October 25, 2016

Woman With a Suitcase Episode 5 - 2


Hye Joo melapor pada Dong Soo bahwa Istrinya Kang Hyeon Ho memberikan kasus ini pada Suk Woo karena dia dan mendiang suaminya mengenal Suk Woo, mereka adalah pelanggan tetap di restoran orang tuanya Suk Woo.


Dong Soo pun mengintruksikan Hye Joo untuk mengawasi para saksi. Dan karena Hye Joo sudah mengetahui gaya kerja Geum Joo, jadi Dong Soo untuk menyiapkan semua berkas yang diperlukan.


Tiba-tiba Sekretarisnya Dong Soo memberitahu bahwa mereka kedatangan tamu, Bok Gu. Hye Joo heran untuk apa Bok Gu kemari. Bok Gu meminta maaf kedatangannya yang mendadak dan mengaku bahwa tujuan kedatangannya kemari adalah untuk menjelaskan keterlibatan mereka dalam kasus mapraktek ini.

Dia mengklaim bahwa firma hukumnya menerima kasus ini gara-gara si anak baru Suk Woo itu. Dia memberitahu mereka bahwa dia dan Suk Woo sudah sepakat bahwa jika Suk Woo kalah dari kasus ini maka dia harus meninggalkan Golden Tree, dia bahkan memperlihatkan surat kontrak yang ditandatangani Suk Woo.

Dia yakin kalau Golden Tree pasti akan memenangkan kasus ini dilihat dari bukti kuat yang memperlihatkan korban minum-minum sebelum dia meninggal dunia. Jadi tujuan utamanya kemari adalah untuk menyemangati mereka agar mereka memenangkan kasus ini dan dia bisa menendang Suk Woo keluar dari firma hukumnya.


Sementara itu, Geum Joo dan Suk Woo menemui Dokter muda yang ikut dalam operasinya Kang Hyeon Ho. Dokter itu menjelaskan pada mereka bahwa dia akan menjadi saksi bagi pihak rumah sakitnya.

Tapi Suk Woo memohon pada Dokter untuk menjadi saksi bagi mereka juga karena hanya Dokter yang mengetahui segala detil sejak saat Kang Hyeon Ho masuk UGD sampai dia operasi kedua. Tapi Dokter langsung menghindar dengan alasan harus memeriksa pasien.


Melihat sikap Dokter, Geum Joo jadi penasaran, apakah kematian Kang Hyeon Ho benar-benar karena kesalahan pasien? Dokter langsung tegang, tapi dia bisa menguasai dirinya dengan cepat dan membenarkan pertanyaan Geum Joo. Karena itulah dia memohon agar mereka tidak mencarinya lagi.


Mereka kemudian pergi ke rumah suster Kwon Seong Sook yang juga ada di ruang operasi waktu itu, tapi sekarang sudah mengundurkan diri. Saat Suk Woo memperkenalkan dirinya sebagai pengacaranya Kang Hyeon Ho, suster Kwon langsung membanting pagar pintunya.


Mereka lalu pergi makan siang bersama. Suk Woo jadi frustasi, tidak tahu harus bagaimana lagi. Apalagi saksi yang bersama korban di bar juga tidak mau bersaksi untuk mereka. Dia tidak mengkhawatirkan masalah kesepakatannya dengan Bok Gu, tapi dia tidak mau menyakiti klien yang telah mempercayakan kasus ini kepadanya. Karena sekarang tenaga Geum Joo sudah pulih berkat makan siangnya, dia langsung mengajak Suk Woo ikut dengannya.


Dokter sedang berada di kantornya Hye Joo yang mendiktekan penyataan Dokter. Dalam pernyataan yang dibuat-buat itu, Dokter menyatakan bahwa pasien lah yang bersalah karena minum-minum setelah dioperasi. Tapi lama kelamaan Dokter tidak tahan lagi mengetik pernyataan palsu itu dan terang-terangan menyatakan pada Hye Joo bahwa dia tidak bisa melakukan ini.


Tepat sata itu juga, Dokter ditelepon Geum Joo dan Hye Joo melihatnya. Karena Dokter tidak mengangkatnya, Geum Joo pun mengiriminya sms. Hye Joo langsung terang-terangan menyindirnya dan mengancamnya.

Apa Dokter mau menyuarakan hati nuraninya di persidangan nanti? Saat Dokter tak menjawabnya, Hye Joo langsung mengancamnya dengan menunjukkan laporan gugatan malpraktek yang dulu pernah dilayangkan pada Dokter.


Malam harinya, Hye Joo minum-minum sendirian di kedai. Jaksa Choi datang tak lama kemudian dan berusaha menghentikan Hye Joo minum lebih banyak, tapi Hye Joo langsung menampik tangannya dan terus minum-minum. Dia memberitahu Jaksa Choi bahwa sepertinya dia terlahir menjadi orang jahat.

Saat Geum Joo dipenjara, dia memutuskan meninggalkan Geum Joo supaya dia bisa bertahan. Tapi sekarang dia jadi semakin tamak dan ingin membuktikan kalau dia bisa menjadi pengacara tanpa bantuan Geum Joo hingga dia melakukan hal-hal jahat.


Geum Joo dan Suk Woo terus menunggu kedatangan Dokter Kim di rumah sakit. Yakin kalau Dokter Kim sepertinya tidak akan merubah pernyataannya, Suk Woo menyarankan agar sebaiknya mereka pulang saja. Tapi Geum Joo malah melempar tatapan tajam padanya. Suk Woo beralasan bahwa dia hanya cemas Geum Joo lelah, tapi Geum Joo menolak dijadikan alasan dan menyatakan bahwa menunggu adalah keahlian terbaiknya.


Mereka akhirnya memutuskan untuk terus menunggu, tanpa menyadari Dokter Kim sebenarnya datang tapi langsung bersembunyi saat dia melihat mereka.

 

Keesokan harinya, Hye Joo mendatangi Geum Joo di kantor Golden Tree. Dia berkata kalau dia datang mewakili dokter muda itu dan mengklaim kalau dokter muda itu meminta Geum Joo untuk tidak menganggunya lagi. Tapi Geum Joo yakin kalau kedatangan Hye Joo kemari adalah karena dia sudah tahu kalau dia sudah meminta dokter itu untuk menjadi saksi bagi kedua belah pihak.

Hye Joo lalu menyerahkan berkas pernyataan Dokter dengan tujuan agar Geum Joo mundur dari kasus ini. Tapi hanya dengan membacanya sebentar, Geum Joo langsung tahu kalau pernyataan itu didikte oleh Hye Joo.


Mendengar tuduhan yang tepat sasaran itu, Hye Joo langsung mengingatkan Geum Joo akan kata-kata yang pernah Geum Joo ucapkan dulu:  Jangan asal mempercayai tenaga profesional, bisa saja dia orang bodoh yang hanya memahami spesialisasinya saja.

"Aku juga mengajarkanmu untuk setidaknya berpegang pada kode etik pengacara" ujar Geum Joo

"Menyelamatkan klien saat tersudut bagaimanapun caranya, bukankah itu metodemu?" sindir Hye Joo

"Ada batasnya"

Hye Joo jadi semakin sinis mendengarnya lalu mulai mengungkit rumor tentang Geum Joo yang katanya suka menggunakan tubuhnya untuk memenangkan kasus. Dulu dia tidak mempercayainya, tapi sekarang dia curiga. Apa Geum Joo akan terus menghindari rumor lelang itu? Lukisan itu tergantung di sana dengan bangga. Hye Joo yakin kalau Geum Joo harus berusaha keras untuk membuktikan pada dunia bahwa dia bertahan dengan kemampuannya sendiri.


Saat Geum Joo kembali ke Pengacara Goo dan Paralegal Hwang untuk meneliti tumpukan kasus mereka, Pengacara Goo bertanya-tanya heran kenapa Hye Joo sekarang berubah menjadi monster. Dia yakin kalau Hye Joo pasti frustasi karena kakaknya tidak membantunya seperti dulu.

Geum Joo hanya menanggapinya dengan mengomentari keahlian Pengacara Goo lalu mengalihkan topik membahas kasus perceraian. Ngomong-ngomong masalah perceraian, Paralegal Hwang bertanya-tanya apakah Geum Joo sudah mendengar kabar dari Sang Yub? Geum Joo mengiyakannya, Sang Yub ingin bertemu dengannya malam ini.


"Kenapa? Sepertinya dia akan memintamu untuk menandatangani surat cerai. Kau akan datang?" tanya Pengacara Goo

Geum Joo berkata tidak. Kalaupun dia datang, dia pasti akan membuat Sang Yub menderita. Karena dia tidak mendapat tunjangan, jadi dia harus membalasnya dengan cara lain. Pengacara Goo menyarankannya untuk tanda tangan saja, kalau tidak ada untungnya lalu untuk Geum Joo apa menyia-nyiakan hidupnya.

"Lalu bagaimana denganmu sendiri?" balas Geum Joo

"Omo! Memangnya kita sama? Setidaknya si kepar*t itu seorang profesor di rumah sakit" Pengacar Goo membela diri "Dangarkan saja nasehatku di saat seperti ini"

"Orang-orang itu aneh. Mereka selalu menyuruh orang lain untuk melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan. Kejam!"

"Karena aku tidak bisa. Justru karena aku tidak bisa, aku ingin orang lain bertindak cerdas. Tanda tangani saja!"


Geum Joo akhirnya mengaku bahwa sebenarnya Sang Yub menyuruhnya datang ke rumahnya malam ini dan dia mau datang sekalian untuk mengambil beberapa barangnya yang masih ketinggalan di sana.

Tapi Paralegal Hwang yang punya insting tajam, malah jadi cemas mendengarnya dan menyarankannya untuk tidak pergi. Perasaannya mengatakan kalau Geum Joo sepertinya akan mendapat masalah nanti. Tapi Geum Joo sangat amat percaya diri dan yakin kalau dia akan tetap bisa tenang nanti.


Mendengar Geum Joo mau datang, Mi Sun langsung cemas dan heboh sendiri, takut kalau Geum Joo marah melihat mereka hidup bahagia bersama lalu menggila dan menjambak rambutnya. Tepat saat itu juga bel pintu tiba-tiba berbunyi. Mi Sun jadi semakin panik.


Dia berusaha cepat-cepat mengambil sepatunya biar tidak ketahuan Geum Joo kalau dia ada di sana. Tapi Sang Yub sudah membukakan pintu untuk Geum Joo saat itu. Mi Sun langsung membungkuk hormat pada Geum Joo dengan gugup.

Geum Joo meyakinkannya untuk tidak cemas, lagipula dia tidak akan menggunakan sepatu itu. Tapi kemudian dia memperhatikan sesuatu yang membuatnya tercengang dan sedih, Mi Sun sedang hamil.


Saat Geum Joo sedang mengepaki barangnya, Sang Yub menekankan bahwa hubungan mereka tak nyaman sebagai teman. Dia memberitahu Geum Joo bahwa Mi Sun akan melahirkan 4 bulan lagi. Geum Joo mendengar nada bahagianya, bukankah dulu Sang Yub sendiri yang bilang kalau dia tidak menginginkan anak? Sang Yub beralasan itu karena Geum Joo sangat sibuk.

Geum Joo menduga bahwa Sang Yub mengundangnya kemari pasti hanya untuk menunjukkan kalau Mi Sun sedang hamil. Sang Yub langsung membenarkannya tanpa ragu dan menyarankan agar mereka segera menyelesaikan perceraian mereka saja. Sang Yub mengaku bawha dia menyukai Geum Joo karena Geum Joo adalah orang yang sangat peduli pada orang lain, jadi dia juga pasti peduli untuk segera menceraikannya agar anak dalam kandungan Mi Sun tidak menjadi anak tidak sah.


Mi Sun datang saat itu dan langsung berlutut pada Geum Joo. Dengan wajah memelasnya, dia mengakui bahwa dia salah pada Geum Joo lalu menangis meminta Geum Joo mengkasihani anaknya. Kesal, Geum Joo langsung membentaknya "Mi Sun-ssi, jangan melakukan ini padaku! Kenapa kau melakukan ini padaku?! Aku tidak bertanggung jawab atas anak itu!"


Saat Geum Joo keluar, dia langsung balas dendam dan meluapkan semua amarahnya, menghantam kaca mobilnya Sang Yub dengan tongkat besi.


Seo Ji Ah ternyata masih hidup tapi Tomy Kim sedang menyekapnya dan mengancamnya dengan sebuah gunting. Ji Ah terus bersikeras meyakinkan Tomy Kim bahwa dia benar-benar tidak tahu siapa orang yang mengadakan pesta itu. Dia hanya ingin menyelamatkan Min Ah, dia tidak mengatakan apapun pada Bok Gu ahjussi.

"Jadi Min Ah mati otak dan Ham Bok Gu tidak tahu apapun?" tanya Tomy Kim. Ji Ah mengangguk dengan sungguh-sungguh. Tomy Kim heran kenapa Bok Gu lagi. Dulu juga Ji Ah mengkhianati Bok Gu.

Flashback,


Tepat setelah Ji Ah tiba-tiba memutuskan untuk mengubah pernyataannya dan mengklaim dia tidak mengetahui mobil itu, Dong Soo yang waktu itu juga jaksa dalam kasus itu, diam-diam tersenyum senang lalu menjelaskan pada Hakim bahwa terjadi kesalahan selama investigasi. Hakim pun langsung memberi Bok Gu peringatan.

Frustasi, Bok Gu tiba-tiba membuat heboh persidangan dengan menyatakan dirinya sebagai jaksa gila yang telah menyuruh saksi bersumpah palsu "Jika itu adalah cara untuk menyelamatkan anak ini, maka saya akan menerimanya"


Bok Gu langsung melepaskan jubah jaksanya saat itu juga dan membantingnya ke lantai dengan penuh amarah lalu pergi.

Flashback end,


Teringat akan kenangan itu, Ji Ah menggumam "Maafkan aku, ahjussi"

Dia meminta maaf pada Bok Gu, tapi Tomy Kim mengira kalau Ji Ah meminta maaf padanya lalu menyeka air mata Ji Ah.


Gara-gara ulahnya, Geum Joo sekarang diinterogasi di kantor polisi. Saat polisi menanyakan pekerjaannya, dia mengaku bekerja di firma hukum. Polisi langsung mengira kalau Geum Joo adalah pengacara yang pastinya sangat mengerti hukum.

Tapi Geum Joo mengoreksi bawha dia bukan pengacara. Polisi mencoba menebak pekerjaannya, tapi Geum Joo menyangkal semuanya dan bersikeras tidak mau memberitahukan apa posisinya di firma hukumnya. Polisi jadi frustasi, kalau Geum Joo bukan semuanya, lalu dia apa?

"Seorang istri dan orang yang marah setelah mengetahui suaminya yang berselingkuh akan punya anak" jawab Geum Joo

Tapi kemudian dia membuat Polisi jadi semakin pusing saat dia mulai bertanya-tanya "Tapi, haruskah aku menjadi sesuatu? Seandainya aku bukan apa-apa, apakah itu salah? Pengacara, jaksa, dokter, apa aku harus menjadi salah satunya? tidak bisakah aku melakukan apa yang kusuka?!

Gara-gara kemarahan Geum Joo, Polisi langsung menyelidiki data dirinya dan mendapati Geum Joo punya catatan kriminal. Jadi Polisi menyarankan agar Geum Joo memanggil pengacara atau walinya agar masalah ini bisa cepat diselesaikan.

Tapi Geum Joo bersikeras mengklaim takkan ada yang datang. Polisi jadi semakin stres menghadapi kekeraskepalaan Geum Joo, dia sudah menghancurkan mobil orang, tapi kenapa dia begitu percaya diri?


"Wanita percaya diri itu, aku akan membawanya" ujar Bok Gu yang baru tiba dan mengklaim dirinya sebagai walinya Geum Joo.


Bok Gu lalu mengajak Polisi bicara berdua di luar. Saat dia memberikan kartu nama K-Fact, Polisi seketika bersikap sangat amat hormat pada Bok Gu. Semua itu gara-gara Polisi mempercayai rumor yang menyebutkan bahwa K-Fact didirikan oleh Badan Inteligen Nasional.

Bok Gu pura-pura membenarkannya lalu berkata pada Polisi bahwa Geum Joo itu sebenarnya bekerja untuk pemerintah. Polisi jadi semakin tercengang, mengira Geum Joo adalah agen. Bok Gu mengklaim bahwa tindakan Geum Joo merusak mobil itu sebenarnya adalah bagian dari operasi mereka untuk mengalihkan perhatian musuh dan menyatakan bahwa mereka akan membayar ganti rugi. Polisi benar-benar mempercayainya dan meyakini bahwa masalah ganti-rugi itu pasti akan diurus pemerintah.

"Dan tolong dirahasiakan" bisik Bok Gu.


Polisi berjanji akan merahasiakannya lalu memberikan hormat pada Bok Gu sebelum kembali ke Geum Joo dan memuji kerja keras Geum Joo dalam melakukan tugas dari pemerintah. Jelas Geum Joo bingung, apalagi saat Bok Gu berakting bak agen rahasia dan berkata padanya pada Kode 05 sudah dibubarkan sambil mengedip seksi lalu menyeret Geum Joo keluar dari sana.


Geum Joo ingin pulang sendiri, tapi Bok Gu memaksanya masuk kedalam mobilnya. Tanpa mereka sadar, Tomy Kim ada di sana, mengawasi mereka. Geum Joo penasaran, bagaimana Bok Gu bisa tahu kalau dia sedang ditahan? Bok Gu mengacuhkan pertanyaan itu dan hanya memberi nasehat agar jika lain kali Geum Joo menggila, sekalian saja dia membakar rumah mantan suaminya itu daripada cuma merusak mobil.


Sesampainya di dekat asramanya, Bok Gu ikut berjalan mengantarkan Geum Joo sampai ke depan asramanya dan menasehati Geum Joo untuk jangan lagi keluar masuk kantor polisi karena dia tidak suka melihat karyawannya jatuh sedalam itu.

Geum Joo berjanji akan mengingatnya. Tapi bahkan sekalipun dia mau masuk, Bok Gu masih belum mau pergi. Bok Gu mengaku kalau dia ingin melihat Geum Joo karena dia tidak tenang meninggalkan Geum Joo sendirian. Takut Geum Joo akan melakukan hal gila lain.


Geum Joo berjalan ke asramanya. Tapi kemudian dia menoleh kembali ke Bok Gu dan tiba-tiba mengundang Bok Gu bermalam. Bok Gu yang tadinya mau pergi pun, langsung berhenti seketika saking kagetnya mendengar tawaran itu. Saat Bok Gu menanyakan pertanyaannya tadi, Geum Joo pun mengulangnya.

Tapi belum sempat dia melanjutkan ucapannya, Bok Gu tiba-tiba memutuskan menerima undangan Geum Joo itu. Geum Joo malah tercengang sendiri mendengar jawaban Bok Gu. Melihat ketegangan di wajah Geum Joo, Bok Gu akhirnya meralat ucapannya dan mengklaim bahwa mereka tidak bisa melakukannya malam ini. Geum Joo langsung mendesah lega mendengarnya.

"Aku tidak suka ranjang yang kecil" alasan Bok Gu

"Lalu kenapa kau mengikutiku sampai kemari?" tanya Geum Joo

"Karena aku mengkhawatirkanmu. Itulah sebabnya aku pergi. Cha Geum Joo-ssi, kalau kau merasa mau gila, menangis saja"


Tepat setelah Bok Gu, air mata Geum Joo langsung mengalir. Sendirian, Geum Joo terduduk di sana dan menangis tanpa menyadari bahwa Bok Gu sebenarnya masih belum pergi. Dia kembali ke sana, melihat Geum Joo menangis dari kejauhan. Geum Joo sudah mulai tenang saat dia kembali ke kamar asramanya dan memikirkan ucapan Bok Gu. Dia berpikir bahwa satu-satunya hal yang dinikmatinya adalah pekerjaannya sebagai paralegal.


Beberapa saat kemudian, Bok Gu naik sebuah mobil van bersama dengan sekretarisnya dan memggumam menggerutui dirinya sendiri "Dasar gila. Setelah mendengarnya, kenapa kutinggalkan dia begitu saja"


Ingin membuktikan kenapa dia sangat menyukai pekerjaannya, Geum Joo mulai meneliti kembali rekaman CCTV saat korban dioperasi. Di tengah-tengah kesibukannya, tiba-tiba dia mendapat sms yang cukup mengejutkannya. Sms dari nomor tak dikenal memberitahukan bahwa Kang Hyeon Ho meninggal dunia karena usunya terkena perforasi.


Geum Joo langsung rapat bersama Pengacara Goo dan Suk Woo yang menjelaskan maksud dari sms itu, bahwa usus korban mengalami perforasi yang disebabkan oleh cannula yang membuat usus korban berlubang dan infeksi. Geum Joo menduga mungkin informan ini adalah orang dalam di rumah sakit.


Bok Gu ternyata membawa mobil van itu ke rumah sakit. Tepat saat mobil vannya melaju keluar dari rumah sakit dengan membawa Min Ah, Tomy Kim datang dan melihat mobil van itu pergi.


Keesokan harinya di rumah sakit, Geum Joo datang ke rumah sakit dengan dandanan serba seksi dan bling-bling ala pramuria dan membuat membuat para pria di rumah sakit melongo lalu membuka pintu kantor Dokter yang mengoperasi Kang Hyeon Ho. Dokter jelas bingung, siapa dia?


Sambil mendengus kesal, Geum Joo berjalan mendekatinya dan menarik dasi Dokter "Kau tidak tahu aku? Aku Madam Cha dan Seongdamdong, si penggetar hati. Kalau kau minum, kau harus bayar! Kau bilang akan segera memberikan uangnya, dasar brengs*k!"

Bersambung ke episode 6

4 comments :

  1. tambah menarik aja ceritanya. Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  2. tambah menarik aja ceritanya. Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  3. G sabar nunggu lanjutanny. Semangat!!!

    ReplyDelete