October 25, 2016

Shopping King Louis Episode 8 - 1


Louis mengantar Bok Sil dan Joong Won ke kantor, dia terlihat sedih harus meninggalkan Bok Sil bersama Joong Won. Dia kemudian pulang menggunakan bis dan kemudian mengajak In Sung pergi berbelanja ke pasar tradisional. Dia mengajak In Sung jalan-jalan ke pasar karena sedang merasa tertekan. Dia kepikiran tentang kapan dia mendapatkan kembali ingatannya. Dia penasaran apa pekerjaannya sebelumnya, karena hari ini Louis tiba-tiba ingin bekerja.





“Kau pasti merasa terasing... di dunia yang sibuk ini? Diantara banyaknya perkantoran di gedung-gedung tinggi itu. Kau pasti bertanya-tanya kenapa kau tidak bekerja di salah satu tempat itu? Kau ingin merasa ingin bergabung apapun alasannya.Kau juga merasakan keinginan besar  untuk ikut dalam rutinitas para karyawan, kan?” tanya In Sung dan Louis mengangguk iya.

“Apa kau membaca pikiranku?” tanya Louis yang merasa bingung karena In Sung tahu apa yang dia pikirkan. 

“Kau tahu kan siapa aku?”

Seorang pencari kerja.”

“Apa?”

“Seorang pencari kerja,” jawab Louis dengan keras. 

“Inilah yang dilakukan pencari kerja.Mereka bukan hanya belajar, tapi mereka juga merenung. Semakin sering kau belajar, semakin dalam pikiranmu,” jelas In Sung dan Louis mengangguk mengerti. In Sung kemudian berkata kalau Louis mulai berubah dewasa, tapi jalan Louis masih lama jika mau sedewasa In Sung. 

“Ayo cepat selesaikan belanjanya. Lalu kita cari Bok Nam,” ajak In Sung dan Louis setuju. 

Dalam hati Louis berkata, “Aku ingin menjadi orang yang lebih baik.Setelah itu, aku akan memberitahunya.”

Shopping King Louis Episode 8 = Be My Baby



In Sung memberitahu Ma Ri kalau Bok Sil tinggal bersama Joong Won. Tentu saja Ma Ri terkejut mendengarnya, namun dia menutupi rasa terkejutnya di hadapan In Sung. In Sung kemudian berkata kalau sepertinya Joong Won menyukai Bok Sil karena dia mempersilahkan Bok Sil tinggal bersamanya, padahal Bok Sil punya tanggungan. 

“Ada seorang pria bernama Louieyang di urus oleh Bok Sil.Dia sangat baik,tapi dia...Dia sangat aneh seperti alien.Dia jadi beban untuk Bok Sil,” jelas In Sung tentang beban yang di tanggung Bok Sil. 

In Sung kemudian menyayangkan karena Ma Ri tak bisa bertemu dengan Bok Sil. Ma Ri pun tak mempermasalahkannya, karena dia hanya datang sebagai atasan yang merasa khawatir pada bawahannya. 

“Aku tahu aku seharusnya tidak bolehmengatakan ini karena kita baru bertemu.Wajahmu, tubuhmu... Maksudku, kau memiliki... hati yang baik,” ungkap In Sung dengan malu-malu.

Keluar dari cafe, Ma Ri langsung menelpon ayahnya dan memberitahu kalau Bok Sil dan Louis sekarang menginap di rumah Joong Won. Tak suka Bok Sil berada di rumah Joong Won, Ma Ri pun berniat mengeluarkan Bok Sil dari sana, namun sang ayah menghentikannya dengan berkata kalau dialah yang akan mengurus semuanya. 



Setelah mendapat informasi dari  Ma Ri, Tuan Baek langsung pergi ke rumah Joong Won. Tak mau mendapat masalah, Joong Won langsung menyuruh Bok Sil dan Louis bersembunyi. Sebelum bersembunyi, Bok Sil tak lupa mengambil sepatu miliknya dan juga Louis. Mereka berdua kemudian bersembunyi di ruang kerja. Karena harus membungkam mulut Louis yang terus bicara, Bok Sil tak sengaja menjatuhkan sepatu yang dia pegang. Mendengar suara benda jatuh, Tuan Baek langsung menerobos masuk ruang kerja, namun disana sudah tak ada siapa-siapa. Walau tak menemukan siapa-siapa disana, Tuan Baek tetap ingin berada di sana dan mengajak Joong Won untuk bicara disana.


Dimana Bok Sil dan Louis? Mereka bersembunyi dibawah meja. Tuan Baek datang karena dia mendengar desas desus mengenai Joong Won yang tinggal bersama wanitanya dan kabarnya itu adalah salah satu pegawai yang bekerja di departemennya. Pegawai yang dia angkat dari cleaning servish. Tuan Baek bertanya apa alasan sebenarnya Joong Won mengangkat Bok Sil jadi pegawai dan Joong Won menjawab kalau semua itu karena kemampuan Bok Sil, jadi Joong Won memberinya kesempatan. 



Walaupun kesal, Tuan Baek tetap mengatakan kalau dia percaya pada apa yang Joong Won katakan. Dia kemudian menyarankan untuk mengirim Bok Sil ke cabang mereka yang ada di Shanghai, agar desas desus tentang Joong Won hilang. 

“Apa?” tanya Joong Won kaget.

“Pikirkanlah lagi.Ini akan jadi kesempatan yang bagus untuknya.Maafkan aku karena mengganggumu malam-malam begini,” ucap Tuan Baek dan pulang. Louis terlihat sedih karena mendengar Bok Sil mau di kirim ke Sanghai. 


Tuan Baek pergi, saat keluar rumah Joong Won, dia sempat menoleh ke belakang dan tersenyum sinis.  Louis dan Bok Sil keluar dari persembunyian. Bok Sil pun meminta maaf karena sudah menyusahkan Joong Won, Louis juga  ikut meminta maaf karena Bok Sil meminta maaf. Bok Sil kemudian menyuruh Louis untuk mengemas barang-barangnya, namun Joong Won menghentikannya. 


Joong Won mengaku tak tahu siapa yang menyebar desas desus tersebut dan dia merasa tak masalah, selain itu Joong Won juga tak masalah jika harus tinggal bersama Bok Sil dan Louis. Bok Sil ingin tetap pergi, tapi Louis dengan senang hati menerima bantuan Joong Won untuk membiarkan mereka tinggal, dengan alasan kalau mereka harus menerima semua kebaikan orang pada mereka. 



Louis kemudian secara blak-blakan bertanya apa Joong Won menyukai Bok Sil sebagai wanita? Joong Won tak langsung menjawab, dia teringat kembali pada kejadian koin Louis yang jatuh di panggangan, dari kejadian itu Joong Won bisa tahu kalau Louis dan Bok Sil saling menyukai, karena hal itu, Joong Won pun menjawab kalau dia tidak menyukai Bok Sil. Mendengar itu Louis merasa lega dan dia kemudian bertanya apa Joong Won benar-benar akan mengirim Bok Sil ke cabang Sanghai.

Joong Won menjawab tidak dan kemudian menyuruh Louis untuk tidak mengkhawatirkan hal yang sia-sia, jadi mereka pergi tidur saja. Tak mau Louis macam-macam dengan Bok Sil, Joong Won pun membawa Louis naik ke kamarnya. 


Tuan Baek lalu memberitahu tentang rencananya mengirim Bok Sil ke Shanghai pada Ma Ri. Dia sangat yakin kalau Bok Sil di kirim ke Shanghai, maka Louis juga akan ikut dengannya. Jadi tugas mereka sekarang adalah memastikan Louis tidak datang ke perusahaan sampai saham perusahaan diserahkan semua pada dirinya. 

Ma Ri sangat yakin kalau Bok Sil tidak akan pernah mau dikirim ke Shanghai, karena dia sedang mencari adiknya. Tuan Baek pun menyuruh Ma Ri untuk memberitahu Bok Sil kalau adiknya sudah mati, karena setelah dia mendengar hal itu, Tuan Baek sangat yakin kalau Bok Sil akan memilih pergi jauh dari Seoul. 


Tuan Kim bersama Jung Ran pergi ke toko bunga dan bertanya apa Louis pernah pergi kesana. Si penjaga toko dengan yakin mengiyakan karena saat itu Louis sangat pemilih dengan bunga. Tuan Kim bertanya bunga warna apa yang Louis ambil dan si penjaga menjawab “oranye”.


Flashback!
Louis dan Tuan Kim sedang berada di taman bunga. Louis kemudian membahas tentang bahasa bunga. 

“Merah berarti keinginan besar, kuningberarti kecemburuan dan merah muda berarti kebahagiaan. Apa kau tahu artinya oranye?” tanya Louis dan Tuan Kim tidak tahu jawabannya. Louis kemudian memberitahu kalau warna oranye artinya adalah cinta pertama. Membahas tentang cinta pertama, Louis kemudian bertanya-tanya apakah dia akan merasakannya juga dan Tuan Kim berkata kalau tak akan ada yang tahu tentang hal tersebut. 

“Jika aku jatuh cinta dengan seseorang,aku akan memberikannya bunga mawaroranye ini. Hanya setangkai mawar,” ucap Louis.
Flashback End


Mengingat hal itu, Tuan Kim pun sangat yakin kalau pria yang datang ke toko bunga itu adalah Louis. Dia kemudian bertanya apa pria itu mengatakan hal lain lagi dan si penjaga toko menjawab kalau pria itu hendak memberikan bunganya pada wanita yang tinggal bersamanya.

Mendengar Louis tinggal bersama seorang wanita dan membayar bunga dengan menggunakan uang koin, Jung Ran pun berpendapat kalau pria itu bukanlah Louis. Namun Tuan Kim tetap yakin pada keyakinannya.



Louis dan In Sung sudah berada di pasar. Seperti biasa, Louis mengambil baju yang memanggil namanya dan kemudian membayar baju itu dengan uang koin pada si penjual. Sambil jalan, Louis kemudian bertanya pada In Sung apa penjahatnya belum tertangkap dan In Sung mengiyakan. 


“Aneh. Aku memberi mereka petunjuk besar.Dia seharusnya sudah tertangkap sekarang,” ucap Louis dan In Sung tak percaya akan hal tersebut. Dia tak percaya kalau Louis sudah memberi petunjuk pada polisi. 

Di kantor polisi, detektif Nam mendapat telepon dari rekannya yang mengatakan kalau mereka sudah menemukan alamat dari si penjahat. Nama si penjahat adalah Jung Gil Do. Setelah mendapatkan informasi tersebut, detektif Nam bersama timnya berikut juga atasanya langsung pergi untuk menangkapnya. 


Ma Ri memanggil Bok Sil dan mengajaknya bicara selesai bekerja. Walaupun merasa bingung, Bok Sil tetap mengiyakan ajakan Ma Ri.


Joong Won muncul dan dengan tegas bertanya apa semua persiapan untuk Korea Black Friday berjalan lancar? Ma Ri mengiyakan, karena banyak pengusaha yang ingin menjual produk mereka dan sebagian sample sudah di kirim ke mereka dan memenuhi kantor. Namun Joong Won tak mau melihat kantor berantakan, jadi mereka harus secepatnya membereskan semuanya. 

Joong Won kemudian bertanya tentang pekerja part-time dan Kyung Kook berkata kalau orang itu akan mulai bekerja hari ini, Hye Joo juga menambahkan kalau. Tak lama kemudian Bok Sil masuk dan berkata kalau orang yang akan bekerja sebagai pekerja part-time mendadak ada urusan, jadi dia tak bisa datang. 

“Seperti yang diharapkan, Tn Lee,kau memang benar-benar karyawan yang hebat.Bagaimana bisa kau sangat hebatdalam segala hal?” tanya Joong Won dengan marah dan Kyung Kook hendak mencari pekerja part-time yang lain, namun Joong Won melarang, karena dia sendiri yang akan mencari pekerja part-time-nya. 


Tuan Kim mendatangi penjual baju dimana Louis sering membeli dan si penjual itu mengatakan kalau Louis baru saja membeli di  tempatnya sekitar 20 menit yang lalu. Mendengar itu, Tuan Kim langsung bergegas pergi dan tak lupa, dia juga meninggalkan kartu nama pada si penjual pakaian agar si penjual pakaian menghubunginya saat Louis datang lagi. 



Louis dan In Sung memang masih di area pasar dan Tuan Kim terus mengejarnya. Namun karena tak fokus dengan jalan, dia menabrak seseorang dan terjatuh. Melihat Tuan Kim jatuh, Jung Ran langsung marah-marah pada orang yang di tabrak Tuan Kim. Tak perduli, orang itu langsung berjalan pergi.



Tuan Kim kemudian menyuruh Jung Ran berhenti marah-marah, karena Tuan Kim baik-baik saja. Namun Jung Ran mengaku kalau dia tak merasa baik-baik saja melihat Tuan Kim terjatuh. Mendengar rasa khawatir Jung Ran padanya, Tuan Kim pun langsung mensensor dan dari hasil sensor-nya, dia menyimpulkan kalau Jung Ran benar-benar merasa khawatir padanya. Melihat Jung Ran khawatir padanya, dalam hati Tuan Kim pun bertanya-tanya alasan Jung Ran khawatir. Karena hal itu, Tuan Kim pun jadi melupakan pencariannya pada Louis.


Louis masih bersama In Sung, mereka jalan sambil makan dan tepat di saat itu Louis mendapat pekerjaan dari seseorang dengan bayaran 50 dolar sehari. In Sung penasaran dan bertanya Louis mendapat pekerjaan dimana, Louis menjawab Goldline. Melihat Louis pergi kerja dengan penghasilan 50 dolar sehari, In Sung jadi ikut senang. 



Sebelum berangkat kerja, Louis balik ke rumah Joong Won dan memakai pakaian kerja Joong Won. Louis kemudian masuk ke kantor dan semua pegawai langsung terperanga melihatnya, karena Louis punya wajah tampan dan dia datang dengan menggunakan jas, jadi mereka pun mengira kalau Louis adalah orang penting. Apalagi Louis datang-datang langsung mencari Joong Won. Saat Louis meminta dibuatkan Maxim Gold, Kyung Kook pun langsung pergi membuatkannya. 

Louis kemudian pergi ke ruangan Joong Won dan melihat itu, Hye Joo bergumam kalau dia tak merasa asing pada wajah Louis. Doo Jin juga bertanya-tanya kenapa Louis menggunakan semua pakaian Joong Won, mulai dari baju, sepatu dan dasi. 



Tepat disaat itu Joong Won datang bersama Bok Sil dan ketika dia melihat Louis berada di ruangannya dengan memakai semua barang miliknya, Joong Won langsung marah dan mencengkarm baju yang Louis kenakan. Menyadari kalau semua pegawainya melihat, Joong Won pun tak jadi memarahi Louis. Dia kemudian memperkenalkan Louis sebagai pekerja paruh waktu dan saat memperkenalkan diri, Do Jin bertanya nama belakang Louis. Sempat bingung, Louis kemudian menjawab kalau nama depannya adalang “Wang” jadi nama lengkap dia adalah “Wang Louis”. Mendengar itu Bok Sil tertawa. Melihat Bok Sil dan Louis sepertinya kenal satu sama lain, Hye Joo pun jadi ingat kalau Louis adalah pria yang pulang bersama Bok Sil dan mengaku sebagai walinya. 


“Ah benar, dia kekasihnya Bok Sil. Iya, kan, Louis?” ucap Hye Joo dan Bok Sil langsung berkata bukan, namun dengan perasaan menang dari Joong Won, Louis malah berkata pada semuanya kalau hubungan dia dan Bok Sil lebiih dari sekedar kekasih. Saat Louis hendak mengatakan kalau mereka berdua sudah tinggal bersama, Bok Sil langsung membungkam mulutnya. Tak ingin ada kesalah pahaman, Bok Sil pun memberitahu yang lain kalau Louis sedang membantu dia mencari adiknya. 


Do Jin lalu bertanya kenapa Louis bisa memakai baju Joong Won? Louis hendak menjawab kalau mereka berdua tinggal di rumah yang sama, tapi Joong Won dengan cepat membungkam mulut Louis. Joong Won kemudian menjawab kalau mereka berdua bertemu ketika mereka sama-sama melakukan diet. Tak ingin Louis membual di depan pegawainya, Joong Won pun menyuruh Louis bekerja. 


Tepat disaat itu Kyung Kook masuk dengan membawa kopi pesanan Louis, Kyung Kook masih belum tahu kalau Louis datang sebagai pekerja paruh waktu. Louis kemudian bertanya nama dan Kyung Kook dengan bangganya menunjukkan ID CARD-nya. Kyung Kook terlihat tambah senang ketika Louis berkata akan selalu mengingat nama Kyung Kook. 


Louis keluar sambil membawa kopi-nya dan ketika Do Jin memberitahu Kyung Kook kalau Louis hanya seorang pekerja paruh waktu, Kyung Kook langsung terduduk lemas di tangga. 

Hye Joo kemudian memberikan daftar yang harus Louis kerjakan dan setelah itu, dia dan Do Jin memberikan banyak pertanyaan pada Louis. Mulai dari bagaimana dia bertemu dengan Bok Sil, bagaimana Louis mendapat pekerjaan paruh waktu dan Joong Won  pergi ke tempat olahraga yang mana. 

“Jangan pedulikan dia. Bekerjalah,” teriak Joong Won dan mereka semua langsung pergi ke mejanya masing-masing. 


Louis pergi ke ruang penyimpanan dan mulai bekerja. Joong Won menghapiri Louis dan berkata, “Bukan kotaknya dan periksa barang-barangnya. Pisahkan barangnya... sesuai kategori dan berikan pada masing-masing orang.”



Louis pun menjawab kalau hal itu tidak terlalu sulit. Melihat kesombongan Louis, Joong Won pun memilih pergi sambil berdehem. Setelah Joong Won pergi, Louis langsung mengerjakan pekerjaannya. Tepat disaat itu Ma Ri muncul dengan membawa beberapa produk. Melihat Louis, Ma Ri langsung ketakutan dan tak sengaja merobohkan kotak-kota yang ada disana. Kotak-kotak itu pun menjatuhi Louis dan membuat Louis pingsan. Melihat Louis pingsan, Ma Ri langsung lari menemui ayahnya. 

Saking ketakutannya, Ma Ri hampir mengatakan apa yang dia lihat di hadapan pegawai Tuan Baek. Karena apa yang akan Ma Ri katakan adalah suatu yang penting, Tuan Baek langsung menyuruh pegawainya keluar dan mereka bicara lagi nanti.



Saat hanya berdua, Ma Ri dengan panik memberitahu ayahnya kalau Louis sekarang ada dikantor, dibagian penjualan. Saat mengingat-ingat, Ma Ri akhirnya sadar tahu kalau Louis datang ke kantor sebagai pegawai paruh waktu untuk membantu acara Black Friday kantor mereka. Mendengar itu, Tuan Baek kembali menyimpulkan kalau gara-gara Bok Sil, Louis selalu terlibat dengan urusan kantor, jadi mereka harus bergegas menyingkirkan Bok Sil.



Kyung Kook dan Do Jin kembali ke kantor dan mereka terkejut melihat Louis pingsan ditimpa kotak-kota. Mi Young dan Hye Joo juga datang. Saat ditanya, Louis berkata kalau tadi ada seorang wanita datang menyerangnya, dia adalah wanita yang pernah menabraknya dengan mobil. Karena Mi Young dan Hye Joo bukan wanita yang Louis bicarakan, Kyung Kook pun menebak Ma Ri, namun Mi Young dan Hye Joo tak percaya akan hal tersebut karena menurut mereka Ma Ri bukanlah orang yang bisa melakukan hal seperti itu. Mereka masih beranggapan kalau Ma Ri adalah orang terbaik sedunia. 

Mi Young dan Hye Joo semakin tak percaya pada ucapan Louis ketika mereka ingat kalau Louis adalah gelandangan cabul yang mengganggu mereka saat itu. Menyadari kalau tak ada yang percaya pada kata-katanya, Louis pun cemberut dan pergi melanjutkan pekerjaannya. 



Tepat disaat itu Bok Sil muncul dengan membawa barang untuk diperiksa oleh Louis. Melihat gudang penyimpanan berantakan, Bok Sil pun bertanya apa yang terjadi? Dan Louis dengan wajah manjanya berkata kalau wajahnya sudah dipukul oleh barang-barang itu. Tentu saja Bok Sil dengan khawatir menyuruh Louis untuk lebih berhati-hati lagi.

“Bok Sil. Bukankah ini aneh? Hanya kau satu-satunya yang percaya semua perkataanku. Tuan Cha juga mengatakan kalau aku seorang pembohong besar,” aku Louis.

“Kau hanya perlu satu orang yang akan mempercayai... semua perkataanmu,” jawab Bok Sil.

“Apa orang itu kau?”

“Tentu saja. Kenapa kau bertanya lagi?” ucap Bok Sil dan Louis tersenyum senang mendengarnya.


Kyung Kook dan Do Jin berpapasan dengan Ma Ri. Karena percaya pada kata-kata Louis, Kyung Kook pun masih mencurigai Ma Ri sebagai orang yang sudah menabrak dan menyerang Louis. Jadi, saat bertemu Kyung Kook langsung menanyakannya. Tentu saja Ma Ri tidak mengaku, dia bahkan berkata kalau dia belum bertemu dengan pekerja paruh waktu mereka. Do Jin percaya pada apa yang Ma Ri katakan, namun Kyung Kook masih merasa curiga padanya. 

Ma Ri masuk kantor dan dia berpapasan dengan Hye Joo dan Mi Young di pintu. Namun mereka tak bicara apa-apa, mereka hanya saling menundukkan kepala. Ma Ri melihat Bok Sil dan Louis dari jauh, dia berusaha mendengar apa yang mereka berdua bicarakan. Tapi tak ada yang mereka bicarakan karena Bok Sil hanya membantu pekerjaan Louis.



Tepat disaat itu Joong Won muncul dan bertanya apa yang sedang Ma Ri lakukan. Tentu saja Ma Ri terkejut mendengar suara Joong Won yang tiba-tiba. Melihat keterkejutan Ma Ri, Joong Won pun bertanya apa Ma Ri sedang berusaha menghindari seseorang? Dan Ma Ri menjawab tidak, lalu pergi.


In Sung pulang dan tepat disaat itu, para reporter yang berkumpul di sekitar rumahnya langsung berlarian karena mereka mendapat kabar kalau tersangkanya sudah tertangkap. Penasaran apa yang terjadi, In Sung pu bertanya pada salah satu reporter dan reporter itu mengatakan kalau polisi sudah berhasil menangkap tersangkanya. Mendengar hal itu, In Sung pun teringat pada kata-kata Louis yang berkata kalau dia sudah memberikan petunjuk besar pada polisi, jadi seharusnya mereka sudah menangkap tersangkanya.

“Wah, dia sangat ahli. Oh aku merinding,” ucap In Sung mengingat Louis.

Di rumah, In Sung dan ibunya menonton berita tentang tertangkapnya tersangka dan terungkapnya identitas tersangka disebabkan serbuk yang ada di lantai, sehingga polisi bisa melacaknya dari jejak sepatunya. Mendengar ada serbuk di lantai rumah Bok Sil, Geum Ja pun jadi bertanya-tanya siapa orang yang sudah menyebar serbuk itu, karena Bok Sil selalu membersihkan rumahnya. 


Flashback di hari kejadian...
Louis sedang bermain pedang-pedangan untuk melatih badannya yang masih terasa sakit. Dia kemudian masuk ke rumah untuk membuat kopi, tapi karena pedang yang dia bawa, diapun menumpahkan bubuk kopi sampai dua kali. Tak bisa membersihkan bubuk kopi karena badannya masih sakit untuk bergerak, Louis pun keluar rumah dan membiarkan bubuk kopinya di lantai.




Lima menit sebelum kejadian, Louis pergi ke halte bus untuk menjemput Bok Sil. Tepat disaat itu, orang suruhan Tuan Baek masuk dan melihat bubuk kopi yang tersebar di lantai. Tak lama kemudian Jung Gil Dong masuk dan memukul kepala pria itu dengan palu. Tanpa Gil Dong sadari, dia menginjak serbuk kopi yang ada di lantai.
Flashback End!

bersambung

No comments :

Post a Comment