October 11, 2016

Woman With a Suitcase Episode 3 - 1

Episode 3: Menjadi Bawahan Orang Lain.


Bok Gu membawa Geum Joo ke kantor K-Fact dan tiba-tiba menawarkan akan memberikan firma hukum ini pada Geum Joo jika Geum Joo menjadi pengacara. Geum Joo jelas shock mendengar tawaran Bok Gu, dia mau memberikan kantor firma hukum ini padanya? 



Bok Gu menjelaskan maksudnya yang sebenarnya, dia ingin Geum Joo yang mengelola kantor firma hukum ini. Geum Joo boleh memilih sendiri pengacara yang akan memimpin firma hukum ini sampai Geum Joo bisa mendapatkan lencana pengacaranya sendiri.

Tentu saja Geum Joo heran, kenapa Bok Gu memilihnya untuk mengelola kantor ini? Dia menduga pasti alasannya adalah salah satu diantara dua pilihan. Ada sesuatu yang mencurigakan atau... "Kau sudah terpikat olehku?"


Bok Gu cuma tersenyum geli mendengarnya tapi kemudian mendekat "Sekarang, anggap saja aku terpikat olehmu"


Tepat saat Geum Joo keluar dari kantor itu, Pengacara Goo datang dan langsung bertanya penasaran, apa yang Geum Joo lakukan di sini. Sambil pura-pura menampilkan senyum ramah, Geum Joo berkata bahwa dia datang menemui klien.

Pengacara Goo tak percaya, bahkan menyuruh Geum Joo untuk mengaku saja, dia pasti kemari untuk bekerja jadi pembantu. Geum joo mendesah kesal mendengarnya, tapi memutuskan untuk tidak mempedulikannya lagi dan pergi.


Bok Gu termenung menatap kantornya dan teringat bagaimana dulu Geum Joo berusaha keras membujuknya untuk mengungkap pelaku kasus Min Ah yang sebenarnya.


Geum Joo buru-buru masuk ke kereta subway sambil menyeret kopernya. Dalam narasinya, dia bercerita bahwa didalam koper besarnya yang bernama Joojoo itu berisi bukti bahwa dia bekerja keras. Dia mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan kursi kosong, malah melihat seorang nenek yang terpaksa harus berdiri karena tak kedapatan kursi.

Geum Joo langsung mengubah kopernya jadi bangku dan membiarkan nenek duduk di atasnya. Dalam perjalanan, dia mengeluarkan tabletnya untuk mempelajari data kasus terbarunya yang berjudul: Jo Eun Seon - Kasus Pembunuhan Pasangan Star Palace.


Terdakwa Jo Eun Seon tampak sedang berjalan linglung dengan dikawal oleh seorang penjaga penjara.

 

Dalam kilasan flashback, tampak Eun Seon sedang bicara dengan seorang pria yang menyuruh Eun Seon untuk menunggunya karena dia akan datang ke sana. Eun Seon langsung shock dan gemetar ketakutan mendengarnya.


Tak lama kemudian suaminya pulang dalam keadaan mabuk berat. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba kita melihat Eun Seon sedang membawa senapan, lalu kedua tangan suaminya diikat ke kasur. Lalu dengan gemetaran hebat, Eun Seon membekap suaminya dengan bantal.


Eun Seon dibawa masuk untuk menemui pengacaranya. Siapa lagi kalau bukan Suk Woo. Dia melihat Eun Seon melamun dan entah apakah cuma ingin menghibur Eun Seon atau apa, Suk Woo tiba-tiba narsis "Selamat! Anda mendapatkan pengacara paling tampan di Seocho-dong"


Bok Gu melihat-lihat akun Pagebook-nya Tomy Kim lagi dan teringat pembicaraannya dengan Geum Joo malam itu. Setelah menggoda Geum Joo dengan memberitahu Geum Joo untuk menganggap penawarannya karena dia terpikat oleh Geum Joo, Bok Gu mengaku bahwa alasannya memberikan penasaran ini pada Geum Joo adalah karena banyaknya gugatan yang dilayangkan pada K-Fact. Bukankah Geum Joo juga butuh pekerjaan, daripada cuma membagi-bagikan selebaran dan kehujanan di pinggir jalan. Geum Joo tak mempercayainya begitu saja, tapi dia memutuskan akan mempertimbangkan penawaran itu.


Dalam interogasinya, Eun Seon memberitahu Suk Woo bahwa jika suaminya mabuk maka dia akan dihajar sampai hampir mati. Pernah suatu kali dia diikat dan suaminya menelepon cewek panggilan di hadapannya. Jika Suk Woo memeriksa catatan telepon suaminya, mungkin dia akan mendapatkan bukti di situ.

Mendengar itu, Suk Woo langsung menyatakan bahwa dia akan menuntut mengajukan kasus ini sebagai pembelaan diri. Suk Woo menjelaskan bahwa dalam kasus kekerasan fisik dan seksual, korban diperbolehkan membela diri untuk mencegah kekerasan yang akan terjadi.

Suk Woo juga memberitahu bahwa dalam hasil otopsi, ditemukan bekas ikatan di pergelangan tangan korban. Suk Woo bertanya-tanya apakah Eun Seon mengikat suaminya dengan sesuatu. Tapi Eun Seon menyangkal dan mengklaim kalau bekas ikatan di tangan suaminya itu mungkin karena preferensi seksual suaminya yang aneh.

Suk Woo memutuskan mengakhiri interogasinya dan meyakinkan Eun Seon bahwa dia boleh mengganti pengacaranya jika Eun Seon mau. Tapi Eun Seon menolak dan menginginkan Suk Woo untuk meneruskan kasus ini.


Suk Woo lalu duduk di bangku depan toko sambil mempelajari kasus ini. Saat dia melirik bangku di depannya, Suk Woo tiba-tiba teringat saat dia bertemu Geum Joo di tempat itu. Suk Woo mendesah kecewa, berpikir kalau dia mungkin takkan pernah bertemu Geum Joo lagi.


Tapi saat dia kembali ke kantornya tak lama kemudian, dia malah mendapati Geum Joo ada di sana, sedang membersihkan kantornya. Suk Woo sontak kaget melihatnya dan refleks menyapanya dengan sopan. Geum Joo malah heran, kenapa Suk Woo sekaget itu.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Apa lagi? Membersihkan kantorku"

"Kantormu?"

"Kenapa? Apa kita tidak akan bekerja sama lagi?"


Kesal dan malu, Geum Joo langsung melepaskan celemeknya, mau pergi. Tapi Suk Woo langsung tersenyum lebar dan memeluknya erat-erat. Suk Woo mengklaim kalau pelukan itu adalah sambutan selamat datang.


Beberapa saat kemudian, Geum Joo keheranan melihat-lihat berbagai tunggakan tagihannya Suk Woo yang belum dibayar dan membuat Suk Woo jadi malu. Setelah berpikir sejenak, Geum Joo langsung mengajak Suk Woo untuk keluar bersamanya. Diam-diam dia mengajak Suk Woo memperhatikan seorang ahjumma yang tampak ragu-ragu di depan sebuah firma hukum.

Sepertinya dia butuh jasa pengacara tapi ragu. Setelah memperhatikan dengan seksama, Geum Joo langsung menghampiri ahjumma itu dan menawarkan Suk Woo untuk membantu permasalahan ahjumma.


Beberapa saat kemudian, Suk Woo menyetir sebuah mobil van yang didalamnya berisi beberapa ahjumma yang ternyata ingin mengajukan kebangkrutan mereka tapi terlalu takut menemui pengacara karena takutnya pengacara akan menuntut bayaran tinggi pada mereka saat mereka sudah tidak punya uang lagi.


Tak lama kemudian, semua ahjumma itu berkumpul di depan kantor Suk Woo dan Geum Joo membagi-bagikan kartu nama sambil berpromosi bahwa Suk Woo akan menangani kasus pengajuan kebangkrutan dengan biaya sangat murah. Tiba-tiba Suk Woo memanggilnya masuk ke dalam untuk mendiskusikan sebuah kontrak.


Tapi saat mereka sedang berdiskusi, Bok Gu tiba-tiba masuk ke sana. Dan para ahjumma langsung menggosipkannya, mengira Bok Gu datang kemari untuk mengajukan kebangkrutan juga. wkwkwk! Suk Woo mengira Bok Gu datang kemari untuk mengambil tanda terima pembayarannya, tapi Bok Gu menyangkal dan mengaku kalau dia datang untuk mengambil Geum Joo.


Geum Joo buru-buru mengajak Bok Gu bicara di luar. Saat Geum Joo mengomentari kegigihannya, Bok Gu mengaku bahwa Geum Joo telah berhasil membangkitkan jiwa kompetitifnya. Dia lalu menyerahkan sebuah amplop yang berisi surat kontrak dan meminta menghubunginya setelah membaca kontrak itu. Tapi Geum Joo masih curiga dengan niat Bok Gu yang sebenarnya, takut Bok Gu sedang melakukan sebuah rencana licik padanya. Dia tidak mau masuk penjara lagi.

"Cha Geum Joo-ssi, aku tidak akan membiarkanmu masuk penjara lagi. Aku akan memberimu waktu seminggu"


Saat Geum Joo kembali tak lama kemudian, dia meletakkan surat kontraknya di atas tumpukan bukunya Suk Woo dan Suk Woo bertanya-tanya apakah Bok Gu sedang berusaha mendekati Geum Joo. Geum Joo menjawab ambigu, bisa dibilang seperti itulah.

Hmm... sepertinya Suk Woo tampak kecewa mendengar jawabannya. Geum Joo tiba-tiba bertanya, kenapa semua pria seperti itu? Kenapa pria selalu menganggap jawaban 'tidak' itu sebagai jual mahal?

"Iya, kenapa semua begitu, yah? Aku tidak begitu, loh" kata Suk Woo ""Kalau kau merasa terganggu, kau laporkan saja dia sebagai penguntit"


Di kantornya, Pengacara Goo mendapat kabar buruk tentang suaminya yang berselingkuh dan masuk ke sebuah motel. Pengacara Goo shock. Tapi tepat saat itu juga, Hye Joo tiba-tiba datang membawakan kasus Yoon Mi Ra.

Pengacara Goo membuka berkasnya. Tapi dia sedang emosi dan langsung melampiaskannya dengan memarahi dan membentak-bentak Hye Joo, mengkritiki kerja tak becus Hye Joo dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya Hye Joo pelajari dari Geum Joo dan saat dia di kuliah di Boston.

Hye Joo kesal tapi dia menahannya dan meminta Pengacara Goo untuk mengajarinya pelan-pelan, karena dia dengar kalau Pengacara Goo adalah pengacara terbaik dalam kasus perceraian. Tapi Pengacara Goo malah jadi semakin emosi mendengar ucapan terakhir Hye Joo itu.


Paralegal Hwang sedang belajar di perpus saat Geum Joo datang mengagetkannya. Beberapa saat kemudian, mereka duduk bersama dan mendiskusikan masalah penawaran Bok Gu. Paralegal Hwang mengaku bahwa perasaannya tak enak tentang Bok Gu, apalagi dengan banyaknya rumor tentangnya saat dia berhenti menjadi jaksa.


Di K-Fact, Bok Gu sedang rapat membahas gosip tentang perceraian Yoon Mi Ra yang diduga karena perselingkuhan. Di tengah-tengah rapat, tiba-tiba Bok Gu ditelepon 'Spam' yang ternyata adalah Geum Joo.

Geum Joo menelepon untuk memberikan jawabannya, dia menolak. Bok Gu ingin tahu apa alasannya. Geum Joo mengaku sekarang dia menyadari bahwa segala hal ada konsekuensinya, dia yakin bahwa penawaran Bok Gu itu pasti tidak gratis.


Keesokan harinya, Geum joo dan Suk Woo pergi ke pusat forensik untuk meminta foto-foto forensik suaminya Eun Seon. Dan di beberapa foto, tampak tangannya terluka bekas ikatan. Menurut keterangan dokter forensik, tali yang digunakan kemungkinan adalah tali kabel yang biasanya dipakai untuk merapikan kabel-kabel listrik.


Mereka kemudian mendatangi TKP. Suk Woo merasa penggunakan tali kabel itu aneh. Kalau memang tangan korban terikat karena preferensi seksual yang menyimpang, kenapa tangannya tidak terikat dengan syal atau borgol, malah dengan tali kabel? Geum Joo tidak merasa ada yang aneh dengan hal itu, lagi pula masalah penggunaan tali kabel itu kan baru dugaan.


Saat sedang berusaha mencari bukti, Suk Woo bertanya-tanya kenapa Geum Joo tidak membuka amplop pemberian Bok Gu. Geum Joo bercanda mengatakan bahwa karena dia menyukai Suk Woo. Suk Woo langsung melotot mempercayai candaan Geum Joo "Apa kau serius?"

"Tidak" tawa Geum Joo

Suk Woo kecewa mendengarnya dan langsung protes meminta Geum Joo untuk tidak lagi bercanda seperti itu. Karena ucapan Geum Joo tadi membuatnya antusias tanpa alasan. Geum Joo kaget, apa Suk Woo serius?

"Tidak" balas Suk Woo


Suk Woo lalu memutuskan untuk memeriksa lantai bawah. Tapi tiba-tiba Geum Joo memanggilnya, Suk Woo pun cepat-cepat naik kembali. Tapi saking buru-burunya, tak sengaja dia menyenggol sebuah guci sampai guci itu pecah. Tapi didalam guci itu pula, dia menemukan dua buah tali kabel berdarah.


Mereka kembali ke kantor dengan membawa tali itu. Suk Woo memberitahu Geum Joo bahwa berdasarkan pernyataannya, Eun Seon mengklaim bahwa suaminya datang dengan membawa senapan jadi dia tidak punya pilihan selain mendorongnya dan membekap suaminya dengan bantal. Tapi penemuan tali kabel itu jelas sangat melenceng jauh dari kesaksian terdakwa.

Tapi Geum Joo berpendapat bahwa Suk Woo tidak seharusnya berpikir seperti itu karena dia adalah pengacara pembela Eun Seon dan mereka tidak bisa mengubah argumen bahwa kejadian itu adalah pembelaan diri terhadap KDRT.

"Tapi Jo Eun Seo berbohong padaku. Sejujurnya aku tidak tahu seberapa banyak yang bisa kupercayai saat ini"

"Pengacara Ma, membela seseorang itu bukan berdasarkan apa yang kau percayai" ujar Geum Joo. Bahkan sekalipun benar tersangka mengikat suaminya dengan tali kabel ini, tapi apa hubungannya dengan pengacara?


Suk Woo tampak jelas kecewa mendengar ucapan Geum Joo, tidak setuju dengan pendapat Geum Joo. Dia mengingatkan Geum Joo bahwa pengacara tidak boleh menutupi kebenaran ataupun membuat kesaksian palsu.

Bahkan sekalipun dia pengacara pembela, tapi dia bisa mempertimbangkan kebenaran kasus tersebut. Geum Joo tidak sependapat dengannya, apa Suk Woo lupa dengan etika pengacara. Dia tidak boleh mengungkapkan kebenaran yang bisa merugikan kliennya.

Tapi Suk Woo tidak bisa berpikir seperti itu. Dia hanya bisa membela sejauh apa yang dia percayai. Lagipula jika mereka mengabaikan fakta bahwa suaminya Eun Seon terikat, apakah para juri di persidangan nanti akan menyetujuinya. Dia tidak akan mempercayai alasan pembelaan diri Eun Seon sampai dia tahu apa alasan Eun Seon mengikat suaminya.


Geum Joo menyimpan barang bukti itu di brangkasnya Suk Woo dan memperingatkan Suk Woo untuk tidak melakukan apapun yang bisa merusak reputasinya. Lagipula melindungi Suk Woo, adalah bagian dari pekerjaannya sebagai paralegal. Pandangan Suk Woo terhadap Geum Joo sekarang agak berubah, karena sepertinya segalanya tampak sangat sederhana bagi Geum Joo.

Tapi Geum Joo dengan entengnya berkata bahwa bagi Suk Woo segalanya tampak begitu rumit. Kalau Suk Woo tidak suka dengan semua ini, maka dia ganti saja jadi jaksa.


Goo Tae bertanya apakah Bok Gu ditolak lagi oleh Geum Joo. Bok Gu membenarkanya, ini dua kalinya dia ditolak. Tapi dia memang sudah menduganya karena Geum Joo selalu melampaui harapannya. Goo Tae penasaran apakah Bok Gu memberitahu Geum Joo alasannya membuka firma hukum.

Menurutnya akan lebih baik jika Bok Gu memberitahukan detilnya pada Geum Joo, Bok Gu berhenti menjadi jaksa karena kasus yang serupa, kasus gadis tunawisma ini sangat serupa dengan kasus itu. Jadi mereka bisa saling bekerja sama untuk mengungkap kebenaran dibalik kedua kasus itu. Karena itulah Goo Tae menyarankan agar sebaiknya Bok Gu terbuka pada Geum Joo.


Tapi Bok Gu tak yakin "Jika dia tahu, dia mungkin malah akan semakin ingin kabur. Penawaranku pada Geum Joo, bukan hanya karena kasus itu. Aku penasaran, bagaimana dia akan bertahan mulai sekarang"


Suk Woo galau di kantornya, ingin membuka brangkasnya tapi ragu. Keesokan harinya di depan gedung pengadilan, Suk Woo bertanya-tanya apakah Geum Joo membawa tali kabelnya. Geum Joo tampaknya memang tak ingin membawanya, tapi dia berkata pada Suk Woo kalau dia lupa.

Dia berkata kalau dia akan mengambilnya, tapi kemudian dia membuat-buat alasan supaya dia tidak usah pergi mengambilnya. Seolah mengerti niat Geum Joo, Suk Woo tak mempermasalahkannya lagi dan mengajaknya masuk ke ruang sidang sekarang.


Jaksa Choi mulai menanyai saksi pertama yaitu kakak korban yang mengklaim bahwa adiknya sangat baik pada istrinya yang menikmati uang hasil kerja kerasnya adiknya. Dia membantah pernyataan Eun Seon yang mengatakan kalau suaminya tidak pernah memberi nafkah, dan mengklaim kalau adiknya selalu memberikan semua uangnya pada keluarganya.

Saksi menduga kalau Eun Seon membunuh suaminya mungkin untuk mengambil alih semua aset milik suaminya yang pastinya akan jatuh ke tangan putranya yang sekarang belajar di luar negeri jika suaminya meninggal dunia. Saat Hakim bertanya apakah Suk Woo ingin melakukan pemeriksaan silang, Suk Woo berkata tidak.


Jaksa Choi memperlihatkan bukti-bukti foto tangan korban yang tampak ada bekas diikat lalu menanyai saksi ahli yang membenarkan bahwa korban diikat dengan tali kabel. Lagi-lagi, Suk Woo menolak melakukan pemeriksaan silang. Cemas, Geum Joo berusaha memberinya instruksi via chat. Tapi Suk Woo malah mematikan hapenya.

Jaksa Choi mengklaim bahwa korban berada dalam posisi dimana dia tidak bisa melawan saat korban meninggal dunia. Walaupun terdakwa mengklaim terancam bahaya kekerasan, tapi faktanya dia membekap suaminya sampai mati saat suaminya sedang tidur. Karena itulah Jaksa Choi menuntut agar terdakwa mendapat hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan pembunuhan. Persidangan langsung heboh mendengar tuntutan Jaksa Choi.

Bersambung ke part 2

3 comments :