November 18, 2016

Woman With a Suitcase Episode 10 - 1

Episode 10: Wanita Yang Diborgol.


Bok Gu dan Geum Joo jalan-jalan di sekitar jalan itu. Melihat Geum Joo sibuk berpikir, Bok Gu mengingatkannya bahwa ciuman adalah dari perasaan jadi sebaiknya dia fokus pada perasaannya saja daripada terus memikirkannya.



Mendengar itu, Geum Joo tiba-tiba mengisyaratkan Bok Gu untuk mendekat. Bok Gu langsung senang dan menutup mata, mengharapkan ciuman lanjutan. Tapi Geum Joo menyuruhnya mendekat cuma untuk menunjukkan satu kancing bajunya Bok Gu yang copot.

Tanpa mereka ketahui, kancingnya Bok Gu itu copot di dekat mobilnya dan sekarang dipungut oleh Tomy Kim. Bok Gu menggerutu kesal, tapi kemudian dia mulai lagi menggodai Geum Joo, Geum Joo pasti sangat menikmati ciuman mereka sampai membuat kancingnya terlepas.


Saat Bok Gu menuntut Geum Joo untuk bertanggung jawab, Geum Joo dengan santainya menerima tuntutan itu lalu mulai membuka semua kancing baju Bok Gu dan membuat Bok Gu terperangah kaget. Puas membuka semua kancing bajunya, Geum Joo memberitahu Bok Gu bahwa dia kelihatan lebih muda dengan gaya seperti ini, mengedip seksi pada Bok Gu lalu pergi.


Reporter Baek membanting foto-foto ciuman Bok Gu dan Geum Joo di meja kerjanya Bok Gu dan memanfaatkan foto-foto paparazi itu untuk menuntut kesepakatan dengan Bok Gu. Saat Bok Gu menolak dan meremehkannya, Reporter Baek langsung mengancam akan menjualkan ke media paparazi lain. Bok Gu sontak panik dan menyerah. Saat dia melihat-lihat foto-foto itu, tiba-tiba dia punya ide licik.


Golden Tree sekarang memiliki dua anggota baru: Dr. Kim Young Mo dan Woo Jin (si ahli psikologi penggemar dan komentar negatif).


Tiba-tiba Suk Woo menerima sebuah pesan plus gambar ciuman Bok Gu dan Geum Joo. Pastinya itu sms dari Bok Gu yang membuat smsnya terkesan seperti sebuah update berita bahwa CEO H yang sangat amat tampan dan wanita C dari sebuah firma hukum terungkap sedang menjalin hubungan serius. Suk Woo langsung patah hati.


Bok Gu dengan liciknya mengetik sms kedua "Karena itulah, pria M yang harapannya sia-sia, menyerahkan surat pengunduran diri dan berkata kalau dia tidak akan pernah kembali lagi"
 
Suk Woo jadi murung sampai membuat semua orang kebingungan melihatnya, kabar apa yang membuatnya tiba-tiba jadi begini? Dia seperti dapat kabar ada seseorang yang meninggal dunia. Suk Woo membenarkannya, dia memang mendapat kabar duka.


Geum Joo datang saat itu untuk mengumumkan bahwa sidang pertama Ye Ryeong adalah 3 hari lagi. Pengacara Goo tidak bisa karena dia ada sidang lain di hari itu, jadi terpaksa hanya Suk Woo dan Geum Joo yang bisa menghadiri sidang itu.

Suk Woo terus murung saat Geum Joo membawanya ke kantornya untuk mendiskusikan kasus mereka. Geum Joo heran dengan ekspresi Suk Woo. Saat dia mencoba menanyakan apa masalahnya, Suk Woo hanya menggumam ambigu bahwa dia sebenarnya tak mau mempercayainya dan ingin berpikir kalau itu cuma foto editan. Geum Joo bingung dan menduga kalau Suk Woo sedang membicarakan foto kasus klien mereka.


Suk Woo lalu pergi menemui Bok Gu untuk bertanya apakah Bok Gu menyukai Geum Joo. Bok Gu mengklaim bukan cuma dia yang menyukai Geum Joo, dia dan Geum Joo memang saling menyukai. Tapi Suk Woo tak percaya. Jika Bok Gu memang yakin akan Geum Joo maka dia tidak akan mengirimkan pesan kekanak-kanakan semacam itu.

Karena itulah dia ingin mereka berkompetisi dengan adil dan tidak main siasat seperti ini untuk mengetahui siapa diantara mereka berdua yang paling berhak bersama Geum Joo. Bok Gu setuju.


Geum Joo menge-print formulir pendaftaran ujiannya. Saat Min Ah melihatnya, Geum Joo mengaku bahwa dia mencoba ujian lagi setelah 10 tahun. Min Ah jadi iri, dia juga ingin belajar, pergi ke sekolah dan punya teman walaupun dulu dia benci sekolah. Geum Joo iba mendengarnya, dia langsung memeluk Min Ah dan berjanji bahwa dia akan lulus agar Min Ah bisa sekolah lagi.


Bok Gu dan Suk Woo pergi ke bar. Bok Gu dengan sengaja mengingatkan Suk Woo bahwa ada seseorang yang menunggunya di rumah jadi dia ingin kompetisi mereka ini selesai secepat mungkin. Suk Woo bertanya apakah Bok Gu sudah menyelesaikan masalah wanitanya?

Bok Gu bingung, wanita yang mana? Suk Woo langsung menyebut berbagai wanita yang pernah terlibat dengan Bok Gu. Bok Gu langsung menyela, dia tidak merasa itu sebuah masalah, memangnya pria lajang tidak boleh berkencan. Tidak seharusnya Suk Woo mencapnya sebagai orang jahat hanya karena kejadian masa lalunya.

Suk Woo akhirnya ganti pertanyaan dan menanyakan keluarganya Bok Gu. Suk Woo mengingatkan Bok Gu bahwa keluarganya Geum Joo bukan orang-orang baik jadi dia berharap Geum Joo akan bertemu dengan orang dari keluarga baik-baik.

Tentu saja ucapan Suk Woo itu malah membuat Bok Gu merasa kalau Suk Woo bersikap seperti adiknya Geum Joo, karena pertanyaan Suk Woo tadi terkesan seperti seorang keluarga yang sedang menginterogasi calon iparnya. Suk Woo mau menjelaskan maksudnya tidak seperti itu, tapi Bok Gu langsung menyela.

Dia mengerti kalau Suk Woo pasti sulit menerimanya, jadi di saat seperti ini dia harus minum. Dia lalu memesankan minuman yang agak ringan untuk Suk Woo. Tapi Suk Woo langsung menenggak habis minuman keras di hadapannya. Saat Bok Gu menyinggung kadar toleransi alkoholnya yang rendah, Suk Woo menyangkal. Bok Gu langsung menantang dan memesankan minuman yang lebih keras.


Geum Joo sedang belajar sampai larut malam dan baru menyadari kalau Bok Gu belum pulang-pulang.


Di bar, Suk Woo sudah mulai mabuk saat dia bertanya-tanya kenapa Bok Gu yang berada di dekat Geum Joo. Bok Gu langsung narsis, dia mengerti keluhan Suk Woo, dia mengeluh seperti ini karena tidak pede bersaing dengan orang setampan dirinya dan punya banyak uang lagi.


Suk Woo tiba-tiba kepikiran sesuatu dan mengklaim bahwa dia memiliki sesuatu yang lebih baik daripada Bok Gu. Dia lalu duduk di piano, berusaha menyadarkan dirinya lalu mulai memainkan pianonya sambil menyanyikan lagu tentang perasaannya pada Geum Joo dan sindiran terhadap Bok Gu.


Bok Gu kesal dan langsung menghentikan permainan pianonya. Bok Gu sendiri langsung ambil gitar dan menyanyikan lagu tentang perasaannya sendiri terhadap Geum Joo. Suk Woo menggumam kesal "Dia memang ahjussi"

Suk Woo memainkan pianonya lagi, mengiringi nada lagunya Bok Gu... tapi kemudian dia mulai menekan tuts asal-asalan dan merusak lagunya Bok Gu sampai Bok Gu ngamuk.


Beberapa saat kemudian, Bok Gu memapah Suk Woo yang sudah teler kembali ke kantor. Dalam keadaan mabuk, dia menggerutui Bok Gu dan mengatai Bok Gu terlalu santai, kenakanan dan berbahaya. Tepat saat itu, Geum Joo keluar dan melihat kedua pria itu ribut berdebat tentangnya.

Saat melihat Geum Joo, Suk Woo langsung heboh ingin menghampirinya tapi ditahan Bok Gu hingga dia terjatuh. Geum Joo cemas melihat Suk Woo mabuk seperti itu dan mengusulkan agar mereka membawanya masuk ke rumah saja. Bok Gu menolak dan berkata kalau dia akan memanggilkan supir untuk mengantarkan Suk Woo pulang.


Geum Joo akhirnya kembali meneruskan belajarnya. Bok Gu masuk tak lama kemudian dan meletakkan kotak perhiasannya di atas bukunya Geum Joo dan berkata kalau itu adalah jimat keberuntungan. Geum Joo membukanya dan isinya ternyata gelang berbentuk borgol.

"Sepertinya kau suka borgol, jadi aku membelinya untuk menyesuaikan dengan seleramu"

"Aku tidak pernah dengar borgol membawa keberuntungan... kecuali ada maksud lain"

"Apa yang kau pikirkan?" protes Bok Gu

"Memangnya apa yang kupikirkan? Maksudku, aku berharap akan banyak orang yang terbelenggu akan datang ke firma hukum kita dan Golden Tree kita jadi sukses"

Malu dengan pikirannya sendiri, Bok Gu terdiam canggung lalu memberitahu Geum Joo untuk memakai gelang itu dengan baik apapun arti dari gelang itu.


Keesokan harinya, Ye Ryeung datang ke Golden Tree untuk rapat membahas sidang kasus perceraiannya. Pada saat yang bersamaan, tim pengacara Ohsung juga sedang membahas kasus yang sama dan Dong Soo memberikan mereka pengarahan. Hye Joo berusaha meminta Dong Soo untuk ikut menghadiri sidang, tapi Dong Soo bersikeras menolak.


Sementara itu, tim K-Fact sedang rapat membahas Yoo Tae Ho. Goo Tae melapor bahwa dia berusaha menyelidiki nomor yang dihubungi Tae Ho dalam KaTalk, tapi tak ada apapun yang bisa didapatnya. Reporter Baek menduga mungkin wanitanya Tae Ho itu orang penting hingga mereka harus menggunakan telepon rahasia. Bok Gu lebih penasaran mengetahui penguntit yang membuntuti Geum Joo, tapi Reporter Baek masih belum bisa mengidentifikasinya.


Di pengadilan, beberapa orang yang ingin menonton sidang perceraian Ye Ryeong, terpaksa harus kecewa karena persidangan Ye Ryeong tertutup untuk umum. Saat giliran mereka dipanggil, Geum Joo tidak bisa ikut masuk dan menyerahkan semua berkas kasusnya pada Suk Woo. Suk Woo bingung kenapa Geum Joo tidak ikut masuk?

"Karena tidak bisa. Sepertinya ada yang belum diketahui Pengacara Ma. Kasus perceraian hari ini tidak terbuka untuk umum, jadi orang awam tidak bisa masuk" ujar Hye Joo menyindir Geum Joo.


Geum Joo diam saja dan tetap menunjukkan senyum cerianya untuk mendukung Suk Woo. Dalam persidangan, Hye Joo mengajukan permintaan catatan transaksi bank dan real estate milik Ye Ryeong selama 5 tahun terakhir, juga catatan telepon dan perjalanan. Suk Woo pun mengajukan permintaan yang serupa.


Suk Woo dan Geum Joo pergi ke bank untuk untuk meminta catatan transaksi bank milik suaminya Ye Ryeong (Han Ji Hoon) yang mereka butuhkan. Tapi CS bank menjelaskan kalau mereka butuh cepat maka mereka harus minta surat kuasa dari Pengacaranya Han Ji Hoon.



Mereka akhirnya keluar dari bank dengan tangan kosong. Suk Woo cemas saat melihat kaki Geum Joo berdarah karena kebanyakan memakai heels. Dia langsung memberikan sepatunya untuk membuat kaki Geum Joo lebih nyaman dan membeli sepatu lain, tapi karena uangnya terbatas akhirnya dia cuma bisa beli sandal biasa.


Mereka lalu pergi menemui Sung Mi, pramugari yang pernah menjadi kliennya Suk Woo untuk menanyainya tentang Han Ji Hoon yang katanya pernah naik pesawat bersama seorang wanita dan penumpang lain.

Sung Mi mengaku tak tahu siapa orang-orang yang menemani Ji Hoon dalam penerbangan waktu itu, tapi kedua orang itu adalah wanita sekitar usia 30-an dan seorang remaja laki-laki. Dia berjanji akan mencoba mencari tahu siapa orang-orang itu.


Saat Suk Woo datang untuk persidangan kedua, dia memberitahukan kabar buruk, Sung Mi tidak bisa melihat daftar penumpang karena masalah privasi penumpang.


Dalam persidangan, Hye Joo memfokuskan serangan pertamanya berdasarkan penyataan seorang pelayan yang menyatakan kalau Ye Ryeong adalah menantu yang kejam pada mertua. Dia lalu menyebutkan berbagai bukti yang memberatkan Ye Ryeong sebagai istri dan menantu yang buruk.


Sementara pihak penggugat memiliki berbagai macam bukti, pihak terdakwa yang punya bukti apapun. Pengacara Goo pun berusaha meminta waktu pada Hakim agar mereka bisa mendapatkan dokumen yang mereka perlukan. Hye Joo jelas langsung keberatan dan menuduh pihak terdakwa cuma memanfaatkan keterlambatan sebagai alasan untuk mengulur jalannya sidang. Pengacara Goo terus berusaha meminta perpanjangan waktu, membuat Hakim jadi bingung.


Setelah persidangan usai, Pengacara Goo menggerutu kesal. Dia yakin kalau pihak Ohsung menahan berbagai dokumen yang mereka perlukan dengan memberi tekanan dimana-mana. Suk Woo tak yakin dengan jumlah harta Han Ji Hoon yang diklaim cuma 700 milyar won, dia yakin Han Ji Hoon punya lebih banyak dari itu yang dia sembunyikan. Pengacara Goo heran, kemana Geum Joo pergi?


Geum Joo ternyata sedang menyamar jadi pelayan di rumah keluarga Ohsung. Dia sedang bersih-bersih sambil bicara di telepon. Dia mengaku tak yakin akan apa yang akan dia dapatkan di sini, tapi orang di telepon berkata bahwa rumah itu adalah sumber informasi keluarga Ohsung.

Beberapa saat kemudian, Geum Joo bertemu dengan para pelayan di sana. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Han Ji Eun. Para pelayan yang tadinya tampak begitu bengis, langsung berubah lebih ramah mendengar nama bermarga Han itu. Apa dia kerabat jauh keluarga ini? tanya pelayan. Geum Joo asal saja mengklaim kalau kakek buyutnya adalah sepupu Ketua.

Dia lalu duduk bersama mereka dan memberikan makan siangnya untuk mereka. Usahanya pura-pura jadi sanak famili sukses membuat para pelayan mulai menggosipkan perceraian Han Ji Hoon. Mereka bahkan menyebutkan adanya wanita dari Kanada yang terlibat hubungan Han Ji Hoon dan seorang pelayan yang sekitar 10 tahun ikut ke Kanada setelah wanita itu melahirkan. Mereka juga penasaran apa yang terjadi dengan Nyonya Han yang belakangan tidak di sini. Geum Joo pura-pura saja bersikap seolah dia mengetahui semuanya.


Tae Ho datang ke suatu tempat. Beberapa saat kemudian, Ye Ryeong tiba di tempat yang sama. Anak buahnya Bok Gu dan Reporter Baek berkeliaran di sekitar parkiran untuk mengecek nomor-nomor telepon pemilik mobil-mobil dan menyamakannya dengan nomor telepon misterius yang mereka miliki. Reporter Baek memperhatikan ada salah satu mobil yang menggunakan Layanan Parkir Pasti Aman.

Tapi saat mereka kembali ke mobilnya Bok Gu, Reporter Baek melapor tak ada satu pun yang cocok. Dia jadi bingung apa Tae Ho benar-benar datang menghadiri acara. Anak buahnya Bok Gu yakin kalau Tae Ho tak mungkin menghadiri acara semacam ini, dia yakin kalau Tae Ho kemari untuk menemui wanita misteriusnya.

Bok Gu berpikir sejenak lalu bertanya adakah mobil yang menggunakan Layanan Parkir Pasti Aman? Bok Gu berkata bahwa mereka biasanya Layanan Parkir Pasti Aman itu mengganti nomor plat supaya nomor plat mereka tidak ketahuan. Reporter Baek langsung melapor ada 3 mobil yang menggunakan itu. Bok Gu langsung memerintahkan mereka untuk memeriksa mobil-mobil itu.


Bersama-sama mereka pergi mengecek mobil itu. Bok Gu menelepon nomor yang tertera dalam label perusahaan yang tertera di mobil itu, pura-pura memprotes cara parkirnya bahkan mengancam akan mendereknya kalau tidak dipindah dalam waktu 5 menit.

Tak lama kemudian, Bok Gu dan anak buahnya melihat seseorang keluar untuk mengecek mobil sasaran mereka. Sayangnya yang keluar bukan pemilik mobil melainkan asistennya.

Bersambung ke part 2

4 comments :

  1. Lanjut mbak,
    Ternyata mbak ima di sutrimadiary yg nulis di kutudrama.
    Aq sukz dengan tulisan2 mbak.
    Yang semangattt

    ReplyDelete
  2. Jng lm2 donk bak... blogx mbg ud bxk yg nugguin dg setia... semangat terus.

    ReplyDelete