November 12, 2016

Shopping King Louis Episode 13 - 1


Ketika menginap di rumah Bok Sil.
Louis sakit perut dan kemudian membangunkan Joong Won, dia minta ditemani ke kamar mandi untuk BAB. Walau dengan berat hati, Joong Won pun menemani Louis ke kamar mandi. Melihat kamar mandi yang gelap dan kumuhLouis jadi takut, sehingga diameminta Joong Won menunggu di luar sambil bernyanyi, agar Louis merasa tak sendiri. Karena Joong Won adalah orang yang baik, diapun melakukan apa yang Louis minta.  Joong Won bernyanyi dengan keras, seolah-olah dia sedang konser.




“Ada waktu... Ketika seseorang merasa senang menyanyi untukku,” ucap Louis dalam hati.


Ketika Bok Sil dan Louis berada di toko buku bekas.
Louis bertanya pada Bok Sil tentang kapan waktu yang paling berkesan bagi Bok Sil? Dan Bok Sil menjawab, “Sekarang”.

Louis bernarasi, “Ada saat yang begitu emosional sewaktu ada orang yang peduli  padaku... walapun aku tidak punya apa-apa.”

Ketika Jae Suk melihat Louis di TV
Jae Suk menelpon Tuan Baek dan mengatakan kalau dia menemukan Louis. Tak berselang lama dari waktu itu, Jae Suk langsung menemui Tuan Baek dan mengatakan kalau dia benar-benar menemukan Louis.

Louis kembali bernarasi, “Dia merasa sangat bangga pada dirinya sendiri... Ketika dia menemukanku.”


Waktu-waktu seperti itu..menunggu nenekku, Choi Il Soon,”sambung Louis dan kita diperlihatkan pada Nyonya Choi yang sedang tertidur.

== Episode 13: This Is the Moment ==



Louis mengangkat telpon dan tepat disaat itu Tuan Baek datang lalu bertanya siapa yang menelpon. Si penelpon pun memberitahu Louis kalau dia adalah Tuan Goo, tentu saja Tuan Baek langsung ketakutan mendengarnya dan hendak mengambil alih telpon, namun Tuan Goo sudah lebih dulu menutup telepon setelah memberitahukan namanya. Agar Louis tak curiga, Tuan Baek pun mengatakan pada Louis kalau itu hanya telepon iseng dan Louis mengiyakan.

Louis kemudian bertanya kenapa Tuan Baek datang ke rumahnya malam-malam. Tuan Baek pun menjawab kalau dia sebenarnya ingin bertemu dengan Nyonya Choi, dia berkata seperti itu karena dia tahu jam selarut itu, Nyonya Choi pasti sudah tidur, jadi diapun bisa berkata kalau dia akan kembali lagi besok. Namun, ketika Tuan Baek hendak pergi, Louis memanggilnya dan menawarinya makan ramyun.


Tak ada alasan untuk menolak, Tuan Baek pun sekarang sedang makan ramyun buatan Louis. Ketika Tuan Baek memuji ramyun buatannya, Louis langsung menjawab kalau dia belajar dari Bok Sil. Mendengar hal itu, Tuan Baek kemudian bertanya apa ada sesuatu antara Bok Sil dan Louis? Tuan Baek juga mengaku terkejut karena sebelumnya Louis ngotot kembali ke Prancis, tapi beberapa hari kemudian dia sudah melihat Louis di Seoul lagi.

“Kau tidak dengar kabarnya?” tanya Louis.

“Kabar apa?”

“Semua ingatanku sudah kembali.”

“Apa?”

“Aku juga sudah menemukan adiknya Bok Sil.Bagus sekali, kan?” ucap Louis dan Tuan Baek pun mengiyakan.  Louis kemudian bertanya kenapa Tuan Baek bohong padanya, kenapa Tuan Baek bilang kalau Louis dan Ma Ri bersahabat, padahal yang Louis ingat Ma Ri sering mengganggunya waktu dia masih kecil.


Mendengar itu, Tuan Baek langsung gugup. Dia pun beralasan kalau dia tak tahu itu, dia kira Louis dan Ma Ri memang dekat. Ketahuan bohong, Tuan Baek sampai berkeringat. Melihat Tuan Baek berkeringat, Louis bertanya kenapa dan Tuan Baek menjawab kalau orang tua memang akan sering berkeringat. Tak mau berlama-lama dengan Louis, Tuan Baek langsung mengajak Louis untuk menghabiskan ramyunnya.



Keluar dari rumah Louis, Tuan Baek bertemu dengan Tuan Goo yang memang sudah menunggunya sejak tadi. Mereka kemudian masuk mobil dan bicara di tempat yang sepi. Tuan Goo menemui Tuan Baek untuk meminta uang, agar dia bisa melarikan diri, karena polisi sudah tahu identitasnya. Dia berencana keluar negeri sampai semuanya aman.

“Bagaimana bisa kau ke luar negeri kalau kaumasuk ke sini saja ilegal?” tanya Tuan Baek.

“Aku akan mengurusnya, berikansaja aku uang,” jawab Tuan Goo yang kemudian berkata kalau dia butuh uang sebesar sejuta dolar tunai. Melihat Tuan Baek seperti enggan memberikan uangnya, Tuan Goo langsung menunjukkan USB yang berisi rekaman percakapan mereka berdua. Ya, Tuan Goo mengacam Tuan Baek dengan menggunakan USB tersebut.


Nyonya Choi sedang tidur dan tiba-tiba ada yang melemparinya kacang. Diapun terbangun dan begitu senang melihat kacang yang begitu besar dan enak. Tapi ternyata semua itu hanya mimpi. Mendapati mimpi seperti itu, Nyonya Choi pun jadi penasaran dengan maknanya.


Bok Sil dan Bok Nam hendak sarapan dan tepat disaat itu Geum Ja dan In Sung datang membawakan makanan. Ketika Bok Sil bertanya kenapa mereka membawa makanan, In Sung hendak menceritakan yang sebenarnya kalau Louis lah yang menyuruh mereka, namun baru menyebut nama Louis, Geum Ja langsung menyuruh In Sung diam. Geum Ja berkata kalau dia hanya terlalu banyak masak, jadi sebagian dia berikan pada Bok Sil. Dia juga menyebut dirinya sebagai Nyonya si baik hati.

“Kau tidak baik hati, sama sekali tidak,” protes In Sung dan Geum Ja langsung menyuruhnya meletakkan makanan yang mereka bawa ke dalam kulkas Bok Sil. Geum Ja juga menyuruh Bok Sil cepat makan, karena dia harus cepat berangkat kerja.

Sambil meletakkan makanan ke dalam kulkas, In Sung berkata kalau Bok Sil akan berangkat kerja dengannya, karena Louis bilang, dia harus mengantarkan Bok Sil setiap pagi.


Louis sendiri sedang bersiap pergi, dia memakai jas dan jam tangannya. Tepat disaat Louis selesai mengganti background di jam tangan, In Sung menelpon dan memberitahunya kalau Bok Sil sudah pergi kerja.



Bok Sil sudah berada di kantor bersama Joong Won, mereka menikmati kopi panas bersama. Joong Won memberi ucapan selamat karena Bok Sil kembali bertemu dengan Bok Nam. Dia juga mengaku senang ketika melihat Bok Sil merasa bahagia. Joong Won kemudian bertanya apa Bok Nam akan kembali sekolah lagi?

“Sebenarnya... dia tidak terlalu pintar, jadi dia harus ambil beberapa les dulu,” jawab Bok Sil.

“Apa dia tidak siap kembali ke sekolah?”

“Ya. Begitulah.”

“Dia ternyata berbeda denganmu,” koment Joong Won dan Bok Sil hanya tersenyum. “Kau juga seharsnya belajar,dan lulus ujian kualifikasi..dan kuliah lah.Kalau kau dapat pendidikan yang benar kau pasti akan sukses, aku tahu itu, ” saran Joong Won dan Bok Sil hanya tersenyum. Melihat Bok Sil tersenyum padanya, Joong Won pun menyuruhnya untuk tidak seperti itu, karena Bok Sil yang seperti itu bisa membuat Joong Won merasa lemah.


Tepat disaat itu Louis datang dan bertanya kenapa Joong Won harus merasa seperti itu? tak menjawab, Joong Won malah memarahi Louis yang datang ke kantor mereka dan tidak bekerja di kantornya sendiri. Namun Louis tetap menuntut agar Joong Won menjawab pertanyaannya lebih dulu. Tentu saja Joong Won tak mau menjawab, dengan kesal dia kembali ke meja kerjanya.


Melihat gelar Joong Won yang di tulis di meja kerjanya, Louis langsung protes dan minta Bok Sil menggantinya, namun Bok Sil tak mau karena semua itu adalah permintaan Joong Won sendiri. Tak senang, Louis pun meminta papan namanya yang sama dengan punya Joong Won. Sambil berkata kalau hal tersebut bukan sesuatu yang harus Louis cemburui, Joong Won mengambil kembali papan namanya. Tapi Louis masih merasa kesal, jadi dia menggulingkan papan nama Joong Won saat berjalan kembali ke sofa.

Bok Sil kemudian bertanya apa Louis tidak kerja dan Louis menjawab kalau dia akan mulai kerja minggu depan. Louis kemudian mengaku kalau dia punya rencana besar, namun dia tak mau memberitahu Joong Won tentang rencananya itu. Louis kemudian mengajak mereka makan siang dulu karena sudah waktunya makan siang.



Tau kalau Louis datang bersama In Sung, Joong Won pun bertanya kenapa In Sung tak makan bersama mereka? Louis menjawab kalau In Sung bilang dia ingin makan sendiri. Louis kemudian minta Joong Won memesan lagi, namun Joong Won menolak karena Louis sekarang sudah kaya, jadi dia bisa memesan sendiri.

“Nenekku dan Pak Kim tidak akan mengizinkanaku pesan delivery. Aku harus makan selagi aku bisa,” jawab Louis dan agar Joong Won mau membelikan untuk Louis, Bok Sil pun ikut minta dibelikan juga. Karena Bok Sil yang minta, Joong Won pun tak bisa menolak  lagi.

Sambil makan, Louis berkata kalau dia akan mengajak Bok Sil makan malam, jadi Bok Sil harus cepat menyelesaikan pekerjaannya. Mendengar itu, Joong Won merasa tak senang, dia kemudian berkata pada Louis kalau Bok Sil hari ini banyak kerjaan, dia harus lembur. Namun setelah Louis berkata kalau Nyonya Choi yang mengundang Bok Sil datang, Joong Won langsung terdiam tak berkomentar lagi.


Tuan Baek dan Tuan Goo ketemuan lagi. Tuan Baek sudah membawa uang seperti yang Tuan Goo minta, jadi Tuan Goo pun langsung memberikan USB yang berisi rekaman percakapan mereka. Tuan Baek menyuruh Tuan Goo pergi secepatnya, namun Tuan Goo menjawab kalau dia akan menunggu selama seminggu dulu, baru kemudian pergi dari Seoul. Sebelum berpisah, Tuan Baek mengingatkan Tuan Goo kalau mereka sekarang adalah orang asing satu sama lain, jadi tak ada lagi urusan diantara mereka berdua.

Selesai makan, Louis mengajak Bok Sil makan es kacang merah karena Louis sudah memesan 100 mangkok es kacang merah. Mendengar itu, Joong Won langsung protes karena Bok Sil bisa sakit gigi kalau makan es kacang merah sebanyak 100 mangkok sekaligus, jadi Louis bisa membelikannya pada waktu yang berlainan. Louis pun setuju dengan ide itu, jadi dia langsung membawa Bok Sil pergi untuk menikmati semangkok es kacang merah. Saat berjalan pergi, Louis berkata “sampai besok.” Tentu saja Joong Won tak senang mendengarnya, karena Louis akan kembali ke kantor mereka lagi besok hari.


Bok Sil dan Louis sudah berada di cafe dan menikmati semangkuk es kacang merah. Melihat Bok Sil sangat menyukai es kacang, Louis pun berjanji akan membelikannya untuk Bok Sil setiap hari. Bok Sil kemudian menyuruh Louis untuk cepat makan karena mereka harus segera menemui detektif Nam setelah ini.



Detektif Nam kemudian menginvestigasi Louis dan Bok Nam mengenai kecelakaan waktu itu. Setelah menanyai Louis dan Bok Nam, detektif Nam mengulang kembali kronologis peristiwa kecelakaan itu.

“Jadi maksudmu kau dapat kunci mobil dariPak Baek, lalu menyetir... dan ketemu dengan gank motor?” tanya detektif Nam dan Louis mengiyakan. “Dan Bok Nam, kau mengambil pakaian Louisuntuk melindunginya dari Kim Dae Shikdan memberikan pakaianmu pada Louis?” tanya detektif Nam pada Bok Nam dan Bok Nam juga mengiyakan. “Kau menunggu Bo Nam karena kau pikirdia akan kembali dalam satu jam,tapi ternyata dia tidak kembali.Makanya kau ke sana kemari.”

“Aku terjatuh, kepalaku terbentur selang damkar dan aku jadi amnesia,” jelas Louis.

“Bok Nam, kau memberikan mobilnya Louis pada Dae Sik.Apa kau melihat sendiri kecelakaannya?” tanya detektif Nam.

“Tidak. Aku dengar suara ledakan,jadi aku lari ke lokasi.Mobilnya sudah terbkar waktu itu,” jawab Bok Nam yang mengaku kalau dia merasa ketakutan melihat mobil itu terbakar, jadi dia memutuskan untuk melarikan diri. Bok Nam pun meminta maaf atas apa yang dia lakukan.

“Aku mengerti.Tapi butuh waktu lama bagi Louisuntuk bisa bertemu keluarganya. Minta maaflah padanya,” saran Detektif Nam dan Bok Nam pun langsung minta maaf. Tentu saja Louis memaafkannya dan meminta Bok Nam untuk tak merasa cemas.


In Sung sepertinya sengaja menunggu Ma Ri di lobi, ketika Ma Ri datang In Sung langsung menghampirinya dan mengajaknya makan siang. Namun Ma Ri terus menghindari In Sung. Karena In Sung terus menghalangi jalannya, Ma Ri pun merasa kesal dan mendorong In Sung. Tapi karena tubuh In Sung besar, sehingga ketika Ma Ri mendorong In Sung, malah dia sendiri yang terdorong dan hampir terjatuh. Untungnya In Sung dengan cepat menangkap Ma Ri, namun tangan In Sung terlalu kebawah sehingga tanpa sengaja memegang bokong Ma Ri.


Menyadari hal itu, Ma Ri langsung berdiri dan memukul pipi In Sung. Ma Ri berteriak histeris menyuruh In Sung untuk tidak menyentuh dirinya. Geum Ja melihat Ma Ri memukul In Sung, jadi diapun menghampiri mereka. Tak terima anaknya di pukul, Geum Ja langsung memarahi Ma Ri. Dia bahkan masih ingat kalau Ma Ri adalah wanita yang menabrak Louis dan memberinya uang 3 dolar.

Tepat disaat itu Jae Suk lewat dan langsung membela Ma Ri. Dia tak terima Ma Ri di marahi. Mengetahui kalau Jae Suk adalah ibunya Ma Ri, In Sung pun langsung menyapanya dengan wajah senang. Tentu saja hal itu membuat Ma Ri dan Jae Suk bingung. Namun Geum Ja tak suka In Sung menyapa Jae Suk. Dia kemudian menyuruh Jae Suk agar memberitahu Ma Ri untuk meminta maaf pada In Sung, karena Ma Ri sudah memukul wajah In Sung.

Tak mau disalahkan, Ma Ri kemudian menjelaskan alasan dia memukul In Sung, semua itu karena In Sung menyentuh bokongnya. Mendengar pengakuan Ma Ri, Jae Suk jadi tak terima dia balik marah, namun dia masih kalah omong dari Geum Ja yang tetap membela In Sung setelah mendengar penjelasan In Sung kalau dia tak sengaja menyentuh. Dia hanya ingin menolong Ma Ri yang hampir terjatuh.

Melihat Ma Ri dan ibunya ketakutan, In Sung kemudian mengatakan pada mereka kalau ibunya memang kasar dengan ucapan tapi dia tak memukul orang. Mendengar itu, Ma Ri dan Jae Suk malah semakin takut dan In Sung pun meminta maaf.


Tak terima In Sung yang meminta maaf, Geum Ja malah memarahi In Sung, bahkan dia juga memukulnya. Melihat perlakukan Geum Ja pada In Sung, Ma Ri dan Jae Suk tambah ketakutan. Tepat disaat itu, Young Ae menelpon Jae Suk  dan mengatakan keberadaan mereka.

Tak lama kemudian Young Ae datang dan ketika tahu kalau yang bertengkar dengan Jae Suk adalah Geum Ja, wanita yang mengaku ibu angkat Bok Sil, Young Ae pun tak jadi marah. Geum Ja juga masih ingat dengan Young Ae. Mengenal satu sama lain, mereka kemudian saling menyapa.


Melihat syal yang Geum Ja kenakan, Young Ae terkejut dan kemudian bertanya apa syal itu dari Fancy Styling Talk? Tak hanya Young Ae, Jae Suk juga terkejut melihatnya, karena mereka bertiga ternyata mengenakan syal yang sama. Geum Ja sendiri tak mengerti dengan Fancy Styling Talk, yang hanya dia tahu, syal itu diberikan oleh Louis.

Melihat kekompakan mereka bertiga, In Sung tanpa sadar merangkul Ma Ri dan berkata, “Mereka punya barang yang sama.” Menyadari kalau dia sudah merangkul Ma Ri, In Sung pun langsung menarik kembali tangannya.


Geum Ja, Jae Suk dan Young Ae kemudian pergi ke cafe dan ngobrol sambil minum. Ketika Geum Ja mengaku kalau dia mendapat syal itu dari Louis, Jae Suk pun menebak kalau koordinator Fancy Styling Talk adalah Louis. Young Ae pun yakin kalau hal itu memang demikian, karena terbukti dari gaya Louis yang keren.

“Kenapa kalian saling panggil dengannama yang aneh..seperti Audrey dan Vivian?” tanya Geum Ja dan Young Ae menjawab kalau nama itu hanyalah nama julukan. Young Ae bahkan menyarankan kalau Geum Ja juga harus punya nama julukan, jadi mereka bertiga bisa jalan bersama.

Ditanya nama julukan, Geum Ja pun menjawab “Cleopatra” karena dia selalu berbaring dirumah dengan gaya Cleopatra. Young Ae dan Jae Suk pun setuju dengan nama itu. Untuk merayakan nama julukan Geum Ja, mereka bertiga kemudian melakukan cheers.

Bok Sil dan Louis sampai dirumah Nyonya Choi. Tentu saja kedatangan mereka disambut dengan senyum hangat oleh Nyonya Choi. Nyonya Choi kemudian meminta Jung Ran menyiapkan makan malam dan meminta Tuan Kim untuk membuatkan minuman.

Bok Sil datang tak dengan tangan kosong, dia membawakan sekotak buah Pir untuk Nyonya Choi. Saat membaca nama pir yang tertera di kotak “Tuan Pir Hamil dari Naju”, Nyonya Choi sedikit terkejut. Namun dia langsung tersenyum-senyum sendiri.



Tuan Kim datang membawakan minuman dan saat Bok Sil meminumnya, Bok Sil merasa mual dan hendak muntah, jadi dia memutuskan pergi ke kamar mandi. Khawatir pada Bok Sil, Louis pun mengikutinya.

Menyambungkan dari mimpi, nama pir dan melihat kondisi Bok Sil yang mual, Nyonya Choi pun langsung berpikir kalau Bok Sil sedang hamil anak Louis. Dia bahkan mengatakan kecurigaannya itu pada Tuan Kim, namun Tuan Kim menjawab kalau hal itu tidak mungkin.

Keluar dari kamar mandi, Bok Sil pun mengaku kalau dua mangkok jajangmyun dan es kacang merah terlalu banyak untuk di makan, jadi sekarang Bok Sil merasa mual. Mendengar itu, Louis pun merasa menyesal dan berkata kalau seharusnya mereka tadi tak memesan es kacang merah. Namun Bok Sil membantahnya, dia berkata kalau dia sangat menyukai es itu.

Walaupun Tuan Kim tak sependapat pada tebakannya, namun Nyonya Kim terus tersenyum bahagia. Di kepalanya penuh dengan kata hamil. Bok Sil dan Louis kembali duduk dan Louis langsung bertanya pada sang nenek, apa makan malam dengan Bok Sil bisa lain kali saja, karena sekarang perut Bok Sil sedang tak enak. Tentu saja Nyonya Choi mengiyakan, dia tak mempermasalahkannya. Mereka bisa makan malam lain waktu, bahkan mereka bisa mengajak In Sung dan ibunya untuk ikut serta.



Di rumah, Joong Won dan ayahnya sedang memisahkan toge dari akarnya. Sang ayah kemudian  memberitahu Joong Won kalau dia dan Young Ae pergi mengunjungi rumah Bok Sil beberapa hari lalu. Ketika berada di rumah Bok Sil, mereka mendengar kabar kalau Bok Sil pacaran dengan Louis. Tuan Cha sangat menyayangkan hal tersebut, dia bahkan mengaku kalau dia sebenarnya sangat menyukai Bok Sil.

“Mau kuberi tahu sesuatu?” tanya Joong Won.

“Apa?”

“Sebenarnya,Aku yang pertama bertemu Bok Sil.Sebelum pertemuan kedua kami, seorang kandidat yang lebih kuat muncul dan mengacaukan segalanya,” aku Joong Won dan hal itu sama-sama membuat keduanya merasa kesal.


Louis mengantar Bok Sil pulang. Sampai rumah, Louis langsung memeriksa kulkas Bok Sil, karena di dalamnya tak ada minuman soda, Louis pun bertanya pada Geum Ja, yang saat itu sedang berada di rumah Bok Sil untuk menunggui Bok Nam belajar sambil bersih-bersih. Louis berkata ingin minuman soda untuk Bok Sil karena Bok Sil bilang perutnya sakit. Mendengar Bok Sil sakit perut, Geum Ja pun bertanya apa yang dia rasakan.

Bok Sil mengaku kalau dia terlalu banyak makan hari ini. Louis kemudian menelpon In Sung dan minta dibawakan minuman soda. Namun, apa yang Geum Ja pikirkan sama dengan apa yang Nyonya Choi pikirkan, jadi dia berkata pada Louis kalau minuman soda bukanlah ide yang bagus untuk mengobati sakit perut Bok Sil sekarang. Louis bertanya kenapa, tapi Geum Ja tak bisa menjelaskan. Dia hanya menjawab kalau semua itu bukan apa-apa.


Tak mau ambil pusing dengan apa yang Geum Ja katakan, Louis kemudian beralih pada Bok Nam yang sedang belajar. Louis berusaha mengajari Bok Nam, namun Bok Nam sama sekali tak mengerti dengan pelajaran Matematika dan itu membuat Louis frustasi. Melihat Louis seperti itu, Geum Ja pun menyindir kalau Louis sendiri tak pandai mengeja.

“Itu tidak benar. Ejaanku sempurna.AKu banyak belajar saat Bok Sil tidak ada,” jawab Louis.

“Belajar mengeja di usia 25 tahunbukan sesuatu yang bsa kau banggakan,” ejek Geum Ja dan Louis kembali beralih pada Bok Nam. Dia berkata pada Bok Nam kalau dia akan memberikan tutor yang hebat untuk Bok Nam. Tutor yang selama ini mengajari Louis belajar, jadi Louis meminta Bok Nam untuk percaya padanya.

“Walaupun ingatanmu kembali. Kau masih saja menyuruh orang untuk percaya padamu.Apa kau mendapatkan kembali uangBok Sil yang dicuri waktu itu? Kau menyuruhnya percaya padamu,” ucap Geum Ja mengingatkan Louis pada janjinya.

“Akan kucari lagi uang itu, oke? Kenapa kau mengomel?” jawab Louis dengan nada kesal. Tak senang dengan nada bicara Louis, Geum Ja pun langsung mengambil tongkat pemijat dan hendak memukul Louis. Louis sendiri langsung menarik Bok Nam untuk jadi tamengnya. 

Jung Ran merasa kesal karena Tuan Kim tak kunjung melamarnya, Tuan Kim hanya sibuk menganalisa cara-cara melamar dari drama dan film, tanpa ada tindakan nyata sampai sekarang. Tuan Kim tiba-tiba memegang tangan Jung Ran dan bertanya, “Aku tidak berbuat apa-apa?”


Belum sempat Jung Ran menjawab, Louis datang dan langsung terkejut melihat Tuan Kim dan Jung Ran berpegangan tangan. Melihat keterkejutan Louis, Jung Ran pun langsung menarik tangannya. Menyadari kalau Tuan Kim dan Jung Ran saling menyukai, Louis pun tersenyum dan menghampiri mereka. Louis berkata tak masalah kalau mereka berdua berkencan, lagi pula Tuan Kim memang sudah waktunya berkencan dengan seseorang.

“Kau adalah cinta pertamanya,” ucap Louis pada Jung Ran dan Tuan Kim jadi malu dibuatnya. Louis kemudian menyuruh Tuan Kim untuk langsung bertanya padanya kalau Tuan Kim punya pertanyaan tentang asmara karena Louis merasa lebih banyak tahu daripada Tuan Kim. Mendengar penawaran itu, Tuan Kim bertambah malu di depan Jung Ran.



Louis berkata kalau dia punya sebuah permintaan pada Jung Ran. Apa permintaan Louis? Belum Louis katakan, tapi sekarang Jung Ran sudah berganti pakaian. Dia memakai jaket kulit dan mengulang kembali ucapan Louis, dimana Louis ingin Jung Ran mengurus tiga gadis SMA yang sudah mengambil uang Bok Sil sampai dua kali. Selain itu, tiga gadis itu juga sudah menyepelekan Louis, mengabaikan telepon Louis dan yang lebih parah mereka selalu mengatakan ucapan-ucapan mengumpat.

Mendengar informasi kalau tiga gadis itu bukanlah gadis-gadis yang mudah diatasi, Tuan Kim pun bertanya apa Jung Ran akan baik-baik saja?

“Aku Heo Jung Ran, Busan Double Axe,” aku Jung Ran dan kemudian meminta nomor telepon gadis itu.

Setelah mendapatkan nomornya, Jung Ran langsung menelpon seseorang dan memintanya untuk melacak keberadaan si pemilik nomor.

Bersama 3 pria berbadan besar, Jung Ran pergi menemui ketiga gadis itu di sebuah tempat karoke. Karena Jung Ran mengatakan ingin ngobrol bersama mereka, jadi mereka pun keluar dari tempat karoke. Sekarang mereka semua sudah berada di taman bermain dan Jung Ran tak lagi mengajak 3 bodyguard-nya karena dia merasa bisa mengatasi ketiga gadis itu sendirian. Dia hanya berbekal tongkat bisbol untuk menghadapi mereka. Khawatir pada Jung Ran, Tuan Kim pun ikut menemani Jung Ran saat menghadapi ketiga gadis SMA itu.

Ketiga gadis itu bersiap menyerang Jung Ran bersamaan dan siapa yang akan menang? Jangan kemana-mana... baca sinopsis Part duanya ya...
Bersambung


No comments :

Post a Comment