December 19, 2016

Woman With a Suitcase Episode 12 - 2

 

Kematian Koroner Park dinyatakan sebagai bunuh diri. Suk Woo kaget mendengarnya, Geum Joo merasa hal ini aneh karena terjadi sebelum sidang. Dia lalu membaca laporan hasil otopsi Ji Ah yang dilakukan Koroner Park. Saat dia tiba di dua halaman terakhir, dia menyadari ada satu halaman yang hilang.




Jaksa Choi bertemu dengan Dong Soo, dia cemas kalau Geum Joo akan bersikeras mengajukan kemungkinan kejahatan itu dilakukan pihak ketiga. Dong Soo berkata kalau mereka harus menemukan kemungkinan itu dan menghasilkan kenyataan yang tak bisa dirubah. Dia menyuruh Jaksa Chou untuk memanfaatkan Hye Joo dan satu orang lagi.


Dan orang yang dimaksudnya adalah Pengacara Goo yang sekarang sedang menghadapi para polisi yang menyita barang-barang di rumahnya. Dan semua itu karena ulah suaminya yang dilaporkan melakukan manipulasi dan pelanggaran pasar saham. Pengacara Goo kena imbas karena dia terdaftar sebagai direktur di perusahaan itu.


Di Golden Tree, Suk Woo memuji ketelitian Geum Joo sampai menyadari hilangnya satu halaman laporan yang hilang itu. Pengacara Goo datang sesaat kemudian dan mengumumkan kabar buruk.

Dia tidak bisa melakukan sidang besok karena dia baru saja dituduh melakukan tindak kriminal, jadi Geum Joo harus menggantikannya. Geum Joo langsung panik, merasa tak mampu. Pengacara Goo menyemangatinya dan berkata kalau dia akan menjadi paralegalnya Geum Joo.


Keesokan harinya, Geum Joo menyeret kopernya ke gedung pengadilan. Dalam batinnya ia berkata bahwa dia tidak gugup, dia sudah menaiki tangga ini puluhan ribu kali dengan membawa koper beratnya.

Tapi dia mengakui bahwa dia memang merasa takut, karena lencana pengacaranya ini terasa jauh lebih berat daripada kopernya. Tapi dia akan berusaha menahannya karena dia harus membuktikan terdakwa tidak bersalah. Membela seorang terdakwa adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang pengacara.


Agak jauh dari sana, Hye Joo melihat Geum Joo menaiki tangga pengadilan. Geum Joo bertemu Suk Woo dan Pengacara Goo di depan. Suk Woo mengaku kalau dia merasa gugup entah kenapa, sementara Pengacara Goo berusaha menyemangati Geum Joo untuk sidang pertamanya ini.


Persidangan pun dimulai, Jaksa Choi mengklaim Bok Gu sebagai terdakwa yang membunuh Seo Ji Ah dengan alasan dendam karena dulu Ji Ah pernah membuatnya kehilangan profesinya sebagai jaksa.

Bok Gu tetap tenang tapi Suk Woo melihat Geum Joo tampak gugup sampai dia tidak sadar kalau dia sudah menjatuhkan pulpennya. Suk Woo berusaha menenangkan Geum Joo dengan memberinya bidal karet dan menasehati Geum Joo untuk menganggap ruang sidang ini sebagai kantor mereka.


Saksi pertama adalah Letnan Kang Young Shik yang berkata bahwa Bok Gu diyakini sebagai tersangka karena adanya jejak sepatunya di tanah dekat TKP dan kancing bajunya di tangan korban dan ada pula DNA Bok Gu di sana. Dari semua bukti itu, bisa disimpulkan bahwa pembunuhan tidak mungkin dilakukan oleh pihak ketiga. Letnan Kang menduga kalau Bok Gu melarikan diri karena mungkin dia bersalah.


Setelah Jaksa Choi, sekarang giliran Suk Woo yang melakukan pemeriksaan silang. Dia memperlihatkan bukti jejak sepatu itu dan bertanya kenapa Letnan Kang hanya menjadikan jejak sepatu Bok Gu sebagai bukti padahal di sana banyak ditemukan jejak kaki lainnya. Letnan Kang mengklaim karena jejak sepatu Bok Gu yang paling dekat dengan mayat.

Suk Woo lalu memperlihatkan laporan suhu tubuh korban yang mungkin saja sudah mati sebelum Bok Gu tiba di TKP. Tapi Letnan Kang berkata kalau sebagian tubuh korban terendam air dingin yang bisa menyebabkan suhu tubuh menurun lebih cepat.

Saat Suk Woo menyindir cara kerja polisi yang tidak menyelidiki kasus ini tanpa menduga adanya pihak ketiga padahal TKP adalah tempat umum, Letnan Kang berkata kalau mereka hanya mempercayai bukti. Dari penggeledahan dan penyitaan kantor K-Fact, mereka mendapati bukti banyaknya dokumen tentang Ji Ah yang menunjukkan kalau Bok Gu mengincar korban selama beberapa tahun karena dendam.

"Sudah berapa lama pengalaman anda dalam penyelidikan, Letnan?" tanya Suk Woo

"21 tahun"

"Saat polisi datang ke TKP, pernahkah anda, satu kali saja, melihat orang lari dari TKP meskipun dia bukan pelaku yang sebenarnya?"

Pfft! Letnan Kang langsung bungkam, Suk Woo pun mengakhiri pemeriksaan silangnya. Saksi kedua adalah karyawan toko yang mengkonfirmasi kebenaran kancing bajunya Bok Gu.


Hye Joo tampak berkeringat dingin hingga akhirnya dia merasa tidak sanggup lagi dan keluar dari ruang sidang. Dia tengah berusaha menenangkan diri di toilet saat dia mendapat sms dari Dong Soo yang bertanya apakah dia sudah membuat keputusan.

Hye Joo langsung gemetaran makin hebat karenanya. Dia menyiram wajahnya dengan air dan teringat saat Geum Joo berkata kalau dia akan membayar hutangnya melalui pengadilan.


Saksi selanjutnya adalah Reporter Baek. Jaksa Choi menunjukkan foto ciuman Bok Gu dan Geum Joo yang sontak membuat para penonton heboh. Bok Gu langsung menatap Geum Joo cemas. Saat jaksa Choi menuntut penjelasan Reporter Baek tentang foto itu, Suk Woo langsung mengajukan keberatan.

Jaksa Choi akhirnya ganti menanyai Bok Gu tentang foto itu. Bok Gu dengan santainya berkata kalau itu adalah momen indah antara wanita dan pria tampan. Jaksa Choi langsung menjadikan foto itu sebagai bukti bahwa terdakwa dan pengacara pembelanya menjalin hubungan tak pantas dan karenanya pembela bisa saja menyesatkan kasus ini karena perasaan pribadinya.


Melihat kekhawatirkan Geum Joo, Bok Gu bertanya pada Jaksa Choi apa maksud hubungan tak pantas yang Jaksa Choi sebutkan tadi. Dia merasa hubungannya dengan Geum Joo tidak salah, ataukah Jaksa Choi punya alasan lain dengan bereaksi berlebihan terhadap hubungan tak pantas itu.

Dia tidak keberatan jika Jaksa Choi punya pertanyaan lain menyangkut hubungan tak pantas. Setelah mendengar Jaksa Choi, Bok Gu ingin sekali segera terbukti tidak bersalah agar dia bisa punya banyak waktu untuk melakukan hubungan tidak pantas itu. Pengacara Goo langsung menggerutu stres melihat kebiasaan buruk Bok Gu itu. Anna juga kesal dengan sikap Bok Gu itu.


Saksi selanjutnya adalah Profiler Kwon In Soo dan sekarang akhirnya giliran Geum Joo untuk menanyai saksi. Profiler Kwon menggambarkan pelaku pembunuhan ini sangat detil dan tepat. Dia meyakini si pembunuh sengaja meletakkan tubuh korban di air dengan tujuan untuk membingungkan waktu kejahatan.

Tidak didapati benang ataupun zat asing pada kancing baju yang korban genggam. Mendengar itu, Geum Joo menduga mungkinkah kancing baju itu dimaksudkan untuk menjebak Bok Gu sebagai pembunuh. Jika kancing itu ditarik oleh korban, maka seharusnya ada bukti lain (serat kain atau semacamnya). Dan bukankah biasanya pembunuh mengambil bukti bahkan sekalipun dengan cara paksa sebelum melarikan diri.

Profiler Kwon berkata bahwa hal itu memang agak kontroversial. Pembunuhan yang menggunakan tali juga biasanya dilakukan dalam pembunuhan terencana. profiler Kwon menduga bahwa si pembunuh sepertinya cukup berpengalaman melakukan pembunuhan.

"Jika demikian, selain terdakwa, anda mengatakan ada kemungkinan bahwa ada pihak ketiga yang melakukan pembunuhan"

Saat Profiler Kwon terdiam ragu, Geum Joo bertanya sekali. Apakah ada kemungkinan keraguan bahwa terdakwa bukan pelaku pembunuhannya. Profiler Kwon mengiyakannya. Jaksa Choi mendebat pernyataan Profiler Kwon yang bisa saja karena profiling hanyalah sebuah rujukan, karenanya dia meminta Hakim untuk fokus pada bukti-bukti.


Sekarang giliran Bok Gu. Saat Jaksa choi memintanya untuk menjelaskan hubungannya dengan korban, Bok Gu mengaku bahwa dia mengrnal Ji Ah sebagai saksi kasus layanan seksual remaja yang pernah dia tangani saat dia masih jadi jaksa.

Walaupun dia dirumorkan menyuruh Ji Ah melakukan sumpah palsu, tapi itu tidak benar. Walapun dia mengakui kalau itu memang alasannya berhenti jadi jaksa. Suk Woo keberatan tapi hakim menolak.

Jaksa Choi menduga Bok Gu pasti punya dendam dengan korban gara-gara itu. Bok Gu menyangkal. Jaksa Choi lalu memperlihatkan foto dari CCTV yang memperlihatkan Bok Gu di TKP. Dan sepatu Bok Gu yang tampak di gambar itu cocok dengan jejak sepatu yang yang ditemukan di TKP.

Bok Gu mengakui kalau orang itu memang dirinya. Malam itu dia hendak menemui Ji Ah dengan menggunakan aplikasi kencan.

Jaksa Choi lalu memperlihatkan bukti aplikasi itu dan menjelaskan kalau aplikasi itu bisanya digunakan oleh pria dan wanita dengan tujuan untuk hubungan seksual. Aplikasi ini juga terkait erat dengan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang belakangan ini marak terjadi.


Suk Woo keberatan dan menjelaskan kalau alasan Bok Gu menggunakan aplikasi kencan itu untuk menghindari pengawasan. Tapi Hakim mengacuhkannya lagi. Jaksa Choi langsung menuduh Bok Gu mau memperkosa korban dan membunuhnya saat korban tidak menurut.

Bok Gu menyangkal dan beralasan bahwa dia mau menemui Ji Ah karena dia mengkhawatirkan keselamatannya. Tapi saat dia menemukannya, Ji Ah sudah meninggal. Jaksa Choi bertanya, lalu kenapa Bok Gu lari dan bukannya melapor jika dia memang mengkhawatirkan korban.

Bok Gu berkata karena dia sadar kalau dia sedang dijebak. Saat dia menemukan Ji Ah, dia sudah meninggal tapi suhu tubuhnya masih hangat. Saat dia hendak mengangkat Ji Ah dari air, dia menemukan kancing kemejanya di tangan Ji Ah.

Tapi dia sengaja meninggalkannya karena dia menduga itu adalah siasat si pembunuh. Jika dia mengambil kancing itu dari tangan Ji Ah, dia yakin kalau pengadilan akan menganggapnya bersalah.


Geum Joo menatap bidal karetnya sebelum memanggil Peneliti No Seon Ae sebagai saksi. Ia adalah peneliti yang ikut dalam otopsi Ji Ah. Dia lalu menunjukkan bidal karet di jempolnya yang sudah bolong.

Dia sengaja bertele-tele menjelaskan bahwa dia memulai karirnya dari bawah sebagai paralegal. Selama 10 tahun dia bertugas memeriksa semua dokumen yang terkait kasus, menganalisa dan merangkumnya untuk pengacara.

Bidal karet itu adalah alat yang dia gunakan untuk memeriksa dokumen yang terkait kasus ini, dan karena terlalu sering dipakai jadi usang dan berlubang.

"Kenyataan bahwa seseorang jatuh ke titik terendah terkadang bisa sangat berarti" ujar Geum Joo


Jaksa Choi keberatan, tidak mengerti maksud Geum Joo dengan mengatakan semua itu. Geum Joo lalu menunjukkan hasil laporan tambahan dalam otopsi lambung korban. Geum Joo terus bertele-tele menjelaskan isi laporan itu per halaman sampai membuat hakim tidak sabaran dan menegur Geum Joo.

Tapi Geum Joo memberitahu Hakim bahwa pihak kejaksaan tidak mengetahui sesuatu tentang laporan itu, bahwa ada satu halaman yang hilang dari laporan itu. Dia menuduh jaksa yang hanya fokus pada bukti yang memberatkan terdakwa hingga mereka tidak bisa melihat yang lain.


Jaksa Choi langsung mengsms Dong Soo, bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang. Dong Soo memberitahunya untuk membiarkan Geum Joo fokus ke zat asing itu.


Geum Joo lalu bertanya pada Peneliti No, apakah ada hal tidak biasa yang mereka temukan dalam otopsi. Peneliti No mengaku ada halaman tersendiri yang melaporkan tentang zat asing yang ditemukan dalam lambung korban. Sebuah plastik pembungkus, dia yakin kalau Koroner Park sudah membuat laporan tentang itu.


Geum Joo berkata bahwa karena kematian Koroner Park, pihak pembela tidak bisa menemukan laporan otopsi yang asli dan hanya diberitahu untuk meminta laporan itu dari kejaksaan. Dia lalu menoleh ke Jaksa Choi menuntut pihak jaksa untuk menjelaskan hilangnya laporan itu.

Suk Woo tersenyum, Pengacara Goo mengomentari Geum Joo dengan bangga, Paralegal Hwang terharu dan Anna mendesah lega.

4 comments :

  1. Mbak.. ditunggu lanjutannya yaa.. fighting!..

    ReplyDelete
  2. Mba lanjutin donk sinopsis

    ReplyDelete