January 3, 2017

Sinopsis Woman With a Suitcase Episode 13 - 1

Episode 13: Mengutamakan Kepentingan Terdakwa.


Geum Joo mengejutkan pengadilan dengan mengumumkan adanya halaman otopsi yang menghilang, halaman yang melaporkan ditemukannya zat asing berupa plastik didalam lambung korban. Geum Joo pun menuntut pihak jaksa untuk menjelaskan hilangnya satu halaman laporan itu.



Hye Joo akhirnya kembali ke ruang sidang dengan tatapan kosong. Dong Soo memuji keputusan lalu mengsms Jaksa Choi an menyuruhnya untuk mengajukan saksi tambahan. Hakim hendak menyatakan untuk menunda sidang, tapi Jaksa Choi langsung menyela dan mengumumkan bahwa mereka tak perlu menunda sidang karena pihak jaksa sudah menemukan fakta penting tentang laporan yang hilang itu.

Karenanya dia meminta saksi tambahan. Suk Woo keberatan, tapi Jaksa Choi mengklaim bahwa saksi tambahan ini berkaitan dengan keraguan pembela mengenai laporan otopsi. Sidang akhirnya kembali di lanjutkan dan Hye Joo maju sebagai saksi tambahan itu.


Jaksa Choi bertanya apakah Koroner Park pernah bertemu Hye Joo sebelum dia meninggal dunia untuk membahas kasus Seo Ji Ah. Hye Joo membenarkannya dan mengaku bahwa Koroner Park memberitahunya bahwa didalam lambung korban ditemukan sebuah plastik pembungkus permen dan ada tulisanya seolah korban ingin mengidentifikasi pembunuhnya sebelum dia mati.

Saat Jaksa Choi bertanya tulisan apa, Hye Joo berbohong bahwa plastik itu berbunyi 'Hamburger'. Semua orang sontak kaget mendengarnya. Geum Joo tak percaya mendengarnya. Saat Jaksa Choi bertanya apa maksud tulisan itu, Hye Joo menatap Geum Joo dan berkata bahwa itu adalah julukan seseorang yang dikenal baik oleh pengacara pembela, Ham Bok Gu.


Jaksa Choi langsung menyimpulkan kalau Koroner Park diancam oleh Bok Gu dan memutuskan bunuh diri demi melindungi keluarganya. Karena itulah dia meminta kematian Koroner Park diselidiki secara terpisah atau bersamaan dengan kasus ini.


Suk Woo keberatan karena Jaksa Choi menuduh terdakwa sebagai pembunuh hanya karena berdasarkan kesaksian seorang saksi yang dipanggil pada saat terakhir dan menuntut Jaksa Choi untuk membuktikan laporan kebenaran zat asing tersebut. Jika tidak maka keterangan saksi tidak bisa dijadikan bukti penting.

Terlebih lagi, semua bukti yang diajukan kejaksaan adalah bukti tak langsung. Untuk menyatakan terdakwa benar-benar bersalah, maka mereka harus memiliki bukti yang kuat dan konkret. Karenanya Suk Woo meminta hakim untuk mempetimbangkan bukti yang solid.


Jaksa Choi menyatakan bahwa kejaksaan memiliki saksi mata lain untuk membuktikan kebenaran pernyataan Hye Joo. Dia adalah Alan Baston... yang ternyata Tommy Kim.

Alan atau Tomy Kim itu mengaku kalau dia adalah WNA yang bekerja jadi pendeta dan dia adalah saksi yang melihat pembunuhan yang dilakukan Bok Gu waktu itu.

Dia berkata kalau subuh waktu itu dia sedang olahraga di taman itu dan dia mengenali Bok Gu karena dulu dia pernah meminta air minum pada Bok Gu. Saat itulah Bok Gu baru ingat pernah bertemu Alan di taman waktu Alan meminta air untuk anjingnya.

Alan mengklaim kalau subuh itu dia mau menyapa Bok Gu tapi dia melihat Bok Gu tampak sangat tegang seperti orang yang sedang sangat marah seperti mau membunuh orang.


Bok Gu langsung sadar orang inilah pembunuh yang sebenarnya dan Dong Soo sengaja menjadikannya sebagai saksi. Tampaknya Dong Soo bertekad untuk menutup kasus ini hari ini juga. Bok Gu mengusulkan pada Geum Joo agar mereka mengakhiri kasus gadis tunawisma sekalian saja hari ini.


Alan berkata kalau dia sangat terkejut karena dia pikir pria itu orang baik-baik. Saat Jaksa Choi menyuruhnya menunjuk pria yang dia maksud, Alan langsung menoleh ke Bok Gu. Dia bahkan menyebutkan semua pakaian Bok Gu yang dia klaim dia lihat waktu itu.

Suk Woo hanya bisa mengusap wajahnya, menyadari mereka sudah kalah. Sementara Dong Soo dan Hye Joo tersenyum licik.


Sidang berakhir tak lama kemudian. Bok Gu minta waktu sebentar pada polisi untuk bicara dengan Geum Joo. Bok Gu tetap menyemangati Geum Joo dan menasehatinya untuk berhati-hati dengan pria itu tadi karena dia seorang profesional.

"Pengacara Cha, kau keren sekali tadi." ujar Bok Gu sebelum pergi.


Pengacara Goo menyemangati Geum Joo. Anna kesal dengan sumpah palsu yang dilakukan Hye Joo tadi. Paralegal Hwang berkata bahwa Hye Joo sudah menyeberangi sungai dan tidak bisa kembali lagi.


Dong Soo memuji kerja bagusnya Hye Joo. Hye Joo memberitahu Dong Soo tentang pertama kalinya dia ke kantor polisi.  Waktu itu, Geum Joo lah yang datang menyelamatkannya. Dia adalah klien pertama Geum Joo dan sekarang dia adalah saksi sumpah palsu pertamanya Geum Joo.

Hye Joo mencopot lencana pengacaranya dan Dong Soo menawarkan diri untuk membuangnya.  Lencana pengacara itupun terbuang ke selokan. Dong Soo meyakinkan Hye Joo bahwa dia akan mendapatkan sesuatu yang lebih brrharga daripada sekeping logam itu. Hye Joo tersenyum.


Suk Woo menghampiri Hakim. Dengan sopan dia memprotes keputusan Hakim yang menerima saksi pada saat terakhir. Tapi Hakim tidak merasa keputusannya salah karena Hye Joo adalah seorang pengacara dan memang pernah bertemu Koroner Park. Menurut Hakim Seo kesaksian Hye Joo sangat meyakinkan.


Tim K-fact rapat membahas kasus ini. Reporter Park yang paling emosi dan mendesak Goo Tae untuk melakukan sesuatu. Anak buahnya Bok Gu mengusulkab agar mereka membuntuti Dong Soo. Goo Tae akhirnya angkat bicara dan memutuskan agar mereka menyerang dengan memanfaatkan Tae Oh.

Anak buahnya Bok Gu pun mulai membuntuti Tae Oh yang tersenyum manis di hadapan para penggemarnya tapi merutuki fans-nya dengan kesal saat dia sudah masuk mobil.


Dong Soo menemui Ye Ryeong untuk menanyakan apa yang akan Ye Ryeong lakukan dengan Tae Oh. Ye Ryeong menjawabnya dengan merangkul pinggang Dong Soo dan memutuskan untuk menyerahkan segalanya pada Dong Soo.


Suk Woo memperhatikan Geum Soo yang begitu giat mempelajari kasus ini. Geum Joo memberitahukan semua rencananya, tapi Suk Woo menekankan bahwa sekarang ini ada yang lebih penting. Dia mengambil laporan di tangan Geum Joo dan menarik Geum Joo keluar untuik makan.


Setibanya di resto, Suk Woo memesankan banyak makanan tapi Geum Joo bersikeras tidak lapar padahal dia belum makan apapun sejak kemarin. Suk Woo terus ngotot membujuk Geum Joo makan bahkan mengoceh kandungan gizi yang terdapat dalam makanan-makanan itu.

Geum Joo bingung sendiri dengan berbagai macam zat gizi yang Suk Woo sebutkan itu. Suk Woo mengaku kalau dia memang mengarangnya sendiri. Tapi pokoknya semua makanan ini baik untuk kesehatan. Dia terus menyodorkan makanannya hingga Geum Joo akhirnya mau juga memakannya.


Anna menelepon Suk Woo tak lama kemudian untuk menyampaikan kabar dari Bok Gu tang minta bertemu dengannya di penjara, dan Bok Gu ingin Suk Woo datang seorang diri. Suk Woo akhirnya merahasiakan masalah itu dari Geum Joo.


Saat Suk Woo datang, Bok Gu memberitahunya tentang si Alan Baston. Dia mengaku sudah mengikuti Alan selama 2 tahun. Dia bukan pendeta melainkan seorang pesuruh, melakukan pekerjaan kotor untuk para pesohor.

berdasarkan informasi yang didapatnya, Alan pernah terlibat beberapa kasus di Malaysia dan Arab. Dia cemas jika orang itu bersaksi lagi dalam persidangan selanjutnya, dia takut Geum Joo mengejar orang itu dan membahayakan dirinya sendiri. Karena itulah, dia menasehati Suk Woo untuk menjatuhkan mereka dengan pukulan yang kuat.


Geum Joo dan Anna mendatangi kantor badan forensik untuk menanyakan laporan asli hasil otopsi yang hilang itu pada Peneliti No. peneliti No mengaku kalau dia sudah meminta salinannya dari direktur tapi salinan yang didapatnya itu juga bukan yang asli. Mungkin Koroner Park menghapusnya karena diperas.

Tapi dia punya laporan lain. Dalam laporan luka luar, disebutkan ada perubahan lebam mayat yang tidak tuntas. Dia mengirim email ke seorang Dokter Fischell di Jerman. Menurut pendapat Dokter Fischell, perubahan lebam mayat yang tak tuntas itu mengindikasikan bahwa tubuh mayat dipindahkan dari lokasi pembunuhan.

Geum Joo bertanya bagaimana dengan taksiran suhu tubuh mayat untuk menentukan waktu kematian. Tapi peneliti No mengaku tak bisa melakukan itu karena itu diluar anggaran mereka.


Hye Joo menawarkan diri untuk membantu Ye Ryeong dalam rapat pemegang saham yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Tapi sebelum Dong Soo sempat menjawab, pintu kantornya diketuk seseorang.

Pengacara Jeong lah yang datang. Seorang jaksa yang sekarang pindah ke Oh Sung. Hye Joo mengenal Pengacara Jeong karena pengacara Jeong dulunya jaksa yang menangani kasus gadis tunawisma.


Saat Hye Joo kembali ke ruangannya, dia teringat akan masa lalunya saat berhadapan dengan Pengacara Jeong. Waktu itu dia yakin terjadi pemaksaan dalam investigasnya Gyeong Hwan. Dia yakin Gyeong Hwan benar-benar tidak tahu menahu tentang kasus Min Ah berdasarkan rekaman pemeriksaan TKP.

Saat Pengacara Jeong dengan penuh emosi mengklaim kalau Gyeong Hwan sudah mengakui kejahatannya, Hye Joo menduga kalau Pengacara Jeong pastilah menggiring Gyeong Hwan untuk mengaku dalam interogasinya.

Yakin dengan dugaannya, Hye Joo berkta kalau dia akan mengajukan petisi untuk membuka kasus ini kembali. Tapi pengacara Jeong dengan sombongnya mengklaim kalau dia tidak terlalu sering membuat kesalahan.


Hye Joo tersenyum sinis mengingat saat itu. Dia menggumam bahwa Pengacara Jeong waktu itu salah, tapi sekarang sudah terlambat baginya untuk berubah haluan.


Dia lalu pergi menemui Ye Ryeong dan menjilatnya. Memuji kehebatan Ye Ryeong dalam menghadapi kasus perceraiannya dan berhati besar menerima anak haram suaminya. Saat asistennya ye Ryeong datang membawa laporan rapat pemegang saham, Hye Joo meminta untuk memeriksa dokumen itu.

Ye Ryeong langsung memberikannya tanpa ragu. Hye Joo memberikan sedikit nasehat bisnis fashion Oh Sung dan menyarankan agar mereka tidak mengungkit merek yang diwakili Tae Oh. Ye Ryeong setuju.


Alan memberitahu Dong Soo bahwa kejaksaan mengiriminya surat panggilan sebagai saksi lagi. Tapi dia akan memanfaatkan kewarganegaraan asingnya sebagai alasan untuk menghindar.

Dong Soo lalu menanyakan tentang tugas yang diberikannya menyangkut Yoo Tae Oh. Alan melapor kalau K-Fact sedang menyelidiki Tae Oh saat ini. Dia penasaran dengan perasaan Ye Ryeong terhadap Tae Oh. Karena jika perasaan mereka dalam maka itu bisa jadi masalah kedepannya.


Tim K-Fact sedang membuntuti mobilnya Tae Oh. Kesal, Tae Oh berhenti di tengah jalan untuk mengkonfrontasi mereka. Reporter Baek malah terang-terangan memotretinya. Tae Oh langsung merampas kamera Reporter Baek dan membuangnya.


Tae Oh lalu menelepon Ye Ryeong dan meminta Ye Ryeong untuk membeberkan hubungan mereka pada publik. Dengan begitu Ye Ryeong akan bisa bercerai dan mereka berdua bisa hidup bersama. Ye Ryeong menolak menjawabnya dan berbohong kalau dia sedang ada tamu.


 

Geum Joo dan Anna mendatangi sebuah toko laundry dan bertanya pada pemiliknya, apakah dia menyimpan secara terpisah pakaian yang tidak diambil oleh pelanggan. Pemilik laundry mengiyakannya. Geum Joo lalu menunjukkan foto bajunya Bok Gu yang merupakan langganan toko laundry ini.


kembali ke kantor, Paralegal Hwang memuji penyelidikan Geum Joo dan Anna yang sukses menemukan toko laundry itu padahal tokonya sudah pindah selama 2 tahun. Dengan bukti yang mereka dapat dari toko laundry, Geum Joo yakin mereka bisa melawan kesaksian Alan Baston.

Bersambung ke part 2

4 comments :

  1. Akhirnya ada juga lanjutannya...ditunggu part 2 smp end ya mba...terima kasih

    ReplyDelete
  2. Deg deg an nunggu part 2 nya

    ReplyDelete