November 15, 2016

Shopping King Louis Episode 15 - 1


Flashback!
Nyonya Choi membawa pulang Jung Ran yang masih berpenampilan preman, dia kemudian berkata kalau mulai sekarang Jung Ran akan menjadi asistennya. Tentu saja Jung Ran tak langsung percaya, karena dia merasa preman seperti dirinya mana bisa jadi asisten dari pemilik Goldline Group. 

“Apa kau punya tujuan lain?” tanya Nyonya Choi dan Jung Ran hanya diam. “Jung Ran. Aku memilih hal-hal baik dan aku juga memilih orang-orang baik. Tapi hidupmu sudah berjalan sangat jauh... dan seberapa teredukasinya kau, itu tidak masalah. Kau mengorbankan hidupmu sendiri... untuk membantu orang asing. Itu membuatmu...jadi orang yang berharga,” ucap Nyonya Choi.
Flashback End!





Jung Ran baru selesai memeriksan tekanan darah Nyonya Choi dan Nyonya Choi kemudian berterima kasih pada Jung Ran karena sudah mau menjaganya dengan sabar sampai sekarang. Nyonya Choi juga mengaku kalau dia selalu bisa mengandalkan Jung Ran. Jadi sebagai gantinya, Jung Ran bisa mengatakan apapun yang dia mau, selagi Nyonya Choi bisa mengabulkannya, karena kalau tak Jung Ran katakan sekarang, mungkin Jung Ran akan kehilangan kesempatannya. 

“Kau terlihat seperti seseorang yang akan pergi jauh,” koment Jung Ran dan kemudian pergi mempersiapkan sarapan.  Nyonya Choi kemudian melihat foto Louis kecil dan kedua orang tuanya dan Louis bernarasi, “Nenek punya caranya sendiri dalam menjalani hidupnya dan aku menyukai  caranya menjalani hidup. Aku adalah cucunya yang berharga.”

EPISODE 15 = My Way


Tuan Goo menculik Bok Sil dan mematikan ponsel Bok Sil. Louis yang saat itu janjian ketemu dengan Bok Sil langsung berusaha mencari Bok Sil karena Bok Sil menghilang dan ponselnya tak aktif. 



Joong Won terbangun dan menyadari tak ada Louis disampingnya. Mengira Louis pergi ke kamar sendirian selagi dia tidur, Joong Won pun langsung keluar tenda untuk mencari Louis. Mereka bertemu dan Louis langsung bertanya apa Joong Won melihat Bok Sil? Tentu saja Joong Won menjawab tidak. 

Louis kemudian memberitahu Joong Won, kalau ada yang aneh dengan Bok Sil. Mereka janjian ketemu, tapi Bok Sil tak muncul dan ponselnya tak aktif. Louis hanya menemukan kotak cincinnya terjatuh di tanah. Mendengar itu, Joong Won pun menyuruh Louis tenang dan mengajaknya untuk memeriksa Bok Sil di kamar, karena ada kemungkinan Bok Sil kembali ke kamar. 



Louis dan Joong Won menggedor villa dan Ma Ri yang bangun membukakan pintu untuk mereka. Louis langsung pergi ke kamar Bok Sil dan tak ada siapa-siapa disana. Melihat Louis seperti itu, tentu saja Ma Ri bertanya apa yang sebenarnya terjadi? dan Joong Won memberitahunya kalau Bok Sil hilang. Joong Won juga meminta Ma Ri untuk memberitahu yang lain  tentang apa yang terjadi. 



Setelah mengetahui semuanya, semua orang mulai mencari Bok Sil, namun tak ketemu. Menganalisa dari apa yang Louis ceritakan, detektif Nam pun menebak kalau Bok Sil bukan hanya hilang. Tapi untuk memastikan praduga-nya, detektif Nam mengajak Louis pergi ke kantor keamanan terlebih dahulu, sedangkan sisanya tetap mencari Bok Sil di sekitar villa. 

Joong Won hendak ikut dengan detektif Nam dan sebelum pergi dia berpesan pada Tuan Kim untuk menghubunginya, jika mereka menemukan Bok Sil. Tuan Kim pun berpesan hal yang sama. Ma Ri minta ikut dengan Joong Won dan Joong Won mengiyakan. In Sung juga hendak ikut, namun Tuan Kim mengajaknya berkeliling mencari Bok Sil. 


Tuan Goo berhenti di telepon umum. Dia menelpon Tuan Baek dan mengatakan kalau dia sekarang sedang bersama Ma Ri, ternyata Tuan Goo salah culik, dia mengira Bok Sil adalah Ma Ri karena Bok Sil mengenakan jaket Ma Ri. Tuan Goo ingin menukar Ma Ri dengan uang dan Tuan Baek harus membawa uangnya ke menara jam di Gold Square besok sore. Sebelum menutup telepon Tuan Goo berpesan agar Tuan Baek tidak menelpon polisi kalau Tuan Baek ingin Ma RI tetap hidup. 

Panik, Tuan Baek langsung menelpon Ma Ri, dia bertanya keberadaan Ma Ri dan Ma Ri menjawab kalau dia sedang berada di acara liburan kantor. Karena Tuan Baek bertanya apa Ma Ri dalam keadaan baik-baik saja, Ma Ri jadi ingat kalau dia sedang mencari Bok Sil. Dia kemudian memberitahu ayahnya kalau Bok Sil tiba-tiba hilang dan dia harus ikut mencarinya.

Tuan Baek semakin shock karena dia menyadari bahwa Tuan Goo sudah salah culik orang. Dia mengumpat Tuan Goo yang tak bisa melakukan apapun dengan benar. Tuan Baek benar-benar dibuat frustasi oleh ulah Tuan Goo. Dia kemudian ingat kalau dia mau memberikan uangnya maka Tuan Goo akan memberitahu keberadaan putrinya. Jadi, agar Tuan Baek bisa mengambil Bok Sil, dia harus memberikan uangnya pada Tuan Goo. 



Dari rekaman CCTV, di ketahui kalau Bok Sil benar-benar diculik oleh seseorang. Louis langsung sedih melihatnya. Detektif Nam merasa tak asing pada wajah pria yang menculik Bok Sil, namun dia tak tahu siapa karena pria itu menggunakan masker. Louis kemudian bertanya kenapa pria itu menculik Bok Sil, padahal tak ada yang membenci Bok Sil dan Bok Sil juga tak punya uang. 

“Kau punya banyak uang. Kau adalah pewaris Goldline,” jawab Ma Ri.

“Apa? Maksudmu dia diculik karena aku?” tanya Louis yang semakin sedih dan merasa bersalah pada Bok Sil. Joong Won kemudian menguatkan Louis dan meminta Louis untuk tetap tenang, karena hanya Louis satu-satunya wali Bok Sil. Louis mengangguk ngerti dan berkata kalau dia akan menemukan Bok Sil apapun yang terjadi. 

“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Louis pada detektif Nam dan detektif Nam berkata kalau memang si penculik menginginkan uang, maka dia akan segera menelpon Louis. Jadi, Louis harus terus memeriksa ponselnya. Detektif Nam kemudian menyarankan pada mereka semua untuk menghentikan pencarian di sekitar villa dan kembali ke Seoul, sedangkan detektif Nam sendiri akan mencari plat nomor dari mobil yang digunakan penculik setelah dia sampai di Seoul nanti. 

Tuan Goo menghentikan mobilnya dan pergi ke kursi belakang. Saat dia membuka penutup kepala dari gadis yang dia bawa, dia akhirnya sadar kalau dia sudah salah menculik orang. Dia ingat kalau gadis itu adalah Bok Sil, karena Tuan Baek pernah menunjukkan foto Bok Sil padanya. Tuan Goo mengira gadis yang dia culik adalah Ma Ri karena jaket yang dia pakai, sebab dia pernah melihat Jae Suk menunjukkan jaket itu dan mengatakan kalau dia akan memberikannya pada Ma Ri. 

“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku kira ini jaketnya Ma Ri,” ucap Tuan Goo bingung dan kemudian menelpon Tuan Baek. Tak mau semuanya jadi semakin rumit, Tuan Baek berkata kalau dia akan memberikan uang yang Tuan Goo mau, jadi sebagai gantinya Tuan Goo harus membiarkan Bok Sil pergi. Tuan Goo setuju dan meminta Tuan Baek membawa uang ke tempat mereka bertemu sebelumnya. 


Louis dan Joong Won sudah berada di kantor polisi di Seoul. Detektif Nam kemudian memberitahu mereka kalau mobil yang digunakan si pencuri adalah mobil curian, jadi akan sulit bagi mereka mengetahui siapa yang sudah menculik Bok Sil. Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah melihat semua rekaman CCTV yang ada di tempat kejadian untuk mencari petunjuknya. 

“Apakah penculiknya sudah menghubungimu?” tanya detektif Nam. 

“Belum. Aku akan memberikannya uang jika itu yang dia inginkan, tapi dia tidak menghubungiku,” jawab Louis sedih. 

“Kuatlah. Dia akan segera menghubungimu,” ucap Joong Won.

Tuan Goo sedang dalam perjalanan menemui Tuan Baek dan ketika dia menoleh kebelakang untuk melihat Bok Sil, tiba-tiba sebuah mobil muncul dari arah depan dan Tuan Goo reflek membanting stir. 


Tuan Baek masih menunggu di tempat mereka janjian. Dia sudah lama menunggu, namun Tuan Goo tak kunjung datang. 


Louis dan Joong Won masih berada di kantor polisi. Louis terus merasa gelisah dan memutuskan untuk pergi mencari Bok Sil, karena dia tak bisa hanya duduk menunggu. Joong Won mencegahnya dan bertanya Louis mau mencari kemana?

“Aku tidak tahu, tapi aku harus mencarinya. Aku khawatir kalau sesuatu terjadi padanya,” aku Louis. 

“Kau bisa kelelahan. Kau harus tetap kuat,” jawab Joong Won. 


“Aku harap penculiknya menghubungiku,” ucap Louis dan tepat disaat itu nomor Bok Sil menelpon Louis. Ternyata ponsel Bok Sil sudah berada di rumah sakit dan siperawat yang menelpon mengatakan kalau pemilik ponsel mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit. Louis terkejut dan langsung bertanya nama rumah sakitnya. 

Tuan Baek yang tak tahu apa-apa, masih setia menunggu di tempat janjian. Dia sudah merasa lelah karena Tuan Goo tak kunjung datang.  “Anak itu. Kenapa dia tidak datang? Dia membiarkan seseorang mencuri uangnya, menculik orang yang salah dan membuat semua kekacauan ini. Sekarang, aku kesini dengan uang lagi. Kenapa dia belum sampai juga?” keluh Tuan Baek. 



Louis, Joong Won dan detektif Nam pergi ke rumah sakit untuk mencari Bok Sil, tapi orang pertama yang mereka temukan adalah Tuan Goo. Detektif Nam dan Louis sama-sama mengenali Tuan Goo. Mendengar Louis kenal dengan tuan Goo, Joong Won pun bertanya apa Louis benar-benar mengenalnya?

“Ya. Dia adalah adik dari temannya Tn Baek. Aku bertemu dengannya di toko buku istrinya,” jawab Louis. 

“Apa kau bilang? Dia adalah orang yang terluka di rumahmu sebelumnya,” ucap datektif Nam dan membuat Louis dan Joong Won sama-sama kaget. Tepat disaat itu, dokter datang dan bertanya apa Tuan Goo pernah mendapatkan luka di kepalanya dan detektif Nam pun mengiyakan, dia menambahkan kalau Tuan Goo koma cukup lama dan kemudian meninggalkan rumah sakit tanpa mendapatkan perawatan yang benar. 

“Ada kemungkinan kalau dia tidak akan bangun,” ucap Dokter dan Louis langsung bertanya tentang Bok Sil. Si dokter pun berkata kalau memang ada wanita yang dibawa ke rumah sakit bersama tuan Goo. 


Kita kembali ke kantor polisi dimana si atasan memberitahu rekan detektif Nam kalau detektif Nam berhasil menemukan korban pemukulan di rumah Bok Sil. Jadi dia harus pergi ke rumah sakit juga untuk membantu detektif Nam. Setelah mendapat informasi itu, rekan detektif Nam langsung menelpon Tuan Baek dan mengabari kalau korban pemukulan di Bok Sil sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan dan koma lagi. Karena si korban kedapatan menculik orang, maka pihak polisi akan memperpanjang investigasi-nya. 


Louis akhirnya menemukan Bok Sil di kamar rawat. Bok Sil tak terluka parah, dia hanya mengalami sedikit retak pada tangannya. Lega karena sudah menemukan Bok Sil, Louis pun langsung memeluk Bok Sil dan tak mau melepaskannya, walau Joong Won dan detektif Nam datang. Detektif Nam terlihat mengerti dengan apa yang Louis lakukan, tapi kalau Joong Won terlihat cemburu. 

“Bok Sil. Kau pasti sangat takut. Aku berjanji akan menjagamu. Maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku,” ucap Louis.

“Tapi aku baik-baik saja,” jawab Bok Sil dan Louis masih terus meminta maaf pada Bok Sil. 

Joong Won kemudian bertanya apa Bok Sil merasa lapar dan Bok Sil mengiyakan. Mendengar itu, detektif Nam pun berkata kalau dia yang akan membelikan makanan untuk Bok Sil. 

“Detektif itu seperti pelayan terbaik yang bisa kau miliki,” ucap Joong Won ketika melihat detektif Nam pergi.  Bok Sil kemudian bertanya apa alasan dia diculik?


“Aku kira dia menginginkan uang, tapi sepertinya tidak. Dia adalah orang yang sama yang kepalanya dipukul palu di rumah kita,” jawab Louis dan Bok Sil terkejut mendengarnya. Joong Won kemudian menghampiri Louis dan bertanya apa Louis yakin pria itu mengenal Tuan Baek?

“Ya. Dia bilang dia adik temannya Tuan Baek,” jawab Louis. “Tidakkah itu aneh? Kenapa temannya Tuan  Baek menyusup ke rumah kita?” tanya Louis bingung.


Tuan Baek pulang ke rumah dengan perasaan kacau. Jae Suk menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi. Tak menjawab pertanyaan Jae Suk, Tuan Baek langsung meminta Jae Suk pergi ke rumah Nyonya Choi yang ada di Busan dan mengembalikan kotak yang ada di meja kerjanya ke tempat rahasia Louis yang ada di kamar loteng. Jae Suk bertanya kenapa dia harus melakukan itu dan Tuan Baek tak bisa memberikan alasannya, dia hanya ingin Jae Suk melakukan apa yang dia minta. Karena Tuan Baek meminta dengan suara pelan, tak seperti biasanya selalu dengan teriak-teriak, jadi Jae Suk pun mau melakukan permintaan Tuan Baek.


Ketika Jae Suk pergi ke ruang kerja Tuan Baek, Tuan Baek langsung menelpon pengacara Hwang dan mengajaknya ketemuan.



Louis menyuapi Bok Sil bubur dan karena Bok Sil merasa terganggu dengan rambutnya, Louis pun menguncirnya. Bok Sil meminta Louis menguncirnya dengan cantik dan Louis mengiyakan. Tapi bagaimana hasilnya, sangat berantakan. Walaupun begitu, Louis tetap berkata pada Bok Sil kalau Bok Sil terlihat cantik. Bok Sil yang polos pun hanya percaya saja pada apa yang Louis katakan. 

Louis kembali menyuapi Bok Sil dan buburnya belepotan. Louis pun langsung membersihkan buburnya. Setelah itu Bok Sil meminta air dan ketika Louis menutup botol minumannya, Bok Sil melihat Louis sudah memakai cincin yang hendak dia  berikan. 

“Aku pikir aku kehilangannya. Ini pergi ke pemiliknya,” ucap Bok Sil. 

“Aku langsung tahu kalau ini miliku. Apa ini hadiahmu?” tanya Louis. Bok Sil mengiyakan dan berkata kalau dia masih punya satu hadiah lagi untuk Louis. Untuk memberikan hadiah itu, Louis harus mendekatkan wajahnya, tentu saja Louis dengan senang hati mendekatkan wajahnya, mungkin Louis pikir dia mau dicium, hehe... tapi Bok Sil hanya berbisik pada Louis. Dia berkata kalau dia sangat menyukai Louis. 

“Apa pengakuan ini hadiahmu?” tanya Louis dan Bok Sil mengiyakan. “Apa yang harus kulakukan?” tanya Louis lagi dan biasanya kalau dia sudah bertanya seperti itu, Louis ingin mencium Bok Sil. 

“Kita tidak bisa. Bagaimana jika ada yang masuk?” tanya Bok Sil dan Louis langsung menutup tirainya. 


“Apa tidak apa-apa sekarang?” tanya Louis dan mereka pun mulai mendekatkan wajah mereka. Tepat disaat itu, perawat datang dan memanggil Bok Sil. Bok Sil kaget dan tak sengaja menjatuhkan bubur. Bok Sil langsung histeris dan menyuruh Louis menjauh. Mendengar hal itu dari balik tirai, si perawat pun berpikir macam-macam dan langsung membuka tirai. 


Apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan? Ternyata Louis sedang berusaha membersihkan tumpahan bubur di baju Bok Sil, tapi karena Bok Sil tak nyaman jadi dia menyuruh Louis menjauhinya. Si perawat menghela nafas ketika mengetahui apa yang sedang mereka lakukan, dia kemudian memberitahu Bok Sil kalau Bok Sil sudah boleh pulang. 

Dengan nada menyesal, Louis berkata kalau mereka akan membersihkan ranjangnya, sebelum pulang. Si perawat mengiyakan dan meminta mereka untuk memastikan hal tersebut. Melihat ekspresi kesal si perawat, Bok Sil dan Louis pun kompak meminta maaf. Si perawat menutup kembali tirainya dan pergi. 

Setelah si perawat pergi, Bok Sil dan Louis tersenyum atas apa yang baru saja mereka lakukan. Louis mengambil nasi yang tertinggal di pipi Bok Sil dan memakannya. Dia kemudian hendak membantu Bok Sil membersihkan bajunya, namun Bok Sil melarang, dia berkata kalau dia akan melakukannya sendiri.


Louis membawa Bok Sil pulang sambil di gendong. Sampai rumah, dia langsung di layani bak ratu oleh In Sung, Geum Ja, Bok Nam dan Louis. 

“Aku bilang aku baik-baik saja. Jangan memperlakukanku seperti pasien,” ucap Bok Sil dan Louis berkata kalau Bok Sil harus istirahat, jadi dia harus tidur. Geum Ja pun langsung mengumpat si penculik karena sudah membuat Bok Sil terluka. Dia kemudian bertanya pada Louis apa polisi sudah menangkap pelakunya dan Louis menjawab kalau penculiknya sekarang terluka dan koma. 


Joong Won dan detektif Nam sudah berada di kantor polisi dan mereka membicarakan tentang Tuan Goo. Detektif Nam menebak kalau Tuan Goo adalah imigran yang datang ke Korea dengan cara ilegal, jadi mereka harus terus mengawasinya sampai dia sadarkan diri. Yang masih membuat detektif Nam bingung adalah bagaimana seorang imigran kenal dengan Tuan Baek. 

“Ini hanya spekulasiku, tapi aku pikir Tuan Baek mempekerjakannya. Jika Tuan Baek benar-benar mempekerjakan dia...,” ucap detektif Nam dan Joong Won teringat ketika Tuan Baek berlari menghampirinya dan bertanya kemana Louis. Ketika itu Joong Won tak tahu siapa Louis sebenarnya dan Louis juga masih hilang ingatan. Jadi ketika Tuan Baek bertanya apa Joong Won kenal dengan pria yang berbicara dengan dia tadi, Joong Won pun menjawab tidak. Saat Joong Won tanya balik, kenapa Tuan Baek bertanya seperti itu, Tuan Baek hanya menjawab tidak apa-apa.

“Tuan Baek mungkin tahu.... kalau Louis masih hidup. Kenapa dia menyembunyikannya sendiri?” ucap Joong Won dalam hati dan tak memberitahukannya pada detektif Nam. 


Tuan Baek sudah berada di ruang kerjanya, dia mendapat telepon dari Louis namun tak diangkatnya. Dia kemudian teringat kembali pada percakapannya dengan Tuan Goo.


Flashback!
Tuan Baek menemui Tuan Goo dan berkata kalau dia hanya menginginkan kecelakaan kecil, karena dia tak mau terlibat pada kecelakaan besar. Tapi apa yang sudah Tuan Goo lakukan, dia sudah membunuh Louis, jadi apa yang akan Tuan Goo lakukan untuk mempertanggungjawabkannya. Tuan Goo juga tak mau disalahkan, dia beralasan kalau semua itu terjadi karena Louis mengendarai mobilnya dengan kencang. 
Flashback End!

“Saat itu, jika situasinya tidak diluar kendali seperti itu, aku tidak harus merencanakannya lagi...untuk menutupi apa yang terjadi,” ucap Tuan Baek dalam hati dan menambahkan kalau tak ada gunanya lagi merasa menyesal sekarang. 

Di rumah, Louis menelpon detektif Nam dan bertanya apa Tuan Goo masih belum sadarkan diri? Karena kalau dia sudah sadar, Louis meminta detektif Nam untuk bertanya alasan dia menculik Bok Sil. 

“Aku akan mengurus semuanya disini. Kau harus tidur. Kau sudah berlari kesana-kemari sejak kemarin,” jawab detektif Nam dan Louis berkata kalau detektif Nam juga seperti itu. Louis menutup telepon dan Tuan Kim masuk membawakan susu untuk Louis.


Louis kemudian bertanya apa dia boleh menyetir, karena dia ingin menyetir untuk Bok Sil. Mendengar permintaan itu, Tuan Kim pun berkata kalau Louis selalu minta menyetir ketika mereka masih di Prancis, tapi ketika sampai di Korea, Louis malah mengemudikan mobil Tuan Baek dan menimbulkan masalah yang besar. Padahal Nyonya Choi tak pernah mengizinkan Louis menyetir. 

“Apa? Aku mengemudikan mobilnya?” tanya Louis bingung. 

“Aku dengar kau melarikan diri ke dalam mobil Tuan Baek ketika dia berada di toilet,” jelas Tuan Kim dan Louis merasa apa yang dikatakan Tuan Kim, sangat berbeda dengan apa yang dia ingat.

Flashback!
Saat Tuan Baek menjemputnya di bandara, Tuan Baek menyuruh Louis menyetir mobil sendiri karena Tuan Baek harus kembali ke kantor
Flashback End!

“Aku tidak pernah melakukan itu,” aku Louis dan Tuan Kim terkejut mendengarnya. Sekarang Louis sudah berada di kamarnya sendirian, dia terngiang kembali ucapan Tuan Kim yang berkata:

“Sebenarnya, aku curiga pada Tn Baek. Dia juga mengambil gigi bayimu dan juga jam tanganmu dari rumah di Busan. Aku juga berpapasan dengannya ketika aku mencarimu. Tapi dialah yang membawamu kembali, jadi aku tidak punya pilihan lain kecuali percaya padanya,” aku Tuan Kim.


Louis kemudian teringat kembali pada pertemuan pertamanya dengan Tuan Baek setelah kecelakaan itu. “Dia terlihat sangat terkejut saat bertemu denganku saat itu,” ucap Louis dalam hati.

Dia juga teringat kembali pada ekspresi Tuan Baek saat Louis mengaku kalau ingatannya sudah kembali semua. “Dia juga terlihat terkejut saat itu,” ucap Louis mengingat hal itu.

“Alasan aku tidak seharusnya kembali hidup. Alasan ingatanku seharusnya tidak kembali. Apa itu?” tanya Louis penasaran dan tak lama kemudian dia seperti mendapatkan jawabannya.


Setelah mendapatkan jawaban itu, Louis langsung menemui Tuan Baek di rumahnya. Pertama-tamam Louis minta maaf karena sudah datang di jam larut malam dan Tuan Baek tak mempermasalahkannya, dia kemudian mengaku kalau sebenarnya dia ingin menemui Louis besok

“Apa itu berarti... kau tahu kenapa aku disini?” tanya Louis dan Tuan Baek langsung berlutut. 

“Ji Sung, maafkan aku. Ini semua salahku,” aku Tuan Baek.  “Aku tidak... merencanakan kecelakaan sebesar itu sejak awal.”

Flashback!
Nyonya Choi berkata pada semuanya kalau Louis yang akan mewarisi Gold Group.
Flashback End!


“Nyonya  Choi tidak mendiskusikannya denganku sama sekali. Dia tiba-tiba mengumumkan kalau dia ingin kau memiliki Gold Group.  Aku sangat marah ketika mendengar itu. Maksudku, aku mengabdikan hidupku untuk membesarkan Gold Group. Sejak ayahmu meninggal, aku sudah menganggap Ny Choi seperti ibuku sendiri. Tapi, sangat mudah baginya melakukan itu padaku. Kau berada di tempat yang jauh, tapi dia memutuskan untuk memberikan semuanya padamu. Keputusannya sangat menyakitiku. Aku pikir.... kalau kau terluka sedikit karena kecelakaan mobil... itu akan membuatnya takut... dan membuatnya mengirimmu kembali ke Prancis. Tapi... semuanya terjadi di luar kendaliku. Kau jadi terlibat dalam kecelakaan besar dan aku tidak bisa mengontrolnya lagi,” aku Tuan Baek. 

“Percayalah padaku, Ji Sung. Aku kira kau sudah meninggal. Sejak kau kembali, aku sudah hidup dalam kecemasan setiap harinya. Aku merasa sangat gugup... bagaimana jika orang tahu apa yang aku lakukan. Aku selama ini merasa kalau  aku ini seorang buronan yang dalam pelarian,” ucap Tuan Baek dan menangis. Louis pun menghampirinya dan menuntunnya berdiri. 


“Ahjussi. Aku tahu kalau kau sudah menjaga nenekku dengan berada di sisinya... bukannya aku dan orang tuaku yang sudah meninggal dan aku sangat mengapresiasinya,” ucap Louis. 

“Louie-a...”

“Itu saja sudah cukup untukku memaafkanmu, tapi... seseorang meninggal karena kecelakaan itu,” sambung Louis dan Tuan Nam berkata kalau dia akan menerima hukuman atas apa yang sudah dia lakukan. 

“Aku sebenarnya sudah... mengurus beberapa hal sebelum aku menyerahkan diri. Saham perusahaan yang diberikan Nyonya Choi padaku. Aku mengatakan pada Pengacara Hwang... kalau aku ingin mentransfer semuannya untukmu,” ucap Tuan Baek. 

“Ahjussi.”

“Sepertinya ini hukum alam. Ketika aku mulai bersikap serakah, aku tidak bisa mencegah diriku sendiri jadi orang yang tidak tahu malu. Satu hal yang aku cemaskan. Nyonya Choi bisa pingsan jika dia tahu tentang ini. Aku khawatir,” ucap Tuan Baek dan Louis memintanya untuk tidak khawatir, karena dia akan merahasiakannya dari nyonya Choi. Louis juga tak mau membuat sang nenek sedih. Tuan Baek pun berterima kasih atas kebaikan Louis. Tuan Baek kembali berlutut dan menangis.

bersambung


No comments :

Post a Comment