December 6, 2016

Sinopsis Woman With a Suitcase Episode 11 - 2

 

Tim Golden Tree dan Tim K-Fact bergabung di ruang rapat untuk mendiskusikan penemuan mereka. Kasus mereka memiliki 3 poin utama. Pertama kasus gadis tunawisma. Kedua adalah Bincang Kuliner yang sebenarnya adalah pesta seks remaja yang disponsori Dong Soo. Dan terakhir adalah skandal Ye Ryeong yang direkam diam-diam oleh Min Ah.


Demi mendapatkan video itu, Ye Ryeong menculik Min Ah hingga membuat Min Ah koma. Dong Soo sekarang memegang kunci kasus ini dan karena itulah dia sekarang mengendalikan Ye Ryeong dan menarget Bok Gu.


Dong Soo sedang memutar video rekaman itu untuk Ye Ryeong. Dia penasaran kenapa Ye Ryeong memilih Tae Ho. Ye Ryeong mengaku kalau dia berselingkuh dengan Tae Ho hanya karena dia memerlukan sesuatu yang menyenangkan agar dia bisa bertahan.

Dong Soo beruntung karena menemukan video itu duluan. Jika video itu ditemukan Bok Gu duluan maka dia pasti akan bekerja sama dengan Bok Gu. Dong Soo langsung sinis mendengarnya, Bok Gu tidak mungkin mau melakukan itu.

Dia mengingatkan kalau Ye Ryeong lah yang beruntung karena dia menemukan video itu duluan. Bagaimanapun, Ye Ryeong senang karena Keluarga Oh Sung dikendalikan oleh Dong Soo sekarang. Mereka pun berjabat tangan untuk kerja sama mereka.


Dong Soo lalu mengumpulkan semua anggota keluarga Oh Sung. Saat Ji Eun memprotes Dong Soo yang sok memberi mereka perintah padahal dia cuma pelayan keluarga Ohsung, Dong Soo langsung menunjukkan kekuasaannya dengan menyuruh anak buahnya mengusir Ji Eun hingga Ji Eun tak bisa berbuat apapun selain mengalah. Mereka lalu memulai rapat membahas niatan Ye Ryeong untuk mengadopsi anak luar nikah suaminya.


Tim Golden Tree membahas kasus pembunuhan Ji Ah itu. Suk Woo mengusulkan untuk melakukan pembelaan terhadap Bok Gu tapi Pengacara Goo cemas kalau mereka akan dicurigai sebagai komplotan. Dan karena Bok Gu melarikan diri, mereka jadi tidak bisa meminta dokumen apapun dari kejaksaan.


Jaksa Choi memberitahu Hye Joo tentang Bok Gu yang menghilang bagai hantu. Tapi mengingat bagaimana Dong Soo begitu ingin menjerat Bok Gu, dia merasa masalah ini bukan cuma sekedar tentang Bincang Kuliner. Hye Joo mengaku tak tahu menahu, tapi dia meminta Jaksa Choi untuk memberitahunya kalau ada penemuan penting.


Keesokan harinya, Geum Joo pergi menemui Ye Ryeong. Sejak mengetahui keterlibatan Ye Ryeong dalam kasus ini, sikap Geum Joo jelas langsung berubah sekarang. Tanpa basa-basi, dia membanting pembayaran kasus pemalsuan lukisan yang dia menangkan untuk Ye Ryeong dan mengkonfrontasi perbuatannya.

Ye Ryeong pun mulai menunjukkan wajah aslinya dengan menyarankan agar Geum Joo membantunya memasukkan Bok Gu kedalam penjara dan bergabung bersamanya. Tapi Geum Joo  memberitahunya bahwa profesi yang dia inginkan bukanlah menjadi pelayan Ohsung.

"Berkat dirimu, aku belajar sedikit tentang lukisan. Uang dan mata yang tajam adalah dua hal yang berbeda. Matamu tidak setajam itu. Matamu itu, sampah. Kenapa kau bisa membeli lukisan palsu itu? Pemula sepertiku saja bisa langsung mengetahuinya. Mulai sekarang pilihlah dengan bijak. Lukisan maupun pengacara" sindir Geum Joo sebelum pergi.


Dong Soo masuk ke mobilnya tapi malah mendapati Bok Gu ada di belakangnya. Bok Gu mengomentari betapa luar biasanya hidupnya mulai dari jaksa hingga sekarang berakhir sebagai tersangka pembunuhan. Dong Soo menyarankannya untuk menyerahkan diri saja karena bukti yang mengarah ke Bok Gu sangat kuat.

Bok Gu berkata kalau dia akan melakukannya, jika dia sudah siap untuk di adili "Tapi, apa kau tidak penasaran siapa diantara kau dan aku, yang akan duduk di kursi terdakwa?"


Jaksa Choi dan timnya tiba-tiba muncul di Golden Tree dengan membawa surat perintah penggeledahan dan penyitaan. Geum Joo datang tak lama kemudian dan tidak terima barang-barang di kantornya disita. Dia bahkan mengancam akan menuntut 500 gugatan jika mereka mengambil informasi klien mereka.


Berkat ucapan Geum Joo itu, Paralegal Hwang dan Anna langsung berusaha keras mempertahankan file-file mereka. Pengacara Goo dan Suk Woo datang tak lama kemudian dan langsung melabrak dan mengancam Jaksa Choi sampai akhirnya Jaksa Choi dan timnya terpaksa pergi dengan tangan kosong.


Setelah membereskan kekacauan di kantor, Suk Woo menemui Bok Gu di tempat sepi. Bok Gu mengaku kalau dia melakukan hal yang sama dengan Suk Woo, yaitu menyatakan perasaannya pada Geum Joo.

Dia lalu menyerahkan dokumen peralihan semua aset miliknya pada Geum Joo dan meminta Suk Woo untukmmemberikan itu pada Guem Joo jika terjadi sesuatu padanya. Suk Woo bertanya kenapa, apakah Bok Gu merasa terancam? Bok Gu berkata kalau dia cuma pamer uang saja agar dia mendapat jawaban positif dari Geum Joo atas pernyataan cintanya.


Suk Woo pura-pura protes dan mengatai Bok Gu merepotkan orang saja walaupun maksudnya yang sebenarnya adalah dia berharap kasus Bok Gu segera selesai dan dia bisa segera bangkit. Dia beralasan agar mereka bisa bersaing mendapatkan cinta Geum Joo secara adil.

"Jangan khawatir. Aku pasti akan kembali" ujar Bok Gu


Hye Joo sedang olahraga saat dia mendapat telepon dari Jaksa Choi bahwa hasil otopsi Ji Ah sudah keluar.


Anak buahnya Bok Gu bertemu Bok Gu di sebuah bis yang penuh turis asing. Bok Gu bertanya apakah mereka sudah menemukan identitas pria yang membuntuti Geum Joo. Anak buahnya bilang belum. Bok Gu menduga kalau dia anak buahnya Dong Soo dan mungkin juga dia yang membunuh Ji Ah.

"Kapan hasil ujian Geum Joo keluar? Bukankah sudah hampir waktunya diumumkan?" tanya Bok Gu

"Anda tidak tanya hasil otopsinya lebih dulu?" tanya anak buahnya heran


Jaksa Choi sedang melihat-lihat laporan hasil otopsi saat Hye Joo datang. Mereka lalu keluar dan Jaksa Choi membawa laporan itu untuk diperlihatkan pada Hye Joo.

Hye Joo menemukan sesuatu yang membuatnya membuatnya shock saat Jaksa Choi pergi membeli kopi lalu cepat-cepat menarik satu halaman itu dan menyembunyikannya sebelum Jaksa Choi kembali. Jaksa Choi sepertinya memang belum melihat bagian yang itu karena menurutnya tidak ada perbedaan dalam laporan itu.


Bok Gu menelepon Geum Joo dan memintanya bertemu. Tapi dia tidak sadar kalau polisi menyadap telepon mereka dan Jaksa Choi mendapat laporan itu tak lama kemudian.


Anak buahnya Bok Gu bertemu seseorang yang menyarankannya untuk keluar saja dari K-Fact dan kembali. Dia tidak mau mereka melibatkan diri dalam kasus ini. Tapi anak buahnya Bok Gu meminta lebih waktu lagi karena sekarang dia merasa sangat dekat dengan mereka. Dia juga ingin melihat bagaimana masalah ini terselesaikan.


Geum Joo datang ke tempat pertemuan mereka dan melihat Bok Gu sudah menunggunya di seberang jalan dengan sebuket bunga. Tapi saat itu juga Geum Joo melihat Jaksa Choi muncul untuk mengejar Bok Gu.

Geum Joo langsung berteriak memperingatkan Bok Gu dan tepat saat itu juga anak buahnya Bok Gu muncul dengan membawa mobil van. Geum Joo mundur menghindari mobil itu hingga terjatuh dan Bok Gu langsung masuk kedalamnya.

Jaska Choi dan timnya terpaksa berhenti berlari. Tapi mobilnya Bok Gu tiba-tiba mundur kembali. Bok Gu membuka pintu dan mengulurkan buket bunganya pada Geum Joo. Saat Geum Joo mengulurkan tangan untuk mengambilnya, Bok Gu langsung menarik Geum Joo kedalam mobil lalu mereka pun kabur.


Lutut Geum Joo terluka gara-gara kejadian itu dan Bok Gu langsung membantu mengobati lukanya. Menurut Geum Joo, Bok Gu pasti akan tertangkap pada akhirnya. Karena itulah sebelum itu terjadi, Geum Joo menawarkan diri untuk menemani Bok Gu ke Kejaksaan.

"Apa kau pengacaraku? Kau harus dibayar dulu sebelum mulai kerja. Kenapa mengerjakan kasus sebelum menerima deposit? K-Fact tidak akan sama lagi, jadi Golden Tree harus menghasilkan banyak uang untuk memberi makan orang-orang kita"

Dia sendiri yang akan mengurus masalah ini dan Geum Joo kerjakan saja kasus-kasus yang bisa menghasilkan uang. Dia ingin seperti itu sampai Geum Joo mendapatkan lisensi pengacaranya.

"Kenapa aku harus melakukan?"

"Karena aku tidak suka pegawaiku... tidak, wanita yang kusukai berada dalam bahaya. Aku tidak tahu akan memakan waktu berapa lama, tapi... tolong jaga min Ah"


Malam harinya, Geum Joo menyibukkan diri mempelajari bertumpuk-tumpuk dokumen kasus pembunuhan Ji Ah dan dia terus bekerja sampai pagi tiba. Dia lalu memasak sarapan untuknya dan Min Ah.

Tapi dia mendesah sedih saat melihat foto-fotonya bersama Bok Gu dan Min Ah yang tampak begitu bahagia. Dia lalu mendapat telepon yang membuatnya senang dan berjanji akan segera datang ke sana.


Di tempat lain, Suk Woo gelisah menunggu hasil ujian Bok Gu. Dia mencoba membuka situsnya, tapi belum ada hasil.


Geum Joo ternyata mendapat informasi tentang keberadaan Gyeong Hwan di sebuah mini market. Tapi saat dia datang ke sana, dia malah kecewa karena anak yang dimaksud si informan bukan Gyeong Hwan.


Hye Joo gelisah melihat laporan otopsi yang dia sembunyikan dari Jaksa Choi. Laporan itu adalah isi perut Ji Ah dimana ditemukan plastik (bungkus permen lolipop) bergambar burung.

Dia teringat saat memberi Geum Joo kesempatan untuk ujian dan berharap agar Geum Joo menjadi pengacara agar dia bisa melawan Geum Joo dalam level yang sejajar. Dia lalu menelepon seseorang dan bertanya apakah dia menemukan sesuatu.


Sama seperti Suk Woo, Anna dan Paralegal Hwang juga gelisah menunggu hasil ujian yang belum juga muncul di internet. Saat Pengacara Goo melihat mereka, dia langsung mengomentari kegelisahan mereka dan menasehati mereka untuk tidak berharap terlalu tinggi karena Geum Joo mungkin saja gagal nanti. Dia juga menyarankan agar mereka menyembunyikan ekspresi mereka di depan Geum Joo kalau dia gagal. Suk Woo tidak senang mendengar ucapan Pengacara Goo itu.

Geum Joo datang tak lama kemudian dan semua orang langsung canggung. Suk Woo buru-buru menghampirinya untuk menanyakan masalah kasus. Tapi tepat saat itu juga, telepon kantor berbunyi.

Anna mengangkatnya lalu memberitahu Geum Joo bahwa telepon itu untuknya. Geum Joo menerimanya. Entah apa yang dia dengar, tapi seketika itu pula dia menjatuhkan teleponnya dengan lemas.


Semua orang mulai cemas saat tiba-tiba saja Geum Joo terjatuh ke lantai dan menangis sesenggukan. Suk Woo berusaha menghiburnya dan menenangkannya, tapi Geum Joo terus menangis. Semua orang terdiam melihatnya dengan iba. Saat tangisnya akhirnya mereda, dia menatap semua orang yang menatapnya dengan penasaran.

Bersambung ke episode 12

2 comments :

  1. ya sama nih...penasaran juga sama lanjutannya. ciayo...

    ReplyDelete