October 30, 2016

Woman With a Suitcase Episode 6 - 2



Suk Woo mendesah saat menyadari Suster Kwon belum datang juga. Geum Joo mengintruksikan Suk Woo lewat sms untuk memberikan argumen pentingnya. Tapi Suk Woo ragu karena dia belum menyerahkan sms itu sebagai bukti. Geum Joo menyuruhnya untuk lanjut saja untuk menyulut suasana.


Maka Suk Woo pun meminta hakim untuk menanyai Dr Shim lagi. Dia lalu menampilkan sms dari nomor tak dikenal itu di di proyektor yang menyatakan penyebab kematian Kang Hyeon Ho adalah karena perforasi.


Persidangan sontak heboh dan Dr Shim langsung menatap curiga ke Dr Kim yang sedang duduk di kursi penonton. Dr Kim yang sedari tadi sudah gugup, jadi semakin gemetar ketakutan mendapat tatapan tajam Dr Shim itu. Tanpa mereka berdua sadari, Geum Joo memperhatikan interaksi mereka.

Hye Joo langsung mengajukan keberatan karena itu bukan bukti yang diserahkan melalui cara yang benar. Tapi Suk Woo mengklaim kalau dia tidak bermaksud menjadikan sms itu sebagai bukti, dia hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan medis pada Dr Shim. Hakim mengizinkan.


Suk Woo menduga kalau Dr Shim sebenarnya sudah mencurigai apa yang terjadi pada pasien, karena itulah dia sengaja menghindari X-Ray untuk menghilangkan jejak terjadinya malpraktek. Karena itulah dia sengaja melakukan operasi darurat. Dr Shim dengan sombongnya mengklaim kalau itu cuma teori dan Suk Woo tidak punya kemampuan untuk membuktikan teorinya itu.

"Tapi layak untuk dianggap sebagai sebuah hipotesa, bukan?" tanya Suk Woo mengakhiri pertanyaannya.

Saat dia kembali ke kursinya, dia melihat Geum Joo menyapa Suster Kwon yang baru saja datang. Tapi Suster Kwon menyatakan kalau dia datang hanya untuk menonton. Geum Joo tetap ramah dan mengajaknya duduk di barisan depan.


Min Ah teringat kejadian malam itu saat Ji Ah mendandaninya dengan gaya menor yang terlalu dewasa untuk anak seusianya. Di ruangan sebelah ada beberapa orang pria yang tampak sedang merangkul seorang remaja lainnya yang juga didandani dengan gaya terlalu menor, anak itu cuma diam tapi tampak jelas dia takut. Min Ah juga takut, tapi Ji Ah meyakinkannya untuk tidak cemas, mereka itu cuma pria biasa.


Beberapa saat kemudian saat Ji Ah hendak pergi, dia memberikan sebuah amplop yang mungkin berisi uang. Min Ah mengaku kalau dia lapar, dia belum makan apapun sejak 10 jam yang lalu. Ji Ah hanya diam menatapnya dengan iba.


Suster yang menjaganya datang tak lama kemudian dengan membawa makanan. Sambil menyuapi Min Ah, Suster bertanya-tanya Min Ah sengaja tidak bicara atau memang tidak bisa bicara? Min Ah cuma diam.


Saksi berikutnya yang ditanyai oleh Suk Woo adalah Dr Kim. Suster Kwon lega karena Dr Kim mau bersaksi, sayangnya Dr Kim menyangkal semua kecurigaan terhadap Dr Shim. Bahkan saat Suk Woo memintanya untuk menyatakan dengan hati nuraninya bahwa Dr Shim benar-benar sudah berusaha menyelamatkan pasien, Dr Kim dengan gugup mengiyakannya.

 

Semua penonton kecewa mendengarnya, Suster Kwon bahkan langsung mendengus sinis, tak menyangka kalau Dr Kim juga berkomplot.


Saat Dr Kim hendak kembali ke kursi penonton, tak sengaja dia melihat Geum Joo menatapnya dengan kecewa. Merasa bersalah, Dr Kim langsung melarikan diri dari persidangan. Geum Joo langsung keluar mengejarnya.


Saksi selanjutnya yang dipanggil adalah Suster Kwon. Hye Joo langsung protes karena Suster Kwon tidak mengumumkan kehadirannya sebagai saksi. Suster Kwon langsung mendengus sinis "Saya sebenarnya tidak berniat melakukan ini. Tapi mendadak saya merasa percaya diri"


Saking buru-burunya mengejar Dr Kim, sepatu Geum joo sampai terlepas sebelah. Akhirnya dia melepas kedua sepatunya agar bisa lari lebih cepat. Tapi di tengah jalan, dia malah dihadang oleh Bok Gu yang baru datang. Geum Joo benar-benar buru-buru, tapi Bok Gu malah santai memindahkan cardigan Geum Joo dari pundaknya lalu mengikatkannya di pinggang.

Tapi dia melakukannya karena salah satu kancing roknya Geum Joo lepas. Tidak punya waktu lagi, Geum Joo meminta Bok Gu untuk mengulur waktu persidangan lalu cepat-cepat mengejar Dr Kim lagi.


Dr Kim hendak naik taksi, tapi Geum Joo berhasil mengejarnya tepat waktu dan langsung ngos-ngosan berat setibanya di depan Dr Kim sampai membuat Dr Kim cemas melihat kondisinya. Dr Kim akhirnya batal pergi dan mengajak Geum joo duduk di pinggir jalan untuk memeriksa kondisinya.


Suk Woo mulai menanyai Suster Kwon tentang kejadian di ruang operasi waktu itu. Suster Kwon mengaku bahwa sebenarnya waktu itu Dr Kim mau mencatat penyebab pembedahan Kang Hyeon Ho adalah karena perforasi.


Hye Joo langsung keberatan karena Suster Kwon bukan orang yang berwenang dalam ruang operasi dan kesaksiannya sangat berbeda dari kesaksian Dr Kim.

Tapi Suk Woo berargumen bahwa Suster Kwon hanya menyatakan fakta yang dia saksikan di ruang operasi waktu itu. Hakim pun mengizinkan Suk Woo untuk melanjutkan. Saat Suster Kwon mengaku bahwa dia melihat sendiri adanya perforasi, rekan pengacaranya Hye Joo langsung keberatan karena bukan Suster Kwon yang melakukan pembedahan perut korban.

"Saya melihatnya sendiri" aku Suster Kwon "Saya sendirilah yang membuang usus kecil yang mengalami perforasi itu ke tempat sampah. Sekedar informasi, penglihatan saya kedua-duanya 20/20. Penglihatan saya sangat bagus"


Di luar, Geum Joo memberitahu Dr Kim bahwa dia tidak lulus ujian negara 5 kali. Karena itulah dia mengerti apa arti lisensi bagi Dr Kim. Jika dia punya lisensi pengacara maka dia juga pasti akan rela menjual jiwanya demi melindungi lisensinya.

"Tapi kurasa dokter berbeda. Kenapa tadi kau tidak langsung pergi?"

"Aku seorang dokter, kukira kau sakit"

Mendengar jawaban itu, Geum Joo menduga pasti Dr Kim lah orang yang mengirim sms tentang perforasi itu. Dr Kim tak menjawab, tapi bibirnya bergetar penuh emosi.


Hye Joo terus mengajukan keberatannya karena kesaksian Suster Kwon sangat bertentangan dengan kesaksian dua saksi sebelumnya, dua saksi yang jelas-jelas lebih profesional dalam menangani pembedahan daripada cuma seorang suster.

Suk Woo langsung keberatan, mungkin Suster Kwon memang cuma punya peran kecil. Para petugas di persidangan ini pun mungkin cuma orang kecil, tapi bukan berarti peran mereka tidak lebih penting dari hakim. Begitupun dalam masalah hidup dan mati, tidak ada peran yang dianggap tidak penting.


Karena adanya dua kesaksian berbeda, hakim akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan silang. Hakim bertanya apakah Dr Kim sudah pulang. Bok Gu menyela dan mengklaim kalau Dr Kim belum pulang, dia cuma sedang ke kamar kecil, lagi BAB. Sontak semua orang langsung ketawa mendengarnya.

Hakim tak suka mendengar kalimatnya yang tak sopan dan langsung menegurnya. Bok Gu pura-pura bodoh dan bertanya apakah kebutuhan biologis harus diabaikan selama di persidangan. Bok Gu semakin mengacaukan sidang dengan sengaja memutar musik keras-keras, pura-pura bingung tak tahu bagaimana mematikannya dan membuat para penonton tertawa. Tak tahan lagi, Hakim langsung memberi peringatan pada Bok Gu untuk berhenti membuat keributan atau dia akan dikeluarkan dari ruang sidang.


Tim pengacara pembela mengajukan permintaan agar sidang diakhiri hari ini dan mengusulkan agar pemeriksaan silang dilakukan besok saja. Tapi tepat saat itu juga, Dr Kim dan Geum Joo menerobos masuk dan Dr Kim langsung duduk di kursi saksi.

Suk Woo pun memulai pemeriksaan silangnya dan bertanya tentang kebenaran terjadinya perforasi. Dr Kim menghela nafas panjang sebelum akhirnya membenarkannya dengan penuh keyakinan. Para penonton langsung bertepuk tangan untuknya. Dr Shim menggebrak meja dengan kesal dan menuduh Dr Kim bicara omong kosong dan menuntut Dr Kim untuk mengatakan kebenarannya, sementara Hye Joo menuduhnya telah melakukan sumpah palsu.

Hakim bertanya kenapa kesaksian Dr Kim sekarang berbeda. Dr Kim ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi pada akhirnya dia memutuskan diam dan hanya meminta maaf atas kesaksiannya yang tadi, tapi dia menegaskan bahwa kesaksiannya yang barusan adalah kebenarannya.


Para penonton langsung heboh dan Dr Shim langsung terjatuh ke kursinya dengan frustasi, sementara Istrinya Kang Hyeon Ho berterima kasih dengan penuh haru pada Pengacara Goo. Sekarang dengan adanya dua orang saksi yang memberatkan Dr Shim, Hakim berkata bahwa jika pihak pembela tidak menyerahkan penyebab kematian lainnya maka permohonan pihak penggugat akan dikabulkan. Hye Joo terjatuh lemas ke kursinya, sudah jelas mereka kalah walaupun Hakim menyatakan akan ada sidang lanjutan.


"Kenapa aku berlari kesana-kemari walaupun tidak bisa menyatakan pembelaan? Namun aku gembira. Saat ini, tanpa lisensi, aku merasa ada sesuatu yang bergejolak di hatiku seakan aku menjadi primadona di ruang sidang ini. Dan sepertinya aku paham. Lisensi bukan sekedar hak, namun juga kewajiban. Jadi, tanggung jawabnya berat" narasi Geum Joo


Malam harinya, tim Golden Tree merayakan kemenangan mereka dengan minum-minum. Anna bertanya apakah Suk Woo tidak mau menemui Bok Gu, dia menyuruh Suk Woo untuk pergi menemui Bok Gu sekarang, penasaran ingin melihat perubahan ekspresi wajah Bok Gu. Suk Woo cemas, takut Bok Gu berubah pikiran. Geum Joo menanggapinya dengan bercanda menirukan ucapan Bok Gu "Kenapa lelaki bicara plin-plan?"

Orang yang mereka gosipkan itu sedang sibuk di kantornya sambil mengawasi kamera CCTV kamar Min Ah.


Jaksa Choi datang ke ruangannya Hye Joo untuk menghiburnya atas kekalahannya. Hye Joo tak suka melihatnya keluar masuk kemari, takut akan ada orang yang salah paham. Tapi Jaksa Choi memberitahunya bahwa Dong Soo memintanya bergabung dengan Ohsung.


Ngomong-ngomong masalah Dong Soo, Hye Joo ingat kalau dia harus menemuinya sekarang. Jaksa Choi memberitahunya kalau Dong Soo sekarang ada di sebuah teater. Saat Hye Joo tiba di sana, dia melihat Dong Soo tampak sedang bicara dengan seseorang.

Orang itu adalah Tomy Kim yang melapor bahwa Bok Gu masih belum mengetahui apapun. Saat Tomy Kim pergi, Hye Joo tampak bingung dan menatap kepergian Tomy Kim dengan penasaran.


Tim Golden Tree melanjutkan acara dengan karaokean di bar dan kali ini Bok Gu ikut gabung. Sementara Paralegal Hwang dan Anna menggila di panggung, Bok Gu pindah duduk di samping Geum Joo dan bertanya apakah Geum Joo tidak merasa berterima kasih padanya atas jasanya yang sudah mengorbankan dirinya di persidangan tadi?

"Bukankah seharusnya aku yang menerima ucapan terima kasih darimu? Aku sudah memenangkan kasus yang kau halangi"

"Terima kasih" ucap Bok Gu setengah hati.


Melihat mereka saling senyum pada satu sama lain, Pengacara Goo langsung menuntut mereka untuk nyanyi duet. Dua-duanya sama-sama menolak. Suk Woo yang cemburu, langsung menyelip duduk diantara mereka berdua dan meminta Geum Joo untuk memilih lagu untuk nyanyikan mereka berdua.


Ji Ah berjalan sembari bicara di telepon dengan Tomy Kim yang menyuruhnya untuk mulai. Tomy Kim bertanya Ji Ah tidak akan berubah pikiran, bukan? Ji Ah meyakinkannya untuk tidak cemas. Dia lalu masuk ke bilik telepon umum lalu menelepon seseorang dan memerintahkan orang itu untuk mengamati sekelilingnya karena mungkin ada CCTV.


Setelah selesai berduet dengan Pengacara Goo, Bok Gu pidato untuk memuji kerjas keras mereka semua dalam persidangan tadi, terutama Suk Woo yang menurutnya lumayan untuk ukuran anak baru "Selamat bergabung bersama keluarga kami"

Dia lalu bercanda mengajak mereka semua untuk bersulang ala Madonna - Ma-shigo, Don-nego, Na-gaja (Minum-bayar-pergi) sambil mengklaim bahwa bos yang paling keren adalah bos yang membayar semuanya lalu pergi.


Setelah selesai bersulang, dia mengecek rekaman CCTV lewat ponselnya tapi malah mendapati semua rekaman CCTV-nya mati. Cemas, Bok Gu pun cepat-cepat pergi dari sana. Tapi Geum Joo tiba-tiba menghentikannya dan berkata bahwa Bok Gu tidak perlu pergi hanya karena Madonna. Bok Gu beralasan kalau dia ada janji dengan seseorang. Saat Suk Woo menyusul mereka, Bok Gu meminta Suk Woo untuk menjaga Geum Joo malam ini.


Geum Joo heran melihat keanehan Bok Gu. Saat mengantarkan Geum Joo pulang, Suk Woo ingin mengantarkan Geum Joo sampai ke asramanya sesuai perintah Bok Gu tadi. Tapi Geum Joo berkata kalau dia mau kembali ke kantor. Dia ingin menikmati kemenangan ini sepuasnya, seorang diri. Mereka pun berpisah.


Di kamarnya Min Ah, Suster yang selama ini menjaganya, mendap-endap mendekati Min Ah yang sedang tidur. Dia hampir saja menusuk Min Ah dengan pisau, tapi untunglah Bok Gu tiba di sana tepat waktu dan menghentikan si Suster. Saat Suster berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Bok Gu, tak sengaja pisaunya mengenai tangan Bok Gu dan membuat darahnya terciprat ke dinding.


Di ruangannya, Geum Joo menulis kata 'Menang' dalam dokumen kasus malpraktek itu. Tapi tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara teriakan wanita.


Ruangan itu sudha berantakan saat Bok Gu dan Suster akhirnya berhenti dan duduk berseberangan. Sambil menatap Suster dengan nafas tersengal, Bok Gu berkata "Ayo kita lakukan"


Setelah dari teater, Hye Joo dan Dong Soo minum-minum di bar dimana Hye Joo mengaku tak enak atas kekalahannya. Tapi tiba-tiba Dong Soo mendapat telepon dari seseorang yang memberitahu bahwa terjadi masalah. Dong Soo langsung menjauh dari Hye Joo. Tapi saat itu pula Hye Joo mulai teringat dengan pria yang ditemui Dong Soo di teater tadi.

Flashback,



Suatu malam setelah Geum Joo dipenjara, Hye Joo pulang dalam keadaan lelah dan membawa setumpuk dokumen laporan kasus Min Ah. Dia masih belum menyerah akan kasus itu demi membebaskan Geum Joo.

Tapi saat dia hendak menyalakan lampu, dia malah mendapati lampu rumahnya mati. Tapi yang paling membuatnya terkejut adalah kehadiran seorang pria di dapur, sedang mengupas apel dengan santainya seolah rumah itu adalah rumahnya sendiri.

Dia kira pria itu Jaksa Choi tapi saat pria itu berpaling, dia malah terkejut mendapati dia pria asing. Saking kagetnya dia sampai menjatuhkan semua dokumennya. Tomy Kim langsung mendekatinya dan menyapanya dengan sopan. Dia lalu memunguti dokumen-dokumen itu sambil mengancam Hye Joo untuk melupakan kasus Min Ah.

"Kau siapa?" tanya Hye Joo takut

"Aku? Aku pesuruh. Orang baik yang membereskan masalah rumit orang lain" jawab Tomy Kim. Sekali lagi dia memperingatkan Hye Joo untuk menghentikan penyelidikannya terhadap kasus ini dan menganggap kasus ini diluar jangkuan pemahamannya. Jika Hye Joo tidak mengerti juga, maka dia akan mati.

Flashback end,


Hye Joo shock mengingat kenangan itu. Tapi saat Dong Soo kembali, dia cepat-cepat mengubah ekspresinya lebih tenang dan normal.


Penasaran dengan suara jeritan tadi, Geum Joo berusaha mencari asal suara dan melihat seorang pria menuntun seorang wanita keluar tapi dia tidak sempat melihat wajah mereka. Geum Joo jadi semakin penasaran, dia lalu membuka pintu kamarnya Bok Gu dan mendapati kamar itu berantakan dan darah tercecer di lantai.

Dia mencoba menghubungi Bok Gu tapi ponselnya tidak bisa dihubungi. Dia memutuskan untuk berjalan masuk semakin dalam saat tiba-tiba merasakan angin meniup tirai jendela.

 

Geum Joo lalu berjalan mendekati jendela itu saat tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dan dia mendarat di dada Bok Gu yang berbaring di sofa. Geum Joo jadi semakin cemas melihat darah di pipi dan tangan Bok Gu, apa yang sebenarnya terjadi?

Bok Gu kembali menarik Bok Gu kedalam pelukannya "Tetaplah di sini. Aku... harus berpikir"

Bersambung ke episode 7

3 comments :

  1. bikin penasaran aja, ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  2. duh emang ini drama ini seru2 lucu. Kasusnya nggak seribet TEN or signals. Apalgi ada unsur komedi yg bikin ngakak. Emang Choi Ji Woo sama Joo Jin Mo ini daebak. Suka sama chemistry yg strong antara mereka. Semoga tetap dilanjut sampe akhir ya Mba..aq suka drama ini sama K2 so aq selalu nungguin. Makasih mbak Ima.

    ReplyDelete