October 7, 2016

Woman With a Suitcase Episode 2 - 2


Beberapa saat kemudian, Geum Joo berlari ke kantor polisi, menyapa para polisi kenalannya sambil membagi-bagikan minuman kesehatan. Tapi tujuan utamanya adalah menemui Detektif Kim yang menangani kasus Bok Gu.



Dalam interogasinya, Detektif Kim memberitahu Bok Gu bahwa dia sebenarnya tidak dituduh atas percobaan pembunuhan karena Yoo Ri sebenarnya melakukan percobaan bunuh diri. Detektif Kim memperhatikan Bok Gu tampak tidak terlalu terkejut mendengar informasi itu. Tapi Bok Gu benar-benar terkejut dan tak percaya saat Detektif Kim berkata bahwa dia dituduh melakukan percobaan pemerkosaan terhadap Yoo Ri.


Di Firma Hukum Ohsung, Hye Joo diperkenalkan sebagai pengacara baru mereka yang merupakan lulusan magister hukum Universitas Boston. Pengacara Goo dengan sinis menyindir gelarnya Hye Joo, jaman sekarang banyak orang lulusan LLM (Master of Laws Legum Magister).

Pengacara Goo bahkan tak segan menyindir keanehan kasus Geum Joo, kenapa hanya paralegal yang menanggung kesalahan pelanggaran UU pengacara? Bukankah seharusnya hal itu adalah tanggung jawabnya Hye Joo sebagai pengacara?


Dong Soo menyuruh Pengacara Goo untuk bersikap baik pada Hye Joo karena mulai sekarang Hye Joo akan menjadi rekannya Pengacara Goo. Pengacara Goo langsung shock, kenapa Hye Joo harus menjadi partnernya? Tidak mau!


Di rumah sakit, pihak penyidik memotret bukti luka-luka yang ada di tubuh Yoo Ri. Dalam flashback, kita melihat Bok Gu memang mencengkeram tangan Yoo Ri yang memegang pisau untuk mencegahnya bunuh diri. Setelah beberapa saat bergulat, Bok Gu akhirnya berhasil melepaskan pisau itu dari tangan Yoo Ri, tapi tak sengaja pisau itu melukai tangan Bok Gu. Jadi darah yang menempel di baju Bok Gu itu sebenarnya darahnya sendiri.


Geum Joo menemui Bok Gu di depan rumah sakit setelah dia mendapatkan berkas kasusnya. Dia berkata bahwa Bok Gu akan ditahan karena sidik jari Bok Gu ditemukan di tangan Yoo Ri. Baju renangnya Yoo Ri juga ditemukan dalam keadaan sobek dan sepertinya akan sidik jarinya Bok Gu juga akan ditemukan di pisau yang diduga digunakan Bok Gu sebagai senjata untuk melakukan kejahatannya.

Geum Joo dengan agak tak enak mencoba bertanya, apakah Bok Gu benar-benar melakukan percobaan pemerkosaan. Bok Gu cuma menatapnya tajam, tapi itupun sudah cukup bagi Geum Joo sebagai jawaban. Karena raut wajah Bok Gu menunjukkan perasaan sangat marah dan merasa diperlakukan secara tak adil. Ekspresi Bok Gu itu jelas lebih meyakinkan daripada cuma sekedar kata-kata.

"Bukankah itu artinya aku tampak bersalah?"

"Untunglah aku bisa mengenali kebenaran klienku dengan cukup cepat. Kau mungkin pria jahat, tapi kau bukan baj*ngan"


Geum Joo sebenarnya ingin menyarankan agar Bok Gu berdamai, tapi cara itu malah sama saja mengakui dirinya bersalah dan bisa saja menghancurkan K-Fact. Bok Gu langsung mendengus sinis mendengarnya, K-Fact akan hancur hanya karena Yoo Ri? Geum Joo berusaha menyemangatinya dan meyakinkan Bok Gu bahwa walaupun kasus ini nantinya akan sangat melelahkan, tapi Bok Gu harus membuktikan dirinya tidak bersalah.

Geum Joo lalu bersiap dengan kertas dan pulpen untuk menginterogasi Bok Gu. Tapi Bok Gu tiba-tiba mengusirnya, menolak membicarakan detil kasusnya pada Geum Joo dan menyatakan tugas Geum Joo sudah selesai.


Tepat saat itu juga, Pengacara Goo datang dan langsung menyindir Geum Joo lagi. Geum Joo melirik Bok Gu dengan kecewa, tapi terpaksa dia menyerahkan berkas kasus itu pada Pengacara Goo lalu pergi dengan kesal.


Berbeda dengan Geum Joo, Pengacara Goo malah menyarankannya untuk berdamai dan menandatangani kontrak kesepakatan dengan membayar sejumlah uang pada Yoo Ri. Pengacara Goo menyarankan hal ini karena dia sangat yakin Bok Gu akan divonis bersalah berdasarkan banyaknya bukti kuat yang dimiliki korban, ditambah lagi tidak ada CCTV.

Bok Gu seketika menyadari kesalahannya. Pengacara Goo terlalu meremehkan kasus ini dan langsung membanding-bandingkannya dengan Geum Joo. Pengacara Goo tak terima dibanding-bandingkan dengan seorang paralegal, dia benar-benar sangat yakin kalau Bok Gu akan divonis bersalah karena kurangnya bukti yang Bok Gu miliki.

Bok Gu mencoba meminta pendapat Hye Joo, apakah menurut Hye Joo dia bersalah atau tidak. Hye Joo hendak mengutarakan pendapatnya, tapi Pengacara Goo memotongnya sebelum Hye Joo sempat mengucapkan apapun dan menyatakan bahwa yang paling penting bukan Bok Gu bersalah atau tidak, melainkan dia bisa memenangkan kasus ini atau tidak.

"Kau sudah menyerah terhadap bukti tak langsung. Kalau seperti ini kau tidak akan bisa meyakinkan hakim ataupun jaksa. Kau sudah memberiku vonis bersalah dalam pikiranmu" sindir Bok Gu


Yoo Ri melakukan konferensi press yang dihadiri awak media dan para fansnya. Sambil menangis air mata buaya, dia curhat tentang perasaan takut dan malunya karena ulah Bok Gu.


Bok Gu menonton konferensi press itu di TV. Go Goo Tae menyarankan akan mereka menyebarkan foto-foto skandal Yoo Ri. Tapi Bok Gu melarang karena saat ini orang-orang lebih tertarik mendengar kisah yang Yoo Ri ucapkan. Percuma menyebarkan foto itu saat air sudah terlanjur keruh. Sesampainya di kantor, mereka langsung diserbu media dan para fansnya Yoo Ri yang memaksanya untuk mengakui kejahatannya.


Geum Joo juga menonton konferensi press itu di TV subway bersama dengan orang-orang yang mempercayai cerita Yoo Ri. Bok Gu menelepon saat itu dan bertanya apakah Geum Joo benar-benar bisa membuatnya mendapat vonis tidak bersalah? Geum Joo mengiyakannya.


Beberapa saat kemudian, Geum Joo mendatangi kantornya Suk Woo dan langsung to the point meminta Suk Woo untuk memperlihatkan semua kasus yang ditanganinya. Suk Woo bingung, tapi akhirnya dia menuruti Geum Joo dan memperlihatkan berkas semua kasusnya.

Sementara Geum Joo mempelajari berkas-berkasnya, Suk Woo menceritakan hasil kasus pemerkosaan yang mereka bicarakan waktu itu. Pria itu ternyata ingin putus tapi si wanita tidak mau, si pria akhirnya memutuskan melaporkan kekasihnya itu agar pria itu bisa menyelamatkan mukanya sendiri di hadapan istrinya.

Setelah mempelajari semua berkas itu, Geum Joo berkomentar kalau semua kasus itu adalah kasus pembelaan umum. Sekarang Geum Joo mengerti kenapa Suk Woo sangat menyukai snack (penghasilannya tidak cukup untuk membeli makanan yang lebih layak).

"Aku suka hamburger juga kok" kata Suk Woo

"Mulai sekarang, aku akan membuatmu bisa makan steak"


Bok Gu lalu mengajak Suk Woo menemui Bok Gu yang langsung menunjukkan surat kontrak lalu bertanya dimana pengacaranya. Geum Joo langsung menunjuk Suk Woo. Bok Gu langsung menyindir Suk Woo dengan sinis, tak suka dengan fakta kalau pengacaranya masih muda dan kurang pengalaman. Geum Joo cepat-cepat mengingatkan Bok Gu bahwa Bok Gu membutuhkannya sementara dia membutuhkan Suk Woo sebagai pengacara.

Geum Joo lalu menyerahkan surat kontrak itu pada Suk Woo untuk ditandatangani sambil mengingatkan Suk Woo akan nasehatnya, bayaran dulu baru kerja. Suk Woo pun langsung meminta Bok Gu untuk membayar dulu. Berapa? tanya Bok Gu. Geum Joo memberinya isyarat dengan 3 jari.

"3 juta won" ujar Suk Woo


Geum Joo langsung mengernyit, bukan segitu yang dia maksud. Bok Gu langsung mendengus geli sambil mengomentari Suk Woo ternyata punya hati nurani juga, sementara Geum Joo terus berusaha menggoyang-goyang 3 jarinya pada Suk Woo.

Baru saat itulah Suk Woo menyadari kesalahannya, yang Geum Joo maksud 30 juta won. Bok Gu setuju saja dan dia juga akan setuju jika Geum Joo mengganti pengacaranya, tapi Geum Joo meyakinkannya bahwa dia tidak berniat melakukan itu.


Setelah itu, Geum Joo dan Suk Woo saling bekerja sama menyelidiki kasus ini. Baru melihat foto-foto beberapa bukti saja Suk Woo sudah hampir menyerah. Tapi Geum Joo tiba-tiba mengajak Suk Woo keluar untuk menguji teori publik figur. Suk Woo mencoba bertanya-tanya tentang hubungan Geum Joo dan 'si bloon' itu, tapi Geum Joo sendiri sedang terlalu fokus memperhatikan bukti foto-foto CCTV yang beredar di medsos.

Dia memperhatikan ada yang aneh dari foto itu karena berdasarkan keterangan penyidik TKP, seharusnya tidak ada rekaman CCTV karena CCTV di TKP menghadap ke arah luar rumah, sementara foto itu tampak jelas memperlihatkan bahwa ada CCTV yang menghadap langsung ke arah Yoo Ri yang berdiri di tepi kolam renang.


Geum Joo ternyata mendapatkan foto-foto itu karena Suk Woo ternyata anggota fan cafe-nya Yoo Ri. Tapi Suk Woo ngotot mengklaim kalau dia bukan fans-nya Yoo Ri dan dia melakukan itu hanya karena bosan saat wamil dulu. Dan berkat pengetahuan Suk Woo itulah, mereka bisa menemukan si pengunggah foto-foto CCTV itu dengan cepat.


Mereka pergi ke rumah si pengunggah foto yang memakai username 'YooriLove' untuk menanyakan dari mana dia mendapatkan foto-foto itu. YooriLove tampak takut pada Geum Joo, Suk Woo pun berusaha membujuknya untuk bicara padanya saja karena dia adalah fans-nya Yoo Ri juga.

YooriLove tak percaya dan mencoba mengetes pengetahuan Suk Woo tentang Yoo Ri dengan menanyakan ultahnya Yoo Ri, dan Suk Woo langsung bisa menyebutnya tanpa ragu. (Pfft! Katanya bukan fans?) Geum Joo kembali membahas foto itu dan menduga kalau YooriLove mendapatkan foto-foto itu pasti karena dia menginstal kamera tersembunyi secara ilegal. YooriLove langsung memalingkan muka.


Hari ini adalah persidangan Bok Gu. Begitu dia tiba di gedung pengadilan, para media langsung mengerubunginya dan mencoba bertanya ini-itu, tapi Bok Gu tetap bungkam. Saksi pertama yang dipanggil jaksa adalah Managernya Yoo Ri, orang yang pertama kali menemukan Yoo Ri mengambang di kolam dan orang pertama yang melaporkan kasus ini sebagai percobaan pembunuhan karena dia pikir Yoo Ri sudah mati saat itu.

Dan saat Yoo Ri sudah sadar, dia bercerita bahwa dia hampir diperkosa oleh Bok Gu dan buktinya adalah lebam yang ada di lengan Yoo Ri. Jaksa langsung mempresentasikan bukti berupa foto luka-luka yang ditemukan di tubuh Yoo Ri. Selama persidangan, Geum Joo memberi berbagai instruksi pada Suk Woo lewat chat. Dan berdasarkan instruksi Geum Joo pula, Suk Woo memutuskan untuk tidak mengajukan pertanyaan apapun pada saksi pertama.


Di Ohsung, Pengacara Goo lagi-lagi menyindir Hye Joo lalu menggerutui Geum Joo yang menurutnya sudah mencuri kasusnya Bok Gu dari mereka. Hye Joo terkejut mendengarnya, sama sekali tak tahu kalau Geum Joo lah yang menangani kasus itu sekarang. Mendengar itu, Pengacara Goo langsung menyindirnya lagi. Hye Joo tidak pernah menghubungi Geum Joo lagi? Hye Joo pasti tidak mau terlibat dengan Geum Joo lagi, iya kan?


Selanjutnya adalah giliran Bok Gu. Saat Jaksa berusaha menyindirnya dengan mempertanyakan apakah Bok Gu merasa bergairah saat melihat Yoo Ri hanya memakai bikini, Bok Gu dengan entengnya membalas sindirannya "Pak jaksa, apa anda selalu merasa bergairah di kolam renang?"

Geum Joo yang berada di belakang mereka, langsung berusaha menahan senyum geli mendengar sindirian Bok Gu. Si jaksa jadi kesal dan menyuruh Bok Gu untuk menjawab pertanyaannya dengan jawaban Ya atau Tidak saja. Bok Gu pun menjawab tidak.

 

Jaksa langsung menunjukkan barang bukti berupa baju renangnya Yoo Ri yang sobek dan menuduh Bok Gu menyobek baju renang itu dengan pisau. Tapi Bok Gu tetap tenang dan menyangkal semua pertanyaan Jaksa.

Saat Jaksa menuntut penjelasan Bok Gu tentang kenapa darah dan sidik jarinya bisa ada di pisau itu, Bok Gu menjelaskan dengan jujur bahwa dia hanya berusaha mencegah Yoo Ri melakukan bunuh diri. Tapi Jaksa langsung menuduh Bok Gu menggunakan pisau itu untuk memotong baju renangnya Yoo Ri.


Bok Gu dengan tenangnya menyatakan bahwa baginya Yoo Ri tidak cukup menarik baginya hingga dia ingin menyobek baju renangnya, karena dia tidak menyukai wanita yang ototnya terlalu kencang. Suk Woo jadi panik dengan kesembronoan Bok Gu, Geum Joo menginstruksikan Suk Woo untuk bersikap teori publik figur sebaik mungkin dengan cara tampil seolah dia terpojok.


Atas instruksi Geum Joo, Suk Woo langsung menyela sesi sindir-menyindir antara Jaksa dan Bok Gu untuk meminta izin hakim memanggil saksi kelima yaitu YooriLove yang tampak gugup saat dia duduk sebagai saksi. Suk Woo mulai menanyakan foto CCTV yang diunggahnya ke medsos, apakah YooriLove mengambil foto ini sendiri? YooriLove dengan gugup mengiyakannya dan mengkonfirmasi bahwa dia mengambil gambar itu dari CCTV tersembunyi yang dia instal bersama fans lain.

Persidangan jadi ribut mendengar klaim YooriLove. Yoo Ri pun tampak mulai panik. Tapi saat YooriLove mengaku kalau dia sudah menghapus video itu, Yoo Ri langsung tersenyum licik lagi. Tapi Suk Woo terus mendesak YooriLove untuk memberitahu apa yang dia lihat didalam video itu.


YooriLove menatap Yoo Ri dengan bimbang. Tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk mengaku jujur bahwa dia melihat Yoo Ri berenang, lalu masuk kedalam, dia lalu melihat Bok Gu keluar dan Yoo Ri keluar lagi setelah itu. Dia terdiam ragu, tapi Suk Woo terus mendesaknya hingga akhirnya dia mengaku bahwa dia melihat Yoo Ri memotong-motong baju renangnya dengan pisau.


Persidangan jadi semakin ribut. Para fans yang menyaksikan persidangan, langsung ribut tidak mempercayai pernyataan YooriLove. Yoo Ri jadi semakin panik sampai akhirnya dia terprovokasi, dia langsung bangkit dan menuduh YooriLove bukan fansnya, melainkan penguntit yang selalu menyebar rumor jelek tentangnya. Dia bahkan menuduh YooriLove menderita penyakit jiwa.


Geum Joo langsung menyindir sikap Yoo Ri yang sudah sangat keterlaluan pada orang yang sudah lama menjadi penggemarnya. YooriLove pun kecewa dan patah hati mendengar tuduhan Yoo Ri. Seorang fans lain yang sedari tadi diam, langsung bangkit untuk membela YooriLove.

Dia sama sekali tidak menyangka kalau Yoo Ri akan setega ini pada fans beratnya yang selama ini selalu membantu menutupi ulah Yoo Ri. Pria itu lalu mengejutkan semua orang dengan mengumumkan bahwa walaupun YooriLove sudah menghapus videonya, tapi dia masih memiliki video itu. Pria itu langsung memutar videonya yang jelas-jelas menunjukkan Yoo Ri memotong-motong sendiri baju renangnya.


Persidangan itu jadi semakin ribut, sementara Geum Joo langsung nyengir lebar penuh kemenangan. Bok Gu menatap Geum Joo yang menyibak rambutnya dengan penuh bangga.


Setelah sidang usai, Bok Gu melihat Geum Joo dan Suk Woo saling bersorak senang atas kemenangan ini. Dia mendekati mereka untuk memberikan bayaran mereka. Bok Gu juga memuji Suk Woo atas kerja bagusnya. Sesaat kalimatnya terdengar seperti pujian mereka, tapi kemudian dia menambahkan dengan nada menyindir... "Sebagai bonekanya paralegal"


Kesal, Suk Woo langsung meminta Geum Joo untuk tidak lagi mengambil kasusnya Bok Gu. Tapi Geum Joo tak setuju karena Bok Gu itu klien yang hebat. Bukan karena dia mau membayar mahal, tapi karena Bok Gu mempercayai mereka. Suk Woo penasaran, apakah Geum Joo mempercayai Bok Gu sejak awal? Bukankah Geum Joo pernah menasehatinya untuk meragukan kliennya sendiri. Geum Joo mengaku bahwa dia bukannya percaya atau tidak percaya pada Bok Gu, dia hanya yakin kalau Bok Gu punya selera wanita yang lebih baik.

Mereka lalu berjalan pergi bersama sambil membicarakan tentang teori publik figur dan Geum Joo memuji kerjanya Suk Woo. Geum Joo berpikir "Jika kau kehilangan sesuatu maka kau akan kehilangan sesuatu. Tapi jika kau kehilangan sesuatu, kau pasti akan mendapatkan sesuatu yang lain. Karena kehilangan karirku, aku mendapatkan klien yang kasar dan seorang rekan yang punya masa depan yang cerah"


Sekretarisnya Bok Gu merecoki Bok Gu tentang pemberitaan media tentang Bok Gu dan Yoo Ri. Sekretaris cemas masalah ini akan terulang, karena itulah dia menyarankan agar Bok Gu selalu membawanya ikut serta kemanapun Bok Gu pergi, bahkan saat Bok Gu pergi kencan sekalipun.


Hye Joo sedang berjalan saat Geum Joo tiba-tiba memanggilnya. Sepertinya Hye Joo benar-benar ingin putus hubungan dengan Geum Joo, dia tampak jelas tak suka dan butuh waktu beberapa saat sebelum berbalik dan menyapa Geum Joo dengan senyum palsu. Mereka lalu duduk bersama di cafe, Geum Joo sama sekali tidak ada pikiran buruk tentang Hye Joo, malah merasa bersalah karena tidak bisa membantu biaya kuliah Hye Joo di luar negeri.

Hye Joo bertanya apakah sekarang Geum Joo bekerja bersama Bok Gu sekarang? Geum Joo menyangkalnya. Bahkan saat Bok Gu menelepon, dia langsung membalik hapenya dan mengacuhkan teleponnya Bok Gu.


Go Goo Tae memuji kehebatan Geum Joo dalam menangani kasusnya Bok Gu ini. Karena itulah dia bertanya-tanya, apakah menurut Bok Gu, Geum Joo cocok untuk 'pekerjaan itu'? Bok Gu berkata tidak, karena Geum Joo bahkan tidak punya lencana pengacara. Tapi tampak jelas dia merenungkan saran Goo Tae itu.


Saat Geum Joo berjalan pulang malam harinya, dia mendapati Bok Gu sedang menunggunya lalu mengajaknya pergi ke suatu tempat. Dalam perjalanan, mengaku bahwa dia tahu tentang Geum Joo yang sudah pernah gagal 5 kali dalam ujian negara, Geum Joo pasti menderita Testophobia (phobia pada ujian).


Bok Gu membawa Geum Joo ke sebuah kantor kosong yang tampak mewah. Geum Joo langsung menyindir Bok Gu karena dia kira Bok Gu menunjukkan kantor ini cuma untuk pamer real-estate padanya. Tapi Bok Gu tiba-tiba bertanya apakah Geum Joo bisa mengatasi phobianya "Apa kau pikir... kau bisa menjadi pengacara? Jika iya maka Firma Hukum ini akan menjadi milikmu"

Bersambung ke episode 3

5 comments :