October 15, 2016

Shopping King Louis Episode 6 - 1

Bok Sil. Aku.... Sepertinya belum pernah makan roti bakar di pinggir jalan sebelumnya. Sepertinya aku juga tidak pernah lari-lari di jalan saat hujan, membawa tas yang berat saat jalanan menanjak... ataupun mencuci piring sebelumnya.  Apalagi, sepertinya aku tidak pernah mengembalikan barang ke toko sebelumnya. Bok Sil. Darimana sebenarnya aku berasal?” ucap Louis.

Shopping King Louis Episode 6


Waktunya pulang dan sebelum pergi Bok Sil bertanya pada Do Jin tentang cara pergi ke Bioskop CCT. Do Jin pun memberitahunya untuk menggunakan aplikasi peta. Mendengar Bok Sil  mau ke bioskop, Ma Ri pun jadi penasaran  Bok Sil pergi ke bioskop dengan siapa, karena Joong Won juga sudah tak ada di ruangannya.




Ma Ri pergi terburu-buru menuju bioskop, saking tak fokusnya menyetir dia sampai hampir menabrak Louis. Louis pingsan, Ma Ri keluar mobil dan terkejut ketika melihat wajah pria yang dia tabrak sangat mirip dengan Ji Sung.

Saat Ma Ri berusaha membangunkan Louis, tiba-tiba Louis bangun dan hal itu membuat Ma Ri teriak takut. Louis mengeluh kesal karena bunga yang dia peroleh dengan uang sendiri telah hancur.

“Kau tidak mengenalku?” tanya Ma Ri. 


“Kau! Tentu saja aku tahu!Kau yang mengejutkanku danmenghancurkan bungaku.Berikan aku tiga dolar.Apa kau tahu sulitnya aku mendapatkan uang itu? Aku mencuci piring... enam kali untuk mendapatkan uang itu. Berikan aku tiga dolar sekarang,” ucap Louis dan Ma Ri langsung pergi ke mobilnya untuk mengambil dompet. 

“Aku ingin memberikan ini pada Bok Sil,” gumam Louis dan Ma Ri tak mendengarnya. Ma Ri kemudian memberikan uang 3 dolar yang Louis minta namun uang itu langsung di rebut oleh Geum Ja yang tiba-tiba muncul.

“Aku belum pernah melihat orang murahan yang... menabrak orang dan setelah itu hanya memberikan uang tiga dolar,” teriak Geum Ja yang sengaja mempermalukan Ma Ri. 

“Murahan?” tanya Ma Ri tak mengerti dengan apa yang Geum Ja katakan. 


Geum Ja kemudian menyuruh Louis untuk tiduran lagi di jalan dan dengan polosnya Louis melakukan hal tersebut. “Tiduran lagi seperti tadi. Kita harus menandainya dengan kapur. Kau menggunakan baju desainer terkenal dan mengemudikan mobil impor. Bagaimana bisa kau hanya memberikan  tiga dolar pada orang yang kau tabrak. Kau bahkan tidak bisa melakukan  x-ray dengan uang itu. Dia tidak punya asuransi. Biaya rumah sakitnya akan membengkak. Kau pikir kau bisa lolos hanya dengan uang segini?” ucap Geum Ja dan Ma Ri mencoba menjelaskan kalau orang yang meminta uang tiga dolar itu adalah Louis sendiri. 

Geum Ja pun berkata kalau otak Louis agak lamban dan dibilang lamban, Louis pun tak terima. Dia bangkit dan berkata kalau dia tak lamban. Namun Geum Ja tak bisa di bantah, dia berteriak pada Louis untuk diam dan tiduran lagi. Diperintah begitu, Louis pun kembali tiduran. 

“Orang yang lamban tidak sadar kalau mereka lamban,” ucap Geum Ja dan Ma Ri pun bertanya berapa yang sebenarnya Geum Ja inginkan?


Sekarang Louis dan Geum Ja sudah duduk dibangku taman. Geum Ja memberikan uang 2.000 dolar pada Louis dan dia sendiri mengambil cek-nya. Uang itu Geum Ja dapat dari Ma Ri. Geum Ja pun bertanya-tanya kenapa orang sekaya Ma Ri hanya membawa uang sebesar 2.000 dolar di dompetnya? Mendengar pertanyaan itu, Louis pun berkata kalau sepertinya dulu dia juga hanya membawa 2.000 dolar di dompetnya. Tentu saja Geum Ja tak bisa percaya pada ucapan Louis. 

Geum Ja kemudian bertanya apa Louis yakin tidak harus pergi ke rumah sakit? Louis mengiyakan karena mobil itu memang tak menabraknya, dia jatuh karena terkejut. 

“Apa? Benarkah? Apa yang harus kita lakukan?” ucap Geum Ja kaget. 

“Kenapa?” tanya Louis bingung dan Geum ja menjawab bukan apa-apa, karena Ma Ri memang salah, dia sudah menerobos lampu merah.

“Dia tidak akan menelponku, kan?” tanya Louis.

“Apa kau memberikannya nomor ponselmu?” tanya Geum Ja kaget.

Beralih ke Ma Ri yang sedang menatap kontak Louis yang dia beri nama, “Korban Kecelakaan”. Dia sangat yakin kalau pria yang baru saja dia tabrak adalah Louis dan pria itu juga adalah pria gelandangan yang pernah masuk lift bersamanya waktu itu. 



Louis menemui Bok Sil dan Bok Sil langsung mengeluh kesal karena Louis datang terlambat dan filmnya sudah diputar. Louis meminta maaf dan memberikan kelopak bunga dari bunga yang sudah dia beli tadi. 

“Ini sudah hancur. Aku kecelakaan tadi,” ucap Louis. Mendengar Louis kecelakaan, Bok Sil pun terkejut dan langsung memeriksa keadaan Louis. Tentu saja Louis menjawab kalau dia tidak apa-apa, dia bahkan dengan bahagia menunjukkan uang yang dia dapatkan. 



Khawatir terjadi apa-apa pada Louis, Bok Sil pun langsung membawa Louis ke rumah sakit dan menggunakan uang yang Louis dapat untuk membayar biayanya. Dokter yang memeriksa Louis mengatakan kalau kecelakaan itu tidak menyebabkan luka apapun. Hasil scan pada otaknya dan MRI-nya tidak ada masalah. 

“Berdasarkan penjelasanmu, sepertinya dia terkena retrogade amnesia. Seiring berjalannya waktu, ingatannya mungkin bisa kembali,” sambung dokter. Bok Sil kemudian bertanya apa ada kemungkinan ingatan Louis akan kembali dan dokter pun mengiyakan. 


Louis pulang ke rumah dengan kesal, karena mereka sudah menghabiskan uang banyak tapi tak ada yang berubah pada dirinya. Ingatannya tak kembali dan dokter juga berkata tak bisa membantu. Bok Sil menjawab kalau dokter bilang Louis memang harus di periksa. 

“Ini aneh. Ya. Rasanya aneh. Rasanya seperti...ketika aku ditipu,” ucap Louis dan Bok Sil memintanya untuk bersikap lebih dewasa. 



Tepat disaat itu, Ma Ri menelpon dan bertanya apa Louis baik-baik saja? Apa dia sudah pergi ke rumah sakit? Dia bahkan mengaku tak bisa tidur karena merasa khawatir, jadi dia mengajak Louis ketemuan besok. Louis tentu saja merasa bingung pada Ma Ri, karena wanita yang baru dia temui sudah mengajaknya ketemuan. 

“Kau menyukaiku? Kau sebegitunya merindukanku? Kau bisa menyukaiku sesukamu, tapi aku tidak menyukaimu. Suasana hatiku sedang buruk. Jangan menelponku,” ucap Louis dan langsung menutup telepon. Apa yang Louis lakukan sekarang, sama persis dengan apa yang dia lakukan saat menjawab telepon Ma Ri dulu. Dari sana, Ma Ri pun yakin kalau pria yang dia tabrak adalah Louis cucu Nyonya Choi.


Mengetahui hal itu, Ma Ri langsung memberitahu sang ayah dan Ma Ri semakin terkejut karena ayahnya sudah mengetahui hal tersebut lebih dulu. Namun sang ayah meminta Ma Ri untuk tidak memberitahu siapa-siapa karena hal itu bisa menjadi kesempatan bagi Tuan Baek untuk mendapatkan Gold Group. 



Tuan Kim menunjukkan komentar yang di tulis oleh akun yang bernama Raja Belanja Louis pada Nyonya Choi dan setelah membaca komentar itu, Nyonya Choi berkata kalau pengejaan katanya banyak yang salah. Tanpa keduanya sadari Jung Ran mengintip apa yang mereka lakukan dari luar jendela.

“Sebenarnya, itu salah satu alasan kenapa aku mengira kalau ini Tn Louis,” ungkap Tuan Kim, namun Nyonya Choi tak percaya cucunya tak bisa menulis karena dia bisa bicara dalam 10 bahasa. Tuan Kim membenarkan kalau Louis memang bisa 10 bahasa, tapi dia tidak bisa mengeja dengan baik. Selama ini Tuan Kim tak memberitahu Nyonya Choi karena takut Nyonya Choi akan khawatir. 

“Jika kau berpikir seperti itu, kita harus mencari tahu tentang ini. Ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami, tapi jika masih ada kemungkinan cucuku Ji Sung masih hidup, kita harus mencari tahunya,” jawab Nyonya Choi.



Tuan Kim keluar ruangan Nyonya Choi dan bertabrakan dengan Jung Ran sehingga membuat Jung Ran hampir jatuh. Untung saja Tuan Kim dengan cepat menangkapnya. Di tangkap seperti itu oleh Tuan Kim, Jung Ran langsung terpesona padanya. Namun dia menutupi rasa terpesonanya dengan menyuruh Tuan Kim  melepaskan dirinya. 

Mengira Jung Ran marah dan hendak memukulnya, Tuan Kim langsung melindungi wajahnya. Namun hal itu malah membuat Jung Ran kesal, dia kembali mengatakan pada Tuan Kim kalau dia sudah tidak memukul orang lagi. 



Seorang pria misterius kembali mengawasi rumah Bok Sil dan Louis. Orang tersebut juga membawa palu. Pria suruhan Tuan Baek memberitahukan informasi pada tuan Baek tentang rumah yang ditempati Louis terlihat menyeramkan. Tiga orang terbunuh di ruangan itu beberapa bulan lalu dan kejadian serupa juga terjadi enam bulan lalu di sekitar situ, jadi polisi berasumsi kalau itu bisa jadi adalah pembunuhan berantai. 


“Sepertinya kita bisa menanganinya tanpa menimbulkan kecurigaan,” ucap pria tersebut. Hmmmm.... sepertinya mereke berencana membunuh Louis dengan menggunakan rumor pembunuhan berantai.


Louis sudah sangat ingin makan ramen namun dia masih harus menunggu Bok Sil datang, karena Bok Sil sedang mengambil kimchi yang di titipkan di kulkas Geum Ja. Bok Sil mengaku tak enak karena harus menumpang di kulkas Geum Ja, tapi dia memang tak punya pilihan lain. 

“Aku ingin membeli kulkas saat aku masih tinggal di desa. Tapi hidup di Seoul juga tidak mudah. Keinginanku akan jadi kenyataan kan suatu hari nanti?” ucap Bok Sil dan mereka kemudian mulai makan. Baru satu kali suap, Bok Sil langsung harus berangkat kerja karena dia sudah terlambat. Dia tak mau membuat Joong Won marah karena dia telat. Sebelum pergi, Bok Sil memberikan 1 dolar pada Louis untuk upah mencuci piring. Melihat Bok Sil tak sempat sarapan gara-gara Joong Won, Louis pun berkomentar kalau Joong Won adalah orang yang jahat. 

Karena memang sudah sangat lapar dari tadi, Louis pun melanjutkan makannya, dia makan semuanya sendiri.


Detektif Nam sedang bingung memikirkan kata kunci yang diberikan Louis. Melihat kebingungannya, rekan kerjanya jadi penasaran apa yang dia lihat sejak tadi. Dia merebut note yang Detektif Nam pegang dan judul note itu adalah “The Da Vinci Code”. Detektif Nam merebutnya kembali dan berkata kalau nama yang lebih cocok untuk note itu adalah “Louis Code”.

Namun si teman tiba-tiba terpikir sesuatu dan kembali merebut note tersebut. Dia membaca kalimat, “Hari jadi Gold Group ke 30?” dan mengaku pernah melihatnya.



Karena sudah menjadi teman, Jae Suk dan Young Ae bertemu lagi. Kali ini mereka bertemu di toko buku milik Jae Suk. Melihat toko buku yang begitu bagus, Young Ae pun bertanya apa tempat itu adalah milik Jae Suk. Dengan santai Jae Suk menjawab kalau dia menyewa tempat itu, 30.000 dolar untuk uang muka dan 2.000 dolar untuk sewanya. 
“Kau bisa mendapatkan 2,000 dolar dalam sebulan hanya dengan menjual buku-buku ini? Aku sudah berada disini selama satu jam, tapi aku belum melihat satupun pelanggan,” tanya Young Ae penasaran.

“Selalu ada jalan. Ini adalah rahasia bisnis,” jawab Jae Suk. 

“Apa kau bisa jadi pelanggan VIP di Pusat Perbelanjaan Gold...dengan uang yang kau dapatkan dari sini?” masih penasaran dengan bagaimana cara Jae Suk mendapatkan uang. 

“Selalu ada jalan. Kau ingin kuberitahu?” tanya Jae Suk yang kemudian meminta Young Ae membeli banyak buku dulu baru nanti akan Jae Suk beritahu rahasianya. 


Louis sedang bersantai dirumah dan ternyata kesibukannya kali ini adalah menjadi tempat konsultasi orang-orang untuk membeli barang. Bahkan ayah dan ibu Joong Won juga bertanya padanya. Tuan Cha bertanya tentang klub golf mana yang harus dia ikuti dan Louis menyarankan Mirano. Sedangkan Young Ae bertanya  tentang bahan makanan dan Louis menyarankan untuk memilih bahan baku yang banyak nutrisinya. 

Dengan ilmu yang Louis punya tentang semua barang, dia pun memberi banyak saran pada orang-orang yang bertanya, namun ada satu hal yang tidak dia perhatikan, saat ada penanya yang  bertanya tentang produk Goldline yang kualitas dan harganya tidak sesuai, Louis langsung menyebutnya kalau Goldline penipu.


Pernyataan yang Louis tulis langsung membuat semua pegawai Goldline kelabakan. Membaca nama Louis, Bok Sil pun langsung kepikiran kalau itu adalah Louis teman serumahnya. Tak bisa membiarkan Louis meraja lela, Joong Won pun menyuruh Kyung Kook untuk mencari tahu siapa Raja Belanja Louis tersebut. 



Tuan Kim mendapat kabar kalau Raja Belanja Louis itu adalah seorang wanita yang bernama Ko Bok Sil. Walaupun begitu, Tuan Kim masih penasaran pada akun bernama Louis, untuk memastikan dia bertanya apa kopi kesukaan Louis dan Louis menjawab Maxim Gold. Karena jawaban itu, Tuan Kim langsung menyimpulkan kalau Louis itu bukan Louis majikannya, seperti yang dia tahu Louis tak pernah minum Maxim Gold.


Kyung Kook memberitahu Joong Won kalau ID Raja Belanja Louis adalah milik seseorang bernama Ko Bok Sil. Tentu saja informasi itu membuat Joong Won terkejut, namun Kyung Kook menambahkan kalau ada sedikit yang aneh disini, pengejaan yang digunakan akun Raja Belanja selalu salah, sedangkan tulisan Bok Sil pengejaannya selalu benar, jadi dia menyimpulkan kalau sepertinya sudah ada yang mencuri ID Bok Sil. Joong Won pun membenarkan pemikirannya. Dipuji benar oleh Joong Won, pipi Kyung Kook langsung merah merona. LOL

Joong Won pun bisa menebak kalau semua itu pasti kerjaan Louis dan Bok Sil tak tahu apa-apa tentang hal itu. Jadi dia berkata pada Kyung Kook untuk merahasiakan informasi itu dari pegawai yang lain karena Joong Won sendiri yang akan mengurus masalah tersebut. 



Joong Won langsung menemui Louis  dan Louis tak membantah saat Joong Won bertanya apa dia adalah Raja Belanja Louis.

“Kau kehilangan ingatanmu, tapi kau tahu banyak tentang belanja. Siapa kau sebenarnya?” tanya Joong Won yang juga ingin tahu kenapa Louis harus menggunakan ID “Raja Belanja Louis”.

“Raja Belanja... adalah nama yang diberikan tetanggaku karena aku ahli dalam hal belanja. Nama Louie tertulis di pakaian dalam yang kugunakan. Kenapa memangnya?” tanya Louis dan Joong Won menjawab kalau dia kenal seseorang yang menggunakan ID yang sama. 

Louis kemudian bertanya apa Joong Won ingin dia berhenti menggunakan ID itu? Tentu saja Joong Won mengiyakan. 

“Review dan balasan yang kau posting... akan membuat Bok Sil terkena masalah, jadi berhenti melakukannya sekarang,” jawab Joong Won. 

“Apa?”

“Apa kau merasa seperti seorang pahlawan di internet? Apa rasanya senang karena orang-orang memujimu? Ingat, beberapa pedagang mungkin mendapatkan banyak kerugian karenamu. Review dan balasanmu bisa membuat mereka sukses ataupun bangkrut. Orang jujur sepertimu memang dibutuhkan, tapi kau harusnya melakukannya  atas namamu sendiri, bukan Bok Sil,” jelas Joong Won tentang kesalahan Louis dan Louis bertanya apa sesuatu terjadi pada Bok Sil? Joong Won menjawab kalau Bok Sil bisa dipecat gara-gara Louis. 


Di kantor para pegawai langsung berkumpul dan bertanya pada Kyung Kook tentang siapa pemilik aku Raja Belanja Louis? Karena sudah diberi amanah dari Joong Won untuk tidak memberitahu pegawai lain, Kyung Kook pun hanya menjawab kalau Joong Won akan menemui orang tersebut secara pribadi dan memecahkan masalahnya. 

Mendengar itu, Bok Sil dalam hati berharap kalau pengguna ID itu bukan Louis, sedangkan Ma Ri dalam hati berkata dengan yakin kalau orang itu pasti Louis.

Louis merasa bingung dan sedih karena Bok Sil akan dipecat gara-gara dirinya. Dia kemudian bertanya pada Joong Won apa yang harus dia lakukan agar Bok Sil tak di pecat dan ternyata Joong Won menggunakan kesempatan itu untuk menjauhkan Louis dari Bok Sil.

“Jika kau pindah ke tempatku, aku akan melindungi Bok Sil,” jawab Joong Won dan Louis menolak karena dia tak mau jauh dari Bok Sil. Tapi karena Joong Won berkata demi Bok Sil, Louis pun mau pindah dengan syarat, Joong Won harus membelikan kulkas dan mesin cuci terbaru untuk Bok Sil.


Walaupun harus membayar mahal, Joong Won pun menyanggupinya yang penting Louis tak tinggal bersama Bok Sil. Namun sebelumnya, dia menyuruh Louis untuk menulis perjanjian, dimana dia tak akan lagi menggunakan username Raja Belanja Louis lagi di website Goldline dan sebagai gantinya, Cha Joong Won akan membelikan kulkas terbaru dan mesin cuci terbaru untuk Bok Sil.

Melihat tulisan Louis yang kacau balau, Joong Won pun menyarankan pada Louis untuk belajar cara menulis. Tak mau membuang waktu lama, Joong Won pun menyuruh Louis berkemas dan kemudian langsung membawanya pergi.



Saat akan naik mobil, Louis hendak duduk di bangku belakang, namun Joong Won menyuruh Louis duduk di depan karena dia bukan supirnya. Selain itu, Joong Won juga menyuruh Louis untuk berhenti  memanggilnya Ahjussi, jadi Louis harus memanggunya Tuan Cha mulai sekarang. Tanpa keduanya sadari, orang suruhan Tuan Baek melihat mereka pergi dan orang itu mengira Joong Won hendak menyembunyikan Louis.


Sampai di rumah Joong Won, Louis bertingkah seenaknya. Dia menyalakan Sound, TV dan kemudian membuat kopi. Melakukan semua itu, membuat Louis merasa tak asing. Dia bahkan menyuruh Joong Won untuk menyiapkan air untuknya, karena dia ingin mandi dengan air sabun. Diperintah seperti itu, tentu saja Joong Won jadi kesal. 

“Ini rumahku. Jangan bertingkah seperti kau pemiliknya. Kau hanyalah menumpang,” ucap Joong Won kesal.

“Apa itu menumpang?”

“Itu artinya seseorang yang selalu merepotkan sepertimu. Kau juga menumpang bersama Bok Sil,” jelas Joong Won dan Louis menyalahkan anggapan itu. 

“Bagi Bok Sil, aku adalah orang yang selalu berada di sisinya. Itulah yang dia katakan,” jawab Louis yang kemudian menanyakan dimana kamarnya. 

“Yang itu,” tunjuk Joong Won pada salah satu ruangan di rumahnya. “Gunakan kamar mandi di dalamnya. Sarapan jam 7 tepat. Urus makan siang dan makan malammu sendiri.”

“Tapi Bok Sil membuatkanku  sarapan sebelum berangkat kerja,” ucap Louis. 


“Aku tidak suka kalau rumah berantakan. Pastikan kau membersihkan, mencuci, dan mencuci piringnya. Kau mengerti?” perintah Joong Won dan Louis bertanya dengan uangnya, karena Bok Sil selalu memberinya 50 sen setiap dia mencuci piring. Tentu saja Joong Won tak mau memberi uang untuk pekerjaan itu, karena dia sudah membiarkan Louis tinggal dan makan di rumahnya dengan percuma. Menghadapi Louis, Joong Won benar-benar merasa kesal, wajahnya sampai memerah padam karena Louis selalu menjawabi perkataannya. 


“Wah. Dia yang memohon padaku agar aku tinggal disini, sekarang dia sangat perhitungan,” keluh Louis.

“Diamlah. Jika kau bicara lagi, aku akan menutup mulutmu,” ancam Joong Won dan Louis malah menguap lebar.


Detektif Nam pergi ke toko yang bernama Hong Franc, namun toko itu tutup. Dia pergi kesana karena temannya berkata, “Sekitar dua tahun lalu. Aku pergi ke sebuah toko buku untuk menginvestigasi sebuah kasus. Aku masih mengingatnya karena disana penuh dengan buku bahasa Prancis. Aku melihat kotak musik disana.”

Disamping toko buku itu juga ada alat pemadam kebakaran, jadi Detektif Nam langsung melihat catatan yang Louis berikan. Melihat semua itu, detektif Nam jadi penasaran dengan toko buku tersebut.

Louis mengirim SMS pada Bok Sil dan berkata kalau dia sudah ada di depan perusahaan, dia ingin mengajak Bok Sil nonton. Bok Sil pun setuju dan bertanya film apa yang akan mereka tonton. 


Pasangan ini sekarang sudah berada di dalam bioskop dan mereka nonton film tentang pembunuhan. Melihat film itu, keduanya sama-sama ketakutan. Salah satu adegan dalam film adalah seorang pembunuh membunuh dengan menggunakan palu. Tak tahan melihatnya, Bok Sil mengajak Louis keluar dan Louis setuju.

Di luar bioskop Bok Sil mengeluh karena film pertama yang dia tonton sangat menakutkan. Bok Sil pun menyalahkan Louis yang memilih film seperti itu dan Louis menjawab kalau dia memilih film itu karena film itu yang gratis. Dia kemudian mengajak Bok Sil untuk mencari film yang tidak seram dan Bok Sil setuju. 


Selesai nonton mereka pergi ke pedagang makanan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Saat ditanya mau makan apa, Louis menjawab 10 kue ikan saja, karena dia tak suka tteokbokki yang terlalu pedas dan juga tidak suka pada warna Sundae-nya. Selain itu, dia juga tidak mau makan tempura karena minyak yang digunakan untuk memasak terlalu hitam. Mendengar semua keluhan Louis, si penjual jadi kesal dan Bok Sil pun reflek menendang kaki Louis agar dia diam. Bok Sil pun kemudian mesan kue ikan dan tteokboki.

Bok Sil kemudian bertanya apa Louis adalah Raja Belanja? Karena semua orang di perusahaannya terus membicarakannya. Louis pun menjawab kalau Bok Sil tak perlu khawatir lagi, karena yang dia dengar Raja Belanja Louis sudah mati hari ini. Mendengar informasi itu, Bok Sil langsung menelpon Joong Won untuk memberitahunya. 

“Kau bersama Louie sekarang, kan?” tanya Joong Won yang saat itu masih berada di kantor. 

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Bok Sil bingung. 

“Pulanglah sekarang,” teriak Joong Won dan dengan takut Bok Sil langsung menutup teleponnya. Dia kemudian bergumam kalau Joong Won selalu tahu segalanya. Sedangkan Joong Won merasa kesal karena mengetahui Bok Sil dan Louis sedang bersama. 


Tentu saja Bok Sil tak menuruti perintah Joong Won untuk langsung pulang. Dia dan Louis masih bersama melihat-lihat cincin yang di jual di pinggir jalan. Melihat sebuah cincin, Louis berkata kalau cincin itu adalah bentuk imitasi dari cincin berlian Bulgari dua warna dengan emas putih. Saat di tanya harga, si penjual menjawab 30 dolar dan Louis kembali menambahkan kalau harga aslinya adalah 6. 500 dolar. Selalu dibanding-bandingkan dengan yang asli tentu saja membuat si penjual gerah dan dengan kesal diapun bertanya, “Kau akan beli atau tidak?” Ditanya begitu, Louis pun terdiam.



Louis dan Bok Sil sekarang sudah berada di pinggir sungai Han. Dia berkata kalau dia tidak bisa membiarkan Bok Sil memiliki cincin palsu. Karena mereka bukan pasangan menikah, jadi Bok Sil pun tak mengharuskan Louis untuk membelikannya cincin. 

Louis kemudian memberitahu Bok Sil kalau mulai hari ini, dia tinggal di rumah Joong Won dan mendengar hal itu, Bok Sil terlihat sedih. 

“Apa kau khawatir akan merindukanku?” tanya Louis dan Bok Sil langsung membantahnya dengan mengatakan kalau dia merasa lebih baik tanpa Louis. 

“Tapi tetap, kau harus... tetap berhubungan denganku sampai aku menemukan Bok Nam,” pinta Bok Sil. 

“Tentu saja. Aku akan menghubungimu setiap hari,” janji Louis yang kemudian berjanji akan naik kapal feri bersama Bok Sil untuk kencan mereka selanjutnya. 

“Kencan?” tanya Bok Sil tak mengerti. 

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah kencan. Saat aku tidak ada, kau harus menonton TV,” pesan Louis dan Bok Sil benar-benar terlihat sedih karena harus berpisah dengan Louis.


Sampai rumah, Bok Sil kaget melihat ada kulkas dan mesin cuci yang besar-besar di rumahnya, bahkan kulkasnya ada dua dan  rumah Bok Sil tambah sesak dibuatnya. Tepat disaat itu In Sung masuk dan Bok Sil bertanya tentang mesin cuci dan kulkas tersebut. In Sung pun menjawab kalau mesin cuci dan kulkas itu adalah dari Joong Won sebagai ganti Louis tinggal di rumahnya. 



Di rumah Joong Won, Louis sedang bersantai sambil nonton acara home shopping. Joong Won menghampirinya dengan membawa melon. Tak suka makan dengan bijinya, Louis pun menyuruh Joong Won untuk membuang semua bijinya, walaupun kesal Joong Won tetap membuang biji-biji yang ada di melon. 

Louis kemudian membeli produk di TV untuk Bok Sil dan tentu saja membayarnya juga dengan uang Bok Sil. Mengetahui itu, Joong Won tambah kesal pada Louis. 

“Apa kau benar-benar tidak mengingat apapun?” tanya Joong Won. 

“Aku mengingat beberapa hal, tapi masih berupa potongan-potongan. Ini membingungkan,” jawab Louis yang kemudian mengeluh kalau bantal yang ada di kamarnya terlalu tinggi jadi dia meminta yang lain. Sebagai tuan rumah yang baik, Joong Won pun mengambilkan bantal yang sesuai keinginan Louis. 

Setelah mendapatkan bantal yang sesuai keinginan, Louis kemudian berkata, “Kau kehabisan tisu toiley. Kau akan memasangkan gorden di kamarku, kan? Jika kau tidak suka aku menonton TV disini, kau bisa membelikanku TV kecil untuk kamarku dan juga, kau kehabisan kopi. Aku suka Maxim Gold. Jadi tolong belikan.”

“Berhenti, brengsek!” teriak Joong Won yang habis kesabaran. 


Joong Won masuk kesal dengan perasaan kesal, tepat disaat itu dia mendapat sms dari Bok Sil yang berisi, “Terima kasih banyak untuk kulkas dan mesin cucinya. Itu pasti mahal. Aku akan membayarmu nanti.”
“Sudahlah,” balas Joong Won. 

“Tolong jaga Louis. Dia bisa menyebalkan kadang-kadang, tapi tolong maklumi dia.”

“Sudahlah. Khawatirkan dirimu sendiri,” balas Joong Won. 


“Selamat malam,” kirim Bok Sil sebagai penutup. Mendapat SMS ucapan selamat malam dari Bok Sil plus emo tidur, Joong Won terlihat menyukainya, sampai-sampai pipinya merah. 


Louis dan Bok Sil sama-sama tak bisa tidur, karena ini adalah kali pertama mereka terpisah. Secara kompak mereka sama-sama mengirim sms yang menanyakan, “Kau sudah tidur?”

Mereka pun tersenyum menyadari kalau mereka sama-sama belum bisa tidur. Namun senyum Louis langsung hilang ketika Bok Sil terus membahas Joong Won. Bok Sil berpesan agar Louis bersikap baik pada Joong Won. 

“Apa hanya itu yang ingin kau katakan padaku?”  balas Louis dan membuang ponselnya ke samping. 



“Aku merindukanmu,” kirim Bok Sil dan Louis pun langsung senang membacanya. Louis bahkan menjawab, “Aku sangat merindukanmu” dan Bok Sil juga senang membacanya. LOL mereka berdua sama-sama sedang kasmaran. 

Bersambung. 

1 comment :