November 3, 2016

Woman With a Suitcase Episode 7 - 1

Episode 7: Satu Rahasia.


Geum Joo menemukan kamar Bok Gu dalam keadaan berantakan. Tapi yang paling mengejutkannya adalah saat Bok Gu menariknya berbaring di sofa dalam keadaan tangan berdarah.

Geum Joo cemas tapi Bok Gu menolak menjelaskan apapun dan memaksa Hae Soo untuk tetap diam dalam pelukannya karena dia harus berpikir. Geum Joo berusaha bangkit, tapi Bok Gu merapatkan pelukannya.


"Kau memikirkan apa sampai selama itu?" protes Geum Joo

"Aku terganggu detak jantungmu yang kencang" goda Bok Gu


Geum Joo langsung melepaskan diri dengan sebal. Pasti terjadi masalah besar sampai Bok Gu terluka begini. Bok Gu akhirnya bangkit dan mulai serius saat dia memperingatkan Geum Joo bahwa Geum Joo mungkin berada dalam bahaya juga karena ada seseorang yang menguntitnya.

Sementara anak buahnya Bok Gu mengantarkan Suster pembunuh ke rumah sakit, Bok Gu berkata ambigu bahwa ada seorang wanita yang mengikutinya. Geum Joo tak percaya begitu saja, apalagi kemudian Bok Gu bercanda mengklaim kalau dia juga yang salah... salah karena berwajah ganteng. haha.

"Mulai sekarang, berhati-hatilah" pesan Bok Gu serius

Tapi gara-gara candaannya barusan, Geum Joo meremehkan peringatannya "Kenapa aku harus berhati-hati?"

"Karena wanita itu sangat marah dengan kedekatan kita."


Geum Joo bingung dengan pilihan kata Bok Gu, apa maksudnya dengan 'kita'? Kita maksudnya mereka berdua? Kenapa begitu? Mereka kan tidak punya hubungan apapun?

"Bukankah kita terlibat skandal" ujar Bok Gu

Geum Joo langsung protes, itu tidak benar. Yakin tidak benar? goda Bok Gu. Bukankah mereka barusan saling berpelukan? Dia bahkan bisa mendengar suara detak jantung Geum Joo yang kencang. Geum Joo menyuruh Bok Gu untuk memanggil penguntitnya itu saja, biar dia jelaskan.

Bok Gu menolak, kalau begitu Geum Joo malah akan meprovokasinya. Pokoknya mulai sekarang Geum Joo harus selalu berhati-hati jika lewat di jalan yang gelap dan segera telepon dia kalau melihat orang yang mencurigakan. Geum Joo juga harus memberitahunya kalau sudah sampai asrama.

Geum Joo benar-benar tidak mengerti kenapa dia harus begitu? Bok Gu mengklaim karena wanita itu gila karena cemburu, jadi Geum Joo harus melakukan semua itu. Bok Gu berakting sakit kepala agar bisa menyandarkan kepalanya di bahu Geum Joo tapi Geum Joo langsung mendorongnya dengan kesal.


Suk Woo dalam perjalanan pulang naik bis sementara radio menyiarkan hasil sidang gugatan malpraktek kang Hyeon Ho. Sang penyiar radio menyesali kepergian Kang Hyeon Ho dan bersyukur kebenaran kematian Kang Hyeon Ho akhirnya terungkap. Dia lalu memutar lagu persembahan untuk almarhum.

Senang dan lega mendengar siaran itu, Suk Woo meng-sms Geum Joo dan berkata kalau dia ingin datang ke kantor membawakan snack untuk Geum Joo. Tiba-tiba dia ingat pesan Bok Gu yang memintanya untuk menjaga Geum Joo malam ini.

Suk Woo jadi cemas dan langsung berusaha menelepon Geum Joo tapi tidak diangkat. Setelah beberapa kali mencoba menelepon tapi tidak diangkat-angkat juga, Suk Woo akhirnya turun di halte saat itu juga untuk kembali ke kantor.


Geum Joo sendiri hendak pulang saat dia mengecek ponselnya dan mendapati ada banyak sekali misscall dari Suk Woo. Dia hendak menelepon Suk Woo saat tiba-tiba saja Bok Gu muncul dan dengan santainya merangkul Geum Joo. Saat Geum Joo protes kenapa tangan Bok Gu ada di bahunya, Bok Gu dengan santainya beralasan kalau tangannya sedang sakit. Geum Joo tak percaya, yang sakit kan tangan yang satunya. Baru ingat, Bok Gu langsung pindah posisi sambil pura-pura mengeluh sakit.

"Ayo kuantarkan pulang"

Geum Joo menolak, sebaiknya Bok Gu pulang sendiri secepat mungkin untuk mengobati luka di pipinya itu. Bok Gu malah semakin getol menggodanya. Kenapa Geum Joo menyarankan itu? Takut wajah tampannya ini punya bekas luka? Kesal dan malu, Geum Joo langsung melepaskan tangan Bok Gu dari bahunya.


Suk Woo tiba di kantor tak lama kemudian tapi malah mendapati Bok Gu sedang menggoda Geum Joo dan berusaha berakli-kali merangkul Geum Joo. Bok Gu langsung sebal melihat kedatangan Suk Woo.

 

Cemburu, Suk Woo berkata kalau sekarang dia akan melaksanakan perintah Bok Gu untuk bertanggung jawab menjaga Geum Joo malam ini lalu menyeret menarik tangan Geum Joo. Tapi Bok Gu menarik tangan Geum Joo yang satunya, menolak menyerahkan Geum Joo pada Suk Woo. Geum Joo sampai kesakitan gara-gara ulah kedua pria itu.


Suk Woo menatap Bok Gu dengan kesal sampai saat dia melihat darah di tangan Geum Joo. Dia langsung cemas, tapi Geum Joo meyakinkannya untuk tidak cemas. Setelah melepaskan kedua tangannya dari genggaman mereka, Geum Joo menatap Bok Gu tajam dan menyindir kalau semua ini gara-gara seseorang yang tampan.

Suk Woo menawarkan untuk mengantarkan Geum Joo pulang tapi Bok Gu menyatakan kalau Suk Woo sudah tidak lagi bertanggung jawab atas Geum Joo jadi Suk Woo tidak perlu mengantarkan Geum Joo pulang. Suk Woo tak peduli, dia tidak butuh izin Bok Gu untuk mengantarkan Geum Joo pulang.

Melihat ketegangan antar kedua pria itu, Geum Joo akhirnya berinisiatif melarikan diri dari mereka berdua. Bok Gu langsung mengejarnya, sementara Suk Woo hanya bisa mendesah tanpa bisa berbuat apa-apa.


Dalam perjalanan pulang, Geum Joo memperhatikan luka tangan Bok Gu. Geum Joo berusaha menyuruhnya berhenti agar dia saja yang menyetir, tapi Bok Gu menolak, kan dia yang mengantarkan Geum Joo pulang dan bukannya sebaliknya. Dia bersikeras kalau dia baik-baik saja dan bisa menyetir dengans satu tangan. Geum Joo heran, kenapa pria selalu saja begitu. Apa mereka pikir mereka keren menyetir dengan satu tangan?

"Jadi sekarang aku kelihatan keren?" goda Bok Gu

Geum Joo lalu mengalihkan topik ke masalah penguntit tadi. Dia yakin tadi itu bukan penguntit. Bok Gu pasti punya banyak musuh dan sekarang sedang diburu oleh seseorang gara-gara artikel yang Bok Gu tulis. Geum Joo terus berusaha bertanya-tanya. Tapi tepat saat itu juga, mereka sudah sampai ke asramanya.


Lagi-lagi Bok Gu tidak mau langsung pergi, Geum Joo jadi berpikir kalau Bok Gu mengharapkan pujiannya "Baiklah. Kau sangat-sangat keren"

Bok Gu tersenyum kecil mendengarnya dan sekali lagi mengingatkan Geum Joo untuk meneleponnya kalau ada apa-apa. Pesannya ini serius, tapi kemudian dia melanjutkannya dengan candaan, Geum Joo boleh juga meneleponnya tanpa alasan, misalnya kalau dia ingin makan hamburger atau semacamnya.


Geum Joo cepat-cepat menyela dan masuk kedalam asramanya. Tapi walaupun begitu, Bok Gu tetap tidak bisa tenang dan tidak langsung pergi. Dia tak menyadari kalau Tomy Kim sedang memperhatikan mereka tak jauh dari sana.


Setelah Suster pembunuh diobati, anak buah Bok Gu menunjukkan foto Jia Ah dan bertanya apakah dia yang menyuruh Suster membunuh Min Ah? Suster mengiyakannya dengan takut-takut. Setelah mengkonfirmasi itu, anak buahnya Bok Gu memberitahu kalau polisi akan datang yang akan membawa Suster ke Departemen Imigrasi. Suster akan dideportasi ke negara asalnya.


Saat polisi datang, anak buahnya Bok Gu menunjukkan kartu identitas yang menyatakan kalau dia adalah agen Badan Inteligen Nasional. Wow! rumor adanya BIN di K-fact itu benar yah?


Suk Woo masih di kantor, sedang melihat-lihat barang-barang Geum Joo di ruang kerjanya dan mendapati Geum Joo sedang mempelajari buku ujian hukum. Sementara Geum Joo sendiri tidak bisa konsen mempelajari kasusnya karena memikirkan masalah penguntit tadi.


Sementara itu, Bok Gu dan anak-anak buahnya rapat membahas kasus Min Ah ini. Goo Tae menduga Tomy Kim lah yang telah membawa Min Ah dan akun pagebook atas nama Tomy Kim itu sebenarnya Ji Ah. Intinya pemegang kunci kasus ini adalah Ji Ah yang sekarang ini tidak diketahui keberadaannya. Goo Tae jadi cemas, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Ji Ah.

Anak buah Bok Gu yang ternyata agen BIN itu datang tak lama kemudian untuk melapor bahwa Suster itu akan dipulangkan ke Tiongkok dan Suster itu sudah mengakui bahwa Ji Ah langsung yang memerintahkannya untuk membunuh Min Ah.


Bok Gu mencoba menghubungi Ji Ah via inbox pagebook, mengingatkan Ji Ah tentang dirinya dan meminta Ji Ah untuk memberinya petunjuk kalau dia masih hidup, air mata Ji Ah mengalir membaca pesan itu. Sayangnya, pesan itu dibaca juga oleh Tomy Kim yang tiba-tiba muncul dari belakangnya Ji Ah.


Pengacara Goo datang ke kantor subuh-subuh dan hampir saja jantungan melihat Suk Woo yang duduk dalam kegelapan dengan hanya penerangan lampu meja. Sama-sama bingung kenapa masing-masing ada di kantor sepagi ini.

Suk Woo penasaran, Bok Gu itu sebenarnya orang yang seperti apa? Bok Gu itu sebenarnya orang baik atau jahat? Kenapa dia berhenti jadi jaksa, malah mendirikan perusahaan media paparazi? Dan apakah ada alasan khusus dia merekrut Geum Joo?

Pengacara Goo memberitahunya bahwa dulu Bok Gu itu sangat sukses tapi harus berhenti karena membuat saksi bersumpah palsu dan sebagian besar firma hukum tak mau menerimanya setelah itu. Karena itulah dia mendirikan K-Fact. Sekarang setelah berhasil menghasilkan banyak uang, sepertinya Bok Gu ingin menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.

Sementara untuk masalah Geum Joo, Pengacara Goo juga tidak tahu. Tapi setelah melihat interaksi antara Geum Joo dan Bok Gu yang tampaknya saling menggoda, sepertinya sekarang dia bisa menduga alasan Bok Gu merekrut Geum Joo.

 

Menurutnya mereka kelihatan serasi, iya kan? Suk Woo bereaksi keras tak setuju, mereka tidak serasi sama sekali. Pengacara Goo jadi heran dan penasaran apakah Suk Woo juga menyukai Geum Joo?

 

Geum Joo baru keluar dari asramanya dan mendapati Bok Gu sudah menunggu di depan untuk menjemputnya. Bok Gu ternyata mengajaknya ke dealer mobil. Geum Joo protes, di surat kontrak mereka tidak disebutkan kalau dia harus menemani Bok Gu belanja.

Tapi Bok Gu mengoreksi, dia mau beli mobil untuk Geum Joo. Bok Gu beralasan kalau dia cemas gara-gara penguntit itu. Jelas Geum Joo kaget. Kenapa? Apa Geum Joo tidak mau mobil? goda Bok Gu. Yah, sudah ayo pergi. Tapi Geum Joo langsung mencegahnya dan memutuskan untuk memilih sebuah mobil yang paling disukainya, dia bahkan request ini-itu pada dealer-nya.


Setelah itu, Geum Joo pergi menemui Hye Ryung yang memperkenalkannya pada seorang wanita. Setelah menyerahkan laporan sebuah kasus untuk Geum Joo. Hye Ryung memberitahu bahwa wanita ini adalah kakak iparnya sekaligus istrinya Kim Chang Hee, direktur MBS Press. Hye Ryung memberitahu bahwa kakak iparnya ini ingin membahas sesuatu dengan Geum Joo.

Tapi si kakak ipar tampaknya tak mau membahas masalahnya di hadapan Hye Ryung dan berkata pada Geum Joo kalau mereka akan membahasnya lain kali saja. Dia mengklaim ini bukan masalah besar, hanya saja suaminya mengalami masalah dalam pekerjaannya. Geum Joo meyakinkan kakak ipar kalau dia orang pandai menjaga rahasia.


Sementara itu, Kim Chang Hee sendiri menemui Dong Soo di kantor Ohsung. Dong Soo berbasa-basi tapi langsung berhenti melihat wajah serius Chang Hee. Apa yang ingin Chang Hee diskusikan dengannya? tanya Dong Soo.

Chang Hee mengaku bahwa dia mendapat informasi anonim lalu menyerahkan foto yang memperlihatkan beberapa orang pria sedang pesta dengan dua orang gadis remaja yang mana salah satunya adalah Min Ah.


Sempat cemas, tapi kemudian Dong Soo mengisyaratkan Chang Hee untuk menangani masalah ini, dia kan anggota keluarga Ohsung yang bekerja di media. Tapi Chang Hee berkata bahwa yang bisa dia lakukan terbatas karena walaupun dia anggota keluarga Ohsung tapi dia juga seorang reporter.

Dong Soo langsung tertawa mengejeknya dan mengingatkan Chang Hee bahwa dia bisa meraih posisinya yang sekarang berkat bantuan Ohsung dan sekarang dia mau menjaga kode etik reporter? Seharusnya Chang Hee tahu betul kalau Ohsung bisa saja membuatnya jadi orang sakit jiwa.

"Jaga sikapmu. Menantu keluarga itu adalah posisi yang paling sulit dipertahankan di dunia ini"


Bok Gu memanggil Reporter Baek untuk memberitahunya bahwa Min Ah saat ini ada di rumahnya. Beberapa saat kemudian Reporter Baek mengurusi Min Ah dan membantu mengepang rambutnya walaupun Min Ah masih membisu dan tak nyaman menatap bayangannya sendiri di cermin.


Anna dan Paralegal Hwang memperhatikan Suk Woo yang entah kenapa bertampang jutek padahal dia sudah memenangkan kasusnya. Geum Joo datang tak lama kemudian dengan riang dan mengumumkan kasus baru mereka. Semua orang senang kecuali Suk Woo yang malah mendesah berat lalu mendadak pergi dengan emosi. Geum Joo sampai bingung sendiri.


Pengacara Goo bertanya-tanya apakah mereka harus menjadikan Geum Joo pengacara? Dia tidak bermaksud apa-apa, hanya saja Geum Joo sudah sering mengikuti ujian, dia hanya berharap Bok Gu tidak terlalu menekannya. Geum joo gagal ujian bukan karena dia kurang pandai, dia pasti akan merasa sangat tertekan karena harus mengatasi rasa takutnya.


Suk Woo tiba-tiba datang dan minta bicara berdua dengan Bok Gu. Pengacara Goo pun pergi sambil tersenyum geli melihat kedua pria yang menyukai Geum Joo itu. Suk Woo berkata bahwa dia datang untuk memperingatkan Bok Gu "Jangan menemui Cha Geum Joo secara pribadi"

"Kenapa aku harus begitu?" protes Bok Gu


Suk Woo mengaku aneh saat Bok Gu memintanya menjaga Geum Joo semalam. Dilihat dari darah yang semalam dilihatnya, Suk Woo yakin kalau Geum Joo pasti ada dalam bahaya. Bok Gu menolak memberitahu apa yang terjadi semalam dan balik memprotes peringatan Suk Woo "Kau punya hak apa melarangku menemuinya secara pribadi atau tidak?"

"Aku berhak. Karena aku menyukai Cha Geum Joo" aku Suk Woo

Bok Gu langsung tersenyum sinis mendengarnya. Lalu kenapa Suk Woo malah memberitahukan perasaannya pada Geum Joo kepadanya? Suk Woo pasti belum memberitahu Geum Joo. Suk Woo menegaskan kalau dia akan segera menyatakan perasaannya pada Geum Joo dan alasannya memberitahukan ini pada Bok Gu adalah untuk mengingatkan Bok Gu bahwa Geum Joo pernah tertusuk karena Bok Gu dan dia tak mau Geum Joo menghadapi situasi yang berbahaya seperti itu lagi. Awalnya Bok Gu cuma menanggapinya dengan sinis, tapi saat Suk Woo pergi dia langsung kesal.


Setelah mengetahui adanya dua pria yang menyukai Geum Joo itu, Pengacara Goo meminta pendapat Anna dalam memilih dari dua pilihan pria tapi dia melarang Anna tanya-tanya. Secara ambigu dia menggambarkan pria pertama berwajah tampan dan kaya raya tapi kepribadiannya rada-rada kasar. Lalu pria yang kedua masih muda dan manis tapi tidak punya banyak uang. Dari kedua pilihan itu, mana yang Anna sukai?

Bukannya memilih, Anna malah curiga "Apa kau berselingkuh, Pengacara Goo?"

Jelas Pengacara Goo langsung protes, ini bukan tentangnya. Tapi perbincangan mereka terhenti saat Suk Woo kembali, masih dengan muka juteknya.


Malam harinya, hanya tinggal Geum Joo dan Suk Woo yang masih lembur di kantor. Setelah beberapa lama saling berdiam diri dan ragu-ragu, Suk Woo akhirnya memberikan sebuah hadiah untuk Geum Joo, sebuah penggaris khusus yang bisa melengkung yang sangat cocok digunakan untuk belajar buku-buku hukum yang sangat tebal.


Geum Joo tentu saja senang menerima hadiah itu. Tepat saat mereka bercanda tawa, Bok Gu melihat mereka dan langsung cemburu. Dia sengaja bersembunyi di tembok saat Suk Woo mengajak Geum Joo untuk makan udon di restoran orang tuanya hari minggu nanti.


Kesal, Bok Gu akhirnya menampakkan dirinya sambil pura-pura mengeluhkan tagihan listriknya yang melonjak gara-gara mereka tidak pulang-pulang. Kalau tidak ada kerjaan sebaiknya mereka pulang saja daripada pura-pura kerja.

Dia mau pergi, tapi tiba-tiba kembali lagi dan dengan sengaja menyuruh Geum Joo untuk meluangkan waktu hari minggu nanti, dia mengklaim ada urusan yang sangat penting. Suk Woo penasaran apa yang penting itu, tapi Bok Gu menolak memberitahu dengan alasan demi keamanan.

Bersambung ke part 2

4 comments :

  1. bok gu nampak kali kalau dah cemburu

    ReplyDelete
  2. wkwkwkwk...bok gu ini klo cemburu jd bikin ngakak...ternyata drama ini emang sesuatu :D
    Semangat ya mba Ima. Daku selalu menantikannya dengan penasaran

    ReplyDelete
  3. lucu bangeet yaa pad episode ini...

    ReplyDelete