January 23, 2017

Sinopsis Woman With a Suitcase Episode 14 - 1

Episode 14: Ketika Para Pecundang Bersatu.


Alan menembakkan pistolnya saat Geum Joo berusaha lari darinya. Tim K-fact berada di sekitar tempat itu saat mereka mendengar suara tembakan itu. Khawatir kalau itu Geum Joo, Goo Tae dan Reporter Baek pun langsung mencarinya.

Anak Buah Bok Gu melihat mobil mencurigakan lewat di belakangnya dan memutuskan membuntuti mobil itu. Setibanya di sana, Goo Tae dan Reporter Baek menemukan Geum Joo pingsan di tanah, darah mengucur deras dari lengannya. Mereka pun langsung memanggil ambulance.



Ponselnya Geum Joo sekarang ada di tangan Alan. Bukan cuma mendapatkan rekaman itu, dia juga menculik Tae Oh. Tae Oh berusaha menawarkan uang asal Alan melepaskannya. Tapi Alan berkata kalau uangnya jauh lebih banyak daripada punya Tae Oh, dia bahkan mempermainkan Tae Oh dengan mengajaknya main tebak-tebakan. Apa menurut Tae Oh dia akan membunuh Tae Oh atau tidak?


Sementara Geum Joo dilarikan ke rumah sakit, Suk Woo pergi ke Busan untuk menemui seorang kenalannya dan bertanya tentang si pengedar narkoba yang mengaku sebagai pelaku kasus gadis tunawisma tapi kemudian dilepaskan karena kurangnya bukti. Kenapa kasus itu ditutup begitu saja? Apa Kepala Jaksa yang memerintahkannya? Pria itu cuma bisa diam.


Tak berapa lama kemudian, Geum Joo akhirnya keluar dari kamar operasi. Anna dan Paralegal Hwang menangis lega melihatnya selamat. Sementara itu di penjara, Bok Gu mengetahui apa yang terjadi pada Geum Joo dari koran milik teman selnya. Bok Gu langsung cemas dan marah.

Para fans-nya Tae Oh mendadak heboh di chat fancafe karena semua konsernya Tae Oh tiba-tiba dibatalkan. Kabarnya Tae Oh menghilang, dia bahkan tidak aktif di medsos. Mereka pun sepakat melaporkan masalah ini ke polisi.


Jaksa Choi menelepon Hye Joo dan bertanya apakah Hye Joo mengetahui sesuatu menyangkut hilangnya Tae Oh. Saat Hye Joo menjawab ambigu dengan nada mencurigakan, Jaksa Choi meminta Hye Joo untuk menghubunginya jika dia tahu Tae Oh masih hidup atau sudah mati. Hye Joo cuma tertawa geli.


Geum Joo akhirnya siuman dan mendapati Anna dan Paralegal Hwang sedang menungguinya. Paralegal Hwang penasaran apa sebenarnya yang terjadi malam itu. Saat itulah Geum Joo teringat rekaman dalam ponselnya, dimana ponselnya? Anna mengaku sudah berusaha mencarinya tapi ponsel Geum Joo tak ada di manapun.


Jaksa Choi tiba-tiba datang bersama polisi dan langsung menanyakan keberadaan Tae Oh. Aneh, bukankah seharusnya Jaksa Choi tanya dulu bagaimana dia bisa tertembak. Jaksa Choi menurutinya dengan senyum remeh, kenapa dia tertembak. Geum Joo berkata dia tertembak saat berusaha mendapatkan kesaksian Tae Oh.

"Kalau begitu cepat katakan dimana Tae Oh?!" teriak Jaksa Choi.

"Jaksa Choi, mengenai keberadaan Yoo Tae Oh, seharusnya anda sendiri yang mencarinya. Maksudku, kalian, kepolisian."


Begitu mendengar kabar tentang Geum Joo, Suk Woo berlari terburu-buru ke kamar rawat Geum Joo dan langsung memeluknya erat-erat. Suk Woo sudah memikirkannya, mulai sekarang dia bertekad takkan lagi membiarkan Geum Joo sendirian. Pokoknya dia akan menemani Geum Joo kemanapun dia pergi.


Geum Joo cuma tertawa. Beberapa hari Suk Woo menghilang, dia kira Suk Woo sudha berhenti kerja karena perdebatan mereka soal naik banding itu. Suk Woo menyangkal, itu bukan berdebat cuma berdiskusi antar pengacara pembela untuk mencari jalan terbaik. Lalu kenapa selama beberpaa hari ini Suk Woo tidak masuk kerja?

Dia mengaku pergi ke Busan. Dia menolak menjelaskan detilnya sekarang, dia ingin Geum Joo fokus menyembuhkan dirinya dulu. "Pengacara Cha, aku baru menyadari sesuatu. Aku tidak bisa tanpamu, tapi kau juga tidak bisa tanpa aku"


Penjaga penjara terburu-buru masuk ke sel dan mendapati Bok Gu mengerang kesakitan. Ambulance pun langsung dipanggil. Sepanjang jalan, Bok Gu terus pura-pura mengerang sakit perut dan bersikeras menuntut polisi untuk membawanya ke Rumah Sakit Nasional Seoul dengan alasan dokternya ada di sana.


Geum Joo memberitahu Suk Woo tentang pertemuannya dengan Tae Oh dan pengakuan Tae Oh atas kasus Min Ah. Dia sudah merekam semua pengakuan Tae Oh, tapi Alan muncul dan mengambil rekamannya.

Dia sengaja tidak mengatakan apapun tentang Alan pada Jaksa Choi. Kenapa juga, Jaksa Choi kan anteknya Ohsung. Suk Woo bertanya apa yang akan Geum Joo lakukan sekarang. Geum Joo berkata kalau dia akan melakukan wawancara.

Beberapa saat kemudian, Geum Joo mengganti baju pasiennya dan turun ke lobi. Suk Woo menghentikannya sejenak untuk membantu merapikan jaketnya Geum Joo. Tanpa mereka sadari, Bok Gu memperhatikan mereka tak jauh dari sana. Dia lega melihat Geum Joo baik-baik saja, tapi di sisi lain dia juga merasa sedih.


Dia lalu muncul mengagetkan mereka dan mengomeli Suk Woo, "Apa yang kau lakukan saat hal ini menimpa Cha Geum Joo?"

Geum Joo cemas melihatnya di sini, mengira Bok Gu kabur dari penjara. Bok Gu dengan nada bercanda menunjukkan baju pasiennya, dia sedang berakting jadi pasien. Geum Joo memerintahkannya cepat kembali ke penjara jika tidak mau dijatuhi hukuman lebih berat.

Bok Gu langsung cemberut kayak anak kecil, dia datang karena mencemaskan Geum Joo tapi malah dimarahi. Dia memperingatkan Geum Joo untuk lebih berhati-hati, mungkin lain kali dia tidak akan berakhir hanya dengan gips saja.

"Walaupun begitu. Aku tidak bisa mundur sekarang," ujar Geum Joo


Bok Gu ingin mereka membicarakan masalah ini lebih lanjut. Tapi tepat saat itu juga, Geum Joo melihat beberapa wartawan sudah mulai berdatangan. Mengetahui Geum Joo mau melakukan konferensi pers, Bok Gu dengan bangga memberitahu Geum Joo kalau dia ahli dalam masalah itu lalu mencopot jaketnya Geum Joo.

"Tujuan mengadakan wawancara adalah memberi dampak. Kau harus menekankan kalau kau tertembak"


Geum Joo naik ke podium dengan diiringi teriakan para fans Tae Oh yang mencemaskan nasib Oppa mereka. Geum Joo memberitahu media bahwa orang yang menyerangnya adalah Alan Baston, orang yang bersumpah palsu mengatakan Bok Gu adalah pembunuh Seo Ji Ah. Tapi saat ditanya perihal Tae Oh, Geum Joo menolak menjawab. Segalanya akan dia ungkapkan di persidangan naik banding.

Bok Gu bangga melihat betapa tenangnya Geum Joo dalam konferensi press-nya. Suk Woo memberitahunya tentang pengakuan Tae Oh, Geum joo merekamnya tapi Alan datang dan merebut rekaman itu dari Geum Joo. Dia tidak tahu nasib Tae Oh karena Geum Joo sendiri tidak mengatakan apapun tentang itu.


Tim Golden Tree menonton konferensi press itu di TV. Mereka bangga saat melihat Geum Joo berkata bahwa kasus pembunuhan Seo Ji Ah dan menghilangnya Yoo Tae Oh berhubungan dengan kasus gadis tunawisma.

Hal seperti ini akan terus terjadi kecuali kebenaran kasus gadis tunawisma terungkap. Karena itulah Geum Joo melalui konferensi press ini, Geum Joo mendesak pengadilan untuk menerima banding atas kasus gadis tunawisma.

 

Fans-nya Tae Oh pun langsung demo ke gedung pengadilan, menuntut kasus gadis tunawisma dibuka kembali demi menemukan Tae Oh. Ye Ryeong dan Hye Joo menonton berita demo itu di TV. Ye Ryeong kagum dengan kehebatan Geum Joo dalam memanfaatkan fans-nya Tae Oh untuk mendapatkan banding.

Hye Joo penasaran bagaimana Dong Soo akan membereskan Tae Oh. Ye Ryeong dengan entengnya berkata kalau Tae Oh bertemu dengan Geum Joo untuk mengincarnya, dia tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dia lalu memberikan daftar nama-nama orang yang menyimpan dendam pada Ohsung.


Hye Joo membaca dokumen itu di kantornya. Salah satunya adalah seorang pria bernama Kang Yong Doo yang tampak mirip dengan Alan Baston.


Hye Joo pun langsung pergi menemui Alan dan menanyakan cara Alan membereskan Yoo Tae Oh. Saat Alan menolak menjawab, Hye Joo memutuskan untuk membalik keadaan. Dia yakin Alan melibatkan diri bukan cuma karena uang.

Alan tidak mau membicarakannya lebih lanjut. Tapi saat dia hendak pergi, Geum Joo langsung menyebutkan identitas asli Alan: Kang Eun Tae, lahir di Gyeonggido, belajar di Perancis. Alan/Kang Eun Tae langsung membeku mendengarnya.

Hye Joo melanjutkan. Kang Young Doo adalah Ayah Eun Tae dan ia pernah terlibat dalam sebuah gugatan panjang gak cipta mesin ramen tapi kemudian kalah dari Ohsung dan bunuh diri. Hye Joo bahkan memiliki foto keluarga Eun Tae. Hye Joo yakin kalau niat utama Eun Tae adalah melihat Ohsung dimangsa oleh kekuasaan yang lebih kuat.


Eun Tae tak menyangka, ternyata selama ini dia terlalu meremehkan Hye Joo. Dia setuju untuk menyerahkan semua rahasia Dong Soo pada Hye Joo. Tapi apa yang bisa Hye Joo berikan untuknya? Hye Joo menunjukkan foto bungkus permen bergambar burung di ponselnya, dia akan membantu Dong Soo membalaskan dendamnya.

Eun Tae mendekati Geum Joo dan mencoba menakutinya. Tapi Hye Joo sama sekali tidak takut, dan menawarkan bantuannya untuk menyerang Dong Soo dengan cara yang sama dengan yang digunakan Dong Soo untuk membunuh Ayah Eun Tae: Melalui hukum. Eun Tae menyetujui idenya lalu menunjukkan rekaman Ye Ryeong berselingkuh dengan Tae Oh yang diambil Min Ah. Mereka pun bersulang merayakan kerja sama mereka.


Keesokan harinya, Hye Joo datang mengunjungi Geum Joo dengan senyum manis dan menyerahkan sebuah USB. Hye Joo mengaku mencurinya dari Dong Soo yang dia klaim bisa membantu Geum Joo dalam persidangan bandingnya. Isinya adadalah rekaman perselingkuhan Ye Ryeong dan Tae Oh.

Hye Joo meminta maaf atas segalanya dan meminta Geum Joo memahami situasinya. Dia lemah dan tidak punya pilihan. Dia juga meminta Geum Joo merahasiakan dari mana dia mendapatkan video itu. Geum Joo setuju. Tapi dia cemas, bagaimana dengan Hye Joo sendiri? Melakukan hal ini bisa membahayakan dirinya sendiri. Hye Joo berkata kalau dia akan menjaga dirinya sendiri dengan baik.


Anak buah Bok Gu mengunjungi Bok Gu untuk melaporkan video yang mereka dapatkan dari Hye Joo itu. Bok Gu cemas kalau itu cuma perangkap. Tapi Anak buah Bok Gu mengingatkannya kalau video itu bisa membantu di persidangan nanti.


Kembali ke kantor, dia menonton video itu bersama kedua rekannya. Goo Tae sudah diminta oleh Geum Joo untuk mengungkapkan video itu di waktu yang tepat, Anak Buah Bok Gu juga memberitahu mereka kalau Bok Gu akan memberitahu kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan video itu.


Jaksa Jung dan Dong Soo mendiskusikan masalah Geum Joo yang memohon banding. Jaksa Jung cemas karena dialah yang menutup kasus itu saat dia masih menjabat Kepala Kejaksaan di Busan. Dong Soo lalu menanyakan orang yang mengaku sebagai pelaku kasus gadis tunawisma. Jaksa Jung memberitahu kalau orang itu seorang pengedar narkoba bernama Lee Byun Dae.


Suk Woo ditelepon seseorang yang memintanya ke Busan. Dia lalu menemui seorang pria dengan menyamar sebagai penjual narkoba. Pria itu tidak punya uang untuk membeli bungkusan yang ada di tangan Suk Woo. Suk Woo menolak menyerahkan barangnya kalau tidak ada uang, tapi jika dia bisa mempertemukannya dengan Lee Byun Dae maka dia akan memberikan barangnya gratis.

Orang itu pun memanggil Byun Dae dimana Suk Woo sudah menunggunya di pojokan. Byun Dae hendak melarikan diri saat melihat Suk Woo, tapi Goo Tae dan Reporter Baek datang dari belakangnya. Byun Dae melarikan diri lewat jalan lain, Suk Woo dan kedua rekannya langsung mengejarnya... sampai akhirnya dia berhasil menyudutkan Byun Dae di sebuah jalan buntu.


Byun Dae berusaha mengancam Suk Woo dengan pecahan botol kaca. Suk Woo meyakinkannya kalau dia bukan polisi, dia pengacaranya Min Ah. Pria itu tak percaya, Min Ah kan sudah lama mati. Suk Woo memberitahu kalau Min Ah masih hidup dan menanyakan masalah pengakuannya dan pihak kejaksaan yang melepaskannya sambil terus mendekati Byun Dae perlahan-lahan.

Merasa terancam, Byun Dae berusaha menyerang Suk Woo. Tangan Suk Woo terluka gara-gara perkelahian itu, tapi akhirnya dia berhasil membekuk Byun Dae.


Dia lalu menghubungi Min Ah via video call dan menunjukkan wajah Byun Dae padanya. Byun Dae sungguh terharu dan lega melihat Min Ah masih hidup.


Suk Woo dan Min Ah membantu Geum Joo mengemas makanan kedalam kotak. Suk Woo memberitahu Min Ah bahwa Byung Dae sangat senang melihatnya masih hidup. Min Ah menitip pesan pada Suk Woo untuk Byung Dae, dia juga senang karena Byung Dae mau mengakui kebenarannya.


Suk Woo merasa aneh juga melihat bagaimana pelaku mengakui kejahatannya dan korban memaafkannya. Karena itulah dia berpikir bahwa mereka yang menolak sidang ulang adalah orang-orang yang tidak mau menerima kesalahan mereka. Dia menyadari kalau Hakim dan Jaksa juga bisa membuat kesalahan, jadi seharusnya ada sistem yang bisa membuktikan kalau mereka salah.

Geum Joo merasa itu takkan mudah, "Orang yang percaya kalau mereka pintar akan kesulitan untuk menerimanya"

Ngomong-ngomong, apa yang akan Geum Joo lakukan dengan Gyeong Hwang? Geum Joo mendesah, Gyeong Hwan masih belum bisa memutuskan sampai sekarang.
 

Mereka lalu pergi mengunjungi Gyeong Hwan di rumah sakit jiwa. Keadaan Gyeong Hwan tampaknya sudah semakin membaik, dia bahkan sudah bisa bermain lempar-tangkap bola dengan Suk Woo tanpa rasa takut. Setelah itu, mereka makan siang bersama.

Geum Joo bertanya Gyeong Hwan mau jadi apa setelah dia besar nanti. Gyeong Hwan berkata kalau dulu mau jadi pemain baseball, tapi cita-citanya berubah saat dia berumur 8 tahun, sekarang dia ingin menjadi apoteker.

Gyeong Hwan memberitahu Geum Joo bagaimana dulu saat dia berumur 8 tahun, dia disuruh ibunya membeli obat. Tapi yang tidak dia sangka, Ibunya menggunakan obat yang dibelinya itu untuk bunuh diri. Ibunya meninggal dalam pelukannya malam itu. Ayahnya begitu marah hingga terus menerus memukulinya, dan karena itulah dia melarikan diri dari rumah.

"Seandainya saja apoteker bilang supaya mengajak ibuku, ibuku pasti akan baik-baik saja," tangis Gyeong Hwan.


Suk Woo dan Min Ah kembali dari membeli snack saat itu, tapi mereka langsung berhenti saat melihat Gyeong Hwan menangis. Gyeong Hwan mengaku kalau sebenarnya dia takut kalau Geum Joo dan Min Ah akan berada dalam bahaya, karena itulah dia tidak bisa membuat keputusan.

Geum Joo terharu mendengarnya. Dia meyakinkan Gyeong Hwan untuk tidak cemas, dia punya rencana rahasia. Berusaha menghibur Gyeong Hwan, Geum Joo mengklaim kalau dia melakukan ini cuma karena dia ingin terkenal, kalau dia jadi terkenal maka dia akan bisa melindungi Gyeong Hwan dan Min Ah.


Tak lama kemudian, Geum Joo pamit pada Gyeong Hwan sambil membatin, "Bagaimana caranya menang melawan orang-orang yang kuat? Aku tidak punya banyak kekuatan. Sejujurnya, aku tidak percaya diri. Pada saat seperti ini, tak ada pilihan selain menjadi kuat. Jika pecundang bersatu, siapa yang tahu"

Bersambung ke part 2

1 comment :