October 16, 2016

Shopping King Louis Episode 6 - 2




Pagi tiba dan Joong Won menyiapkan sarapan bergaya amerika untuk Louis, tentu saja Louis menyukainya. Melihat dasi yang Joong Won pakai, Louis berkomentar kalau itu tak cocok dengan style Joong Won. Louis menyuruhnya untuk menggantii dengan dasi yang berwarna mencolok, tapi Joong Won pura-pura tak mendengarnya, jadi Louis pun yang mengambilkannya. Bukan hanya mengambilkan, Louis juga memakaikan dasi untuk Joong Won. 

“Bukannya kau harus pergi kerja?” tanya Joong Won dan Louis menjawab kalau Joong Won bisa pergi duluan. 




Saat Joong Won pergi, Louis menikmati mandi di rumah Joong Won. Dia asik bermain air sabun di bak mandi. Selesai mandi dan hanya mengenakan handuk, Louis pergi ke kamar Joong Won. Dia duduk di tempat tidur milik Joong Won. Walau hanya menyentuhnya saja, Louis bisa tahu kalau sprei yang di pakai Joong Won adalah micromodal. Merasa nyaman dengan spreinya, Louis pun merebahkan tubuhnya dan menikmati kenyamanan tidur diatasnya. 



Tepat disaat itu kedua orang tua Joong Won datang dan Young Ae langsung merasa ada yang aneh di rumah Joong Won. Karena insting wanitanya sudah berbicara, Young Ae pun langsung memeriksa ke semua ruangan dan dia terkejut ketika melihat Louis tanpa busana tidur di tempat tidur Joong Won . 



Louis sudah mengenakan pakaiannya dan pada kedua orang tua Joong Won dia berkata kalau mulai sekarang dia akan tinggal bersama Joong Won karena Joong Won yang memohonnya tinggal. Setelah mengatakan itu, Louis tersenyum nakan. LOL dia sengaja mengerjai Joong Won dengan membuat kedua orang tuanya salah paham. Bukan hanya berkata kalau Joong Won memohonnya tinggal, Louis juga berkata kalau sepertinya Joong Won tertarik padanya. Mendengar hal itu, Young Ae hampir pingsan dibuatnya. 


Kedua orang tua Joong Won pulang dan di rumah Young Ae masih terus menangis sampai eyerlinernya meleleh. Dia bertanya pada suaminya, kenapa Joong Won bisa melakukan semua itu pada mereka berdua? Dia juga meminta Tuan Cha untuk mengulangi kata-kata yang pernah di katakan seorang peramal pada mereka berdua. 

Pada saat itu, peramal berkata kalau dia melihat ada seorang gadis dan seorang pria. Mengingat hal itu, Young Ae tambah menangis dan bertanya-tanya apa maksud dari semua ini? Tuan Cha pun mencoba menenangkan Young Ae dengan berkata kalau peramal juga mengatakan kalau dia melihat seorang wanita.

“Ya, kau benar,” ucap Young Ae dan jatuh kepelukan suaminya.



Joong Won sendiri sudah berada di ruangan Tuan Baek dan Tuan Baek menanyakan tentang maslaah Raja Belanja Louis yang mengacau di website mereka. Joong Won pun menjawab kalau masalah itu sudah diatasi dan disaat Tuan Baek berkata kalau ID yang digunakan Raja Belanja Louis adalah milik Bok Sil, Joong Won menjawab kalau ID Bok Sil sudah dicuri oleh seseorang dan sekarang semuanya sudah di selesaikan.

“Joong Woo-shi,  Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?” tanya Tuan Baek.

“Apa yang aku sembunyikan? Kau terdengar seperti menuduhku menyembunyikan sesuatu darimu,” tanya Joong Won balik, karena dia memang tak mengerti maksud ucapan Tuan Baek. 

“Kenapa aku melakukan itu?” jawab Tuan Baek. 


Louis dan In Sung masih sibuk mencari keberadaan Bok Nam dengan menyebar selebaran, tapi karena Bok Nam tak kunjung di ketemukan, bahkan satu panggilan tentang informasi Bok Nam juga belum pernah mereka dapatkan, In Sung pun jadi berkata, “bagaimana jika ternyata...Bok Nam sudah mati?” 

“Astaga. Tidak, tidak, tidak! Jangan bicara sembarangan sepert itu,” jawab Louis. “Bok Sil bilang perkataan yang positif akan membawa keberuntungan.”

In Sung pun mengaku kalau dia berkata seperti itu karena dia merasa frustasi, sebab sampai sekarang pencarian mereka tak membuahkan hasil. 

Louis kemudian punya ide baru untuk mencari Bok Nam. Dia mengambil gambar Bok Nam dengan ponselnya dan kemudian memasang pengumumannya di internet dengan menggunakan foto Bok Nam yang baru dia ambil. 


Selesai menyebarkan selebaran untuk mencari Bok Nam, Louis mengajak In Sung ke rumah Joong Won. Berasa di rumah sendiri, Louis dan In Sung mengambil semua stock makanan milik Joong Won dan meletakkannya di meja. Melihat rumah Joong Won yang begitu besar dan nyaman, In Sung pun berkomentar kalau rumah Joong Won seperti surga. 

“Aku merasa buruk karena kita menikmati ini semua tanpa Bok Sil,” ucap Louis. 

“Ah, tidak! Dia menikmati hidupnya tanpa kau, jadi jangan khawatir,” jawab In Sung dan Louis langsung mencibirkan bibirnya saat mendengar In Sung berkata seperti itu. In Sung kemudian mengeluh lapar dan bertanya apa tak ada makanan yang lebih mengenyangkan dari makanan-makanan ringan yang Louis sediakan, Louis pun menunjuk ke arah dapur dan minta In Sung membuatkan juga untuknya. 

Ternyata makanan yang mereka maksud adalah ramen. Saat In Sung sedang membuat ramen, Joong Won pulang dan langsung berteriak ketika melihat rumahnya berantakan. Mendengar teriakan Joong Won, In Sung sampai tak jadi memasukkan bumbu ke dalam panci dan bumbunya malah jatuh ke lantai. Sedangkan Louis yang saat itu tengah tertidur langsung beranjak bangun dan tanpa sengaja menendang snack yang ada di meja hingga terjatuh ke lantai. 

Saking gugupnya, saat In Sung memperkenalkan dirinya sebagai teman Louis, dia tak sengaja menyenggol telur yang ada meja dan akhirnya semua telur pecah mengotori lantai. Melihat itu, Joong Won tentu saja tambah marah pada mereka berdua. 


Tak mau tahu, Joong Won pun menyuruh mereka berdua untuk membersihkan semuanya. Joong Won kemudian jadi tahu kalau perusahaan yang mereka sebut sebagai tempat bekerja adalah perusahaan yang mereka dirikan sendiri dan usahanya hanya mencari Bok Nam. Jadi kesimpulannya, orang yang membiayai hidup mereka berdua adalah Bok Sil. Namun In Sung tak terima pada kesimpulan itu, dia kemudian berkata kalau sebenarnya sedang mempersiapkan ujian masuk sipil dan sekarang dia hanya menolong Louis yang tak tahu apa-apa. 

“Kau yang membayar ginseng liarnya Bok Sil, kan? Pria itu (menunjuk Louis) ditipu lewat telpon dan kehilangan semua uang itu. Anak seperti itulah dia,” ungkap In Sung. 

“Apa?”


“Sepertinya kau tidak tahu. Harusnya aku tidak memberitahumu. Jadi kau juga tidak tahu kalau Bok Sil tidak akan bisa membayar tagihan kartu kreditnya bulan ini,” tambah In Sung dan Joong Won terlihat tambah kesal pada Louis. Mendapat teriakan dari Joong Won, Louis langsung takut dan bersembunyi di balik meja. 


Agar Louis mendapatkan uang sendiri, Joong Won pun memberinya pekerjaan untuk membongkar muatan-muatan truk pengantar. Walaupun pekerjaan itu berat untuknya, Louis tetap melakukannya sampai selesai. 

“Oh Bok Sil...,” sebut Louis yang merasa kelelahan karena mengangkat semua barang ke truk. 



Pulang ke rumah, Louis mengeluh kesakitan, semua badannya sulit digerakkan. Joong Won membawa koyo dan menempelkannya ke seluruh tubuh Louis, karena Louis berkata rasa sakitnya ada di seluruh tubuh. Setelah semua koyo di tempel ke tubuhnya, Louis pun tertidur pulas. 

“Anak bodoh. Dia merasa akan mati, tapi dia tidak menyerah,” ucap Joong Won melihat Louis yang sudah tertidur. 

Keesokanharinya, mau tak mau Joong Won harus melayani semua permintaan Louis, karena Louis tak bisa bergerak. Bahkan minum dan makan, Joong Won yang menyuapiny dan disaat kaki Louis gatal, diapun harus menggarukkannya juga. 

Joong Won harus berangkat bekerja, jadi dia tak bisa terus membantu Louis. Tak mau ditinggal sendiri, Louis pun minta dicarikan pembantu dan Joong Won menjawab kalau uang yang Louis dapatkan kemarin sudah habis untuk membeli koyo. 

“Kalau begitu tolong panggilkan Bok Sil,”  ucap Louis.

“Dia pembantumu atau apa? Dia akan khawatir, jadi jangan berpikir untuk menelponnya. Orang dewasa yang sebenarnya menyembunyikan rasa sakitnya agar tidak mengkhawatirkan orang di sekitarnya,” jawab Joong Won.


Karena Joong Won melarang Louis memanggil Bok Sil, jadinya Louis memanggil In Sung. Saat In Sung menuruni tangga dan hendak pergi ke rumah Joong Won, ada pria mencurigakan yang muncul di belakangnya, namun ketika In Sung menoleh ke belakang, pria itu sembunyi. 

Baru sampai di rumah Joong Won, Louis langsung meminta bantuan In Sung untuk membawanya ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi, Louis minta In Sung memijit kakinya. Sambil memijit, In Sung bercerita kalau tadi dia melihat pria mencurigakan di gang dekat rumah mereka dan perasaannya jadi tidak tenang. In Sung hendak meneruskan ceritanya, namun dia ragu dan kemudian berkata kalau ibunya pasti akan membunuh dia jika dia mengatakan  semuanya pada Louis. 

“Ada apa?” tanya Louis penasaran.

“Ruangan yang ditempati Bok Sil. Sebelumnya ada peristiwa pembunuhan disana,” cerita In Sung dan kemudian menambahkan kalau sampai sekarang pembunuhnya belum tertangkap, jadi dia merasa sangat khawatir. Mendengar cerita itu, Louis jadi teringat pada film yang dia tonton bersama Bok Sil di bioskop.

“Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?” tanya Louis kesal dan langsung berlari pergi. Melihat Louis bisa jalan tanpa bantuan, In Sung pun merasa sedikit dibohongi, namun dia tak mempermasalahkannya. 


Louis memakai sepatunya dan kemudian berlari sekuat tenaga menuju rumah Bok Sil. Dia berlari sepanjang jalan dengan menggunakan koyo di badannya. Tentu saja hal tersebut menjadi tontonan banyak orang. Bahkan ada mobil patroli yang meminta Louis berhenti, namun Louis tak mau. Di kepalanya hanya ada Bok Sil, jadi dia tetap berlari sampai akhirnya dia sampai di tangga. 

Merasa lelah, Louis berhenti di tangga dan memanggil-manggil Bok Sil. Bok Sil yang saat itu sedang mengangkati jemurannya, langsung melihat kebawah karena mendengar suara Louis memanggil. Melihat Bok Sil baik-baik saja, Louis pun menghela lega. 


Louis naik tangga dan langsung memeluk Bok Sil. Karena Louis bau koyo, Bok Sil pun ingin melepaskan diri dari pelukan Louis, namun Louis tak mau.

“Aku ingin memastikan kau selamat, jadi aku lupa memakai baju,” ucap Louis masih memeluk Bok Sil. 

“Sini, biar kulihat,” jawab Bok Sil dan melepas pelukan. Melihat semua tubuh Louis penuh dengan koyo, Bok Sil pun bertanya apa yang terjadi. Tanpa keduanya sadari, ada pria misterius yang melihat mereka berdua dari jauh. 


Joong Won pulang dan membaca catatan yang Louis tinggalkan. Catatan itu berisi, “Maafkan aku karena melanggar perjanjian kita. Aku akan mengembalikan kulkas dan mesin cucinya jika kau mau tapi itu akan membuat hidup Bok Sil semakin sulit. Lakukan apapun yang kau mau, Tn Cha Joong Won.”

“Ah, anak ini membuat darahku mendidih. Dimana Bok Sil menemukan lintah seperti itu? Dia benar-benar membuatku khawatir,” ucap Joong Won kesal setelah membaca catatan dari Louis. Hmm.... dia belum tahu tentang situasi di rumah Bok Sil. 


Louis masuk rumah dan ternyata rumah Bok Sil makin sempit gara-gara dua kulkas dan mesin cuci dari Joong Won. Ternyata Bok Sil tak menghidupkan semua kulkasnya, satu kulkas dia gunakan sebagai lemari baju sekaligus tempat piring-piringnya. Dia kemudian mengeluarkan baju Louis yang tertinggal, agar bisa dia gunakan. 

Karena sempitnya ruangan, Bok Sil jadi bingung mereka berdua harus tidur dimana. Berbeda dengan Bok Sil yang bingung, Louis malah terlihat senang. 

Seperti biasa, mereka tidur di batasi tirai, namun tempatnya hanya lebih sempit, jadi saat Louis sedikit merentangkan tangannya, tangannya sudah bisa menyentuh Bok Sil. Tentu saja Bok Sil bukan orang yang memberikan kesempatan, dia langsung bergeser agar tangan Louis tak sampai menyentuhnya. 

“Kenapa kau kembali? Kau bahkan tidak memberitahuku,” tanya Bok Sil.



“Aku hanya khawatir padamu,” jawab Louis dan Bok Sil senang mendengarnya. “Bok Sil. Aku dengar rumah ini sangat berbahaya,” ucap Louis dan tentu saja Bok Sil kaget mendengarnya. Mereka berdua sekarang sama-sama duduk dan Louis memberitahunya tentang berita mengenai penyewa sebelumnya yang mati dibunuh sebelum mereka pindah ke rumah itu. Bok Sil pun jadi mengerti alasan si pemilik tak meminta uang muka pada mereka.

“Tapi tidak apa-apa karena kita bersama-sama. Aku akan membuatmu tetap aman. Percaya saja padaku,” ucap Louis dan Bok Sil tersenyum. 

“Kau sungguh bisa diandalkan,” jawab Bok Sil dan mengelus kepala Louis, tapi malah membuat leher Louis kesakitan. 


Louis kemudian mengaku kalau dia sudah membeli beberapa peralatan. Mendengar itu, Bok Sil dengan sedikit kesal bertanya apa lagi yang Louis beli, namun Louis tak mau memberitahu, dia mengucapkan, “Semoga mimpi indah,” lalu menutup tirai dan tidur. Saat Louis sudah tidur, Bok Sil membuka tirai dan memandangi Louis.


Jae Suk membawakan susu hangat untuk Ma Ri karena Ma Ri selalu susah tidur belakangan ini dan semua itu karena dia punya banyak pikiran. Namun saat dia hendak menceritakan pada sang ibu, dia mengurungkannya, karena ingat pesan sang ayah yang tak membolehkannya bercerita pada ibunya. Kesal karena Ma Ri tak mau bercerita padanya, Jae Suk pun langsung pergi.


Saat sendiri, Ma Ri merasa ada yang aneh, dia bertanya-tanya tentang mayat siapa yang ditemukan di mobil dan mengenakan jam tangan Louis. 

Kita beralih ke 3 gadis berandal yang sedang makan di minimarket. Tepat disaat itu mereka melihat brosur tentang pencarian Bok Nam.


Di rumah, Bok Sil membantu Louis mencabuti semua koyo-nya dan Louis terus berteriak saat Bok Sil menarik setiap koyo. Louis mengeluh karena dia lari kemarin, badannya jadi seperti habis di pukuli oleh 100 orang. Tepat disaat itu, Bok Sil mendapat telepon yang langsung membuatnya kaget.

Mereka berdua kemudian pergi untuk bertemu dengan orang yang menelponnya. Louis yang tubuhnya masih sakit, tetap memaksakan diri ikut. Alhasil dia selalu kesakitan saat berjalan. Siapa yang hendak Bok Sil temui? Ternyata dia hendak menemui 3 gadis berandal, karena mereka yang menelpon Bok Sil dan berkata kalau mereka tahu keberadaan Bok Nam. 



Melihat Bok Sil, 3 gadis berandal itu malah kabur. Bukan Bok Sil kalau tak bisa menangkap mereka, dengan kecepatannya berlari, Bok Sil berhasil menangkap 2 gadis dan yang satunya lagi tanpa sengaja menabrak Louis dan membuat keduanya sama-sama jatuh. Kesempatan itupun digunakan Louis untuk menangkapnya. 


Mereka berlima kemudian duduk bersama di sebuah cafe untuk bicara. Bok Sil bertanya dimana Bok Nam sekarang. Gadis berambut pendek kemudian menjawab kalau mereka akan memberitahu Bok Sil asal Bok Sil memberikan 1000 dolar pada mereka terlebih dahulu. Tapi karena sekarang Bok Sil tak punya uang, jadi mereka pun pergi setelah meninggalkan nomor ponsel mereka di ponsel Bok Sil. Mereka minta Bok Sil menghubungi mereka setelah mendapatkan uangnya. 


Joong Won baru saja mentraktir makan siang pegawainya dan saat mereka menikmati minuman hangat, Hye Joo bertanya-tanya kenapa Bok Sil tidak masuk kerja dan Kyung Kook menambahkan apa semua itu karena kekasihnya sedang sakit.

Mendengar hal itu, Joong Won dalam hati bertanya apa Louis terkena masalah lagi?

Louis dan Bok Sil dalam perjalanan pulang. Karena Louis kesulitan berjalan, jadi Bok Sil pun membantunya. Melihat Louis kesakitan, Bok Sil pun berkata kalau seharusnya Louis diam saja dirumah dan tidak ikut. 

“Bagaimana bisa begitu? Ini tentang Bok Nam,” ucap Louis yang kemudian berkomentar kalau menurutnya 3 gadis berandal itu jahat, karena mereka bisa-bisanya minta uang dan lagi-lagi Louis membahas uang yang dia dapat dari kecelakaan yang langsung habis gara-gara untuk berobat.

“Jangan khawatir. Kita akan tahu  dia ada dimana ketika uangnya sudah siap. Kita sudah dekat dengannya,” ucap Bok Sil dan kembali membantu Louis berjalan. 



Ma Ri sudah berada di tangga menuju rumah Bok Sil, saat dia melihat Bok Sil berjalan dengan seorang pria, dia pun langsung bersembunyi. Ma Ri terkejut melihat Bok Sil jalan bersama Louis dan dia juga akhirnya tahu kalau pria yang disebut pacar Bok Sil adalah Louis. Entah apa tujuan Ma Ri, dia kemudian diam-diam mengambil gambar Bok Sil dan Louis yang sedang menaiki tangga. 

Penasaran kenapa Bok Sil bisa tinggal bersama Louis, Ma Ri pun mengajak Bok Sil ketemuan di sebuah cafe. Saat di tanya kenapa Ma Ri datang, Ma Ri pun menjawab kalau dia hanya ingin menjenguk Bok Sil yang katanya sedang sakit. 


“Sepertinya kau baik-baik saja, tapi sepertinya teman serumahmu yang sakit,” ucap Ma Ri dan kita langsung di alihkan pada Louis yang sendirian dirumah dan berjuang memasang koyo sendiri. Karena tak bisa memasang koyo sendiri pada bagian punggung, Louis pun menaruh koyo yang sudah di buka di lantai dan dia beguling di atasnya.


Bok Sil sudah menceritakan semuanya pada Ma Ri, tentang bagaimana dia bertemu dengan Louis. Setelah mendengar cerita itu, Ma Ri pun berasumsi kalau pria yang di kira Louis adalah adik Bok Sil. Namun dia tak mengatakannya pada Bok Sil.

“Sebenarnya, beberapa orang menelponku hari ini setelah melihat selebarannya. Aku tidak bekerja hari ini karena aku harus bertemu mereka,” cerita Bok Sil yang mengaku hampir menemukan adiknya, tapi dia masih harus menunggu karena dia harus memberi uang pada pemberi informasi terlebih dahulu, baru mereka akan memberitahu dimana adiknya. 

“Kasihan sekali. Aku yakin itu adalah penipuan,” ucap Ma Ri setelah mendengar cerita Bok Sil. “Aku harap kau menemukan adikmu... dan hidup bahagia dengan pria yang kehilangan ingatannya,” ucap Ma Ri dan hendak pergi. Namun sebelum Ma Ri pergi, Bok Sil memintanya untuk tidak memberitahu pada semua pegawai di kantor tentang Louis dan Ma Ri mengiyakan. 

Ntah ada angin apa, tiba-tiba Ma Ri mengeluarkan dompet dan meminjamkan uang untuk Bok Sil, agar Bok Sil bisa mengetahui keberadaan adiknya. Setelah mendapat uang dari Ma Ri, Bok Sil langsung menemui 3 gadis berandal.

Menunggu Bok Sil, Louis bermain pedang-pedangan di luar rumah. Dia sengaja menggerakkan badannya, agar tak terlalu berasa sakit, tapi Louis tetap saja tak bisa menahan rasa sakit ditubuhnya. Karena Bok Sil tak pulang-pulang, Louis pun merasa khawatir dan bertanya-tanya apa sudah terjadi sesuatu padanya. 

Ma Ri menemui ayahnya dan berkata kalau dia tahu siapa yang menggantikan Louis di mobil kecelakaan itu. 

Bok Sil sampai dia Royal Billiard karena diberitahu 3 gadis berandal kalau Bok Nam sering datang ke tempat itu dan tidur disana 3 sampai 4 kali seminggu. 


Di rumah, muncul pria mencurigakan masuk rumah Bok Sil dengan membawa palu dan kemudian memukul pria yang sedang duduk di dalam.


Bok Sil jalan pulang dengan wajah lesu, karena dia tak menemukan adiknya di tempat billiard itu. Orang di tempat itu berkata kalau Bok Nam sudah lama tidak pernah datang lagi ke sana. 


In Sung datang ke rumah Bok Sil dan kaget melihat ada orang terluka di dalam. Dia terus memanggilnya, “Louis... Louis...” namun saat dia melihat wajah pria itu... In Sung langsung terperanjat kaget.


Pria yang terluka itu langsung dibawa ke ambulans dan tepat disaat itu Bok Sil datang. Mengira kalau pria yang dibawa adalah Louis, Bok Sil pun langsung ikut ke ambulans sebagai walinya. 

bersambung

1 comment :