October 12, 2016

The Good Wife Episode 14 - 2

 



Joong Won masuk ruang rapat dan sudah ada Kim Dan disana. Kim Dan sudah memeriksa rekaman CCTV dan banyak penganiayaan terhadap pegawai yang sudah terekam disana, namun tak ada yang cukup berpengaruh untuk dipakai di persidangan. Tak ada yang bisa dijadikan bukti bunuh diri. Tapi ada satu hal yang membuat Kim Dan penasaran dan diapun langsung menanyakannya pada Joong Won.

Di dalam rekaman ada pegawai wanita yang ikut di bully, tapi dia tak ikut bergabung dalam rombongan pegawai yang mengadu. 



Namanya Noh Eun Ah. Dia berhenti sebelum mereka menggugat perusahaan. Dia mendatangi firma kita beberapa kali bersama koleganya, tapi dia berhenti,” jawab Joong Won dan saat ditanya kenapa, Joong Won tak tahu alasannya. Saat firma berusaha menghubunginya, Eun Ah terkesan langsung menghindar. Mendengar itu, Kim Dan langsung memutuskan kalau dia akan menemui Eun Ah, walaupun Joong Won berkata kalau Eun Ah pasti tak mau untuk di temui. Ya, seperti biasa Kim Dan sangat yakin dengan apa yang akan dia lakukan. 



Kim Dan mencari sebuah mobil dan kemudian mengambil gambarnya. Ternyata itu adalah mobil Eun Ah dan dengan alasan sudah menggoresnya, Kim Dan meminta Eun Ah datang untuk membicarakannya. Tak perlu menunggu waktu lama, wanita bernama Eun Ah pun datang dan langsung memeriksa mobilnya.  


Tak bisa mengelak, Eun Ah pun menerima ajakan Kim Dan untuk bicara. Mereka bicara di sebuah cafe dan Eun Ah bersedia menjawab beberapa pertanyaan yang Kim Dan ajukan. Dari Eun Ah, akhirnya mereka tahu kalau Tuan Baek tidak meminumun Elvatil, karena Eun Ah sendiri yang memberitahu Tuan Bae untuk tidak mengkonsumsinya setelah dia menonton TV tentang kasus tersebut dan Tuan Bae bahkan berterima kasih pada Eun Ah atas pemberitahuannya. Tuan Bae juga berkata pada Eun Ah kalau dia tidak jadi meminum obat anti depresan tersebut. 


Walaupun Eun Ah mengatakan yang sebenarnya, Eun Ah tetap menolak jika dia diminta untuk bersaksi di pengadilan. Karena penolakan Eun Ah untuk bersaksi, Kim Dan kemudian membahas tentang sumber dana yang Eun Ah gunakan untuk membeli mobil baru, padahal Eun Ah baru saja berhenti dari pekerjaannya dan mundur dari gugatan. Tak bisa menjawab pernyataan itu, Eun Ah pun hanya diam. 

“Ada yang meninggal. Dia temanmu... Bukan, mantan kolegamu.  Kamu pasti sudah membaca semua artikel tentang kejadian ini. Kejaksaan sangat tertarik dengan kasus ini. Jika tidak menjawab sekarang, akan kuminta kejaksaan untuk mulai menyidik hubunganmu dengan perusahaan,” ancam Kim Dan dan Eun Ah terlihat mulai cemas karena hal tersebut.


Kim Dan memberitahu tim pengacara tentang pengakuan Eun Ah yang mengatakan, “. Keuangan perusahaan pasti lebih buruk dari dugaan kita. Mereka menutupi kerugian lebih dari 300 juta dolar,” sambung Kim Dan yang menambahkan kalau Eun Ah tahu semua itu karena dia sudah memeriksa berkas akuntasi perusahaan, sehingga membuat perusahaan menyuapnya dan membuatnya mundur. Mendengar fakta itu, Joong Won pun berkata kalau dengan mengungkit penipuan akuntasi  perusahaan bisa meningkatkan peluang mereka untuk menang, tapi Myung Hee tak sepenuhnya setuju karena dengan jatuhnya nama perusahaan maka klien mereka (pegawai yang minta ganti rugi) tidak akan menerima sepeserpun dari perusahaan. Dalam kebingungan antara memilih keadilan sosial atau keuntungan klien mereka, Myung Hee kemudian bertanya tentang pendapat Hye Kyung yang sedari tadi diam. 


Apa ide Hye Kyung? Kitapun langsung dibawa ke ruang persidangan dimana Hye Kyung memanggil Eun Ah sebagai saksi. Mendengar itu, Pengacara Son langsung kelabakan dan berkata kalau nama Eun Ah tidak ada dalam daftar saksi dari Hye Kyung. Dengan lantang Hye Kyung menjawab kalau Eun Ah adalah salah satu pegawai yang masuk dalam daftar pemecatan yang kemudian berhenti sendiri setelah sepekan kematian Tuan Bae, jadi dia bisa dijadikan saksi. Hakim pun setuju dengan pernyataan Hye Kyung dan mempersilahkan Eun Ah maju sebagai saksi. 


Tak ingin Eun Ah nanti mengungkap penipuan akuntasi perusahaan, Pengacara Son pun meminta waktu jeda untuk berunding dengan pengacara lawan. Ternyata semua itulah rencana Hye Kyung dan dia berhasil sehingga dia pun bisa tersenyum penuh kemenangan  melihat Pengacara Son. 



Disaat Hye Kyung dan Myung Hee melakukan persidangan, Joong Won pergi ke kantor jaksa untuk bertemu dengan Tae Joon. Dengan berani Joong Won berkata kalau dia tidak pernah melakukan kesalahan, karena Tae Joonlah yang melakukan kesalahan. 

“Kamu selalu menjadi masalahnya, Hye Kyung akan jauh lebih bahagia jika tidak bersamamu,” tambah Joong Won. 

“Maksudmu, jika dia bersamamu? Kamu pikir hidupnya akan lebih baik bersamamu? Kamu serius?” tanya Tae Joon penuh emosi dan Joong Won malah sengaja menantang Tae Joon untuk memukulnya, karena dengan memukul akan terlihat lebih jantan dari pada yang Tae Joon lakukan sekarang. Namun Tae Joon tak terpancing emosi, dia menghampiri Joong Won dan berkata kalau sampai Joong Won terbukti menyuap hakim maka dia akan masuk penjara. 

“Hanya salah satu dari kita yang mengerti rasanya dipenjara,” jawab Joong Won yang menyindir Tae Joon karena pernah di penjara. 



Pengacara Son sekarang sudah berada di kantor MJ Firma untuk membicarakan kesepakatan mereka, karena Pengacara Son juga tahu pihak MJ tidak akan membeberkan penipuan akuntasi demi kepentingan klien mereka. Namun Pengacara Son tidak bisa memberikan jumlah ganti rugi yang besar karena perusahaan masih mengklaim tidak bertanggung jawab atas kematian Tuan Bae. 

“500,000 dolar untuk setiap pegawai yang menggugat. Sejuta dolar untuk keluarga mendiang Pak Bae sebagai permohonan maaf. Bukankah jumlahnya layak?” tanya Myung Hee.

“Kamu tidak mendengar ucapanku tadi?” ucap pengacara Son mengingatkan mereka kalau perusahaan tidak bisa membayar banyak. 

“Pimpinan bisa memakai uangnya sendiri. Dia harus melakukannya untuk meminta maaf kepada pegawainya,” jawab Hye Kyung. 

“Kenapa pimpinannya harus melakukannya?” tanya Pengacara Son dan Myung Hee menjawab kalau pimpinan perusahaan tidak mau melakukannya, maka dia akan dipenjara. Karena mereka akan mengadukan penipuannya pada media jika pihak perusahaan tidak mau berdamai hari ini. 

“Jika kalah, toh kami tidak akan mendapatkan sepeser pun. Setidaknya kami harus memperjuangkan keadilan,” tambah Hye Kyung dan Pengacara Son akhirnya berkata kalau dia akan membicarakannya terlebih dahulu dengan pihak perusahaan.

Seperti sebelumnya, Hye Kyung mengantar Pengacara Son keluar  dan sebelum masuk lift, pengacara Son mengungkapkan rasa inginnya untuk merekrut Hye Kyung ke firma hukumnya, bahkan dia berani membayar gaji 2 kali lipat dari yang Hye Kyung dapat di MJ Firma. Pengacara Son mengaku kalau dia memberi penawaran itu bukan karena Hye Kyung adalah istri Tae Joon, melainkan karena Hye Kyung berpotensi menjadi pengacara yang hebat. Tapi tentu saja Hye Kyung tak akan menerima tawaran itu, karena Hye Kyung sudah merasa nyaman berada di MJ Firma. 


Hye Kyung kembali ke meja kerjanya dan mendapati panggilan tak terjawab dari Seo Yeon di ponselnya. Ingin tahu kenapa Seo Yeon menelpon, Hye Kyung pun langsung menelpon balik, namun direject oleh Seo Yeon dan saat hendak di telpon lagi, nomor Seo Yeon sudah tak aktif. 


Hye Kyung kemudian menelpon Ji Hoon dan bertanya apa Seo Yeon ada bersamanya. Ji Hoon pun menjawab tidak, karena sekarang dia sudah berada di rumah dan sepertinya Seo Yeon masih berada di tempat kursus. Hye Kyung pun berpesan pada Ji Hoon untuk memberi tahu Seo Yeon agar menelpon dia kalau Seo Yeon sudah pulang nanti. 

Setelah menutup telepon Ji Hoon, Joong Won masuk dan mengajak Hye Kyung makan siang untuk merayakannya. Tentu saja Hye Kyung tak menolak. Dari ruangannya Myung Hee melihat Joong Won Hye Kyung pergi bersama dan dia tak terlalu senang melihatnya.




Sebelum makan, Joong Won mengajak Hye Kyung pergi ke tempat memukul bola baseball. Mereka berdua bahkan bertanding, bagi yang kalah harus mentraktir makan siang untuk pihak yang menang. Setelah bermain memukul bola bassball, mereka juga mencoba permainan yang lainnya. Hmm... mereka menggunakan kesempatan itu untuk bersenang-senang.

“Joong Won.... Katamu, kamu ingin menjadi orang yang lebih baik saat bersamaku?”

“Ya.”

“Saat bersamamu, kurasa aku menjadi diriku sendiri.”


Selesai bermain, Hye Kyung masih merasa cemas pada Seo Yeon dan karena nomor Seo Yeon masih tak aktif, jadi Hye Kyung pun mengiriminya SMS, yang berisi : “Maaf sudah melewatkan panggilanmu. Kenapa kamu tidak menjawab, Seo Yeon? Ibu khawatir, Hubungi Ibu.”

Hye Kyung dan Joong Won kemudian makan di restoran Jepang. Sambil makan, Hye Kyung terus memeriksa ponselnya dan berkata pada Joong Won kalau dia tak bisa menghubungi Seo Yeon. 

Dalam perjalanan pulang ke kantor, Hye Kyung kembali menelpon Ji Hoon dan menanyakan apa Seo Yeon sudah pulang dan Ji Hoon menjawab belum. Hye Kyung tambah merasa khawatir dan dia kemudian meminta Joong Won untuk mengantarkannya ke tempat kursus Seo Yeon. 


Salah satu teman kursus Seo Yeon memberitahu Hye Kyung kalau tadi Seo yeon pergi naik motor bersama seorang pria yang terlihat lebih tua dari mereka, tinggi dan berambut pendek. Mendengar itu, Hye Kyung terlihat khawatir dan kemudian memutuskan untuk menelpon Tae Joon. 

Pada Tae Joon, Hye Kyung mengungkapkan apa yang terjadi pada Seo Yeon dan rasa khawatir dirinya karena sampai sekarang dia tak bisa menghubungi Seo Yeon. Hye Kyung juga mengatakan tentang Seo Yeon yang akan mengunjungi temannya akhir pekan ini. Tae Joon pun meminta Hye Kyung untuk tidak cemas karena dia yang akan mencari Seo Yeon dan dia juga minta Hye Kyung untuk memberitahunya kalau Seo Yeon sudah pulang. 


Setelah menutup telepon dari Hye Kyung, Tae Joon langsung minta bantuan pada Do Sub untuk mengecek keberadaan Seo Yeon melalui nomor ponselnya. 

Joong Won menghampiri Hye Kyung dan mengajak Hye Kyung mencari Seo Yeon, namun Hye Kyung berkata kalau dia akan menunggu di rumah saja. Joong Won pun menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang, tapi lagi-lagi Hye Kyung menolak dengan alasan dia bisa pulang sendiri. 


Hye Kyung berjalan pergi dan Joong Won langsung menelpon Kim Dan, dia meminta bantuan Kim Dan untuk melacak keberadaan Seo Yeon. Dengan bermodal nomor telepon Seo Yeon, Kim Dan langsung menghubungi koneksinya dan meminta dia melacak keberadaan Seo Yeon melalui nomor ponselnya. 

Hye Kyung sampai rumah dan dia semakin khawatir karena Seo Yeon belum ada dirumah. Sedangkan Kim Dan mendapatkan alamat terakhir keberadaan Seo Yeon. Tak membuang waktu, Kim Dan langsung menuju lokasi.

Tae Joon sedang dalam perjalanan ke rumah Hye Kyung saat Do Sub menelpon dan memberitahunya kalau Seo Yeon berteman dengan anak bernama Han Soo Jin, dimana kakaknya  masuk penjara karena ditangkap Tae Joon atas kasus penyerangan. Dia baru saja di bebaskan semalam dari tahanan anak dan keberadaannya sekarang tak di ketahui. Mendengar hal itu, Tae Joon jadi semakin khawatir. Dia meminta Do Sub untuk melaporkan hal tersebut sebagai situasi darurat dan terus mencari tau keberadaan Seo Yeon. 


Kim Dan sudah sampai di lokasi terakhir Seo Yeon terlacak. Di rumah Hye Kyung terus berusaha menghubungi Seo Yeon dengan penuh rasa cemas. Tak lama kemudian Tae Joon datang untuk menanyakan Seo Yeon, karena Seo Yeon belum pulang, Tae Joon pun meminta Hye Kyung untuk tidak merasa cemas karena dia sudah mengerahkan orang untuk mencari keberadaan Seo Yeon. 



Karena tempatnya seperti bukan tempat yang dihuni oleh orang baik-baik, Kim Dan pun masuk ke sana dengan membawa tongkat. Namun ketegangan itu kemudian langsung hilang ketika melihat Seo Yeon bukan sedang di sandera atau di culik, melainkan sedang ditata rambutnya oleh kakak Soo Jin. 


Kim Dan pun kemudian membawa Seo Yeon pulang karena Hye Kyung sudah sangat khawatir padanya. Sampai di depan gedung apartemen, Seo Yeon mengajak Kim Dan masuk supaya dia bisa membantu Seo Yeon untuk menjelaskan apa yang terjadi, namun Kim Dan tak mau, dia bahkan meminta Seo Yeon untuk tidak mengatakan pada Hye Kyung kalau dia yang sudah mengantar Seo Yeon pulang. Dia berpesan pada Seo Yeon untuk mengatakan pada Hye Kyung kalau dia pulang sendiri.


Tepat setelah Kim Dan pergi dengan mobilnya, Hye Kyung keluar dan langsung memeluk Seo Yeon dengan lega. Seo Yeon meminta maaf karena tak menelpon, Hye Kyung pun tak mempermasalahkannya yang penting Seo Yeon pulang dalam keadaan baik-baik saja. Tak lama kemudian, Tae Joon dan Ji Hoon ikut keluar. Mereka pun berpelukan.


Dari dalam mobil, Joong Won melihat semuanya. Dia melihat kebersamaan Hye Kyung dan keluarganya. Karena sudah tak ada lagi yang perlu di khawatirkan, Joong Won pun pergi dan melintas di samping mereka. Hye Kyung tahu kalau yang melintas adalah mobil Joong Won, jadi diapun terus melihat mobil itu sampai tak terlihat. 


Joong Won dan Kim Dan sudah berada di sebuah bar. Dia bertanya pada Dan tentang pengertian menikah menurut Dan. Kim Dan pun menjawab kalau pernikahan adalah sesuatu yang dilakukan orang lain dan mereka tak melakukannya. Joong Won kemudian mengaku kalau dia merasa cemburu dengan keluara Hye Kyung. 

“Kupikir, "Pasti menyenangkan jika punya orang seperti mereka," Orang yang lebih peduli kepadaku dibandingkan diriku sendiri. Tidak, "Aku ingin bersama orang yang lebih kucintai daripada diri sendiri," Apa aku tidak bisa?” tanya Joong Won. 

“Bisa, Kamu bisa menikah kalau mau. Sebenarnya apa kemauanmu? Sekadar menikah atau menikah dengan orang tertentu?” tanya Kim Dan.

“Entahlah. Aku menginginkan Hye Gyeong, lalu aku bertanya-tanya apakah perbuatanku salah. Aku memiliki kakak dan firma hukum. Entah apakah aku harus melawan Lee Tae Joon. Aku bingung harus berbuat apa. Entah apakah aku pengecut atau terlalu realistis. Entah apakah aku bisa melepaskan semuanya,” ungkap Joong Won tentang kebimbangan yang sedang dia rasakan dan Kim Dan pun menyarankan agar Joong Won harus tahu terlebih dahulu tentang apa yang diinginkan Hye Kyung, karena Kim Dan juga yakin kalau Hye Kyung pasti juga ingin mendengar keinginan Joong Won. 



Hye Kyung mengantar Tae Joon sampai depan pintu lift. Dia berterima kasih atas bantuan Tae Joon hari ini. Tae Joon kemudian bertanya apa Hye Kyung tak bisa lagi mempertimbangkan semuanya, demi anak-anak mereka. 

“Jangan hari ini. Jangan membicarakan keserakahanmu hari ini. Ini hari yang melelahkan,” pinta Hye Kyung dan Tae Joon mengerti. Dia pun masuk lift dan pergi. Setelah Tae Joon pergi, Hye Kyung mendapat telepon dari Myung Hee yang mengajaknya ketemuan di restoran dekat rumah Hye Kyung. Karena Myung Hee sudah jauh-jauh datang, jadi Hye Kyung pun tak ada alasan untuk menolak ajakan Myung Hee.



Pada Hye Kyung, Myung Hee terang-terangan mengatakan kalau kejaksaan sedang mencoba mengusut Joong Won. Walaupun nanti Joong Won berhasil lolos dalam persidangan, tapi hal tersebut akan berdampak buruk pada firma mereka. Mendengar itu, Hye Kyung pun bertanya apa hal itu adalah ulah Tae Joon dan Myung Hee mengiyakan. 

“Aku tidak ingin memaksamu. Aku ingin menghormati kehidupan pribadimu. Namun, kamu harus memutuskan secara tegas,” pinta Myung Hee dan Hye Kyung pun mengiyakan. Dalam perjalanan pulang, sambil jalan Hye Kyung memikirkan semuanya. 



Keesokanharinya, Hye Kyung meninggalkan surat cerai atas persetujuan bersama di meja Tae Joon, bahkan Hye Kyung sudah memberi cap miliknya. Setelah memberikan surat cerai itu, Hye Kyung menemui Joong Won dan mengatakan kalau dia memilih Joong Won. Tentu saja Joong Won senang mendengarnya dan dia kemudian memeluk Hye Kyung. 

Bersambung ke Sinopsis The Good Wife Episode 15

1 comment :