December 8, 2016

Woman With a Suitcase Episode 12 - 1

Episode 12: Jatuh ke titik terendah.


Orang yang menelepon Geum Joo ternyata Bok Gu. Apa yang dia katakan serta merta membuat Geum Joo terjatuh lemas ke lantai dan menangis sesenggukan hingga membuat semua orang mengkhawatirkannya tapi Bok Gu malah tersenyum.

Saat akhirnya dia berhenti menangis, dia memberitahu semua orang "Aku tidak perlu dihukum jentik jari"


OMO! Geum Joo lulus ujian. Anna langsung membrowsing situs ujian dan memang benar. Nama Geum Joo dinyatakan lulus. Semua orang langsung menjerit dan bersorak kegirangan. Teleponnya Bok Gu terlupakan di lantai tapi dia senang mendengar teriakan semua orang dan mengucap selamat untuk Geum Joo dan memanggilnya 'Pengacara Cha'.


Hye Joo menelepon Jaksa Choi untuk menanyakan bukti lain yang mungkin ditemukan di TKP. Jaksa Choi berkata kalau mereka menemukan DNA-nya Bok Gu, tamatlah riwayatnya Bok Gu. Hye Joo lalu membaca hasil otopsi yang dicurinya dan teringat saat mereka pernah menerima kiriman paket berupa burung mati yang ditujukan pada Geum Joo. Hye Joo langsung memotret hasil otopsi itu dan men-closeup gambar burung yang digambar Ji Ah.


Semua orang gembira merayakan kesuksesan Geum Joo. Tapi Pengacara Goo mengingatkan mereka bahwa lulus ujian barulah langkah pertama. Geum Joo masih harus melewati langkah kedua dan seterusnya sebelum menjadi pengacara.

Seorang pengantar bunga datang tak lama kemudian mengantarkan kiriman untuk Geum Joo. Anna mengira itu bunga dari Bok Gu yang begitu perhatian. Tapi saat Geum Jopo membaca kartunya, dia menyadari bunga itu dari Hye Joo. Dalam kartunya, Hye Joo bertanya apakah dia bisa membayar hutangnya dengan ini.


Bok Gu mengunjungi tempat persemayaman abu Ji Ah. Tapi saat dia hendak pergi, dia malah dihadang Jaksa Choi dan polisi. Dia berusaha melawan mereka dan anak buahnya datang. Anak buahnya datang tak lama kemudian dan bersama-sama mereka melawan para polisi itu.


Setelah berhasil melarikan diri, Anak buahnya Bok Gu mengomeli Bok Gu karena tidak mendengarkan nasehatnya dan nekat datang ke sana. Bok Gu balas mengomel karena dia datang terlambat, bagaimana kalau dia sampai tertangkap?! Tapi pada akhirnya Bok Gu tetap mengucap terima kasih padanya.

Si anak buah lalu memberikan sebuah passport untuk Bok Gu dan berkata kalau dia mungkin harus mengundurkan diri gara-gara Bok Gu. dia benar-benar sudah keluar jalur, seharusnya dia menyelidiki K-Fact tapi malah jadi terikat pada Bok Gu.

"Kau harus bertanggung jawab atas diriku selamanya" gerutu si anak buah

"Maaf. Ada orang lain yang harus menjadi tanggung jawabku"

"Aku juga punya orang yang kusukai!"


Setelah mendengar lulusnya Geum Joo, Dong Soo menduga mungkin kasusnya Bok Gu akan menjadi kasus pertama yang akan Geum Joo tangani nanti. Saat dia dan Hye Joo menunggu lift, dua orang pengacara Ohsung lainnya datang dan mengomentari lulusnya Geum Joo.

Sepertinya akan ada duo menarik sebentar lagi, sindir salah seorang pengacara sambil melirik Hye Joo. Dong Soo juga menantikan hal itu, tapi dia yakin kalau pemain cadangan yang terjun ke lapangan belum tentu bagus.


Geum Joo sedang mempelajari kasus pembunuhan Seo Ji Ah saat bel pintu berbunyi. Min Ah membukakan pintunya lalu memberikan sebuah kartu pos pada Geum Joo yang ternyata kiriman Bok Gu. Waktu terus berlalu dan Geum Joo rutin mendapat kiriman kartu pos dari Bok Gu dari berbagai negara.

Dua tahun kemudian...


Geum Joo sekarang kuliah hukum dan menghadiri kelasnya Profesor Kim. Saat dia tengah menjawab pertanyaan dari profesor, Suk Woo diam-diam masuk kelas dan tersenyum bangga mendengar jawaban Geum Joo tentang peradilan ulang.


Setelah kelas usai, Geum Joo dan Suk Woo duduk berdua di taman kampus dimana Suk Woo bertanya-tanya bagaimana kabar Bok Gu. Dia mengaku kalau Bok Gu dan Geum Joo membuatnya patah hati. Bok Gu sendiri sedang berada di bar di sebuah pantai sambil menulis sebuah kartu pos untuk Geum Joo.


Suk Woo lalu membawa Geum Joo ke sebuah rumah kosong setelah dia mendapat laporan kalau Gyeong Hwan ada di rumah ini. Gyeong Hwan memang ada di sana, sedang makan roti dengan lahapnya. Tapi saat mendengar Suk Woo mengetuk pintu, dia langsung kabur lewat jendela.


Setelah bertemu dengan klien bulenya membahas masalah kepemilikan Pusat Seni Ohsung dan saham Ye Ryeong, Dong Soo bertemu dengan Ye Ryeong untuk memberitahunya bahwa dia harus mengambil sahamnya Ye Ryeong dengan alasan kalau dia melakukannya demi Ye Ryeong juga.

Ye Ryeong setuju lalu menanyakan Bok Gu yang belum tertangkap sampai sekarang. Dong Soo yakin kalau sekarang ini Geum Joo sedang mencari cara untuk menyelamatkan Bok Gu. Ye Ryeong cemas memikirkan Geum Joo yang sebentar lagi akan jadi pengacara.

Dia takut Geum Joo akan mengungkit kasus gadis tunawisma dan keterlibatannya dalam kasus itu demi menyelamatkan Bok Gu. Dia tidak mau itu terjadi dan menyuruh Dong Soo untuk mencari cara mencegah Geum Joo mendapatkan lisensi pengacara.


Hye Joo mengundang Jaksa Choi ke apartemen barunya yang mewah. Jaksa Choi terkagum-kagum melihat apartemen itu dan berjanji kalau Hye Joo takkan menunggu lama untuk bisa hidup bersamanya di rumah ini.

Tapi Hye Joo memberitahu kalau dia mengundang Jaksa Choi kemari bukan untuk itu tapi untuk menanyakan hubungan pertemanan Jaksa Choi dengan koroner dalam kasus Bok Gu. Dia beralasan kalau dia bertanya karena penasaran siapa tahu ada bukti lain. Tanpa mereka sadari, ada sebuah kamera tersembunyi didalam boneka yang sedang merekam mereka.


Geum Joo pergi menemui Profesor Kim yang memberitahunya sebuah kabar buruk. Ada beberapa orang yang menentang pemberian lisensinya Geum Joo karena keterlibatan Geum Joo dalam kasus Bok Gu, dia dicurigai membantu kriminal.


Di Golden Tree, Anna dan Paralegal Hwang bertanya pada Suk Woo tentang sekolah hukumnya Geum Joo yang seharusnya sudah selesai tapi ada isu kalau Geum Joo akan di-diskuilifikasi. Suk Woo memberitahu mereka kalau mereka masih belum mengambil keputusan dan Profesor Kim kasih mengusahakannya. Mereka jadi cemas kalau Geum Joo tidak akan diwisuda hari ini.


Saat tim K-Fact mendengar kabar itu, Goo Tae tidak terima. Bagaimana bisa Geum Joo dituduh membantu kriminal. Goo Tae lalu menerima telepon dari Bok Gu yang berkata kalau dia punya berita eksklusif.


Suk Woo datang ke kampus dengan membawa sebuket bunga bertepatan dengan Geum Joo yang keluar dengan lesu walaupun dia berusaha tabah saat dia memberitahu kalau sepertinya dia tidak ditakdirkan menjadi pengacara.


Tapi tiba-tiba ada sekumpulan reporter datang lalu sebuah mobil van berhenti di depan Geum Joo. Bok Gu muncul dari dalam mobil itu dengan membawa sebuket bunga untuk Geum Joo. Menyadari Bok Gu yang memanggil reporter, Geum Joo mengatainya sudah gila. Bok Gu mengaku kalau dia memang gila karena tidak bisa melihat Geum Joo selama 2 tahun.

"Selamat, pengacara Cha" ucapnya sambil mengulurkan buket bunganya.

Polisi dan Jaksa Choi muncul tak lama kemudian untuk menangkapnya. Jaksa Choi menyindir kehebatan Bok Gu yang merepotkan jaksa dan sekarang dia menyerahkan diri. Bok Gu mengaku kalau dia menyerahkan diri karena dia mendengar ada seseorang yang dituduh membantu penjahat. Dia lalu meminta Geum Joo untuk menemaninya.


Kembali ke Golden Tree, Suk Woo rapat dengan timnya membahas saksi-saksi pihak kejaksaan dalam kasus ini. Suk Woo menyarankan agar mereka menggunakan saksi koroner Park Ji Seok yang mengotopsi Ji Ah. Sementara Geum Joo menyarankan seorang polisi yang pernah membuat esai tentang beda modus operandi kasus pembunuhan berencana dan tidak berencana.


Mereka lalu pergi menemui polisi itu. Polisi itu ragu karena dia tidak ingin bersaksi di pengadilan. Tapi mereka terus berusaha membujuknya.

Dong Soo menemui Hye Joo dan Jaksa Choi. Dia mengamati mereka lalu bertanya apakah mereka akan balikan. Jaksa Choi tersenyum malu-malu tapi Hye Joo langsung menyangkalnya lalu bertanya alasan Dong Soo memanggil mereka.

Dia memberitahu kalau hakim untuk kasus Bok Gu sudah ditetapkan. Dia memilih seorang hakim yang biasanya memberi hukuman berat, yaitu hakim Seo Min Gook.


Sekarang setelah berhasil mendapatkan lencana pengacaranya, Geum Joo mengunjungi Bok Gu di penjara. Bok Gu senang melihat lencana itu tersemat di baju Geum Joo, dia berkata kalau dia sengaja menunggu sampai Geum Joo mendapatkan lencana pengacaranya.

"Apa kau sungguh ingin aku menangani kasusmu?"

Bok Gu membenarkannya "Karena itulah aku melarikan diri"

"Membiarkan seorang pemula menangani kasusmu, kau mungkin akan divonis bersalah. Mungkin sekitar dua tahun"


Bok Gu bertanya apakah Geum Joo takut akan mendapat putusan bersalah dalam kasus pertamanya ini. Geum Joo mengaku kalau dia memang cemas, tapi bukan karena ini kasus pertamanya, melainkan karena Bok Gu. Dia meminta Bok Gu mempertimbangkan lagi keputusannya untuk menjadikannya pengacara pembela.

Bok Gu memberitahu Geum Joo bahwa seorang pengacara menjadi dewasa bukan saat mereka menang di pengadilan, melainkan saat mereka kalah. Geum Joo takut kalah, sementara dia sendiri lebih mencemaskan keselamatan Geum Joo.


Anak buah Bok Gu menunjukkan foto pria yang membuntuti Geum Joo pada Min Ah dan bertanya apakah pria ini yang menculik dan memukuli Min Ah. Tapi Min Ah yakin bukan pria ini, dia ingat orang itu lebih pendek dan lebih muda.


Jaksa Choi menelepon temannya, Koroner Park Ji Seok, untuk mengajaknya minum bersama. Dan ternyata Jaksa Choi mengajak Koroner Park ke rumah Hye Joo. Saat Jaksa Choi ke kamar mandi, Hye Joo memanfaatkan kesempatan itu untuk menanyai Koroner Park tentang kasus Bok Gu dan apakah ada sesuatu yang tidak biasa.

Koroner Park mengaku ada. Sebuah gambar yang digambar di bungkus plastik. Tapi karena pihak kejaksaan tidak menindaklanjuti bukti itu, dia menduga kalau itu bukti tidak penting. Dia mengaku kalau bukti itu sudah mereka musnahkan setelah 6 bulan.


Geum Joo sedang mempelajari catatan tentang Koroner Park saat dia mendapat telepon dari Hye Joo yang mengajaknya bertemu. Dia berkata kalau dia ingin membayar hutangnya pada Geum Joo.


Sementara itu, Tomy Kim sedang menonton rekaman percakapan Hye Joo dengan Koroner Park malam itu. Dia langsung menelepon Dong Soo dan melapor bahwa Hye Joo menemukan sesuatu yang tidak biasa.


Saat Hye Joo datang menyerahkan file penjualan saham Ye Ryeong, dia menyadari tatapan tajam Dong Soo padanya. Dong Soo bertanya apakah Hye Joo tidak suka bekerja membersihkan kesalahan konglomerat. Hye Joo tidak mengerti kenapa Dong Soo tiba-tiba bertanya seperti itu.

Dong Soo memberitahu Hye Joo bahwa sekalinya kita terperangkap dalam sebuah ambisi maka jangan berusaha untuk kabur, lebih baik untuk mengejar ambisi yang lebih besar karena itulah satu-satunya jalan keluar.

"Apa yang kau ketahui, Pengacara Park, kita harus menguburnya" ancam Dong Soo. Hye Joo jelas kaget mendengar Dong Soo mengetahuinya.


Dong Soo memperingatkan Hye Joo bahwa jika tahu ada orang lain yang dikorbankan demi dirinya maka dia pasti tidak akan punya pikiran lain. Dan orang lain yang dikorbankan Dong Soo itu adalah Koroner Park yang terbujur mati di belakang sebuah gedung.


Geum Joo sudah menunggu di restoran, tapi Hye Joo tidak kunjung datang, nomornya bahkan tidak bisa dihubungi. Hye Joo ternyata sedang menggila mengobrak-abrik rumahnya mencari alat sadap yang membuat Dong Soo mengetahui bukti penting itu. Geum Joo datang saat itu dan langsung cemas melihat keadaan Hye Joo. Dia berusaha menyentuh Hye Joo tapi Hye Joo langsung menampik tangannya.

"Unnie, kau tidak tahu betapa beratnya bagiku selama ini"

Geum Joo tidak mengerti apa masalahnya, tapi dia meminta maaf dan menasehati Hye Joo untuk melepaskan semuanya. Tapi Hye Joo menolak "Ada sesuatu yang tidak bisa diulang kembali. Aku tidak bisa membayar hutangku padamu. Tidak... aku tidak akan membayarnya"


Geum Joo mengusulkan agar dia saja yang mengatasi semuanya. Tapi Hye Joo langsung menjerit "Bagaimana?! Bagaimana?! Bagaimana kau akan mengatasinya?"

"Dengan pengadilan" ujar Geum Joo. Dia akan menunjukkan penyelesaian masalah ini melalui pengadilan "Itulah caraku membayar hutangku padamu. Aku juga berhutang padamu"

Geum Joo merasa punya hutang karena dulu saat dia masih paralegal, dia tetap bersinar walaupun kerjanya biasa saja. Semua itu karena Hye Joo menyembunyikan sinar terangnya.

Bersambung ke part 2

5 comments :