October 4, 2016

Woman With a Suitcase Episode 2 - 1

Episode 2: Menjadi Orang Jahat.


Dalam persidangannya, Hakim meminta Geum Joo untuk memberikan pernyataan terakhirnya. Geum Joo berdiri, menatap Hye Joo yang hanya bisa menunduk dan semua hadirin sebelum dia berkata bahwa pengacaranya yang sudah berusaha keras membelanya tapi pada akhirnya dia tetap dinyatakan bersalah.



Dia menduga kalau dia akan dipenjara satu tahun atas tuduhan penyalahgunaan wewenang yang dilemparkan jaksa padanya, seperti: Terlibat secara langsung dalam kasus, menganjurkan sumpah palsu pada orang lain, mengungkapkan fakta kasus yang masih dalam penyelidikan kepada media dan membocorkan informasi saat dia sedang bertugas.

Tapi Geum Joo mengklaim bahwa semua tuduhan yang dialamatkan padanya itu tidak benar. Dia hanya dijebak karena seorang pria bernama Tomy Kim. Walaupun dia tidak punya bukti, tapi Geum Joo yakin bahwa Tomy Kim adalah pelaku sebenarnya dari kasus Min Ah dan dia sudah sangat dekat untuk membuktikan ornag itu sebagai pelaku. Jaksa langsung mengajukan keberatannya dan menuduh Geum Joo mengatakan hal yang tidak berhubungan dengan kasusnya ini.


Hakim hendak mengakhiri sidang ini, tapi Geum Joo menyala dan minta izin untuk mengatakan pernyataan terakhirnya "Sidang ini... sampah!"

Semua orang langsung tercengang mendengarnya, hanya Anna satu-satunya yang bertepuk tangan mengagumi Geum Joo. Seperti itulah, Geum Joo akhirnya dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Setahun kemudian...


Geum Joo akhirnya dikeluarkan dari penjara sambil menyeret koper besarnya dan menenteng tas Ratu Monaco-nya. Sementara di tempat lain, Bok Gu menyuruh seorang kamerawatinya untuk naik ke jembatan Sungai Han untuk memotret entah apa.


Dalam beberapa kilas adegan, kita melihat seorang wanita berpakaian bikini sedang berenang dan Bok Gu melihatnya dari atas balkon, wanita itu lalu tampak berjalan mendekati Bok Gu. Dalam kilas adegan lain, tampak wanita itu melepaskan jaketnya Bok Gu, lalu Bok Gu menyetir mobil dengan baju bernoda darah. Lalu seorang pria tampak menceburkan dirinya ke kolam dengan panik karena menemukan wanita itu tenggelam sambil memanggil-manggilnya "Yoo Ri-yah! Yoo Ri-yah!"


Keluar dari gerbang penjara, Geum Joo dijemput oleh suaminya dan selingkuhannya. Mereka langsung berkumpul di cafe dimana si selingkuhan dengan gaya sok imutnya memberitahu Geum Joo tentang hubungannya dengan Sang Yub, dia mengklaim bahwa perasaan mereka pada satu sama lain berkembang saat Geum Joo dipenjara dan Sang Yub menderita sendirian.

Sang Yub langsung menyela dan memberitahu Geum Joo untuk menuntutnya saja kalau Geum Joo mau. Semua uangnya Geum Joo sudah habis untuk membayar denda pengadilannya. Sang Yub bicara tanpa berani menatap mata Geum Joo. Tapi si selingkuhan diam-diam menyemangati Sang Yub hingga akhirnya Sang Yub punya keberanian untuk terus bicara dan menyatakan kalau dia tidak mau lagi hidup bersama dengan wanita hebat seperti Geum Joo.


Di tempat lain, Bok Gu memberikan pengarahan pada kamerawatinya. Sasaran mereka adalah seorang artis bernama Yoo Ri yang tampak sedang berduaan dengan seorang pria didalam sebuah mobil sedan putih, tapi film kaca mobil itu cukup gelap hingga membuat sang kamerawati tidak yakin apakah yang didalam itu Yoo Ri atau tidak. Bok Gu tidak peduli, biar saja nanti pembaca yang menilainya sendiri apakah itu Yoo Ri atau bukan.


Geum Joo hendak pindahan. Sebelum pergi, dia menatap gedung apartemennya untuk yang terakhir kalinya. Tapi tiba-tiba dia melihat suaminya didorong si selingkuhan untuk mengucapkan selamat tinggal pada Geum Joo. Tapi bukan cuma sekedar pamitan, Sang Yub benar-benar bertekad mengakhiri hubungannya dengan Geum Joo dengan meminta Geum Joo untuk menyerahkan duplikat kunci rumah yang ada padanya.


Geum Joo pindah ke sebuah kamar yang sangat sempit. Setelah memindahkan semua barang-barangnya, Geum Joo menatap ruangan sempit itu dan teringat pada masa lalunya. Suatu hari dia pulang dengan wajah lesu karena kasusnya kalah, Sang Yub langsung cemas melihatnya dan menggerutui siapapun yang telah mengganggu 'pohon emasnya'. Sang Yub sangat berapi-api sampai membuat Geum Joo merasa tersentuh oleh kemarahan Sang Yub untuknya dan dia langsung bisa tersenyum karenanya.


Geum Joo berkaca-kaca mengenang kenangan indah itu. Tapi sesaat kemudian dia tersadar dari lamunannya dan mengusir kenangan itu. Dia melihat tas Ratu Monaconya dan memutuskan untuk menjualnya. Tapi di toko, dia malah diberitahu kalau tas itu palsu. Akhirnya Geum Joo melampiaskan semua kesialannya hari ini dengan minum soju seorang diri. Melihat tas Ratu Monako palsunya, Geum Joo jadi teringat pada ucapan Bok Gu yang mengingatkannya bahwa dia bukan pengacara, tapi pengacara palsu.


Bok Gu pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Min Ah yang masih koma. Suster meyakinkan Bok Gu bahwa dia yakin Min Ah pasti akan sadar.


Di tempat lain, Tomy Kim sedang bersama wanita anak buahnya yang bernama Seo Ji Ah. Dia berceramah tentang kehidupan yang membuat Ji Ah tampak gemetar ketakutan terutama karena ceramah itu memang digunakan untuk menyindir Ji Ah. Tomy Kim lalu bertanya dimana Ji Ah menyembunyikan Min Ah? Anak tunawisma yang di pemakaman waktu itu bukan Min Ah.

Ji Ah dengan gugup mengklaim kalau dia tidak mengerti apa maksud Tomy Kim. Dan gemetarannya tampak semakin menghebat saat Tomy Kim memegangi kedua bahunya dan mengancam akan membunuhnya jika dia berbohong dan burung beonya mengulang ancaman itu berulang kali. (hmm, apa mungkin Bok Gu dan Ji Ah bekerja sama menyembunyikan Min Ah?)


Paralegal Hwang sedang gotong royong membersihkan jalan saat Geum Joo mendatanginya, Paralegal Hwang langsung mengomeli Geum Joo karena tidak mendengarkan peringatannya tentang kasus ini. Anna datang tak lama kemudian dan langsung mengajak mereka berdua pergi menangkap Tomy Kim sekarang juga.

Tapi Geum Joo dan Paralegal Hwang malah santai-santai saja dan kembali meneruskan pekerjaan mereka, membuat Anna jadi frustasi karena dia sudah semangat tinggi ingin segera membongkar identitas Tomy Kim.


Setelah selesai, mereka bertiga makan siang bersama. Paralegal Hwang memberitahu Geum Joo tentang apa yang terjadi pada persidangan Gyeong Hwan waktu itu. Dalam persidangan pertama, Gyeong Hwan hanya bisa membeku karena Geum Joo tak ada dan sidangnya tidak berjalan dengan baik. Tapi dalam sidang kedua Gyeong Hwan menyetujui masa hukumannya.

"Bagaimana dengan Mi Na? Apa dia sudah sadar?" tanya Geum Joo

Paralegal Hwang dan Anna langsung terdiam canggung selama beberapa saat sebelum akhirnya Paralegal Hwang memberitahu bahwa selama Geum Joo dipenjara, Mi Na meninggal dunia. Geum Joo langsung terdiam sedih mendengarnya. Karena itulah Paralegal Hwang menasehati Geum Joo agar sebaiknya dia melupakan Tomy saja. Anna tak setuju, kenapa mereka harus menyerah saat pelaku yang sebenarnya masih berkeliaran di luar sana.

Paralegal Hwang langsung mengalihkan topik dan menanyakan Hye Joo. Geum Joo memberitahu kalau Hye Joo sekarang belajar ke luar negeri. Anna langsung menggerutu tak suka, seharusnya Hye Joo mengurus Geum Joo selama Geum Joo di penjara, tapi dia malah meninggalkan Geum Joo dengan belajar ke luar negeri. Padahal selama ini Geum Joo telah banyak membantunya membawakan kasus-kasus yang bagus, apa Hye Joo seperti ini karena mereka saudara tiri?


Kita melihat Hye Joo kuliah di Universitas Boston. Hari itu dia menghadiri kelas yang membahas tentang UU anti-paparazi.


Sementara itu di Korea, Bok Gu sedang rapat membahas foto pasangan selebritis yang berduaan didalam mobil itu. Tapi di tengah-tengah rapat, Bok Gu tiba-tiba mendapat telepon dari Yoo Ri. Saat Yoo Ri menanyakan foto yang Bok Gu ambil di dari atas jembatan Sungai Han, Bok Gu dengan tenangnya membenarkan hal itu. Yoo Ri langsung berteriak marah, menuntut apa yang sebenarnya Bok Gu inginkan darinya?

"Aku hanya ingin negosiasi yang wajar" jawab Bok Gu


Geum Joo tengah berusaha mencari pekerjaan baru di sebuah Firma Hukum. Saat Direktur firma hukum itu mengingatkan Geum Joo tentang bagaimana dulu Geum Joo pernah menolak teleponnya, Geum Joo berusaha meminta maaf dengan rendah hati dan mengakui dirinya sekarang adalah paralegal yang memiliki cela. Yakin kalau dia akan diterima, Geum Joo langsung menawarkan kesepakatan bagi untung yang sangat rendah hati. Tapi sayangnya, dia tetap ditolak.


Yeon Joo keluar dengan kecewa. Tiba-tiba dia mendapat panggilan dari firma hukum lain. Geum Joo langsung berlari secepat mungkin ke tempat pertemuan. Tapi setibanya di sana, orang yang menemuinya adalah Pengacara Goo yang sekarang gaya fashionnya tampak lebih mewah.

Geum Joo mengira kalau Pengacara Goo ingin bertemu dengannya untuk mempekerjakannya. Karena itulah, dengan pedenya Geum Joo memberitahu bahwa dia tidak butuh opsi dan hanya butuh gaji paralegal. Tapi Pengacara Goo malah mengusirnya begitu saja dan mengakui kalau dia memanggil Geum Joo hanya untuk memastikan saja. Dia mengira kalau Geum Joo masih punya satu atau dua klien besar setelah insiden yang menimpa dirinya, tapi sekarang dia puas mengetahui Geum Joo ternyata benar-benar tak memiliki apapun.


Geum Joo berjalan pergi sambil merutuki Pengacara Goo. Tapi di tengah jalan, kakinya yang memakai sepatu high heels mulai kesakitan. Akhirnya dia masuk ke sebuah toko untuk membeli perban dan sebotol kopi. Tapi uangnya tak cukup dan akhirnya terpaksa dia membatalkan kopinya.

Saat sedang menempelkan perban di kakinya, Suk Woo tiba-tiba duduk di hadapan Geum Joo dengan gaya ala pengacara profesional dan sibuk mempelajari kasusnya. Geum Joo langsung mengenalinya sebagai orang yang pernah bertemu dengannya di lift waktu itu. Yang tidak dia sangka adalah lencana pengacara yang sekarang tersemat di jas Suk Woo.


Geum Joo langsung mencoba menyapanya dengan menanyakan insiden saat mereka bertemu di lift waktu itu. Suk Woo juga langsung mengenalinya. Geum Joo berkomentar tentang wajah Suk Woo yang sepertinya sedang ada masalah dan mencoba menawarkan bantuan. Suk Woo pun langsung bertanya "Apa kau pernah melakukan pemerkosaan?" (hahaha!)

Maksudnya apakah Geum Joo pernah menangani kasus pemerkosaan. Tapi kalimatnya ambigu sekali sampai-sampai membuat pegawai toko yang tak sengaja mendengar percakapan mereka jadi salah paham. Apalagi diskusi mereka selanjutnya benar-benar menyesatkan.

"Pernah" jawab Geum Joo dengan entengnya.

"Berapa kali?"

"Sekitar 100 kali?"

"Oh, benarkah? Kalau begitu kau pasti sangat hebat"

"Aku cukup ahli di bidang itu"


Senang, Suk Woo pun langsung meminta Geum Joo untuk melihat dokumennya itu. Si pegawai toko ketakutan pada mereka dan cepat-cepat kembali ke tokonya. Kasus pemerkosaan yang ditangani Suk Woo tenryata bukan kasus perkosaan biasa karena dalam kasus ini si wanita lah yang dituduh sebagai pelakunya.

Setelah meminjam uang dari Suk Woo untuk membeli sebotol kopi yang tadi dibatalkannya, Geum Joo membaca laporan kasusnya Suk Woo itu. Geum Joo berkomentar bahwa kasus itu sangat menarik dan Suk Woo bisa sukses besar jika dia memenangkan kasus ini. Geum Joo mengklaim kalau Suk Woo bisa memenangkan kasus ini jika Suk Woo mau bekerja sama dengannya.

Suk Woo tentu saja langsung menerima tawarannya dengan senang hati. Geum Joo pun langsung memberikan kartu namanya sambil membual tentang keberuntungan Suk Woo bisa bekerja bersamanya.


Tapi Suk Woo langsung kecewa, karena awalnya dia mengira Geum Joo adalah pengacara. Ditambah lagi saat ini dia sedang tidak mampu menyewa jasa paralegal, membayar sewa kantornya saja dia sudah cukup kesulitan.

kesal, Geum Joo langsung memasukkan semua barang-barangnya dan bersiap pergi. Suk Woo jadi panik dan berusaha membujuk Geum Joo dengan menawarkan makanan apapun yang Geum Joo inginkan. Geum Joo mengklaim kalau tersangka ini akan divonis bersalah, setidaknya 3 tahun penjara. Tapi hanya itu saran yang mau diberikannya pada Suk Woo lalu beranjak pergi. Tapi sedetik kemudian dia berbalik sambil mengklaim bahwa ada sesuatu yang tiba-tiba ingin dia makan.


Beberapa saat kemudian, mereka makan burger bersama sambil mendiskusikan kasus ini. Geum Joo memberitahu Suk Woo untuk terus meragukan siapa yang jujur antara pelaku dan korban, karena pelaku dan korban kasus ini sama-sama saling mencampuradukkan kebohongan. Dia menasehati Suk Woo untuk tidak terlalu mempercayai penyataan kliennya karena itu sama saja seperti mendaki lereng yang licin.

Kesaksian korban laki-laki ini tidak konsisten, karena dia melaporkan wanita yang dipacarinya selama 3 tahun atas tuduhan pemerkosaan. Ditambah lagi jeda waktu antara waktu yang ditetapkan sebagai waktu pemerkosaan dan waktu melapor ke polisi, terlalu lama. Jadi Geum Joo menyarankan Suk Woo untuk memeriksa pesan-pesan pelaku dan korban, dia yakin Suk Woo akan mendapatkan hal yang tak terduga.

Suk Woo kagum mendengarkan semua saran Geum Joo, dia pasti sudah sangat berpengalaman. membicarakan masalah itu membuat Geum Joo penasaran untuk bertanya berapa peringkat Suk Woo di ujian negara? Apa dia nyaris gagal?

"Astaga, aku malu harus mengatakannya sendiri" jawab Suk Woo sambil memperlihatkan angka 3 dengan jarinya.

Geum Joo tak percaya kalau Suk Woo menempati peringkat ketiga dalam ujian negara dan Suk Woo sungguh-sungguh dengan ucapannya, hanya saja ini adalah pertama kalinya baginya menangani kasus seperti ini.


Hye Joo kembali ke Korea dan teringat kejadian setahun yang lalu. Saat dia keluar dari penjara, dia dijemput oleh Lee Dong Soo yang memberikan penawaran untuknya: Selamanya menjadi pengacara yang diremehkan atau bekerja menjadi partner di firma hukum Ohsung.


Geum Joo memutuskan untuk mengganti gaya fashion mewahnya menjadi lebih sederhana sebelum dia berangkat mencari pekerjaan lagi di sebuah firma hukum lain. Si pengacara ragu, Geum Joo pun langsung lesu mengira dia akan gagal lagi.


Tapi kemudian Pengacara menawarkan sebuah pekerjaan untuk Geum Joo yang langsung Geum Joo terima dengan senang hati.


Yoo Ri berenang lalu keluar dan berjalan mendekati Bok Gu yang melihatnya dari atas balkon, ini adalah adegan yang sekilas kita lihat di bagian awal. Yoo Ri lalu menyuruh Bok Gu untuk memilih wine mana yang dia inginkan. Tapi Bok Gu menyuruh Yoo Ri untuk memilih foto mana yang mau dia terbitkan.


"Jika foto-foto itu di-publish... maka aku akan mati" ancam Yoo Ri

Tapi Bok Gu santai saja menanggapinya "Aku menemuimu untuk bernegosiasi dan bukannya untuk mengancamku"

Yoo Ri langsung berusaha merayu Bok Gu dengan melepaskan jaketnya Bok Gu lalu melepaskan kimononya sendiri sambil menyatakan bahwa dia bisa melakukan apapun untuk menghentikan Bok Gu menyebarkan foto-fotonya. Tapi Bok Gu mengklaim kalau Yoo Ri sama sekali bukan tipenya. Dia membanting foto-fotonya Yoo Ri yang bermesraan dengan kekasihnya lalu berjalan pergi.


Panik, Yoo Ri langsung mengambil pisau dan menempelkannya ke lehernya sendiri "Jika aku mati maka kau akan mendapat masalah, bukan? Berjanjilah kalau kau takkan menerbitkan artikelnya"


Bok Gu cuma terdiam menatapnya dan beberapa saat kemudian dia tampak mengendarai mobilnya dengan baju bernoda darah, sementara Yoo Ri ditemukan dalam keadaan mengambang di kolam dan di tangannya tampak ada beberapa luka lebam.


Sebuah mobil polisi mengejar Bok Gu karena dia ngebut. Polisi meminta KTP-nya lalu menghubungi pusat untuk mengkonfirmasi identitasnya Bok Gu. Tapi kemudian polisi itu mendapat informasi bawha Bok Gu adalah tersangka percobaan pembunuhan. Kesal, Bok Gu langsung melarikan diri.


Di tempat lain, Geum Joo sedang membagi-bagikan selebaran untuk mempromosikan firma hukum tempatnya bekerja sekarang. Tapi tiba-tiba hujan deras turun. Bok Gu berhenti di lampu merah sambil menelepon seseorang, tapi orang itu memberitahunya bahwa pengacaranya sedang berada di Hong Kong sekarang. Orang itu menawarkan bantuannya untuk mencari pengacara lain.


Tepat saat itu juga, Bok Gu melihat Geum Joo yang sedang membagi-bagikan selebaran "Sepertinya aku sudah menemukan orang yang tepat" ujar Bok Gu.


Geum Joo terus berusaha membagi-bagikan selebarannya pada para pejalan kaki tapi mereka langsung membuang selebaran itu tanpa meliriknya sedikitpun. Saat Geum Joo sedang memunguti selebaran-selebaran yang dibuang, sebuah mobil melaju dengan sangat kencang hingga membuat genangan air pinggir trotoar terciprat cukup keras mengenai Geum Joo hingga membuat Geum Joo terjatuh.


Jelas Geum Joo langsung berteriak marah pada mobil itu. Dia lalu memunguti selebarannya lagi, tapi Bok Gu mendatanginya saat itu dan menarik perhatiannya dengan cara menginjak selebarannya Geum Joo. Saat Geum Joo masih mengacuhkannya, Bok Gu langsung membuang selebaran itu ke tong sampah dan menawarkan beberapa lembar uang sebagai ganti rugi lalu meminta Geum Joo untuk ikut dengannya.


"Kemana?"

"Ke kantor polisi"

Geum Joo tak percaya mendengarnya "Memangnya apa salahnya membagi-bagikan selebaran? Ham Bok Gu-ssi, kau ini aneh sekali. Kenapa aku harus..."

"Kurasa hidupku... jadi terjungkir balik" aku Bok Gu

Bersambung ke part 2

2 comments :