November 8, 2016

Woman With a Suitcase Episode 8 - 1

Episode 8: Alasan Tepat Untuk Hidup.


Suk Woo membawa Geum Joo ke klub gay. Dia bertanya pada salah seorang gay yang mengantarkan mereka dengan senang hati. Setibanya di sana, Suk Woo langsung menanyai para pelanggan apakah mereka mengenal Park Seo Joong.  Seorang bule gay mengenalinya sebagai cowok paling seksi di tempat ini.


Suk Woo kaget mendengarnya, tapi yang membuatnya tercengang adalah reaksi Geum Joo yang tampak tidak menunjukkan keterkejutan sama sekali.




Pada saat yang bersamaan, Bok Gu menemui Hye Joo di kedai kaki lima. Hye Joo sudah cukup mabuk setibanya dia di sana. Hye Joo mengaku bahwa saat ini dia jadi orang yang menakutkan. Bok Gu berkomentar bahwa biasanya itu terjadi jika menginginkan terlalu banyak hal.

Hye Joo berkaca-kaca saat dia mengulang ucapan Dong Soo tentang Oh Sung tidak bersalah dan yang lain bersalah "CEO, aku harus bagaimana? Sepertinya aku terjatuh kedalam rawa. Aku tidak yakin bisa kembali" isak Hye Joo sebelum pingsan di meja.


Di klub, Suk Woo kecewa pada Geum Joo yang menyembunyikan masalah ini darinya padahal dia selalu terbuka pada Geum Joo. Gay yang mengantarkan mereka tadi, muncul kembali dan menawarkan segelas alkohol untuk Suk Woo.

Suk Woo menerimanya tanpa berpikir macam-macam, tapi pria mengartikan itu sebagai jawaban bahwa Suk Woo menerima ajakan kencannya malam ini. Puahahaha!


Suk Woo dan Geum Joo sontak shock mendengarnya. Suk Woo makin tak nyaman karena pria itu terus menerus menggodanya. Geum Joo berusaha menyela untuk menyelamatkan Suk Woo darinya. Dia memberitahu pria itu kalau Suk Woo menyukai wanita tapi pria itu tak percaya dan terus bersikeras menyuruh Geum Joo minggir.

Terpaksa Geum Joo harus mengklaim kalau Suk Woo adalah kekasihnya sambil memeluk Suk Woo untuk membuktikan klaimnya. Saat pria itu masih saja menolak mempercayainya, Geum Joo langsung pura-pura menempelkan pipinya di pipi Suk Woo dalam posisi seolah mereka sedang berciuman.


Pria itu akhirnya pergi dengan kesal. Geum Joo melepaskan diri tapi Suk Woo malah menarik Geum Joo kedalam pelukannya lagi. Suk Woo mengaku bahwa dia punya satu rahasia lalu mencium bibir Geum Joo.


Bok Gu membantu memasukkan Hye Joo kedalam mobilnya. Tapi saat dia hendak keluar, Hye Joo menariknya mendekat dan bertanya "CEO, tidak bisakah kau memegangiku kuat? Aku sangat takut pada tempat itu, Oh Sung"

Bok Gu melepaskan tangan Hye Joo darinya dan berkata bahwa jika Hye Joo benar-benar tulus menginginkan bantuannya maka sebaiknya Hye Joo datang mencarinya dalam keadaan sadar. Saat dia hendak keluar, Hye Joo mengaku bahwa dia mendapat ancaman saat Geum Joo dipenjara.


Geum Joo cepat-cepat melepaskan diri dari ciuman Suk Woo. Suasana diantara mereka jadi canggung seketika, Suk woo langsung menarik Geum Joo keluar dari sana. Begitu mereka di luar, Suk Woo hendak mengakui perasaannya pada Geum Joo, tapi tampaknya Geum Joo terlalu takut mendengar pengakuan cintanya hingga dia cepat-cepat membuat dugaan kalau ciuman tadi cuma akting untuk mengusir pria gay tadi. Tapi Suk Woo mengklaim kalau dia sungguh-sungguh.


Geum Joo semakin tak nyaman mendengar itu, tapi untunglah ponselnya berbunyi saat itu. Dari Bok Gu yang menanyakan dimana rumah Hye Joo. Beberapa saat kemudian, Bok Gu sudah menunggu di depan asramanya Geum Joo saat dia datang bersama Suk Woo.

Geum Joo langsung cemburu sampai menyindir Suk Woo "Sepertinya pengacara Ma tidak bisa bekerja tanpa Cha Geum Joo. Kenapa sampai selarut ini?"

Geum Joo menjelaskan kalau mereka harus pergi ke suatu tempat untuk menyelidiki kasus Kim Chang Hee. Tapi kemudian dia menyadari tatapan kecewa Suk Woo. Geum Joo langsung memalingkan muka sambil mengatupkan bibirnya. Jelas saja interaksi canggung mereka berdua itu membuat Bok Gu yakin kalau mereka tidak sedang menyelidiki kasus.


Geum Joo berusaha menghindari topik ini dengan menanyakan Hye Joo. Sesaat kemudian, Bok Gu membopong Hye Joo ke kasurnya Geum Joo. Setelah menidurkan Hye Joo, Bok Gu menatap Geum Joo dan Suk Woo dengan curiga. Dengan sengaja Bok Gu berkata bahwa jika dia tahu kalau kasurnya Geum Joo besar maka dia pasti tidak akan menolak undangan Geum Joo untuk bermalam waktu itu.

Geum Joo shock dan langsung melirik tak enak hati pada Suk Woo. Geum Joo menyangkal bahwa bermalam yang dimaksudnya waktu itu bukan bermalam semacam itu. Tapi Geum Joo memang mengundangnya bermalam, bukan? balas Bok Gu.


Merasa urusannya sudah selesai di sini, Bok Gu pun pergi dan menyeret Suk Woo pergi bersamanya dengan gaya sok akrab dan beralasan agar sebaiknya mereka pergi meninggalkan kakak adik itu berduaan.


Tapi begitu mereka sudah sampai di luar gedung, Bok Gu langsung mendorong Suk Woo dan bertanya apa yang Suk Woo dan Geum Joo lakukan bersama selarut ini? Suk Woo mengaku kalau dia memang 'coming-out'. Dia sudah jujur mengatakan semuanya pada Geum Joo.


Bok Gu malah mendengus geli mendengar pilihan kata Suk Woo itu lalu menangkup wajah Suk Woo dengan sok iba, Suk Woo pasti harus berjuang keras selama ini. Dia membuat keputusan yang benar dengan mengakui orientasi seksualnya pada Geum Joo.

"Kau tahu bukan itu maksudku" ujar Suk Woo

"Lalu, apa kau sudah mendapatkan jawaban positif?"

Saat Suk Woo menjawab belum, Bok Gu langsung menawarkan selembar uang dan menyuruh Suk Woo menggunakan uang itu untuk minum-minum demi melupakan sakit hatinya. Tapi Suk Woo memberitahu bahwa dia tidak mendapat jawaban negatif juga. Karena sebelum dia sempat mendapat jawabannya, 'seseorang yang tidak sopan' menganggu mereka. Suk Woo langsung pergi.

 

Geum Joo hendak melepaskan jaketnya Hye Joo saat Hye Joo tiba-tiba ngelantur memanggil Bok Gu dalam tidurnya. Geum Joo langsung kesal dan membatalkan niatnya.


Hye Joo terbangun keesokan paginya. Sesaat dia bingung mendapati dirinya ada di asramanya Geum Joo sebelum akhirnya sadar bahwa pasti Bok Gu yang membawanya kemari. Dia berterima kasih dan beranjak bangkit untuk pergi. Tapi perhatiannya teralih saat melihat buku hukum yang sedang Geum Joo pelajari. Geum Joo langsung sinis, Geum Joo masih belum menyerah rupanya.

Geum Joo mengalihkan topik dengan bertanya apa yang terjadi antara Hye Joo dan Bok Gu. Hye Joo dengan santainya menjawab ambigu yang terkesan seolah dia dan Bok Gu ada hubungan spesial. Saat Geum Joo menolak mempercayainya, Hye Joo mengingatkan Geum Joo bahwa Bok Gu lah yang meneleponnya duluan, Geum Joo lihat sendiri kan waktu itu.


Hye Joo hendak pergi, tapi Geum Joo menghentikannya dan bertanya apa sebenarnya yang tidak bisa Hye Joo katakan padanya? Dia yakin saat Hye Joo berpaling darinya, ada alasan yang tidak bisa Hye Joo katakan padanya. Dia berusaha membujuk Hye Joo bicara, tapi Hye Joo langsung pergi sebelum Geum Joo sempat menyelesaikan ucapannya.


Di K-Fact, Bok Gu dan timnya rapat membahas seorang bintang top bernama Yoo Tae Ho yang kedapatan kencan rahasia bersama pacar barunya. Anehnya, pacarnya ini bukan tipe wanita yang biasanya Tae Ho pacari. Biasanya Tae Ho hanya mengencani sesama bintang top atau putri konglomerat, sementara pacar barunya ini cuma karyawan biasa.


Rapat mereka terganggu saat Geum Joo masuk untuk meminjam Bok Gu. Begitu mereka duduk berdua di ruang kerjanya Bok Gu, mereka langsung saling melotot. Bok Gu lah yang akhirnya bicara duluan dan menyindir kebersamaan Geum Joo bersama Suk Woo semalam. Geum Joo mengabaikan pertanyaannya dan balas menuntut tentang apa yang terjadi semalam hingga Hye Joo mabuk berat?

Bok Gu menolak menjawab, malah menyuruh Geum Joo untuk bertanya sendiri saja pada Hye Joo. Dia lalu mengalihkan topik menanyakan apa yang Geum Joo dan Suk Woo lakukan semalam? Geum Joo hendak menjawab, tapi kemudian teringat dengan ciuman semalam. Sontak dia langsung terdiam sambil mengatupkan bibir.

"Kau tidak bisa mengatakannya?"

"Tak ada pasal yang menyebutkan kalau aku harus melaporkan kehidupan pribadiku padamu" protes Geum Joo

Karena Geum Joo memutuskan untuk merahasiakannya maka dia juga membalasnya dengan hal yang sama, apa yang terjadi semalam adalah rahasia antara dirinya dan Hye Joo.


Saat hendak kembali ke ruang kerjanya, Geum Joo melihat Suk Woo termenung sedih menatap karet jari pemberiannya. Saat Suk Woo melihatnya, dia langsung mengajak Geum Joo bicara di luar.


Mereka pun duduk bersama di halaman depan kantor dimana Suk Woo mengakui bahwa dia menyukai Geum Joo.

"Aku juga menyukaimu" ujar Geum Joo "Sebagai rekan dan pengacara"

Suk Woo kecewa mendengarnya. Tapi dia tidak mau menyerah begitu saja dan menyatakan bahwa dia akan menunggu. Dia akan menunggu sampai Geum Joo memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Dia yakin kalau dia menunggu maka suatu hari nanti, Geum Joo pasti akan tiba sana, iya kan? Tanpa mereka sadar, Bok Gu menyaksikan mereka dari lantai atas dengan tak senang.


Dalam perjalanan ke pengadilan, Geum Joo dan Suk Woo saling terdiam canggung. Suk Woo lah yang memecahkan keheningan mereka dengan mengomentari mobil barunya Geum Joo dan bertanya apakah ini hadiah senilai 90 juta pemberian Bok Gu itu?

Geum Joo mengklaim kalau ini bukan hadiah gratis, Bok Gu memberikan mobil mahal ini padanya untuk membuatnya bekerja lebih keras. Dia juga menyukai penggaris yang bisa melengkung pemberian Suk Woo, Suk Woo tentu saja senang mendengarnya.

Mengalihkan topik ke kasus mereka, Suk Woo tidak tahu harus bagaimana di persidangan nanti mengingat Chang Hee bahkan tidak mau bertemu dengan mereka. Apa mereka nantinya hanya duduk-duduk saja selama persidangan? Geum Joo berkata bahwa walaupun klien menolak menemui mereka, tapi mereka tetap harus duduk di samping klien mereka karena itulah tugas mereka.


Persidangan kali ini adalah persiapan sebelum persidangan yang sebenarnya dimulai. Suk Woo sebagai pengacara pembela Chang Hee tidak menyerahkan kesaksian tertulis karena terdakwa menolak menemui pengacara pembelanya.  Hakim menyebutkan bahwa dalam dugaan awal, Eun Gyo dituduh berkomplot dengan Chang Hee dalam aksi pembunuhan itu.


Tapi Jaksa Choi sekarang mengubah dakwaannya karena Chang Hee sendiri yang mengaku bahwa dia membunuh korban seorang diri dan menyembunyikan mayatnya. Eun Gyo memang menutupi kejahatan suaminya, tapi Jaksa Choi mengklaim bahwa Eun Gyo tidak terlibat dalam kejahatan yang dilakukan suaminya. Karena itulah, mereka akan membatalkan dakwaan terhadap Eun Gyo.


Dong Soo sebagai pengacara pembela Eun Gyo, secara tak langsung berusaha menyuruh Eun Gyo untuk mengkonfirmasi bahwa Chang Hee lah yang membunuh korban. Saat Eun Gyo terdiam ragu, Dong Soo langsung mendesaknya dengan cara mengingatkannya akan anaknya.

Geum Joo langsung mensms Suk Woo dan menyuruhnya untuk menghentikan Dong Soo. Suk Woo pun langsung mengajukan keberatannya dengan alasan Dong Soo menggunakan keluarga sebagai cara untuk menekan terdakwa.


Hakim langsung memperingatkan Dong Soo untuk berhati-hati. Tapi desakan Dong Soo itu tampaknya berhasil mempengaruhi Eun Gyo hingga dia mengakui bahwa Chang Hee lah yang telah membunuh korban.

Dan karena Chang Hee juga tidak mengajukan bantahan, hakim akhirnya menetapkan sidang selanjutnya adalah sidang dakwaan tunggal terhadap Chang Hee.


Setelah sidang usai, Suk Woo menemui Jaksa Choi dan bersikeras menuntut semua catatan investigasi yang dimiliki Jaksa Choi. Jaksa Choi kesal diperintah anak baru seperti Suk Woo, tapi Suk Woo tak gentar sedikitpun dan terus menuntut Jaksa Choi untuk menyerahkan semuanya.


Chang Hee akhirnya mau menemui Geum Joo walaupun dia masih bersikeras menyatakan kalau dia tidak membutuhkan pembelaan. Geum Joo menjelaskan bahwa walaupun Chang Hee tidak membutuhkan mereka tapi merekalah yang membutuhkan Chang Hee karena tugas mereka adalah membela klien mereka.

Saat Chang Hee berusaha menghindar, Geum Joo akhirnya memutar rekaman video kencan Chang Hee dan korban. Video itu itu berhasil membuat Chang Hee duduk kembali. Geum Joo yakin bahwa rahasia inilah yang ingin Chang Hee tutupi hingga dia memutuskan lebih memilih menjadi seorang pembunuh daripada rahasianya ini terbongkar. Geum Joo mengerti bahwa dunia mungkin akan sulit memahaminya, tapi menghindar dengan cara seperti ini adalah tindakan yang lebih pengecut.

Saat Chang Hee masih bersikeras untuk meneruskan rencananya, Geum Joo memberitahunya bahwa video itu tidak akan terkubur selamanya. Seandainya dia adalah pengacara firma hukum Oh Sung maka begitu sidangnya usai maka dia pasti akan menyebarkan videonya. Dong Soo pasti akan melakukan itu dalam kasus perceraian Chang Hee dengan Eun Gyo nanti. Chang Hee terkejut mendengar dugaan Geum Joo itu.

Jika Chang Hee membiarkan orang-orang mengira bahwa pembunuhnya adalah kaum seksual minoritas maka itu sama artinya dia melempar batu pada orang-orang yang sama sepertinya.


Jaksa Choi mengejar Hye Joo dan menginterogasinya bak pacar yang sedang cemburu, semalam Hye Joo tidur dimana? Kenapa Hye Joo tidak menjawab teleponnya? Saat Hye Joo menolak menjawabnya, Jaksa Choi curiga jangan-jangan Hye Joo sudah menemukan pria lain?

Tepat saat itu juga, Bok Gu tiba-tiba muncul dan langsung merangkul Hye Joo dan bertanya "Memangnya dia tidak boleh menemukan pria lain? Jaksa Choi, kau perhatikan saja wanitamu yang ada di rumah. Kurasa wanita ini tidak menyukaimu"

Dia lalu mengedip penuh arti pada Hye Joo dan membawa Hye Joo pergi dari Jaksa Choi. Beberapa rekannya Hye Joo melihat itu dan langsung bergosip heboh, mengira Bok Gu dan Hye Joo pacaran.


Hye Joo kelihatan senang sekali dengan tindakan Bok Gu barusan. Dalam perjalanan, dia berterima kasih pada Bok Gu untuk yang semalam walaupun dia mengakui bahwa dia tidak terlalu ingat. Bok Gu berkata bahwa kemarin Geum Joo memberitahunya tentang keinginannya untuk berubah haluan karena Hye Joo bilang kalau dia takut pada Oh Sung.


Kembali ke kantor, Geum Joo dan Suk Woo mendiskusikan kasus ini dengan Pengacara Goo yang sangat terperangah kecewa mendengar tentang Chang Hee.


Malam harinya saat Geum Joo sedang mempelajari kasus ini, Bok Gu meneleponnya dan menyuruhnya keluar menemuinya, dia mau membelikan Geum Joo mojito. Saat Geum Joo menolaknya, Bok Gu bertanya apakah Geum Joo masih marah padanya?

Geum Joo langsung bereaksi keras menyangkalnya, tapi reaksinya malah membuat Bok Gu jadi semakin yakin kalau Geum Joo sedang marah padanya. Karena itulah dia meminta Geum Joo untuk tidak marah lagi padanya dan menyuruh Geum Joo kembali kerja lalu menutup teleponnya.


Hye Joo sedang melamun memikirkan Bok Gu saat dia mendapat telepon dari temannya yang mengabarkan Bok Gu sedang ada di bar. Hye Joo langsung cepat-cepat kesana dan pura-pura seolah mereka tak sengaja bertemu di sana. Dia menyapa Bok Gu dengan riang, Bok Gu tersenyum padanya walaupun dia tampak tidak terlalu mood.

Bok Gu bertanya apakah Hye Joo sudah membuat keputusan. Hye Joo bertanya balik apa yang akan dia dapatkan jika dia berubah haluan. Apa yang Hye Joo inginkan? tanya Bok Gu. Hye Joo bertanya apakah Bok Gu bisa memberikan dirinya padanya. Bok Gu setuju dan bercanda menawarkan sebelah tangannya untuk Hye Joo. Mereka sama-sama tertawa mendengarnya.

 

Sementara itu di asramanya, Geum Joo sedang galau. Dia masih terus bersikeras kalau dia tidak marah. Haruskah dia pergi ke sana? Tapi pada akhirnya dia memutuskan tidak pergi, paling Bok Gu cuma akan bicara omong kosong lagi.


Keesokan harinya saat Geum Joo baru tiba di gedung pengadilan, dia mendapat telepon yang mengabarkan adanya rekaman CCTV. Jaksa sudah mengetahui adanya rekaman itu tapi tidak diserahkan sebagai bukti. 

Persidangan pun dimulai sementara Geum Joo pergi mengecek CCTV itu dan mendapati video yang memperlihatkan Chang Hee tampak sedang bicara di telepon dengan seseorang. Berdasarkan keterangan petugas CCTV, rekaman ini sudah diserahkan cukup lama pada jaksa.

Bersambung ke part 2

1 comment :