini korbannya adalah ayah Eun Seol yang sedang mengumpulkan jamur di hutan. Ternyata orang itu suruhan dari ibu Na Yoon yang ingin mengetahui latar belakang keluarga Eun Seol. Ia memberikan foto-foto itu pada Na Yoon yang langsung meminta ibunya untuk menghentikan aksi mata-matanya ini. Apalagi menunjukkan pada ibu Moo Won ataupun ayah Ji Heon karena hal ini akan membuatnya tampak menyedihkan.


Ibu tetap menolaknya dan tetap ingin pergi menemui ibu Moo Won, membuat Na Yoon panik dan tak sengaja memiting tangan ibunya, membuat ibu berteriak kesakitan. Na Yoon langsung melepaskan dan meminta maaf karena akhir-akhir ini ia ikut latihan beladiri. Saat ibu tanya kenapa, Na Yoon menjawab kalau dunia sekarang sudah tak aman dan dia harus mulai bisa menjaga diri.


Apa yang membuatnya berpikir seperti itu? Tak lain adalah pengalamannya ditimpuk kaleng kosong oleh Eun Seol. Heheh.. Na Yoon mengatakan kalau ia akan mengatasi masalahnya sendiri.

Caranya?


Ia menemui Eun Seol dan mengatakan niatnya untuk kembali pada Ji Heon, karena yang ia rasakan bukanlah karena pernikahan yang dijodohkan tapi karena ia memang suka pada Ji Heon. Eun Seol lega mendengarnya. Ia tak bisa berjanji tak akan menemui Ji Heon karena ia adalah sekretarisnya. Tapi ia berjanji akan menghindari Ji Heon untuk urusan pribadi. Na Yoon menawarkan untuk memberikan pekerjaan lain padanya, tapi Eun Seol menolak.


Ia tak ingin dianggap mendompleng dan melakukan nepotisme jika ia menerima pekerjaan Na Yoon. Tentunya Na Yoon juga memiliki perasaan seperti itu kan, karena ia adalah generasi kedua atau ketiga dari keluarga yang berpengaruh. Na Yoon tersinggung mendengarnya, karena ia merasa meraih kesuksesan itu sendiri bukan karena keluarganya.



Kemudian Na Yoon menemui ayah Ji Heon yang sedang melakukan pelayanan masyarakat. Ia bersikap manis dengan menyarankan ayah agar menyuruh orang lain untuk menggantikannya. Tapi hak itu malah membuat ayah marah. Apalagi ia masih belum melupakan kelakuan Na Yoon dahulu pergi tanpa meninggalkan pesan dan karenanya, Ji Heon.. Ayah tak sanggup meneruskan kata-katanya.


Ia mengakui kalau peristiwa itu adalah tak disengaja dan bukan salah Na Yoon. Na Yoon mengakui kalau saat itu ia juga bersalah, ia pun juga menderita merasakan akibatnya. Tapi ia berjanji akan melakukan lebih baik mulai sekarang.


Ayah berjanji kalau ia tak akan mencampuri urusan Ji Heon lagi. Na Yoon tak mau menyerah begitu saja. Ia mulai mengungkit masalah Eun Seol yang menjadi Sekretaris Ji Heon, apa kata orang jika pria dan wanita selalu berdua-dua. Hal ini malah membuat ayah marah dan memberitahu kalau pria tak suka jika Na Yoon ikut campur urusan kerja. Dan ayah malah mengusir Na Yoon yang mengganggu pekerjaan pelayanan masyarakatnya.


Malamnya, Eun Seol membicarakan Na Yoon yang disebutnya gadis es krim yang kemungkinan disukai oleh Moo Neu Nim atau Dewa Moo, panggilan Eun Seol pada Moo Won. Jika saja gadis es krim tak menyukai Ji Heon, ia akan mendukung gadis es krim 100 %. 

Myung Ran pun menggambarkan secara karikatur hubungan mereka di awang-awang, dengan Moo Won menyukai Na Yoon, Na Yoon menyukai Ji Heon dan Ji Heon menyukai Eun Seol. Jika Eun Seol menyukai Moo Won, -Myung Ran menghubungkan gambar Moo Won dan Eun Seol- hubungan cinta mereka akan menjadi cinta segiempat yang sempurna. 


Tapi Eun Seol buru-buru menangkap tangan Myung Ran dan mengatakan kalau ia hanya menyukai dirinya sendiri. 

Bwahaha.. Tapi setelah mengatakan hal itu, bayangan Ji Heon malah muncul di benaknya.


Mungkin kata-kata Na Yoon mengena pada Presdir Cha, karena keesokan harinya ia memanggil Eun Seol untuk memastikan hubungan Eun Seol dengan Ji Heon. Saat tahu kalau hubungan mereka bukan seperti yang ia pikirkan, Presdir Cha lega. Ia meminta Eun Seol untuk terus membantunya dan menegaskan kalau sekarang ini adalah saat-saat penting bagi mereka. Karena jika Eun Seol berhasil membuat Ji Heon sukses, Eun Seol dapat memperoleh promosi besar-besaran yang hanya Presdir Cha yang mampu melakukannya. Namun jika hasilnya sebaliknya, maka Eun Seol akan diberhentikan saat kontraknya berakhir.


Presdir Cha meminta bantuan Eun Seol bukan hanya untuk Ji Heon saja, tapi juga demi dirinya sendiri yang sudah dibuat gila oleh Ji Heon. Dan hitung-hitung, Presdir Cha minta bantuan ini sebagai ganti rugi pelayanan masyarakat yang selama ini ia lakukan. Ia percaya kalau Eun Seol mampu membantu Ji Heon untuk menjadi sukses. Ia akan mempercayai Eun Seol.


Kata-kata Presdir Cha sangat membekas dan ia mendesah seperti membawa beban berat. Moo Won melihatnya berlalu, dan berniat untuk mengejarnya. Tapi ia menggelengkan kepala seakan ingin mengurungkan niat itu dan pergi berlawanan arah dengan Eun Seol. 


Sekretarisnya menanyakan kelanjutan rencana Moo Won untuk menggunakan Eun Seol menjadi mata-matanya, tapi Moo Won mengatakan rencana itu sudah gagal sejak dulu.


Eun Seol masih memikirkan ucapan Presdir Cha dalam perjalanan pulangnya di dalam bis. Tiba-tiba seorang pria berdiri di belakangnya dan mulai melakukan pelecehan padanya. Ia langsung menyikut pria itu sehingga pria itu langsung jatuh tersungkur.


Sementara itu Ji Heon menepati kata-katanya. Ia sedang bermalas-malasan di rumahnya, namun hal ini tak membuatnya senang karena ia kangen pada Eun Seol. Tiba-tiba ia mendapat telepon dari Myung Ran.


Ternyata Myung Ran meneleponnya karena Eun Seol sedang ada di kantor polisi karena kasus pemukulan yang baru saja ia lakukan. Myung Ran meminta damai saja, tapi Eun Seol tak mau karena mereka tak mampu membayarnya. Tapi ada orang yang sanggup. Dan orang itu sekarang berlari sambil berteriak,

“Siapa yang berani memegang pantat Eun Seol-ku?”

Bwahaha.. Eun Seol saja malu mendengarnya.


Di luar pria itu berterima kasih karena mendapat uang ganti rugi yang sangat besar. Tapi Ji Heon mengatakan kalau sekarang ini tak ada makan siang yang gratis. Uang sebesar itu diberikan karena ia juga akan menghajarnya.


Ji Heon melayangkan pukulan ke pria itu, tapi pria itu berhasil bangun dan membalasnya. Eun Seol yang tak terima, kembali melayangkan tinjunya pada pria itu. Dan kali ini pria itu tersungkur jatuh untuk kedua kalinya.


Ji Heon dan Myung Ran menatap Eun Seol kagum.


Akhirnya Ji Heon dan Eun Seol bicara empat mata lagi. Mengenai perasaan Ji Heon, Eun Seol akan mempertimbangkan kembali, jadi ia minta agar Ji Heon kembali bekerja. Dengan riang, Ji Heon menyanggupinya.

Tapi sesuai permintaan ayah Ji Heon yang ingin membuat Ji Heon menjadi orang sukses, Eun Seol akan mereformasi Ji Heon, termasuk sindrom panik saat bicara di depan public. Dan pekerjaan itu bukan hal yang ringan bagi Ji Heon. Apa Ji Heon bersedia?


Tentu saja, dengan semangat tinggi Ji Heon tetap menyanggupinya. Eun Seol yang mencoba untuk menggoyahkan kemauan Ji Heon mengatakan kalau ia tak akan bersikap lunak pada Ji Heon. Tapi, Ji Heon tetap bersedia melakukannya, membuat Eun Seol menggerutu kesal.


Hehe.. sepertinya siksaan apapun yang diberikan Eun Seol akan diterima Ji Heon dengan senang hati asal Eun Seol mempertimbangkan perasaannya kembali.


Nenek kembali kehilangan barang miliknya. Jika dulu yang hilang adalah sepatunya, sekarang adalah mobilnya. Dan kali ini sepertinya nenek sudah dapat menduga siapa yang mengambil mobilnya itu.


Orang itu sekarang sedang menyetir mobil nenek dan bergoyang riang mengikuti irama music. Ji Heon juga menelepon Moo Won dan dengan sedikit sombong mengatakan kalau sebentar lagi ia akan sibuk karena ia akan bekerja bersama dengan Eun Seol. Jadi ia memperingatkan Moo Won agar jangan dekat-dekat dengan Eun Seol dan menganiaya Eun Seol lagi.


LOL, Moo Won literally rolls his eyes hearing his childish and ridiculous command.


Ji Heon menemui Eun Seol dan Myung Ran yang baru saja pulang jogging. Myung Ran tak dapat meyembunyikan kekesalannya karena mereka bertemu lagi setelah satu jam yang lalu bertemu.

Hehe, saya pikir Ji Heon menemui Eun Seol lagi esok harinya atau kapan, tapi ternyata satu jam lagi. Ji Heon benar-benar bertindak cepat juga..


Tapi kekesalan Myung Ran berakhir sedemikian cepat karena Ji Heon melemparkan kunci mobil (neneknya) pada Eun Seol. Ia menyuruh Eun Seol memakainya dan menyuruhnya datang kapanpun ia meminta. Dan Myung Ran tak boleh menaikinya karena mobil ini murni untuk pekerjaan saja.


Myung Ran mencibir karena Ji Heon tak tahu aturan mainnya. Kalau Ji Heon tak berbaik-baik padanya, maka Ji Heon sendiri yang rugi. Ji Heon pun mengalah.


Tapi Eun Seol yang tak mau mobil itu. Ia mengembalikan kunci mobil itu dan mengatakan kalau ia lebih suka naik kendaraan umum. Tapi Ji Heon mengkhawatirkan Eun Seol yang selalu mendapat masalah di luar seperti kejadian di bus sampai kehilangan sepatu. Myung Ran yang tak mau kehilangan mobil itu kemudian mengambil kunci itu namun ditahan oleh Eun Seol. Mereka bertengkar terus sampai akhirnya Ji Heon berteriak meminta mereka berhenti bertengkar.


Kesempatan itu dipakai Myung Ran untuk mengambil kunci itu. Ji Heon tersenyum melihatnya. Ia bertanya apakah rencana reformasi dirinya sudah siap, karena ia sudah siap. Eun Seol mengatakan belum siap karena ia masih harus mempelajari penyakit Ji Heon. Ji Heon kemudian meminta agar diantar pulang ke rumah.


Saat sampai di depan rumah Ji Heon, Eun Seol mengembalikan kunci mobilnya pada Ji Heon. Tapi Ji Heon menawarkan Eun Seol untuk mampir dulu ke rumah karena ia memiliki bahan-bahan yang diperlukan Eun Seol untuk menyembuhkan penyakit panik di depan umum.


Sementara itu ibu Na Yoon menemui ibu Moo Won. Namun sikap dinginnya tak luput dari pengamatan ibu Moo Won. Maka ibu Na Yoon menyerahkan foto-foto yang telah ia kumpulkan dan mengatakan kalau ia tak tahu tentang hubungan Moo Won dan gadis lain. Tapi ibu Moo Won malah tertarik pada foto Ji Heon yang sedang memukul pria yang melecehkan Eun Seol, dan ia tersenyum seperti mendapat ide.


Na Yoon menemui Moo Won dan memberikan foto-foto yang diberikan ibunya. Ia juga  memperingatkan kalau ibunya mungkin akan menunjukkan foto-foto itu pada ibu Moo Won. Walaupun ia merasa sepertinya Eun Seol berbohong tentang bisnis keluarganya yang ada di gunung. Moo Won mengatakan kalau Na Yoon salah mengartikan ucapan Eun Seol.


Na Yoon kesal dan mengatakan kalau ia memang selalu salah. Bahkan ia merasa menjadi bola yang ditendang kesana kemari untuk kesenangan orang lain.  Moo Won mengatakan kalau ia tak pernah menganggap Na Yoon seperti itu. Tapi Na Yoon mengingatkan kalau Moo Won juga menendangnya saat Moo Won menolak keinginan keluarga mereka untuk menjodohkan mereka.


Moo Won mengingatkan kalau ia bukan menolak Na Yoon, tapi ia menolak pernikahan yang tanpa cinta. Jika Na Yoon mau menikah dengan hati, ia akan mempertimbankan kembali. Na Yoon agak terkesima dengan pengakuan Moo Won, antara percaya dan tak percaya.


Sementara itu Ji Heon memberikan setumpuk buku tentang penyakitnya. Eun Seol tak tahu harus bagaimana untuk membawanya pulang. Ji Heon menyarankan agar mengambilnya sedikit demi sedikit atau datang ke rumahnya setiap hari untuk membacanya. Atau ia akan membacakan untuk Eun Seol saja? 
  
Eun Seol mengatakan kalau Ji Heon sudah membaca semua, mengapa penyakitnya tak bisa disembuhkan? Ji Heon menjelaskan kalau tak mudah baginya untuk menyembuhkan penyakit itu. Maka ia berniat untuk menunjukkannya.


Moo Won mengantarkan Na Yoon pulang. Na Yoon menangis, tak tahu apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya. Moo Won mengatakan kalau mereka berdua memiliki kesulitan untuk menentukan pasangan hidup mereka. Namun ia mengatakan kalau Na Yoon sudah siap untuk melepaskan perasaannya, Na Yoon dapat datang menemuinya. Moo Won menyentuh pipi Na Yoon dan mendekat untuk menciumnya.


Sementara itu Ji Heon menunjukkan beberapa poin yang ada dibuku, membuat Eun Seol mengerti. Dan melihat Eun Seol berada di sampingnya, membuat Ji Heon tak kuasa untuk mendekatkan dirinya pada Eun Seol dan menciumnya.


Komentar:

Kalau Ji Heon sudah memiliki niat dan kemauan, maka ia akan berusaha bagaiamanapun caranya agar kemauannya dapat dicapai. Saat ia menemukan jawaban untuk presentasi dan lembur semalaman membuktikannya. Begitu pula saat ini.

Walaupun Eun Seol meminta dirinya mempertimbangkan lagi perasaannya, tapi ia malah berhasil membuat Eun Seol mempertimbankan perasaannya pada Ji Heon. Mungkin hanya tunggu saatnya sebentar lagi untuk Eun Seol melupakan 3 alasan dirinya menolak perasaan Ji Heon.  


Update Sinopsis:
Yuk, langsung baca sinopsis lanjutannya, karena sinopsis Protect The Boss Episode 6 sudah ada di blognya Fanny..




3 comments :

  1. korea ,, kerentt mau dari drama filmnya, gayanya ,, cantikk2 cakep2 lagi :)

    ReplyDelete
  2. drama kore yah , adik ku tuh yang suka bgt liat drama korea

    ReplyDelete