October 19, 2016

Shopping King Louis Episode 7 - 2




Bok  Sil masuk ruangan yang Joong Won tunjukkan padanya, ternyata itu adalah ruangan kerja Joong Won. Walaupun begitu, Bok Sil merasa senang pada ruangan itu, karena ruangan itu lebih bagus dibanding kamar yang dia sewa. Bok Sil hendak melihat foto Joong Won bersama keluarganya, namun tak jadi karena Joong Won tiba-tiba muncul dan berkata kalau Bok Sil di larang menyentuh barang-barangnya. 

Bok Sil membuka kulkas dan merasa kagum karena di dalamnya banyak terdapat makan. Lagi-lagi Joong Won muncul dan berkata kalau Bok Sil boleh makan apapun yang ada di kulkas. 



Saat Bok Sil ada di tempat mencuci baju, Joong Won kembali muncul dan menyuruh Bok Sil memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak. Karena mereka di sekat dengan dinding kaca, jadi Bok Sil tak bisa mendengar ucapan Joong Won dengan jelas, sehingga membuat Joong Won harus berteriak untuk memberitahunya. 

Bok Sil masuk kamarnya dan bergumam, “Dia menyuruhku untuk tidak menghalanginya. Tapi kenapa dia selalu mengikutiku?”


Baru saja Bok Sil berkata seperti itu, Joong Won muncul lagi dengan membawa alas tidur yang bisa Bok Sil gunakan untuk tidur. Bukan hanya membawakan alas tidur, Joong Won bahkan hendak memasangkannya untuk Bok Sil, namun Bok Sil menolak sehingga mereka saling rebut alas tidur sampai akhirnya mereka terjatuh ke sofa, dimana posisinya Bok Sil berada di atas Joong Won. 



Saat mereka berada di posisi itu, Louis muncul dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Dengan cepat Bok Sil berdiri dan menjelaskan kalau dia sedang membuat tempat tidur. Namun Joong Won tak senang Bok Sil memberi penjelasan pada Louis, dia berkata kalau Bok Sil tak perlu menjelaskan apapun karena Bok Sil tidak berbuat salah. Joong Won kemudian berkata kalau untuk makan malam, dia yang akan memasaknya. 



Setelah Joong Won keluar, Louis menghampiri Bok Sil dan berkata pada Bok Sil untuk tidak dekat-dekat dengan Joong Won. 



“Apa yang kau bicarakan? Dia sudah mengajak kita tinggal disini. Jadi baik-baiklah padanya,” pesan Bok Sil dan Louis malah ngambek dan tiduran di sofa. Dia minta dipijit oleh Bok Sil. Tentu saja Bok Sil tak mau, dia malah memukul punggung Louis dan itu membuat Louis kesakitan. Bok Sil menyuruh Louis bangun dan dengan muka ditekuk Louis bangun lalu keluar.


Di rumah Nyonya Choi sedang melihat berita tentang pembunuhan di kamar Bok Sil, namun baru setengah mendengar reporter membacakan berita, Jae Suk langsung memindah channelnya, dengan alasan banyak berita yang tidak baik untuk kesehatan mental mereka. Dia kemudian memindahnya ke acara “Real Story Eye”. 

Merasa bosan dengan acara tersebut, Jae Suk kembali memindah channel dan secara kebetulan, dia memindah ke channel yang menyiarkan berita tentang Louis yang berlari dengan memakai koyo pada seluruh badannya. 

“Kami sedang mencari pria yang berlari...dengan tertutupi koyo saat sore hari di tanggal 12 Oktober. Pria ini terlihat berlari sejauh 10 km... dari Hyunwoon-dong menuju Eunsung-dong...dengan koyo di seluruh tubuhnya,” ucap si pembawa berita. 

Dan ketika melihat pria yang berlari itu, secara reflek Jae Suk berkata, “Pria itu... Bukankah itu Louis?” tapi dia langsung menyangkalnya sendiri karena setahu mereka Louis sudah mati. Jung Ran yang juga melihatnya langsung berkata kalau kemungkinan orang itu hanya pria yang mirip dengan Louis saja.


Namun mata Tuan Kim langsung mendeteksi tubuh pria yang berlari dengan memakai koyo dan membandingkannya dengan Louis. “Garis leher sampai bahunya. Sudut dan proporsi tubuhnya. Analisisku menyatakan kalau itu benar Tn Louis,” ucap Tuan Kim dan Nyonya Choi langsung menyuruhnya untuk mencari tahu.


Melihat sendiri orang yang mirip dengan Louis, kesehatan Nyonya Choi jadi tak stabil dan Jung Ran langsung mengambil alat tensi darah untuk mengecek tekanan darah Nyonya Choi. 


Louis sendiri sekarang sedang makan malam bersama Bok Sil dan Joong Won. Mereka akhirnya makan malam dengan jajangmyeon karena Louis tak suka pada masakan Joong Won. Dengan sangat lahap Bok Sil dan Louis makan sampai-sampai Joong Won berkomentar kalau mereka seperti orang yang tak makan seharian. 

Masih merasa lapar, Louis minta satu mangkuk lagi, namun Joong Won tak mau memesankannya. Dia menyuruh Louis makan masakan yang sudah dia buat, namun Louis tetap tak mau memakannya dengan alasan daging yang digoreng Joong Won keras. Melihat Louis masih merasa lapar, jadi Bok Sil yang meminta pada Joong Won untuk di pesankan lagi dan dia juga minta satu mangkuk lagi untuk dirinya. Karena Bok Sil yang minta, Joong Won pun tak bisa menolak. Dia kemudian memesan kembali jajangmyeon dua mangkuk.

Saat makan jajangmyeon pada mangkuk keduanya, Louis minta diambilkan minum pada Bok Sil. Namun Joong Won melarang Bok Sil untuk mengambilkannya karena Joong Won sendiri yang beranjak dari tempat duduknya dan mengambilkan minum untuk Bok Sil dan Louis. 

Louis langsung meminum airnya dan saat dia hendak mengembalikannya lagi di atas meja, dia salah tempat dan akhirnya membuat air minumnya tumpah ke meja. Melihat itu, Bok Sil hendak mengambil lap, namun Joong Won lagi-lagi melarangnya. Dia menyuruh Louis sendiri yang membersihkannya.



Dengan muka malas, Louis mengambil tisu dan memainkan tisu diatas air. Karena tisu yang Louis ambil hanya satu, jadi air yang ada di meja tidak akan kering dibuatnya. Melihat itu Joong Won jadi kesal sendiri, dia langsung mengambil lap dan memukul tangan Louis agar menyingkir. Akhirnya Joong Won lah yang mengelap mejanya. 


Kita kembali diperlihatkan pada Louis yang memakai mahkota sedangkan Joong Won di beri julukan “pelayan Cha.” Tak peduli dengan apa yang Joong Won lakukan, Louis melanjutkan makannya dan itu membuat Joong Won menghela nafas kesal. Ya, Joong Won  bertambah kesal pada Louis, sampai-sampai air yang diserap lap tadi dia peras kembali di depan Louis. 

Melihat Joong Won kesal, Louis pun bertanya apa dia harus mencuci piringnya? Sebelum Joong Won menjawab, Bok Sil langsung berkata kalau dia yang akan mencucinya. Namun Joong Won melarang, dia berkata kalau dia sendiri yang akan mencuci piringnya dan menyuruh mereka berdua untuk tidak mengganggunya, mereka bisa pergi menonton TV. 

Karena seperti itu permintaan Joong Won, jadi Louis dan Bok Sil pergi nonton TV dan meninggalkan Joong Won mencuci piring. Tanpa Joong Won sadari, dia sudah bertingkah seperti pelayannya Louis.

Louis dan Bok Sil menonton drama tentang seorang pria yang terkena amnesia dan si wanita langsung meninggalkannya karena pria itu tak mempunyai apa-apa, tapi pada kenyataannya si pria adalah seorang pewaris perusahaan dan sekarang wanita yang meninggalkannya itu akan mengetahui semuanya dan akan menyesali apa yang sudah dia lakukan.


Ntah apa yang ada di pikiran Louis, dia kemudian meminta Joong Won untuk membuatkannya segelas Maxim Gold. Bok Sil langsung menepuk Louis dan berkata kalau dia yang akan membuatkan kopi untuk Louis. Namun saat Bok Sil beranjak untuk pergi membuat kopi, Joong Won langsung berkata kalau Bok Sil menonton TV saja. 

Joong Won membuatkan kopi dan Bok Sil merasa tak nyaman sedangkan Louis tak perduli, dia lebih fokus pada cerita drama yang dia tonton. 

“Kenapa aku melakukan semua ini?” ucap Joong Won sambil menunggu air panas dan dengan tatapan tak senang melihat ke arah Louis.


Jung Ran kembali menelpon Tuan Baek dan memberitahunya tentang mereka yang melihat pria mirip dengan Louis di TV. Karena hal tersebut, Tuan Kim pergi ke Seoul untuk mencaritahunya. Sedangkan Nyonya Choi sekarang sedang tertidur dan dia harus mengenakan alat bantu pernapasan karena sangat terkejut melihat pria yang mirip dengan Louis. 

“Kau harus mencoba menonton acara itu online...atau hubungi stasiun TV. Pria itu benar-benar mirip dengan Tn Louis,” saran Jung Ran dan Tuan Baek hampir pingsan mendengarnya. Dia tak bisa berkata-kata lagi. Tapi karena Jung Ran terus memanggilnya, Tuan Baek pun berkata padanya untuk fokus menjaga Nyonya Choi mulai sekarang lalu dia menutup telepon dengan alasan harus segera pergi. 


Setelah menutup telepon Jung Ran, dia kemudian mendapat telepon dari Jae Suk yang langsung memberitahunya kalau Jae Suk-lah yang menemukan Louis. “Aku memindahkan TVnya ke channel 11 ketika kami sedang menonton bersama dan pria yang mirip Louie muncul di TV. Semua orang sampai tidak bisa berkata-kata karena terkejut, tapi lalu aku berteriak, "Bukankah itu Louie?" Sayang, bukankah aku hebat? Jika bukan karena aku memindahkan siarannya, kami hampir tidak bisa menontonnya,” ungkap Jae Suk. 


“Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau melakukan ini pada suamimu? Aku tidak ingin melihatmu, jadi jangan muncul dihadapanku,” teriak Tuan Baek dan menutup teleponnya. Tentu saja Jae Suk bingung dengan apa yang terjadi, kenapa Tuan Baek marah-marah seperti itu padanya. 

Tuan Baek duduk dan bergumam kalau Tuan Goo sudah tak ada dan seisi kota membicarakan tentang kejadian itu. Dia bertanya-tanya, “Bom waktu apalagi ini?” dengan wajah cemas.


Bok Sil mencuci beras dan Joong Won tiba-tiba muncul lalu bertanya apa yang sedang Bok Sil lakukan malam-malam begini. Bok Sil menjawab kalau dia sedang merendam beras karena dengan beras direndam terlebih dahulu maka nasinya akan lebih enak. Joong Won kemudian berkata kalau dia yang akan membuat sarapan, jadi Bok Sil tak perlu mengatakan apapun, karena dia tak mau Bok Sil menyentuh barang-barangnya. Namun Bok Sil tetap pada pendiriannya, dia tetap ingin memasak. Seperti sebelumnya, mereka jadi rebutan lagi, mereka rebutan beras. Alhasil, beras tumpah ke lantai. 



Mereka berdua kemudian sama-sama membersihkan beras yang menyebar di lantai. Melihat sikap Joong Won yang seperti itu, Bok Sil pun memberi Joong Won julukan sebagai, “Pria jahat yang manis.”

“Apa?”

“Kau terdengar jahat dan kejam, tapi tingkahmu sebenarnya sangat berlawanan. Darimana kau belajar jadi seperti itu?” tanya Bok Sil dan tersenyum. 

“Kapan aku pernah berbuat manis padamu? Bersihkan ini dan pastikan... kau tidak menyisakan sebutir  beraspun di lantai. Mengerti?” ucap Joong Won dengan nada kesal dan dengan tersenyum Bok Sil mengiyakan perintah Joong Won. Sebelum Joong Won pergi, Bok Sil kembali berkata kalau dia yang akan memasak untuk sarapan besok. 

“Aku menumpang disini, jadi aku setidaknya harus melakukan itu,” ucap Bok Sil dan Joong Won langsung menoleh dengan kesal. Namun rasa kesalnya langsung hilang saat dia melihat wajah Bok Sil bercahaya. 


Tepat disaat itu, Louis muncul dan melihat Joong Won sedang menatap Bok Sil. Melihat itu, Louis terlihat sedih dan membuatnya tak bisa tidur. 

“Aku merasa aneh. Perasaan apa ini?” ucap Louis dan berusaha melupakannya dengan tidur, namun tak bisa. 

Pagi tiba dan Bok Sil benar-benar memasak untuk sarapan mereka bertiga. Saat Bok Sil hendak menyajikan makanannya yang sudah dia masak diatas meja, Louis muncul dengan mata pandanya dan itu membuat Bok Sil terkejut. Louis juga mengenakan jaket milik Bok Nam. 


Louis kemudian mengaku kalau dia tak bisa tidur karena hatinya merasa tak tenang. Dia juga menawarkan diri untuk membantu Bok Sil, namun Bok Sil menyuruhnya diam saja, karena dengan Louis diam, itu sudah sangat membantunya. 

“Aku akan melihatmu saja, kalau begitu,” ucap Louis dan dia terus melihat Bok Sil mondar mandir menyiapkan sarapan. Terus diperhatikan seperti itu malah membuat Bok Sil tambah tak nyaman, sehingga dia menyuruh Louis pergi menonton TV atau melakukan hal yang lain saja. 

“Tidak, setidaknya aku harus melakukan ini,” ucap Louis dengan wajah lemas. Tepat disaat itu, Joong Won muncul dengan mengenakan jaket yang sama seperti yang Louis pakai. Namun jaket milik Joong Won adalah jaket yang asli karena di punggungnya terdapat nomor urut 100. 

Ya, itu adalah jaket keluaran Goldline yang saat mempromosikannya, Joong Won menggunakan strategi limited edition. Mereka hanya membuat 100 jaket yang dibelakangnya di beri nomor urutan bagi yang beruntung akan mendapatkan nomor punggung 1. Ternyata yang ikut membeli jaket itu adalah Young Ae dan dia mendapatkan nomor 100 yang sekarang di kenakan oleh Joong Won. 

Melihat Joong Won juga punya jaket seperti itu, Bok Sil pun bertanya apa semua pria punya jaket seperti itu?


“Aku tahu kau melihat ini dimana-mana, tapi milikku ini berbeda. Ini adalah jaket edisi terbatas yang memiliki sertifikat dan miliknya sudah pasti palsu. Lihat lagi. Milikku adalah... sebuah karya seni dimana setiap jahitannya di jahit sendiri oleh seorang desainer terkenal, dan miliknya dibuat dengan murah menggunakan sablonan,” jelas Joong Won dan Bok Sil membenarkannya, karena kalau diperhatikan kedua jaket itu memang terlihat sangat berbeda. 

Louis terlihat tak senang dan berdesis, “Perasaanku memberitahuku kalau aku  sepertinya pernah menggunakan yang Nomor Satu,” ucap Louis dan Joong Won tentu saja tak percaya. Aaaargh... ayo pulanglah ingatan Louis. 


Waktunya sarapan namun Louis terus menghalangi Joong Won yang hendak mengambil makanan, semua itu karena Louis melarang orang lain untuk memakan masakan Bok Sil. Hanya dia saja yang boleh memakan masakan Bok Sil. Tentu saja hal itu membuat Joong Won kesal dan memilih tak sarapan, sedangkan Bok Sil hanya bisa meminta maaf tanpa bisa berbuat apa-apa. Bok Sil tak pernah bisa melawan keinginan Louis. 



Waktunya berangkat kerja, sebelum pergi Bok Sil memberikan uang pada Louis untuk membeli makanan yang Louis suka, namun Louis menolak dan Bok Sil pun bertanya kenapa, padahal Louis hanya makan sedikit saat sarapan. 

Joong Won muncul dan mengajak Bok Sil berangkat kerja. Louis memutuskan ikut mereka pergi dengan alasan dia harus pergi ke suatu tempat. 

“Bukankah mobil ini sangat keren?” ucap Bok Sil saat mereka melihat mobil Joong Won. 


“Terserahlah. Sesuatu memberitahuku kalau sepertinya aku punya mobil yang lebih keren,” kita kembali diperlihatkan pada mobil merah milik Louis.


“Juga, sepertinya aku punya lebih dari 100 pasang sepatu...,” sambung Louis dan kita diperlihatkan pada gudang sepatu milik Louis di rumahnya yang dulu.

“...dan tinggal di rumah yang sebesar istana,” sambung Louis dan kita diperlihatkan kembali saat Louis dengan gaya kerennya berjalan menyusuri koridor rumahnya yang megah.


Mendengar itu, Joong Won langsung berkomentar kalau Louis sepertinya suka melebih-lebihkan, tapi dia membiarkan Louis berpikir seperti itu jika itu bisa membuat kesehatan mental Louis tetap stabil. 

Mereka semua naik mobil dan saat Bok Sil hendak duduk di bangku depan, Louis langsung menyerobornya, sehingga Bok Sil harus duduk di bangku belakang. 


Ma Ri juga hendak berangkat kerja dan melihat ayahnya terlihat tak sehat, diapun menghampiri dan bertanya apa yang terjadi? Karena sang ayah terlihat stres akhir-akhir ini. Dia bertanya apa semua itu karena acara inagurasi dan Tuan Baek langsung menjawab kalau hal itu tak lagi penting sekarang ini. 


Tuan Kim sudah berada di gedung stasiun TV yang menayangkan video Louis berlari. Dia datang kesana pagi-pagi karena ingin meminta bantuan dari sutradara acara tersebut. Kabar tentang Tuan Kim yang sudah menemui sutradara dari acara itu, langsung disampaikan Jung Ran pada Nyonya Choi. Karena Tim produksi belum menemukan keberadaan Louis, jadi Tuan Kim pun mengajaknya kerja sama dalam melakukan pencarian. 

Nyonya Choi kemudian menugaskan Jung Ran untuk pergi ke Seoul dan membantu Tuan Kim. Ditugaskan untuk menemani Tuan Kim, Jung Ran langsung menjawab kalau dia tak mau melakukannya. Namun, walau berkata tak mau, Jung Ran tetap mengemasi barang-barangnya untuk pergi ke Seoul. Sebelum pergi, dia menemui Jae Suk yang masih duduk di taman. 


Melihat ekspresi Jung Ran, Jae Suk pun bertanya apa Jung Ran sangat membenci Tuan Kim dan Jung Ran mengiyakan. Jae Suk kemudian berkata kalau Jung Ran merasa seperti itu pasti karena dia belum terlalu mengenal Tuan Kim. Menurut Jae Suk, Tuan Kim adalah pria yang baik dan juga pintar. Selain itu, Tuan Kim juga bertanggung jawab dan bisa di andalkan. 

“Kalau begitu kenapa dia masih sendiri?” tanya Jung Ran dan Jae Suk menjawab kemungkinan karena Tuan Kim belum bertemu dengan wanita yang tepat. 

“Dinilai dari penampilannya, sepertinya aku tahu alasannya,” komentar Jung Ran dan Jae Suk tertawa. 

“Jika kau tidak ingin pergi, aku bisa mencoba meyakinkan Ibu... untuk membuatmu tetap disini,” ucap Jae Suk, namun Jung Ran lebih memilih untuk mematuhi perintah Nyonya Choi, yaitu menemani Tuan Kim. 


Bok Sil menghampiri Geum Ja yang sedang mengepel lantai, dia hendak membantunya. Namun Geum Ja melarang karena tangan Bok Sil sekarang harus digunakan untuk pekerjaan yang penting, bukan pekerjaan yang kotor-kotor. Bok Sil menjawab kalau dia hanya ingin membantu karena Geum Ja sekarang sedang sakit pinggang. 

“Jika seorang karyawan sepertimu membersihkan kantor ini, aku akan kehilangan pekerjaanku. Jangan menggangguku...dan fokus saja pada kerjaanmu,” ucap Geum Ja dan Bok Sil mengiyakan. Geum Ja kemudian bertanya apa Bok Sil merasa baik-baik saja tinggal di rumah Joong Won dan apakah Joong Won menyuruh-nyuruh mereka berdua, Bok Sil pun menjawab tidak. 

Geum Ja menghela nafas dan mengaku kalau dia memang tidak terlalu khawatir pada Bok Sil, yang dia khawatirkan adalah Louis. 

“Dia benar-benar tidak tahu apapun. Dia seperti anak kecil,” ucap Geum Ja dan Bok Sil bertanya apa Louis membuat Geum ja kesal. Geum ja pun menjawab iya.


Tiga gadis berandal sedang bersantai dan salah satu dari mereka mendapat teror SMS dari Louis. Kesal, nomor Louis pun di block, sehingga Louis tak bisa lagi mengirim SMS. In Sung melihat pesan yang Louis kirim dan berkomentar kalau tulisan yang Louis kirim salah ejaannya, jadi wajar saja kalau gadis itu memblokir nomor Louis tanpa membalas pesannya. 


In Sung kemudian memberi ide untuk mengerjai ketiga gadis itu  dengan cara yang sama seperti saat Louis kena tipu. Namun, baru saja Louis memperkenalkan diri sebagai pegawai dari Badan Pengawasan Keuangan , mereka malah di kata-katai dengan ucapan yang buruk oleh gadis yang menerima telpon mereka. Mendengar itu, Louis dan In Sung langsung terdiam.

“Hei, sepertinya tidak akan mudah menghadapi gadis-gadis ini,” komentar In Sung setelah gadis itu menutup teleponnya. 

“Iya, kan? Aku sudah mengatakannya. Mereka menyeramkan,” jawab Louis.


Kembali ke kantor Goldline, Joong Won mengumumkan kalau mereka akan mengadalan “Black Friday” dimana mereka akan melakukan diskon besar-besaran, jadi mereka harus bernegosiasi dengan merk-merk yang mereka jual karena mereka harus melakukan event agar membuat para pelanggan mau bergabung dengan Goldpay. Selain itu, Joong Won juga menugaskan mereka untuk mencari cara mempromosikan acara tersebut secara online. 

“Bagaimana kalau kita membuat tab terpisah untuk acara ini di halaman utama?” saran Ma Ri. 


“Kami akan memikirkannya jika banyak merk yang memutuskan berpartisipasi,” jawab Joong Won dan Kyung Kook kembali bergumam dengan berkata kalau sepertinya pekerjaan mereka akan bertambah banyak. Mendengar itu, Bok Sil langsung berkata kalau dia yang akan melakukan semuanya, namun Kyung Kook menjawab kalau satu orang saja tidak akan cukup untuk melakukannya. 

“Tuan Lee. Sekali lagi, kau orang pertama yang  menyadari kalau pekerjaan kita akan semakin banyak. Itu benar-benar bakat yang spesial. Itu tidak pernah gagal membuatku takjub. Cobalah mencari orang untuk bekerja paruh-waktu,” perintah Joong Won dan kemudian pergi. 



Saat hanya berdua dengan Bok Sil di toilet, Ma Ri teringat kembali percakapannya dengan sang ayah, dimana sang ayah memberitahunya kalau sudah terjadi percobaan pembunuhan di rumah Bok Sil. Jadi dia meminta Ma Ri untuk mencari tahu keberadaan Louis pada Bok Sil dengan catatan Ma Ri harus bertanya senatural mungkin tanpa membuat Bok Sil merasa curiga. 

Karena merasa penasaran juga dimana Louis sekarang, Ma Ri pun menanyakannya pada Bok Sil dengan cara membahas tentang kasus pembunuhan itu terlebih dahulu. Namun saat ma Ri bertanya Bok Sil sekarang tinggal dimana, Bok Sil tak bisa memberitahu Ma Ri kalau dia tinggal di rumah Joong Won, jadi dia menjawab kalau dia tinggal bersama tetangga mereka yang ada di bawah rumahnya. 



Ingin bertemu langsung dengan Louis, Ma Ri pun pergi ke rumah tetangga Bok Sil dan disana dia bertemu dengan In Sung. Saat melihat Ma Ri, In Sung langsung terpesona. Mengira Ma Ri adalah seorang reporter, In Sung pun langsung berkata kalau pelakunya belum tertangkap, jadi apa lagi yang ingin dia ketahui?

Mendengar itu, Ma Ri pun bertanya apa In Sung reporter? Polisi? Dan In Sung menjawab bukan. Dia tiba-tiba terdiam saat harus menyebutkan pekerjaannya hingga akhirnya In Sung hanya memperkenalkan namanya dan dia tinggal di daerah itu..

“Ngomong-ngomong, kau siapa?” tanya In Sung dan kita langsung dialihkan pada Tuan Baek yang sudah berada di rumah sakit. Dia mencari tahu keadaan Tuan Goo, namun dia tak bisa menemuinya karena kamar Tuan Goo di jaga oleh polisi, sehingga Tuan Baek memutuskan untuk bertanya pada perawat yang berjaga. 


Si perawat ragu menjawabnya dan setelah Tuan Baek pun berkata kalau dia dari kepolisian, perawat itupun memberitahukan bagaimana kondisi pasien. Kondisi vital Tuan Baek stabil, namun dia belum sadarkan diri sampai sekarang. 

Berdasarkan komentar yang ada di video Louis berlari, Tuan Kim pun pergi ke rumah sakit tersebut untuk mencari tahu. Saat ditanyakan pada perawat yang berjaga mengenai komentar yang bertuliskan, “Dia datang ke rumah sakit tempatku bekerja sebagai pasien...beberapa hari lalu dan menimbulkan kekacauan.” 

Perawat itu menjawab kalau perawat Moon yang menulis komentar itu, tapi sekarang perawat Moon sedang libur, jadi dia menyarankan pada Tuan Kim untuk kembali lagi esok hari. 


Saat menuruni elevator, Tuan Kim melihat Tuan Baek dan diapun langsung memanggil dan menghampirinya. Mereka berdua sama-sama bertanya apa yang mereka lakukan di rumah sakit itu? Tuan Baek menjawab kalau dia baru saja menjenguk temannya yang sakit, namun Tuan Kim terlihat tak percaya pada pernyataan tersebut. 


Bok Sil sedang memanggang daging dan Louis terus memakannya, padahal Joong Won belum datang. Kemana Joong Won? ternyata dia sedang mencuci baju. Saat melihat di dalam mesin cucinya ada koin dengan gambar senyum, diapun langsung mengambilnya dan bertanya koin itu milik siapa pada Louis dan Bok Sil. 



Melihat koin itu, Louis berkata kalau itu milik dia dan langsung memintanya, namun Joong Won tak mau memberikannya. Mereka rebutan dan akhirnya koin jatuh ke panggangan daging. Tanpa pikir panjang, Louis langsung mengambil koin itu dengan tangannya. Tentu saja hal itu membuat tangan Louis sakit, karena panggangan masih panas dan bisa membuat tangannya melepuh.  Bok Sil kemudian bertanya itu koin apa, sampai-sampai Louis langsung mengambilnya seperti itu?



“Apa lagi? Ini adalah koin pertama yang kau berikan padaku,” aku Louis dan Bok Sil langsung tersentuh mendengarnya. Itu adalah koin yang diberikan Bok Sil karena Louis sudah mencuci piring untuk pertama kalinya. 

Walaupun tangannya sudah melepuh, Louis tetap mengkhawatirkan koinnya karena koinnya sekarang berminyak. Melihat tingkah polos Louis, Bok Sil dan Joong Won jadi terus melihat kearahanya. 

“Kenapa kau melihatku seperti itu, Bok Sil?” tanya Louis karena melihat Bok Sil terus melihat kearahnya.

“Kau bodoh,” jawab Bok Sil. 

“Apa? Bodoh? Kau yang lebih bodoh,” ucap Louis kesal. 

“Kau bodoh.”



“Apa? Apa masalahmu, bodoh? Dan kau sekarang tersenyum. Bodoh,” tanya Louis karena Bok Sil tersenyum dan mereka kemudian tertawa bersama. Bok Sil kemudian melihat kembali luka bakar di tangan Louis. 

Melihat keakraban antara Louis dan Bok Sil, Joong Won pun hanya terdiam. Dia diam dengan tatapan sedih.

Joong Won masuk kamar dan kembali teringat senyuman Bok Sil saat bersama Louis. Begitu juga Louis, dia juga teringat senyuman Bok Sil dan kemudian memilih tidur sambil menggenggam koin tersebut.


Tuan Kim keluar rumah sakit dan menelpon seseorang. Pada orang itu, Tuan Kim berkata kalau dia bertemu Tuan Baek di rumah sakit, tapi dia tak tahu kemana Tuan Baek pergi sekarang. 



Joong Won dan yang lain sudah tertidur pulas, namun mereka bertiga terbangun karena bunyi bel pintu. Penasaran siapa yang datang, mereka semua keluar dari kamar masing-masing. Ternyata yang datang adalah Tuan Baek. Hmmm... kenapa Tuan Baek datang malam-malam ke rumah Joong Won? Tunggu jawabannya di episode selanjutnya.

bersambung

No comments :

Post a Comment