January 30, 2017

Woman With a Suitcase Episode 16 - 2 [END]


Setelah mendapat telepon itu, Geum Joo mendatangi kantor polisi dan mendapati gadis kecil itu sendirian di sana sambil memegangi kartu namanya. Dia adalah gadis kecil yang pernah Geum Joo beri kartu nama di rumah sakit.


Gadis kecil itu menangis dan meminta maaf karena memanggil Geum Joo ibu. Tapi dia melakukannya karena takut Geum Joo tidak mau datang. "Ahjumma, tolong bantu aku. Bisakah kau menyelamatkanku dari ibuku?"


Goo Tae bertanya apa yang akan Bok Gu lakukan dengan foto pesta para anggota Bincang Kuliner itu? Dia menyarankan agar mereka memberikan foto-foto itu pada media paparazi lain saja. Bok Gu tak setuju dengan ide itu, dia lebih menyarankan agar foto-foto itu diambil mereka.


Bok Gu lalu pergi menemui Suk Woo dan menyinggung kabar yang mengatakan Suk Woo sedang menyelidiki Bincang Kuliner. Suk Woo menduga kalau Bok Gu membahasnya pasti karena dia punya informasi.

Bok Gu membenarkannya secara ambigu tapi menolak memberitahukan apapun demi kebaikan perusahaannya, selain itu dia juga sudah membuat kesepakatan dengan Jaksa Jung demi melepaskan Geum Joo waktu itu.


"Kalau kau tidak mau memberitahu apapun, kenapa buang-buang waktu petugas pemerintah. Aku akan mengeluarkan surat perintah penahanan kalau kau terus begini," protes Suk Woo.

Tapi justru itu yang Bok Gu tunggu-tunggu sedari tadi. Surat perintah penangkapan itu ide bagus. Suk Woo pasti akan melakukan sesuatu jika dia menggeledah K-Fact. Suk Woo heran mendengarnya, apa maksunya Bok Gu ingin dia mengeluarkan surat perintah penggeledahan dan penyitaa? Bok Gu membenarkannya.


Suk Woo pun langsung mendatangi Jaksa Choi yang sekarang menjabat asisten kepala jaksa dan minta surat perintah penggeledahannya terhadap K-Fact disetujui. Dia beralasan kalau K-Fact dicurigai membocorkan rahasia barang bukti. Jaksa Choi yang memang dendam pada Bok Gu, langsung menyetujuinya.


Ibu tiri gadis kecil itu diinterogasi tapi dia menyangkal melakukan penganiayaan pada anak tirinya. Dia bahkan menusuh anaknya pembohong, buktinya dia mencuri roti di toko. Anak itu penipu.


Anak itu sendiri sedang berada di Golden Tree sekarang. Paralegal Hwang memberinya minuman hangat, Anna mengutuk Ibunya yang kejam dan menyemangati Geum Joo untuk menerima kasus ini. Tapi Geum Joo sepertinya punya pikiran lain dan memutuskan menolak kasus ini dengan alasan sibuk.


Gadis kecil itu langsung menangis, menuntut janji Geum Joo dulu. Katanya Geum Joo akan jadi pendampingnya, Geum Joo bilang kalau dia calon kliennya, Geum Joo bahkan memberinya kartu kredit. "Kukira ahjumma akan membantuku"

Tapi Geum Joo tetap teguh dengan keputusannya lalu pergi. Anak itu pun akhirnya pergi dengan ditemani seseorang.

 

Anna kecewa, tak menyangka kalau Geum Joo sudah berubah. Bagaimana bisa Geum Joo tega menolak kasus gadis yang dianiaya ibu tirinya itu. Paralegal Hwang tetap berpikir positif, dia yakin kalau Geum Joo punya alasannya sendiri. Anna tak percaya, Geum Joo sekarang hanya mengerjakan kasus yang bayarannya besar.


Hye Joo bertemu seorang klien, tapi klien itu ragu menandatangani kontraknya dan langsung pergi. Hye Joo hanya bisa mendesah kecewa. Tapi kemudian gadis kecil itu datang bersama pendampingnya. Pendamping anak itu menjelaskan pada Hye Joo tentang kasus penganiayan yang dialami gadis kecil ini.

Dia mengaku bahwa mereka datang kemari karena seseorang merekomendasikan Hye Joo. Orang itu bilang kalau Hye Joo akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan kasus ini. Hye Joo penasaran siapa yang merekomendasikannya, tapi wanita itu sudah diminta untuk tidak memberitahukannya.


Hye Joo melihat ada luka lebam di leher anak itu. Gadis kecil itu mengaku kalau ibunya memukulnya waktu dia minta makan. Dia mengaku kalau wanita itu sebenarnya bukan ibu kandungnya, tapi hanya dia keluarganya satu-satunya setelah Ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu. Gadis itu mengaku kalau Ibunya juga tidak mau membelikannya pembalut yang membuat Hye Joo jadi teringat akan kenangan masa lalunya sendiri.


Suk Woo mendatangi K-Fact dengan serombongan timnya untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan. Bok Gu pura-pura kaget dan protes melihat maksud kedatangan Suk Woo dan menuntut surat perintah penggeledahan.


Suk Woo dengan wajah dinginnya memperlihatkan surat perintah itu dan menjelaskan kalau K-Fact dicurigai menyembunyikan bukti penting dalam kasus layanan seks remaja Bincang Kuliner. Bok Gu pura-pura tersinggung dan tidak terima dengan penggledehan ini, tapi Suk Woo langsung memerintahkan anak-anak buahnya untuk mulai bekerja.  Bok Gu diam-diam mengedip ke Goo Tae yang langsung mengerti maknanya.


Seorang pekerja membuka laptopnya Bok Gu tapi dia terhambat oleh password. Parahnya lagi, password itu diatur agar semua data terhapus jika seseorang mencoba memecahkan sandinya. Bok Gu pura-pura mengklaim kalau dia lupa password-nya sendiri.

 Suk Woo menyarankan orang itu untuk mencoba mengetik 'PengacaraMaEnyah'. Ta-da... password itu pun terbuka. Bok Gu langsung mengeluh, seharusnya dia ganti tuh password sejak dulu.


Geum Joo dan Anna ke kantor K-Fact setelah mendapat kabar penggeledahan yang dilakukan Suk Woo itu. Mereka tak sengaja bertemu di luar setelah Suk Woo selesai. Mereka bertiga langsung terdiam canggung.

Bok Gu heboh sendiri mengomentari betapa anehnya Suk Woo sejak dia bekerja di kejaksaan. Geum Joo penasaran apa sebenarnya tuduhan mereka pada K-Fact. Suk Woo menjelaskan kasusnya lalu pergi.

"Dia jaksa yang jauh lebih baik daripada aku," ujar Bok Gu kagum.


Berita penggeledahan dan penyitaan K-Fact itu masuk berita dengan cepat. Menurut keterangan perwakilan kejaksaan, K-Fact telah menyelidiki kasus layanan seks remaja yang disebut Bincang Kuliner tapi mereka menyembunyikan informasi penting yang berhubungan dengan kasus itu. Dan dari berkas yang disita, Kejaksaan mendapati daftar nama-nama anggota Bincang Kuliner yang mana para anggotanya ternyata tokoh-tokoh ternama dalam politik dan ekonomi.

Geum Joo menonton berita itu bersama Bok Gu. Melihat raut kebanggaan di wajah Bok Gu, Geum Joo jadi curiga apa Bok Gu memang sengaja memberikan daftar itu pada Suk Woo. Bok Gu cuma menjawabnya dengan senyum.


Gara-gara terkuaknya nama-nama Bincang Kuliner, Jaksa Jung dan anak-anak buahnya langsung sibuk menghancurkan berbagai dokumen. Tapi Suk Woo dan timnya tiba-tiba datang dengan membawa surat perintah. Anak-anak buah Suk Woo langsung menyita semua barang di kantor Jaksa Jung.


Tim K-Fact berkumpul membicarakan masalah ini. Goo Tae memberitahu kalau menurut berita, mereka tidak memberikan informasi pada kejaksaan, Suk Woo sendiri yang menyikat habis kantor mereka gara-gara hubungan buruk antara Suk Woo dan Bok Gu. Reporter Baek menasehati Bok Gu untuk mengganti password-nya sekarang. Bok Gu berkata kalau dia sudah melakukannya dari dulu.

Goo Tae penasaran apa password barunya Bok Gu. Apa 'Pengacara Cha Paling Hebat'? Atau 'Golden Tree keren'? Bok Gu menolak memberitahu, bukan password namanya kalau dikasih tahu. Kalau mereka penasaran, tanya saja pada agen BIN.


Baru dibicarakan, si agen BIN itu muncul dengan kepala tertunduk lesu. Dia mengaku kalau dia sudah berhenti dari BIN. Apa yang harus dia lakukan sekarang? tanyanya pada Bok Gu.

"Apalagi? Apa dia bisa memotret?"

"Dia bukan fotografer yang baik. Tapi dia sehat dan sabar menunggu," jawab Reporter Baek

Bok Gu memperingatkannya kalau gaji di K-Fact lebih rendah daripada di BIN dan mereka juga tidak menanggung asuransi. Anak buah Bok Gu langsung protes, dia berhenti dari BIN kan demi kesetiaannya pada Bok Gu.


Suk Woo hendak menemui Jaksa Choi saat dia mendapat telepon dari Anna yang mengundangnya untuk datang menonton sidangnya Geum Joo hari ini. Geum Joo berpesan agar Suk Woo datang sebagai jaksa.


Sidang kasus Son Na Hee pun dimulai. Saat Geum Joo melakukan pemeriksaan silangnya, dia langsung menuduh Na Hee seolah dia wanita murahan yang mengajak sembarang pria pulang yang dia buktikan dengan kesaksian seorang pria lain yang mengaku diajak pulang oleh Na Hee tiga hari sebelum kejadian percobaan pembunuhan itu terjadi.

Menurut pengakuan pria itu, dia dan Na Hee juga bertengkar setelah melakukan one night stand. Na Hee berusaha membela diri, tapi Geum Joo terus menyela, tak memberi Na Hee kesempatan untuk menjelaskan apapun.

Suk Woo datang persidangannya Geum Joo bersama seorang Detektif. Detektif itu penasaran, kenapa Geum Joo ingin dia datang. Suk Woo tidak punya jawaban karena dia juga tidak tahu. Di ruang sidang, Jaksa berusaha menyerang Min Ki. Tapi Geum Joo langsung membela Min Ki dan mengklaim kalau kliennya tak sengaja mengiris telinga korban. Senyum Min Ki makin lebar saat Hakim sependapat dengan Geum Joo.


Suk Woo dan Detektif masuk tepat saat Geum Joo memberikan penyataan penutupnya. Geum Joo memperlihatkan foto telinga korban yang teriris dan menyebutkan tuntutan Na Hee atas kliennya, bahwa Min Ki memukulinya dan dengan sengaja berusaha memotong telinganya. Tapi kemudian menegaskan kalau menurut keterangan kliennya, Na Hee waktu itu mabuk hingga terjadilah terdebatan dan kekerasan fisik, Na Hee jadi dendam dan menyudutkan Min Ki.

Geum Joo mengklaim kalau mahasiswa naif seperti kliennya tidak mungkin melakukan modus operandi seperti memotong telinga kecuali dia adalah seorang psikopat. Mendengar keterangan Geum Joo, Detektif tiba-tiba menggumam sendiri seperti teringat akan sesuatu.

Suk Woo tampaknya mulai mengerti dan langsung mengajak Detektif keluar. Geum Joo mengklaim kalau argumen korban tidak logis dilihat dari semua bukti dan menuduh Na Hee hanya ingin mendapatkan uang kompensasi karena dia tahu kalau kliennya adalah pewaris konglomerat. Min Ki dan Ibunya tersenyum penuh kemenangan.


Tak lama kemudian, Hakim menyatakan bahwa terdakwa tidak bersalah. Young Ae puas dengan kinerja Geum Joo dan mengkonfirmasi kalau dia sudah mendepositkan uangnya. Dia hendak pergi, tapi Min Ki malah memprotes biaya jasa Geum Joo yang menurutnya kemahalan, apalagi dia merasa kalau putusan tak bersalah itu dijatuhkan lebih mudah daripada yang dia bayangkan.

"Sidang kali ini memang mudah. Tapi yang berikutnya akan sangat berat," ujar Geum Joo

 

Min Ki tidak mengerti maksudnya. Tepat saat itu juga, Suk Woo bersama Detektif dan rombongan polisi datang untuk menangkap Min Ki atas tuduhan pembunuhan mahasiswa Sinchon. Min Ki yang tadinya sok, langsung mewek minta bantuan Geum Joo.

Tapi Geum Joo dengan wajah pura-pura bersimpati, mengingatkan Min Ki tentang ucapannya tadi bahwa sidang selanjutnya akan sulit dan dia sibuk, tidak ada waktu untuk mengurusi kasus Min Ki yang sangat sulit ini.

"Jaksa Ma, semoga berhasil" ujar Geum Joo sebelum pergi.


Tim K-Fact rapat membahas kasus Min Ki. Anak Buah Bok Gu curiga kalau dia pakai narkoba sementara Reporter Baek mengaku mendengar rumor-rumor jelek tentang Min Ki.


Hye Joo mewakili si gadis kecil bernama Kim Han Yi itu, menuntut pencabutan hak asuh si ibu tiri atas Han Yi dan menuduh Ibu Tiri melakukan penganiayaan pada Han Yi. Hye Joo membuktikan tuduhannya dengan menunjukkan rekam medis Han Yi yang sudah berulang kali di rawat di rumah sakit.


Geum Joo masuk ke ruang sidang saat itu. Ibu Tiri membela diri dan mengklaim kalau semua luka yang pernah dialami Han Yi itu karena kesalahan Han Yi sendiri yang ceroboh. Dia menyangkal tidak menyekolahkan Han Yi, dia hanya sibuk bekerja dan tidak akan bisa mengantar-jemput Han Yi ke sekolah. Dia ngotot tidak menganiaya Han Yi, kenapa juga dia membesarkan Han Yi jika dia menganiaya Han Yi, lebih baik dia serahkan saja Han Yi ke panti asuhan.



Dengan tangis air mata buaya, Ibu Tiri berkata pada Hakim kalau dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk membesarkan Han Yi dan berjuang mengatasi masalah keuangannya.

"Apa karena uang asuransi?" tanya Hye Joo "Atas nama suami anda."

Tangis Ibu Tiri langsung terhenti seketika. Hye Joo memberitahu Hakim kalau Ayah Han Yi meninggalkan uang asuransi untuk putrinya. Uang itu bisa Ibu Tiri dapatkan hanya jika Han Yi sudah cukup umur, karena itulah Ibu Tiri tetap mempertahankan Han Yi. Ibu Tiri langsung berusaha menyangkalnya dengan panik, tapi Hye Joo memiliki bukti atas semua tuduhannya.

"Kalau lapar, harusnya dia bisa minta makan. Kalau sakit, harusnya dia bisa bilang untuk periksa ke rumah sakit. Kalau membutuhkan pembalut, harusnya dia juga bisa bilang. Dia harus tumbuh bersama orang tua yang bisa membelikannya meski dia tidak memintanya," ujar Hye Joo


Dia memohon pada Hakim untuk cabut hak asuh Ibu Tiri dan menugaskan Badan Pelrindungan Anak untuk memenuhi hak-hak korban sampai sampai hak asuh Han Yi ditetapkan atau wali tambahan ditunjuk. Hye Joo menepuk pundak Han Yi untuk menghiburnya dan saat itulah dia melihat Geum Joo di kursi penonton.


Mereka berdua lalu duduk bersama di luar. Hye Joo menduga kalau Geum Joo lah orang yang menyuruh Han Yi datang kepadanya. Geum Joo mengklaim kalau dia hanya sibuk makanya dia melepaskan kasus ini. Hye Joo mengaku kalau dia menyadari banyak hal saat mengerjakan kasus ini. "Jika tidak ada kau, entah apa yang akan terjadi padaku?"

"Kau akan baik-baik saja. Kau cerdas"


Hye Joo tersenyum mendengarnya lalu menanyakan keadaan Ibu Geum Joo. Geum Joo hanya pernah dengar kabar kalau Ibunya baik-baik saja di Jepang bersama suami keempatnya. Hye Joo menasehatinya untuk sering bertukar kabar, dia tak enak karena dia merasa mereka putus hubungan karenanya. Selama ini dia tidka memikirkan Geum Joo karena terlalu sibuk memikirkan penderitaannya sendiri.

Dia teringat bagaimana dulu Geum Joo mengajaknya melarikan diri bersama saat Geum Joo tahu kalau Ibunya mendapatkan uang asuransi Ayahnya Hye Joo lalu menghabiskannya di pasar saham. "Waktu itu, aku sangat senang. Bagiku, kau... seperti ibuku. Terima kasih, unni."


Geum Joo berkaca-kaca mendengarnya, dia juga berterima kasih atas pengakuan Hye Joo barusan. Geum Joo cepat-cepat menghapus air matanya karena dia harus menghadiri sidang. Tapi dia berpesan pada Hye Joo untuk meneleponnya setiap saat kalau ada apa-apa.

"Unni. Mulai sekarang, pikirkanlah hal-hal yang membuatmu bahagia."

 

Geum Joo membela kliennya yang terlibat kekerasan fisik dengan kreditur yang menagih hutang. Lawannya dalam kasus kali ini adalah Suk Woo dan mereka saling adu argumen dengan sengit.


Bok Gu berjalan kembali ke kantor saat dia melihat Geum Joo juga baru kembali dengan menyeret kopernya. Geum Joo terus berjalan masuk tanpa melihat Bok Gu. Bok Gu terdiam, mengingat kenangan-kenangannya bersama Geum Joo sejak mereka pertama kali bertemu.


Bok Gu langsung berlari menyusulnya dan mengambil alih kopernya Geum Joo sambil berkata kalau dia harus menjaga sikap di depan Geum Joo. Mendengar itu, Geum Joo langsung merebut kopernya kembali dan menatap Bok Gu curiga, apa dia terlibat masalah lain lagi?

"Kali ini, kurasa kau harus mendampingiku untuk waktu yang sangat lama. Kali ini aku dapat berita khusus, rahasia nasional"

 

Geum Joo langsung shock mendengarnya dan menuntut Bok Gu untuk bayar dulu baru dia akan bekerja. Dia lalu berpaling dari Bok Gu dengan kesal, tapi senyumnya mengembang lebar saat dia berjalan pergi.


Geum Joo sedang sibuk mempelajari tumpukan dokumen dan membalik-balik halamannya dengan bidal saat dia bernarasi "Ada sebuah prinsip dasar dalam bidang ini. Bayar dulu, kerja kemudian. Setelah memutuskan untuk mengerjakan sebuah kasus, harus diperiksa sangat lama sampai bidal berlubang."


Dia menyeret kopernya ke gedung pengadilan saat dia melanjutkan narasianya, "Aku akan selalu melindungi orang-orang di sekitarku. Maka koper ini akan terus bergulir penuh semangat untuk waktu yang lama"

-THE END-

5 comments :

  1. Yeee...akhirnya end juga ya mb
    Walaupun telat yang penting lengkap


    Trima kasih mb imaaa
    Semoga sehat selalu
    Aamiin

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sinopsisny....puas bgt dgn veritanya

    ReplyDelete
  3. Mkasih bak... ud d finishin... ahirx the end jg...

    ReplyDelete
  4. Ending nya terasa kurng cb geum joo sm bok gu nikah,gumawoo sinop nya mba

    ReplyDelete
  5. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete