January 30, 2017

Woman With a Suitcase Episode 15 - 2


Hye Joo dipanggil sebagai saksi selanjutnya. Walaupun dia dulunya pengacara pembela Gyeong Hwan, tapi sekarang Hye Joo menolak bersaksi untuk Gyeong Hwan karena sekarang dia pengacaranya Ye Ryeong dan dia tidak mau bersaksi melawan kliennya sendiri. Hakim menyetujui permintaannya.


Geum Joo bertanya apakah Hye Joo mengetahui keberadaan Sekretarisnya Ye Ryeong. Hye Joo mengaku tak tahu dan saat Geum Joo menanyakan pendapatnya tentang apakah video itu asli atau cuma rekayasa, Hye Joo menuntut Geum Joo untuk terlebih dulu mengungkapkan siapa sumbernya. Bagaimana kalau sumbernya adalah Geum Joo sendiri? Jika seperti itu maka itu artinya Geum Joo telah melakukan pelanggaran UU pengacara.

Geum Joo mengklaim bahwa walaupun ada konflik kepentingan tapi jika berpengaruh bagi kebaikan banyak orang maka wajib hukumnya untuk mengungkapkan kebenarannya. Dia mengingatkan Hye Joo bahwa saat ini dia tengah berusaha menggunakan argumen yang keliru untuk menyembunyikan kebenaran.


Jaksa Choi memanggil Gyeong Hwan untuk bersaksi. Dia benar-benar tampak gugup saat Jaksa Choi menunjukkan surat-surat pengakuan dan permintaan maaf yang Gyeong Hwan tulis dan dia kirimkan ke kantor polisi beberapa kali.

Saat Jaksa Choi bertanya kenapa Gyeong Hwan menulis surat seperti itu, Gyeong Hwan tergagap menjawab bahwa dia menulis surat itu karena dia merasa polisi akan mencarinya, dia takut ahjussi yang menakutkan itu akan membunuhnya.


Saat Jaksa Choi menuduh Gyeong Hwan mengubah-ubah kesaksian, Suk Woo langsung keberatan dan menegaskan bahwa Gyeong Hwan adalah korban dari kepolisian yang mengabaikan prosedur hukum yang benar. Bahkan saat ini pun Jaksa Choi tengah menghina terdakwa dan menuntut Jaksa Choi minta maaf.


Geum Joo maju menanyai Gyeong Hwan dan bertanya apakah saat Gyeong hwan dipaksa mengaku dibawah tekanan, Jaksa memukulinya? Saat Gyeong Hwan kebingungan menjawabnya, Geum Joo memutar rekaman saat Gyeong Hwan diinterogasi oleh Jaksa Jung. Waktu itu, Gyeong Hwan bersikeras mengklaim dirinya tidak bersalah, tapi Jaksa Jung terus memaksanya untuk mengaku.

Dia bahkan menunjuk sebuah tempat di peta dimana mayat Min Ah ditemukan dan memaksa Gyeong Hwan untuk mengikuti arahannya dan menunjuk dengan jarinya sendiri tempat yang ditunjuknya di peta barusan. Geum Joo mematikan rekamannya dan memberitahu pengadilan video itu adalah bukti saat kejaksaan menyudutkan kaum lemah.


Jaksa Jung dipanggil sebagai saksi selanjutnya. Dia menyangkal saat ditanya apakah dia melakukan interogasi dibawah tekanan. Dia bahkan pura-pura bodoh saat ditanya kenapa dia menghentikan penyelidikan padahal Byun Dae sudah mengakuu kejahatannya. Suk Woo langsung membanting surat perintah yang Jaksa Jung berikan pada bawahannya untuk membebaskan Byun Dae. Jaksa Jung terus saja ngotot menyangkalnya.


Geum Joo memanggil Bok Gu sebagai saksi selanjutnya. Bok Gu menggoda Geum Joo kalau dia mengikuti kasus gadis tunawisma karena bertemu dengan seorang paralegal yang sangat usil. Tapi saat mendapat tatapan peringatan dari Geum Joo, Bok Gu akhirnya menjawab serius kalau dia tertarik dengan kasus ini karena sebuah ID misterius bernama Tomy Kim yang berlokasi di villa Ohsung, tempat yang tampaknya berhubungan dengan Bincang kuliner.

Saat Geum Joo bertanya apakah Bok Gu membunuh Seo Ji Ah, Bok Gu secara mengejutkan membenarkannya. Semuanya adalah salahnya. Dia salah karena berhenti menjadi jaksa dan menjalani hidup penuh resiko dengan bekerja sebagai CEO media paparazi. Dan pada akhirnya malah membuat seorang wanita terlibat (Geum Joo) sementara dia hanya bisa diam melihat wanita itu masuk kedalam penjara. Dia bersalah karena hanya bisa diam melihat anak-anak itu dicemooh di pengadilan.

Semua penonton langsung heboh mengagumi betapa jantannya Bok Gu dengan mengakui semua kesalahannya. Geum Joo menganggap semua pengakuan Bok Gu barusan sebagai rasa bersalah secara simbolis. 


Jaksa Choi maju menanyai Bok Gu, kenapa dia diam walaupun dia mengetahui kebenaran dibalik kasus gadia tunawisma. Bok Gu berkata kalau dia tidak punya bukti yang kuat. Dia memberitahu Jaksa Choi bahwa persamaan antara jaksa dan paparazzi adalah banyak kasus yang mengharuskan mereka untuk tetap diam walaupun mereka mengetahui kebenarannya.


Jaksa Choi langsung bungkam seketika dan beralih memanggil saksi selanjutnya yaitu Dong Soo. Saat Jaksa Choi menunjukkan foto Min Ah yang tampak minum-minum bersama para ahjussi, Dong Soo langsung membela grup Bincang Kulinernya bahkan mengklaim kalau Bok Gu adalah salah satu anggotanya.

Dia menyangkal mengenal Ji Ah. Dan saat ditanya pendapatnya mengenai kabar yang katanya Yoo Tae Oh menghilang di villa-nya Dong Soo, dia menolak mengatakan apapun kecuali jika mayat Tae Oh ditemukan.


Geum Joo maju untuk melakukan pemeriksaan silang padanya. Dia bertukar pandang penuh arti dengan Bok Gu sebelum memuji-muji pengalaman Dong Soo yang hebat dalam persidangan. Dong Soo dan Jaksa Choi sampai bingung sendiri mendengar pujian dadakan dari Geum Joo. Hakim langsung menegur Geum Joo untuk langsung to the point.

Geum Joo menunjukkan beberapa artikel kasus-kasua yang pernah dimenangkan Dong Soo, termasuk diantaranya kasus hak cipta Sam Hon technology. Geum Joo bertanya apakah dia masih menyimpan baut sebagai kenang-kenangan dari kasus itu.


Dong Soo benar-benar tidak mengerti apa hubungan kasus itu dengan kasus ini. Geum Joo mengklaim kalau dia hanya kagum akan kehebatan Dong Soo lalu meminta Hakim untuk mengingat keterangan Dong Soo barusan. Hakim jelas bingung. Geum Joo berpaling kembali Dong Soo dan berkata penuh arti, "Saya berpikir kalau pengacara hebat seperti anda, tidak mungkin terlibat dalam insiden kontroversial"

Geum Joo mengakhiri pemeriksaan silangnya sampai di sini. Dong Soo keluar dari ruang sidang dengan gelisah memikirkan apa maksud ucapan Geum Joo tadi.



Jaska Choi mengakhiri pernyataannya dengan mengakui bahwa ada tekanan dalam interogasi saksi-saksi. Tapi dia mengklaim kalau kasus ini dan kasus layanan seks remaja adalah dua kasus yang berbeda dan Bok Gu masih bersalah.


Geum Joo menutup pernyataannya dengan mengingatkan pengadilan akan tiga anak remaja yang menderita karena kasus ini. Karena itulah, percaya bahwa penyelesaiannya hanya ada satu, yaitu tidak bersalah.

"Kebenaran tidak akan bisa dibungkam. Tolong obati anak-anak ini dengan memberinya putusan tidak bersalah," pinta Geum Joo pada Hakim.


Ketiga Hakim mendiskusikan masalah ini saat rehat. Seorang Hakim ragu untuk memberikan putusan tidak bersalah karena itu sama saja dengan mengakui bahwa pengadilan salah. Tapi Hakim kedua merasa ada makna tertentu dibalik ucapan Geum Joo tadi, seakan dia mengisyaratkan kalau dia akan membiarkan Bincang Kuliner jika mereka memberi putusan tidak bersalah. Hakim pertama memikirkannya dan akhirnya membuat keputusan.


Semua orang menunggu dengan gugup. "Mana mungkin kami akan gagal lagi. Apa yang harus kulakukan jika dia mendapat putusan bersalah? Karena Hakim adalah Tuhan di ruang sidang ini, jika Tuhan memutuskan bersalah maka kita harus menerimanya. Karena kita tidak memiliki mata Tuhan. Kita hanya bisa mengandalkan mata hukum," batin Geum Joo.

Ketiga Hakim akhirnya masuk ruang sidang dan Gyeong Hwan dinyatakan tidak bersalah. Semua orang langsung bertepuk tangan senang dan menitik air mata haru, sementara tim Ohsung hanya bisa melongo.

Hakim mengakui kalau Gyeong Hwan mengakui kejahatan yang sebenarnya tidak dilakukannya atas tekanan, terutama karena dia tidak punya orang tua atau wali yang bisa melindunginya. Hakim bahkan mewakili pengadilan, menyatakan permintaan maaf kepada terdakwa.


Keluar dari ruang sidang, Ye Ryeong langsung dicegat polisi yang menahannya atas tuduhan membayar orang untuk menyerang gadis tunawisma.


Geum Joo langsung memeluk Gyeong Hwan dan Min Ah. Sekarang setelah kasus ini selesai, Geum Joo mengancam Min Ah untuk kembali ke sekolah, dia tidak mau terima alasan apapun lagi. Suk Woo pun mengembalikan bola baseball milik Gyeong Hwan. Wartawan langsung mengerubungi mereka, mengambil foto-foto mereka dan menanyai Suk Woo tentang alasannya menerima kasus ini.

Saat ditanya pendapatnya sendiri, Geum Joo berkata bahwa dia hanya bekerja untuk kepentingan masyarakat. Jika dia bekerja demi kepentingannya sendiri maka ada kalanya kepentingan orang lain akan muncul. Geum Joo bercanda mengatakan kalau dia mengambil kasus ini karena dia ingin jadi terkenal.

Tapi dia mengaku belum puas karena kasus pembunuhan Seo Ji Ah dan hilangnya Yoo Tae Oh masih belum terpecahkan. Setelah semua kasus itu selesai, mereka boleh datang mewawancarainya. Para reporter berjanji akan melakukannya dan seklai lagi mengucap selamat atas kemenangannya.


Malam harinya, Hye Joo hendak masuk mobilnya saat seseorang misterius tiba-tiba membekap mulutnya dan menculiknya.


Sementara itu, Dong Soo masuk kedalam villa-nya sambil memikirkan kasus Sam Hon Technology yang dibicarakan Geum Joo tadi. Dia menatap rak tempatnya menyimpan beberapa pigura kenang-kenangan dari kasus-kasus yang pernah ditanganinya dan mendapati pigura Sam Hon Technology tergeletak di lantai dalam keadaan kosong. Saat itulah Dong Soo mulai bertanya-tanya apakah Geum Joo tadi sedang menggali perangkap untuknya di persidangan tadi.

Dia hendak pergi saat dia mendapat pesan gambar dari Kang Pro yang memperlihatkan tangan Kang Pro sedang memegang baut yang diambilnya dari pigura di hadapan wajah Tae Oh.


Dia langsung menelepon Kang Pro dan menanyakan apa maksudnya. Kang Pro berkata kalau dia akan pergi dan dia hanya ingin memberi Dong Soo hadiah untuk yang terakhir kalinya. Dia lalu mengirimkan gambar kedua tempat dia menyimpan hadiahnya, di Gunung Terlarang.


Kang Pro baru saja melewati pemeriksaan passport saat dia mendapat pesan yang memperlihatkan Hye Joo disekap. Di kejaksaan, Jaksa Choi sedang makan malam saat dia juga menerima pesan yang sama. Dia langsung panik seketika.
 

Dong Soo menggali area yang ditunjuk Kang Pro dan menemukan sebuah bungkusan plastik. Dia menggunakan senter untuk melihat benda itu, tapi langsung shock saat melihat didalam plastik hitam itu ada tangan manusia. Dong Soo masih gemetar hebat saat beberapa senter menerangi wajahnya.

Jaksa Choi datang bersama rombongan polisi. Dong Soo panik berusaha menyangkal tuduhan Jaksa Choi, tapi Jaksa Choi langsung memerintahkan polisi untuk menangkap Dong Soo lalu menanyakan keberadaan Hye Joo. Dong Soo hanya diam menatapnya dengan bingung.


Mayat Tae Oh dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi sementara Geum Joo mengawasi dari balik kaca dan melihat sendiri saat Dokter mengeluarkan baut dari dalam mayat Tae Oh. Dia jadi teringat akan percakapannya dengan Bok Gu dipenjara dimana waktu itu, Bok Gu mengaku kalau dia sudah mempelajari Modus Operandi pembunuhan yang dilakukan Alan Baston.

Dari pembunuhan yang dilakukannya sebelumnya, dia menyadari kalau Alan Baston suka melimpahkan kesalahan pada orang lain dan melarikan diri. Karena itulah dia yakin kalau Alan Baston pasti meninggalkan sesuatu di jasad Tae Oh, sama seperti yang dilakukannya dengan menaruh kancing di jasad Ji Ah. Dilihat dari menghilangnya baut Sam Hon Technology dan jika Alan benar-benar bekerja sama dengan Hye Joo, maka sudah pasti Dong Soo lah target mereka.


Kang Pro ditahan dan diinterogasi oleh pihak BIN Ingrris. Di ruang interogasi lain, Dong Soo juga sedang diinterogasi dan dituduh tengah berusaha mengincar pasar saham domestik untuk meningkatkan sahamnya sendiri dengan bantuan Alan Baston.

Mereka juga sudah mendapatkan bukti yang berkaitan erat dengan pembunuhan Ji Ah dan Tae Oh. Anak Buahnya Bok Gu lalu menunjukkan bukti salinan gambar burung yang ada dalam laporan otopsi yang hilang itu.
 

Jaksa Choi mendapat perintah dari atasannya untuk membebaskan Bok Gu karena sudah ada bukti yang bisa membuktikan kalau Dong Soo lah yang memerintahkan pembunuhan Ji Ah dan Tae Oh untuk menutupi Bincang Kuliner. Karena itulah Atasan Jaksa Choi memerintahkannya untuk membatalkan penahanan Bok Gu demi menghindari perhatian media.

Saat Jaksa Choi keberatan karena tidak ada bukti yang menyatakan kalau Bok Gu bukan pembunuh Ji Ah, Atasannya langsung memberinya salinan laporan yang hilang itu.


Jaksa Choi sengaja berlama-lama saat Bok Gu datang bersama Suk Woo untuk mengambil surat pembatalan penahanan Bok Gu. Surat itu akhirnya datang tak lama kemudian. Tapi Jaksa Choi sengaja menjatuhkannya lalu menanyakan dimana keberadaan Hye Joo, dia berjanji akan bersikap baik jika Bok Gu memberitahukan keberadaan Hye Joo. Bok Gu dengan santainya berkata kalau dia tidak punya alasan untuk melakukan itu lalu pergi.


Suk Woo tetap di sana dan begitu semua orang pergi, Suk Woo langsung menonjok muka Jaksa Choi. Jelas saja Jaksa Choi langsung emosi dan mengancam karirnya Suk Woo sebagai pengacara. Suk Woo dengan entengnya berkata kalau dia mau berhenti menjadi pengacara dan ganti profesi jadi jaksa. Tempat ini sangat kotor dan dia akan membersihkannya.


Bok Gu sedang ganti baju sambil mendengarkan siaran berita bahwa tuduhannya sebagai pembunuh Ji Ah telah dihapus dan penahanannya dibatalkan. Dia keluar dari gerbang penjara dan mendapati Geum Joo sudah menunggunya di sana.

Bok Gu menyapanya sebagai pengacaranya dan Geum Joo menyapanya sebagai kliennya sambil saling tersenyum manis pada satu sama lain. Tapi kemudian Bok Gu menyapanya sekali lagi, kali ini dengan memanggil nama Geum Joo. Dia mengaku senang bisa memanggil nama Geum Joo. Mereka saling tersenyum malu-malu seperti orang yang sedang kasmaran.


Tapi kemudian Bok Gu melihat sesuatu di kejauhan yang membuat senyumannya menghilang. Dia berpaling kembali ke Geum Joo dan berkata, "Sepertinya tidak akan mudah. Kali ini sepertinya kau."

Geum Joo bingung apa maksudnya sampai saat dia mendengar namanya dipanggil oleh beberapa orang polisi yang datang untuk menahannya atas tuduhan pelanggaran UU pengacara.

Bersambung ke episode 16

No comments :

Post a Comment