October 27, 2016

Shopping King Louis Episode 9 - 1



Louis mencium Bok Sil dan disisi lain, detektif Nam bertanya pada Jae Suk, apa Jae Suk kenal dengan Louis dan Jae Suk pun mengiyakan, karena Louis adalah cucu dari Nyonya Choi. Detektif Nam tentu saja terkejut mendengarnya dan Jae Suk balik bertanya bagaimana Detektif Nam mengenal Louis ? dan apakah Louis masih hidup? Detektif Nam pun mengiyakan dan Jae Suk tak kalah terkejutnya. 

Louis bernarasi, “ Orang-orang yang mencariku mulai tahu tentangku.”




Louis dan Bok Sil sampai di tangga, Louis memanggil Bok Sil dan saat Louis baru berkata, “Bagaimana ini?” Bok Sil langsung menunduk malu dan melangkah pergi duluan. Louis tersenyum melihat tingkah Bok Sil. 

“Aku lapar. Berikan aku makanan,” ucap Louis dan Bok Sil terlihat kecewa mendengarnya.


“Aku sudah tahu itu. Ini sudah waktunya kau lapar,” ucap Bok Sil dan Louis berkata kalau dia mau ramyeon tiga porsi. Louis kemudian memberikan barang-barang bawaan pada Bok Sil karena dia mau pergi ke suatu tempat dulu. 

Louis bernarasi, “Badai akan segera datang.”

Kemana Louis pergi, ternyata dia pergi ke toko bunga, namun sayang toko bunganya sudah tutup. Di rumah, Bok Sil terlihat cemas, dia terus melihat ke arah jalan.



Tuan Baek sedang bersama pengacara Hwang dan membicarakan tentang pengalihan saham dari Nyonya Choi ke Tuan Baek. Saat Pengacara Hwang hendak mengeluarkan berkasnya, tiba-tiba Jae Suk datang dan kemudian memberitahu kalau dia menemui Louis. Dia mengatakan hal itu di hadapan Pengacara Hwang. Tentu saja Pengacara Hwang terkejut mendengarnya dan ingin mendengar cerita lengkapnya dari Jae Suk, namun Tuan Baek menyuruhnya pergi. 


Setelah pengacara Hwang pergi, Jae Suk memberitahu Tuan Baek kalau seorang detektif datang ke toko buku dan mengatakan keberadaan Louis. Mendengar kalau info tersebut berasal dari polisi, Tuan Baek pun tak bisa lagi membantah. Tuan Baek tambah frustasi karena keberadaan Louis yang dia sembunyikan selama ini, malah di bongkar oleh istrinya sendiri. Dalam hati Tuan Baek bertanya tentang apa yang harus dia lakukan sekarang pada Louis. 

Di kantor, detektif Nam mencari tahu tentang penerus Gold Group di Internet dan dia menemukan berita kecelakaan yang menimpa Kang Ji Sung pada tanggal 19 September dan saat itu Kang Ji Sung dinyatakan meninggal. Detektif Nam kembali mengingat-ingat hari dimana Bok Sil membawa Louis ke kantor Polisi dan saat itu adalah tanggal 20 September. Ketika itu Louis mengenakan jaket milik Bok Nam. Mengetahui hal tersebut, Detektif Nam pun mencurigai sesuatu dan dia langsung menemui Tuan Oh, seorang polisi lalu lintas. Dia meminta catatan kecelakaan lalu linta yang terjadi pada tanggal 19 September. 


Di rumah, Bok Sil membuat 3 bungkus ramyun dan Louis belum juga pulang. Bok Sil mencoba menelpon Louis, tapi ternyata ponsel Louis di tinggalkannya di kantor kresek. Kemana Louis? Dia sudah berada di depan gedung rumahnya. Dia tersenyum kagum, saat melihat mobil mewah di parkir di dekat sana.



Louis menaiki tangga dan di sana sudah berdiri 3 orang pria yang kemudian menghadangnya. Tentu saja Louis bingung dan saat ditanya kenapa, salah satu pria menyuruh Louis untuk ikut bersama mereka. Setengah di paksa, Louis dibawa masuk ke dalam mobil. Louis terus memanggil Bok Sil, namun Bok Sil tak mendengarnya. Bok Sil berada di dalam rumah menunggu ramyun yang sudah matang. 


“Kenapa dia sangat lama?” gumam Bok Sil dan samar-samar dia mendengar suara Louis memanggilnya. Bok Sil keluar, namun Louis sudah tak ada lagi di sana, dia sudah dibawa pergi dengan mobil. Louis terlihat sedih karena tak bisa mengatakan apa-apa pada Bok Sil. 


Khawatir, Bok Sil kemudian ke rumah In Sung dan bertanya apa Louis ke rumah mereka. Tentu saja In Sung menjawab tidak. Dia kemudian bertanya apa Bok Sil dan Louis bertengkar dan kemudian Louis pergi, seperti yang di lakukan ayah In Sung. Mendengar itu, Geum Ja langsung memukul kepala In Sung dan menyuruhnya diam. Geum Ja kemudian berkata kalau mungkin saja Louis pergi keluar untuk berbelanja, jadi Bok Sil tak perlu khawatir. Bok Sil menjawab kalau Louis tadi hanya pamit pergi sebentar, tapi sekarang sudah 1 jam. In Sung lalu berkata kalau Louis kadang-kadang pingsan di jalan kalau dia merasa sakit kepala. Mendengar itu, Bok Sil langsung pergi mencari Louis dan Geum Ja menyuruh In Sung untuk menemani Bok Sil. 



Di bawah tangga, Bok Sil menemukan sebelah sepatu Louis dan itu tambah membuat Bok Sil khawatir. Dia khawatir, Louis benar-benar pingsan dan seseorang membawanya ke rumah sakit. Tak mau berfikir negatif, In Sung kemudian berkata kalau mungkin saja Louis pergi ke rumah Joong Won. Untuk memastikannya, Bok Sil langsung menelpon Joong Won. Mengetahui Louis hilang, Joong Won langsung pergi menemui Bok Sil.


Bok Sil dan In Sung sudah berada di kantor polisi dan detektif Nam memberitahu mereka kalau Louis adalah cucu dari pemilik Gold Group. Tentu saja hal itu membuat mereka berdua kaget. In Sung kemudian membahas tentang kecelakaan yang menimpa penerus Gold Group, tapi detektif Nam langsung memotongnya, karena tak mau Bok Sil berfikir macam-macam. Ya, detektif Nam tak mau membuat Bok Sil berpikir kalau yang meninggal dalam kecelakaan itu adalah adiknya, sebelum dia menemukan bukti yang konkret. 

Tuan Baek menemui Nyonya Choi dan memberitahunya kalau Louis masih hidup.

Walau detektif Nam mencoba agar Bok Sil tak menghubungkan kecelakaan Louis dengan Bok Nam, tetap saja Bok Sil terpikirkan akan hal tersebut. Dia bertanya kenapa Louis bisa memakai jaket Bok Nam dan detektif Nam menjawab kalau sepertinya Louis mengambilnya dari suatu tempat. 

“Aku sudah memberitahumu sebelumnya. Jaket itu sangat terkenal... sampai semua pria memilikinya,” ucap detektif Nam dan In Sung membenarkan pernyataan detektif Nam dengan alasan kalau Louis menyukai barang-barang mahal dan dia pasti mengambil jaket itu karena terlihat seperti punya Louis Ssaton.  Mendengar penjelasan In Sung, detektif Nam langsung menyebut In Sung jenius dan tentu saja In Sung senang mendengar pujian tersebut. 

“Bok Sil. Aku harusnya jadi seorang peramal. Ketika pertama kali aku melihat Louis, aku bilang kalau dia terlihat  seperti orang yang berasal dari keluarga kaya. Kau ingat, kan? Apa yang harus kulakukan? Astaga,” ucap In Sung tak percaya pada kemampuannya sendiri. Namun dia kemudian mulai bertanya-tanya kenapa Louis tiba-tiba menghilang dan tak mengatakan apapun pada Bok Sil yang sudah merawatnya selama ini.  


“Kau belum menemukan Louis?” tanya Joong Won saat baru datang. 


Nyonya Choi terkejut sekaligus senang karena Louis masih hidup. Tuan Baek kemudian memberitahu kalau selama ini Louis mengalami amnesia dan sekarang dia dalam perjalanan menuju rumah Nyonya choi. Karena Tuan Baek yang sudah berhasil menemukan Louis, Nyonya Choi pun sangat berterima kasih padanya. 

Untuk menyambut kedatangan Louis, Nyonya Choi kemudian menyuruh Jung Ran untuk menyiapkan makanan kesukaan Louis, menyuruh Jae Suk untuk menyiapkan pakaian terbaik milik Nyonya Choi dan juga menyuruh Tuan Kim untuk menyiapkan kamar Louis. 

Melihat semua itu, Tuan Baek kemudian menatap dengan tatapan marah pada Jae Suk. Dalam hati dia berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi?”


Joong Won, Bok Sil dan In Sung sudah berada di restoran, dimana Joong Won sudah di beritahu tentang identitas Louis yang sebenarnya. In Sung kemudian bertanya apa Joong Won benar-benar tidak tahu kalau Louis adalah cucu Nyonya Choi, padahal Joong Won sudah lama bekerja diperusahaan itu. 

“Tidak ada seorangpun yang pernah melihat wajah Louis. Satu-satunya yang kutahu tentangnya... adalah kalau dia tinggal di luar negeri. Pewaris perusahaan meninggal dalam sebuah kecelekaan begitu dia kembali ke Korea. Mereka bahkan menggelar pemakamannya. Mana mungkin orang mencurigai sesuatu?” ungkap Joong Won. 

“Tapi pokoknya, aku senang karena Louie sudah menemukan keluarganya lagi. Yang dia perlukan saat ini adalah ingatannya,” ucap Bok Sik dan tersenyum, namun Joong Won bisa tahu kalau itu adalah senyum Bok Sil yang dipaksakan. Sedangkan In Sung, begitu merasa senang karena selama ini dia bergaul dengan penerus Gold Group. 

“Dia akan memamerkan banyak hal mulai sekarang. Memikirkannya saja sudah membuatku marah,” ucap Joong Won dan In Sung bergumam kalau Joong Won sekarang dalam masalah. 


Tuan Kim menyiapkan tempat tidur Louis dengan begitu semangat. Namun dia tiba-tiba teringat pada ekspresi Tuan Baek saat memberitahu Nyonya Choi kalau Louis masih hidup. Mengingat ekspresi itu, Tuan Kim merasa ada banyak hal yang aneh dari Tuan Baek, tapi bagaimanapun Tuan Baek yang sudah menemukan Louis. Jadi Tuan Kim tak mau terlalu ambil pusing, yang penting adalah Louis masih hidup dan sebentar lagi pulang. 



Tuan Baek menelpon Ma Ri dan menyuruhnya datang ke rumah Nyonya Choi karena Louis dalam perjalanan menuju rumah Nyonya Choi. Tentu saja hal itu langsung membuat Ma Ri kaget, karena sebelumnya Tuan Baek berkata akan mengirim Bok Sil ke Sanghai. Tuan Baek tak punya waktu menjelaskan, jadi dia menyuruh Ma Ri lekas datang. Menyadari harus bertemu dengan Louis, Ma Ri tambah frustasi, karena dia takut Louis mengenalinya. 


Geum Ja benar-benar kaget saat diberitahu In Sung kalau Louis adalah cucu dari Nyonya Choi, penerus Gold Group. In Sung pun menyuruh ibunya untuk merasa senang, karena Louis bukan tipe orang yang suka berkhianat, dia pasti akan membantu kehidupan mereka berdua juga Bok Sil dengan uangnya. Mereka berdua benar-benar merasa senang. 



Tuan Kim sudah tak sabar bertemu Louis, jadi diapun menunggu Louis di depan gerbang. Tak lama kemudian mobil datang. Louis keluar dengan menggunakan satu sepatu dan wajah lesu. Saat bertemu Louis, Tuan Kim langsung memeluknya dan berkata kalau dia sangat merindukan Louis. 

“Kau siapa?” tanya Louis yang memang tak mengingat siapa Tuan Kim, namun Tuan Kim tak mempermasalahkannya, karena Louis memang sedang hilang ingatan.

“Tuan Louis. Selamat atas kepulanganmu sebagai penerus Gold Group,” ucap Tuan Kim dan Louis kaget mendapati dirinya adalah penerus Gold Group, walaupun dari awal dia memang sudah merasa kalau dia adalah orang kaya. 

Louis kemudian hendak menghubungi Bok Sil dan dia baru sadar kalau dia tak membawa ponselnya. Tak ingin membuat Bok Sil cemas, Louis pun ingin pulang sebentar, namun Tuan Kim melarang karena Nyonya Choi sudah menunggu Louis di rumah. 


Di rumah, Bok Sil membuang ramyun yang dia masak karena sudah lembek. Saat hendak mencuci panci, Bok Sil teringat kata-kata Louis sebelum pergi. Dia berkata kalau dia akan membuat Bok Sil terkejut  dan sekarang Bok Sil menjawab kalau dia benar-benar terkejut mengetahui semuanya.



Tuan Kim membawa Louis masuk rumah dan Nyonya Choi langsung memeluknya, saking posesifnya pada Louis, Nyonya Choi sampai tak memperbolehkan Jae Suk mendekati Louis. Nyonya Choi berkata kalau Louis milik dia. Di peluk oleh sang nenek seperti itu, Louis jadi pusing dan ingatannya kembali muncul tentang orang-orang yang ada di depannya. Seorang wanita memakai masker dan kacamata muncul. Tepat ketika Louis melihat wanita itu, Louis pun jatuh pingsan. Siapa wanita memakai masker itu? ternyata itu adalah Ma Ri.


Melihat Louis pingsan, semua orang menghampirinya dan Tuan Baek menyuruh Jung Ran untuk menghubungi dokter.

Mengira kalau Ma Ri yang membuat Louis pingsan, Jae Suk pun menyuruh Ma Ri melepas selendenganya. Namun Ma Ri tidak mau dengan suatu alasan. Dikamar, Nyonya Choi terus berada di samping Louis yang masih belum sadarkan diri.


Joong Won menemui detektif Nam, namun sebelum Joong Won mengatakan apa yang hendak dia katakan, detektif Nam sudah bisa menebaknya. 

“Kenapa Louie tidak ada... di mobil saat kecelakaan. Bagaimana dia bisa melukai kepalanya dan kenapa dia menggunakan jaket Bok Nam. Aku mencari tahu tentang itu,” ucap detektif Nam.

“Tidak ada yang bisa dipastikan untuk saat ini. Lebih baik tidak memberitahu  Bok Sil tentang Bok Nam,” pinta Joong Won dan detektif Nam mengiyakan. 


Bok Sil sendirian di rumahnya, tapi dia tak bisa tidur. Dia bahkan masih memasang tirai pembatas antara dia dan Louis. Bok Sil kemudian teringat pada saat dia membuka tirai dan melihat Louis tertidur nyenyak. Saat itu Louis benar-benar merasa lelah, karena dia pulang dengan berlari dari rumah Joong Won dan ketika Bok Sil bertanya kenapa Louis datang, Louis pun menjawab kalau dia merasa khawatir pada Bok Sil. Bok Sil juga teringat pada janji Louis yang akan menemukan Bok Nam dan juga akan melindungi Bok Sil.

Selain itu, Bok Sil juga ingat saat Louis mengajaknya beli handpone karena menurut Louis, mereka bisa membeli apapun dengan handpone. Teringat akan hal itu, Bok Sil pun melihat kedua handpone yang dia beli. Ya, ponsel milik Louis di tinggalkannya. 


Pagi tiba dan saat akan sarapan, Bok Sil kembali teringat pada Louis yang berkata kalau hanya dia saja yang boleh memakan masakan Bok Sil. Ketika akan masuk kamar mandi, Bok Sil juga teringat pada Louis yang sedang mengeringkan sepatunya.

Bok Sil keluar rumah untuk berangkat kerja, di luar dia melihat kursi Raja milik Louis. Melihat itu, dia kembali teringat ketika dia memayungi Louis di kursi itu agar Louis cepat mendapat ingatannya.  Bok Sil terus teringat akan hari-harinya bersama Louis, bahkan saat dia sedang menunggu bis di halte.



Tuan Baek masuk lobi dengan muka cemberut bersama rombongan pendukungnya. Mi Young dan Hae Joo sampai bingung melihatnya. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata Tuan Baek datang untuk menghadiri rapat yang Nyonya Choi selenggarakan. Nyonya Choi mengumpulkan semua orang untuk mengumumkan kalau Louis akan segera kembali ke Gold Group, karena Louis masih hidup.


Selesai rapat, Nyonya Choi memanggil Tuan Baek ke ruangannya dan dia memberitahu Tuan Baek kalau dia akan memberikan setengah sahamnya pada Louis dan setengahnya lagi untuk Tuan Baek. Jadi, Nyonya Choi meminta Tuan Baek untuk menolong Louis karena hanya Tuan Baek yang bisa Nyonya Choi percaya. Mendengar itu, tentu saja Tuan Baek merasa kecewa, karena dia tak jadi mendapatkan semua saham Nyonya Choi dan menguasai Gold Group.


Kyung Kook masih terus terbuai karena mendapat 5 bintang dari Louis. Tepat disaat itu, Do Jin masuk dan mengatakan pada Kyung Kook kalau kertas itu bukan jimat keberuntungan sehingga membuat Kyung Kook merasa begitu senang. Kertas itu hanya catatan dari seorang pekerja paruh waktu. Kyung Kook mengaku bisa jadi begitu senang karena ini adalah kali pertama dia mendapatkan sebuah pujian. 

“Di rumah, istriku mengomeliku tentang  aku yang tidak pernah mengurus anak-anakku. Di kantor, aku dimarahi karena  mengerjakan pekerjaanku dengan buruk. Dimarahi ketika usiaku sudah 40 tahun membuatku gemetar dan merasa tidak aman. Kau tidak akan tahu perasaanku. Kadang-kadang, kau merasa tersentuh dan mendapatkan semangat karena sebuah pujian kecil. Pujian kecil seperti inilah... yang membantumu melewati hari,” ungkap Kyung Kook dan Do Jin menjawab kalau mulai sekarang dia akan memberi Kyung Kook banyak pujian, namun Kyung Kook tak mau karena Do Jin tak tulus, tak setulus Louis. 


Tepat disaat itu Ma Ri datang dan Do Jin langsung menyapanya, namun Ma Ri tak menjawab. Muka Ma Ri juga terlihat sangat tak bersahabat. Tak tahu apa yang sedang Ma Ri pikirkan, Kyung Kook langsung menghampirinya untuk meminta bantuannya memilihkan produk. Ma Ri menjawab kalau dia akan memilihnya nanti, tapi karena Kyung Kook terus memintanya untuk memilih sekarang. Ma Ri jadi emosi dan menyuruh Kyung Kook untuk datang lagi nanti, dengan nada tinggi. Melihat Ma Ri marah, Kyung Kook dan Do Jin terkejut dan tak percaya. Do Jin berkomentar kalau sepertinya Ma Ri punya masalah dan Kyung Kook berkata kalau dia tak tahu Ma Ri bisa marah juga. Ya, setahu mereka semua Ma Ri adalah dewi yang baik hati dan tak pernah marah. 

Joong Won memberitahu Bok Sil kalau Louis sudah kembali ke keluarganya, jadi mereka tak perlu repot-repot lagi mencari Louis. Mendengar itu, Bok Sil berkata kalau dia merasa lega karena si pembuat masalah sudah pergi. Walaupun dia berkata seperti itu, tapi raut wajahnya menunjukkan rasa sedih dan kehilangan.


Louis bangun dan di sampingnya sudah ada Tuan Kim yang siap melayaninya. Karena selama ini dia penasaran tentang siapa dirinya yang sebenarnya, Louis pun langsung bertanya pada Tuan Kim, apakah dia sudah menikah? Apa dia sudah punya istri atau kekasih? Mendengar pertanyaan itu, Tuan Kim terdiam sejenak dan kemudian menjawab, “tentu saja.” Tuan Kim bahkan menambahkan kalau Louis punya istri dan tiga anak dan mereka semua tinggal di Prancis. Mereka semua sedang dalam perjalanan ke Korea setelah mendapat kabar tentang kembalinta Louis. 

“Oh, my god. Bok Sil. Aku punya tiga anak?” ucap Louis sedih dan dia kemudian bertanya berapa umurnya dan Tuan Kim menjawab 40 tahun. Mendengar fakta kalau dia berusia 40 tahun, Louis tambah terkejut dan langsung menghitung selisih umurnya dengan Bok Sil yang terpaut 19 tahun. Louis pun menangis mengetahui semuanya.

Melihat itu Tuan Kim tersenyum dan berkata kalau Louis benar-benar hilang ingatan. Dia kemudian mengaku kalau dia tadi hanya bercanda.

“Berhenti bercanda denganku, Tn Kim,” teriak Louis kesal.


“Sekarang kau terdengar seperti dirimu sendiri,” ucap Tuan Kim dan Louis merasa lega. Louis kemudian langsung beranjak dari tempat tidurnya dan hendak pergi dan tentu saja di larang oleh Tuan Kim dan Louis bisa dengan mudah bebas dari Tuan Kim, namun dia tak bisa lolos dari Jung Ran yang sudah menghadangnya di depan pintu dengan membawa tongkat bisbol ditangan. Jung Ran kemudian memperkenalkan diri pada Louis sebagai tangan kanannya Nyonya Choi dan menyuruh Louis sarapan. Takut, Louis pun tak bisa menolak perintah Jung Ran. 

Apakah Louis bisa bertemu dengan Bok Sil? Tunggu jawabannya di part selanjutnya.

bersambung


No comments :

Post a Comment