October 27, 2016

Shopping King Louis Episode 9 - 2


Joong Won dan Bok Sil masih berada di cafetariat. Bok Sil bertanya siapa nama asli Louis dan Joong Won menjawab Kang Ji Sung. Joong Won kemudian menyuruh Bok Sil untuk menanyakan semuanya sendiri ketika dia bertemu dengan Louis nanti, jadi Bok Sil tak perlu bertanya pada Joong Won. Tepat disaat itu Ma Ri lewat dan dia melihat Bok Sil sedang berdua dengan Joong Won. Tentu saja hal itu membuat Ma Ri cemburu. 




Tepat disaat itu Mi Young muncul dan bertanya apa yang terjadi pada perusahaan mereka, karena dia tadi melihat beberapa dewan direksi masuk lobi. Ma Ri tak langsung menjawab, dia hanya berkata kalau Mi Young akan segera tahu dan hal itu pasti akan sangat mengejutkannya. Mendengar kalau Ma Ri tahu segalanya, Mi Young pun jadi bertanya-tanya, siapa Ma Ri sebenarnya?

Di ruangannya, Tuan Baek kembali teringat pada ucapan Nyonya Choi yang ingin membagi dua sahamnya. Sebagian untuk Tuan Baek dan sebagian lagi untuk Louis.


Detektif Nam pergi ke lokasi Louis kecelakaan. Walaupun polisi lalu lintas mengatakan tidak ada yang aneh dari rekaman CCTV pada saat kecelakaan, tapi detektif Nam masih mencaritahunya sendiri. Karena dia benar-benar penasaran kenapa Louis bisa memakai jaket Bok Nam. 

“Kecelakaannya terjadi disini. Supirnya berada di luar mobil. Sesuatu pasti sudah terjadi sebelum dia sampai disini,” batin Detektif Nam saat masih berada di lokasi kejadian.

“Jika aku terus menyetir di jalan sebelah sini dari bandara menuju TKP..,” ucap Detektif Nam dalam hati sambil menyusuri jalan ke bandara dari tempat kejadian. Dia kemudian berhenti di dekat lampu merah dan melihat kamera CCTV yang di pasang disana.



Detektif Nam lalu pergi ke Ruang Interpretasi Video dan melihat rekaman CCTV pada hari kejadian. Dari rekaman itu, dia melihat mobil Louis diikuti oleh sekelompok geng motor dan salah satu orang yang menaiki motor adalah Bok Nam. Detektif Nam bisa dengan cepat mengenalinya, karena Bok Nam masih menggunakan jaket yang dipakai Louis saat Louis ditemukan Bok Sil. 


Louis sudah mandi dan dengan lahap dia makan sandwich. Seperti biasa, sikap memerintahnya muncul dan karena Tuan Kim sudah sangat hapal dengan sikap Louis tersebut, jadi dia tak mempermasalahkannya. Louis meminta Tuan Kim menambahkan saus di rotinya dan Tuan Kim melakukannya. Louis kemudian menyuruh Tuan Kim untuk membungkus roti dan minumannya, karena dia ingin memberikannya pada Bok Sil. 


Selesai makan, Louis kemudian berganti baju. Dia menggunakan stelan jas dan Tuan Kim membantunya berpakaian. Setelah memakai semua yang dia suka, seperti biasa, Louis selalu berucap, “Perfect.”

Louis kemudian mengumpulkan beberapa dasi, sepatu, kacamata dan jas lalu meminta Tuan Kim membungkusnya, karena Louis ingin memberikannya pada seseorang. 

Sebelum pergi, Louis minum kopi terlebih dahulu. Dia kemudian berkata pada tuan Kim kalau dia ingin mengambalikan uang Bok Sil yang sudah dia pinjam sebesar 5.000 dolar.


Melihat semua sikap dan tingkah Louis, dalam hati Jung Ran bertanya, “Apa dia seorang pencuri atau apa?” Ingin mengkonfirmasikan semuanya, Jung Ran kemudian mengajak Tuan Kim bicara berdua. 


Saat hanya berdua, Jung Ran bertanya apa Tuan Kim yakin, pria yang ada disofa benar-benar Louis? Dan dengan yakin Tuan Kim menjawa “tentu saja.” Masih tak yakin dengan semuanya, Jung Ran mengajak Tuan Kim untuk melakukan tes DNA untuk memastikan semuanya. Namun Tuan Kim tak mau, karena dia sangat percaya kalau pria itu adalah Louis majikannya, Louis bertingkah seperti itu karena dia masih hilang ingatan. 


Setelah Tuan Kim pergi, Jung Ran kemudian bertanya-tanya tentang siapa Bok Sil itu sebenarnya. Imajinasinya kemudian membayangkan kalau Bok Sil adalah wanita jahat yang selama ini menyiksa Louis dan menyuruhnya mengemis. Dari mengemis lah Louis mendapat uang koin yang kemudian di gunakannya untuk membeli baju di pasar. 

Ketika tahu Louis adalah orang kaya, Bok Sil kemudian menyuruh Louis untuk membawa banyak barang dari rumahnya itu. Karena Bok Sil ingin uang dan barang-barang mahal.  Seperti itulah tebakan Jung Ran tentang Go Bok Sil. Sangat berbeda jauh dengan kenyataannya. 



Bok Sil sedang merapikan ruang rapat saat Geum Ja datang dan mengajaknya bicara. Mengetahui kalau Louis belum menghubungi Bok Sil sampai sekarang, Geum Ja jadi marah dan menuduh Louis sudah membuang mereka semua. 



Di kantor, Mi Young kembali membaca review produk yang di tulis oleh Louis, tapi kali ini bukan di tulis oleh Raja Belanja Louis, melainkan oleh Louis XXV. Mi Young kemudian menyuruh yang lainnya ikut melihat. Tepat disaat itu, Bok Sil datang dan ikut penarasan dengan komentar yang ditulis Louis. 

Pada produk gingseng, Louis menulis : “Aku ingin membeli ginseng liar yang kau temukan. Louie XXV.”

“Aku tidak akan mengembalikannya kali ini. Louie XXV,” tulis Louis pada salah satu produk.

“Kopi yang kau minum di dapur kantor saat malam hari rasanya sangat enak. Louie XXV,” tulis Louis pada produk kopi. Membaca semua komentar itu, Mi Young pun bertanya-tanya siapa yang meneror website mereka dengan cara seperti itu?

“Buatkan aku 100 buah roti panggang. Louie XXV,” tulis Louis pada page yang menjual roti dan di page yang memajang baju, Louis menulis: “Kau terlihat cantik mengenakan baju ini. Louie XXV.”

Bok Sil tersenyum membaca komen-komen itu karena dia tahu, kalau Louis lah yang menulisnya. Hae Joo kemudian bertanya, “Apa menurut kalian ini si pria yang kekanak-kanakkan itu? Raja Belanja, Louis. Lihatlah kesalahannya dalam mengeja.”

Mendengar ucapan Hae Joo, Ma Ri pun ikut bertanya-tanya dalam hati, “Mungkinkah? Louie?”

Do Jin berkomentar kalau sepertinya Louis XXV adalah akun pengganti dari Louis Raja Belanja. Mi Young kemudian berpendapat kalau seharusnya pria itu menggunakan nama Louis XIV dari pada Louis XXV, karena terdengar aneh. 


Membaca komentar Louis yang berkata kalau dia menyukai daging panggang yang “kau” buat, Kyung Kook pun menenbak kalau orang yang bernama Louis itu sedang mengirimkan pesan pada seseorang, “Aku merasa sepertinya... ini seperti surat cinta, iya kan?”


Mendengar analisa Kyung Kook, Bok Sil terdiam. Dia tak berkomentar apa-apa. Joong Won mendengar percakapan pegawainya dari atas dan dia jadi penasaran dengan apa yang Louis tulis. Joong Won membaca satu komentar yang kebetulan ada namanya dan komentar itu bertuliskan, “Aku akan membelikanmu barang-barang yang lebih bagus dari yang Tn Cha belikan. Louie XXV.”

“Anak itu....,” ucap Joong Won kesal.



Louis mengirim Bok Sil pesan yang berisi foto Louis dan pernyataan yang mengatakan kalau dia baik-baik saja. Louis juga berkata kalau mereka berdua akan segera bertemu, jadi Bok Sil harus menunggunya. Selain itu, Bok Sil harus memanggilnya Oppa, karena umur Louis adalah 25 tahun. 

Dari meja kerjanya, Ma Ri melihat Bok Sil dengan penuh kebencian.


Untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi, detektif Nam menghubungi orang-orang yang mengendarai mobilnya dan melewati jalan yang di lalui Louis saat hari kejadian. Dia meminta rekaman yang terekam dari black box mobil mereka.


Orang tua Joong Won pergi ke rumah Joong Won dan seperti biasa, Young Ae selalu mengecek semua sudut ruangan di rumah Joong Won. Di ruang kerja Joong Won, Young Ae menemukan baju Bok Sil yang tertinggal dan melihat itu Young Ae merasa senang karena akhirnya Joong Won berkencan dengan seorang wanita.



Di kantor, Ma Ri dengan tegas memanggil Bok Sil. Dia meminta Bok Sil untuk membuat negosiasi dengan merk Ferrogato Coz dan meyakinkan mereka untuk memberikan diskon sampai 40 persen, lalu diskon 20 persen untuk ditawarkan ke toko offline mereka. Mendapat perintah itu, Bok Sil berpendapat kalau mereka meningkatkan diskon untuk mencapai tujuan mereka, itu akan membuat para pembeli yang sudah membeli produk mereka menjadi merasa tertipu. Namun Ma Ri tak mau mendengar pendapat Bok Sil, dia tetap menyuruh Bok Sil melakukan apa yang sudah dia perintahkan.


Tanpa Ma Ri sadari, Kyung Kook mendengar pembicaraan mereka dan hal itu membuat Kyung Kook berpikir kalau Ma Ri membenci Bok Sil, karena Ma Ri tidak menerima dan mendengarkan pendapat Bok Sil.



Bok Sil pulang dan di tangga dia melihat karpet merah terbentang. Bingung itu milik siapa, Bok Sil pun berjalan di sampingnya. Tepat disaat itu Louis muncul di ujung karpet dan dia menyebut Bok Sil bodoh karena tak melewati karpet merah yang sudah dia persiapkan. Dengan langkah bingung, Bok Sil pun berdiri di atas karpet dan kemudian berjalan menuju Louis. Louis tersenyum melihatnya dan dia juga berjalan menuju Bok Sil. Setelah berada di tengah karepet, Louis merentangkan tangannya dan menyuruh Bok Sil datang ke pelukannya. 



Tentu saja Bok Sil dengan senang hati menuju ke arah Louis dan kemudian memeluknya. 


“Bok Sil. Apa yang harus kulakukan?” tanya Louis dan tahu apa yang akan Louis lakukan setelah berkata seperti itu, Bok Sil pun langsung melihat kesekelilingnya. Namun Louis tak perduli, tanpa ragu-ragu, Louis langsung mengecup bibir Bok Sil. Tentu saja melihat adegan mesra itu, In Sung dan ibunya jadi histeris sendiri. Bahkan Tuan Kim dan Jung Ran juga melihatnya. Tak hanya mengecup, mereka kemudian berciuman dihadapan mereka semua. 

Melihat itu, In Sung langsung berkomentar kalau Louis ternyata sangat jantan. Tuan Kim juga senang melihatnya, begitu juga dengan Jung Ran, bahkan dia sampai bergumam kalau Bok Sil adalah gadis yang beruntung. 

Louis kemudian memberikan bunga yang sudah dia persiapkan untuk Bok Sil, setangkai  bunga mawar berwarna orange. Tentu saja Bok Sil senang menerimanya. Louis memberi kode agar Bok Sil menciumnya, tapi Bok Sil malah merentangkan tangannya agar Louis memeluknya. Mereka berdua benar-benar terlihat sangat bahagia.



Tuan Kim dan Jung Ran kemudian pergi ke rumah In Sung dan Geum Ja untuk memberikan barang-barang yang sudah Louis persiapkan untuk mereka. Melihat penampilan In Sung yang tak terawat, Tuan Kim menebak kalau In Sung pasti seorang pengangguran, sedangkan Geum Ja pasti melahirkan diusianya muda, terlihat dari dia yang terlalu muda untuk menjadi ibu In Sung. 

Didepan Tuan Kim dam Jung Ran, In Sung dan Geum Ja membicarakan hal-hal yang baik tentang Louis. Mereka berdua kemudian mengajak Tuan Kim dan Jung Ran berbicara sambil duduk, namun Tuan Kim dan Jung Ran tak mau duduk.



Kita kemudian beralih pada Louis yang merasa nyaman berada di rumah Bok Sil. Bok Sil kemudian bertanya apa Louis akan mengambil baju dan barang-barangnya? Mendengar itu, Louis terlihat sedih karena dia tak bisa lagi tinggal bersama Bok Sil. 


Tuan Kim dan Jung Ran melihat-lihat rumah Geum Ja yang kecil. Mereka kemudian duduk bersama untuk berbicara lebih lanjut tentang Louis saat tinggal di tempat itu. Geum Ja meyakinkan kalau Louis sama sekali tak merasa menderita saat tinggal bersama Bok Sil karena Bok Sil menjaga Louis dengan baik, malah Louis yang selalu menghabiskan uang Bok Sil. 



Jung Ran kemudian mengkonfirmasi rasa penasarannya, dia bertanya apa Bik Sil memperlakukan Louis seperti budak? Tentu saja In Sung menjawab tidak karena selama ini Louis selalu mengikuti Bok Sil kemanapun. Louis selalu minta dimasakkan, minta uang dan kasih sayang. 



Louis masih terlihat sedih karena tak bisa tinggal bersama Bok Sil dan dengan lembut, Bok Sil memberitahunya kalau dia harus tinggal bersama keluarganya dan tak bisa lagi tinggal di rumah itu. Louis kemudian menyarankan pada Bok Sil untuk pindah ke rumah besarnya dan mereka hidup bersama, karena Bok Sil sudah berjanji akan selalu berada di samping Louis sampai ingatannya kembali. 

Bok Sil tersenyum dan berkata, “Meskipun kita tidak tinggal  di rumah yang sama, kita masih tinggal di bawah  langit yang sama, ini sama saja dengan tiggal bersama. Fokuslah mengembalikan ingatanmu. Dengan begitu, kau bisa membantuku menemukan Bok Nam. Kau berjanji akan mencarikan Bok Nam untukku, kan?” tanya Bok Sil sambil membelai rambut Louis dan Louis mengiyakan, jadi Bok Sil harus percaya padanya. 


Louis kemudian tersenyum nakal, “Bok Sil. Aku harus bagaimana?” 

Tahu kebiasaan Louis setelah berkata seperti itu, Bok Sil langsung mundur dan menyuruh Louis menjauh, tapi Louis malah terus mendekat dan kemudian berkata kalau dia lapar, dia minta Bok Sil memberinya makan. Mereka berdua pun tersenyum.



Hari sudah gelap dan Louis sudah pulang. Di rumah Bok Sil melihat-lihat barang yang Louis bawakan untuk dirinya. Louis memberi Bok Sil peralatan makan yang mahal. Selain itu, ada juga sandal rumah yang lucu.


Tak hanya Bok Sil yang sedang melihat barang-barang dari Louis, In Sung dan ibunya juga melakukan hal yang sama. In Sung mendapat beberapa barang-batang bermerk milik Louis. Bukan In Sung kalau tidak mengeluh, sudah mendapat begitu banyak, dia masih mengeluh karena Louis memberinya barang bekas, bukan yang baru. 

“Dia mungkin memikirkanmu ketika dia melihat barang-barang bagus ini. Aku harus mengatakan, kalau Louis sangat manis dan murah hati,” ucap Geum Ja.


Louis sendiri masih dalam perjalanan pulang. Melewati lokasi perumahan, Louis pun bertanya pada Tuan Kim tentang harga perumahan di sana, karena dia ingin membelikannya untuk Bok Sil dan In Sung. Mendengar itu, Jung Ran kembali merasa aneh pada Louis, sedangkan Tuan Kim hanya tersenyum. Karena dia tahu bagaimana kebiasaan Louis saat menghabiskan uang saat di luar negeri, itu lebih parah dari yang sekarang. 


Orang tua Joong Won masih berada di rumah Joong Won saat Ma Ri datang. Melihat Ma Ri datang, kedua orang tua Joong Won langsung mengira kalau Ma Ri adalah kekasih Joong Won. Mereka juga mengira kalau baju yang Young Ae temukan di dalam kantong adalah milik Ma Ri. Menerima persangkaan sebagai kekasih Joong Won, Ma Ri pun  tak menampiknya. Dia malah mengaku kalau baru – baru ini dia jadian dengan Joong Won. 



Keluar dari rumah Joong Won, Ma Ri bertemu dengan Joong Won yang baru pulang. Mereka kemudia bicara di sebuah cafe. To the point, Ma Ri mengaku kalau dia suka pada Joong Won. Tentu saja pengakuan Ma Ri itu membuat Joong Won terkejut, sampai-sampai dia menyemburkan minuman yang dia minum. 


Tak lama kemudian, Ma Ri keluar cafe dengan kesal. Kenapa? Karena dia ditolak oleh Joong Won. Joong Won mengaku tak nyaman dengan pengakuan Ma Ri, jadi dia akan menanggap tak pernah mendengarnya. Ma Ri lalu bertanya kenapa orang yang Joong Won sukai harus Bok Sil, bukan dirinya?


“Aku ingin mengatakan ini padamu. Nona Baek. Jika kau ingin tulus pada seseorang, seharusnya kau tidak memalsukan perasaanmu. Ini mungkin akan melukai perasaanmu, tapi jangan lupa,” ucap Joong Won sebelum pergi. 

Ma Ri benar-benar merasa kesal dan langsung membuang baju Bok Sil ke tempat sampah.


Jung Ran kembali menelpon Tuan Baek untuk memberitahu informasi yang dia tahu. Tanpa Jung Ran sadari, Tuan Kim menguping pembicaraannya. Tuan Kim mendengar Jung Ran berkata, “Tapi... Tn Baek. Apa kita masih harus... melanjutkan hubungan rahasia kita? Sepertinya aku tidak bisa terus-terusan seperti ini.”


Mendengar itu, Tuan Kim teringat kembali saat Jung Ran tak mau mengatakan dengan siapa dia telponan. Menghubungkan kejadian itu dengan yang sekarang, Tuan Kim pun bisa menebak kalau saat itu Jung Ran juga menelpon Tuan Baek. 


Mengetahui informasi tersebut, Tuan Kim kemudian membayangkan kalau Tuan Baek dan Jung Ran punya hubungan spesial dan mereka sering berduaan secara diam-diam. Membayangkan mereka berdua berpacaran, Tuan Kim langsung berteriak, “Tidak!”


Tuan Kim langsung menghampiri Jung Ran dan menyuruhnya berkencan dengan dirinya saja. Mendengar ajakan itu, tentu saja Jung Ran kaget. Namun dia tak mengerti saat Tuan Kim menyuruhnya untuk menghentikan hubungan berbahayanya. 


Louis tak bisa tidur dan dia kemudian mengirim SMS ke Bok Sil. Dia mengaku ingin tidur di samping Bok Sil, karena kamarnya yang sekarang terlalu besar dan rasanya kosong. Hal itu membuat Louis tak bisa tidur. 

“Bok Sil. Aku kaya sekarang, jadi aku akan mewujudkan semua impianmu. Aku akan membelikanmu cincin dan 100 patbingsoo. Aku juga akan membawamu naik kapal feri,” tulis Louis dalam SMS-nya.

“Kau membuatku merasa aman dan terlindungi padahal kau tidak ada disini,” jawab Bok Sil.

“Benarkah? Aku membuatmu merasa aman?” tanya Louis lagi dengan perasaan senang, namun SMS itu tak dibalas oleh Bok Sil karena dia merasa malu sendiri. SMS tak dibalas, Louis pun langsung menelpon Bok Sil dan Bok Sil menyuruhnya tidur. Namun Louis menjawab kalau dia tak bisa tidur.


Bok Sil kemudian bertanya apa yang akan Louis lakukan besok dan Louis menjawab tak ada yang spesial, namun dia akan bertemu dengan Bok Sil. Karena sudah malam, Bok Sil pun menyuruh Louis tidur, tapi Louis tetap mengaku belum bisa tidur, jadi dia menyuruh Bok Sil yang tidur duluan. Setelah menutup telepon, Louis pun menutupi tubuhnya dengan selimut dan mencoba tidur.




Dari rekaman black box salah satu mobil yang dia dapat, detektif mendapat rekaman dimana Louis dan Bok Nam bertemu dan mereka berdua masih mengenakan pakaian mereka masing-masing. Di rekaman selanjutnya, tepatnya di malam hari, detektif Nam melihat Louis ada di pinggir jalan tanpa mengenakan pakaian. Dari rekaman itu, detektif Nam pun yakin kalau Louis dan Bok Nam bertukar tempat. Jadi yang mengalami kecelakaan itu adalah Bok Nam, yang masih mengenakan jaketnya. 


Keesokan harinya, detektif Nam langsung menemui Bok Sil dan berkata kalau dia sudah menemukan Bok Nam. Dia kemudian mengajak Bok Sil untuk menemui Bok Nam. Dalam perjalanan menemui Bok Nam, Bok Sil terus mengungkapkan rasa senangnya, karena dia akhirnya bisa menemukan Bok Nam dan detektif Nam hanya diam saja. Dia tak bisa langsung mengatakan kalau Bok Nam sudah meninggal. 



Detektif Nam kemudian membawa Bok Sil kesebuah tempat yang di penuhi dengan rumput hijau. Di tempat itu, detektif Nam akhirnya memberitahu Bok Sil kalau Bok Nam sudah meninggal. Dia adalah pria yang meninggal karena kecelakaan yang terjadi pada mobil Louis. Bok Sil terdiam mendengar semua itu.


Disisi lain Louis baru bangun dan membuka tirai jendela. Dia bergumam merindukan Bok Sil dan dia meyakinkan dirinya sendiri kalau dia masih bisa menunggu.


bersambung

No comments :

Post a Comment