November 10, 2016

Woman With a Suitcase Episode 8 - 2


Geum Joo menerobos masuk ke ruang ganti pria di Klub Banyan untuk mencari lokernya Chang Hee dan membuat para pria di sana jadi heboh. Seorang petugas berusaha menghentikannya tapi Geum Joo tak peduli dan terus mencari lokernya.


Tepat saat itu, Bok Gu dan anak buahnya ada di sana dan melihatnya. Geum Joo akhirnya menemukan loker yang dicarinya tapi terkunci. Dia berusaha meminta kuncinya ke petugas dan menjelaskan alasannya tapi Bok Gu tiba-tiba menyela dan menggodanya.


Tidak ada waktu lagi, Geum Joo langsung mengambil tong sampah untuk merusak kunci loker. Tapi belum sempat melakukannya, Bok Gu tiba-tiba sudah merusak kunci itu duluan, menggeledah isinya hingga menemukan ponselnya Chang Hee, sebuah ponsel model lawas.

Setelah itu mereka bertiga pergi bersama ke persidangan. Dalam perjalanan, Bok Gu lagi-lagi menggoda Geum Joo dengan candaan mesum.

 

Jaksa Choi memulai persidangan dengan mengulang pernyataan Chang Hee sesuai skenario yang sudah mereka rencanakan, bahwa Chang hee membunuh korban karena curiga dia kekasih istrinya. Setelah Jaksa Choi, Pengacara Goo menyatakan keraguannya akan pernyataan terdakwa. Jaksa Choi langsung keberatan dan mengklaim terdakwa bersaksi tanpa tekanan.


Hakim mengizinkan Pengacar Choi melanjutkan. Pengacara Goo pun bertanya apakah Chang Hee mengakui bawha dia membunuh korban demi menyembunyikan fakta lainnya. Chang Hee menjawab iya.

Maka Pengacara Goo pun memperlihatkan foto Chang Hee yang berdandan perempuan sedang kencan bersama korban. Para penonton dibuat shock melihat gambar itu, sementara Chang hee hanya bisa mendesah berat dan berusaha tegar.

Geum Joo masuk ke ruang sidang saat itu dan menyerahkan bukti ke Suk Woo. Jaksa Choi langsung keberatan, mengklaim bahwa orientasi sesksual terdakwa tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Pengacara Goo membantah dan mengklaim bahwa ini adalah bukti penting, terutama karena terdakwa memilih penjara biasa dan bukannya penjara khusus homoseksual.


Saat Hakim menyuruh Pengacara Goo untuk mengajukan bukti yang dia klaim bisa membuktikan kebenaran kasus ini. Bukti itu adalah ponsel rahasia yang digunakan Chang Hee untuk berkomunikasi dengan korban. Sebuah ponsel model lawas yang didalamnya terdapat catatan panggilan dan pesan antara terdakwa dan korban.

Saat Jaksa Choi mengajukan keberatan lagi, Suk Woo mengklaim bahwa mereka menemukan adanya ponsel itu dari rekaman CCTV Klub Banyan dan Jaksa Choi juga sudah mengetahui bukti ini tapi dia tidak menginvestigasinya... atau tidak menyerahkannya ke pengadilan dengan sengaja.


Hakim mengizinkan Suk Woo melanjutkan. Suk Woo menjelaskan bahwa terdakwa punya alibi saat pembunuhan itu terjadi. Chang Hee saat itu ada di Klub Banyan dan menerima pesan dari korban yang memberitahukan bahwa dia akan mendatangi rumah Chang Hee dan mengungkap kebenarannya pada Istri Chang Hee. Suk Woo membuktikannya dengan membacakan sms terakhir dari korban.

Dia lalu bertanya sekali lagi pada Chang Hee "Apakah anda membunuh Park Seo Joong?"

"Tidak" jawab Chang Hee

"Jika kesaksian anda benar, lalu siapa pembunuh aslinya?"

Chang Hee terdiam, tapi Suk Woo dan para penonton langsung heboh menunjuk-nunjuk Eun Gyo. Suk Woo berkata bahwa kasus ini seperti kasus pembunuhan Itaewon dimana ada korban tapi tak ada pembunuh, karena itulah dia menyarankan pada jaksa untuk menginvestigasi ulang kasus ini. Jaksa Choi cuma terdiam kalah.


Chang Hee akhirnya dibebaskan. Dia berterima kasih pada Geum Joo karena telah meyakinkannya. Dia juga berjanji akan membayar melalui Bok Gu, tapi Geum Joo memberitahunya bahwa ini kasus pro-bono, jadi dia tidak perlu bayar. Dia meyakinkan Chang Hee bahwa walaupun Bok Gu aneh tapi dia tidak jahat.

Mendengar itu, Chang Hee berkata bahwa dia ingin K-Fact mewakilinya dalam menyelesaikan sesuatu walaupun dia tidak memberitahu sesuatu itu apa. Sementara Eun Gyo yang dicurigai sebagai tersangka, langsung kabur ke luar negeri.


Malam harinya, Suk Woo menggerutu kesal memikirkan perbuatan licik Jaksa Choi, apa dia perlu menuntutnya? Geum Joo cuma tertawa mendengarnya dan menyarankan agar sebaiknya Suk Woo ganti profesi saja. Dia ingin sekali bertemu dengan seorang jaksa yang adil seperti Suk Woo di pengadilan.

"Aku lebih suka di sini" ujar Suk Woo dengan penuh arti, lalu menambahkan "Karena ini Golden Tree"


Saat itu, Geum Joo ditelepon Ye Ryeong yang mengundangnya ke acara pertemuan para nyonya konglomerat. Beberapa saat kemudian, Ye Ryeong dan Geum Joo duduk agak jauh dari beberapa nyonya konglomerat yang salah satunya adalah saudara iparnya Ye Ryeong yang mengeluh lantang tentang para menantu Oh Sung.

Mertuanya Jaksa Choi berpendapat bahwa mereka tidak seharusnya menerima menantu dari kalangan rendah. Kalau mereka mengambil menantu dari keluarga berada maka tak mungkin mereka akan bikin malu keluarga.


Ye Ryeong sama sekali tak mempedulikan gosipan para nyonya konglomerat itu dan mengaku bahwa dia mengundang Geum Joo kemari untuk memberitahu Geum Joo tentang adanya rumor yang mengatakan bahwa Hye Joo tertarik dengan Bok Gu, tapi menurutnya Bok Gu lebih tertarik pada Geum Joo. Geum Joo berpendapat kalau Bok Gu hanya menyukainya secara profesional.

"Tapi apa Park Hye Joo sudah mengakhiri hubungannya dengan Jaksa Choi?"

"Tentu saja. Sudah lama berakhir. Orang-orang terlalu lama membicarakannya"


Bok Gu di kantornya sedang melihat daftar nama-nama anggota Bincang Kuliner. Daftar itu didapatkannya dari Chang Hee. Dia lalu menelepon Chang Hee untuk berterima kasih atas 'pembayarannya' ini. Chang hee mengaku bahwa dia seharusnya melakukannya sendiri, tapi terlalu banyak halangan baginya sebagai menantu keluarga Oh Sung.

Sekarang karena dia harus pergi, dia akan mempercayakan semuanya pada Bok Gu. Tapi dia penasaran, dia yakin kalau Bok Gu pasti sudah cukup lama mengetahui orientasi seksualnya, tapi kenapa Bok Gu tidak mengungkapkannya sejak awal. Bok Gu menjawab bahwa hal itu adalah hal yang harus Chang Hee lakukan sendiri.

"Kuharap kau akan bertahan di hutan rimba ini, Ham Bok Gu-ssi"

"Aku pasti akan bertahan, terima kasih"


Sementara itu, Min Ah sedang membrowing berita tentang pacar bintang top Yoo Tae Ho dan pacar barunya. Entah kenapa dia tampak gemetar ketakutan membaca berita itu. Bok Gu dan anak buahnya datang saat itu dan melihat apa yang sedang Min Ah baca. Bok Gu jadi cemas melihat ekspresi wajahnya, ada apa?

"Ahjussi" kata Min Ah tiba-tiba hingga membuat anak buahnya Bok Gu kaget mendengarnya bisa bicara.


Sesaat kemudian, mereka bertiga duduk bersama dimana Min Ah mulai bercerita tentang kejadian malam itu. Waktu itu, dia dibawa ke sebuah pesta para ahjussi. Saat dia hendak pulang, dia berhenti di suatu tempat dan melihat kejadian lain, dan kejadian itu sebenarnya dia rekam.

Flashback,


Saat Ji Ah hendak memulangkannya waktu itu, dia mengaku lapar pada Ji Ah. Maka Ji Ah membawanya ke sebuah villa milik Oh Sung Group di Suwon dan membuatkannya ramen. Setelah puas makan, dia ke kamar mandi yang terletak di lantai dua.

Saat sedang mencari kamar mandinya, tak sengaja dia mengintip ke sebuah kamar dan mendapati sesuatu yang membuatnya terbelalak. Setelah ragu sejenak, akhirnya dia memutuskan untuk merekamnya diam-diam. Dia melihat Yoo Tae Ho sedang ganti baju. Dia merekamnya karena awalnya dia pikir Yoo Tae Ho sendirian. Tapi kemudian muncul sosok wanita dari balik selimut.

Flashback end,


Min Ah mengaku bahwa sebenarnya dia takut membicarakan hal itu. bok Gu bertanya apakah wanita itu adalah wanita yang ada dalam foto paparazi itu. Tapi Min Ah menyangkalnya. Saat Anak buah Bok Gu menanyakan keberadaan ponsel itu, Min Ah mengaku bahwa ponsel itu hilang di pusat penahanan anak gelandangan.


Keesokan harinya, Geum Joo menemui Hye Joo di kantornya. Dia ingin bicara tapi saat Hye Joo mulai menyindirnya, Geum Joo langsung mengancam, sebaiknya Hye Joo tidak usah macam-macam dengannya atau dia akan mempermalukan Hye Joo.

Hye Joo akhirnya mengikuti Geum Joo ke sebuah restoran. Geum Joo bertanya apakah Hye Joo baik-baik saja. Tapi Hye Joo yakin ada hal lain yang ingin Geum Joo tanyakan, tentangnya dan Bok Gu, iya kan? tanyanya sinis.

Geum Joo tidak mengerti kenapa sikap Hye Joo jadi berubah aneh begini sejak dia bergabung dengan Oh Sung. Hye Joo langsung menyela dan mengingatkan Geum Joo bahwa sekarang dia bukan lagi anak SMA ataupun pengacara yang punya cela yang harus Geum Joo lindungi. Karena itulah dia menyarankan agar mereka tidak usah saling bertemu lagi seperti ini.

"Dan jangan menanyaiku seolah aku mencuri priamu"

"Hye Joo, kau keterlaluan!"

"Benar, aku memang pencuri. Unnie juga tahu, hidupku selalu rumit"

"Kenapa kau mengungkitnya?"

"Menurutmu kenapa? Untuk membuatmu merasa bersalah"


Saat Hye Joo beranjak bangkit, Geum Joo menghentikannya dan menyatakan bahwa mulai sekarang, dia akan berbuat hal-hal yang akan dia sesali. Mulai sekarang, dia akan bersikap merasa bersalah pada Hye Joo jika memang itu yang Geum Joo inginkan.


Saat Hye Joo berjalan pergi, dia teringat akan masa lalunya. Dulu saat dia masih SMA, dia mencuri pembalut milik temannya. Dia ketahuan dengan cepat oleh teman-teman sekelasnya dan dibawa ke kantor polisi. Geum Joo dan Ibunya datang saat dia sedang diinterogasi.


Ibunya Geum Joo langsung menghina Hye Joo habis-habisan, padahal Hye Joo terpaksa mencuri karena Ibu Tirinya itu tidak mau memberinya uang. Saat Geum Joo mengetahui alasannya yang sebenarnya, Geum Joo langsung memeluk Hye Joo dan setulus hati meminta maaf karena tidak mengetahuinya lebih cepat.


Geum Joo mendesah teringat kenangan itu. Dia berpikir bahwa dunia adalah penjara bagi masing-masing individu "Semua orang hidup di dalam penjara yang mereka ciptakan sendiri. Tapi kurasa sekarang aku tahu. Hanya aku yang bisa membebaskan diriku sendiri. Luka dan traumaku adalah milikku sendiri"


Tim K-Fact rapat membahas informasi dari Min Ah semalam. Setelah menghubungkan semua kejadian, mereka menyimpulkan bahwa orang yang menculik Min Ah sepertinya mencari video rekaman itu. Jelas itu menunjukkan bahwa jika video itu tersebar, akan ada masalah besar.

Reporter Baek curiga, wanita yang dikencani Yoo Tae Ho itu mungkin orang yang sangat penting atau... istri orang. Tapi Goo Tae tak setuju dengan dugaannya, tak mungkin Yoo Tae Hoo kencan dengan istri orang.


Ye Ryeong bertemu Hye Joo dan mengaku bahwa ingin bertemu karena dia penasaran apa rencana Firma Hukum Oh Sung untuk menghabisinya. Hye Joo heran, bukankah Ye Ryeong bekerja sama dengan Geum Joo. Ye Ryeong hanya menanggapinya dengan berkata bahwa keyakinan dan kesetiaan hanya untuk mereka yang kuat.



Saat pulang malam harinya, Hye Joo mendapati Jaksa Choi mabuk di depan apartemennya. Hye Joo berusaha mengacuhkannya, tapi Jaksa Choi memegangi kakinya kuat-kuat sambil merengek menyatakan cintanya pada Hye Joo.

Hye Joo akhirnya mengundangnya masuk rumah dan membantunya sadar dengan menawarkan segelas air, tapi Jaksa Choi tiba-tiba memeluk Hye Joo dan memintanya untuk balikan. Dia menyesal pernah meninggalkan Hye Joo dan berjanji kalau sekarang dia akan meninggalkan segalanya demi Hye Joo.

Hye Joo langsung mendorongnya dan memberitahu Jaksa Choi bahwa dia sudah terbiasa dicampakkan jadi dia cenderung mencari rencana baru secepatnya. Saat Ayahnya mencampakkannya, dia langsung berpaling ke Ibu Tirinya. Saat Ibu Tirinya mencampakkannya, dia langsung berpaling ke Kakak Tirinya. Begitu pun dalam masalah pria. Jika pria pertama tak bisa menjadi miliknya, maka dia akan mengejar pria milik orang lain.


Keesokan paginya di K-Fact, Bok Gu dan timnya meneruskan diskusi mereka tentang Yoo Tae Ho. Goo Tae bertanya-tanya, berapa banyak yang diketahui Geum Joo tentang masalah ini. Anak buahnya Bok Gu yang ternyata agen BIN, juga berpendapat kalau Geum Joo harus tahu mengingat dia terlibat langsung dengan perkara ini.

Saat Bok Gu mengaku ragu, Goo Tae memberinya saran "Sebaiknya anda sekarang terbuka pada Cha Geum Joo dan menggabungkan kekuatan untuk melawan CEO Lee Dong Soo"


Atas saran itu, Bok Gu langsung pergi menemui Geum Joo. Setelah memandang Geum Joo dengan ragu sejenak, Bok Gu akhirnya memantapkan diri untuk memberitahu Geum Joo bahwa dia ingin Geum Joo menemui seorang wanita. Wanita ini adalah wanita yang dia ceritakan waktu itu, si penguntit.

Geum Joo kaget, dia kira waktu itu Bok Gu cuma sedang berbohong. Bok Gu mengklaim kalau belakangan ini si penguntit itu sangat dekat dengannya. Saking dekatnya, mereka kadang sarapan bersama dan makan malam bersama, kadang pula dia meminjamkan piyamanya.


Geum Joo tambah shock mendengarnya "Kalau ada wanita seperti itu, lalu kenapa kau menemui Hye Joo?"

"Hah? Pokoknya, si penguntit ini bilang kalau dia harus bertemu denganmu"

"Kenapa aku? Aku tidak mau"

"Kau bilang kau mau menjelaskan padanya?"

"Iya, sih. Tapi kan tidak perlu sampai bertemu"

"Sebelum segalanya makin rumit, kita bertiga harus bertemu" tegas Bok Gu "Tunjukkan padanya seperti apa hubungan kita. Dan juga... persiapkan dirinya"


Saat berjalan keluar, Bok Gu tak sengaja bersilangan jalan dengan Suk Woo. Mereka mencoba saling menghindar tapi terus saja tak sengaja saling menghalangi satu sama lain. Pengacara Goo tak sengaja lewat dan langsung geli melihat kedua pria yang sangat kekanak-kanakan itu, saling menuduh menghalangi jalan masing-masing.


Setelah Bok Gu pergi, Suk Woo menghentikan Pengacara Goo karena ingin mendiskusikan sesuatu dengannya. Saat Suk Woo mulai menyebut Geum Joo, Pengacara Goo langsung mengira kalau Suk Woo sedang menginginkan nasehat cinta. Tapi Suk Woo ternyata hanya ingin mengusulkan agar mereka menyemangati Geum Joo untuk ujian lagi.

Tapi pengacara Goo jujur mengaku kalau dia tidak menyetujui hal itu. Karena menurutnya Geum Joo tidak harus mengenakan pin pengacara di kerah bajunya, dia pasti akan menghasilkan banyak uang nantinya. Lagipula Asosiasi pengacara tidak suka untuk mempekerjakan Geum Joo sebagai pengacara.

Suk Woo kaget dan kecewa mendengar pendapat Pengacara Goo itu, dia kira Pengacara Goo mendukung Geum Joo. Pengacara Goo mengklaim kalau dia sungguh tidak bermaksud begitu, dia hanya bicara kenyataan. Tapi Suk Woo sama sekali tidak bisa sependapat dengannya, kenyataan apa yang dimaksud Pengacara Goo? Kenyataan bahwa Geum Joo akan gagal lagi? Menurutnya, Geum Joo bisa menjadi seorang pengacara yang hebat.


Dong Soo menemui Tomy Kim yang melapor bahwa mereka tidak bisa berbuat apapun saat ini karena Min Ah selalu bersama Bok Gu. Dia juga melapor bahwa Bok Gu menemui Hye Joo. Tomy Kim menduga kalau Bok Gu tengah berusaha mendekati orang dalam Oh Sung untuk memata-matai kasus ini.


Geum Joo sedang lembur bersama Suk Woo saat Bok Gu meneleponnya dan menyuruhnya untuk naik ke rumahnya sekarang. Kesal, Geum Joo memutuskan untuk mengacuhkan perintah itu. Tak berapa lama kemudian, Bok Gu menelepon lagi.

Kali ini Geum Joo terang-terangan menolaknya. Mendengar itu, Bok Gu malah mengancam akan membawa wanita penguntitnya turun saja kalau begitu. Mendesah kesal, Geum Joo akhirnya setuju untuk naik untuk menjelaskan segalanya pada wanita itu.

 

Suk Woo yang tak senang mendengarkan pembicaraan mereka, langsung menawarkan diri mengantarkan Geum Joo. Tapi Geum Joo menolak dan bersikeras naik sendiri. Suk Woo langsung merajuk cemburu. hehe.


Bok Gu sedang memasak makan malam untuk mereka bertiga saat pintunya diketuk Geum Joo. Dia menyilahkan Geum Joo masuk dan langsung to the point menuntut dimana wanita itu. Tidak sabaran sekali, gerutu Bok Gu, bagaimana kalau mereka makan malam dulu.

Geum Joo tidak mau "Aku tidak ada niat makan malam bersama kalian"


Bok Gu cuma tersenyum sebelum akhirnya memanggil Min Ah keluar. Min Ah pun keluar dan menyapa Geum Joo yang kebingungan. Geum Joo mencoba memikirkan nama itu hingga akhirnya dia menyadari siapa gadis itu. Bok Gu membenarkannya, ini adalah gadis tunawisma itu. Geum Joo begitu tercengang sampai sulit berkata-kata.

"Min Ah masih hidup dan yang terdaftar mati adalah gadis lain"


"Selama ini, dia bersamamu?"

Bok Gu membenarkannya. Geum Joo begitu bahagia dan terharu hingga dia langsung melemparkan dirinya untuk memeluk Bok Gu "Terima kasih, Ham Bok Gu-ssi" ucapnya dengan tangis haru.

Bersambung ke episode 9

1 comment :

  1. Ditunggu kelanjutan episodenya mba....fight...!! :D

    ReplyDelete