January 2, 2017

The Good Wife Episode 16 - 2 Final


Persidangan dimulai dan Do Sub sebagai jaksanya memanggil Myung Hee sebagai saksi, sedangkan Tae Joon hanya duduk di kursi penonton untuk memantau persidangannya. Do Sub bertanya pada Myung Hee, apa dia merasa ada transaksi rahasia yang terjadi di tim bisbol, sehingga dia tak pernah melihat adiknya sendiri bertanding bisbol? Myung Hee menjawab kalau dia tidak menonton karena dia tidak tertarik pada bisbol. Tak berhasil membuat Myung Hee gentar, Do Sub langsung membahas tentang kasus rabat pajak dan bertanya kenapa Joong Won yang menangani kasusnya. Myung Hee menjawab karena Joong Won merasa percaya diri dengan kasusnya.



Do Sub pun membahas tentang pergantian pengacara menjadi Joong Won bertepatan dengan pergantian hakim, dimana hakim di ganti menjadi Hakim Moon karena hakim sebelumnya mundur karena kematian ayahnya. 

“Saat Hakim Moon Young Jin mengambil alih, Seo Joong Won bilang dia mau mengambil kasusnya, bukan?” tanya Do Sub. 

“Ya, benar,” jawab Myung Hee. 

“Bukankah katanya dia akan menang meskipun sudah jelas dia akan kalah?”

“Benar...,” jawab Myung Hee dan ketika Myung Hee hendak memberi penjelasan, Do Sub langsung mengakhiri pertanyaannya. 



Giliran Hye Kyung yang bertanya dan dia membahas kenapa Joong Won mengajak Myung Hee bergabung dengan tim bisbol padahal Myung Hee tak suka bisbol. “Seperti kecurigaan jaksa, apa dia bilang itu kesempatan untuk bertemu dengan hakim?” tanya Hye Kyung dan Myung Hee langsung menjawab tidak, karena alasan Joong Won mengajaknya adalah agar Myung Hee bertepuk tangan untuknya ketika Joong Won mencetak home run. 

Hye Kyung lalu bertanya pendapat Myung Hee mengenai tim bisbol yang Joong Won bentuk dan Myung Hee berkata kalau itu adalah ide bagus untuk membantu ahli hukum bersantai lewat olahraga. Selain itu, hal itu juga lebih baik daripada pergi ke bar setiap malam. 

“Tapi itu juga bisa menjadi sasaran jaksa seperti sekarang,” tambah Myung Hee menyindir pihak Jaksa. Saat ditanya kenapa Joong Won begitu percaya diri dalam menghadapi kasus tersebut, Myung Hee menjawab kalau Joong Won memang selalu percaya diri, walau kasusnya tidak menguntungkan, sebab Joong Won selalu bilang kalau keutamaan pengacara itu adalah rasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri tidak berdasar terkadang membuatnya menang. 

“Keberatan. Itu tafsiran yang asal-asalan,” ucap Do Sub dan keberatannya diterima oleh hakim. Hye Kyung kemudian bertanya pada Myung Hee tentang alasannya menyerahkan kasus rabat pajak itu pada Joong Won. Apa semua itu karena Joong Won sudah mengenal hakimnya?

Myung Hee sempat terdiam mendapat pertanyaan itu dan dia kemudian mengaku kalau saat itu dia sakit. “Penyakit umum yang bisa diderita oleh wanita mana pun, tapi saya tahu banyak orang akan salah paham karena saya belum menikah. Saya tidak ingin memberitahukannya, jadi, saya merahasiakannya. Begitu adik saya mengetahuinya, dia meminta untuk mengambil alih,” ucap Myung Hee dan untuk memperkuat pernyataan Myung Hee, Hye Kyung menyerahkan rekam medis dari geinekolongnya pada hakim. 


“Saksi dirawat di rumah sakit tiga hari karena mioma uteri. Itulah sebabnya Pengacara Seo mengambil alih kasusnya,” ucap Hye Kyung dan setelah memeriksa rekam medisnya, hakim mengistirahatkan persidangan untuk sementara waktu. 


Diluar tempat sidang, Joong Won berkata kalau dia tak tahu Myung Hee sakit dan Myung Hee balik bertanya kenapa seorang pengacara harus bilang kalau dia sakit? Myung Hee pun terpaksa mengungkapkan tentang penyakitnya untuk menyelamatkan Joong Won. Dia melakukannya untuk Joong Won karena mereka adalah keluarga. Myung Hee juga menjelaskan kalau alasan dia meminta Joong Won mundur bukan karena tidak percaya pada Joong Won, semua karena Joong Won bisa melakukan hal-hal yang tidak akan bisa Myung Hee lakukan dan selain itu, Myung Hee ingin melindungi Joong Won dari semua orang selama proses persidangan. 



Hye Kyung muncul dan Myung Hee berkata kalau dia sudah membantu sebisanya, jadi sisanya dia serahkan pada Hye Kyung. Hye Kyung pun berkata kalau dia akan berusaha memenangkan kasusnya, jadi Myung Hee tak perlu khawatir. Setelah Myung Hee pergi, Hye Kyung duduk disamping Joong Won dan mereka hanya saling melihat dan tersenyum.


Persidangan kembali dimulai dan pengacara Lee yang menjadi saksi. Do Sub memperlihatkan sebuah artikel wawancara Joong Won dan untuk pembukaan, pengacara Lee ikut di wawancara untuk memperkenalkan Joong Won. Dalam wawancaranya, pengacara Lee menyebutkan kalau Joong Won menarik karena licik, jadi Do Sub meminta pengacara Lee untuk menjelaskannya. 

“Sepertinya Anda tidak paham. Persis seperti tulisan saya. Dia menarik seperti saya,” jawab pengacara Lee. 

“Kalimat berikutnya, "Moralitasnya berada di ambang batas dan tidak akan pernah membuat kliennya kalah. Jika untuk memenangi perkara, dia pria nakal yang bersedia untuk melakukan kejahatan. Begitulah kalimatnya,” ungkap Do Sub dan Pengacara Lee berkata kalau pada saat itu, pria nakal sedang tren, jadi karena itulah dia menulis seperti itu dalam wawancaranya. 

“Akhir-akhir ini, dia berubah menjadi pria baik. Dia jauh lebih menarik saat menjadi pria nakal,” tambah pengacara Lee dan Joong Won sedikit tersenyum mendengarnya. Do Sub kemudian membahas tentang kasus perceraian Hakim Moon Young Jin yang pengacara Lee tangani dan bayaran yang pengacara Lee terima jauh lebih rendah dari biasanya. Pengacara Lee menambahkan kalau pekerjaannya mudah, jadi dia menerima jumlah yang pas.

“Siapa yang memberikan pekerjaan itu? Seo Joong Won?” tanya Do Sub dan pengacara Lee mengiyakan. “Anda yakin itu bukan balasan karena memenangkan Firma Hukum MJ dalam gugatan restitusi pajak?” tanya Do Sub lagi danPengacara Lee menjawab kalau memang benar seperti itu maka Joong Won akan menangani kasus itu sendiri, bukan malah diberikan padanya. Karena Do Sub masih ngotot mengatakan kalau Joong Won membiarkan hakim Moon membayar dengan bayaran rendah sebagai balasan memenangkan kasus, Hye Kyung langsung mengatakan keberatannya dengan alasan kalau Do Sub tidak bisa membedakan antara argumen dan kebenaran. Keberatan Hye Kyung diterima dan sekarang giliran Hye Kyung yang bertanya pada pengacara Lee. 



“Jaksa mengklaim firma hukum kita menerima bayaran lebih rendah saat mengurus kasus cerai Hakim Moon Young Jin. Benarkah itu?” tanya Hye Kyung. 

“Tidak. Ada kasus-kasus saya yang bayarannya lebih rendah,” jawab pengacara Lee yang menyebut nama Jaksa Choi sebagai contohnya, selain itu juga saat firma mereka mengurus sidang banding Tae Joon. Semua itu mereka lakukan, karena firma mereka memang selalu memberi diskon pada orang-orang yang berasal dari bidang hukum. Untuk mendukung pernyataan pengacara Lee, Hye Kyung memberikan data pembayaran milik firma JM. 



“Jika rendahnya biaya jasa untuk Hakim Moon Young Jin adalah penyebab kecurigaan ini, Jaksa Lee Tae Joon juga harus diselidiki,” ucap Hye Kyung memberi kesimpulan dan Tae Joon tersenyum mendengarnya.

Keluar ruang sidang, Hye Kyung berterima kasih pada pengacara Lee karena dia sudah mau membantu persidangannya dan pengacara Lee menjawab kalau Hye Kyung tidak perlu berterima kasih karena apa yang dia lakukan sangatlah mudah. Pengacara Lee lalu berkomentar kalau Hye Kyung sangat sadis, dia tak tahu Hye kYung bisa beradu seperti itu. Hye Kyung pun menjawab kalau pekerjaan adalah pekerjaan. 


Hye Kyung bersiap pulang dan Joong Won menungguinya. Tepat disaat itu, Tae Joon menelpon dan mengajak Hye Kyung ketemuan untuk membicarakan sesuatu tentang Joong Won. Mereka kemudian bertemu di sebuah bar. Sebelum membicarakan tentang Joong Won, Tae Joon membahas tentang perceraian mereka yang sudah diberitahukan kepada kedua anak mereka. Membahas tentang perceraian, Hye Kyung pun bertanya kapan berkasnya akan di serahkan. 



“Apa aku masih bisa bertemu dengan anak-anak?” tanya Tae Joon dan Hye Kyung mengiyakan karena kedua anak mereka tidak ada kaitannya dengan hubungan mereka. 


“Itukah alasanmu menemuiku?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon kemudian menunjukkan beberapa foto yang memperlihatkan kalau Joong Won menemui Hakim Moon Young Jin secara pribadi.

“Joong Won menemui Hakim Moon Young Jin. Dia menemuinya sehari setelah aku menyebut nama Hakim Moon,” ungkap Tae Joon dan Hye Kyung menebak kalau Tae Joon pasti sengaja melakukannya. Hye Kyung kemudian bertanya apa Jaksa Choi berada di pihak Tae Joon juga selama ini?

“Aku memintanya membantuku. Aku penasaran dengan reaksi Joong Won jika dia tahu informasi yang kutahu. Kamu mengerti? Joong Won tidak sebersih dugaanmu. Dia hanya berlagak bersih di depanmu,” ungkap Tae Joon dan Hye Kyung bertanya apa tujuan Tae Joon mempersidangkan semua itu karena ingin memperlihatkan jati diri Joong Won di depan dia. Tae Joon menjawab kalau dia hanya ingin Hye Kyung membuka matanya.


“Kau selalu memulai penyidikan setelah memilih tersangkanya. Karena itu kau berani memasang perangkap. Hal itu tidak masalah karena lawanmu memang penjahat. Kamu bersedia melakukannya agar bisa menangkap penjahat,” ucap Hye Kyung yang sudah hapal betul bagaimana cara kerja Tae Joon. Namun Tae Joon langsung membantah, dia mengaku tidak melakukan apapun, dia hanya menunggu Joong Won jatuh ke dalam perangkapnya sendiri. 

Tae Joon juga mengungkapkan kalau Joong Won sudah dinyatakan bersalah, pihak jaksa akan melakukan kesepakatan. Mereka akan meminta Joong Won menyebutkan hakim-hakim yang menerima suap dan hukuman Joong Won akan dikurangi. 

“Kamu sudah merencanakan semua ini? Kamu berupaya menjadi jaksa yang terbaik di kota ini? Setelah itu, kamu akan menjadi anggota Majelis Nasional?” tanya Hye Kyung dan Tae Joon mengaku kalau dia memberitahu semuanya pada Hye Kyung demi Hye Kyung sendiri, karena kalau Tae Joon melakukan semua itu demi dirinya, maka dia akan membiarkan Hye Kyung langsung melihat Joong Won hancur. 

“Aku hanya mencemaskanmu. Jadi, aku repot-repot melakukan ini. Meskipun dia tidak mengaku, aku bisa memenjarakan semuanya. Kamu sudah berbuat banyak. Jangan datang ke sidang besok. Kalau tidak, kamu akan malu,” ucap Tae Joon. 

“Tidak. Kamu hanya memikirkan diri sendiri. Mungkin kamu mau melihatku kecewa di depanmu. Benar, bukan?” tanya Hye Kyung.



Keesokanharinya, Hye Kyung tetap datang ke persidangan dan ternyata yang menjadi jaksa penuntut adalah Tae Joon sendiri. Saat Tae Joon berkata kalau dia sudah memberitahu Hye Kyung untuk tidak datang, Hye Kyung menjawab kalau dia adalah pengacara, jadi dia harus bertanggung jawab sampai kasus selesai. 


Hakim datang dan Tae Joon langsung kalau hari ini dia akan menanyai tergugat dan tak membuang waktu lama, Joong Won pun langsung pergi ke kursi saksi. Setelah Joong Won membacakan sumpahnya, Tae Joon tanpa basa basi lansung bertanya apa akhir-akhir ini Joong Won baru bertemu dengan hakim Moon Young Jin dan Joong Won mengiyakan, karena mereka memang makan siang bersama. 



Tae Joon lalu menunjukkan foto yang dia punya, dalam foto itu Joong Won memberikan sebuah amplop pada Jaksa Moon dan Tae Joon meminta Joong Won untuk menjelaskannya. Joong Won menjawab kalau itu adalah uang donasi bagi UNICEF untuk vaksin demam kuning di Afrika. Mendengar itu Tae Joon dan Do Sub terlihat kaget. 

Tae Joon tertawa, karena dia menyadari sudah salah kira. Dia kemudian bertanya berapa jumlah uangnya. Joong Won menjawab lima ribu dolar.


“Bukankah itu terlalu besar untuk diberikan kepada UNICEF?” tanya Tae Joon. 

“Benar.”

“Maka jujurlah. Kenapa Anda memberikan uang itu?”

“Hakim Moon sudah banyak bercerita tentang demam kuning di Afrika. Dia bilang vaksinnya kurang dan banyak anak meninggal. Dia berkata hakim dan UNICEF membuat perjanjian untuk menghimpun donasi. Jadi, saya berpartisipasi.”

“Bukankah mencurigakan Anda memberinya uang tepat sebelum penyidikan?” tanya Tae Joon.

“Sebenarnya, saya pernah membela pabrik mainan yang mengandung timah. Meskipun melihat anak-anak meninggal karena keracunan timah, saya menunda sidang untuk mengulur waktu. Pada akhirnya, saya menang. Setelah itu, saya menjadi terkenal karena jahat.”

“Jawab saja pertanyaan saya.”

“Sejak saat itu, saya mendonasikan uang saya untuk tujuan baik untuk menebus kesalahan. Bukan hanya kepada Hakim Moon, tapi saya sering menyumbang ke beragam acara amal. Jaksa Lee. Jika mengira saya menyuapnya, Anda salah besar,” sambung Joong Won dan Tae Joon sudah tak bisa berkata-kata lagi. 



Flashback!
Setelah Hye Kyung dan Joong Won melakukan rapat dengan yang lain. Hye Kyung meminta Joong Won untuk menceritakan yang sebenarnya, karena dia bisa memahaminya. Joong Won pun mengaku tak memberitahu semuanya pada Hye Kyung karena takut Hye Kyung salah paham. 

“Aku tidak tahu tentang orang lain, tapi di depanmu, aku hanya mau menunjukkan sisi baikku,” ungkap Joong Won. 

“Jangan khawatir. Tae Joon akan menyerang kita dengan kasus itu. Mungkin dia akan menjebak dengan membocorkan informasi. Dia selalu menang dengan cara itu. Kita harus memakan umpannya jika ingin menang. Itu akan memberi kita peluang untuk membalik keadaan. Tapi hal itu mustahil, kecuali kamu memang tidak bersalah,” jelas Hye Kyung dan Joong Won mengaku kalau dia memang tidak bersalah. 

Yakin kalau Joong Won memang tidak bersalah, Hye Kyung pun menyuruh Joong Won untuk menemui Hakim Moon secara sengaja dan memberikan uang tersebut. Semua itu Hye Kyung rencanakan karena dia tahu kalau Tae Joon pasti menyuruh orang untuk mengikuti Joong Won dan mengambil gambar transaksi tersebut. 
Flashback End!



Tae Joon tahu kalau semua itu sudah direncanakan dengan baik oleh Hye Kyung dan Hye Kyung berhasil menjebaknya. Tae Joon kemudian bertanya pada Joong Won, bagaimana Joong Won bisa membuktikan kalau uang itu benar-benar di kirim ke UNICEF?

Sebelum Joong Won menjawab, Hye Kyung menyela dengan mengatakan kalau dia punya bukti tanda terima bahwa 5.000 dolar dari Seo Joong Won di kirim ke UNICEF dan diatur oleh hakim Moon. 



Persidangan selesai dan Tae Joon mengikuti Hye Kyung keluar ruangan sidang. Tae Joon mengucapkan selamat pada Hye Kyung karena dia berhasil memenangkan persidangan. Hye Kyung menjawab kalau persidangan belum selesai, namun Tae Joon berpendapat kalau mereka berdua tahu bagaimana hasil akhir persidangannya nanti. Tae Joon juga mengaku kalau dia tadinya meremehkan kemampuan Hye Kyung. Saat Hye Kyung bertanya apa Tae Joon masih berpikir kalau Joong Won menyuap, Tae Joon mengiyakan, lalu berjalan pergi. 


Keluar gedung peradilan, Joon Ho menghampiri Hye Kyung dan mengatakan kalau Jaksa Choi ingin menemuinya. Mereka kemudian bertemu disebuah restoran dan Jaksa Choi terang-terangan berkata kalau Tae Joon akan tumbang setelah keputusan pengadilannya keluar. Seperti perjanjian mereka sebelumnya, sekarang Jaksa Choi meminta Hye Kyung untuk memberinya informasi. 

“Kapan aku menjanjikannya? Jaksa Choi. Kamu memberiku informasi atas perintah Tae Joon. Setelah dia tidak punya kekuatan, kamu mengkhianatinya? Kalian selesaikan saja sendiri,” ucap Hye Kyung dan hendak pergi, namun Jaksa Choi mencegahnya. Jaksa Choi kemudian mengancam Hye Kyung dengan berkata kalau dia akan membeberkan foto-foto Hye Kyung bersama Joong Won kalau Hye Kyung tak mau memberikan informasi yang Jaksa Choi butuhkan. 

“Beberkan saja semaumu. Aku berhubungan dengan Joong Won. Aku akan menceraikan suamiku,” ucap Hye Kyung tak takut pada ancaman Jaksa Choi. 

“Bagaimana dengan keluargamu?”

“Jaksa Choi, kamu sama sekali tidak peduli dengan keluargaku. Aku akan bertanggung jawab atas pilihanku. Selain itu, ini bukan urusanmu. Kamu pun gagal mempertahankan keutuhan keluargamu,” jawab Hye Kyung dengan berani dan pergi.


Di luar restoran, Hye Kyung berpapasan dengan Joon Ho. Setelah Hye Kyung pergi, Tae Joon langsung menghubungi seseorang dan mengatakan kalau Hye Kyung baru saja pergi. Ternyata orang yang Joon Ho telepon adalah Tae Joon.

Hye Kyung sudah berada dirumah dan dia terlihat bimbang dan gusar karena anak-anak akan tahu hubungan dia dan Joong Won.


Jaksa Choi menelpon Reporter Kim dan berkata kalau dia punya informasi bagus, jadi dia mengajak si reporter untuk membicarakannya malam ini sambil minum. Tepat disaat itu Tae Joon muncul dan Joon Ho langsung pidah posisi di samping Tae Joon. Tae Joon datang untuk membicarakan tentang penyidikan internal. 



Hye Kyung mendapat telepon dari Myung Hee dan mengabarkan kalau kejaksaan mencabut tuduhan terhadap Joong Won, sedangkan Tae Joon sekarang sedang menangkapi para hakim. 

“Dia mengusut hakim secara terpisah dari sidang Joong Won. Di dalam tim bisbol, ada perantara yang menghubungkan para hakim dan perusahaan. Saat mereka sedang sibuk memerhatikan kasus kita, kejaksaan mengusut dan menangkap mereka. Kita dimanfaatkan. Dia orang menakutkan. Kamu hebat, Hye Gyeong. Beristirahatlah,” ucap Myung Hee dan menutup teleponnya. 

Tepat disaat itu, Hye Kyung juga mendapat sms dari Jaksa Choi yang berisi kalau foto-fotonya tidak akan dirilis. 



Jaksa Choi sudah berada di ruang interogasi dan jaksa yang menginterogasinya adalah Joon Ho. “Kamu kira kamu akan selamat setelah semua ini?” ancam Jaksa Choi. 

“Tentu saja. Aku hanya menuruti perintah Jaksa Lee. Dia memintaku untuk mengawasi setiap gerak-gerikmu,” jawab Joon Ho dan Tae Joon mengembalikan ponsel Jaksa Choi. Ternyata orang mengirim sms ke Hye Kyung tadi adalah Tae Joon. Karena Tae Joon ingin bicara berdua dengan Jaksa Choi, jadi Joon Ho pun keluar. 


Setelah Joon Ho keluar, Tae Joon langsung berkata kalau dia sedang menyelidiki dana taktis dan melihat nama Jaksa Choi terus disana. Yang lebih parah, Tae Joon melihat nama Jaksa Choi terkait dengan penyuapan hakim. Jadi, Tae Joon pun bertanya apa saja yang sebenarnya sudah Jaksa Choi lakukan?

Tak menjawab pertanyaan Tae Joon, Jaksa Choi malah membahas tentang perselingkuhan Hye Kyung dan Joong Won, dimana kalau perselingkuhan itu tersebar ke media, maka Tae Joon tidak akan bisa berkecimpung di dunia politik, seperti yang selama ini dia inginkan. 


Tae Joon kemudian mematikan kamera yang ada disampingnya, dengan ekspresi serius Tae Joon menyuruh Jaksa Choi untuk menyerahkan file asli foto tersebut dan menutup mulutnya mengenai hal tersebut. Tae Joon berkata kalau itu adalah peringatan terakhirnya untuk Jaksa Choi. 


Joong Won kembali ke kantor dan disambut meriah oleh para pegawainya. Bahkan secara spesial Pengacara Lee membawa kue tart berbentuk tahu untuk Joong Won, karena Joong Won hampir dipenjara. Joong Won pun dengan senang hati memotong kue tersebut dan memakannya. 


Joong Won kemudian menemui Myung Hee dan Myung Hee mengucapkan selamat atas kembalinya Joong Won di firma mereka. Joong Won pun berterima kasih, karena dia bisa bebas dari tuduhan, berkat bantuan Myung Hee juga. Myung Hee pun berpesan agar Joong Won lebih berhati-hati lagi setiap dia menangani kasus dan Joong Won mengiyakan, dia juga meminta sang kakak untuk tidak selalu menentang semua kasus yang Joong Won tangani. 

"Kakak hanya melakukannya karena kamu memilih cara sulit. Kamu juga tidak pernah menuruti Kakak," ucap Myung Hee kesal. 

"Aku adik Kakak satu-satunya. Apa Kakak tidak bisa lebih ramah? Kakak harus bilang kalau sakit. Kakak tidak bisa bergantung kepada adik yang baik sepertiku? Ayolah. Aku andal dalam bekerja, tampan, dan lucu."

"Kakak juga cukup menarik. Kakak sudah mulai ramah kepadamu, jadi, kerjakan tugasmu dengan benar," ucap Myung Hee.


Joong Won kembali ke ruangannya dan mengemasi lagi barang-barangnya. Hye Kyung masuk dan bertanya apa Joong Won mau pergi?

"Asosiasi akan menghukumku atas perbuatanku. Kubilang kepada Pengacara Lee bahwa dia bisa memakai ruang ini," jawab Joong Won. 

"Haruskah aku mengadukan tindakan kejaksaan? Jika kita menyiapkan petisi...," saran Hye Kyung, namun Joong Won menolaknya, karena dia memang sudah bekerja secara berlebihan, jadi sekarang dia harus beristirahat. 

"Bagaimana denganmu?" tanya Joong Won dan Hye Kyung menjawab kalau dia harus bekerja, karena dia sudah terlalu lama beristirahat. Joong Won pun kemudian mengucapkan terima kasih pada Hye Kyung dan Hye Kyung hanya mengangguk.

Di ruang kerjanya, Tae Joon merobek amplop yang berisi foto perselingkuhan Hye Kyung. Dia menyobek tanpa melihat isinya dan dia tak sedikitpun menyentuh surat cerai yang Hye Kyung berikan. Surat itu masih tersimpan rapi di dalam laci mejanya.


Tae Joon menemui Hye Kyung di depan rumah dan mengaku kalau sejak awal dia hanya fokus pada hakim. Sedangkan untuk masalah Joong Won, semua itu karena Hye Kyung. Selain itu, Tae Joon juga berkata kalau dia tidak akan menceraikan Hye Kyung, karena dia merasa dia membutuhkan Hye Kyung untuk masa depan dan karirnya. 

"Tapi kini aku tahu. Saat aku tidak berdaya karena kekuasaan, aku bisa tetap manusiawi karena kamu," ungkap Tae Joon dan Hye Kyung terlihat malas mendengarnya. Tae Joon kemudian mengaku kalau dia tak bisa hidup tanpa Hye Kyung. 


"Meskipun sekarang perasaanmu begini, aku yakin akan berguna jika aku menjadi suamimu. Manfaatkanlah aku sesukamu. Jadi... Untuk beberapa saat, mari kita pertahankan ini. Aku tidak akan mengganggumu atau menghalangimu lagi. Jadi..."


"Aku tidak bisa. Jika ada orang yang kamu anggap berharga, coba pikirkan kamu bisa berbuat apa untuk mereka. Aku juga akan melakukannya," jawab Hye Kyung dan masuk rumah. 

== Tiga bulan kemudian== 


Myung Hee menonton sebuah berita dimana Tae Joon dikabarkan akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan partisipasinya mengikuti pemilihan umum sebagai wakil dari partai Demokrat Korea. Pamor Tae Joon benar-benar naik ketika dia berhasil mengungkap kasus penyuapan hakim. 

Myung Hee dengan seksama menyimak apa yang Tae Joon katakan pada konferensi pers-nya. Di akhir konferensi pers, Tae Joon berkata kalau semua pencapaiannya sekarang ini, terjadi berkat istrinya yang mau bertahan disisinya. Tak lama kemudian Hye Kyung pun muncul dan menyambut tangan Tae Joon. 


"Warga negara yang terhormat. Di Seyang, aku akan menjunjung kemenangan yang baru dalam politik. Agar kalian bisa memimpikan masa depan yang adil, aku akan berjuang sampai akhir," ucap Tae Joon menutup konferensi pers dan tersenyum pada Hye Kyung.



Selesai konferensi pers, Tae Joon mengucapkan terima kasih karena Hye Kyung sudah mau datang. Tapi ternyata Hye Kyung melakukan semua itu tidak secara gratis, dia meminta Tae Joon untuk memberinya informasi mengenai kasusnya besok. 

Saat Hye Kyung berjalan pergi, pengacara Oh muncul bersama fotografer. Pengacara Oh bertanya apa Tae Joon tidak berfoto bersama? dengan santai Tae Joon menjawab kalau cukup foto dia saja. 



Hye Kyung pergi ke pengadilan dan di depan gedung dia bertemu dengan Kim Dan yang memberikan informasi yang Hye Kyung minta. Mereka kemudian jalan bersama menuju ruang persidangan dan ditengah perjalanan mereka berpapasan dengan Joong Won, yang kemudian ikut bergabung dengan mereka. 

"Menurutmu kamu akan menang?" tanya Joong Won dan dengan yakin Hye Kyung menjawab, "tentu saja."


Ketiganya masuk ruang sidang secara bersamaan dan mereka kemudian berdiri untuk menyambut hakim. Drama pun berakhir......



Untuk penutupan drama ini, kita diperlihatkan pada semua pemain drama yang muncul satu persatu di depan meja hakim dan kemudian mereka semua berpose disana. Daebak!!!!

The End

No comments :

Post a Comment