November 21, 2016

Shopping King Louis Episode 16 - 2 Final


Ma Ri bersiap tidur dan dia kemudian teringat pada apa yang Louis katakan di pesta pernikahan Tuan Kim dan Jung Ran.




Flashaback!
Louis memanggil Ma Ri dan bertanya apa Ma Ri menyukai Joong Won? Tentu saja Ma Ri tak membantah, dia balik bertanya Louis tahu dari mana. Louis menjawab kalau dia tadi melihat Ma Ri terus menatap Joong Won tanpa henti. Tentu saja ketangkap basah seperti itu langsung membuat Ma Ri malu, apalagi dia harus memberitahu Louis juga kalau dia sudah ditolak oleh Joong Won.

“Ma Ri. Jika kau menyukai sesorang, kau harus menunjukan yang sebenarnya padanya. Jangan membuat dirimu sendiri lelah dengan berpura-pura jadi orang lain,” ucap Louis.

Mendengar itu, Ma Ri pun teringat kalau Joong Won pernah berkata, “Baek Ma Ri. Jika kau ingin mengerti ketulusan, jangan membohongi perasaanmu sendiri.”

“Menjadi dirimu sendiri adalah yang terhebat,” pesan Louis dan berjalan pergi.
Flashback End



Ma Ri mengambil ponselnya dan kemudian mengirim pesan pada Joong Won. Dia mengirim emo hati pada Joong Won dan tentu saja Joong Won tak mengerti pada maksudnya. Saat di tanya apa maksud SMS yang Ma Ri kirim, Ma Ri malah menjawab dengan mengirim emo mata berkaca-kaca. Lagi-lagi Joong Won tak mengerti maksud Ma Ri dan bertanya lagi apa maksudnya?

Ma Ri pun jadi bingung harus menjawab apa, jadi dia hanya membalas SMS dengan berkata kalau semua itu adalah perasaannya pada Joong Won. Dia juga menambahkan kalau dia akan mengirim pesan seperti itu setiap hari pada Joong Won. Membaca itu, Joong Won kemudian bertanya kenapa Ma Ri harus mengirimkan perasaannya? Dan Ma Ri hanya menjawab kalau dia hanya ingin melakukannya.

“Baiklah. Tidurlah, Nn Baek,” jawab Joong Won dalam balasan SMS-nya. Ma Ri terlihat senang karena Joong Won tak langsung menolak perasaannya seperti sebelumnya. Joong Won pu terlihat tersenyum karena pesan-pesan Ma Ri. Hmmm... kalau Ma Ri dengan Joong Won, bagaimana nasib In Sung?


Kita beralih pada In Sung yang sedang menangis di rumah. Dia menangis karena teringat apa yang Louis katakan padanya saat acara pernikahan Tuan Kim.


Flashback!
Louis bertanya apa In Sung menyukai Ma Ri dan tanpa ragu In Sung menjawab iya. Tak mau In Sung terluka dikemudian hari, Louis pun langsung memberitahu In Sung kalau Ma Ri sebenarnya menyukai Joong Won. Senyum diwajah In Sung langsung hilang setelah Louis mengatakan semua itu.

“Aku pikir kau harus tahu kebenarannya. Ini terserah padamu apakah kau masih menyukainya atau tidak. Tetaplah pertahankan jika kau bisa mengatasinya, tapi berhentilah sekarang jika kau tidak sanggup,” ucap Louis.

“Apa kau tahu... kenangan tidak terlupakan seperti apa... yang aku dan Ma Ri bagi? Aku bahkan berpura-pura kalau aku kentut untuk menyelamatkan wajahnya. Itu tidak mungkin,” ungkap In Sung dan Louis berkata kalau dia hanya tak ingin in Sung merasa patah hati. Setelah In Sung tahu semuanya, sekarang In Sung sendiri yang bisa memutuskan, mau bertahan atau berhenti.
Flashback End!

In Sung bergumam, “Ma Ri, aku harus bagaimana?” dan menangis. Namun In Sung akan tetap pada pendiriannya, dia akan tetap mengejar Ma Ri karena dia sangat mencintai Ma Ri.



Louis sudah berbaring di tempat tidurnya dan dia kembali teringat pada pernikahan Tuan Kim. Mengingat pernikahan Tuan Kim, Louis pun jadi membayangkan dirinya menikah dengan Bok Sil. Membayangkan hal itu, membuat Louis senyum-senyum sendiri dan malu. Dia kemudian bergumam kalau dia juga harus segera menikah dengan Bok Sil.


Louis kemudian beranjak dari tempat tidur dan mengambil beberapa pakaiannya. Sepertinya Louis sedang mempersiapkan diri untuk melamar Bok Sil. Dia ingin melamar Bok Sil dengan pakaian yang tepat. Namun tak ada satupun baju yang bisa membuat Louis PD untuk melamar Bok Sil.


Joong Won masuk kantor sambil telponan dengan ibunya. Dia menolak permintaan ibunya untuk ikut kencan buta lagi, Joong Won berkata kalau dia akan menemukan wanita yang dia suka dan kemudian berkencan dengannya  dengan bebas. Setelah menutup telepon dari ibunya, Joong Won baru menyadari kalau di depannya adalah seorang wanita dengan penampilan aneh dan wanita itu membawa koper.



“Apa lagi sekarang? Dia terlihat seperti mata-mata Korea Utara,” ucap Joong Won dalam hati dan saat Joong Won menyadari kalau tak ada siapa-siapa di belakangnya, Joong Won pun bisa menebak kalau wanita itu sedang melihatnya. Joong Won ingin pergi, namun wanita itu malah terus menghalanginya.

“Apa yang kau lakukan sekarang?” teriak Joong Won dan wanita itu meminta Joong Won meluangkan waktu beberapa menit untuknya. Tanpa menunggu jawaban Joong Won, wanita itu pun langsung menyeret Joong Won untuk duduk. Tak terima diperlakukan seperti itu, Joong Won hendak pergi dan si wanita langsung meminta Joong Won untuk membeli gingsengnya. Mendengar hal tersebut, Joong Won langsung terdiam dan teringat pada pertemuan pertamanya dengan Bok Sil, saat itu Bok Sil juga meminta Joong Won untuk membeli gingseng secara paksa.

Karena wanita itu sangat mirip dengan Bok Sil, Joong Won pun mau mendengarkan penjelasannya tentang gingseng dan penjelasan yang wanita itu katakan sangat mirip dengan yang Bok Sil pernah katakan. Yang membedakan wanita itu dengan Bok Sil adalah wanita itu tidak mengalami kecurian tas saat menuju Seoul dan dia juga datang bukan untuk menjual gingsengnya pada Joong Won, melainkan ingin mendapatkan kontrak dengan singsingline sebab wanita itu punya kebun gingseng dan untuk menghidupi semua keluarganya, dia harus menjual hasil gingsengnya di singsingline.

“Tapi kenapa kau mau bekerja dengan Singsingline?” tanya Joong Won.



“Karena Singsingline adalah yang terbaik,” jawab si wanita dan tersenyum. Joong Won langsung terpesona melihat senyuman si wanita.

“Aku seharusnya mengenalkan diriku dulu. Namaku adalah Wang Mong Sil. Wang Mong Sil,” ucap wanita itu yang ternyata Mong Sil.

Merasa sudah menemukan pengganti Bok Sil dihatinya, Joong Won pun dalam hati berkata, “Selamat tinggal, Go Bok Sil.”

Mong Sil kemudian mengajak Joong Won berjabat tangan untuk mengesahkan kerja sama mereka dan Joong Won tanpa rasa ragu langsung menjabat tangan Mong Sil.

Bok Sil sendiri sedang memasak ramyun di rumah, dia akan makan ramyun bersama Bok Nam. Tepat disaat itu, Louis datang dan dia terlihat tak senang ada Bok Nam dirumah. Kenapa? Karena Louis sebenarnya berencana mengajak Bok Sil makan diluar. Walaupun begitu, Louis tak menolak saat diajak makan ramyun bersama Bok bersaudara.


DVD di rumah Jae Suk sudah diperbaiki dan Jae Suk kemudian menonton kaset yang Ma Ri ambil dari kotak harta karun milik Louis. Ketika melihat rekaman dalam kaset itu, Jae Suk terlihat senang dan kemudian langsung menelpon Louis. Dia ingin memberikan kaset itu pada Louis.



Louis sekarang sudah berada di rumah dan melihat rekaman tersebut. Louis senang bercampur haru melihat rekaman tersebut. Saat hendak tidur, dia kemudian mengirim sms pada Bok Sil dan mengaku kalau dia sangat bersemangat dan jantungnya berdebar dengan sangat keras. Saat Bok Sil bertanya tentang apa? Louis hanya menjawab tentang film dan dia kemudian mengajak Bok Sil nonton besok. Bok Sil setuju, asal bukan film horor lagi seperti sebelumnya.


Keesokanharinya, Louis sengaja menyewa satu studio agar dia dan Bok Sil bisa nonton berdua, karena Louis hanya ingin nonton bersama Bok Sil. Mendengar itu, Bok Sil terkejut dan merasa penasaran dengan film apa yang akan mereka tonton. Sebelum film-nya diputar, Louis menggenggam erat tangan Bok Sil.


Ternyata film yang ingin Louis tunjukkan adalah rekaman Perayaan 30 Tahun Pusat perbelanjaan Gold. Dalam rekaman itu, ada Nyonya Choi, Jae Suk dan Tuan Baek. Untuk merayakan hari jadi Pusat Perbelanjaan Gold, Gold Group membagi-bagikan kotak musik edisi terbatas dengan menggunakan undian dan penerima kotak musik yang terakhir adalah seorang ibu yang sedang hamil. Dia datang bersama anak perempuannya dan juga suami.


Melihat baju yang wanita itu kenakan, Bok Sil langsung mengenalnya dan Louis memberitahu Bok Sil kalau itu adalah ibu Bok Sil dan juga ayah Bok Sil, sedangkan anak perempuan yang di gedong adalah Bok Sil sendiri. Bok Sil pun langsung berkaca-kaca bisa melihat wajah ibu dan ayahnya.

Nyonya Choi kemudian memberikan kotak musik yang terakhir pada Bok Sil kecil. Dia juga berpesan pada Bok Sil untuk menjaga dan tak menghilangkan kotak musik tersebut sampai kapanpun. Melihat ibu Bok Sil mengandung, Nyonya Choi pun bertanya, “Apa kau sudah menentukan nama bayinya?”

“Kami akan menamainya Bok Nam, Go Bok Nam,” jawab ibu Bok Sil.

“Bok Nam. Semoga kau selalu diberkati,” ucap Nyonya Choi dan mereka kemudian berfoto bersama. 



Bok Sil menangis melihat semua itu dan Louis kemudian merangkulnya. Louis berpendapat kalau Bok Sil sangat mirip dengan ibunya. Louis kemudian menyuruh Bok Sil untuk terus menonton rekaman itu, karena masih ada sesuatu yang penting pada rekaman selanjutnya.



Kamera masih dinyalakan dan disana terekam gambar Ji Sung/ Louis yang menangis karena ingin punya kotak musik juga. Dia menginginkan kotak musik itu karena dia melihat Bok Sil sedang asik melihat kotak musik bersama kedua orang tuanya. Melihat Ji Sung menangis ingin kotak musik, Ma Ri pun ikut-ikutan. Karena Ma Ri dan Ji Sung sama-sama menangis, Jae Suk pun jadi kebingungan. Jae Suk kemudian menyuruh seseorang untuk menjaga Ji Sung dan dia sendiri akan mengajak Ma Ri pergi.



Bok Sil melihat Ji Sung menangis dan dia kemudian menghampirinya. Dia memberikan kotak musik miliknya dan meminta Ji Sung untuk berhenti menangis.

“Apa kau memberikan ini padaku?” tanya Ji Sung.

“Ya.”

“Siapa namamu?”

“Go Bok Sil,” jawab Bok Sil.

“Koboshi?” tanya Louis mengulang ucapan Bok Sil, karena Bok Sil kecil tak terlalu jelas mengatakan namanya, jadi Louis pun taunya nama gadis itu adalah koboshi, bukan Go Bok Sil.


Bok Sil kembali pada orang tuanya dan sang Ibu memuji apa yang sudah Bok Sil lakukan. Mereka kemudian berjalan pergi dan Louis memanggilnya. Dia melambaikan tangannya pada Louis dan Bok Sil membalasnya. Saat sendirian, Louis menyalakan kotak musiknya dan dia merasa begitu senang.

Bok Sil seakan tak percaya menonton semua itu, ternyata mereka berdua sudah pernah bertemu ketika mereka masih kecil. Louis kemudian mengeluarkan kotak musiknya dan dibawah kotak musik tertulis kata, “koboshi”.


“Jangan menangis, Koboshi,” ucap Louis dan kemudian menyalakan kotak musiknya. Mereka berdua medengarkannya bersama-sama.


Tak lama kemudian kita melihat Bok Sil kecil dan Louis kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku bioskop. Mereka nonton sambil bergandengan tangan.

Louis mengantarkan Bok Sil pulang dan kita kemudian mendengar suara Louis dalam voiceover, “Koboshiku yang ada dalam kotak harta karunku...ada di depan mataku sekarang.”

“Louis tidak melupakanku dan selalu mengingatku setiap saat. Terima kasih pada hatinya, kami bisa bertemu kembali setelah menjelajahi... jarak yang jauh untuk waktu yang lama. Itulah yang aku percaya,” jawab Bok Sil dalam voiceover juga.


Louis kemudian mengajak Bok Sil masuk rumah, karena di luar dingin. Di dalam rumah, mereka berdua langsung berbaring dan Louis berkata kalau dia merasa seperti kembali ke kampung halamannya. Louis kemudian duduk dan ingin menanyakan sesuatu pada Bok Sil.

“Ketika tidak ada yang mempercayaiku, kau percaya padaku. Apa aku terlihat sebegitu dapat dipercayanya untukmu?” tanya Louis.





“Ketika aku tumbuh dewasa, tidak ada yang pernah mengatakan padaku kalau aku bisa bersandar pada seseorang. Aku harus... menghidupi Bok Nam dan nenekku sebagai kepala keluargaku. Kau adalah orang pertama yang mengatakan kalimat itu padaku. Apa yang kau katakan... membuatku merasa terhibur. Itu membuatku merasa aman,” jawab Bok Sil.

Louis menggenggam tangan Bok Sil dan berkata, “Bok Sil. Aku akan... mengatakan kalimat itu... padamu... selama sisa hidupku. Percayalah padaku.”

“Terima kasih.”



Louis memeluk Bok Sil dan berkata kalau dia mencintai Bok Sil, Bok Sil pun mengatakan hal yang sama. Louis melepas pelukan dan menatap mata Bok Sil, mereka kemudian berciuman.
== The End ==



No comments :

Post a Comment