October 20, 2016

Woman With a Suitcase Episode 4 - 2



Keesokan harinya saat sedang mempelajari kasus ini, Pengacara Goo dan Anna tiba-tiba kompak untuk melakukan penyelidikan ke luar. Pengacara Goo pun berusaha membujuk Paralegal Hwang agar memperbolehkan mereka menggunakan kartu kredit perusahaan untuk menyelidiki kasus ini ke bar.  Tapi Paralegal Hwang mengancam akan menghancurkan kartu kredit itu kalau mereka berani menggunakannya untuk hal-hal semacam itu.


"Apa kau meremehkanku hanya karena aku CEO boneka?" protes Pengacara Goo

"Mana mungkin aku meremehkanmu, kau satu-satunya pengacara kami" sangkal Paralegal Hwang

"Karena itulah cepat tarik Pengacara Ma kemari. Dia juga manis"

"Apa sih yang kau suka dari anak itu?"

"Kita membutuhnya untuk kasus ini. Kurasa dia mungkin punya takdir dengan firma hukum kita"


Ngomong-ngomong masalah Suk Woo, Geum Joo saat itu juga sedang menemui Suk Woo untuk membujuk Suk Woo melakukan pembelaan bersama terhadap klien mereka masing-masing. Suk Woo ragu melakukannya, apa untungnya jika dia melakukan pembalaan bersama?

Geum Joo berusaha menawarkan diri untuk menemui kliennya Suk Woo, tapi Suk Woo menolak. Dia tidak mau kliennya dimanfaatkan dalam pertikaian antara keluarga konglomerat. Suk Woo benar-benar heran dan bingung dengan sikap Geum Joo, tapi Geum Joo sendiri tidak mengerti dengan Suk Woo. Apa Suk Woo pikir saat ini dia sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk kliennya?

"Dari kasus ini, menurutmu apa yang benar-benar diinginkan klienmu? Menutup akun itu? Atau kompensasi?" tanya Geum Joo.

"Apa yang diinginkan klienku?" tanya Suk Woo penasaran

"Hal yang kau lewatkan dari kasus ini, Pangacara Ma"


Mereka berdua lalu pergi menemui Sung Mi di rumah sakit. Suk Woo berusaha membujuk Sung Mi untuk memberitahunya lebih detil tentang kasusnya, siapa tahu ada kesamaan antara kasusnya dengan kasus Jo Ye Ryeong. Tapi Sung Mi tetap ngotot tidak mau mengatakan apapun.

Geum Joo pun berusaha membujuk Sung Mi dengan menyatakan simpati tulus untuk Sung Mi, apa sebenarnya salah Sung Mi? Dia hanya berusaha keras melakukan yang terbaik untuk memperbaiki hidupnya, mengangkat kelasnya dan mengubah penampilannya menjadi lebih baik.

Hanya karena dia punya mobil impor saja, orang-orang marah kepadanya. Memangnya apa salahnya hidup seperti itu? Apa orang yang lahir dalam keluarga tak mampu harus terus hidup begitu? Apa hanya orang kaya yang boleh melakukan oplas dan memakai barang-barang bermerek, sementara yang yang miskin harus punya sponsor? Memangnya apa salah Sung Mi pada orang-orang itu?

Ucapannya itu sukses mempengaruhi Sung Mi hingga akhirnya mengakui bahwa dia bekerja keras supaya dia bisa oplas dan diterima kerja di maskapai penerbangan. Iya, dia memang pura-pura berlagak jadi orang kaya, tapi apakah itu artinya dia pantas mati?


Geum Joo akhirnya berhasil meyakinkan Sung Mi. Dan berkat itu pula, Anna akhirnya berhasil menemukan biang keladi kasus TENpatch ini didalam DM-nya Sung Mi. DM itu dari seorang pria yang memberitahu Sung Mi bahwa dia terbang ke Maladewa hanya supaya dia bisa bertemu lagi dengan Sung Mi. Kelihatannya memang pesan rayuan biasa, tapi masalahnya pria yang naik pesawat ke Maladewa hanya demi bertemu Sung Mi ini adalah Oh Won Dong - suaminya Han Ji Eun.


Hari ini, semua orang yang terlibat dalam kasus TENpatch berkumpul di kantor Golden Tree untuk mendikusikan negosiasi. Hye Joo datang bersama Dong Soo karena ini adalah kasus pertama Hye Joo sebagai partner. Dalan kontrak negosiasinya, Hye Joo menuntut Ye Ryeong untuk melepaskan posisi direktur pusat seni Ohsung.

Tapi Pengacara Goo mengajukan syarat negosiasi balasan yang menuntut Ji Eun untuk membayar kompensasi pada Ye Ryeong sebesar 15 juta won. Ji Eun langsung menyindir Ye Ryeong tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk menerima tuntutan itu.


Suk Woo yang sedari tadi diam, tiba-tiba ikutan nimbrung dan menuntut syarat negosasi untuk kliennya sendiri. Dia menuntut Ji Eun untuk membuat permintaan maaf secara terbuka. Ji Eun menolak, tapi Suk Woo tetap bersikeras. Hanya setelah Ji Eun mau memenuhi permintaan kliennya, negoisasi ini akan bisa dilaksanakan. Dong Soo heran kenapa mereka begitu memaksa.

Suk Woo pun langsung menyerahkan filenya pada Hye Joo dan Dong Soo. File yang sontak membuat Hye Joo terkejut sampai dia tidak bisa berkata-kata. Ji Eun meremehkannya dan berniat langsung pergi. Tapi Dong Soo mencegahnya dan menunjukkan file itu padanya, file yang berisi akun medsos suaminya dan DM suaminya pada Sung Mi.


"Karena ini, kan? Alasanmu memulai TENpatch?" tanya pengacara Goo. Melihat reaksi Hye Joo, Pengacara Goo langsung mengoloknya "Sepertinya kau tidak tahu, Pengacara Park. Aku yakin dia tidak ingin pengacaranya tahu alasannya menyembunyikan ini"


Hye Joo keluar dengan langkah kesal. Geum Joo mengejarnya untuk memberitahu Hye Joo tentang pasal yang lupa disebutkan oleh Pengacara Goo, yaitu TENpatch harus menyerahkan semua materi lain yang dipostingnya kepada mereka. Hye Joo memberitahu Geum Joo untuk tidak terlalu senang dulu, karena walaupun dia menang tapi dia bahkan tidak pernah bisa mencatat namanya dalam kasus.


Suk Woo menemui Bok Gu untuk membantunya untuk mempublish permintaan maaf pada kliennya itu. Saat dia mau pergi, Bok Gu bertanya-tanya kenapa Suk Woo tiba-tiba mau melakukan pembelaan bersama padahal dia bilang kalau dia tidak mau bergabung bersama mereka.

"Paralegal Cha berhasil membujukku"

"Kau mengabaikanku, tapi terbujuk oleh Paralegal Cha? Bagaimana dia melakukannya? Aku penasaran"

"Itu rahasia kami"


Dalam flashback, kita melihat Geum Joo memberitahu Suk Woo bahwa cara untuk menyembuhkan kliennya Suk Woo adalah dengan permintaan maaf dari Han Ji Eun secara terbuka.


Suk Woo memberitahu Bok Gu bahwa Geum Joo adalah orang yang mengagumkan. Bok Gu tahu itu, makanya dia mengajaknya bergabung. Suk Woo memohon pada Bok Gu untuk tidak lagi melakukan hal yang bisa merusak karir Geum Joo.

Mulai kesal pada Suk Woo, Bok Gu memberitahu Suk Woo untuk membuat keputusan segera, dia mau bergabung dnegan mereka atau tidak. Dan jangan bersikap tidak jelas dan berkeliaran di sekitar Geum Joo terus karena itu membuatnya mulai kesal.


Hye Joo meminta maaf pada Dong Soo atas kegagalannya. Tapi Dong Soo benar-benar kecewa pada Hye Joo dan karenanya dia memutuskan untuk memberikan pekerjaan yang lebih sesuai dengan kemampuan Hye Joo.

 

Pengacara Goo sedang menggerutu kesal karena ingin mendapat upah insentif. Geum Joo meyakinkannya kalau Bok Gu pasti mengerti kok. Tiba-tiba Anna memberitahu Geum Joo kalau dia dipanggil Bok Gu. Mereka langsung senang mengira Bok Gu memanggil Geum Joo untuk mendiskusikan masalah upah insentif untuk mereka.

Suk Woo sendiri sedang rapat bersama tim K-Fact untuk mendiskusikan artikel permintaan maaf Ji Eun saat dia melihat Geum Joo masuk ke ruangan Bok Gu.


Geum Joo dengan pedenya membahas masalah upah insentif mereka. Tapi Bok Gu memanggil Geum Joo ternyata hanya untuk memberi Geum Joo pekerjaan lagi. Menyuruh Geum Joo untuk menyelidiki siapa orang yang mengirim foto Ye Ryeong ini pada TENpatch.


Geum Joo lalu pergi menemui Ye Ryeong. Sepertinya Ye Ryeong sekarang sudah menganggap Geum Joo sebagai temannya karena dia memberikan nomor ponsel pribadinya yang biasanya hanya dia berikan kepada teman-teman terdekatnya saja. Dia juga menawarkan bantuannya jika Geum Joo mengalami kesulitan menangani kasus yang berhubungan dengan selebritis.

Geum Joo berterima kasih. Tapi dia penasaran, apa Ye Ryeong sendiri yang mengirim fotonya bersama pria di bar itu pada TENpatch? Dan Ye Ryeong malah tidak menyangkalnya sedikitpun, malah tertawa kagum dan memuji kehebatan Geum Joo.

"Apa kau membuat perangkap?" tanya Geum Joo "kau sudah tahu kalau Han ji Eun menyebarkan rumor aneh tentangmu, kan? Dan kau memanfaatkannya"

Ye Ryeong mengaku bahwa dia mulai mengejar saudara iparnya itu setelah mendapat informasi dari sekretarisnya bahwa Ji Eun membuat TENpatch untuk menarget seorang pramugari. Karena Ji Eun sudah salah melangkah, jadi sekalian saja dia menggali lubang untuk membuat Ji Eun terjatuh makin dalam.

"Boleh aku tanya kenapa kau memilihku?" tanya Geum Joo

Tapi Ye Ryeong langsung mengoreksi "Aku tidak memilihmu. Ham Bok Gu sendiri yang memilih kasus ini"


Bok Gu tiba-tiba meneleponnya saat itu dan menyuruhnya datang ke sebuah acara lelang. Geum Joo kesal, karena yang dia inginkan hanyalah upah insentifnya. Lelang pertama dimulai dengan sebuah lukisan. Geum Joo dengan pedenya mengomentari lukisan itu sangat bagus seperti menggambarkan rasa kesepian manusia.

Tapi saat juru lelang mulai membuka acara, dia berkata bahwa lukisan itu menggambarkan rekonsiliasi dan harmoni keluarga. Pfft! Bok Gu langsung menatap Geum Joo dengan senyum geli. Malu, Geum Joo cepat-cepat mengklaim bahwa saat bersama keluarga pun, kita tetap bisa merasa kesepian.


Geum Joo ingin ikutan menawar. Tapi saat dia hendak mengangkat tangannya, Bok Gu malah menahannya dan menolak melepaskannya. Geum Joo berusaha minta dilepaskan tapi Bok Gu tetap memegangi tangannya, takut Geum Joo akan mengangkatnya tanpa pikir panjang, jadi dia akan menggunakan tangannya untuk memborgol tangan Geum Joo.


Hye Joo dengan muka masam, menemui klien barunya. Seorang narapidana mesum yang terus menerus mengomentari bajunya Hye Joo hingga membuat Hye Joo hanya bisa mendesah menahan kesal.


Saat dia keluar, dia berpapasan dengan mantan kekasihnya, Jaksa Choi. Walaupun sudah berpisah, tapi Jaksa Choi tetap bersikap sok akrab pada Hye Joo. Jaksa choi memberitahu Geum Joo bahwa alasan Bok Gu berhenti menjadi jaksa itu mencurigakan jadi dia menasehati Hye Joo untuk jauh-jauh dari Bok Gu.

Jaksa Choi memanggil Hye Joo dengan sebutan sayang, tapi Hye Joo tak suka. Dengan kesal dia memberitahu Jaksa Choi bahwa saat Jaksa Choi meninggalkannya demi istrinya yang sedang hamil, dia sudah melupakan Jaksa Choi.


Lukisan kedua adalah sebuah lukisan pohon emas yang benar-benar dilukis dengan emas. Geum Joo benar-benar terkagum-kagum melihatnya. Bok Gu memperhatikan ekspresinya. Saat lelang dimulai, Bok Gu langsung berusaha mengangkat tangan Geum Joo, tapi Geum Joo malah menahan diri.

"Kita datang untuk ini. Apa kau ingin melewatkannya?" tanya Bok Gu lalu mengangkat tangan Geum Joo tinggi-tinggi.

Penawaran terus bertambah dan Geum Joo yang masih tercengang, tiba-tiba saja menyemburkan penawaran yang sangat tinggi dan langsung menutup mulutnya begitu dia menyadari perbuatannya. Geum Joo langsung tak enak pada Bok Gu, apa sebaiknya dibatalkan saja?

"Kau berteriak tanpa takut, dan sekarang kau ingin membatalkannya?" dengus Bok Gu geli. Geum Joo akhirnya dinyatakan menjadi pemenang lelang lukisan pohon emas itu.


Di kantor Golden Tree, Anna ditelepon Suk Woo yang menelepon untuk bicara pada Geum Joo. Dia menelepon ke kantor karena Geum Joo tidak menjawab ponselnya. Anna memberitahunya bahwa Geum Joo keluar menemui Bok Gu, Anna berkata bahwa pertemuan mereka sepertinya bukan untuk urusan kerja, mungkin mereka pergi nonton. Suk Woo menanggapinya dengan biasa-biasa saja tapi begitu menutup telepon, dia langsung menatap roti yang dia belikan untuk Geum Joo dengan kecewa.


Saat mereka keluar dari tempat lelang, Geum Joo bertanya-tanya kenapa Bok Gu memberikan kasus itu padanya? Tapi Bok Gu menolak menjawabnya. Tiba-tiba dia mendapat telepon yang sepertinya sangat penting hingga dia langsung pergi meninggalkan Geum Joo tanpa pamit.


Geum Joo hendak mengejarnya, tapi seorang petugas lelang menghentikannya untuk menyuruh Geum Joo membayar lukisan yang tawarnya tadi sekarang juga. Geum Joo dengan ragu menyerahkan kartu kreditnya tapi jumlahnya tidak cukup. Dua orang nyonya kaya di sebelahnya langsung bergosip ria. Mereka mengenali Geum Joo dan menduga kalau dia bangkrut tapi nekat menawar lukisan mahal.


Di sebuah atap gedung, Tomy Kim mengikat pinggang Seo Ji Ah dengan seutas tali dan memaksanya berdiri di tepi gedung. Ji Ah gemetar ketakutan dan berusaha memohon pada Tomy Kim untuk melepaskannya. Tomy Kim memberitahu Ji Ah bahwa Bok Gu tidak akan menyelamatkannya karena Bok Gu itu hanya ingin memanfaatkan Min Ah.

"Kalau kau mau hidup, katakan dimana kau menyembunyikannya?" tanya Tomy Kim. Tapi Ji Ah tetap bersikeras mengklaim tak tahu menahu. Mulai kesal, Tomy Kim memberitahu Ji Ah bahwa kesabarannya ada batasnya dan lalu mendorong tubuh Ji Ah dari atap gedung. Ji Ah menjerit sementara tali yang terhubung ke tubuhnya ikut terjatuh.


Dalam perjalanan, Bok Gu kembali mengingat saat-saat persidangannya dulu. Dimana waktu itu dia menanyai Ji Ah tentang mobil yang membawa teman-teman Ji Ah itu. Tapi Ji Ah nampak sangat ketakutan dan terus menerus melirik ke arah Dong Soo.

Dan seketika itu pula dia tiba-tiba merubah pernyataannya dan mengklaim bahwa dia tidak mengetahui mobil itu. Bok Gu jadi curiga kalau Ji Ah mungkin diancam seseorang, tapi Ji Ah tetap bersikeras menyatakan tidak mengetahui mobil itu. Cemas, Bok Gu diam-diam bertanya apakah terjadi sesuatu padanya hari ini? Dia berusaha mebujuk Ji Ah untuk memberitahunya tapi Ji Ah hanya menunduk dan meminta maaf.


Bok Gu ternyata dipanggil ke rumah sakit karena Min Ah terbangun dari komanya. Suster yang menjaganya memberitahu Bok Gu bahwa Min Ah tidak bisa bicara tapi dia bisa memahami ucapan orang dengan mengedipkan mata. Bok Gu mencoba bicara padanya dan Min Ah menanggapinya dengan kedipan mata.

Lega, Bok Gu pun memberitahu Min Ah untuk terus pura-pura tidak bisa bicara bahkan sekalipun nantinya dia bisa bicara lagi. Min Ah mengedipkan matanya. Bok Gu memberitahunya bahwa jika dia ingin mengatakan sesuatu, katakan hanya kepadanya saja. Lagi-lagi, Min Ah memahaminya dengan kedipan mata.

"Aku sangat senang kau sadar" ujar Bok Gu tulus


Dalam perjalanan pulang, Geum Joo berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak malu. Tapi dia berpikir kalau niat Bok Gu mendekatinya itu tidak baik. Jadi dia memutuskan untuk menghentikan semua ini, dia bahkan tidak mau lagi mengangkat teleponnya Bok Gu.


Tapi sesampainya di depan asramanya, dia melihat Bok Gu sudah menunggunya di sana. Bok Gu tersenyum, tapi Geum Joo terllau malas meladeninya dan langsung berjalan melewatinya tanpa mengucap apapun. Bok Gu berusaha membujuknya dan mengajaknya makan malam dulu baru setelah itu Geum Joo boleh marah-marah padanya. Tapi Geum Joo langsung menampik tangannya dengan kesal.

"Ham Bok Gu-ssi, kita berhenti saja sekarang"

"Memangnya kita pernah memulai sesuatu?" canda Bok Gu


Tapi Geum Joo serius dan langsung mengeluarkan surat kontraknya dan berkata bahwa dia ingin mengakhiri hubungan mereka yang tidak masuk akal ini. Dia langsung bergerak untuk menyobek surat kontrak itu. Tapi Bok Gu sigap menarik tangannya "Atas izin siapa?"

"Mulai sekarang aku tidak membutuhkan izinmu!"

Bok Gu tidak terima dan langsung bergerak maju menyudutkan Geum Joo dan mencengkeram kedua bahunya "Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Cha Geum Joo"

Bersambung ke episode 5

2 comments :