October 2, 2016

Woman With a Suitcase Episode 1 - 2

 

Akan tetapi dibalik kehidupan yang Geum Joo kira sukses itu, dia tidak menyadari kalau suaminya, Lee Sang Yub, berulah di belakangnya. Bukan cuma selingkuh, tapi juga main judi. Si selingkuhan berusaha menghentikan Sang Yub tapi Sang Yub tidak mau dan bersikeras mau terus main.


Seseorang pegawai kasino datang untuk meminta Sang Yub menandatangani surat hutang. Tapi Sang Yub jadi tersinggung dan orang di sebelahnya langsung membela Sang Yub dan memberitahu kalau Sang Yub ini adalah Suaminya Geum Joo yang terkenal itu. Si pegawai langsung mundur dan Sang Yub langsung menuntut si pegawai untuk membawakannya lebih banyak uang.


Sementara suaminya sibuk judi dan selingkuh, Geum Joo sibuk melanjutkan pekerjaannya. Suaminya pulang tak lama kemudian dan berbohong mengatakan kalau dia terlambat karena ada acara makan malam perusahaan. Sang Yub menanyakan persidangan Geum Joo hari ini dan saat dia mendengar Geum Joo menang lagi, dia langsung menyatakan bahwa dia bangga pada istrinya.


Di tempat lain, Hye Joo ternyata belum putus dengan kekasihnya, Jaksa Choi. Bahkan malam itu, mereka bermesraan.


Geum Joo terus menyibukkan dirinya bahkan sampai subuh tiba. Sementara Hye Joo masih tidur bersama kekasihnya saat hapenya tiba-tiba berbunyi dari seorang profesor.


Tak lama kemudian, Hye Joo mempresentasikan kasus Oh Gyeong Hwan pada Geum Joo di kantor mereka. Korban bernama Min Ah yang ditemukan dalam keadaan perut terluka dan sekarang dalam keadaan koma. Tersangka adalah Oh Gyeong Hwan yang tinggal sekamar bersama Min Ah di tempat penampungan tunawisma. Dia dicurigai karena ditemukan spermanya di baju korban.

"Sepertinya sulit" ujar Geum Joo

"Sepertinya begitu" desah Hye Joo


Geum Joo kaget mendengarnya, apa Hye Joo berencana mengambil kasus ini? Hye Joo membenarkannya, dia tidak bisa menolak karena Prof Kim yang memintanya untuk menangani kasus ini. Mendengar itu, Geum Joo langsung menyindir Hye Joo yang menurutnya terlalu santai.

"Kau bilang kalau kau sudah mendapatkan lisensimu, tapi kau pengacara yang tak sempurna. Kalau kau ingin bertahan maka kau harus mempertahankan rasio kemenanganmu" sindir Geum Joo


Geum Joo lalu pergi ke penjara untuk menemui Gil Tae yang sekarang sikapnya berubah, mengakui kesalahan sikapnya pada Geum Joo bahkan sampai memuji-muji Geum Joo. Semua itu karena dia menyadari bahwa hanya Geum Joo satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya dari penjara ini.

Dia bahkan rela diludahi jika itu bisa membuat Geum Joo tidak marah lagi padanya. Geum Joo langsung bersiap meludahinya... pada akhirnya membatalkannya dan memutuskan untuk menetapkan aturan dulu. Aturan pertama dan paling penting: Gil Tae harus membayar dulu baru dia akan bekerja.


Saat dia hendak pergi, tiba-tiba dia mengerem mendadak karena teringat sesuatu. Dia langsung mempelajari berkas laporan kasus Gyeong Hwan sekali lagi dan mendapati satu hal yang penting tentang baju yang dipakai korban.


Geum Joo akhirnya menemui Gyeong Hwan yang mengakui bahwa baju yang dipakai Min Na memang miliknya tapi dia membantah melakukan sesuatu pada Min Ah. Gyeong Hwan senang dengan kedatangan Geum Joo mengira Geum Joo datang untuk menolongnya.

Tapi Geum Joo cuma menatapnya lalu menyatakan kalau Gyeong Hwan tidak akan bisa lepas dari kasus ini karena Gyeong Hwan tidak berhasil meyakinkannya, jadi Gyeong Hwan akan divonis bersalah. (Heran deh, dia kok suka sekali asal memvonis tersangka padahal belum benar-benar menyelidiki kasusnya?)

Geum Joo bahkan yakin kalau Gyeong Hwan menyembunyikan sesuatu darinya. Karena itulah dia menasehati Gyeong hwan untuk mengakui kejahatannya saja sebelum korban mati. Jika Gyeong Hwan mengaku maka hukumannya akan ringan tapi jika tidak maka dia akan dipenjara seumur hidup.

"Apa aku benar-benar akan divonis bersalah?" tanya Gyeong Hwan

"setidaknya di mataku begitu. Hakim pun akan berpikir seperti itu"

"Jika di mata hakim aku bersalah, apa itu artinya aku bersalah?"

"Iya"


Gyeong Hwan dengan mata berkaca-kaca bersumpah kalau dia benar-benar tidak bersalah. Tapi Geum Joo memberitahu Gyeong Hwan bahwa Tuhan sama sekali tidak penting dalam persidangannya nanti karena Tuhan dalam persidangan adalah hakim dan dia tidak yakin kalau dia akan bisa membalikkan vonis bersalah Gyeong Hwan.

Geum Joo hendak pergi, tapi Gyeong Hwan menghentikannya dengan bertanya-tanya apakah Geum Joo tidak bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah karena Geum Joo bukan pengacara. Geum Joo mengklaim bahwkan sekalipun pengacara sendiri yang datang, hasilnya tidak akan berubah.

"Tidak, akan berbeda jika aku bertemu dengan pengacara. Bahkan sekalipun hakim adalah Tuhan, pengacara setidaknya akan pura-pura mendoakanku. Kenapa ada orang sepertimu, ahjumma? Kau pasti dibayar untuk melakukan sesuatu. Kau menuduhku bersalah semudah itu karena kau cuma seorang paralegal dan karena kasusku tidak akan membuatmu kaya"

Geum Joo cuma terdiam meresapi kritikan Gyeong Hwan itu.


Bok Gu memberikan sebuah surat kontrak pada seseorang. Kontrak itu menyebutkan bahwa informasi yang dia berikan sekarang telah menjadi milik K-Fact dan dia disuruh tutup mulut. Saat orang itu tampak menyukai isi kontraknya, Bok Gu dengan santainya menyuruh orang itu pergi kalau dia tak menyukai kontraknya.


Di sebuah restoran, Hye Joo dilabrak seorang ahjumma kaya raya. Dia adalah mertuanya Jaksa Choi yang langsung membanting foto-foto perselingkuhan Hye Joo dengan menantunya semalam. Si ibu mertua kesal bahkan sampai mengancam akan mencabut lisensi pengacara Hye Joo jika dia tidak mau mengakhiri perselingkuhannya.

Tapi Hye Joo langsung nyolot dan menyalahkan si ibu mertua karena gara-gara dialah, Hye Joo jadi mengalami banyak kesulitan dalam pekerjaannya. Dia menekankan bahwa bukan dia yang mendatangi Jaksa Choi, tapi Jaksa Choi sendiri yang datang padanya.

Ibu mertua semakin kesal dan langsung menyiram Hye Joo dengan segelas air. kejadian itu menarik perhatian semua pengunjung... termasuk Bok Gu yang baru saja datang. Bok Gu ingat kalau dia adalah pengacara yang di persidangan waktu itu lalu memberikan jasnya untuk Hye Joo.


Saat mereka duduk bersama tak lama kemudian, Hye Joo berusaha membela dirinya dan mengklaim bahwa disirim air itu wajar dalam profesinya sebagai pengacara. Hye Joo meminta maaf atas pemaksaan yang mereka lakukan pada Bok Gu di persidangan waktu itu.


Berkat kritikan Gyeong Hwan itu, Geum Joo pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Min Ah dan bertanya apakah dia akan bangun.


Di suatu tempat lain, seorang wanita melapor pada seorang pria misterius tentang Min Ah yang koma dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukannya sekarang. (Hmm... kaca jendelanya mirip kaca gereja)


Begitu kembali ke kantor, Geum Joo menyatakan bahwa dia mau mengambil kasusnya Gyeong Hwan ini. Paralegal Hwang merasa kalau kasus ini aneh dan menyarankan sebaiknya Geum Joo jangan mengambil kasus ini, lagipula dia tidak akan dapat bayaran juga dari kasus ini.

Tapi Geum Joo malah langsung mengeluarkan beberapa gepok uang di meja yang dia klaim sebagai dana penanganan kasus ini. Oh Anna langsung mengagumi Geum Joo dan setuju kalau mereka mengambil kasus ini, lagipula mereka memang harus mengambil kasus kriminal sekali-sekali agar mereka tidak kehilangan kemampuan mereka. Akhirnya diputuskan kalau mereka akan mengambil kasus ini walaupun Paralegal Hwang tampaknya masih keberatan.


Di Firma Hukum Ohsung, seorang ahjussi dengan penuh amarah menyiram kantor itu dengan minyak tanah sambil menuntut uangnya dikembalikan. Para pegawai di sana jadi ketakutan. Pengacara Goo datang saat itu dan langsung maju menghadapi si ahjussi, tapi sikapnya kasar hingga membuat Ahjussi semakin marah dan langsung mengeluarkan pemantik apinya dan bersiap menyalakannya. Semua orang tegang...


Tapi beberapa saat kemudian, Ahjussi itu tampak berjalan di sebuah pasar masih dengan menenteng tong minyak tanahnya lalu masuk ke sebuah kantor. Di sana, dia bertemu dengan seorang pria muda berpakaian casual yang menyambutnya ramah lalu mengambil sebuah dokumen untuk mencatat keluhan Ahjussi.

Ahjussi heran karena dia datang mau ketemu pengacara, dimana pengacaranya? Si pria muda bersikeras mengacuhkan pertanyaannya dan bertanya kenapa Ahjussi melakukan apa yang dilakukannya tadi. Tapi Ahjussi sendiri terus bersikeras menuntut pengacara, dia tidak mau bicara dengan 'anak kecil'.


Saat Ahjussi mengancam mau pergi, si pria muda akhirnya memperkenalkan dirinya dan menyerahkan satu-satunya kartu namanya yang sudah lusuh: Pengacara Ma Suk Woo (Lee Joon).


Geum Joo sedang mempelajari dokumennya di lift saat pintu lift membuka. Suk Woo masuk sambil menenteng tong minyak tanahnya. Geum Joo tersenyum geli melihatnya dan langsung tahu kalau dia pasti mau ke lantai 18.

Suk Woo heran dari mana dia tahu, tapi Geum Joo tidak menjelaskan dan hanya mendoakan semoga Suk Woo berhasil. Saat Geum Joo tiba di lantai kantornya sendiri, Suk Woo menatapnya dengan keheranan.


Setibanya di kantor Ohsung, Suk Woo langsung menggila seperti Ahjussi, menyiram tongnya kesana-kemari. Tapi yang dia siram bukan minyak tanah melainkan air biasa. Saat Pengacara Goo keluar, Suk Woo dengan sopan menjelaskan alasan kemarahan Ahjussi adalah karena tadinya Sekretarisnya Pengacara Goo ingin memberikan segelas air untuk Ahjussi tapi Pengacara Goo malah melarangnya, makanya Ahjussi jadi marah.


Geum Joo pergi ke tempat penampungan tunawisma untuk mencari informasi tentang korban, tapi setelah menunjukkan foto Min Ah pada beberapa tunawisma, banyak yang mengaku tak tahu.

Akhirnya dia kembali ke kantornya dan membrowsing kasus ini. Kebetulan pada saat yang bersamaan, para remaja tunawisma yang tinggal sekamar dengan Gyeong Hwan juga sedang online dan berkomentar kalau Gyeong Hwan tidak bersalah.

Mereka yakin kalau Min Ah pergi bersama pria lain, pria kaya raya yang jadi sponsornya. Geum Joo berusaha ikut nimbrung dan menanyakan masalah Pagebook-nya Min Ah, tapi para remaja itu merasa aneh dengan kalimatnya Geum Joo hingga mereka mencurigai Geum Joo sebagai polisi.


Beberapa saat kemudian, Geum Joo mendatangi warnet tempat para remaja itu nongkrong dan membelikan mereka ramen sebagai sogokan untuk mendapatkan informasi tentang Pagebook mereka. Seorang remaja jadi kesal karena Geum Joo tanya itu-itu terus. Dia hendak pergi, tapi Geum Joo berusaha mencegahnya dan menawarkan penawaran lain yang lebih menggoda. Dia bersedia memberikan tabletnya jika mereka mau memberikan ID Pagebook-nya Min Ah kepadanya.


Keesokan harinya, si wanita misterius menelepon si pria misterius untuk melapor tentang Geum Joo. Bahwa dia adalah seorang paralegal yang sangat terkenal.


Si pria misterius tampak berada di sebuah ruangan aneh yang penuh dengan kandang-kandang. Dia mendekati kandang burung beo dan berkata "Kau akan divonis bersalah"... dan si burung beo langsung mengikuti ucapannya berkali-kali.


Di Yale, Geum Joo mendapat sebuah paket yang mengerikan, bangkai burung beo yang seolah memberi peringatan bahwa Geum Joo bisa terluka kalau dia terlalu banyak ikut campur. Hye Joo cemas, tapi Geum Joo malah santai-santai saja. Dia malah menganggap ini artinya dia melakukan pekerjaannya dengan baik hingga si penjahat merasa terganggu karenanya.


Dia lalu menyerahkan informasi ID Pagebook-nya Min Ah pada Anna sambil menasehati Anna untuk mundur saja kalau dia terlalu takut dengan ancaman ini. Anna menyatakan kalau dia tidak takut, dia malah merasa semakin bersemangat sekarang. Hanya Hye Joo yang tampak cemas.

Tak berapa lama kemudian, Anna akhirnya menemukan orang yang mengontak Min Ah di Pagebook pada malam kejadian itu. Orang itu bernama Tomy Kim. Tapi setelah dia melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap fotonya Tomy Kim, dia malah mendapati kalau Tomy Kim itu seorang pastur.


Bok Gu sedang menyetir saat Geum Joo meneleponnya dan menyapanya sebagai 'Tuan Hamburger'. Tapi saat dia memperkenalkan dirinya, Bok Gu langsung menutup teleponnya dengan kesal. Geum Joo langsung mengiriminya sms dan menjanjikan informasi yang bisa membuat Bok Gu mendapatkan 10 juta view dan meyakinkan Bok Gu bahwa dia bisa membuat banyak uang.


Bok Gu tak percaya dan menuduh Geum Joo sebagai penipu. Tapi tak lama kemudian, dia tiba-tiba muncul di hadapan Geum Joo dan mengancam akan menuntut Geum Joo jika dia tidak mendapatkan 10 juta view seperti yang Geum Joo janjikan.

Mereka pun pergi bersama. Bok Gu masih meragukannya apalagi Geum Joo menolak memberitahu tempat tujuan mereka. Dan saat dia melihat tasnya Geum Joo, dia langsung menuduh tas itu palsu.


Sesampainya di gereja, Geum Joo langsung ikut berdoa dan mendengarkan khotbah pastur bersama jemaat lainnya sementara Bok Gu terus cerewet menuntut penjelasan Geum Joo dan baru mau diam setelah Geum Joo mengomelinya.


Setelah misa usai, Geum Joo langsung mengejar Bok Gu yang sudah mulai kesal. Dia hendak menjelaskan, tapi pastur mendatangi mereka tepat saat itu juga dan mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih yang mau menikah, dan karenanya dia memberitahu mereka bahwa gerejanya sudah tidak lagi melayani upacara pernikahan. wkwkwk!


Tak lama kemudian, mereka masuk kembali ke gereja dimana Geum Joo memperlihatkan akun medsos Tomy Kim. Pastur mengkonfirmasi bahwa foto di akun itu memang fotonya, tapi dia tidak pernah memakai medsos. Sekarang Geum Joo jadi semakin yakin bahwa ada orang lain yang memanfaatkan fotonya Pastur.


Bok Gu ditelepon Hye Joo saat itu yang ingin bertemu untuk mengembalikan jasnya. Tapi Bok Gu mengaku tak bisa karena dia sedang bersama Geum Joo sekarang sambil menggerutu kalau Geum Joo menyeretnya ke tempat yang jauh untuk berdoa, Geum Joo bilang kalau dia punya informasi untuknya tapi sekarang dia tidak mempercayai omongan Geum Joo. Hye Joo cuma diam tapi dia tampak tidak senang mendengar Bok Gu bersama Geum Joo.


Bok Gu langsung berjalan pergi sambil menyuruh Geum Joo untuk menyelidiki sendiri saja. Tapi Geum Joo terus berusaha membujuk Bok Gu untuk membantunya menyelidiki akun Pagebook Tomy Kim karena dia yakin ada yang amis dalam kasus ini, dia bahkan mengklaim bahwa hanya Bok Gu yang bisa menemukan pelaku kasus ini dan masa depan anak itu ada di tangan Bok Gu.

Tapi Bok Gu tetap bersikeras menolak "Dengar Cha Geum Joo-ssi, aku menjalankan bisnis bukan untuk membantu orang"

Dia tidak mengerti untuk apa juga Geum Joo begitu ngotot menyelidiki kasus ini, Geum Joo kan cuma seorang paralegal dan bukannya seorang pengacara. Dia memperingatkan Geum Joo untuk tidak usah menghubunginya lagi, mulai sekarang dia akan menganggap Geum Joo sebagai spam.


Dia lalu pergi meninggalkan Geum Joo. Tapi belum seberapa jauh, tiba-tiba dia menghentikan mobilnya. Geum Joo langsung senang lalu cepat-cepat berlari menyusulnya. Tapi begitu dia sampai mobilnya Bok Gu, Bok Gu langsung membuang tasnya Geum Joo lalu menjalankan mobilnya lagi dan melindas tasnya Geum Joo.

Geum Joo langsung menjerit melihat tas mahalnya terlindas "Ketertaluan! Tidak bukan barang palsu!"


Geum Joo mendesah kecewa karena hanya K-Fact yang bisa membantunya. Dia lalu berjalan pergi tanpa menyadari seorang pastur lain yang mengawasinya dari belakang... dan dia adalah si pria misterius.


Kembali ke kantor, Geum Joo rapat bersama timnya membahas kasusnya Gyeong Hwan ini. Dia mempresentasinya saksi-saksi (para remaja tunawisma) dan juga foto yang membuktikan kalau baju yang dipakai korban sebenarnya adalah baju milik Gyeong Hwan.

Foto itu bisa dijadikan bukti untuk menjelaskan kenapa spermanya Gyeong Hwan ada di baju yang dipakai korban dan mematahkan bukti penuntutan terhadap Gyeong Hwan. Paralegal Hwang dengan bangga menyatakan dirinya sebagai orang yang mendapatkan foto itu dan dia mendapatkannya dari sponsornya Gyeong Hwan.


Walaupun tadinya menyatakan tak mau membantu, nyatanya Bok Gu sekarang menyuruh seorang anak buahnya untuk menyelidiki perkiraan lokasi keberadaan Tomy Kim lewat aplikasi Geopros.


Keesokan harinya, Geum Joo menyeret kopernya ke gedung pengadilan. Tapi di tengah jalan, dia ditelepon si pria misterius yang tahu kalau dia sedang dalam perjalanan ke persidangannya Oh Gyeong Hwan.

"Karirmu tampak sangat berat hari ini" ancam si pria misterius "Ini adalah peringatan terakhir. Lepas tanganmu dari kasus ini. Kau tahu kenapa manusia berhenti berevolusi? Itu karena kita mulai memperhatikan segala sesuatu yang tidak berhubungan kelangsungan hidup kita. Perut kita jadi penuh"

Bukannya takut, Geum Joo malah keheranan mendengar ancaman dan langsung celingukan mencari keberadaan si pengancam sebelum akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.


Di kantornya, Bok Gu melihat-lihat akun Pagebook-nya Tomy Kim. Tiba-tiba dia teringat masa lalunya saat dia masih menjadi seorang pengacara dulu.


Waktu itu dia menanyai saksi yang dalam persidangan sebelumnya mengklaim bahwa dia mengetetahui pelat nomor sebuah mobil.  Saksi itu adalah si wanita misterius yang tampaknya waktu itu masih remaja.

Gadis itu melirik takut-takut pada jaksa (direktur Firma Hukum Ohsung) sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah testimoninya dan mengklaim bahwa dia tidak tahu mobil itu. (Hmm... apa mungkin kasusnya ini ada hubungannya dengan Tomy Kim juga?)


Geum Joo menemui Gyeong Hwan yang gugup dan takut memikirkan kalau dia benar-benar akan divonis bersalah. Geum Joo dengan lembut menasehati Gyeong Hwan bahwa jika dia punya sesuatu untuk dikatakan padanya, katakan saja sekarang. Gyeong Hwan tampak ragu sebelum akhirnya dia berkata "Ahjumma... terima kasih telah membantuku"

Petugas memanggil mereka karena persidangan akan dimulai, Geum Joo pun beranjak pergi. Tapi terlebih dulu di berbalik untuk menyemangati Gyeong Hwan "Fighting"


Di K-Fact, Sekretarisnya Bok Gu bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Nyawa seseorang bergantung pada informasi yang mereka milikinya jadi mereka tidak boleh menutupinya begitu saja. Tapi Bok Gu memerintahkan Sekretaris untuk menghapusnya, hapus semua foto yang barusan mereka lihat termasuk data Geopros.

"Hapus juga sel otakmu yang mengingat semua itu. Hapus semuanya" perintah Bok Gu


Pada saat yang bersamaan, Geum Joo mempelajari kasusnya sepanjang jalan ke persidangan. Tapi tiba-tiba di tengah jalan, beberapa polisi menghadangnya dan berkata kalau mereka datang untuk menangkapnya atas tuduhan melanggar Hukum Pengacara, dia dituduh mengambil alih kasus secara ilegal dan menyensor media sehubungan dengan kasus. Jelas saja Geum Joo bingung, dia yakin kalau mereka salah.

Tapi polisi itu langsung menyangkalnya dan menunjukkan surat penangkapan Geum Joo. Bingung, Geum Joo berusaha meminta agar mereka membawanya setelah persidangan berakhir saja, kalau perlu mereka bisa ikut menonton persidangan hari ini.


Tapi polisi itu langsung menangkap Geum Joo saat itu juga, Geum Joo berusaha melawan tapi polisi langsung menarik tas Ratu Monakonya hingga tali tas itu terputus dan Geum Joo terjerembap ke lantai. Geum Joo pun ditangkap, sementara si pastur misterius melihatnya dengan santai dari lantai atas.


Persidangan pun akhirnya berjalan tanpa Geum Joo. Hye Joo tampak gugup tanpa kehadiran Geum Joo dan terus menerus melihat ke arah pintu mencari Geum Joo yang tak kunjung datang.


Geum Joo divonis penjara selama 1 tahun. Saat dia dibawa ke penjara, dia bernarasi "Di dalam bidang kami, ada aturan untuk tidak memprediksi hasil. Hingga terdakwa dinyatakan bersalah, jangan sembarangan memutuskan terdakwa bersalah. Aku tidak tahu bahwa ada aturan yang sama dalam hidup sampai saat aku merasakan pahitnya hidup. Tidak seharusnya aku menyimpulkan bahwa hidupku sudah sukses. Jangan pernah... aturan itu mengatakan agar kau jangan pernah bermain-main"

Bersambung ke episode 2

1 comment :