November 28, 2016

Woman With a Suitcase Episode 11 - 1

Episode 11: Bayangkan, Tatapan Mata Terdakwa.


Gerbang tempat ujian sudah tertutup saat Geum Joo akhirnya tiba di sana. Dia berusaha memanjat pagar, tapi pak satpam mengomelinya dan memerintahkannya turun. Geum Joo terus berusaha membujuk pak satpam untuk membiarkannya masuk karena ini adalah ujian terakhir. Tapi pak satpam bersikeras menolaknya.



Hye Joo kebetulan diundang profesornya untuk menjadi pengawas ujian di sana dan melihat keributan itu. Dia langsung menghampiri mereka.


Sementara itu di kantor K-Fact, tim Golden Tree keluar untuk melihat polisi sedang menginterogasi para pegawai K-Fact. Sementara Anak buah Bok Gu dan Goo Tae menghadapi para polisi, Suk Woo melihat Reporter Baek sedang sibuk berkeliling dari satu komputer ke komputer lainnya, diam-diam memindahkan data-data mereka.

Suk Woo mendapat telepon saat itu. Secara lantang dia berkata bahwa dia mau pergi ke tempat yang lebih tenang agar dia bisa mendengar lebih baik dan dengan santainya masuk kedalam ruangannya Bok Gu.

Karena ternyata yang menelepon adalah Bok Gu. Walaupun sebenarnya tak ingin meminta bantuan Suk Woo tapi di saat seperti ini dia terpaksa harus melakukannya. Dia lalu menyuruh Suk Woo untuk menyalakan laptopnya dan memberitahu Suk Woo bahwa kata sandi laptopnya adalah 'PengacaraMaEnyah'. (Pfft) Suk Woo langsung kesal mendengarnya.


Hye Joo menyindir Geum Joo karena menurutnya Geum Joo pasti akan kabur lagi seperti dulu. Dia bahkan menuduh Geum Joo hanya ingin mempermainkan Bok Gu dengan sengaja datang terlambat agar nantinya dia bisa beralasan ke Bok Gu kalau dia tidak bisa ikut ujian karena terlambat.

Kesal, Geum Joo mengacuhkannya dan kembali berusaha membujuk pak satpam untuk membuka pagarnya. Pak satpam tetap menolak, tapi Hye Joo tiba-tiba meminta pak satpam untuk membiarkan Geum Joo masuk.


"Kenapa kau membiarkanku masuk?" tanya Geum Joo

Hye Joo berkata karena dia tidak mau dijadikan alasan oleh Geum Joo sebagai penyebab kegagalan ujiannya. Dulu Geum Joo beralasan kalau dia menderita testophobia karena tekanan keluarga. Sekarang dia memberi Geum Joo kesempatan agar Geum Joo tidak akan menyalahkannya.

Dia mengakui bahwa ada bagian dari dirinya yang mengharapkan Geum Joo sukses agar dia bisa melawan Geum Joo di level yang sejajar. Tapi dia yakin kalau Geum Joo tidak akan bisa menyelesaikan ujiannya seperti dulu lagi.


Ujian pun dimulai tapi Geum Joo sangat gugup hingga tangannya berkeringat dingin. Tapi di sana, dia melihat gelang borgol pemberian Bok Gu yang membuatnya jadi agak tenang. Pengawas ujian lewat saat itu dan bertanya apa yang dia pandangi. Geum Joo mengaku itu borgol dan itu adalah jimat keberuntungannya.

Flashback,


Dalam perjalanan, Tomy Kim dengan ceria memberitahu Ji Ah kalau Bok Gu akan divonis bersalah dan tidak akan bisa lolos. Ji Ah dengan tenang meminta Tomy Kim untuk memberinya lolipop juga. Tapi itu sebenarnya hanya alasan agar dia bisa diam-diam menyimpan bungkus lolipopnya.

Saat Tomy Kim keluar sebentar, Ji Ah bergerak cepat mengambil pulpen dan mengambar sesuatu di bungkus lolipop itu dan cepat-cepat mengembalikan pulpennya kembali sebelum Tomy Kim kembali ke mobilnya.


Dia lalu membawa Ji Ah ke sebuah taman dan membunuhnya dengan sebuah tali. Bok Gu menemukan mayatnya mengambang di danau tak lama kemudian. Pagi harinya, mayat Ji Ah diperiksa polisi yang menemukan kancing baju Bok Gu, dan Bok Gu langsung ditetapkan sebagai tersangka buron.

Flashback end,


Dong Soo menelepon Jaksa Choi untuk menyita semua barang-barang di K-Fact dan memerintahkan Jaksa Choi untuk menyerahkan padanya jika ada sesuatu yang penting. Jaksa Choi bertanya apakah ini karena Bok Gu berusaha membongkar Bincang Kuliner, tapi Dong Soo menolak menjawab.

Saat Jaksa Choi tiba di K-Fact, reporter Baek sudah selesai memindahkan data-data penting. Tapi dia mengaku pada Goo Tae kalau dia belum sempat melakukan apapun untuk komputernya Bok Gu.


Jaksa Choi masuk dan langsung melihat Suk Woo yang sedang berkutat dengan komputernya Bok Gu. Panik, Suk Woo langsung menggunakan kakinya untuk menjegal pintu tapi diam-diam beralasan pada Jaksa Choi kalau pintunya tidak bisa dibuka.

Sementara Jaksa Choi berusaha mendobrak pintu, Bok Gu memindahkan semua data-datanya dari kejauhan dengan menggunakan tabletnya. Setelah selesai, dia memberitahukannya pada Suk Woo dan Suk Woo pun melepaskan kakinya dari pintu dan membiarkan Jaksa Choi masuk.


Saat waktunya istirahat makan siang, Geum Joo ditelepon Bok Gu yang bertanya apakah dia sudah makan siang. Geum Joo mengiyakannya tapi Bok Gu tak percaya dan langsung mengetes Geum Joo dengan menanyakan apa yang tertulis didalam surat yang dia tinggalkan didalam kotak makan siangnya.

Kebohongan Geum Joo langsung ketahuan. Tapi dia langsung membuka kotak makan siangnya dan menemukan surat itu. Dalam suratnya, Bok Gu memberitahu Geum Joo untuk tidak makan sambil lari dan dia mengakhiri suratnya dengan 2 emoji heart.

"Aku tidak akan makan sambil lari, jangan khawatir" ujar Geum Joo

Bok Gu menduga bahwa ujian selanjutnya adalah hukum perdata. Menurut Bok Gu, kelemahan Geum Joo adalah di hukum perdata. Geum Joo protes tak setuju dan mengklaim kalau dia sangat menguasai hukum perdata.

"Kalau kau perhatikan baik-baik, kau akan menemukan sesuatu yang menarik bagimu. Kalau kau tersendat, kerjakan saja yang itu dulu" saran Bok Gu. Geum Joo ingin mengakhiri telepon mereka, tapi Bok Gu ingin mengatakan satu hal lagi.


Profesornya Hye Joo mengenali Geum Joo sebagai kakaknya Hye Joo yang tersandung kasus karena mengerjakan kasus gadis tunawisma. Prof lah yang dulu meminta Hye Joo untuk menangani kasus itu tapi malah membuat Geum Joo jadi korban. Prof merasa tak enak dan memberitahu Hye Joo kalau dia akan menemui Geum Joo begitu keadaan sudah mereda nanti.


Fobia Geum Joo mulai kambuh saat ujiannya dimulai lagi. Tapi dia terus berusaha bertahan dan membuka lembar soalnya sembari teringat nasehat Bok Gu. Saat itulah dia menemukan sebuah soal tentang kasus hubungan pembantu dan majikan yang menarik baginya.

Geum Joo langsung tenang seketika dan menjawab soal itu dengan mudah. Hye Joo lewat saat itu dan dari luar, dia melihat Geum Joo mengerjakan ujiannya dengan tenang.


Di tengah-tengah ujian, Geum Joo teringat nasehat terakhir Bok Gu yang menyuruhnya untuk membayangkan dirinya berdiri di ruang sidang.

Geum Joo pun membayangkan dirinya sebagai pengacara. Dalam khayalannya, dia melihat Gyeong Hwan di kursi terdakwa dan Min Ah di kursi saksi. Mereka berdua menatapnya dan berkata bahwa mereka mempercayainya. Geum Joo mengalihkan pandangannya ke kursi penonton dan melihat Bok Gu di sana yang memberitahunya untuk membayangkan tatapan mereka yang sangat berharap padanya.

Sadar dari khayalannya, Geum Joo berpikir "Aku tidak pernah tahu kenapa aku harus berdiri sebagai pengacara. Tapi kurasa sekarang aku tahu harus berbuat apa. Aku tidak boleh mengkhianati tatapan itu"


Tim Golden Tree melihat berita tentang Bok Gu yang jadi tersangka pembunuhan. Anna heran kenapa Geum Joo tidak bisa dihubungi. Dia cemas, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Geum Joo gara-gara Bok Gu. Tapi kemudian TV berganti berita tentang ujian advokat yang berlangsung hari ini. Pangacara Goo jadi curiga, jangan-jangan Geum Joo mengikuti ujian itu hari ini.


Selesai ujian, Geum Joo langsung ke TKP dan diam-diam mengambil foto-foto TKP. Seorang polisi mendatanginya dan langsung menuntut Geum Joo untuk menyerahkan ponselnya. Panik, Geum Joo langsung pura-pura mewek sambil mengklaim kalau korban adalah sepupunya dan dengan penuh semangat meminta polisi untuk menangkap pelakunya.


Aktingnya sangat baik sampai-sampai polisi itu mempercayainya bahkan membiarkannya mengambil lebih banyak foto TKP. Suk Woo juga datang ke sana saat itu dan keheranan melihat Geum Joo langsung datang kemari setelah ujiannya.


Tomy Kim diam-diam menemui Dong Soo dan melapor kalau dia sudah membuat TKP-nya dengan sangat sempurna hingga Bok Gu tidak akan bisa lolos. Dong Soo puas mendengarnya lalu memberikan sebuah amplop gemuk untuknya. Tomy Kim mengaku agak kecewa, apa pekerjaannya sudah selesai sekarang? Dong Soo berkata masih ada satu hal lagi yang harus dilakukannya.


Geum Joo dan Suk Woo duduk di bangku taman untuk mendiskusikan kasus ini. Melihat betapa sempurnanya kejahatan ini, Suk Woo yakin kalau Bok Gu akan divonis bersalah. Geum Joo yakin bahwa Bok Gu tidak bersalah. Karena dia melihat kepribadian Bok Gu terlalu tenang untuk melakukan sebuah pembunuhan.

Suk Woo menduga apa yang terjadi pada Bok Gu ini sama seperti yang Geum Joo alami dulu, peringatan untuk tidak menggali Bincang Kuliner. Yang jadi masalah adalah hubungan masa lalu yang buruk antara Ji Ah dengan Bok Gu.

Dia yakin kalau pihak kejaksaan akan mengajukan kasus ini sebagai pembunuhan impulsif yang dilakukan Bok Gu untuk balas dendam pada Ji Ah yang telah menghancurkan karirnya sebagai jaksa. Dan tuduhan mereka akan diperkuat dengan bukti kancing bajunya Bok Gu yang ditemukan di tangan korban.

Geum Joo mengaku bahwa kancing itu adalah alasan kenapa dia yakin Bok Gu dijebak karena kancing itu sudah hilang saat mereka bersama. Geum Joo tak enak saat dia hendak menjelaskan, tapi Suk Woo tidak mau mendengarkan detilnya.

Suk Woo menyatakan bahwa dia akan mempercayai Bok Gu karena Geum Joo mempercayai Bok Gu. Dia akan berusaha menyelesaikan kasus ini secepat mungkin agar dia bisa bersaing dengan Bok Gu untuk mendapatkan Geum Joo. Dia tidak mau bersaing dengan orang yang mendekam di penjara.


Mereka lalu pergi ke kantor polisi dan berusaha menjilat mereka dengan membagi-bagikan kopi. Tepat saat itu para polisi dipanggil ke ruang rapat.


Detektif yang menangani kasus ini melaporkan berbagai bukti yang semuanya mengarah ke Bok Gu. Mulai dari jejak sepatunya di tanah dan kancing baju yang ada di tangan korban.

Seorang petinggi polisi merasa bukti kancing baju itu agak aneh karena ditinggalkan begitu saja. Seorang inspektur memiliki dua kemungkinan menyangkut kancing baju itu. Kemungkinan pertama adalah korban menarik kancing baju itu saat dia dibunuh dan pelaku tak punya waktu untuk mengambil bukti itu karena tangan mayat sudah sangat kaku. Kemungkinan yang kedua... entah apa.


Begitu rapat selesai, Geum Joo dan Suk Woo yang sedang tadi menunggu di luar, langsung berusaha menanyai Pak Detektif. Awalnya dia menolak bicara dengan Geum Joo, tapi akhirnya mereka bicara di luar.

Detektif memberitahu Geum Joo untuk menyuruh Bok Gu menyerahkan diri saja karena dia benar-benar tidak akan bisa lolos. Suk Woo menanyakan kemungkinan adanya bukti lain yang bisa membuktikan kalau Bok Gu dijebak.

Detektif mengaku mereka memang harus menyelidiki lebih banyak lagi. Tapi dia yakin kalau Bok Gu tidak akan bisa lolos. Kalaupun dia memang dijebak, orang-orang yang menjebaknya sudah pasti membuat rencana yang sangat sempurna untuk membuat Bok Gu dipenjara.


Bok Gu sendiri tampak sangat santai mencobai berbagai macam jaket di sebuah toko. Niatnya memakai baju yang tidak akan membuatnya mencolok, tapi dia merasa semua baju itu tetap membuatnya jadi mencolok karena dia terlalu tampan.

"Pada saat seperti ini, tampan adalah sebuah kejahatan" ujarnya narsis.


Geum Joo sedang berjalan menyeret kopernya saat Bok Gu tiba-tiba muncul dengan pedenya bahkan membawa Geum Joo ke sebuah cafe padahal di cafe itu banyak terpampang foto-fotonya sebagai buron.

Geum Joo takut kalau-kalau Bok Gu akan dikenali. Tapi Bok Gu sendiri sangat santai, karena sudah jadi rahasia umum di kalangan jaksa kalau penjahat buron tidak akan dikenali kecuali oleh orang yang mereka kenal. Poster-poster itu hanya digunakan untuk menekan si penjahat agar mereka segera menyerahkan diri. Klaimnya terbukti saat seorang pelayan datang dan dia sama sekali tidak mengenali Bok Gu.


Mereka terus bersama sampai malam. Bok Gu mengklaim kalau jadi buron itu ternyata tidak terlalu buruk karena dia jadi bisa kencan dengan Geum Joo. Geum Joo bertanya-tanya apakah Bok Gu sudha menemukan wanita yang dikencani Tae Ho. Siapa wanita itu?

"Wanita itu adalah orang yang cukup dekat denganmu"

Geum Joo memikirkannya dan langsung punya ide. Bok Gu membenarkannya, wanita itu adalah Ye Ryeong. Bok Gu menyesal karena dialah yang mendorong Geum Joo ke Ye Ryeong.


Dalam perjalanan pulang, Geum Joo memikirkan kembali telepon ancaman sebelum dia dipenjara dulu dan setelah dia keluar dari penjara, Ye Ryeong mengajaknya berteman. Sesampainya di rumah, dia memperlihatkan foto Ye Ryeong pada Min Ah yang mengkonfirmasi bahwa wanita yang bersama Tae Ho malam itu adalah Ye Ryeong.


Hye Joo menemui Ye Ryeong untuk menyarankannya mengadopsi anak luar nikah suaminya. Dia memberitahu Hye Joo bahwa dengan memberi sedikit, dia bisa mendapatkan lebih banyak. Jika Ye Ryeong mau melakukan ini maka dia bisa menyelesaikan masalah Pusat Seni Ohsung sekaligus kasus perceraiannya.

Saat Ye Ryeong menanyakan perkembangan hubungan Hye Joo dan Bok Gu, Hye Joo mengaku kalau dia mendekati Bok Gu hanya karena dia pikir kalau Bok Gu bisa membuatnya tampak mewah. Tapi karena sekarang Bok Gu jadi buron, dia tidak akan tertarik lagi pada Bok Gu.


Goo Tae dan Reporter Baek mengikuti Dong Soo sampai ke parkiran gedung Pusat Seni Ohsung. Di sana, mereka melihat Dong Soo dan Hye Joo membawa sebuah lukisan yang tertutup lalu memasukkannya kedalam bagasi. Reporter Baek pun cepat-cepat mengambil foto-foto mereka.

Bersambung ke part 2

4 comments :

  1. siap.. paling asik nonton WWS, sedia kopi sama cemilan :)

    ReplyDelete
  2. Ini updatex lamaaaaa yah,, pe lupa gmn crta sblumx...

    ReplyDelete
  3. Joo jin mo ahjussi....bikin meleleh.lanjutkan please.kamsahamnida

    ReplyDelete