November 14, 2016

Shopping King Louis Episode 14 - 1


Semua pegawai Goldline dibuat bingung dengan tingkah Joong Won dan Louis yang terlihat sekali sedang bersaing. Mereka sama-sama meletakkan meja mereka di ruang pegawai. Tapi mereka semua masih tak sadar kalau Joong Won menyukai Bok Sil, karena setiap kali Kyung Kook berkata kalau sepertinya Joong Won menyukai Bok Sil, mereka selalu tak percaya.

“Haruskah aku menyukai Bok Sil juga?” tanya Do Jin yang sepertinya mulai percaya kalau Joong Won menyukai Bok Sil.

“Apa karena Pak Cha menyukai Bok Sil, jadi kau mau menyukainya juga?” tanya Mi Young dan Do Jin menjawab dengan tawa, sehingga Mi Young menebak memang seperti itu yang Do Jin rasakan.



“Kalau yang dibilang Pak Lee benar, Bok Sil pasti sangat senang. Dia disukai oleh dua cowok keren. Siapa ya yang akan dia pilih?” tanya Hae Joo dan hanya Ma Ri yang tak senang dengan percakapan itu.

“Pak Cha sangat keren dan bisa diandalkan,” jawab Do Jin dan tepat disaat itu Joong Won masuk. Dia mendengar percakapan mereka.

“Siapa bilang. Tentu saja dia harus pilih Pak Louis. Dia pewaris Gold Group, ganteng dan baik. Dia sempurna deh. Ya kan, Bu Baek?” tanya Kyung Kook pada Ma Ri, tapi Ma Ri menjawab dengan kesal. Dia menyuruh mereka semua untuk tidak bicara hal-hal yang ngawur, jadi mereka harus pergi ke pekerjaan mereka masing-masing. Melihat Ma Ri marah, semuanya jadi kebingungan karena setahu mereka Ma Ri adalah orang yang tak pernah marah.


Joong Won berjalan masuk dan mereka langsung kembali ke meja mereka masing-masing. Dengan kesal Joong Won melihat ke papan nama milik Louis. Dalam hati dia berkata, “Menyebalkan sekali. Yang menang mengambil semuanya”

== EPISODE 14: YANG MENANG MENGAMBIL SEMUANYA ==

Tuan Baek membawa uang yang Tuan Goo minta dan Tuan Goo kemudian memberikan USB yang berisi percakapan mereka. Saat ditanya dengan cara apa Tuan Goo akan pergi meninggalkan Korea, Tuan Goo menjawab kalau dia akan pergi seminggu lagi.


Tuan Goo sudah berada di depan minimarket dan dibelakangnya ada si nenek pencuri. Si nenek mendengar percakapan Tuan Goo dengan seseorang di telpon. Dia mendengar Tuan Goo berkata pada seseorang kalau mereka akan bertemu 2 jam lagi. Ketika Tuan Goo hendak berjalan pergi, si nenek langsung pura-pura tersedak. Tentu saja Tuan Goo langsung menghampirinya dan bertanya apa si nenek baik-baik saja. Si nenek kemudian meminta Tuan Goo membelikannya minum dan Tuan Goo melakukannya, namun dia masuk ke mini market dengan membawa tasnya, sehingga itu membuat si nenek merasa kesal karena cara yang biasa dia lakukan, gagal. Melihat Tuan Goo begitu melindungi tasnya, si nenek jadi penasaran dengan isi tas Tuan Goo.



Tuan Goo kembali dengan membawa minuman dan si nenek langsung meminumnya. Dia juga berterima kasih atas bantuan Tuan Goo. Si nenek kemudian sengaja menempel permen karet ke rambut tuan Goo dan membuat kedua tangan tuan Goo sibuk melepaskan permen karet dari rambutnya. Kesempatan itu di pakai si nenek untuk mengambil tas tuan Goo dan kemudian diapun lari. Karena si nenek memang punya keahlian lari dengan kencang, jadi Tuan Goo pun tak bisa mengejarnya. Hehehe... hanya Bok Sil yang bisa mengejarnya.

Setelah lolos dari Tuan Goo, si nenek membuka tas dan dia langsung terkejut melihat tas itu berisi banyak uang. Si nenek pun memeluk tas itu dengan sangat erat.


Tuan Goo kemudian mendatangi toko buku Jae Suk yang tepat disaat itu sedang ada Louis disana. Jae Suk dan Louis sama-sama ingat kalau mereka sebelumnya pernah berbicara dengan Tuan Goo di telepon. Karena yang Jae Suk ingat adalah Tuan Goo merupakan orang yang bekerja pada suaminya, jadi Jae Suk pun langsung menawarinya minum teh.


Saat Jae Suk pergi meninggalkan Tuan Goo dan Louis untuk membuatkan teh, Tuan Goo melihat coklat yang Jae Suk berikan pada Louis. Merasa itu adalah coklat miliknya, jadi Louis pun langsung menjauhkannya dari Tuan Goo.



Kita beralih pada Tuan Baek yang mendapatkan kotak harta karun milik Louis. Bagaimana dia bisa tahu letak kotak harta karun itu? ternyata dia tak sengaja mendengar ketika Louis memberitahu Tuan Kim tentang dimana Louis meletakkan kotak tersebut. Penasaran dengan isinya, jadi Tuan Baek pun langsung mengambilnya duluan.


Apa sebenarnya isi kotak harta karun itu? ternyata isinya berupa kotak musik yang dibawahnya di tulis “koboshi”, beberapa kaset rekaman Ji Sung bersama orang tuanya dan sebuah amplop. Setelah memeriksa isinya, Tuan Baek merasa tak ada yang penting dengan semua benda yang ada di kotak itu.  Diapun jadi penasaran  kenapa Nyonya Choi sangat ingin menemukan kotak harta karun itu. Di tengah rasa penasarannya, Jae Suk menelpon dan memberitahunya kalau Tuan Goo datang ke toko buku. Tentu saja Tuan Baek langsung terkejut dan dia berkata kalau dia akan segera pergi ke sana. Ternyata Jae Suk menelpon karena Tuan Goo yang memintaya, jadi selesai menelpon Jae Suk memberitahu Tuan Goo kalau Tuan Baek dalam perjalanan ke toko.



Louis kemudian bertanya kenapa Tuan Goo datang ke toko buku kalau dia ingin bertemu dengan Tuan Baek, seharusnya dia langsung menemui Tuan Baek.  Tuan Goo menjawab kalau tasnya sudah di curi dan ponselnya ada disana, jadi dia memutuskan untuk datang ke toko buku Jae Suk saja. Mendengar cerita itu, Louis kemudian bercerita kalau tas Bok Sil juga dicuri orang saat dia pertama kali tiba di Seoul.

Louis bertanya lagi pada Tuan Goo, dia bertanya apa Tuan Goo pernah menelpon ke rumah Nyonya Choi. Mendapat pertanyaan itu, Tuan Goo terlihat bingung dan dia kemudian menjawab tidak, dia mengaku kalau dia tak pernah menelpon kesana. Walaupun merasa bingung Louis tetap percaya saja pada apa yang Tuan Goo katakan.



Jae Suk kemudian mengeluarkan jaket yang dia beli di butik langganannya. Dia membeli jaket itu untuk Ma Ri dan menunjukkan pada Louis untuk meminta pendapatnya. Louis berkata kalaud dia suka corak jaketnya dan dia kemudian bertanya celana model apa yang akan Ma Ri pakai?

“Bisa kau beri aku rekomendasi, Tuan Fancy Styling Talk?” tanya Jae Suk balik dan Louis jadi malu karena ketahuan sebagai Fancy Stylung Talk. Karena sudah ketahuan kalau dia adalah Fancy Styling Talk, Louis pun memberi saran pada Jae Suk untuk memadukan jaket itu dengan celana slim fit.

“Kadang aku pikir, Ma Ri mirip denganmu, tapi kalian berdua sangat berbeda,” koment Louis kemudian.


“Dia putriku. Tapi dia juga putrinya Seon Goo,” jawab Jae Suk dan Louis mengerti. Tuan Goo pun hanya dia dan menjadi pendengar diantara Jae Suk dan Louis. Tepat disaat itu Tuan Baek datang dan langsung terlihat tegang karena Tuan Goo tak hanya bertemu Jae Suk, dia juga bertemu dengan Louis.

Tuan Baek kemudian langsung mengajak Tuan Goo pergi dan melihat sikap kasar Tuan Baek, Jae Suk langsung memberitahu suaminya kalau dia tak boleh bersikap kasar pada saudara temannya. Mendengar kalau Tuan Goo mengaku sebagai saudara teman Tuan Baek, Tuan Baek makin merasa kesal. Ingin di nilai baik oleh Jae Suk, Tuan Goo pun berterima kasih atas teh yang sudah Jae Suk sajikan. Karena Jae Suk memang orang yang ramah, Jae Suk pun menawari Tuan Goo untuk datang lain ke tokonya.

Tuan Goo keluar toko duluan dan Tuan Baek kemudian bertanya pada Jae Suk, apakah Tuan Goo tadi mengatakan sesuatu pada mereka, tapi karena Jae Suk malah balik bertanya, Tuan Baek pun tak jadi bertanya. Sebelum Tuan Baek keluar, Louis bertanya padanya apa Tuan Goo adalah orang yang pernah menelpon ke rumahnya, tentu saja Tuan Baek menjawab tidak.

Di dalam mobil Tuan Baek bertanya kenapa Tuan Goo menampakkan diri, karena seharusnya dia pergi dari Korea. Tuan Goo menjawab kalau tasnya sudah di curi dan semua uangnya hilang. Tuan Baek terkejut mendengarnya.


Ma Ri masuk ruangan ayahnya dan melihat kotak harta karun milik Louis. Penasaran isi kaset yang ada di kotak itu, Ma Ri pun mengambilnya satu dan memasangnya di DVD, namun DVD-nya rusak dan Ma Ri tak bisa menonton apa-apa dari kaset tersebut.



Tuan Goo meminta uang lagi pada tuan Baek, tentu saja Tuan Baek langsung keberatan karena uang itu hilang atas kesalahan Tuan Gook sendiri yang teledor.


Louis pamitan pada Jae Suk dan saat berjalan pulang, Louis melihat mobil yang mencurigakan di depan toko Jae Suk, namun Louis tak mau ambil pusing, dia melanjutkan langkahnya.


Di rumah, Bok Sil sedang menghias diri, dia memakai lipstik dan kemudian membuka sebuah kotak yang berisi cincin untuk pria. Di hari sebelumnya, Bok Sil mampir ke toko cincin dan mencari cincin untuk pria dan dapatlah cincin itu. Pada cincin yang dia beli, Bok Sil menempelnya stiker emo senyum.


Tepat disaat itu Louis datang dan Bok Sil langsung menyembunyikan cincinnya. Louis datang untuk menjemput Bok Sil pergi. Saat ditanya mereka akan kemana, Louis menjawab kalau mereka akan pergi ketempat yang paling nyaman dan hangat. Menurut Louis tempat itu adalah dunia Bok Sil. Yups! Yang Louis maksud adalah rumah Bok Sil. Jadi kesimpulannya, mereka berdua tidak akan pergi kemana-mana.





Louis mengaku kalau dia ingin menghabiskan waktu seharian bersama Bok Sil di rumah. Ketika Bok Sil bertanya apa yang akan mereka lakukan dirumah, Louis menjawab kalau sebentar lagi kirimannya datang. Tepat disaat itu, beberapa barang datang dan semua itu adalah pesanan Louis. Apa yang Louis beli? Ternyata dia beli baju, kacamata dan sepatu couple. Setelah mereka berdua memakai barang yang serba pasangan, mereka kemudian berselfie ria. Dejavu ya? Hehhe... mereka memang pernah melakukan hal yang sama sebelumnya, namun saat itu Louis membeli barang-barang dengan menggunakan uang Bok Sil dan kali ini dia membeli semuanya dengan uang sendiri.


Tak hanya membeli barang-barang couple, Louis juga membeli tas yang saat itu Bok Sil suruh kembalikan. Karena Louis merasa tas itu sangat cocok dengan Bok Sil, jadi dia membelinya lagi. Dia meminta Bok Sil tidak menolaknya lagi sebab Louis membelinya dengan uangnya sendiri, uang hasil kerjanya.

Bok Sil pun menerima tas itu kali ini, namun dia mengingatkan Louis untuk tidak membeli barang mahal lagi, kalau dia sampai melakukannya, maka Louis harus mengembalikannya. Louis pun mengiyakan.

Louis juga membeli alat pembersih lantai otomatis yang saat itu pernah dia beli dan kali ini dia langsung menyuruh si alat untuk bersih-bersih.

Bok Sil kemudian menawari Louis ramyun untuk makan siang, namun Louis tak mau karena sekarang dia yang akan memasak untuk Bok Sil, jadi Bok Sil tak perlu melakukan apa-apa.



Louis mulai memasak, tapi memecah telur saja dia tak bisa mengerjakan dengan benar, sebagian telur tumpah ke lantai, alhasil Bok Sil yang harus turun tangan untuk membersihkan lantai. Tak hanya sekali Bok Sil turun tangan, yang kedua kalinya gara-gara Louis menumpahkan telur yang sedang dia kocok dengan sumpit. Ketiga kalinya saat Louis hendak membalik telur, telurnya malah jatuhy ke tempat mencuci piring. Keempat kalinya, karena Louis terkena minyak panas, jadi dia harus memasangkan plester dan kelima kalinya karena Louis takut menggoreng. Capek, Bok Sil pun langsung mematikan kompor dan menutup taplon dengan koran.



Telur dadar dan sosis goreng ala Louis siap disantap dan tampilannya masakan Louis lumayan hancur. Dengan muka lelah, Bok Sil berkata, “Kau yang masak, kenapa aku yang capek?”

Louis pun menjawab kalau semua itu karena Bok Sil lapar, jadi Louis pun menyuruh Bok Sil untuk segera makan. Louis menyuapi Bok Sil telur dadar buatannya dan saat telur dadar itu di masukkan ke dalam mulutnya, Bok Sil hampir memutahkannya, tapi dia tahan karena itu adalah buatan Louis. Saat ditanya apakah telurnya enak, Bok Sil pun menjawab enak. Hmmm.... Bok Sil bohong. Tapi karena kebohongannya itu, dia tak bisa menolak saat Louis ingin memasak lagi untuknya dan saat Louis memberikan semua telur dadar bagian Louis untuk dia.

Bok Sil terus memasukkan telur sampai mulutnya penuh dan melihat itu, Louis bertanya kenapa Bok Sil tak menelannya?


Tak ada jawaban dari Bok Sil, kita langsung dialihkan pada Tuan Kim yang memeriksa hasil kerja Bok Nam. Dari semua soal hanya satu yang benar dan itu benar-benar membuat Tuan Kim frustasi. Kelemahan Bok Nam adalah tak hafal perkalian. Ketika Tuan Kim memberinya soal perkalian 9 x 9, Bok Nam menjawabnya eskrim cone. Mendengar jawaban itu, wajah tuan Kim langsung memerah padam menahan marah.


Tuan Kim pergi ke ruang makan. Melihat wajah Tuan Kim yang terlihat kusut, Jung Ran pun langsung menghampirinya dan bertanya kenapa? Tuan Kim menjawab kalau dia merasa jadi lebih cepat tua setiap kali dia mengajari Bok Nam. Mendengar jawaban itu, Jung Ran langsung emosi dan tak bisa membiarkan hal itu terjadi terus.


Louis baru selesai mencuci piring dan Bok Sil dengan pengertiannya mengeringkan tangan Louis dengan handuk dan kemudian mengoleskan lotion agar tangan Louis tidak kering. Karena Louis sudah mencuci piring, jadi diapun meminta bayaran 50 won. Bok Sil pun mengiyakan, namun yang hendak dia keluarkan dari sakunya bukan uang melainkan kotak berisi cincin. Belum sempat Bok Sil mengeluarkan kotak cincin, ponsel Bok Sil berdering, jadi Bok Sil pun menunda niatnya untuk memberikan Louis cincin.

Ternyata yang menelpon Bok Sil adalah Jung Ran yang mengadukan tentang Bok Nam, dengan nada tak enak Bok Sil pun berkata kalau dia akan segera menjemput adiknya.


Tuan Baek membawa Tuan Goo ke toko Jae Suk dan menyuruhnya menunggu disana sampai besok, karena besok Tuan Baek akan datang dengan membawa uang. Tuan Baek juga memberitahukan kalau Jae Suk tidak akan datang ke tokonya. Tanpa keduanya sadari, ada seseorang yang mengambil gambar mereka.


Jae Suk sudah berada di rumah sendirian, dia mengeluh karena di rumah tak ada siapa-siapa padahal sekarang weekend, dia merasa akan menyenangkan jika mereka bisa kumpul sekeluarga. Jae Suk melihat sesuatu yang ditutupi dengan kain di depan TV dan saat di buka ternyata itu DVD rusak.


Bok Sil membawa Bok Nam pulang dan Bok Nam mengeluh kalau belajar itu menyusahkan, jadi dia ingin berhenti jadi pelajar. Tentu saja Bok Sil tak setuju dan langsung hendak memukul Bok Nam karena Bok Nam ingin seperti Bok Sil saja yang tak kuliah. Tak mau dipukul, Bok Nam hendak keluar rumah, tapi ternyata sudah ada Geum Ja di depan pintu, jadi Bok Nam pun masuk lagi ke dalam rumah.


Geum Ja kemudian memarahi Bok Nam dan memberinya pilihan untuk hidup seperti Louis atau In Sung. Tentu saja Bok Nam menjawab Louis, tapi karena persyaratan menjadi Louis harus belajar, jadi Bok Nam pun mengganti jawabannya, dia ingin seperti In Sung saja dan menjadi asisten Louis. Mendengar itu, Geum Ja langsung berteriak.

“Aku berusaha baik, tapi sepertinya kau tidak paham. Maksudku, kau tentu saja harus belajar! Bok Sil. Dia sama sekali tidak mirip denganmu,” ucap Geum Ja.

“Maafkan aku, Bu Hwang. Aku akan pergi untuk acara kantor besok. Tolong jaga dia,” pinta Bok Sil dan Geum Ja berjanji akan mengubah Bok Nam dan Bok Nam akan jadi manusia sepenuhnya ketika Bok Sil pulang nanti. Tak mau buang waktu, Geum Ja pun langsung menyuruh Bok Nam belajar.


Louis bersiap tidur dan Tuan Kim bertanya lagi apa Louis benar-benar meletakkan kotak harta karun itu di loteng? Louis pun mengiyakan dan itu membuat Tuan Kim bingung karena dia tak menemukan apa-apa disana. Karena Tuan Kim sangat menginginkan kotak itu, Louis pun berjanji akan pergi ke Busan bersama Tuan Kim setelah pulang dari acara kantor. Tuan Kim pun mengerti dan kemudian mematikan lampu agar Louis bisa tidur.

Louis tidur sambil memeluk boneka bok sil-nya. Mengingat Bok Sil, Louis pun ingin bersama Bok Sil yang sungguhan.



“Haruskah aku menikah dengannya untuk itu?” tanya Louis pada dirinya sendiri dan kemudian dia mengirim sms pada Bok Sil. Tanpa ragu Louis mengajak Bok Sil menikah agar mereka bisa selalu bersama. Bok Sil pun menjawab kalau dia akan menjawab pertanyaan itu ketika Louis menang pertandingan nyanyi besok, selain itu Bok Sil juga akan memberinya hadiah.




Louis kemudian minta cium dan Bok Sil langsung mencium ponselnya, lalu meletakkan kembali ponselnya di samping. Tak mendapatkan balasan sms dari Bok Sil, Louis pun langsung menelpon dan Bok Sil langsung bertanya, Louis mau apa lagi, karena dia sudah menciumnya tadi. Merasa belum dapatn balasan sms apapun, Louis pun menyadari kalau Bok Sil tadi mencium ponselnya. Malu, Bok Sil langsung menutup teleponnya. Louis kemudian mengirimi Bok Sil pesan berupa emo kiss dan memberitahu Bok Sil kalau ciuman di sms itu dengan menggunakan emo tersebut.


Paginya, rombongan Goldline dan singsingline sudah sampai di tempat berlibur mereka. Mereka mengadakan acara itu untuk merayakan bersatunya Goldline dan singsinline. Isi acaranya  adalah perlombaan dan lagi-lagi, Louis dan Joong Won mengenakan kostum yang sama, yang membedakannya hanya nomor yang ada di punggung mereka. Berbeda dari sebelumnya, dimana Louis menggunakan jaket KW milik Bok Nam, kali ini dia menggunakan jaket asli dan nomor 1. Jadi dia bisa memamerkannya pada Joong Won.


Kyung Kook pun ingat kalau si pembeli nomor 1 adalah Shopping King Louis dan orang itu adalah Louis. Do Jin kemudian bertanya bagaimana Joong Won bisa mendapatkan jaket itu, padahal Joong Won terus bersama mereka di kantor saat itu. yang sebenarnya adalah Young Ae yang membelinya, namun Joong Won tak mau mengumbarnya, jadi menjawab kalau dia selalu punya cara untuk mendapatkannya.



Tuan Kim muncul dan memberitahu Louis kalau Nyonya Choi yang menyuruhnya ikut. Hae Joo dan Mi Young yang baru melihat sosok Tuan Kim langsung bertanya-tanya siapa dia? Ma Ri pun menjawab kalau tuan Kim adalah orang terdekat Louis, jadi sepertinya dia datang karena dialah yang sering membantu Louis.

Karena Ma Ri tahu informasi itu, Hae Joo dan Mi Young pun bertanya apa Ma Ri adalah anak salah satu ekskutif perusahaan dan Ma Ri tak mengiyakan. Dia membiarkan kedua rekan kerjanya itu ingin berpikir seperti apa.



Pertandingan dimulai dan mereka dibentuk jadi dua tim. Untuk tim yang kalah akan dihukum mencuci piring. Tim pertama di ketuai oleh Louis dengan anggota Ma Ri, In Sung, Tuan Kim dan Hae Joo sedangkan tim kedua diketuai oleh Joong Won dengan anggota Bok Sil, Mi Young, Do Jin dan Kyung Kook. Melihat Bok Sil berada di timnya, Joong Won tertawa senang.



Permainan pertama adalah lompat tali bersama-sama dan tim Louis yang menang dan yang membuat tim Joong Won kalah adalah Joong Won sendiri yang tak bisa masuk ke dalam permainan pada waktu yang tepat.



Permainan ke dua adalah panco. Orang pertama Bok Sil dan Ma Ri, tentu saja Bok Sil dengan mudah mengalahkan Ma Ri, orang kedua Mi Young dan Hae Joo, di luar dugaan Hae Joo yang menang karena Hae Joo menggunakan kekuatan “Big News”. Orang ketiga Do Jin dan In Sung, yang menang Do Jin. Orang keempat, Tuan Kim dan Kyung Kook, yang menang Tuan Kim karena dia berteriak memanggil nama Jung Ran. Skor sama... 2 – 2 dan penentu permainan ada pada Louis dan Joong Won. Joong Won hampir memenangkan pertandingan, namun Louis dengan cepat menarik tangan Joong Won dan akhirnya dia lah yang keluar sebagai pemenang.



Permainan ketiga adalah jegichagi. Antara Bok Sil dan Ma Ri, Ma Ri lah yang menang. Antara Mi Young dan Hae Joo, Mi Young lah yang menang. Antara Do Jin dan In Sung, In Sung lah yang menang. Antara Kyung Kook dan tuan Kim, Kyung Kook yang menang. Skor kembali seri dan penentu permainan adalah Joong Won dan Louis lagi. Joong Won kembali harus menelan pil kekalahan, karena Louis bisa bermain Jegichagi lebih bagus darinya, padahal itu adalah kali pertama dia memainkannya.

Lubang hitam pada tim Joong Won adalah Joong Won sendiri, jadi itu membuat Mi Young dan Do Jin menyindirnya. Berbeda dengan Mi Young dan Do Jin, si baik hati Bo Sil malah menghibur Joong Won dengan berkata “tidak apa-apa.”

Joong Won kemudian berkata kalau Louis pasti bohong, selama ini dia pasti tidak tinggal di Prancis. Menanggapi ucapan Joong Won, Louis malah berkata kalau dia akan membuka usaha jegichagi kalau bisnisnya gagal. Louis lalu meminta pendapat Bok Sil, kalau dia memang benar-benar jago. Bok Sil pun menghampiri Louis dan bertanya bagaimana Louis bisa sejago itu padahal itu adalah kali pertama dia bermain?


Melihat  Bok Sil dan Louis tertawa berdua, dengan marah Joong Won menerobos mereka dan berjalan pergi.

Bersambung


No comments :

Post a Comment