January 16, 2017

Woman With a Suitcase Episode 13- 2

 

Dalam persidangan kedua, Geum Joo dan Hye Joo bertemu di depan gedung pengadilan. Geum Joo melihat Hye Joo sudah mencopot lencana pengacaranya dan berpikir kalau Hye Joo ternyata masih punya hati nurani. Tapi Hye Joo menyangkalnya, dia hanya baru sadar kalau benda itu tidak begitu berharga. Dia datang hari ini hanya untuk menyaksikan kekalahan Geum Joo.


Geum Joo menitip pesan, meminta Hye Joo memberitahu Ye Ryeong bahwa walaupun mereka kalah nantinya, tapi itu bukan akhir. Hye Joo memberitahu Geum Joo bahwa dialah yang sekarang berada di sisi Ye Ryeong. Dia dan Ye Ryeong memiliki banyak kesamaan.


Sidang dimulai dengan Jaksa Choi menunjukkan laporan bukti perkiraan waktu kematian korban dengan melakukan simulasi suhu luar dan suhu air pada waktu kejadian.

Detektif dipanggil kembali sebagai saksi. Dalam tes simulasi itu, mereka menggunakan anjing sebagai percobaan. Dan dengan membandingkannya dengan suhu tubuh korban, mereka memperkirakan waktu kematian korban setelah jam 5 pagi atau lebih tepatnya, setelah terdakwa pergi dari tkp. Anna heran mendengarnya, katanya mereka tak punya anggaran untuk melakukan tes itu.


Saksi kedua adalah Peneliti No yang bersaksi tentang adanya lebam mayat yang tak tuntas, yang menandakan bahwa tubuh korban dipindah sehingga diperkirakan waktu kematian korban sekitar pukul 3 hingga 5 pagi.

Mengingat Bok Gu terekam kamera cctv sebelum pukul 5 pagi, Geum Joo pun menuntut Jaksa Choi untuk menjelaskan bagaimana caranya terdakwa bisa berada di tkp dan melakukan pembunuhan sebelum pukul 5 pagi.


Hakim memanggil Alan Baston sebagai saksi berikutnya, tapi Jaksa Choi beralasan kalau Alan tidak bisa hadir karena merasa keselamatannya terancam dan karena dia WNA jadi mereka tidak bisa memaksanya. Suk Woo minta izin pada Hakim untuk mengungkapkan beberapa informasi yang mereka dapat tentang Alan Baston.

Berdasarkan surat dari biara yang mereka terima dari Perancis, Alan memang pernah terdaftar jadi pendeta tahun 2004, namun saat ini kegiatannya tidak diketahui. Alan juga pernah terlibat dalam sebuah insiden misterius di luar negeri. Jaksa Choi langsung keberatan dan menyatakan tidak ada bukti bahwa orang yang Suk Woo maksud adalah saksinya.


Geum Joo bertanya apakah Jaksa Choi mempercayai semua kesaksian Alan Baston. Jaksa Choi mengiyakannya dengan senyum liciknya.


Geum Joo berkata bahwa ada fakta berbeda dari kesaksian Alan Baston dan karenanya dia memanggil saksi selanjutnya, yaitu pemilik laundry. Geum Joo menunjukkan gambar kemejanya Bok Gu. Pemilik Laundry membenarkan jika itu memang kemejanya Bok Gu dan kemeja itu ada di tokonya pada hari pembunuhan. Pemilik Laundry membuktikannya dengan menunjukkan bukti buku catatannya.

Geum Joo bertanya apakah ada sesuatu yang khusus dalam pakaian itu, misalnya lumpur atau darah? Pemilik Laundry membuka buku catatannya dan mendapati catatan tentang bajunya Bok Gu hanya hilang kancing ketiga saja.

Geum Joo bertanya apakah kesaksian Alan Baston yang katanya melihat Bok Gu mengenakan baju itu pada hari kejadian, bisa jadi salah. Pemilik Laundry tertawa, baju itu ada padanya jadi mana mungkin Bok Gu memakainya. Bok Gu juga belum bayar, jadi tidak mungkin dia kembalikan.


Ia lalu menoleh ke Bok Gu dan memberitahunya untuk bayar denda selama 2 tahun. Penonton tertawa mendengarnya. Paralegal Hwang senang, akhirnya permainan akan usai. Geum Joo memberitahu pengadilan bahwa pencarian bukti-bukti ini bak remah-remah roti dalam kisah Hansel and Gretel. Dan karenanya ia meminta pada hakim untuk tidak meremehkan bukti-bukti ini.

Anna terkagum-kagum dan langsung memimpin para penonton untuk memberikan tepuk tangan riuh untuk Geum Joo. Beberapa saat kemudian, semua oang dipanggil kembali ke ruang sidang untuk mendengarkan keputusan hakim.


Sayangnya, walaupun sudah ada bukti bahwa kemeja itu ada di binatu saat pembunuhan berlangsung, hakim memutuskan bahwa bukti itu dan juga perkiraan dokter dari Jerman, tidak cukup untuk menyangga bukti yang lain. Karena itulah Bok Gu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Semua orang shock kecuali komplotan Ohsung.


Bok Gu pun dikawal oleh dua polisi setelah persidangan usai. Para reporter langsung mengerubunginya tapi Bok Gu tetap diam dan hanya menatap Geum Joo yang sedih.


Kembali ke kantor, Anna menangis mengeluhkan keputusan Hakim itu. Geum Joo tetap tenang dan berusaha menenangkan Anna.


Suk Woo juga tidak mengerti kenapa Bok Gu tetap divonis bersalah saat mereka memiliki banyak bukti yang bisa mematahkan argumen jaksa. Dia bertanya apakah mereka harus naik banding. Tapi tepat saat itu juga, Geum Joo mendapat telepon dari Detektif Kim tentang Gyeong Hwan.


Mereka pun pergi ke kantor polisi. Detektif Kim mengaku bahwa sebenarnya selama ini juga mencari Gyeong Hwan. Tak lama setelah Gyeong Hwan dibebaskan ada rumor yang mengatakan kalau penjahat yang sebenarnya ditemukan.

Tersangka adalah seorang pengguna narkoba dan dia sendiri mengakui kejahatannya saat dia memamerkan pisau yang disimpannya kepada temannya. Tapi waktu itu jaksa yang bertugas, Jaksa Jeong, membebaskan tersangka dengan alasan kurang bukti.

Saat tengah menyelidiki keberadaan Gyeong Hwan dia menemukan surat dari pemerintah kota. Ternyata pemerintah kota sering menerima surat-surat ini dari rumah sakit jiwa terdekat, Detektif Kim menduga kalau itu dari Gyeong Hwan.


Gyeong Hwan yang tampak linglung, tengah menulis pengakuan tentang dirinya sebagai pelaku  kasus gadis tunawisma. Saat Geum Joo dan Suk Woo datang, Gyeong Hwan langsung berlutut dengan gemetar ketakutan sambil memohon maaf berulang kali.

Geum Joo dengan lembut menggenggam tangan Gyeong Hwan dan berusaha menenangkannya. Tapi Gyeong Hwan terus gemetar ketakutan sambil mengakui dirinya sebagai pembunuh Min Ah.


Keluar dari sana, Geum Joo menangis dan merasa bersalah karena dia merasa apa yang terjadi pada Gyeong Hwan adalah kesalahannya.


Di Ohsung, Hye Joo melaporkan penemuan Gyeong Hwan pada Dong Soo tapi pikiran Gyeong Hwan tidak waras. Mereka yakin kalau sekarang Geum Joo pasti akan mengajukan permohonan banding atas kasus gadis tunawisma.


Saat Ye Ryeong mengetahuinya, dia langsung panik memohon pada Hye Joo untuk menangani masalah ini. Hye Joo senang mendapat kepercayaan Ye Ryeong dan berjanji akan berusaha sebaik mungkin.


Geum Joo mendatangi Hye Joo di kantornya untuk memberitahu kalau dia akan naik banding dalam kasus gadis tunawisma. Dia menyadari untuk meluruskan kesalahan ini, dia harus mengungkapkan rahasia mereka: bahwa kasus itu terjadi karena pertemuan rahasia antara Ye Ryeong and Tae Oh.

Hye Joo mendengus remeh, memangnya bagaimana Geum Joo akan mengungkapkan kasus ini padahal dialah pengacara pembela kasus itu dulu. Geum Joo mengingatkan bahwa Hye Joo dulu hanya avatarnya, jadi sekarang Hye Joo harus mengembalikan file kasus itu kepada pemilik aslinya.


Hye Joo menyetujuinya dengan senyum licik lalu memberikan satu tong penuh sisa-sisa kertas yang sudah hancur. Kesal, Geum Joo langsung menuang seluruh isi tong sampah itu ke atas kepala Geum Joo.


Jaksa Jung menyarankan agar mereka mencegah naik bandingnya Geum Joo. Bahaya jika orang-orang yang tahu kalau semua yang terlibat dalam kasus ini bekerja untuk organisasi yang sama.

Cemas, Dong Soo langsung pergi mendatangi Bok Gu di penjara untuk mengancamnya. Sebaiknya Bok Gu menghentikan usaha Geum Joo untuk naik banding atau hidup Geum Joo akan berada dalam bahaya.


Suk Woo mengaku cemas akan Gyeong Hwan jika mereka mengajukan banding atas kasus ini. Geum Joo juga merasa tidak akan mudah mengingat ketakutan hebat yang dialami Gyeong Hwan. Suk Woo bertanya-tanya apakah Geum Joo benar-benar akan naik banding? Apa tidak sebaiknya mereka membiarkannya saja? Dia rasa itu akan lebih berperikemanusiaan bagi Gyeong Hwan.

Selain itu, membuka kasus ini kembali hanya akan membahayakan hidup semua orang termasuk Geum Joo.  Tapi Geum Joo tidak mau Gyeong Hwan hidup seperti itu terus. Dia percaya bahwa satu-satunya cara agar Gyeong Hwan bisa hidup layaknya manusia adalah dengan naik banding. Dia membutuhkan permintaan maaf dari orang-orang yang telah melakukan hal itu padanya.

"Apa permintaan maaf itu lebih penting daripada dirimu, Pengacara Cha?"

"Jika bertanya bagaimana perasaanku sekarang, itulah yang kurasakan. Aku sungguh ingin mengungkap kebenaran kasus itu dengan naik banding. Aku yang akan melindungi anak-anak itu.  Seperti yang kau tahu, aku tidak punya banyak. Jadi hanya itu yang harus kulindungi."


Keesokan harinya, Geum Joo membawa Min Ah ke pusat forensik untuk mencocokkan DNA Min Ah dengan DNA korban kasus gadis tunawisma. Mereka senang, akhirnya Min Ah bisa mendapatkan identitasnya kembali.


Goo Tae mendapat perintah dari Bok Gu 7ntyk mengirimkan foto mesra Ye Ryeong dan Dong Soo pada Tae Oh. Begitu Tae Oh mendapatkan foto-foto itu, dia langsung menelepon Ye Ryeong. Tapi yang mengangkatnya adalah Asistennya Ye Ryeong yang menyampaikan pesan kalau Ye Ryeong tidak mau dihubungi sementara waktu.

 

Geum Joo pun mulai mengetik pengajuan naik bandingnya.  Suk Woo membantunya mencari file kasus itu, tapi sulit karena kasus itu sudah lama ditutup. Suk Woo lalu meminta pada Detektif Kim untuk memberikan identitas orang yang mengaku sebagai pelaku kasus Min Ah.


Sementara itu, Geum Joo mendatangi Gyeong Hwan lagi dan mendekatinya dengan penuh kesabaran hingga Gyeong Hwan mulai merasa nyaman dengannya.

"Ada kalanya membela seseorang itu terasa seperti cinta sepihak. Hingga terdakwa percaya dan menerimaku, yang bisa kulakukan hanya mendekat dan menunggu untuk waktu yang lama. Ada kalanya tak ada yang bisa kulakukan."


Ia lalu pergi mencari data-data kasus itu tapi data kesaksian Gyeong Hwan tak ada di sana. Geum Joo berpikir bahwa di negara ini baru ada 5 kasus pidana yang naik banding. Kenapa dia harus mengejar pekerjaan yang sulit, apa untuk mengungkap keberadaan hukum? Jawabannya tidak, "Aku hanya merasa marah."

Geum Joo terua sibuk disana sampai lupa waktu dan petugas terpaksa harus mengusirnya. Tepat saat dia hendak pulang, dia mendapat sms dari Tae Oh yang memintanya untuk bertemu, ada yang harus dia bicarakan dengan Geum Joo.


Mereka pun bertemu di pinggir sungai. Dia mengaku bahwa semua ini karena Ye Ryeong. Geum Joo bertanya apa alasan Tae Oh mengakuinya karena bisa saja ini cuma jebakan. Tae Oh hanya merasa dirinyav sendiri yang akan celaka. Karena itulah dia ingin mencelakai mereka terlebih dulu sebelum merwka mencelakainya.

Geum Joo pun mulai merekam semua pengakuan Tae Oh di ponselnya. Dia mengakui hubungan terlarang antara dirinya dan Ye Ryeong pada saat yang bersamaan dengan acara Bincang Kuliner yang pada akhirnya mencelakai Min Ah.


Setelah itu, mereka pun mau pulang. Tapi Alan tiba-tiba menyapa mereka dari kejauhan dengan sok akrab lalu memerintahkan Geum Joo untuk meninggalkan ponselnya dan pulang.


Geum Joo menolak, tidak terima diperintah seperti itu dan langaung menyembunyikan ponselnya di belakang punggungnya saat Alan mulai mendekat. Alan berkata bahwa selama membuntuti Geum Joo, dia mulai menyukai Geum Joo sebagai seorang pribadi.

"Kalau begitu, enyahlah diam-diam. Saat ini aku memiliki rekaman yang sangat penting dan harus pergi ke kejaksaan."


Saat Tae Oh berusaha menyela, Alan langsung berbalik mengancamnya. Geum Joo memanfaatkan saat itu untuj berjalan kembali ke mobilnya. Tapi Alan tiba-tiba menodongkan pistol ke Tae Oh untuk menghentikan Geum Joo.

sambil mengarahkan pistolnya ke Geum Joo, dia mengancam akan membunuh Geum Joo jika Geuum Joo tidak menyerahkan ponsel itu padanya.  Tapi Geum Joo tetap menolak, tembak saja kalau dia mau karena saat ini rekaman itu adalah hidupnya.

Alan mencoba menakutinya dengan melepas dua  tembakan di dekatkaki Geum Joo. Tapi Geum Joo tak gentar sedikitpun.  Geum Joo berjalan kembali ke mobilnya dengan santai. Wah, Alan kagum. Karena itulah dia menyukai Geum Joo. Dia mengangkat kembali pistolnya dan melepas tembakan.

Bersambung ke episode 14

4 comments :

  1. Makin tegang...ditunggu lanjutannya mba

    ReplyDelete
  2. Makin penasaran..mba dtunggu kelanjutan y

    ReplyDelete
  3. Makin penasaran aja nih, ditunggu Sinopsis Drama selanjutnya ya mba...

    Follow juga blog aku ya mba...
    Sinopsis Drama Korea 2017
    Drama Korea 2017

    ReplyDelete
  4. penasaran.. ditunggu Mbak lanjutannya.. Fighting!..

    ReplyDelete