October 15, 2016

Sinopsis Woman With a Suitcase Episode 3 - 2


Hakim meminta Suk Woo untuk memberikan penyataan terakhirnya. Suk Woo terus terdiam ragu selama beberapa saat. Tapi saat Hakim menegurnya sekali lagi, Suk Woo akhirnya bangkit dan mengakui bahwa Eun Seon - terdakwa yang dibelanya memang bersalah. Jelas semua orang shock dan langsung bisik-bisik heboh mendengarnya.


Suk Woo menjelaskan bahwa terdakwa sudah lama menderita KDRT tetapi tidak pernah meminta pertolongan orang lain, karena itulah terdakwa bersalah. Terdakwa bersalah karena membiarkan suaminya meninggal saat tidur. Dia mengakui bahwa tangan korban diikat dengan tali kabel tapi terdakwa menyembunyikan fakta itu dan karena itulah terdakwa bersalah.


Suk Woo ternyata membawa bukti tali kabel yang digunakan untuk mengikat korban dan langsung menunjukkannya di persidangan. Tapi dia menyatakan bahwa Eun Seon mengikat korban saat dia sedang dalam keadaan terancam. Suk Woo bahkan membuktikan KDRT yang dialami kliennya dengan menunjukkan bukti rekaman medis Eun Seon 3 bulan yang lalu.

Dimana terlihat dalam catatan medis itu, ada bekas ikatan tali kabel di pergelangan tangan Eun Seon yang sama persis dengan bekas tali kabel yang ada di pergelangan tangan korban. Dia lalu menunjukkan rekam medis yang mirip tapi terjadi 10 tahun yang lalu. Intinya terdakwa telah mengalami KDRT dalam waktu yang sangat lama tanpa ada seorangpun yang menolongnya.


Pada para juri, Suk Woo menekankan bahwa terdakwa mendapatkan ide mengikat korban dengan tali kabel adalah dari korban sendiri yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun. Terdakwa terlalu ketakutan pada suaminya hingga dia tidak punya cara lain untuk melindungi dirinya sendiri selain membunuh suaminya.

"Mulai dari Star Palace hingga rumah di Gurodong, jika anda membuka pintunya, anda akan mendengar jerita sedih seorang wanita, Jo Eun Seon, korban KDRT yang tidak bisa menemukan cara logis untuk lari dari suaminya. Untuk Para wanita, saya harap putusan kasus ini tidak menjadi beban"


Di Ohsung, klien mereka yang bernama Yoon Mi Ra masuk ke kantornya Pengacara Goo sambil mendengus kesal. Pengacara Goo ingin pergi dan karenanya meminta Mi Ra untuk mendiskusikan upah kemenangannya dengan Hye Joo saja. Tapi Mi Ra dengan sinis menyindir bahwa Pengacara Goo harus menang dulu untuk mendapatkan uang kemenangan itu.

"Bukankah kita barusan memenangkan kasus ini?" Pengacara Goo mencoba mengingatkan Mi Ra dengan sabar

Tapi Mi Ra tidak setuju. Dia tidak merasa menang karena dia masih harus membayar sebesar 700 juta won. Hye Joo ikut menjelaskan bahwa karena mereka berdua sudah disimpulkan berselingkuh dan Mi Ra mendapatkan perceraian yang dia inginkan, jadi kasus ini dianggap menang.

Merasa tak bisa memperdebatkan mereka, Mi Ra malah menggerutu sebal, menurutnya tidak seharusnya istri selingkuhannya muncul di persidangan. Parahnya lagi, dia bahkan mengatai istri selingkuhannya itu tidak punya harga diri dan mengkritik penampilan istri selingkuhannya, pantas saja jika selingkuhannya lebih terpikat padanya.


Pengacara Goo yang sedang menghadapi masalah rumah tangga yang sama, jelas kesal setengah mati mendengar ocehan Mi Ra. Awalnya dia berusaha bersabar dan mengingatkan Mi Ra untuk bicara baik-baik, tapi Mi Ra malah semakin sok dan balik mengkritik Pengacara Goo.

Habis sudah kesabaran Pengacara Goo. Saat itu juga Pengacara Goo langsung menyerang Mi Ra, menjambak rambutnya dan melabrak Mi Ra bak seorang istri yang sedang melabrak selingkuhan suaminya.


Dong Soo langsung memanggil Hye Joo untuk menanyai pertengkaran itu, siapa yang memulainya lebih dulu? Apakah Mi Ra sengaja melakukannya untuk mendapat potongan harga? Hye Joo pura-pura tak enak hati tapi jelas-jelas dia sengaja memberitahu Dong Soo bahwa belakangan ini Pengacara Goo ada masalah keluarga yang membuatnya jadi mudah emosi.

Dong Soo menyadari Hye Joo punya bakat untuk memanfaatkan situasi. Dong Soo tampaknya menyukai sifat Hye Joo itu dan langsung menawari Hye Joo untuk mengambil alih posisi Pengacara Goo. Jelas Hye Joo langsung menerimanya dengan senang hati. Dong Soo lalu bertanya apakah Hye Joo sudah mendengar tentang sebuah rumor (entah apa)?


Para pegawai Ohsung sedang bergosip ria membicarakan pertengkaran Pengacara Goo dan Mi Ra tadi, mereka bahkan menirukan aksi Pengacara Goo menjambak Mi Ra tadi. Tapi acara gosipan mereka langsung berhenti saat Pengacara Goo.

Awalnya mereka pura-pura bersimpati padanya. Tapi saat pengacara Goo mengumumkan kalau dia barusan dipecat dan bertanya siapa yang mau bekerja bersamanya, para pegawai itu langsung memalingkan muka.



Dalam musyawarah, para juri berdebat sengit. Beberapa ada yang memutuskan Eun Seon bersalah tapi banyak pula yang memutuskan dia tidak bersalah. Saat sidang dilanjutkan, para juri memutuskan bahwa tindakan terdakwa adalah tindakan pembelaan diri dan tidak bersalah.

Tapi hakim tidak bisa menerima tindak terdakwa yang membunuh korban dalam tidurnya sebagai tindakan pembelaan diri. Akan tetapi, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi terdakwa yang mengalami KDRT selama puluhan tahun, Hakim akhirnya memutuskan untuk memvonis terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.


Eun Seon langsung menangis penuh haru dan berterima kasih pada Suk Woo, sementara Suk Woo sendiri tampak galau.


Sekarang setelah sukses menggantikan posisi Pengacara Goo, Hye Joo langsung pergi menemui Bok Gu dan memberitahu Bok Gu bahwa Pengacara Goo harus keluar. Hye Joo mengaku bahwa dia agak gugup karena dia dengar dulu Bok Gu adalah seorang jaksa yang sangat handal tapi kemudian mengundurkan diri karena sebuah kasus skandal, tapi dia dengar beberapa kasus yang pernah Bok Gu kerjakan sangat legendaris.


Suk Woo terus melamun sedih bahkan setelah mereka kembali ke kantor. Saat Geum Joo bertanya apakah dia baik-baik saja, Suk Woo mengaku jujur bahwa dia tidak baik-baik saja. Geum Joo berusaha menghiburnya dengan memuji pembelaannya yang bagus.


Bok Gu dan Hye Joo lalu minum bersama di sebuah bar. Hye Joo tampak senang saat menyadari bahwa dia adalah pengacara pertama yang mentraktir Bok Gu makan malam. Tapi Bok Gu menjelaskan bahwa dia kemari bukan sebagai kliennya Ohsung.

"Kudengar kau banyak mempelajari kasus yang berhubungan dengan media selama kau belajar di Ameika?" tanya Bok Gu


Suk Woo mengajak Geum Joo makan malam di sebuah restoran. Mereka makan dalam diam sampai akhirnya Geum Joo mengutarakan beralasan bahwa dia tidak membawa tali kabel itu karena dia takut Suk Woo akan membuat keputusan yang salah.

Tapi bukan itu yang Suk Woo permasalahkan dari Geum Joo. Dia kecewa pada Geum Joo karena tidak mempercayainya, Geum Joo bahkan menyingkirkan kesempatan baginya untuk membuat keputusannya sendiri.

"Kurasa aku tidak akan bisa bekerja sama dengan partner yang tidak mempercayaiku"

Geum Joo berusaha meminta maaf dan membela diri. Tapi Suk Woo dengan tegas dan sopan, memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka sampai di sini.


Hye Joo dan Bok Gu berjalan pergi melewati restoran tempat Geum Joo sedang makan malam dengan Suk Woo. Hye Joo melihat mereka dan dengan sengaja menunjukkan Geum Joo yang sedang makan malam dengan Suk Woo pada Bok Gu dan berkata bahwa sebaiknya mereka tidak perlu menyapa kedua orang itu karena melihat suasana serius diantara mereka. Hye Joo dengan sengaja berkata bahwa dia tidak menyangka uniie-nya itu ternyata punya cowok.

Bok Gu diam saja walaupun tampak jelas dia tidak menyukainya dan langsung pergi. Hye Joo senang dan langsung menyusul Bok Gu. Dia semakin naksir pada Bok Gu saat tak sengaja dia tersandung tapi Bok Gu berhasil menangkapnya dengan sigap.


Apalagi saat lift mulai penuh orang dan Hye Joo hampir terjepit di belakang, Bok Gu berusaha melindunginya. Tapi dia tidak sadar bahwa walaupun Bok Gu bersikap lembut dan sopan padanya, tapi pikiran Bok Gu terus terngiang-ngiang pada Geum Joo yang sedang makan malam dengan Suk Woo.


Bok Gu lari pagi keesokan paginya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena teringat akan Min Ah.

Flashback,


Rupanya sekarang Min Ah disamarkan dengan nama Kim Soo Yung. Hari itu saat Bok Gu mengunjunginya, dia melihat ada sebuah pesan yang mengatakan "Hanya kau yang bisa kupercaya, Ahjussi. Maaf"

Bok Gu langsung tahu itu pesan dari Seo Ji Ah. Tapi saat dia keluar mencari Ji Ah, dia tidak menemukannya. Dia tidak menyadari kalau Ji Ah sebenarnya sedang bersembunyi di dekatnya.

Flashback end,


Saat sedang istirahat di bangku taman, seekor anjing tiba-tiba mendekatinya. Si pemilik anjing meminta maaf atas kelakuan anjingnya yang sepertinya haus. Bok Gu pun dengan senang hati memberikan air minumnya untuk anjing itu.


Dia sama sekali tidak menyadari kalau si pemilik anjing yang terdengar ramah itu sebenarnya Tomy Kim, dia bahkan tidak menyadari tatapan tajam Tomy Kim padanya.


Siang harinya, Bok Gu masuk ke sebuah restoran mewah bersama dengan Dong Soo dan seorang rekannya. Tepat saat mereka berjalan menuju ke ruang private mereka, rekannya Dong Soo melihat Geum Joo di restoran itu, sedang bekerja jadi pelayan. Si rekan langsung memanggil Dong Soo untuk memperlihatkan Geum Joo dan mngomentari penurunan Geum Joo yang sekarang cuma jadi pelayan.


Saat mereka duduk bersama, Dong Soo menyinggung masalah Bok Gu yang katanya membuka firma hukum lagi. Dong Soo dan rekannya tampaknya tak senang dengan kembalinya Bok Gu ke bisnis hukum.

Dong Soo mengklaim kalau dia merasa tidak enak karena tidak bisa menyelesaikan kasusnya Bok Gu hingga rumornya menjadi tak terkendali. Si rekan heran untuk apa Bok Gu membuka firma hukum lagi, bukankah lebih enak menulis artikel. Belakangan ini industri hukum tidak begitu menyenangkan.

"Praktek hukum bukan untuk bersenang-senang" sergah Bok Gu


Tepat saat itu, Geum Joo datang untuk melayani mereka. Hanya saja dia tidak menyangka bahwa mereka lah tamu-tamu yang harus dia layani. Tapi dia tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan profesional. Saat Dong Soo dan rekannya keluar, Geum Joo menyapa Bok Gu dengan pura-pura ceria dan berusaha membujuk Bok Gu untuk tidak mempermalukannya. Tapi saat Dong Soo dan rekannya kembali tak lama kemudian, Bok Gu malah dengan sengaja meletakkan uang tip untuk Geum Joo di meja.


Gara-gara pertemuan tak mengenakkan itu, Geum Joo memutuskan untuk gedung Ohsung. Tapi di lobi, dia menatap nomor kontak Hye Joo dengan ragu. Tepat saat itu juga, Hye Joo berjalan pergi bersama dua rekannya. Dia melihat Geum Joo, tapi sengaja pura-pura tak melihatnya.

Geum Joo ingin menyapanya tapi tak enak. Tapi salah satu rekan Hye Joo mengenali Geum Joo, terpaksalah Hye Joo akhirnya tidak bisa pura-pura lagi dan harus menghampiri Geum Joo. Mereka lalu duduk bersama di cafe dimana Geum Joo memberitahunya bahwa dia berhenti bekerja pada Suk Woo.


Awalnya Hye Joo pura-pura bersimpati, tapi saat Geum Joo meminta bantuannya untuk memperkenalkannya pada sebuah firma hukum, sikap Hye Joo langsung berubah. Dia bahkan sudah tak segan lagi mengkritik Geum Joo sebagai paralegal yang punya cela, sama sepertinya dulu. Dia bekerja keras untuk mengatasiya hingga dia bisa kembali seperti sekarang, jadi dia juga berharap Geum Joo bisa mengatasinya sendiri.


Malam harinya, Geum Joo berjalan sambil melamun sedih, teringat masa lalunya dengan Hye Joo.

Flashback,


Suatu hari, Geum Joo pulang dan mendapati Hye Joo sedang menunggunya dengan cemas. Hye Joo langsung merecokinya dan menuntut ID ujiannya Geum Joo, tapi malah menemukan kartu nama bisnis. Geum Joo dengan bangga mengumumkan kalau dia sudah dapat pekerjaan. Saat Hye Joo protes, Geum Joo meminta Hye Joo saja yang masuk ke sekolah hukum, dia berjanji akan membiayai kuliahnya Hye Joo.

Flashback end,


Geum Joo lalu menelepon mantan suaminya dan langsung menuntut, apa sebenarnya salahnya. Sang Yub mengklaim kalau Geum Joo hanya berusaha memiliki segalanya: uang, suami, rasa kemanusiaan dan keadilan. Tiba-tiba kekasih mudanya Sang Yub mengeluh dan Geum Joo mendengarnya. Geum Joo akhirnya menutup teleponnya dan menangis.


Bok Gu sedang belajar di kantornya saat Geum Joo menelepon dan minta bertemu. Tapi Bok Gu sengaja menolak bertemu dengan alasan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk bertemu. Saat Geum Joo berkata bahwa dia ingin bertemu karena ada sesuatu yang ingin dia tanyakan, Geum Joo langsung tersenyum senang tapi tetap pura-pura jual mahal.

"Apa kau menolakku?" tanya Geum Joo

Bok Gu mengklaim kalau dia penasaran dengan apa yang ingin Geum Joo tanyakan padanya dan karenanya dia menyuruh Geum Joo untuk datang ke kantornya dalam kurun waktu 1 jam. Geum Joo langsung buru-buru pergi dengan panik, bahkan sekalipun rambutnya belum kering.


Tapi sesampainya di kantor Bok Gu, Geum Joo malah diam dan membuat Bok Gu harus menunggu sambil menatapnya terus. Tak lama kemudian Geum Joo akhirnya bertanya "Bagaimana jika aku menolakmu karena aku kurang percaya diri?"

Geum Joo mengaku bahwa sebenarnya dia tidak yakin bisa lulus ujian negara. Bok Gu mengingatkan Geum Joo bahwa dia juga pernah mengikuti ujian itu, jadi dia mengerti tekanannya. Tapi Geum Joo mengklaim kalau Bok Gu tidak memahaminya, Bok Gu tidak mengerti apa arti takut gagal baginya.

Bok Gu langsung menduga mungkin Geum Joo takut dengan konsekuensi yang tersebut dalam kontrak. Tapi saat Geum Joo malah menatapnya dengan bingung, Bok Gu menyadari kalau Geum Joo belum membaca kontrak yang dia berikan waktu itu. Geum Joo sekarang penasaran dengan isi kontraknya.

"Kau mau tahu?"


Geum Joo membenarkannya, Bok Gu pun langsung mengisyaratkannya untuk mendekat.  Begitu Geum Joo mencondongkan kepalanya, Bok Gu langsung menyentil dahi Geum Joo. Jelas saja Geum Joo protes, tapi Bok Gu malah menyentil dahinya lagi.

"Lumayan, kan? Aku lebih takut disentil daripada ujian" kata Bok Gu


Suk Woo didamprat oleh seorang pria yang bersikeras tidak mau menyelesaikan masalahnya dengan damai dan bersumpah akan membuat kliennya Suk Woo masuk penjara. Suk Woo santai-santai menanggapinya. Baiklah jika dia ingin mereka bertemu di persidangan. Tapi terlebih dulu Suk Woo memberikan sebuah dokumen yang entah apa isinya, tapi sontak membuat pria itu ketakutan.


Geum Joo membaca kontrak yang Bok Gu tawarkan dengan ekspresi aneh. Bagaimana tidak, dalam kontraknya, Bok Gu mengklaim Geum Joo sebagai 'barang' miliknya. Tapi Bok Gu merasa penawarannya itu cukup bagus.

Geum Joo langsung memprotes beberapa pasal yang menurutnya aneh. Seperti misalnya pasal yang menyebutkan Geum Joo harus menghadiri acara yang diminta Bok Gu untuk menemaninya. Lalu pasal lain menyebutkan bahwa jika Bok Gu memanggilnya maka Geum Joo harus datang dalam waktu 1 jam jika dia sedang di dalam kota atau 5 jam jika dia sedang di luar kota.

Selain itu, Bok Gu juga mengharuskan Geum Joo untuk belajar segala macam hal seperti: Bahasa Asing, olahraga, musik, memasak dan wine. Jelas Geum Joo bingung, kenapa dia harus melakukan semua itu? Baru kali ini dia melihat kontrak sekonyol ini.

Bok Gu asal mengartikan reaksi Geum Joo itu sebagai persetujuan dan karenanya dia menyuruh Geum Joo untuk menandatanganinya sekarang. Geum Joo mau menyetujui kontrak itu. Tapi sebelum menandatanganinya, dia meminta sebuah syarat.


Paralegal Hwang sedang dimarahi atasannya saat Geum Joo datang untuk membawanya kembali menjadi paralegal di firma hukum barunya. Selain Paralegal Hwang, Geum Joo juga mempekerjakan Anna yang tampak sangat antusias dengan firma hukum barunya yang bernama 'Golden Tree'.

Begitu masuk kantor, Paralegal Hwang langsung menelepon para kenalannya bahwa dia sekarang bekerja di firma hukum baru. Tapi Anna bingung, siapa yang akan memimpin firma hukum baru mereka ini, Gem Joo kan bukan pengacara?

 

Pertanyaannya terjawab dengan sendirinya saat Pengacara Goo datang tak lama kemudian dan berkata "Aku datang untuk wawancara kerja"


Anna jelas tak suka, bahkan menyatakan kalau Pengacara Goo sudah salah tempat. Tapi kemudian dia mengantarkan Pengacara Goo ke ruangannya Geum Joo dengan setengah hati. Setelah Anna keluar, Pengacara Goo curiga melihat Geum Joo tersenyum sangat manis padanya "Apa ini balas dendam?"

"Bagaimana kalau kau duduk dulu?"

"Kenapa? Apa kau ingin memastikan?"

Geum Joo membenarkannya, dia memang ingin memastikan apakah Pengacara Goo akan bekerja dengannya atau tidak. Pengacara Goo menerimanya dan langsung menyebutkan permintaannya seperti: Mobil plus supir, gaji 500 juta won, bonus 30%... tapi yang paling penting "Apa kau bisa tahan dengan temperamenku?"

Geum Joo berpikir "Kurasa aku bisa. Saat ini, kami membutuhkan lisensi pengacara, Bu CEO"


Geum Joo pergi menemui Bok Gu yang memanggilnya. Tapi setibanya di sana, Bok Gu malah protes karena Geum Joo tidak datang tepat waktu sesuai kesepakatan kontrak mereka. Geum Joo langsung mengingatkannya bahwa dia masih belum menandatangani kontraknya.

"Kau tidak lupa syaratku, kan?" tanya Geum Joo

"Kutanya sekali lagi, apa kau sungguh membutuhkannya?"

Flashback,


Ah, ternyata syarat yang Geum Joo inginkan adalah agar Bok Gu merekrut Suk Woo. Hanya setelah Bok Gu berhasil membawa Suk Woo ke firma hukum ini, baru dia akan mau menandatangani kontrak itu. Bok Gu tidak mengerti untuk apa Geum Joo membutuhkan pengacara yang naif itu.

Geum Joo bersikeras mengklaim bahwa dia sangat membutuhkan Suk Woo, pengacara naif yang masih memiliki gairah asli sebagai penegak keadilan. Sementara dia dan Pengacara Goo akan mengisi firma hukum ini sebagai ahli berpengalaman, sedangkan Suk Woo dibutuhkan untuk sebagai penyeimbang.

Flashback end,


Karena itulah sekarang Bok Gu mengundang Suk Woo ke sebuah bar untuk mendiskusikan masalah ini. Suk Woo bertanya kenapa Bok Gu membutuhkannya. Bok Gu menyangkalnya, bukan dia yang membutuhkan Suk Woo melainkan Geum Joo. Suk Woo kecewa dan langsung menolak tawarannya, seharusnya pengacara yang mempekerjakan paralegal dan bukannya sebaliknya.

Bok Gu senang-senang saja dengan penolakan Suk Woo. Dia sudah cemas kalau Suk Woo akan langsung menerima tawarannya. Bok Gu yakin kalau Geum Joo sudah salah memahami ketidakmampuan Suk Woo sebagai keluguan.


Hari ini Firma Hukum Golden Tree membuka firma hukum mereka dengan acara ritual yang dipimpin Pengacara Goo dan berdoa semoga firma hukum baru mereka ini lancar dan mendapatkan banyak kemenangan. Tapi tiba-tiba Geum Joo ditelepon Bok Gu yang menyuruhnya bertemu sekarang.


Malam harinya, Geum Joo duduk di mobilnya Bok Gu sambil menggerutu karena Bok Gu bukan hanya menyuruhnya datang dan pergi, tapi juga mengatur pakaian apa yang harus dipakainya. Setidaknya Bok Gu harus memberitahunya kemana mereka akan pergi. Bok Gu mengklaim kalau ini demi keuntungan firma hukum mereka, jadi sebaiknya Geum Joo berhenti mengeluh.


Bok Gu ternyata membawa Geum Joo ke sebuah pesta bazzar yang disponsori oleh Ohsung Group. Geum Joo langsung berkeliling menyapa para tamu undangan sambil memperkenalkan dirinya dan mempromosikan firma hukum barunya. Seorang nyonya konglomerat yang melihat itu langsung berkomentar sinis. Wanita kaya yang lebih muda di sebelahnya terus memperhatikan Geum Joo, dia merasa pernah melihat Geum Joo.

"Dia Cha Geum Joo, Golden Tree dari Seochodong" kata si nyonya konglomerat

"Ah, tapi apa hubungannya dia dengan CEO K-Fact?" tanya si wanita


Bok Gu tersenyum saat dia melihat Geum Joo berkeliling menyapa para nyonya kaya dalam rangka mempromosikan firma hukum barunya. Geum Joo lalu mendekati sebuah stan yang menjual tas. Setelah memperkenalkan dirinya dan firma hukumnya pada wanita yang menjual tasnya, Geum Joo memutuskan untuk membeli salah satu tas itu. Dia begitu asyik dengan kegiatannya itu sampai tidak menyadari Bok Gu yang terus menatapnya dengan senyum.


Yoo Ri juga hadir di acara itu, dia sudah mabuk berat saat managernya menariknya untuk pulang. Tapi tepat saat itu juga, dia melihat Bok Gu dan seketika itu pula dia seperti dikuasai setan, dia langsung mengambil sebuah pisau dari meja dan berjalan mendekati Bok Gu dengan tatapan penuh dendam.

Bok Gu sama sekali tidak menyadarinya dan terus asyik bercengkerama dengan para kenalannya. Tapi Geum Joo kebetulan melihatnya dan langsung panik.


Tepat saat Yoo Ri sudah semakin dekat dan menusukkan pisaunya pada Bok Gu, Geum Joo tiba-tiba muncul diantara mereka berdua dan pisau itu menusuk punggungnya.

Suasana pesta jadi kacau seketika, Bok Gu shock dan memegangi Geum Joo saat Geum Joo mulai terjatuh tak sadarkan diri. Dia terus berusaha memanggil-manggil Geum Joo dan semakin panik saat melihat darah Geum Joo menodai baju putihnya.

Bersambung ke episode 4

5 comments :