January 28, 2017

Woman With a Suitcase Episode 15 - 1

Episode 15: Mata Tuhan.


Geum Joo menunjukkan surat persetujuan sidang ulang pada Hye Joo, "Lihat saja bagaimana aku, sebagai pengacara, menyelamatkan anak-anak itu."

"Baiklah, anggap saja kau akan menyelamatkan anak-anak. Tapi bagaimana kau akan menyelamatkan Ham Bok Gu? Bukankah kau harus menyelesaikan kasus pembunuhan Seo Ji Ah untuk bisa menang sepenuhnya?"



Jaksa Choi dan rekan-rekannya sedang sibuk membicarakan hilangnya Tae Oh. Salah seorang jaksa hendak membahas masalah halaman yang hilang laporan otopsi Ji Ah saat Suk Woo menerobos masuk untuk menanyakan keberadaan Tae Oh dan menuntut Jaksa Choi untuk menyerahkan halaman otopsi yang hilang itu.

Laporan itu masih lengkap saat tiba di kantor kejaksaan. Karena itulah dia curiga kalau Jaksa Choi telah menyembunyikannya. Tanpa mempedulikan protes Jaksa Choi, Suk Woo memperingatkan Jaksa Choi untuk berhati-hati karena suatu hari dia pasti akan mengungkapkan kebenarannya.


Gara-gara itu, Jaksa Choi langsung menerobos masuk ke kantornya Hye Joo. Dia takut merasa dipermalukan kalau Geum Joo dan Suk Woo mengungkapkan kebenarannya dalam sidang ulang nanti. Hye Joo dengan santainya mwmberitahu Jaksa Choi kalau itu tidak alan terjadi. Jaksa Choi jadi curiga, apa mungkin Hye Joo yang mengambil halaman yang hilang itu?

Hye Joo mengakuinya. Jaksa Choi pun langsung meminta Hye Joo untuk menyerahkan laporan itu padanya, siapa tahu Hye Joo tiba-tiba berubah pikiran dan malah menyerahkan laporan itu pada Geum Joo.


Hye Joo dengan tenangnya meminta pemantik api lalu menggunakannya untuk membakar laporan yang bisa membuktikan kalau Alan Baston lah pembunuh Ji Ah yang sebenarnya. Jaksa Choi langsung panik berusaha memadamkan apinya tapi terlambat, api sudah membakar sebagian besar laporan itu. Melihat ekspresi Hye Joo, Jaksa Choi menyadari kalau Hye Joo yang ada di hadapannya ini, bukan lagi Hye Joo yang pernah dia kenal.


Dong Soo dipanggil ke sebuah firma hukum kenalannya yang memintanya untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Dong Soo heran, atas gagasan siapa dia merekrutnya. Pengacara itu mengaku kalau ini gagasannya Han Ji Eun. Orang yang mereka bicarakan datang tak lama kemudian dan mengaku kalau dia tidak mau menyerahkan kasusnya pada Hye Joo, jadi dia memilih firma hukum ini dengan syarat Dong Soo bergabung bersama mereka.

Dong Soo berkata kalau dia akan memikirkannya dan berterima kasih pada Ji Eun atas tawarannya ini. Ji Eun tak mempermasalahkannya, tapi dia penasaran apakah Dong Soo akan membiarkan terua di sana? Dia harus dikasih pelajaran.


Belum sempat menjawab apapun, Dong Soo mendapat telepon yang memberitahunya kalau villa-nya sedang digeledah polisi. Dia tiba di sana saat polisi sedang menggali sebuah lubang, tapi yang mereka temukan hanya bangkai musang. Dong Soo diam-diam mendesah lega.


Sementara itu, Kang Pro sedang membersihkan mobilnya. Dia lalu pergi sambil mengingat kejadian malam itu saat dia menculik Tae Oh. Dia menempatkan Tae Oh di sebuah lubang di tanah lalu menyuruh Tae Oh menelan sesuatu. Dia terinspirasi oleh yang dilakukan Ji Ah untuk meninggalkan bukti akan siapa pembunuhnya yang sebenarnya.


Suk Woo dengan tegas melarang Geum Joo mengangkat segala macam benda berat. Dia mengaku sudah menemui Jaksa Choi tapi tetap saja dia tidak bisa mendapatkan apapun. Sepertinya dia nemang tidak tahu apa-apa.

Mereka lalu mendiskusikan saksi-saksi dan bukti-bukti yang mereka miliki, termasuk video perselingkuhan Ye Ryeong. Suk Woo bertanya apakah Geum Joo venar-benar akan menggunakan video itu dalam persidangan. Dia cemas akan dituntut atas pelanggaran kontrak mengingat mereka dulu pernah membela Ye Ryeong. Tapi Geum Joo mengaku kalau dia siap untuk menghadapi itu.

"Kuharap Hakim akan memberikan keputusan yang tepat," desah Suk Woo.

"Kita harus berharap Hakim akan memiliki mata Tuhan"


Dong Soo menemui Hye Joo untuk bernegosiasi. Dia menyarankan Hye Joo untuk mengalah dalam sidang ulang dan biarkan Bok Gu tetap jadi pembunuh. Hye Joo bertanya apakah maksud Dong Soo adalah supaya dia tidak melakukan apapun terhadap dua kasus itu? Dong Soo membenarkan.


Goo Tae sedang berjaga di luar villa-nya Dong Soo, sementara Anak Buahnya Bok Gu dan Reporter Baek masuk untuk mengambil foto-foto rumah itu. Anak Buah Bok Gu melihat beberapa benda yang dipajang dengan pigura yang menarik perhatiannya. Salah satunya adalah sebuah pigura kosong yang tergeletak di lantai dengan label: Gugatan Hak Cipta Sam Hon Technology.


Kembali ke kantor, mereka memperlihatkan foto-foto itu pada Geum Joo. Sementara Anak Buah Bok Gu melaporkan penemuan mereka itu pada Bok Gu. Yang paling menarik perhatian mereka pastinya pigura kosong itu. Bok Gu pun menyuruh Anak Buahnya untuk menyelidiki kasus hak cipta Sam Hon technology itu.


Geum Joo dan Anna lalu pergi mendatangi sebuah bangunan bekas pabrik. Di sana mereka menemukan sebuah koran tua yang memberitakan kasus perebutan hak cipta antara Sam Hon dan Ohsung. Dong Soo adalah jaksa yang mewakili Ohsung dan memenangkan kasus itu untuk Ohsung.


Geum Joo lalu pergi mengunjungi Bok Gu di penjara. Dia mengaku senang permohonan bandingnya disetujui dan memberitahu Bok Gu kalau dia akan bersaksi dalam sidang ulangnya nanti. Bok Gu ragu akankah kesaksiannya bisa membantu dan memperingatkan Geum Joo untuk tidak mendua. Geum Joo bingung apa maksudnya dan berpikir kalau Bok Gu sedang mempermasalahkan hubungannya dengan Suk Woo


Bok Gu tersenyum geli mendengarnya dan menjelaskan bahwa. maksudnya yang sebenarnya, adalah dia ingin Geum Joo fokus pada satu kasus saja. Menyelamatkannya atau menyelamatkan anak-anak, pilih saja salah satu. Jika Geum Joo berusaha menyelamatkannya melalui sidang ulang maka Hakim mungkin akan mendapat tekanan dari para anggota Bincang Kuliner. Jika itu terjadi maka persidangan akan menjadi kacau.

Dia meyakinkan Geum Joo kalau dia akan menyelamatkan dirinya sendiri, jadi Geum Joo fokus saja untuk menyelamatkan anak-anak. Geum Joo jadi penasaran apa sebenarnya strategi Bok Gu?

Bok Gu yakin kalau saat ini Geum Joo sedang menyelidiki kasus hak cipta Sam Hon dan karwenanya dia menyarankan Geum Joo untuk membuat Dong Doo menggali perangkapnya sendiri di ruang sidang dengan cara menjadikan Dong Soo sebagai saksi.


Ye Ryeong mendapat surat panggilan sebagai saksi. Dia ingin menolak tapi Hye Joo menyarankannya untuk menghadiri sidang kkarena surat panggilan ini tidak bisa ditolak. Dia menginstruksikan Ye Ryeong untuk membantah tuduhan membayar orang dalam kasus gadis tunawisma. Dan karena Sekretarisnya Ye Ryeong yang membayar Lee Byun Dae, jadi Hye Joo menyuruh Sekretaris untuk meninggalkan negara ini sebelum sidang dimulai.


Gyeong Hwan dan Min Ah berkumpul di kantor Golden Tree sebelum sidang dimulai. Mereka saling memberi semangat sebelum mereka berangkat.


Setibanya di gedung pengadilan, para reporter langsung menyerbu Geum Joo dengan berbagai pertanyaan. Geum Joo hanya bisa mengatakan satu hal, "Kebenaran tidak bisa dibungkam"


Para pengacara Ohsung menonton berita persidangan ulang itu dengan cemas. Bok Gu tiba diruang sidang tak lama kemudian dan melihat Geum Joo sedang fokus mempelajari dokumen-dokumennya. Dia begitu terpesona dan memberitahu Geum Joo kalau Geum Joo terlihat paling cantik saat dia di ruang sidang, jadi Geum Joo harus semangat. Suk Woo menyela rayuan Bok Gu dengan menyuruh Bok Gu duduk di kursi saksi. Hye Joo datang bersama Ye Ryeong tak lama kemudian.


Persidangan pun akhirnya dimulai. Hakim terlebih dulu menyuruh para saksi untuk disumpah. Suk Woo lalu memanggil saksi pertamanya yaitu Min Ah dan menanyakan kejadian hari itu, mulai dari saat Min Ah dibawa ke villa oleh Seo Ji Ah hingga saat dia mengambil video perselingkuhan Ye Ryeong dan Tae Oh. Min Ah membenarkan semuanya, video itulah alasan dia diserang.


Giliran Jaksa Choi yang menanyai Min Ah. Dia meragukan ingatan Min Ah mengingat dia pernah koma dan tidak bisa bicara selama beberapa waktu setelah sadar dari komanya. Min Ah menegaskan kalau dia ingat semuanya walaupun dia tidak bicara waktu itu.

Saat Jaksa Choi menanyakan apa yang dilakukannya di villa, Min Ah mengaku kalau waktu itu dia dijanjikan bayaran dan dia dua kali ke sana. Mendengar itu, Jaksa Choi langsung menuduhnya menjual seks. Suk Woo langsung keberatan, waktu itu Min Ah masih dibawah umur dan dia dibawa kesana tanpa tahu akan apa yang dilakukannya. Tapi menurut Jaksa Choi, itu tidak mengubah kenyataan kalau Min Ah memang menjual seks.


Suk Woo lalu memanggil saksi selanjutnya yaitu Lee Byun Dae. Dia mengakui dirinya dibayar seseorang pada hari kejadian itu. Seorang lelaki membayarnya sebesar 7 juta won untuk mendapatkan ponselnya Min Ah.

 

Malam itu, Min Ah diturunkan di tengah jalan. Byun Dae langsung mengancamnya dengan pisau tapi waktu itu Min Ah sedang tidak membawa ponselnya. Byun Dae mengira dia bohong dan tepat saat itu juga dia mendengar seseorang mendekat. Maka dia pun menyeret Min Ah ke taman terdekat.

Min Ah yang ketakutan, berusaha menyuapnya dengan memberikan semua uang yang dimilikinya. Tapi Byun Dae terus memaksanya memberikan ponselnya. Min Ah berusaha melarikan diri saat ada kesempatan tapi Byun Dae menangkapnya dengan cepat. Tapi gara-gara itu, tak sengaja Min Ah tertusuk pisaunya Byun Dae.


Byun Dae mengira kalau Min Ah sudah mati waktu itu. Dia jadi ketakutan dan melarikan diri. Dia mengaku menyembunyikan pisau yang dia gunakan waktu itu dibawah kasur. Polisi Busan sudah mengambilnya dan dia sudah mengakui kejahatannya.

"Lalu bagaimana anda bisa dibebaskan?" tanya Suk Woo. "Apa anda mengubah kesaksian saat diinterogasi oleh kejaksaan?"

Byun Dae melirik Jaksa Jung di belakang dan menyangkal. Dia mengaku kalau dia mengakui segalanya selama dia diinterogasi. Tapi dia malah diberitahu kalau kasusnya sudah ditutup dan dia dilepas. Selama ini dia merasa tersiksa karena dia kira Min Ah sudah mati. Dia sungguh senang saat mengetahui Min Ah ternyata masih hidup.


Sekarang giliran Jaksa Choi yang menanyai Byun Dae dan menanyakan dia gunakan untuk apa uang yang diberikan kepadanya itu. Byun Dae jujur mengakui kalau dia menggunakannya untuk membeli narkoba.

Jaksa Choi tersenyum mendengarnya dan memanfaatkan pengakuan itu untuk meragukan kesaksian seorang pecandu narkoba. Lalu sambil melirik Bok Gu, dia menduga kalau Byun Dae dibayar seseorang untuk memberi kesaksian palsu.


Geum Joo memanggil saksi selanjutnya yaitu Ye Ryeong. Saat ditanya apakah dia mengenal Tae Oh secara pribadi, Ye Ryeong menyangkalnya dan mengklaim kalau dia hanya pernah berpapasan beberapa kali karena Tae Oh adalah model Ohsung Fashion. Dia panik melirik Hye Joo saat Geum Joo memutar video itu.

Atas instruksi Hye Joo, dia menyangkal dirinya adalah wanita dalam video itu dan menuduh video itu manipulasi. Geum Joo langsung menunjukkan laporan pernyataan ahli yang menyatakan kalau video itu bukan rekayasa. Bagaimana Ye Ryeong akan menjelaskannya? Ye Ryeong bersikeras kalau itu video rekayasa untuk menjatuhkannya dari posisi direktur di perusahaan.


"Jadi maksud anda, wanita dalam video itu adalah aktor pengganti?"

Ye Ryeong langsung naik pitam dan melabrak Geum Joo, tidak terima diperlakukan seperti ini padahal Geum Joo dulu pernah membelanya. Tapi Geum Joo sama sekali tidak mempedulikan kemarahannya dan bertanya apakah Ye Ryeong memerintahkan sekretarisnya untuk mendapatkan video itu dengan membayar Lee Byun Dae? Ye Ryeong menolak menjawab dan menolak ditanyai lebih lanjut.
 

Maka Geum Joo pun memanggil Byun Dae lagi. Dia menunjukkan foto beberapa orang dan meminta Byun Dae untuk mengidentifikasi orang yang membayarnya waktu itu. Saat Byun Dae menunjuk Sekretarisnya Ye Ryeong, Geum Joo bertanya apakah Ye Ryeong masih akan terus ngotot menyangkal keaslian video itu?


Di tengah persidangan, Anak Buahnya Bok Gu mendapat telepon dari seseorang. Dia pun langsung pergi ke kantor BIN. Atasannya memberitahu kalau mereka mendapat permintaan kerja sama dari BIN Inggris untuk menangkap Alan Baston.

Bersambung ke part 2

No comments :

Post a Comment