October 25, 2016

Shopping King Louis Episode 8 - 2



Detektif Nam kemudian mengusulkan pada atasannya untuk memberi hadiah pada Louis karena berkat bantuan Louis, mereka bisa menemukan tersangka pembunuhan berantai. Teman detektif Nam juga setuju dengan ide pemberian hadiah tersebut. Karena dua juniornya mengusulkan hal yang sama, sang atasan pun berkata kalau dia akan memberikan hadiah, namun dia tak bisa memberikan hadiah sebanyak 100 persen, jadi dia minta pada juniornya untuk mencari tau apa dia bisa memberikan hadiah hanya sebagiannya saja. Detektif Nam pun setuju, dia juga mengiyakan saat atasannya menyuruh untuk melepas garis polisi di rumah Bok Sil.



Sang atasan kemudian bertanya tertang korban yang masih belum sadarkan diri. Detektif Nam menebak kalau pria itu kemungkinan adalah seorang perampok dan sang atasan pun menyuruh detektif Nam untuk melanjutkan investigasinya. 



Tuan Kim menemui perawat yang meninggalkan komentar di video Louis. Namun si perawat berkilah kalau dia pernah bertemu dengan Louis, dia mengaku tak sengaja menulis komentar itu. Bukan hanya perawat yang tak mau mengaku kalau sudah melihat Louis, sutradara yang mencari Louis juga sudah menghentikan pencarian dan menghapus video dengan alasan kalau orang tua si anak menelpon dan keberatan anaknya di tayangkan. Orang yang mengaku orang tua Louis itu berkata kalau anaknya sakit mental. 

Walaupun begitu, Tuan Kim masih sangat yakin kalau orang itu adalah Louis, namun Jung Ran menyuruhnya untuk berhenti berpikir seperti itu, karena pria yang ada di video punya orang tua. Menurut Jung Ran, pria yang ada di video hanya kebetulan mirip saja dengan Louis. 


Secara diam-diam, Jung Ran kemudian menelpon Tuan Baek dan memberitahu kalau dia dan Tuan Kim sudah datang ke rumah sakit dan stasiun TV. Mereka pun mendapatkan kesimpulan kalau pria yang ada di video bukanlah Louis. 

Tuan Kim menghampiri Jung Ran dan Jung Ran langsung menutup teleponnya. Melihat Jung  Ran bersikap mencurigakan, Tuan Kim pun bertanya siapa yang Jung Ran telepon.


Tak ada jawaban dari Jung Ran, kita langsung dialihkan pada Tuan Baek yang menelpon Jae Suk dan menyuruhnya untuk membawa Nyonya Choi kembali ke Seoul. 


Tuan Kim bertanya siapa orang yang  terus-terusan Jung Ran hubungi dan Jung Ran menjawab kalau dia adalah temannya. Bisa menebak kalau Jung Ran sedang berbohong, jadi Tuan Kim pun bertanya lagi. Namun hal itu malah membuat Jung Ran marah. 


“Kenapa kau peduli dengan siapaaku bicara?Kenapa kau terus-terusan memerintahku? Aku tidak percaya ini,” ucap Jung Ran dan pergi.

Melihat Jung Ran sedang berbohong padanya, Tuan Kim pun jadi penasaran kenapa Jung Ran melakukan hal tersebut. 

“Apa dia bicara pada kekasihnya?Ah, apa yang kupikirkan? Tunggu aku,” ucap Tuan Kim dan ikut pergi.


Selesai makan siang, Do Jin dan kawan-kawan kembali ke kantor. Tak melihat Ma Ri di kantor, Kyung Kook pun bertanya-tanya apa Ma Ri sedang menghindari Louis? Mi Young yang masih menganggap Ma Ri adalah orang baik, langsung mematahkan rasa penasaran Kyung Kook tersebut. 



Mereka kemudian menemukan catatan dari Louis dimeja kerja mereka masing-masing. Park Hae Joo  mendapat 2 bintang karena dia terlalu banyak bicara dan berisik. Kwon Mi Young mendapat satu bintang karena dia sudah merendahkan Louis. Byun Do Jin  mendapat tiga bintang karena Louis suka pada gaya pakaiannya.


Sedangkan Kyung Kook mendapat lima bintang karena dia BAIK HATI. Louis juga berterima kasih atas kopi yang sudah dia buatkan. Baru pertama kali di puji dan di beri penghargaan, Kyung Kook pun terlihat sangat senang dan bangga. 

“Kenapa kau membesar-besarkan ini?Dia hanyalah seorang pekerja part-time,” keluh Mi Young. 

“Aku tahu, tapi bukankah ini menyebalkan?Pengejaannya semuanya salah.Beraninya dia menilai kita?” sambung Hae Joo dan Do Jin melihat catatan yang Louis tinggalkan dia pohon. 

“Dia ahli dalam menilai orang,” jawab Kyung Kook senang. 

“Dia ingin kita memasang produkyang ditempeli post-it olehnya.Dia bilang kalau mereka memiliki kualitas yang cukup kompetitif,” ucap Do Jin setelah membaca catatan dari Louis. 


“Dia pikir dia siapa bisa mengevaluasihasil produk? Lucu sekali,” ucap Mi Young dan langsung terdiam saat melihat semua kotak produk yang ada di meja-nya sudah ditempeli dengan review menurut Louis. Melihat hasil kerja Louis, mereka semua  jadi terdiam dan Do Jin berkomentar kalau Louis sepertinya sangat ahli dalam menilai sesuatu. 

Tepat disaat itu Joong Won muncul dan bertanya keberadaan Louis dan apakah Louis sudah menyelesaikan tugasnya. Dengan senyum dan rasa puas, Kyung Kook menjawab kalau Louis sudah menyelesaikan tugasnya. 



Joong Won masuk ruangannya dan terlihat tak senang pada catatan yang ditinggalkan Louis untuknya. Semua pegawainya mengintip dari pintu, mereka penasaran dengan bintang yang Joong Won dapat dari Louis. Namun yang mereka dapatkan malah bentakan dari Joong Won yang menyuruh mereka kembali bekerja. 


Bok Sil sudah bersama Ma Ri dan Ma Ri bertanya kenapa Bok Sil bohong padanya tentang tempat yang Bok Sil tinggal sekarang. Bok Sil menjawab kalau dia berbohong karena tak ingin Joong Won berada di posisi yang canggung karena dirinya. Ma Ri juga memberitahu Bok Sil kalau dia tahu selama ini Bok Sil tinggal dengan seorang pria dan dia juga membawa pria itu ke rumah Joong Won. Karena Ma Ri tahu, Bok Sil pun meminta Ma Ri untuk merahasiakannya dari yang lain. 


Bok Sil kemudian memberitahu kalau dia akan pindah dari rumah Joong Won hari ini juga dan Ma Ri setuju akan hal itu, dia pun menasehati Bok Sil untuk tidak merepotkan orang lain. Ma Ri lalu mengaku kalau dia mengajak ketemu hari ini untuk membicarakan hal lain, namun sebelum Ma Ri sempat mengatakannya, Louis muncul dan memanggil Bok Sil dari luar restoran. Melihat Louis, Ma Ri langsung menyembunyikan wajahnya. Bok Sil menyuruh Louis pergi, tapi Louis malah masuk restoran dan itu membuat Ma Ri memutuskan untuk pergi dan berkata pada Bok Sil untuk bicara lain kali saja. 



Dengan menggunakan nampan untuk menutupi wajahnya, Ma Ri berjalan pergi dari restoran. Ma Ri benar-benar berusaha menghindari Louis. Melihat Ma Ri keluar dengan membawa nampan, Louis langsung memberitahu pelayan kalau Ma Ri membawa nampan. Tentu saja si pelayan langsung mengejar Ma Ri dan di luar restoran, Ma Ri dengan kesal mengembalikan nampan tersebut dan setelah pelayan pergi, Ma Ri bertanya-tanya kenapa dia selalu bertemu dengan Louis kemanapun dia pergi. 


Nyonya Choi dan Jae Suk sudah berada di Seoul dan Tuan Kim meminta maaf karena dia tak menemukan Louis. Nyonya Choi pun tak mempermasalahkannya, karena mereka semua sudah bekerja keras untuk dirinya, begitu juga dengan Jae Suk yang sudah dengan pengertian merawatnya saat di Busan. 

Nyonya Choi kemudian bertanya kenapa Tuan Baek dan Ma Ri tak datang mengunjunginya. Jae Suk pun menjawab kalau mereka berdua sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah Nyonya Choi.


Di mobil, Ma Ri terus mengeluh, dia merasa tak senang harus pergi mengunjungi Nyonya Choi. Tuan Baek kemudian menjawab kalau Nyonya Choi sudah berada di Seoul jadi mereka harus menemuinya. Mendengar Nyonya Choi sudah berada di Seoul, Ma Ri kaget dan langsung bertanya kenapa? Apa yang terjadi? Dan Tuan Baek berkata kalau pembagian saham harus secepatnya di selesaikan, jadi besok mereka akan menemui Pengacara Hwang.

“Ayah, apa kita bisa meninggalkan Louie begitu saja?” tanya Ma Ri.

“Sudah berapa kali aku mengatakan padamu? Aku akan mengurus semuanya. Berpura-puralah tidak tahu apapun di depan Nenek. Mengerti?” ucap Tuan Baek dan Ma Ri mengiyakan.


Detektif Nam memberikan hadiah dan Louis senang mendapatkannya karena hari ini dia mendapatkan uang dari berbagai sumber. Detektif Nam kemudian berpesan pada Louis untuk membelikan makanan untuk Bok Sil dan Louis mengiyakan, bahkan dia berkata kalau dia akan menghabiskan uangnya bersama Bok Sil. 


Bok Sil sudah mengemasi barang-barangnya dan ketika dia hendak keluar, Joong Won muncul dan bertanya kemana Bok Sil mau pergi. Bok Sil menjawab kalau detektif Nam memberitahunya bahwa tersangkanya sudah tertangkap, jadi sekarang Bok Sil dan Louis sudah boleh kembali lagi ke rumah mereka. Joong Won tak bisa menahan kepergian Bok Sik, namun dia menawarkan pada Bok Sil untuk kembali ke rumahnya jika Bok Sil merasa tak nyaman berada di rumahnya sendiri. 


“Terima kasih banyak, tapi tidak perlu. Dan juga, aku tidak akan pergi ke cabang Shanghai. Aku harus menemukan adikku dan membantu Louismendapatkan ingatannya kembali, jadi aku harus tetap di Seoul,” ucap Bok Sil. 


“Aku juga tidak akan...mengirimmu kesana. Kau masih perlu banyak belajar. Kau tidak bisa lepas dari program trainingku, never never never, ” jawab Joong Won dan Bok Sil mengiyakan. Joong Won juga berpesan agar Bok Sil tidak melakukan hal-hal yang bisa mengganggu fokusnya dalam bekerja. 


Bok Sil dengan susah berada di depan gedung rumahnya, saat menaiki tangga, tiba-tiba Louis muncul dan mengambil semua barang yang Bok Sil bawa, karena dia yang akan membawanya naik. Hmmm... Louis sekarang sudah kuat.... 


Sampai di depan rumah, Louis dan Bok Sil melihat rumah mereka sudah bersih, tentu saja hal itu membuat mereka bertanya-tanya siapa yang membersihkannya. Masuk rumah, mereka mendapati Geum Ja sedang membersihkan lantai, melihat itu Bok Sil langsung mengambil pembersihnya, karena dia sendiri yang akan bersih-bersiih rumah, dia tak enak kalau Geum ja yang harus melakukannya.



Melihat Geum Ja yang begitu baik, Louis tiba-tiba jadi manja dan langsung tiduran di pangkuan Geum Ja. Tepat disaat itu In Sung muncul dan langsung menendang Louis, karena dia tak terima Louis mengambil ibunya. Namun Louis kembali meletakkan kepalanya ke pangkuan Geum Ja. Kedua laki-laki bertubuh besar itupun bermanja-manja pada Geum Ja. Hmmm... mereka semua sudah terlihat seperti keluarga.


Disaat Louis dan Bok Sil kumpul bersama dan tertawa-tawa dengan Geum Ja dan In Sung, Joong Won sendiri di rumah kesepian. Tak lama kemudian Louis mengirim SMS yang berisi, “Aku harap kau menikmati makanannya.” 

Tentu saja Joong Won bingung dengan maksud Louis dan tepat disaat itu ada pengirim makanan datang memberikan kiriman makanan dari Louis untuk Joong Won. Louis juga kembali mengirim SMS yang berisi, “See you again, Cha Joong On-ssi.”. Kembali membaca tulisan namanya yang di tulis salah oleh Louis, Joong Won pun menggerutu.


Di rumah, Louis juga memesan banyak makanan untuk di makan bersama Bok Sil, In Sung dan Geum Ja. Melihat cara Louis memesan makanan yang begitu banyak dan enak, In Sung pun kembali berkomentar kalau Louis pasti dari keluarga kaya. Sebelum makan, Louis bertanya pada Bok Sil kalau masih ada yang Bok Sil inginkan, maka Louis akan membelinya. Karena makanan yang ada di depan mereka sudah banyak, Bok Sil pun menjawab kalau semuanya sudah cukup dan Louis harus berhenti memesan. 

Melihat sikap Louis yang banyak berubah, Geum Ja pun berkomentar kalau Louis sudah mulai dewasa. Dipuji seperti itu, Louis pun menjawab kalau dia adalah orang yang kompeten, jadi dia tak bisa disebut sebagai pria yang tak tahu apa-apa untuk selamanya. 

“Aku adalah Raja Belanja, Louis,” ucap Louis dengan bangga. 

“Hanya orang yang tidak kompeten yang  menyombongkan dirinya sendiri seperti itu,” jawab In Sung dan itu membuat senyum yang mengembang di wajah Louis tadi jadi menghilang. Tak mau banyak bicara lagi, In Sung mengajak semuanya makan, sebelum makanannya dingin. 

“Jo In Sung, jangan makan terlalu banyak,” ucap Louis kesal.

“Benarkah, Song Joong Ki?” tanya In Sung dan Louis jadi malu karena dibahas tentang penipuan itu. 

Geum Ja kemudian menyarankan pada Louis untuk mulai belajar menabung dan tak harus membuang-buang uang seperti yang dia lakukan sekarang. 



Kita beralih pada Joong Won yang kembali menggerutu karena Louis memberinya ayam goreng. Joong Won yang sedang berdiet, tak mau makan makanan berminyak di malam hari. Namun beberapa menit kemudian kita melihat Joong Won sudah menghabiskan semua ayam gorengnya. Sambil mendumel Joong Won berkata kalau dia akan lari setelah makan, karena dia sudah memakan banyak kalori. 



Di rumah, tinggal Bok Sil dan Louis. Mereka merasa nyaman berada di rumah sendiri. Namun Bok Sil tak percaya dengan ucapan Louis, karena Louis terlihat senang berada di rumah Joong Won. Louis pun meralat kalau maksudnya adalah dia merasa senang karena berada di rumah kecil itu bersama Bok Sil. Mendengar pernyataan itu, Bok Sil pun sedikit terkejut dan Louis merasa kalau dia sudah kelepasan bicara. 

“Aku senang karena kau hanya akan memasak untukku mulai sekarang. Bok Sil. Aku sudah memikirkannya sejak semalam. Melihat bagaimana Tn Baek memarahimu... membuatku marah. Keluarlah dari pekerjaanmu. Kita bisa membuat situs belanja online bersama. Untuk beberapa alasan, rasanya aku akan berhasil melakukan hal seperti itu,” saran Louis. 

“Apa?”

“Kau tidak percaya padaku? Aku Raja Belanja, Louis.”

“Tentu saja aku percaya padamu. Hanya aku yang percaya padamu. Aku masih harus belajar banyak. Tn Cha mengatakan itu padaku,” jawab Bok Sil dan Louis langsung ngambek karena Bok Sil lebih memilih Joong Won di bandingkan dirinya. Louis kemudian bertanya apa yang paling Bok Sil ingin lakukan sekarang? Karena Louis ingin mengabulkan semua keinginan Bok Sil. 

Bok Sil berpikir sejenak dan kemudian menjawab kalau dia ingin melihat pantai. Karena itulah keinginan Bok Sil, Louis pun langsung mengajak Bok Sil melihat pantai.



Paginya, mereka berdua sudah berada di pantai. Louis kemudian membeli kembang gula untuk mereka makan berdua. Mendengar lagu yang di putar oleh penjual kembang gula, Louis merasa familiar dan secara otomatis langsung menggerakkan kakinya ke kiri dan ke kanan. Louis kemudian mengajak Bok Sil menari menikmati lagu dan berjalan di pinggir pantai dengan bertelanjang kaki. 

Mereka bersenang-senang di pinggir pantai dan Bok Sil kemudian menyadari kalau sepatunya hilang satu. Louis kemudian mencarikannya dan saat sudah ketemu, Bok Sil berkata kalau sepatu itu dari Joong Won. Mendengar hal itu, Louis kesal dan langsung melempar sepatu Bok Sil ke laut. 



Mereka kembali bermain air. Setelah puas bermain air mereka saling memeras kan baju mereka satu sama lain. Waktunya pergi, tapi Bok Sil tetap berada di  tempatnya. Dia mengeluh pada Louis karena dia hanya punya satu sepatu. Mendengar itu Louis tersenyum dan kemudian menggendong Bok Sil. 



Karena Bok Sil tak punya sepatu, Louis pun membelikannya. Melihat sepatu pemberin Louis, Bok Sil berkata “Nenenkku berkata kalau memberikan sepatu berarti memberikan hadiah perpisahan.”

Mendengar hal itu, Louis terkejut dan menyuruh Bok Sil yang membayar sepatu itu sediri. Namun Bok Sil menjawab kalau dia tak punya uang, dia tak bawa dompet. 

“Kenapa kau harus mengatakan hal tidak menyenangkan seperti itu?” keluh Louis dan kemudian bertanya harga sepatu itu pada penjaga toko. 



Detektif Nam menemui Jae Suk di toko bukunya. Saat melihat detektif Nam masuk, Jae Suk langsung terpesona padanya. Detektif Nam kemudian memperkenalkan dirinya dari kepolisian yang datang untuk menanyakan beberapa pertanyaan pada Jae Suk. Dia bertanya apa Jae Suk punya kotak musik yang dibuat untuk acara ulang tahun ke 30 pusat perbelanjaan Gold? Dan Jae Suk mengiyakan, karena kotak musik itu berada tepat di belakang detektif Nam.

Detektif Nam kemudian bertanya apa Jae Suk tahu dengan orang yang bernama Louis? Mendengar pertanyaan itu Jae Suk sedikit terkejut. 


Namun kita tak langsung diperdengarkan pada jawaban Jae Suk, kita dialihkan pada Bok Sil dan Louis yang sekarang berada di tempat jual buku bekas. Louis kemudian membaca salah satu buku dengan bahasa asing dan Louis bisa dengan mudah membacanya. Tentu saja hal itu membuat Bok Sil dan Louis sendiri terkejut. Bahkan bukan satu bahasa saja yang Louis bisa, ada beberapa bahasa yang sepertinya Louis kuasai. 


Ingin memamerkan keahliannya pada Geum Ja dan Joong Won, Louis pun menyuruh Bok Sil untuk memvideokan dirinya saat membaca buku-buku tersebut. Saat mencari buku untuk dibaca, Louis kemudian menemukan sebuah buku yang jika judulnya diartikan dalam bahasa korea berarti, "Mencari Waktu Yang Hilang.". Melihat buku itu, Louis merasa kalau hal itu seperti situasinya saat ini. 

“Bok Sil. Aku ingin mendapatkan ingatanku kembali, tapi hidupku sekarang... juga membuatku sangat bahagia. Hatiku dipenuhi kehangatan... dan kebahagiaan,” aku Louis dan Bok Sil masih merekam Louis. 

“Wang Louie. Kalau begitu, apa kejadian yang paling berkesan... dalam kehidupan barumu sejauh ini?” tanya Bok Sil. 

Ditanya seperti itu, Louis kembali ingat saat-saat dia menunggu Bok Sil. Saat Louis memayungi Bok Sil ketika di halte, ternyata Louis sudah lama menunggu Bok Sil ketika itu.  


“Saat aku menghabiskan waktuku untuk menunggumu seharian,” jawab Louis. Dia kemudian mengambil ponselnya dan merekam Bok Sil sambil bertanya hal yang sama seperti yang Bok Sil tanyakan tadi. 


“Saat ini,” jawab Bok Sil dan tersenyum. Mendengar itu, Louis secara perlahan menghampiri Bok Sil dan mencium bibir Bok Sil. Bok Sil pun tak menolaknya.


bersambung

No comments :

Post a Comment