October 27, 2016

Woman With a Suitcase Episode 6 - 1

Episode 6: Kita Semua Madonna.


Geum Joo datang ke rumah sakit dengan menyamar jadi pramuria bar untuk melabrak Dokter Shim dan menuduhnya tidak bayar tagihan minum di barnya. Merasa tidak kenal dan tidak mengerti maksud wanita asing yang tak dikenalnya itu, Dr Shim langsung berteriak memanggil suster.


Gara-gara kehebohan itu, ramai orang berkumpul di depan pintu untuk melihat apa yang terjadi. Dan diantara orang-orang yang menonton itu, ada Anna dan Suk Woo juga. Sementara Geum Joo meneriakkan berbagai macam sumpah serapah, beberapa orang suster masuk untuk menyelamatkan Dr Shim dari Geum Joo. Mereka meminta Geum Joo melepaskan Dr Shim, Geum Joo langsung melepasnya begitu saja dan membuat Dr Shim terjungkal ke lantai.

Kesal, Dr Shim memerintahkan para suster untuk mengusir Geum Joo. Dia lalu keluar dan Geum Joo langsung mengikutinya sambil terus melabraknya. Tapi di depan pintu, dia berhenti sejenak untuk mengedip penuh arti pada Anna.


Saat semua orang pergi, Anna dan Suk Woo tetap di sana. Niatnya masuk untuk mencari potongan rekaman video CCTV ruang operasi. Tapi saat Anna hendak masuk, Suk Woo malah mencegahnya. Dia tak yakin video itu ada di komputernya Dr Shim dan lagi dia takut Geum Joo akan masuk penjara lagi jika dia ketahuan. Frustasi melihat sikap Suk Woo, Anna langsung menyuruhnya pergi saja. Dan Suk Woo langsung menurut dengan patuh dan pergi. Pfft!

"Yah, pergilah sana. Tinggalkan firma sekalian!" gerutu Anna sebal. Setelah memastikan keadaan aman, Anna pun masuk ke ruangan Dr Shim.


Sementara itu di lobi, Geum Joo berurusan dengan dua orang bodyguard dan pura-pura kaget saat diberitahu bahwa dia sudah salah orang, dokter yang dilabraknya tadi bukan Dr Oh. Sambil bergaya manjah, Geum Joo meminta bodyguard untuk menyampaikan permintaan maafnya pada dokter tadi. Gayanya sangat amat imut dan manis sampai kedua bodyguard itu tak bisa menahan senyum.


Anna bergerak cepat mencari file video itu hingga akhirnya dia menemukan folder video dengan judul 'video operasi sedot lemak'. Anna baru saja mau memutar video itu tapi malah ketahuan seorang suster. Anna cepat-cepat beralasan bahwa dia adalah mahasiswa yang hendak menyerahkan laporan pada Dr Shim.

Suster memberitahunya kalau Dr Shim sedang tidak ada dan mengusirnya. Tepat setelah Anna keluar, suster melihat seorang pria memakai jas dokter, berjalan ke arah ruangan Dr Shim.


Anna dan Geum Joo bertemu di lobi. Tapi Anna dengan berat hati memberitahu Geum Joo bahwa dia gagal mendapatkan video itu. Walaupun kecewa, tapi Geum Joo tidak mempermasalahkannya dan berusaha menyemangati Anna. Tapi dimana Suk Woo?

Baru saja diomongin, Suk Woo tiba-tiba muncul di sana dengan memakai jas dokter lalu mengeluarkan sebuah flashdisk. Wah, Suk Woo keren! Saat mereka kembali ke mobil, Geum Joo langsung memeriksa isi file itu tapi terpassword. Anna jadi semakin yakin kalau itu adalah file yang penting.


Saat Paralegal Hwang menceritakan misi yang dijalankan Geum Joo, dia langsung menggeberak meja dengan penuh emosi. Paralegal Hwang sudah takut dia marah, tapi Pengacara Goo malah mencubit pipinya dengan gemas sambil berdecit tentang betapa sayangnya dia pada Geum Joo.


Bok Gu datang tak lama kemudian dengan keheranan setelah mendengar ucapan Pengacara Goo. Anna dan Suk Woo muncul tak lama kemudian dan Pengacara Goo langsung menyambut mereka dengan high five. Geum Joo muncul belakangan dan semua orang langsung dibuat shock melihat dandanannya. Shock dan malu dilihat orang banyak, Geum Joo langsung berbalik hendak melarikan diri.

Tapi Bok Gu cepat menghentikannya dengan meneriakkan perintah bak komandan pasukan "Berhenti! Balik badan!"


Tapi Geum Joo terlalu malu sampai menolak perintahnya. Kesal, akhirnya Bok Gu sendiri yang menarik Geum Joo untuk menghadapnya. Geum Joo langsung membela diri dengan mendebat balik, kenapa Bok Gu bertingkah seperti pemimpin pasukan? Bok Gu heran, apa maksudnya Geum Joo berpenampilan seperti ini? Dia mau meniru siapa? Sistar? Black Pink? Atau SNSD?

"Semuanya karena ini" jawab Geum Joo sambil memperlihatkan USB itu di depan mata Bok Gu, dia mengklaim itu adalah bukti kesalahan Dr Shim.


Mereka semua pun berkumpul bersama untuk melihat video itu... tapi malah mendapati video itu ternyata video dewasa. wkwkwk! Ini bukti yang mereka maksud? sindir Bok Gu. Geum Joo dengan malu berkata bahwa mungkin videonya ada di bagian paling belakang. Anna pun berusaha mempercepat videonya. Tapi mulai awal sampai akhir, tidak ada sedikitpun video operasi sedot lemak di situ.


Sementara itu di Ohsung, pihak rumah sakit sedang melatih apa yang harus dikatakan para saksi di persidangan nanti. Tapi yang jadi kendala paling sulit adalah Dr Kim yang sangat gugup hingga jawabannya selalu ambigu dan tidak tegas. Dia diberitahu harus menjawab apa terhadap segala pertanyaan yang akan diajukannya nanti, tapi hati nuraninya sepertinya berkata lain.

Dr Shim lama-lama jadi kesal dan langsung membentaknya "Dr Kim, kubilang dia minum atau tidak?!"

Ketakutan, Dr Kim akhirnya mengiyakannya dengan lebih tegas. Puas mendengar jawabannya, Dong Soo pun mengintruksikan Dr Kim untuk menjawabn seperti itu di persidangan nanti.


Bok Gu bicara berdua dengan Geum Joo mengenai kasus ini. Dia menilai kasus ini mungkin tidak cocok untuk Suk Woo yang notabene masih anak baru. Karena itulah dia mencoba memberi saran agar sebaiknya mereka menyerah saja dan membujuk Istri Kang Hyeon Ho untuk berdamai. Hasil akhir lebih penting daripada perasaan.

Tapi Geum Joo menolak sarannya "Menurutku, perasaan Istri Kang Hyeon Ho juga penting. Dia bilang tidak bisa mempertaruhkan reputasi mendiang suaminya"

Tapi Bok Gu tetap keukeuh dengan pendapatnya karena dia sangat yakin mereka akan kalah. Selain informasi dari orang tak dikenal tentang perforasi, mereka tidak punya bukti lain. Geum Joo mengakui kalau mereka memang belum menemukan saksi penting, tapi mereka masih terus berusaha melakukan yang terbaik.

"Aku tidak membayarmu untuk melakukan yang terbaik, tapi untuk menang"


Mendengar itu, Geum Joo langsung menyebutkan kronologi kejadian secara mendetil sejak pertama kali korban melakukan operasi sedot lemak hingga dia kembali ke rumah sakit 3 hari kemudian dalam keadaan parah, lalu dokter memutuskan reseksi dan anastomosis usus pada korban (Pemotongan usus yang sakit dan penggabungan usus yang sehat setelah usus yang sakit dipotong).

Tapi tanda-tanda vital korban tak terdeteksi selama 3 hari sebelum akhirnya korban menunjukkan gejala infeksi yang mematikan. Dia diberi levodopa tapi pada akhirnya korban meninggal dunia. Tepat saat itu Pengacara Goo datang dan mendengarkan ucapan Geum Joo.

"Aku memang bukan dokter atau suster, bukan pula pengacara. Tapi jangan bilang kalau aku tidak tahu apa-apa tentang kasus ini"


Suk Woo kembali ke rumah Suster Kwon tapi sepertinya tak ada orang di dalam. Dia terus menunggu dan menunggu hinga akhirnya Suster Kwon kembali tak lama kemudian. Saat Suster Kwon lagi-lagi berusaha menghindar dengan terus bersikeras mengklaim tak ada yang perlu dia katakan, Suk Woo langsung menyebutkan bahwa penyebab kematian Kang Hyeon Ho yang sebenarnya adalah karena perforasi. Suster Kwon langsung terdiam mendengarnya.

Flashback,


Dr Kim ingin mencatat penyebab pengulangan operasi adalah karena perforasi, Dr Shim langsung mengomelinya habis-habisan dan, bahkan penglihatan Dr Kim bermasalah. Dr Shim bersikeras mengklaim bahwa Kang Hyeon Ho tidak mengalami perforasi dan karenanya mereka hanya perlu melakukan reseksi dan anastomosis. Tapi setelah usus korban dipotong, Suster Kwon melihat sendiri ada lubang di usus yang dipotong itu.

Flashback end,


Suk Woo bertanya-tanya apa mungkin Suster Kwon yang mengirimi mereka informasi itu. Tapi Suster Kwon menyangkal. Suk Woo berusaha membujuknya untuk menjadi saksi. Jengkel, Suster Kwon langsung protes "Bukan aku yang melakukan operasinya, kenapa kau mengangguku? Aku berhenti bekerja di rumah sakit karena tak tahan melihatnya"

Suster Kwon langsung masuk rumah. Tapi Suk Woo masih belum mau menyerah "Aku akan menunggu"


Geum Joo pergi menemui beberapa pasien yang dulu pernah menjadi pasien operasi sedot lemaknya Dr Shim dan bermasalah dengan Dr Shim, mereka mengajukan gugatan terhadap Dr Shim tapi ada yang kalah dan ada pula yang sedang dalam proses.


Dalam perjalanan keluar, seorang pasien anak memanggilnya dan dengan lugunya meminta kartu namanya Geum Joo karena dia dengar bahwa Geum Joo adalah teman. (Karena Geum Joo selalu memperkenalkan dirinya sebagai 'teman'). Tersenyum melihat keluguan anak itu, Geum Joo memberikan kartu namanya dan memberitahu gadis kecil itu untuk meneleponnya kalau dia punya masalah.


Sementara itu Pengacara Goo berusaha membela sikap Geum Joo dengan Bok Gu bahwa Geum Joo baru saja mengalami berbagai masalah beruntun. Mulai dari kehilangan pekerjaan, dipenjara hingga ditinggal suami.

"Apa kau menganggap Cha Geum Joo orang sakit?"

"Kalau dipikir-pikir, bukankah kita semua sakit di bawah alam sadar kita?"

Geum Joo adalah seorang pemberani. Karena itulah dia bersikap seolah dia sanggup bertahan dengan baik. Tapi sebenarnya dia tidak baik-baik saja. Terutama menyangkut perceraiannya. Pengacara Goo juga memberitahu Bok Gu tentang kedatangan Hye Joo kemari beberapa hari yang lalu dan menyinggung masalah rumor yang menyebutkan bahwa Geum Joo menggunakan tubuhnya untuk memenangkan kasus.

Rumor itu bermula sejak Geum Joo pergi ke acara lelang bersama Bok Gu. Karena itulah Pengacara Goo memohon agar jika Bok Gu tidak sunguguh-sungguh tertarik pada Geum Joo maka sebaiknya dia mengendalikan dirinya. Memikirkan nasehat itu, Bok Gu berjanji akan mengingat nasehat Pengacara Goo dengan baik.


Sang Yub hendak pergi untuk bertemu Geum Joo yang akhirnya mau menandatangani surat cerai. Mi Sun senang bukan main. Mereka bertemu di sebuah cafe dan Sang Yub berterima kasih atas surat cerainya. Tapi Geum Joo menolak ucapan terima kasihnya, mendengar itu malah membuatnya merasa seolah dia sudah kalah besar. Geum Joo berusaha tegar saat dia mendoakan kebahagiaan Sang Yub.

Menghapus air matanya, Geum Joo memberikan nasehat hukum untuk tidak mendaftarkan pernikahan dengan Mi Sun sebelum dia menyelesaikan surat cerainya, karena bisa jadi tumpah tindih nantinya.

Dia juga menasehati Sang Yub untuk mendaftarkan pernikahannya sebelum anaknya lahir agar anak itu tidak mendapat status anak luar nikah. Saat Sang Yub melihat kaki Geum Joo berdarah setelah seharian berkeliaran dengan high heels, dia berkomentar bahwa itu benar-benar seperti Geum Joo.


Geum Joo berjalan pulang dengan linglung. Bahkan saat lampu lintas menyala, dia malah tidak segera menyeberang. Dia baru ingat untuk berjalan saat seseorang tak sengaja menubruknya. Tapi saat dia mulai berjalan, lampu hijau sudah kembali menyala. Parahnya lagi, kopernya tiba-tiba terjatuh di tengah jalan.

Jadilah Geum Joo mengganggu lalu lintas dan berbagai mobil yang mengelilinginya, langsung membunyikan klakson mereka dengan ribut dan membuat Geum Joo hanya bisa membeku kebingungan di tengah jalan. Tanpa dia sadari, Bok Gu melihatnya dari kejauhan.


Saat dia tiba di depan asramanya, dia mendapati Bok Gu sudah menunggunya di sana. Geum Joo sengaja mengacuhkannya tapi Bok Gu mengikutinya sambil menggodanya dengan menanyakan isi kopernya dan mempertanyakan alasannya membawa-bawa koper kemana-mana.

"Apa kau datang kemari untuk bertengkar?" protes Geum Joo

"Tidak. Apa ada kesempatan lain malam ini?" tanyanya ambigu "Aku datang dengan harapan tinggi"

Awalnya Geum Joo bingung, sebelum akhirnya menyadari yang Bok Gu maksud adalah tawarannya untuk bermalam yang waktu itu. Geum Joo langsung melongo shock dan seketika itu pula kesedihan yang tadinya menghiasi wajahnya, langsung menghilang seketika. Saking kagetnya dia sampai tergagap-gagap. Bok Gu dengan penuh semangat mengklaim kalau dia sudah siap malam ini.

Panik, Geum Joo dengan gugup meminta maaf dan mengklaim kalau waktu itu dia bicara ngawur. Saat Bok Gu ngotot membahas masalah itu, Geum Joo yang sudah sangat malu, langsung mengusirnya. Geum Joo lalu cepat-cepat melarikan diri sambil menahan malu.

 

Dalam perjalanan kembali ke mobilnya, Bok Gu mengomentari dirinya sendiri yang sudah berusaha melakukan berbagai hal hanya demi membuat Geum Joo tertawa.



Keesokan harinya adalah hari persidangan. Tim Golden Tree sibuk melakukan berbagaimacam persiapan. Mereka masih penasaran siapa orang misterius yang mengirim pesan informasi itu. Pengacara Goo mengumumkan bahwa startegi mereka dalam persidangan kali ini adalah mengosongkan dan mengguncang sedikit penilaian hakim.

Tiba-tiba Geum Joo masuk dengan membawa setumpuk piyama rumah sakit. Semua piyama itu ternyata untuk beberapa orang pasien yang berhasil dibujuknya dan sekarang dia tempatkan di kursi penonton sebelum persidangan berlangsung.


Terlebih dulu dia memberitahu mereka tentang etika dalam persidangan. Aturan pertama, dilarang mencemooh selama sidang apapun yang terjadi. Akan tetapi, karena mereka semua adalah pasien maka mereka harus mengikuti kata hati, jadi mereka boleh mencemooh. Pfft!

 

Dia bahkan menginstruksikan para pasien itu untuk mencemooh secara serempak. Tepat saat itu juga, Dr Shim dan Hye Joo masuk. Dr Shim jelas bingung karena dia mengenali Geum Joo sebagai pramuria bar yang waktu itu mendatangi kantornya.

 

Saat sidang hendak dimulai, Hye Joo terlebih dulu mengajukan keberatan atas kehadiran para pasien di bangku penonton itu dan menuduh pihak penggugat sengaja mendatangkan para pasien itu demi menekan para juri. Geum Joo diam-diam memberikan isyarat di belakang punggungnya.

Dan seketika itu pula para pasien itu langsung berakting pura-pura batuk-batuk, mengerang dan mengeluh sakit. Hakim pun menolak keberatan Hye Joo dengan alasan persidangan tidak akan terpengaruh oleh hal sekecil itu, ini sidang terbuka dan boleh ditonton siapapun.


Saat Dr Shim ditanyai Pengacara Goo, dengan sombongnya dia mengklaim kalau dia sudah banyak melakukan operasi sedot lemak dan tidak pernah salah karena dia hebat.


Saat giliran Hye Joo yang bertanya, Dr Shim dengan lancar menjelaskan kronologi kejadian sesuai versinya sendiri dan alasannya memutuskan melakukan operasi kedua tanpa X-Ray. Dia menyalahkan perilaku korban hingga membuat dirinya sendiri berada dalam bahaya pasca operasi.


Hye Joo langsung memperlihatkan bukti foto korban yang terlihat di bar yang mejanya penuh alkohol. Pengacara Goo langsung mengajukan keberatan. Dia mengakui korban memang minum alkogol. Tapi foto itu hanya memperlihatkan korban duduk di depan meja penuh alkohol, bukan berarti dia ikut meminumnya. Jadi dia meminta hakim untuk menghapus bukti itu. Hakim menerima keberatannya.


Sekarang giliran Song Min Jeong yang duduk sebagai saksi. Pengacara Goo bertanya apakah malam itu suaminya minum-minum. Min Jeong mengklaim bahwa suaminya sudah lama berhenti minum sejak kejadian di LA.

Dia mengklaim bahwa gelas yang ada di hadapan suaminya yang terlihat di foto itu adalah air biasa untuk meminum obat penghilang rasa sakitnya. Sambil berusaha menahan isak tangisnya, Min Jeong berkata bahwa sejak suaminya meninggal dunia, ada banyak artikel yang menuduhnya pemabuk dan pembuat onar

"Dia tidak seperti itu" isak Min Jeong. Mendengar isak tangisnya yang begitu pilu, para wartawan yang tadinya ribut mengetik sendiri-sendiri, langsung berhenti.

 

Pengacara Goo berkata bahwa bukti Kang Hyeon Ho tidak minum alkohol memang tidak ada. Akan tetapi, menyimpulkan kematian Kang Hyeon Ho disebabkan alkohol hanya karena satu foto itu, sama saja seperti membunuh Kang Hyeon Ho untuk kedua kalinya.

Bersaambung ke part 2

2 comments :

  1. tambah penasaran aja dibuatnya, ditunggu lanjutannya ya

    ReplyDelete
  2. Semangat terus buat yang nulis. Dramanya bagus

    ReplyDelete