November 6, 2016

Shopping King Louis Episode 12 - 1


Shopping King Louis episode 12 dibuka dengan narasi dari Joong Won, “Ada pepatah Amerika yang mengatakan. kalau kau mengucapkan harapanmu lebih dari 10.000 kali, maka akan terkabul.

Seorang gadis muda begitu menyukai seorang kurir dan sigadis berkata pada dirinya sendiri kalau dia akan menikahi pria itu.

Ibuku adalah Shin Young Ae, wanita dengan obsesi tinggi, mengulangi kata-kata kalau ia akan menikah dengan.. ayahku Cha Soo Il sebanyak 10.000 kali,” lanjut Joong Won bernarasi dan ternyata gadis dan pria muda tadi adalah Young Ae dan Tuan Cha.





Setelah menikah dengan Tuan Cha, semua obsesi Young Ae ditunjukkannya pada Joong Won. Saat itu Joong Won masih bersekolah di Amerika dan Young Ae terus membahas tentang olahraga hoki.

Agar anaknya.. bisa bermain hoki dengan baik, ia mengucapkan "hoki" sebanyak 10.000 kali,” sambung Joong Won dengan narasinya.



Di kantor, In Sung menceritakan pada semua pegawai tentang kisah Louis dan Bok Sil. Dimana Louis mengalami amnesia dan menjadi pengemis, untungnya Louis bertemu dengan Bok Sil dan Bok Sil mau merawatnya.

Do Jin kemudian bertanya kenapa Louis bisa menggunakan baju Bok Nam dan In Sung menjawab kalau dalam perjalanan dari bandara menuju rumah, Louis di rampok oleh gank motor. Mereka mengambil baju dan mobil Louis.

Hae Joo lalu bertanya apa orang yang meninggal dalam kecelakaan itu adalah adik Bok Sil? In Sung mengiyakan dan karena itulah Bok Sil dan Louis sekarang putus. Mereka akan sama-sama merasa sedih jika mereka terus bersama. Mendengar cerita itu semuanya menangis sedih, begitu juga dengan Kyung Kook, dia juga ikut terharu. Dia kemudian bertanya apa Bok Sil dan Louis tak punya kemungkinan untuk kembali bersama.

Mendapat pertanyaan itu, kita kemudian dialihkan pada Louis yang sudah terbaring di tempat tidurnya. Saat hendak tidur, Louis terus berkata kalau dia ingin bersama dengan Bok Sil lagi. Dia mengatakan kalimat itu berkali-kali.

Joong Won kembali bernarasi, “Raja Belanja Louis yang kukenal.. tidak tahu pribahasa Amerika. Bagaimanapun, karena kebiasaaan, dia mengulang-ulang, "Aku ingin bersamanya lagi," sebanyak 10,000 kali.”


Louis terus memohon agar bisa hidup bersama Bok Sil lagi dan Joong Won kembali bernarasi kalau apa yang Louis katakan akan menjadi nyata karena Louis mengatakannya sebanyak 10.000 kali.

(EPISODE 12: A DREAM BECOMES REALITY)



Bok Sil melihat Louis kembali menjadi pengemis dan tentu saja Bok Sil langsung menghampirinya. Bok Sil semakin terkejut saat mendapati Louis hilang ingatan lagi, Louis tak ingat pada namanya sendiri dan juga tak ingat pada Bok Sil.


Saat Bok Sil menyebutkan namanya, Louis menangis sedih dan mengaku kalau kepalanya sakit. Bok Sil kemudian memegang wajah Louis dan bertanya ada apa? Louis pun balik bertanya, dia bertanya apa mereka berdua dekat? Mendengar pertanyaan Louis, Bok Sil tak menjawab, dia hanya mengusap air mata Louis dan kemudian memeluknya.



Bok Sil membawa Louis pergi, mereka sekarang duduk di bangku taman. Bok Sil kemudian menelpon Tuan Kim dan mengatakan kalau Louis sekarang sedang bersamanya. Tuan Kim pun berkata kalau dia akan segera datang, jadi dia meminta Bok Sil untuk menjaga Louis sampai dia datang. Tuan Kim juga meminta Bok Sil untuk membawa Louis ke pelabuhan Pulai Dongbaek.



Setelah menutup telepon, Louis tiba-tiba memegang pergelangan lengan baju Bok Sil, melihat itu Bok Sil pun teringat kembali saat dulu Louis melakukan hal yang sama, saat itu Louis berkata pada Bok Sil untuk membawa dia kemanapun Bok Sil pergi. Bok Sil kemudian duduk dan menggenggam tangan Louis. Mereka tersenyum berdua.


Bok Sil kemudian membawa Louis ke sebuah tempat makan dan bertanya Louis ingin makan apa, karena Bok Sil tahu kalau Louis pasti merasa lapar. Saat ditanya ingin makan apa, Louis menjawab kalau dia hanya ingin kopi. Bok Sil pun pergi untuk membeli kopi dan ketika Bok Sil pergi, Louis tersenyum senang.

Bok Sil kembali dengan membawa segelas kopi. Setelah Louis meneguk kopinya,  Bok Sil kemudian berkata kalau ada kopi yang sangat Louis sukai. Mendengar hal itu, Louis punb bertanya apa Bok Sil sangat mengenalnya dan Bok Sil pun sambil tersenyum mengiyakan.



Tepat disaat itu Tuan Kim muncul dan berteriak memanggil Louis. Di panggil seperti itu, membuat Louis kaget dan langsung berlari. Tak mau kehilangan Louis, Bok Silpun mengejarnya. Louis berlari masuk ke kapal dan Bok Sil mengikutinya. Louis kemudian berlari keluar kapal dan Bok Sil terjebak di kapal. Karena ketika dia hendak keluar, kapalnya berlayar.

Bok Sil meminta si nahkoda kembali ke pelabuhan, namun dia tak mau. Dia kemudian menelpon Tuan Kim dan Tuan Kim memberitahu Bok Sil kalau Louis sudah bersama dengannya. Mendengar itu, Bok Sil pun lega dan meminta Tuan Kim untuk menunggunya sampai kembali ke pelabuhan.


Tak lama kemudian, detektif Nam menelpon dan memberitahu Bok Sil kalau mereka sudah menemukan Bok Nam, karena ternyata Bok Nam tidak meninggal dalam kecelakaan itu. Detektif Nam mengatakan kalau sekarang Bok Nam ada di Busan dan kebetulan Bok Sil juga ada di Busan. Setelah mengetahui posisi Bok Sil sekarang, detektif Nam kemudian berkata kalau Bok Nam berada di kapal yang ada di dekat kapal Bok Sil sekarang. Mendengar hal itu, Bok Sil pun reflek langsung berteriak memanggil Bok Nam.



Orang yang Bok Sil panggil-panggil, akhirnya muncul di belakang Bok Sil dan kemudian memanggil Bok Sil dengan panggilan, “Noona.” Bok Nam menghampiri Bok Sil dan memeluknya. Bok Sil sendiri masih merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia melepas pelukan dan bertanya apa dia benar-benar Bok Nam, setelah mendapat konfirmasi, Bok Sil langsung memeluknya.


Bok Sil kembali melepas pelukan dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Bok Nam. Bok Nam pun menjawab kalau dia pulang ke rumah mereka di Gangwon-do, namun tak ada siapa-siapa disana. Mengetahui hal itu, Bok Sil pun memeluk, menangis dan minta maaf, namun Bok Nam berkata kalau Bok Sil tak perlu minta maaf.


Setelah melepas kangen dengan berpelukan, Bok saudara ini kemudian ngobrol di bangku kapal. Bok Sil meminta agar Bok Nam tak lari lagi dari rumah dan Bok Nam berjanji tidak akan melakukan hal tersebut. Saat ditanya kenapa Bok Nam bisa ada di kapal, Bok Nam tak langsung menjawab, dia hanya menunjukkan sebuah ponsel pada Bok Sil. Melihat ponsel yang ditunjukkan Bok Nam, Bok Sil pun tahu kalau itu adalah ponsel miliknya yang dia tinggalkan di rumah. Ternyata selama ini, ponselnya ada di tangan Louis.


Saat Bok Sil bertanya kenapa ponsel itu ada di tangan Bok Nam, Bok Nam tak menjawab, dia hanya memutar video rekaman Louis untuk Bok Sil. Dalam rekaman itu, Louis berkata kalau dia sudah menepati janjinya untuk menemukan Bok Nam.

Apa yang terjadi sebenarnya?
~3 hari yang lalu~


Ketika mengejar Bok Nam, Louis hampir di tabrak sepeda dan itu membuatnya jatuh lalu kepalanya terbentur di jalan yang bersemen. Louis kembali merasakan sakit kepala yang hebat, dia kemudian melihat hydrant yang ada di depannya. Terbentur dan sakit kepala, membuat Louis di beri ingatan tentang semua yang terjadi pada hari dia hilang ingatan.



Flashback!
Louis dalam perjalanan dari bandara dan ketika dia melewati persimpangan, tiba-tiba dia diikuti oleh sekelompok gank motor. Merasa tak nyaman, Louis pun hendak menyingkir, tapi dia malah tak sengaja menyenggol motor kurir sampai di kurir terjatuh ke pinggir jalan. Melihat itu, ketua gank menyuruh Louis menghentikan mobilnya, namun Louis tak mau karena dia merasa takut.

Kesal, si ketua gank pun langsung menghadang di depan. Tak mau menabraknya, Louis memutar kemudi-nya dan membuat mobil yang dia kendarai berputra. Si kurir tadi tiba-tiba menabrak mobil Louis, tapi malah dia sendiri yang terpelanting.

Mobil Louis di kepung oleh gank motor dan si ketua menyuruhnya keluar. Louis takut, tapi dia tak punya pilihan lain selain keluar mobil. Saat berhadapan ldengan Louis, si ketua gank langsung memukul Louis, sampai Louis terjatuh ke aspal.

Ketika si ketua hendak memukul Louis lagi, Bok Nam langsung menghentikannya. Bok Nam berkata kalau dia yang akan mengurus Louis.

Flashback End!



Louis bangun dan Bok Nam merasa lega melihatnya. Dia bersyukur karena Louis tidak terluka. Hmmm... ternyata Bok Nam tidak pergi, dia sengaja  terus melihat Louis saat tahu Louis terjatuh. Dia hanya ingin memastikan kalau Louis baik-baik saja. Bok Sil memang anak yang baik.

Louis kembali mengingat.....


Flashback!
Di tempat sepi, tinggal Bok Nam dan Louis yang ada di dalam mobil. Bok Nam meminta semua barang-barang yang Louis punya, mulai dari pakaian, sepatu ponsel, dompet dan jam tangan. Tak tega meninggalkan Louis tanpa pakaian, Bok Nam pun memberikan bajunya.



Setelah memakai baju Bok Nam, Louis menunggu di pinggir jalan karena Bok Nam berjanji padanya akan datang menjemputnya dalam waktu satu jam. Namun sudah lebih dari sejam, Bok Nam tak datang. Louis kebingungan karena dia tak ingat alamat rumah Nyonya Choi dan juga tak punya ponsel untuk menelpon. Dalam kebingungannya Louis berteriak memanggil Tuan Kim.


Tak tahu harus kemana, Louis pun hanya berjalan tanpa tujuan dan saat dia hendak menyebrang, tiba-tiba muncul sekelompok pria bermotor yang hampir menabraknya. Untuk menghindari mereka, Louis malah terjatuh dan kepalanya terbentur hydrant.
Flashback End!


Louis samar-samar melihat Bok Nam yang sedang bersembunyi di balik mobil. Melihat Bok Nam, Louis pun teringat kalau Bok Nam sebenarnya sudah menyelamatkan dia pada hari itu. Menyadari hal itu, Louis pun benar-benar yakin kalau Bok Nam adiknya Bok Sil, mereka sama-sama punya sifat yang baik.


Louis kembali mengejar Bok Nam dan karena masih belum tahu apa maksud Louis mengejarnya, Bok Nam pun terus berlari menjauhi Louis. Mereka kemudian sampai di jalan bertangga, Bok Nam naik menggunakan kereta gantung dan Louis tak punya pilihan lain selain naik tangga, dia tetap nekad naik tangga walau harus melewati 168 anak tangga. Dengan kekuatan semangat kalau dia sering naik tangga di sekitar kontrakan Bok Sil, Louis pun berhasil naik sampai atas bahkan dia sampai lebih dulu daripada Bok Nam.


Pintu kereta gantung terbuka, namun Bok Nam enggan keluar sampai Louis menariknya dan memeluknya. Bok Nam langsung berlutut dan meminta maaf atas kejadian pada hari itu. Louis yang belum bisa bicara karena lelah, hanya bisa melambaikan tangannya pertanda bukan itu maksud dia mengejar Bok Nam.

Louis kembali memeluk Bok Nam dan berterima kasih karena Bok Nam masih hidup, sebab dengan begitu Louis masih bisa bertemu dengan Bok Sil. Louis sampai menangis mengatakan semua itu dan itu membuat Bok Nam kebingungan.



Mereka kemudian bicara dengan lebih santai, Louis menggenggam tangan Bok Nam dan meyakinkan Bok Nam kalau dia adalah orang baik. Saat ditanya apa Louis mengenal Bok Sil, Louis menjawab kalau dia sangat mengenal Bok Sil dan ketika mendengar Louis mengaku kalau mereka tinggal bersama di Seoul, Bok Nam sempat tak percaya.

“Apa kakakku sudah menikah?” tanya Bok Nam.

“Menikah? Kami belum menikah.”

“Maksudmu dia tinggal bersamamu di Seoul?”

“Ya.”

“Pantas saja tidak ada siapapun di Gangwon-do.”

“Bukan begitu. Dia datang ke Seoul untuk mencarimu,” jawab Louis kesal dan dia kemudian bertanya apa yang membawa Bok Nam ke Busan? Karena dia dan Bok Sil sudah mencari Bok Nam kemana-mana. Louis bahkan mengaku kalau dia sudah menangis keras, karena mengira Bok Nam sudah menggantikannya dalam kecelakaan itu. Bok Nam pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.



Flashback!
Setelah Bok Nam mengambil semua barang-barang Louis berikut mobilnya, dia kemudian memberikannya pada ketua gank. Bahkan pada saat itu, Bok Nam sampai tak mengenakan baju, karena baju miliknya sudah di berikan pada Louis dan baju Louis di pakai ketua gank.

Baru beberapa meter si ketua gank mengendari mobil Louis, tiba-tiba sebuah truk menabraknya dan membuat mobil yang di kendarai ketua gank terbalik lalu terbakar. Bok Nam mendengar suara ledakan dari mobil.
Flashback End


Karena kejadian yang menimpa ketua gank, Bok Nam merasa takut dan kemudian memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang ada di Gangwon-do. Tapi saat dia pulang, nenek dan kakaknya sudah tak ada di rumah.  Bok Nam pun bingung harus melakukan apa. Tapi karena Bok Nam tak mau kembali ke Seoul, jadi diapun pergi ke Busan.


“Begitu rupanya. Kau pasti juga sangat takut. Aku tahu rasanya. Aku juga merasa seperti itu. Tapi, aku tidak takut lagi karena ada Bok Sil. Aku akan menjagamu mulai sekarang,” janji Louis dan kemudian memeluk Bok Nam.

“Aku hampir lupa. Bagaimana kau menyebut adik dari istrimu di Korea?” tanya Louis.

“Um, chojae,” jawab Bok Nam dan Louis percaya. Mereka kemudian tos dan berpelukan.



In Sung sedang makan ramyun sendirian di rumahnya, saat Louis menelpon dan memberitahunya kalau dia berhasil menemukan Bok Nam. Tentu saja In Sung terkejut mendengarnya. Dia kemudian mendapat misi untuk membantu Louis mempertemukan Bok Sil dan Bok Nam. Louis memintanya untuk mengumpulkan semua orang dan datang ke Busan.




Louis kemudian membuat video bersama Bok Nam lalu mengirimkannya pada Tuan Kim, detektif Nam, Jung Ran dan juga Joong Won. Dalam videonya, Louis berkata: “Bok Nam masih hidup seperti yang kau lihat. Aku menemukannya di Busan. Ternyata bukan Bok Nam yang meninggal. Orang lain yang tewas dalam kecelakaan itu. Datanglah ke Busan... dan bantu aku membuat acara reuni untuk Bok Nam dan Bok Sil. Oh, aku perlu Tn Cha untuk  melakukan sesuatu untukku.”



Saat berada di kantor, Joong Won dengan setengah hati mengajak Bok Sil ke Busan untuk urusan bisnis mereka dan ketika mereka makan siang di Busan, Joong Won kemudian membahas tentang Louis, agar Bok Sil teringat pada Louis. Lalu setelah itu, Joong Won sengaja membuat Bok Sil melewati jalan dimana Louis sedang menyamar sebagai pengemis.



Setelah Bok Sil dan Louis bertemu, In Sung kemudian memberitahu Tuan Kim kalau sekarang giliran dia yang beraksi. Ya, In Sung di tugaskan oleh Louis sebagai pemimpin misinya dan seperti yang sudah di tebak oleh Louis, orang pertama yang Bok Sil hubungi adalah Tuan Kim, jadi Tuan Kim pun ditugaskan untuk menggiring Bok Sil ke pelabuhan. Karena itu saat Bok Sil menelpon, Tuan Kim meminta Bok Sil menunggunya disana.



Ketika Bok Sil membeli kopi, Louis dan Tuan Kim sempat bertemu mata, mereka sama-sama tersenyum karena rencana yang sudah mereka rancang berjalan dengan sangat baik.



Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat Tuan Kim muncul Louis langsung berlari menuju kapal yang sudah mereka persiapkan.  Di kapal sendiri, Jung Ran di tugaskan oleh Louis untuk menyembunyikan Bok Nam di dalam kapal dan meminta si nahkoda untuk langsung menjalankan kapalnya ketika Bok Sil naik dan tak boleh kembali ke pelabuhan, dia harus membawa Bok Sil ke tengah laut terlebih dahulu baru kembali.


Setelah Bok Sil di atas kapal dan berlayar, sekarang giliran detektif Nam yang beraksi, dia diminta Louis untuk memberitahu Bok Sil kalau Bok Nam masih hidup dan ada di kapal lain di sekitar kapal Bok Sil.

Dan ketika Bok Sil memanggil Bok Nam secara histeris, itulah waktunya Bok Nam muncul di hadapan Bok Sil.

Bersambung


No comments :

Post a Comment