November 14, 2016

Shopping King Louis Episode 14 - 2



Tuan Goo masih berada di toko Jae Suk dan menunggu Tuan Baek datang membawa uang. Tapi ternyata yang datang bukan Tuan Baek, melainkan Detektif Nam. Tak mau ditangkap, Tuan Goo pun pergi melalui pintu yang lain. Ternyata detektif Nam bukan datang untuk menangkap Tuan Goo, melainkan untuk menukar sertifikat hadiahnya. Tapi karena tokonya tutup, detektif Nam pun memutuskan pergi. 




Setelah detektif Nam pergi, Tuan Baek datang dan Tuan Goo sudah tak ada lagi di toko buku itu. 



Waktunya makan malam, semua pegawai Goldline dan Singsingline, makan bersama. Saat semuanya sibuk makan, Louis mengajak Bok Sil pergi dan Tuan Kim mengizinkannya. Mereka pergi ke bangku taman yang mana Louis sudah menyiapkan daging panggang disana. Itu adalah hasil pangangan Louis sendiri, karena Louis tak mau orang lain menikmati hasil panggangannya, jadi dia mengajak Bok Sil makan berdua seperti itu. mendengar itu, Bok Sil pun ingat kalau Louis selalu bilang, hanya Louis yang boleh makan masakannya. 


Mereka menikmati daging panggang bersama dengan saling menyuapi. Louis kemudian mengaku kalau ini adalah acara pertama yang pernah dia ikuti dan Bok Sil juga berkata sama. Louis merasa acara seru, jadi dia bertanya apa acaranya seru gara-gara ada Bik Sil dan Bok Sil pun menjawab kalau acara seru karena semuanya ada bersama mereka. 



Bok Sil dan Louis kembali. Do Jin mengeluh karena daging mereka kurang dan Tuan Kim pun berkata kalau dia akan membeli daging tambahan, namun Joong Won menjawab tak perlu, karena sebentar lagi akan ada yang datang membawa daging. Siapa orang yang Joong Won maksud? Orang itu adalah detektif Nam. 

Melihat postur tubuh detektif Nam yang tinggi besar, Hae Joo dan Mi Young pun bertanya-tanya siapa dia? Apa dia seorang model? Atau seorang atlet?

“Model? Terserahlah. Dia detektif. Hanya seorang detektif,” ucap Joong Won. 

“Dia sudah bekerja keras menemukan Pak Louis,” tambah In Sung. 


“Halo semuanya. Aku sangat terlambat, ya?” sapa detektif Nam. Bok Sil dan Louis pun langsung memanggilnya. Louis juga memperkenalkan detektif Nam pada semuanya. Agar bisa berdekatan dengan pria tampan, Mi Young pun meminta detektif Nam untuk duduk disampingnya. Dia juga meminta detektif Nam untuk ikut serta pada acara mereka selanjutnya.


Apa acara selanjutnya? acaranya adalah “King of Mask Singer” dan sebagai MC-nya ada In Sung dan Kyung Kook, sedangkan para pria yang lain jadi peserta dan para wanitanya jadi penilai. 


Peserta pertama, menggunakan kostum serba kuning dan mendapat nilai 19, karena mari hanya memberi 4 bintang. 


Peserta kedua memakai caket kulit dan topeng kucing, dia mendapatkan nilai 17 bintang.


Peserta ketiga memakai jas dengan banyak tempelan dan menyanyikan lagu slow. Dia mendapatkan nilai 18 bintang. 


Peserta keempat, memakai jas kelap kelip dan memakai topeng ikan. Dia mendapatkan nilai 18 bintang.


Peserta kelima mengenakan topeng anjing dan semua wanita menyukai suaranya. Bok Sil pun bisa menebak kalau  pria dibalik topeng anjing itu adalah Louis. Si topeng anjing hendak menghampiri meja juri tapi dia tak sengaja menginjak balon dan pecah, jadi diapun langsung berkata, “Ya ampun dia bikin kaget saja.”

Semua wanita memberi penilaian dan si topeng anjing mendapat nilai sempurna, dia mendapat 20 bintang. Jadi sudah jelas, kalau si topeng anjing lah pemenangnya. Mereka kemudian membuka topeng mereka masing-masing. Peserta pertama adalah Joong Won, kedua adalah Tuan Kim, ketiga adalah detektif Nam, keempat adalah Do Ji n dan yang terakhir adalah Louis. 





Semua bersorak senang, kecuali Joong Won yang terlihat kecewa. Bok Sil menghampiri Louis dan Louis bertanya apa dia sudah bisa mendengar jawaban dari Bok Sil dan juga mendapatkan hadiah. Bok Sil pun berbisik dan menyuruh Louis untuk lebih bersabar lagi.

Joong Won lewat dan Bok Sil langsung berkata kalau Joong Won juga keren. Joong Won pun hanya menjawab dengan senyuman tipis dan kemudian langsung berdehem ketika Louis menunjukkan pialanya. Joong Won pergi dan Louis bertanya kenapa Joong Won seperti itu? apa Joong Won merasa kesal karena sudah di kalahkan oleh dirinya?


Joong Won jalan sendiri di luar. Dia teringat ketika dia pertama kali melihat Bok Sil dan Louis bersama. Saat itu, Bok Sil hendak membantu Louis membersihkan bubur yang tumpah di bajunya. Joong Won juga teringat saat Louis berlari dari rumah Joong Won ke rumah Bok Sil tanpa menggunakan baju dan sesampainya di rumah Bok Sil, Louis langsung memeluknya. Joong Won mengingat juga saat Louis tanpa pikir panjang mengambil koin di panggangan, saat itu mereka begitu sangat dekat. Bahkan di saat mereka harus berpisah, Bok Sil sangat sedih. Bukan hanya tentang Bok Sil, dalam permainan hari ini, Joong Won juga selalu kalah dari Louis.



Mengingat semua kekalahannya itu, Joong Won  tiba-tiba membuka selendang merah dan berlari sambil bernyanyi. Joong Won berlari mengelilingi net dan kemudian menjatuhkan dirinya di lapangan. Dia bergumam kalau si pemenang mengambil semuanya. 


Sebagai kapten yang bertanggung jawab, Joong Won pun mencuci piring sendiri. Tak lama kemudian Bok Sil datang untuk membantunya. Namun Joong Won tak mau dibantu, dia menyuruh Bok Sil istirahat saja. Tepat disaat itu, Young Ae menelpon dan karena  Joong Won menerima teleponnya dari Watchphone, maka Bok Sil pun bisa mendengar apa yang ibu dan anak itu bicarakan. Ibunya menelpon untuk bertanya keberadaan Joong Won, karena sang ibu sudah membawa 3 biodata gadis cantik yang ingin dia jodohkan dengan Joong Won.

“Sudah kubilang aku tidak mau ikut kencan buta. Kalau kau begini terus, nanti aku akan pindah dari sini,” teriak Joong Won. 


“Aku juga akan berhenti. Tapi kau bilang Jang Geum sedang pacaran dengan cucunya presdir, Louis. Bagaimana mungkin aku tidak mau mengatur kencan buta untukmu?” jawab Geum Ja, karena Joong Won merasa malu ada Bok Sil disampingnya, jadi dia langsung menutup teleponnya. Walaupun Joong Won menolak, Young Ae tetap meninggalkan 3 biodata itu di rumah Joong Won. 



Joong Won kemudian menyuruh Bok Sil mencuci piring karena tadi Bok Sil berkata ingin membantu. Joong Won juga berkata pada Bok Sil untuk tidak menganggap serius pada apa yang Young Ae katakan tadi. 

Joong Won melihat cincin yang Bok Sil pakai dan berkomentar kalau cincinnya bagus, dia lalu bertanya apa Louis sudah melamar Bok Sil dan Bok Sil menjawab belum, cincin itu diberikan Louis karena Louis pernah berjanji akan membelikannya. 

“Louis, anak itu. Tidak seperti yang kuduga, ternyata ucapannya bisa dipegang juga,” ucap Joong Won dan kemudian menyuruh Bok Sil memakai sarung tangan agar cincinnya tak kena air. Namun Bok Sil menolak dengan alasan dia harus menghormati orang tua. Disebut orang tua, Joong Won tak terima dan langsung mengambil keran yang sudah Bok Sil nyalakan, tapi karena saat mengambil keran Joong Won buru-buru, alhasil air dari keran langsung menyembur ke jaket Bok Sil. 

“Nurut saja kenapa sih?” gumam Joong Won berdehem karena Bok Sil memang sejak tadi selalu melawan apa yang dia suruh.


Untuk menentukan tempat tidur, mereka semua kembali memainkan permainan. Tuan Kim memilih nomor 5 dan kemudian menuruni tangganya, dia mendapat kamar yang sama dengan In Sung dan detektif Nam, mereka tidur bertiga. 

Ma Ri memilih nomor  1 dan dia mendapatkan kamar yang sama dengan Bok Sil. Ma Ri pun mengeluh karena dia tak bisa tidur dengan orang lain, mendengar itu, Louis langsung berkata kalau Ma Ri tak perlu khawatir, sebab Bok Sil tidak berisik saat tidur. Mendengar itu, semua orang terkejut dan Mi Young langsung mendorong pundak louis. Ma Ri pun dengan nada tak senang menyuruh Louis untuk segera memilih nomor. 

“Tangan dan kakinya Pak Louis dingin, jadi dia tidak bisa tidur di tenda. Aku cemas,” ucap Tuan Kim. 


“Tidak, jangan cemas, aku pria yang beruntung, tahu! Aku tidak pernah tidak beruntung soal game,” jawab  Louis dan kemudian memilih nomor 4 lalu berjalan menuruni garis. Tapi ternyata Louis berhenti di nomor yang ada kantun tidurnya, dengan kesal Louis langsung menendang kantung itu. 


Melihat itu, Joong Won tertawa dengan sangat puas, “Kau pria yang beruntung, jadi kau tidak akan kedinginan dan kena flu,” ucap Joong Won dan pemain selanjutnya adalah Mi Young. Dia memilih nomor 9 dan berakhir di kamar Hae Joo. Tinggal 2 orang tersisa dan mereka adalah Joong Won dan Kyung Kook. Do Jin yang belum punya teman sekamar sangat berharap bisa sekamar dengan Joong Won

Dengan pede-nya Joong Won memilih nomor 2, tapi ternyata Joong Won memilih tenda. Bukan hanya Joong Won yang kecewa, Do Jin juga kecewa karena dia harus tidur dengan Kyung Kook. Masih tak terima dengan hasilnya, Joong Won pun ingin mengulanginya lagi. Sudah merasa malas, semua orang langsung beranjak pergi dan hanya Louis yang masih di tempat karena dia yang akan jadi teman tidurnya Joong Won. 

Karena Joong Won terus marah-marah, Louis pun memintanya berhenti dan kemudian mengajaknya pergi ke tenda dengan membawa kantung tidur mereka. 


Di depan tenda, Joong Won kembali menggerutu karena dia selalu ditakdirkan bersama Louis. Mendengar itu, Louis tersenyum dan memeluk Joong Won lalu berkata kalau seperti inilah mereka berdua. Merasa risih, Joong Won pun melepas pelukan Louis dan menyuruhnya untuk tidak terus menempel padanya, agar Joong Won bisa membenci Louis sesukanya. Tak perduli dengan apa yang Joong Won katakan, Louis langsung menggandeng Joong Won dan mengajaknya masuk tenda. 


Louis berbaring dan kemudian mengaku kalau dia belum pernah tidur ditenda sebelumnya, kalau saja dia masih Louis yang dulu, pasti Tuan Kim tak akan mengizinkannya tidur di tenda. 

“Tak heran sih,” ucap Joong Won dan ikut berbaring. Karena Joong Won mengambil semua selimutnya, maka Louis pun langsung memeluk Joong Won dan berkata kalau dia kedinginan. Tak nyaman dipeluk, Joong Won pun mendorong Louis.

“Aku harus tidur di tempat yang asing... dengan seseorang yang menempeli punggungku. Aku tidak akan bisa tidur. Aisssh,” keluh Joong Won.

“Tidak heran sih,” ucap Louis, namun ketika Louis hendak mengajaknya bicara, Joong Won sudah tidur dan mendengkur. Louis pun membelakangi Joong Won dan tidur.



Di kamar, Bok Sil tak bisa tidur sedangkan Ma Ri sudah tidur dengan nyenyak. Bok Sil masih melihat cincin yang hendak dia berikan pada Louis. Dia kemudian mengirim sms pada Louis dan bertanya apa Louis sudah tidur. Tak lama kemudian ada balasan dari Louis yang menjawab kalau dia belum tidur dan dia bertanya apa Bok Sil tak bisa tidur karena merindukannya, tentu saja Bok Sil menjawab tidak. Namun walaupun mengatakan tidak, Bok Sil tetap mengajak Louis ketemuan. Mendapat ajakan itu, Louis tentu saja langsung senang dan kemudian bertanya apa Bok Sik ingin memberikan hadiahnya. Bok Sil tak menjawab, dia langsung mengajak Louis ketemuan di bangku bawah pohon tadi. Louis hendak menjemput Bok Sil, namun Bok Sil tak mau, dia ingin pergi ke sana sendiri. Mereka akan bertemu dalam waktu 10 menit lagi. 

Louis bergegas pergi dan karena kesal dengan Joong Won yang mengorok, Louis pun langsung menutup Joong Won dengan selimut. Bok Sil juga hendak pergi dan Ma Ri terbangun lalu  bertanya Bok Sil mau kemana. 





“Kau tidak tidur?” tanya Bok Sil. 

“Kalau tidak di tempat tidurku, aku mana bisa tidur. Aku ini sensitif,” jawab Ma Ri. 

“Begitu, ya?” ucap Bok Sil seperti tak percaya karena sebelumnya Ma Ri tidur sampai mengorok. “Aku mau keluar sebentar.”

“Tunggu. Kau mau ketemuan dengan Louis?”

“Ada yang mau kuberikan padanya.”


“Memangnya tidak bosan ketemu setiap hari?” gumam Ma Ri tak senang dan Bok Sil baru menyadari kalau jaketnya masih basah. Ma Ri mengetahui hal tersebut, tak mau Louis nanti memberikan jaketnya pada Bok Sil, karena tahu jaket Bok Sil basah. Ma Ripun menyuruh Bok Sil untuk mengenakan jaket miliknya.



Bok Sil pun keluar dengan menggunakan jaket milik Ma Ri dan Louis sudah sampai di tempat mereka janjian. Tak sabar menunggu, Louis pun memutuskan untuk menjemput Bok Sil. Bok Sil jalan sambil memegangi kotak cincin yang ingin dia berikan pada Louis, tiba-tiba seorang pria muncul dan menyekabnya. Bok Sil pingsan dan pria itu langsung membawa Bok Sil ke mobil. Sebelum pergi, pria itu mengambil ponsel Bok Sil dan mematikannya. Ternyata pria yang menangkap Bok Sil adalah Tuan Goo. 



Louis sampai di tempat Bok Sil di culik, ditempat itu Louis menemukan cincin yang hendak Bok Sil berikan. Louis pun langsung memakainya, karena dia bisa tahu kalau itu cincin milik Bok Sil. 

“Bok Sil.... Apakah ini hadiahnya? Apa kau sembunyi untuk mengejutkanku? Apa ini kejutannya?” tanya Louis namun tak ada jawaban dari Bok Sil. Karena tak ada jawaban, Louis mulai panik dan langsung menelpon Bok Sil, tapi ponsel Bok Sil tak aktif.



Tuan Goo menelpon Tuan Baek dan mengatakan kalau dia menculik Ma Ri. Dia menyuruh Tuan Baek tak boleh menelpon polisi dan hanya membawa uang untuk dia saja. Tentu saja Tuan Baek kaget karena putrinya sudah di culik. 


Di villa, Louis benar-benar panik karena tak menemukan Bok Sil. Dia terus berteriak memanggil Bok Sil.
bersambung


No comments :

Post a Comment