November 1, 2016

Shopping King Louis Episode 11 - 1


Louis bernarasi, “Tiap malam aku bertemu dia dalam mimpiku.” Dia selalu teringat pada hari-harinya bersama Bok Sil, dimana dia selalu berjanji akan menemukan Bok Nam dan melindungi Bok Sil.

“Tiap malam aku menangis karena merindukan wanita yang kulihat di mimpiku, tapi aku tak bisa lagi menemuinya. Waktuku terhenti, janji untuk menemukan adiknya tak bisa kutepati. Jadi aku tak bisa menemuinya lagi,” sambung Louis karena ingatan tentang kecelakaan itu telah kembali.

-=Episdoe 11=- Mimpi Sang Kekasih: Kau di Mimpiku
-=1 bulan kemudian=-



Tuan Kim membawakan Maxim Gold untuk Louis. Walau ingatannya sudah kembali, kebiasaan Louis tetap sama dengan Louis yang tinggal bersama Bok Sil. Setelah Louis menikmati Maxim Gold-nya, Tuan Kim menyuruhnya sarapan. Louis mengiyakan, namun sebelum dia keluar kamar, dia mengajak

“Hari ini, yang kuat juga ya, Bok Sil!” ucap Louis dan menciumnya,


Louis sarapan bersama Nyonya Choi dan sang nenek kemudian mengingatkan Louis kalau mulai hari ini dia akan pergi ke kantor. Louis pun mengiyakan. Hmmm.... kebagian mana Louis akan bekerja? Kita cari rahu nanti.


Kita beralih pada Kyung Kook dan kawan-kawan yang bertanya-tanya kenapa Joong Won tiba-tiba mengundurkan diri. Kyung Kook kemudian berkata apa mungkin Joong Won mengundurkan diri karena Bok Sil mengundurkan diri, tentu saja pegawai yang lainnya tak bisa mempercayainya.


Mi Young, Hae Joo dan Do Jin kemudian menghampiri Ma Ri dan bertanya apa dia tahu tentang alasan Joong Won mengundurkan diri. Ma Ri menjawab kalau dia tak tahu tentang hal tersebut, tapi yang dia tahu adalah.... manager baru untuk mereka akan segera tiba dan manager baru itu adalah Wang Louis ke 25.


Tepat disaat itu, Louis berjalan menuju ruangan mereka. Mi Young dan Hae Joo benar-benar tak bisa percaya kalau cucu Nyonya Choi adalah Wang Louis. Pria yang mereka anggap aneh dan tak normal. Mereka terus mendumel karena Louis memilih departemen mereka untuk dimasuki dan hanya Kyung Kook yang langsung girang ketika mendengar berita itu, karena dia mendapat 5 bintang dari Louis.



Louis masuk dan Ma Ri hendak menyapanya, namun Louis sama sekali tak melihat ke arahnya. Kyung Kook kemudian menghampiri Louis dan Louis mengenalinya. Dia masih ingat dengan nama Kyung Kook dan juga langsung memegang tangannya. Tentu saja Kyung Kook merasa senang, karena namanya diingat oleh Louis. Do Jin hendak mengantarkan Louis ke ruangan untuk manager, tapi Louis tak mau karena dia ingin menggunakan meja yang pernah di tempati oleh Bok Sil.



Karena Louis bersikap seperti anak kecil, dia mengusap-usap meja dan membersihkannya. Para pegawai yang lain pun tak henti-hentinya melihat ke arah Louis. Mereka menganggap Louis sedikit aneh. Tak lama kemudian Kyung Kook datang dan memberikan secangkir Maxim Gold untuk Louis. Tentu saja Louis menerimanya dengan senang hati, dia bahkan berkata kalau dia tak punya siapapun kecuali Kyung Kook.

Sadar kalau Mi Young, Hae Joo dan Do Jin terus melihat ke arahnya, Louis pun menyuruh mereka untuk tidak memperdulikan dirinya, jadi mereka harus bekerja senyaman mungkin. Dengan bangganya, Kyung Kook juga menyuruh mereka semua untuk bekerja senyaman mungkin. Wkwkwk... Kyung Kook merasa diatas angin, karena dia dekat dengan managernya.

Diam-diam, Mi Young mengajak Do Jin dan Hae Joo keluar ruangan. Ma Ri yang juga melihat ke arah Louis, dalam hati bergumam kalau Louis benar-benar tak normal.

Mi Young mengajak mereka berdua ke ruang rapat dan disana dia mengeluh dengan apa yang Louis katakan. Louis mengatakan untuk tidak memperdulikan dia, tapi dia duduk di samping mereka seperti itu. Melihat semua itu, Do Jin pun berpendapat kalau Louis sedang mengawasi mereka bekerja, karena dia mengincar mereka bertiga. Mi Young membenarkan pendapat Do Jin dan orang yang sangat merasa cemas sekarang adalah Mi Young, karena dia mendapat 1 bintang dari Louis. Mo Young pun bergumam, seandainya Bok Sil masih bekerja bersama mereka, maka dia bisa meminta bantuan Bok Sil.

Do Jin kemudian berkata kalau sepertinya Louis dan Bok Sil sudah putus dan Hae Joo berpendapat kalau semua itu karena perbedaan status sosial mereka yang terlalu jauh. Mi Young pun jadi bertanya-tanya dimana Bok Sil sekarang?



Bok Sil sedang menyusun kardus-kardus di sebuah ruangan dan sepertinya ruangan itu adalah sebuah kantor. Tak lama kemudian dia mendapat sebuah paket yang berisi alat make up. Mendapatkan kiriman itu, Bok Sil pun bergumam kalau paket itu pasti dari Joong Won. Bok Sil kemudian mencoba lipstiknya dan tepat disaat itu Joong Won masuk. Tapi karena Bok Sil terlalu fokus pada lipstiknya, jadi dia tak tahu Joong Won datang. Joong Won kemudian berdehem dan ketika Bok Sil menoleh ke arahnya, Joong Won berkata kalau lipstik itu cantik, jadi Bok Sil lanjutkan saja pemakaiannya.


Joong Won duduk di kursinya dan langsung mengeluh karena Bok Sil belum juga membuat papan namanya. Karena Joong Won terus marah-marah, Bok Sil pun membuat papan nama Joong Won dengan menggunakan kertas karton. Bok Sil menulis, “Isa dan Investor Cha Joong Won.”

Tak suka dengan nama yang dibuat Bok Sil, Joong Won pun menggantinya dengan nama, “Kidari Ahjussi” yang berarti Paman Budiman. Melihat nama itu, Bok Sil pun tertawa dan Joong Won berkata kalau nama itu lebih bagus daripada “Penyelamat Gingseng.”

“Kantor, meja dan komputernya payahdan tak ada gaji pokoknya.Kurasa aku butuh jabatan khususyang setidaknya membuatku merasa lebih baik. Kalau kita dapat uang banyak, pesan papan nama pastikan mencantumkan ini, mengerti?” ucap Joong Won menunjuk tulisan yang dia buat dan Bok Sil mengiyakan.

Joong Won kemudian bertanya apa Bok Sil sudah memutuskan item pertama yang akan di gunakan untuk opening situs? Dan apakah mereka juga sudah mendapat suplier??

Bok Sil kemudian menjawab kalau dia memilih Kol Goo Joon Pyo sebagai item pertama. Bok Sil sangat yakin kalau kualitas produknya bagus, karena produk itu dinamai seperti nama supliernya. Pihak suplier juga setuju menandatangi kontrak eksklusif dengan situs mereka.

“Kita tak punya pilihan lain kecuali menggunakan kesepakatan langsunguntuk sirkulasinya,dengan begitu kita akan punya pasar petani online.Akan jadi keuntungan besar dalam bisnis online baru.Lakukan yang terbaik dengan mata jelimuuntuk mendapatkanproduk pertanian kualitas terbaik dari suplier terpercaya,” ucap Joong Won dan Bok Sil mengiyakan.


Louis pergi ke minimarket dan makan ramyun disana. Makan ramyun panas-panas, mengingatkan dia pada Bok Sil, karena mereka pernah makan ramyun bersama di tempat itu. Apa yang Louis lakukan, ternyata juga sedang Bok Sil lakukan, dia baru saja selesai menghabiskan ramyun cup-nya.


Sama seperti Louis, Bok Sil juga teringat pada saat dia dan Louis makan ramyun bersama. Saat itu adalah kali pertama dia dan Louis makan ramyun. Tanpa sadar, Bok Sil tersenyum mengingatnya. Merasa senang bisa teringat pada Louis, Bok Sil pun kembali membuat ramyun lagi.


Kedua orang tua Joong Won pergi ke kantor baru Joong Won. Young Ae terus menggerutu karena Joong Won memilih keluar dari Goldline untuk bekerja di kantor yang kecil dan jelek. Tuan Cha yang bijak kemudian berkata kalau Joong Won pasti punya alasan melakukan hal itu, karena Joong Won bukan  orang yang melakukan sesuatu tanpa alasan. Sebenarnya hal yang sangat membuat Young Ae kesal adalah Joong Won menolak Baek Ma Ri yang begitu sempurna lalu keluar dari jabatannya sebagai manager di Gold line.



Masuk kantor, mereka kemudian bertemu dengan Bok Sil. Saat menunggu Bok Sil membuatkan minuman, Young Ae terkejut melihat papan nama Joong Won yang di tulis, “Kidari Ahjussi.” Melihat itu, Young Ae dalam hati langsung berkata kalau Joong Won sudah gila. Kedua orang tua Joong Won sampai tak habis pikir, Joong Won keluar dari Goldline hanya untuk bekerja di tempat Bok Sil. Ya, sebenarnya kantor itu adalah milik Bok Sil, dia mendirikan usaha online dengan nama situ, “Singsing.com”


“Aneh, kan? Aku juga tak mengertikenapa Bonbujang kerja di tempat seperti ini,” ucap Bok Sil dan Young Ae kemudian secara to the point bertanya apa hubungan Bok Sil dan Joong Won sebenarnya?



Tak ada jawaban dari Bok Sil, kita langsung diperlihatkan pada Joong Won dan Louis yang bertemu di sebuah cafe. Louis mengajak ketemu untuk bertanya kenapa Joong Won berhenti dari pekerjaannya dan bekerja di perusahaan Bok Sil, padahal Louis hanya meminta Joong Won untuk menjaga Bok Sil saja. Louis kemudian meminta Joong Won untuk tidak mendekati Bok Sil, namun Joong Won tak bisa berjanji akan hal tersebut, karena yang Joong Won inginkan adalah selalu berada di sisi Bok Sil. Mendengar itu, Louis marah dan langsung mengepalkan tinjuannya.


Geum Ja meminta tukang memasang 3 gembok untuk rumah Bok Sil. Si tukang kemudian bertanya, Geum Ja dapat dari mana uang untuk membeli kontrakan Bok Sil ? dan Geum Ja pun menjawab kalau dia hanya menang lotre. Hmmm.... sepertinya Louis yang membeli rumah kontrakan Bok Sil.


Louis keluar cafe dan menuju mobil. Dia disambut oleh si supir yang ternyata adalah In Sung. Hmmm... akhirnya In Sung punya pekerjaan juga. Saat ditanya Louis mau kemana, Louis menjawab kalau dia ingin di antara ke tempat yang biasa dia kunjungi.


Kemana mereka pergi? Ternyata mereka pergi ke rumah Bok Sil. Louis sengaja pergii ke rumah Bok Sil disaat Bok Sil tak ada di rumah. Di depan rumah Bok Sil, mereka bertemu dengan Geum Ja yang sedang menyapu dan ketika Geum Ja melihat keduanya datang, Geum Ja langsung menghampiri Louis dan hanya memberikan sapu pada In Sung. Mendapati hal itu tentu saja In Sung tak terima karena yang merupakan anak Geum Ja adalah dirinya, bukan Louis. Namun Geum Ja tak perduli, dia tetap mengarah pada Louis dan membelakangii In Sung.

Louis kemudian memberikan sesuatu pada Geum Ja. Dia sengaja membelikan juga untuk Geum Ja, disaat dia membelikan untuk Bok Sil. Louis kemudian menambahkan kalau sebenarnya In Sung tadi menyuruhnya untuk tidak membelikan Geum Ja dengan alasan buang-buang uang. Tentu saja hal itu membuat Geum Ja langsung mengatai In Sung dan memuji Louis.

Louis kemudian bertanya tentang gembok yang dia minta dan Geum Ja menjawab kalau dia sudah memasangnya. Hmmm... ternyata ide gembok itu dari Louis, karena Louis tak ingin Bok Sil dalam bahaya.



Louis masuk rumah dan mereka berdua membiarkan Louis sendiri di sana. Louis kemudian berbaring sambil berselimut koran. Tidur berselimut koran, membuat Louis teringat pada saat dia dan Bok Sil berada di rumah itu untuk pertama kali. Pada saat itu, Louis langsung meminta makan pada Bok Sil saat Bok Sil bangun. Louis tersenyum mengingat hal itu.

Louis juga teringat ketika mereka berdua nonton TV dan juga makan bersama. Saat melihat kacamata renangnya, Louis pun teringat saat Bok Sil memarahinya, karena kembali membuang uang untuk hal tak berguna. Louis melihat jam di ponselnya dan langsung mengeluh karena Bok Sil sebentar lagi pulang.


Sebelum keluar dari rumah Bok Sil, Louis mengembalikan lagi kacamata dan koran di tempatnya, juga mengisi koin di celengan milik Bok Sil.


Tuan Baek sedang makan malam bersama keluarganya, tapi sepertinya dia masih marah pada Jae Suk. Dia tak menanggapi ucapan Jae Suk yang merasa khawatir padanya. Jae Suk khawatir karena Tuan Baek akhir-akhir ini tak nafsu makan dan terlihat kurus. Tak menanggapi ucapan Jae Suk, Tuan Baek malah bertanya tentang Louis pada Ma Ri. Dia bertanya karena merasa khawatir, sebab ini hari pertama Louis ke kantor, tapi dia tak menemuinya. Mendengar Tuan Baek khawatir pada Louis, Jae Suk pun bertanya kenapa? Tapi Tuan Baek malah menjawab dengan marah dan mengaku kalau dia tak mencemaskan Louis. Ma Ri yang masih di sana kemudian berkata kalau ayahnya tadi memang mengaku cemas pada Louis. Tak berakata apa-apa lagi, Tuan Baek langsung pergi dari meja makan.

Ma Ri kemudian bergumam kenapa akhir-akhir ini ayahnya selalu marah pada sang ibu. Jae Suk juga jadi kesal, karena dulu Tuan Baek yang memohon-mohon agar menikah dengannya, tapi sekarang sikap Tuan Baek sangat dingin padany.


Di ruangannya, Tuan Baek teringat kembali saat dia menyuruh Louis mengemudikan mobilnya sendiri dan yang membuat Tuan Baek kepikiran saat ini adalah seberapa banyak ingatan Louis kembali. Dia khawatir kalau dia sampai ketahuan menyuruh Louis menyetir sendiri dan merencanakan kecelakaan itu.


Orang tuan Joong Won pergi ke rumah Joong Won dengan marah-marah, karena Joong Won keluar dari Goldline hanya untuk masuk ke perusahaan Bok Sil. Sang ayah yang biasanya membela Joong Won, kali ini berdiri di pihak Young Ae, karena dia juga merasa apa yang Joong Won lakukan tidak benar.



Setelah ibunya tenang, Joong Won berusaha menjelaskan kalau dia memang memutuskan ambil cuti selama satu tahun, selama itu dia ingin istirahat dan merenungkan diri memikirkan bagaimana dia seharusnya menjalani hidup kedepannya. Sedangkan posisi Kidari Ahjusi adalah kerjaan sampingannya selama dia cuti.

“Gadis itu menjual ginseng liar padaku di Stasiun Seoul tengah malam. Dari sekian orang dia menjualnya padaku. Kalian kira aku orang yang suka membeli sesuatu di jalanan?” tanya Joong Won dan kedua orang tuanya menjawab dengan gelengan kepala. Sang Ibu kemudian memutuskan untuk mengenal lebih dulu siapa Bok Sil sebenarnya, jadi dia meminta Joong Won untuk membawa gadis itu ke rumah.


Di rumah, Bok Sil sedang beres-beres dan tanpa sengaja menyenggol celengannya, dia kemudian mengangkat dan merasa kalau celengannya terasa lebih berat. Tapi Bok Sil tak curiga apa-apa.


In Sung dan Geum Ja datang dan membawakan beberapa makanan untuk Bok Sil. Dengan alasan kalau Geum Ja kebanyakan memasak, jadi dia pun memberi sebagian masakannya pada Bok Sil. Mereka juga membelikan buah-buahan untuk Bok Sil.



Di rumah, In Sung mengeluh karena rumah mereka tidak besar dan dia harus tidur dengan batas sekat dari ibunya. Geum Ja menjawab kalau mereka tidak bisa membuat Bok Sil curiga, jadi mereka pun tak bisa pindah dari rumah itu. Lagi pula, In Sung harusnya bersyukur karena Louis sudah membeli rumah itu untuk mereka, jadi mereka tak perlu lagi membayar kontrak.

Geum Ja kemudian mengeluh karena Louis menulis daftar makanan yang susah di masak, tapi dia tetap akan memasakkannya, karena itu untuk Bok Sil. In Sung tersenyum karena daftar makanan itu semuanya adalah makanan kesukaannya. Mendengar itu, Geum Ja jadi curiga kalau In Sung yang menulis daftar makanannya dan setelah di teliti ternyata benar kalau In Sung yang menulis karena semua ejaannya benar.



Bok Sil baru selesai memeriksa pembukuannya dan hendak tidur. Saat melihat kasur, Bok Sil tiba-tiba membayangkan Louis diatasnya dan Louis berkata kalau dia tidak ngantuk sama sekali, jadi dia merengek pada Bok Sil untuk bermain lagi. Mengingat Louis, Bok Sil pun berkata, “Louie-ah, kabarmu baik?”


Tanpa Bok Sil sadari, Louis ada di depan gedung rumahnya. Melihat lampu di rumah Bok Sil sudah di padamkan, Louis pun berkata, “Selamat malam, Bok Sil,” lalu berjalan pulang. Tak hanya satu malam, Louis melakukan aktifitas itu setiap malam. Bahkan saat hujan, dia juga datang untuk mengucapkan selamat malam pada Bok Sil.



Berbeda dari hari sebelumnya, dimana Louis hanya numpang tiduran di rumah Bok Sil, kali ini Louis mengepel lantainya dan seperti biasa, sebelum pulang dia mengisi celengan Bok Sil. Geum Ja dan In Sung juga setiap hari membuatkan makanan untuk Bok Sil.


Bok Sil berangkat kerja dengan naik bis, di halte yang berada di seberang jalan muncul Louis dan melihat Bok Sil berangkat.


Malamnya, Louis tidur bersama boneka anjing yang dia beri nama Bok Sil. Pada si boneka dia berkata, “Selamat malam Bok Sil.”



Melihat apa yang Louis lakukan pada Bok Sil, Jung Ran berkomentar kalau Louis sangat romantis, padahal dia kira Louis masih anak-anak. Mendengar itu, dengan pedenya Tuan Kim berkata kalau Louis belajar darinya karena dia juga pria yang romantis. Tapi Jung Ran tak percaya, dia malah menyuruh Tuan Kim untuk banyak belajar dari Louis.

Jung Ran kemudian bertanya apa Tuan Kim tak merasa cemburu karena In Sung mengambil pekerjaannya sebagai supir Louis? Dengan santai Tuan Kim menjawab kalau dia sudah semakin tua, jadi dia tak masalah ketika ada yang mengambil pekerjaannya sebagai supir Louis, lagi pula dengan ada yang menggantikannya sebagai supir, dia jadi bisa berduaan terus dengan Jung Ran.

Tuan Kim kemudian bertanya apa Tuan Baek masih sering menelpon Jung Ran dan Jung Ran mengiyakan. Dia juga memberitahu Tuan Kim kalau Tuan Baek selalu tanya tentang apa ingatan Louis sudah kembali setiap hari dan apa ada kemungkinan ingatan Louis tidak akan kembali? Mendengar itu Tuan Kim sedikit merasa curiga.



Louis sudah berada di ruangan Tuan Baek dan Tuan Baek basa basi bertanya tentang pendapat Louis di tempat kerjanya. Louis menjawab kalau dia senang dengan tim-nya, selain itu keahlian dia memang di bidang shopping. Tuan Baek kemudian membahas tetang Sunnyland dan Louis mengaku belum pergi ke sana. Untuk mencari tau apa ingatan Louis sudah kembali, Tuan Baek bertanya apa benar Sunnyland adalah ide Louis? Karena itu yang dikatakan Nyonya Choi.

“Ummm... aku tidak ingat. Maksudnya Sunnyland dibangun Halmeoni atas ideku? Whoa! Whoa! Ajussi, aku pasti jenius. Whoa!” ucap Louis bangga pada dirinya sendiri.

Melihat itu, Tuan Baek pun membatin kalau ingatan Louis belum sepenuhnya kembali, hanya bagian-bagian kecil saja yang dia ingat. Louis kemudian membahas tentang saham dan meminta maaf, karena dengan kembalinya dia, Tuan Baek jadi tak bisa mendapatkan saham Nyonya Choi sepenuhnya. Tentu saja Tuan Baek membantah, dia berkata kalau dia tak mempermasalahkannya, dia senang karena Louis kembali.


Detektif Nam dan rekannya sudah berada di depan orang suruhan Tuan Baek, mereka bertanya-tanya tentang kapan kira-kira pria itu akan sadarkan diri. Mereka penasaran dengan alasan pria itu masuk ke rumah Bok Sil. Tapi kalau di pikir-pikir mereka juga harus berterima kasih pada pria itu karena berkat dirinya, Bok Sil dan Louis jadi tak terluka.


Bok Sil sudah membuatkan papan nama untuk Joong Won dengan nama, “Kidari Ajussi Cha Joong Won.”

Bok Sil kemudian bergumam, “Aku masih tidak mengerti Isanim. Dia seperti orang yang tahu semua hal di dunia, tapi kadang seolah tak tahu apa-apa seperti toples kosong.”

Tepat disaat itu Joong Won muncul dan bertanya apa yang sedang Bok Sil gumamkan? Tentu saja Bok Sil tak menjawab, dia mengalihkan pembicaraan dengan memberitahu Joong Won kalau dia sudah membuatkan papan namanya. Joong Won pun menyukainya.

Joong Won kemudian bertanya tentang hasil penyelidikan Bok Sil dan Bok Sil menjawab kalau dia sudah membuat kontrak dengan Choi Go Bong, orang yang punya lahan pertanian paling besar, kualitas berry schizandra miliknya paling bagus. Selain itu, mereka juga ramah lingkungan.


Setelah mendengar itu, Joong Won menyuruh Bok Sil untuk mendekat dan dia kemudian mengecap tangan Bok Sil dengan stampel yang bertulisan, “kerja bagus.”

“Belakangan ini aku bersenang-senang dengan ini. Aku tak tahu kenapa tak main lelucon macam ini saat masih kecil,” ucap Joong Won

“Isanim, Anda terlihat oon-nya sekarang,” jawab Bok Sil.

“Apa? Orang yang berkharisma sepertiku bisa-bisanya kau panggil oon?” ucap Joong Won tak terima.


Tepat disaat itu Detektif Nam datang dengan membawa sepot besar bunga untuk di pajang di kantor Bok Sil. Melihat detektif Nam begitu kuat dan perhatian pada Bok Sil, Joong Won pun langsung merasa cemburu.

“Masih ada yang bisa kubantu? Kalau butuh tenaga, panggil saja aku. Kapan saja,” ucap detektif Nam setelah memindahkan beberapa kardus dalam sekali angkat.


“Silakan pergi, tangkap penjahat saja! Kami sibuk, kenapa juga mampir segala? Lagian, aku mampu angkat ini-itu kok, jadi pergi sono!” teriak Joong Won kesal dan detektif Nam hanya berkomentar kalau Joong Won aneh.

“Kalau kulihat-lihat, sepertinya Anda punya penyakit pembokat. Kalau kami butuh, aku yang akan menghubungimu. Puas?”ucap Joong Won masih kesal.

“Penyakit pembokat?” tanya detektif Nam tak mengerti.

“Kalau kumat dia suka menggonggong, tapi ga gigit kok. Jangan khawatir,” bisik Bok Sil dan detektif Nam menambahkan kalau sepertinya otak Joong Won sedikit kongslet.


“Hei, Go Bok Sil!” teriak Joong Won dan Bok Sil tak perduli, dia malah mengajak Detektif Nam keluar untuk memisahkan sampah.



Setelah keduanya pergi, Joong Won masih terlihat kesal dan dia bergumam kesal kenapa banyak sekali pria yang klepek-klepek dengan Bok Sil? Joong Won kesal dan saat dia hendak duduk, kursinya malah terdorong dan membuat dia jadi jatuh. 
Bersambung


No comments :

Post a Comment