October 9, 2016

Shopping King Louis Episode 5 - 2



Jae Suk dan Young Ae tak sengaja bertemu di sebuah mall dan mereka pun langsung menjadi teman karena mereka berdua mengenakan pakaian yang sama dan sumber stylist yang sama, yaitu dari Fancy Styling Talk. Saat ditanya dari mana Young Ae tahu tentang Fancy Styling Talk, diapun menjawab kalau dia tau dari putranya karena putranya sangat modis dalam perpenampilan. Karena mereka berdua punya kesamaan, Jae Suk pun mengajak Young Ae berteman di social media dan Young Ae tentu saja setuju dengan ide tersebut.




Joong Won dan Ma Ri makan malam bersama Nyonya Choi dan Tuan Baek. Joong Won kemudian mengirim SMS untuk Bok Sil dan menanyakan keberadaannya dan Bok Sil menjawab kalau dia sedang bersenang-senang setelah makan enak, jadi Joong Won tak perlu khawatir. Melihat Joong Won sibuk dengan ponselnya, Tuan Baek pun bertanya apakah itu penting dan Joong Won menjawab tidak. Tuan Baek kemudian membahas tentang Nyonya Choi yang sudah lama tak bertemu dengan Joong Won dan Nyonya Choi mengiyakan, dia terakhir bertemu dengan Joong Won saat pemakaman Louis. Tuan Baek kemudian menuangkan minuman untuk Joong Won da Joong Won terlihat ragu menerimanya, namun dia tak menolak. Kenapa Joong Won seperti itu? ternyata Joong Won tak bisa meminum alkohol, baru minum satu gelas pemberian Tuan Baek, Joong Won langsung pingsan

“Bu. Sunny Land akan segera dibuka,” ucap Tuan Baek.


“Apa sudah waktunya?Kalau saja Louis masih ada,dia pasti akan menyukainya.Aku memang tidak pernah mengatakannya,tapi Sunny Land adalah idenya Louis.,’ ucap Nyonya Choi yang kemudian meminta Joong Won menjelaskan tentang proyek itu, karena Nyona Oh sudah mengatakan semaanya, tapi Joong Won sedang tak bisa menjelaskan karena dia pingsan gara-gara alkohol. Tak mau membahas hal yang bermacam-macam, Nyonya Choi pun mempersilahkan Tuan Baek dan Ma Ri makansaja, sebelum Nyonya Choi bicara hal-hal yang ngelantur.


Tepat disaat itu, Tuan Kim muncul dan memberitahu Nyonya Choi kalau ada ID Raja Shoping Louis di internet dan cara menulis orang itu sangat mirip dengan Louis. Tak mau percakapan itu berlanjut sampai Nyonya Choi meminta dicarikan orang yang ber-ID itu, Tuan Baek pun langsung menghentikannya dengan berkata kalau Tuan Kim hanya akan membuat Nyonya Choi sedih karena membahas tentang Louis.

Ma Ri kemudian ikut bicara kalau ID Raja Belanja Louis juga meninggalkan ulasan mengerikan di produk-produk mereka, jadi mereka pun akan mengurusnya. Mendengar itu, Nyonya Choi bertanya-tanya kenapa orang itu harus mengenakan nama itu. Tuan Baek yang tak mau Nyonya Choi berpikir seperti itu, langsung menyuruhnya makan  sebelum makanannya dingin.

Tuan Baek yang takut kalau Tuan Kim nanti kembali membahas tentang Louis pada Nyonya Choi, langsung mengajak Jung Ran bicara. Awalnya Tuan Baek mengeluhkan tentang sikap Tuan Kim yang selalu membahas tentang Louis dan membuat Nyonya Choi sedih, dan  kemudian Tuan Baek mengucapkan sebuah rencana untuk menangani Tuan Kim. Hmm... tapi kita tak diberitahukan dengan rencana tersebut.


Ma Ri dan Joong Won sudah berada di meja cafe. Ma Ri mengeluh kenapa ayahnya harus memberi Joong Won alkohol sehingga membuat Joong Won jadi seperti itu. Ya, sampai sekarang Jong Won belum sadarkan diri. Tepat disaat itu, Bok Sil menelpon dan Ma Ri mengangkatnya. Karena Ma Ri mengatakan kalau mereka masih bekerja, jadi Bok Sil pun bertanya apa dia harus pergi ke sana juga.Tentu saja Ma Ri mengatakan tidak karena Bok Sil tak akan membantu, jadi Bok Sil harus kembali ke Seoul saja.

Ma Ri berusaha membangunkan Joong Won, namun tak bisa. Kesal, Ma Ri pun menempelkan wajahnya di meja juga dan menghadap Joong Won. Melihat itu, penjaga minuman pun bertanya-tanya., kenapa mereka  berdua jadi tidur di tempatnya seperti itu.





Untung saja Louis dan In Sung menyusul, coba kalau tidak, kan kasihan Bok Sil harus sendirian karena yang mengajaknya pergi ke Busan tak bertanggung jawab. Bersama Louis dan In Sung, Bok Sil berkeliling pasar di Busan. Mereka makan hotteok, bermain permainan tebak tongkat dan yang beruntung  adalah Bok Sil, dia mendapatkan ikan plastik berwarna kuning.


Mereka kemudian melihat sebuah akuarium yang berisi udang mirip harimau dan In Sung menjelaskan kalau udang itu disebut udang singa.

“Ini harimau bukan singa. Dasar bodoh,” ucap Louis pada  In Sung.

“Louis. Kau tidak tahu kan ini apa?” tanya In Sung dan menunjuk seekor cumi-cumi.

“Cumi kecil,” jawab Louis dan pergi. In Sung pun langsung mengacungkan cempolnya karena Louis banyak tahu tentang jenis hewan laut.

Mereka kemudian pergi ke pinggir laut, dengan backgroud jembatan Gwangan yang terlihat indah dengan lampunya, In Sung mengajak Louis dan Bok Sil foto bersama. Setelah foto bertiga, In Sung kemudian  mengambil foto Bok Sil dan Louis berdua.


Selesai berfoto, mereka pergi ke pantai dan duduk disana sambil menikmati pemandangan laut juga  jembatan Gwangan. Bok Sil kemudian bertanya apa Louis sudah melihat laut sebelumnya dan Louis menjawab sudah, bahkan pemandangan di depannya itu begitu familiar untuknya. Mendengar itu, In Sung pun bertanya bagaimana jika Louis tinggal di Busan? Mendengar pertanyaan itu, Louis balik tanya, apa In Sung pikir Louis sebelumnya tinggal di Busan? Jadi kenapa dia bisa tertidur di jalanan Seoul?Mendengar pertanyaan Louis, In Sung pun jadi sadar kalau ada kemungkinan Louis pernah tinggal di Busan. Tak boleh membuang fakta itu, In Sung kemudian menyuruh Louis menulisnya di buku catatan Louis.

“Tidak sia-sia kita ke sini,” ucap In Sung dan Louis membenarkan.

“Jadi kalian berdua memang belum pernah melihat laut.Ini adalah pertama kalinya.Angin laut membuatku senang.Aku bisa merasakan udaranya juga. Terasa asin.Bagaimana kalau kita tidur di sini? Jadi dia bisa melihat laut,” ajak Bok Sil dan Louis setuju, tapi In Sung tak mau karena dia tak mau kena stroke. In Sung kemudian pergi ke kamar mandi dan meminta keduanya untuk menunggu dirinya di tempat itu.



Saat hanya berdua, Louis mendengar seorang ibu memanggil anaknya yang bernama Ji Sung. Anak yang bernama Ji Sung itu kemudian di hampiri oleh kedua orang tuanya dan kedua orang tua Ji Sung kemudian memegangi tangan Ji Sung dengan kuat sehingga membuat Ji Sung bisa melompat. Melihat hal itu, kepala Louis tiba-tiba sakit dan dia sedikit mengingat masa lalunya. Dia melihat dirinya juga pernah pegangi oleh kedua orang tuanya seperti itu.

Penasaran pada Ji Sung dan orang tuanya, Louis pun hendak menghampirinya. Namun Louis kembali di beri ingatan dimana dia dipukuli orang sampai terbentur Hydran. Dia juga ingat kalau saat dia kecil, dia punya anjing bernama Koboshi. Tak kuat menahan rasa sakit di kepalanya, Louis ambruk dan wajahnya jatuh kepasir.




Bok Sil khawatir dan langsung menghampiri Louis. Bok Sil terus memanggil Louis dan bertanya apa dia baik-baik saja. Louis bangun dan Bok Sil membersihkan pasir dari wajah Louis. Mereka berdua saling lihat dan Bok Sil kemudian memeluknya.

“Kenapa? Aku ketakutan karenamu,” ucap Bok Sil dan menepuk-nepuk pundak Louis sambil berkata, “Tak apa.”

Dalam hati Louis berkata, “Malam gelapku yang penuh ketakutan.. menjadi cerah karena Bok Sil.”

Louis menitikkan air mata dan saat Bok Sil hendak melepas pelukannya, Louis malah memeluk Bok Sil lebih erat. Karena Louis ingin menangis dipelukan Bok Sil.


Keesokan harinya, Bok Sil meminta semua pegawai termasuk Joong Won untuk berkumpul karena dia ingin mempresentasikan tentang idenya untuk melakukan tour ke Busan. Semua itu sebagai ganti karena dia tak ikut melakukan presentasi pada kesempatan sebelumnya.

“Malam pertama kali aku ke Busan terasa sangat indah. Seluruh kota dan lautan bersinar-sinar sangat indah dipandang mata. Jadi, aku ingin membuat tour perjalanan. berdasarkan pengalamanku yang luar biasa di Busan. Tour ini akan terdiri dari perjalanan keliling dengan kereta api, dan perjalanan melihat suasana malam dengan bus. Ini akan jadi pilihan yang luar biasa untuk teman, keluarga dan kekasih. Aku juga mau merekomendasikan perjalanan ini untuk orang-orang yang ingin pergi sendiri. Kupikir, pemandangan indah laut di malam hari akan menghibur dan mengobati stress,” ucap Bok Sil.

“Kau tidak cek website kompetitor kita? Tour perjalanan malam sudah ada di Wimon,” ucap Ma Ri dan merasa senang karena berhasil menjatuhkan presentase Bok Sil dan Bok Sil sendiri tak bisa menjawabnya.


Joong Won maju sambil bertepuk tangan, “Nona Baek benar. Wimon sudah menjual paket semacam itu sejak tahun lalu. Bagaimanapun, ide Bok Sil sedikit berbeda. Ini berdasarkan pengalaman dan perasaan pribadinya. Dia ingin menyampaikan lebih banyak hal kepada para pelanggan dan memperluas rute perjalanan. Dia menekankan pada hal-hal yang mungkin akan membuat pelanggan tersentuh dia juga merekomendasikan pemandangan laut di malam hari pada pelanggan sebagai obat dari kepenatan hidup dan rasa stress. Kupikir Bok Sil tidak menekankan itu. Bagaimanapun kita harus menghargai dan menghormati potensinya. Tren sekarang memang tentang sensibilitas dan perasaan. Dia berhasil mendapatkannya,” jelas Joong Won dan di sambut tepuk tangan oleh yang lain. Joong Won kemudian mengucapkan pada Bok Sil kalau dia sudah bekerja dengan bagus dan Bok Sil bernafas laga dengan hasil yang dia dapat.Sebelum pergi, Joong Won mengumumkan kalau dia akan memperpanjang kontrak Bok Sil sampai 1 tahun. Tentu saja hal itu membuat Bok Sil langsung terkejut dan tak percaya.


Ma Ri mengejar Joong Won dan protes karena dia memperpanjang Bok Sil hanya dengan ide kecil itu. Dia menyebut Joong Won mengambil keputusan yang nekad.

“Dia punya kemampuan untuk membuat cerita yang menarik.. yang bisa menjual produk, meski hanya sebotol minuman. Kukira kau menyadarinya juga,” ucap Joong Won dan pergi. Ma Ri pun tak bisa berkata-kata lagi, karena Joong Won tahu tentang pencurian ide botol tersebut. Namun hal itu tambah membuat Ma Ri tak senang dengan Bok Sil, dia mengira Bok Sil yang sudah memberitahu Joong Won akan hal tersebut.



Hye Joo dan Mi Young merasa iri sekaligus kagum pada Bok Sil, karena Bok Sil yang tak bisa komputer dan internet bisa mendapatkan perpanjangan kontrak. Mi Young juga mengakui kalau presentase Bok Sil cukup bagus dibandingkan yang mereka lakukan.

“Omong-omong,dia sudah membersihkan kantor, ikut rapat dan lain sebagainya. Dia juga melakukan banyak hal untuk kita.Kalau dia tidak ada kita bisa kesulitan,” ucap Hye Joo.

“Itulah maksudku. Tidak ada buruknya kok kalau kontraknya diperpanjang. Ambil saja hikmahnya,” jawab Mi Young dan mereka sama-sama senang karena kontrak Bok Sil di perpanjang.

Melihat Bok Sil ada di ruangan Joong Won, Mi Young pun bertanya-tanya, apa sekarang Joong Won mulai berpihak pada Bok Sil?

Di ruangan Joong Won, Bok Sil berterima kasih karena kontraknya sudah diperpanjang. Joong Won pun menjawab kaau semua itu berkat kerja keras Bok Sil sendiri, jadi dia tak perlu berterima kasih. Jadi, Bok Sil harus melakukan yang terbaik dalam setahun ini, agar dia bisa menjadi pegawai tetap tahun depan. Bok Sil pun mengiyakan, dia berjanji akan bekerja lebih keras lagi mulai sekarang.



Pulang kerja, Bok Sil dengan senang memberitahu Louis kalau kontrak kerjanya di perpanjang. Tentu saja Louis ikut senang dan mereka langsung berpelukan sambil lompat-lompat. Tepat disaat itu In Sung muncul dan menyuruh mereka untuk tidak berpelukan.


Bok Sil kemudian memberitahu In Sung tentang dia yang mendapatkan perpanjangan kontrak, tentu saja In Sung ikut senang mendengarnya dan mereka jadi lompat-lompat bertiga.



Untuk merayakan perpanjangan kontrak Bok Sil, mereka bertiga kemudian makan di sebuah kedai. Mereka makan daging panggang. In Sung mengungkapkan rasa bangganya pada Bok Sil, karea Bok Sil bisa mendapatkan sesuatu yang tak bisa In Sung dapatkan selama 10 tahun ini. Bok Sil pun berkata kalau semua itu berkat In Sung dan Louis juga, jadi dia menyuruh mereka makan sebagai tanda terima kasihnya.

Bok Sil terlihat sedih, sepertinya dia teringat pada Bok Nam, namun ketika Louis bertanya kenapa, Bok Sil menjawab bukan apa-apa.


Bok Sil kemudian menunjukkan kartu kredit yang dia dapat dan Louis langsung mengambil dengan berkata kalau mereka sekarang punya kartu kredit.

“Ini punya Bok Sil, bukan punyamu. Bok Sil, urus semua ini ya,” ucap In Sung dan mengembalikan kartu kreditnya pada Bok Sil. “Kau masih latihan dialek Seoul, kan? Aku ini guru yang mahal loh. Aku akan memberi pengecualian dan menggratiskan biayanya,” ungkap In Sung dan kemudian meminta Bok Sil melatih dealek Seoulnya dengan cara memesan daging lagi.

Dengan polosnya, Bok Sil pun melakukan apa yang In Sung pinta. Dengan dealek Seoul, Bok Sil memesan 3 porsi daging lagi dengan dua botol soda dan selada yang banyak.

“Nah begitu! Go, Bok Sil! Kau benar-benar pintar,” puji In Sung karena dealek Bok Sil sekarang sudah bagus dan selain itu karena dia bisa mendapatkan tambahan daging lagi. Dia bisa makan kenyang malam ini.

In Sung kemudian menyarankan agar Bok Sil menata kembali rambutnya, karena gaya rambut Bok Sil sudah ketinggalan jaman. Karena Bok Sil punya kontrak setahun, maka dia harus terlihat seperti wanita karir pada umumnya. Mendengar itu, Louis pun berkata kalau dia juga harus menata rambutnya.




In Sung kemudian mengajak Bok Sil dan Louis ke salon rambut, dimana si pemilik salon bisa menyesuaikan model rambut berdasarkan nama. Untuk In Sung, si pemilik salon menatanya dengan gaya “Jo In Sung.” Sedangkan Louis dibuat mirip Louis XIV dan Bok Sil dibuat kriting mirip bulu pudel.

Merasa hasilnya hancur dan tak bagus, In Sung langsung lari dan Louis mengejarnya. Saat Bok Sil hendak lari, dia langsung di hadang oleh si pemilik salon karena dia harus membayar biaya salonnya sebesar 100 dolar.

Bok Sil dan Louis kemudian pergi menemui Detektif Nam dan membawakan beberapa es krim untuk detektif Nam dan polisi yang lainnya. Detektif Nam terkejut melihat rambut keriting Bok Sil dan Louis, jadi diapun bertanya apa ada sesuatu yang terjadi?

“Goldline memperpanjang kontrakku,” jawab Bok Sil dan Detektif Nam kemudian bertanya kenapa dengan rambut mereka?

“Kenapa? Aneh ya?” tanya Louis.

“Ya. Sangat aneh,” jawab detektif Nam.

“Ini mahal loh,” ucap Bok Sil menyayangkan.

Tuan Kim sudah berada di luar rumah, dia mendapat telepon dari seseorang dan mengatakan pada orang itu kalau dia belum menemukan apa yang orang itu minta. Hmmm... Tuan Kim mencurigakan juga.


Seorang pria berpakaian serba hitam masuk ke kamar Bok Sil dan Louis. Dia kemudian mengambil palu yang ada di laci. Di lantai bawah, Geum Ja sedang asik nonton TV sendirian. Tak lama kemudian In Sung datang dengan gaya rambut barunya. Geum Ja berkata kalau In Sung terlihat sangat seram dengan gaya seperti itu, tapi dia juga terlihat sedikit muda. Dibilang muda, In Sung pun merasa senang.

“Kau dengan Louis lagi?” tanya Geum Ja dan In Sung pun mengiyakan. Jangan main dengannya lagi. Kau kan sudah punya pekerjaan. Jangan bermain-main dengan pria pengangguran,” pesan Geum Ja dan In Sung menjawab kalau dia hanya tak ingin Louis merasa kesepian, jadi diapun menemaninya.

“Oh, Bu. Perusahaan tempatku bekerja mulai sekarang akan lebih stabil karena sudah mendapatkan klien besar,” ucap In Sung mulai membual dan ibunya pun percaya.

“Omong-omong, kau tidak memberitahu mereka tentang kejadian itu kan?” tanya Geum Ja dan In Sung pun mengiyakan, karena dia tak seceroboh itu memberitahu Louis dan Bok Sil. Kalau Louis tahu hal itu, pasti dia sudah melarikan diri.



Ma Ri mengajak Bok Sil bicara di tangga darurat dan bertanya apa Bok Sil memberitahu Joong Won kalau botol Goldline merupakan idenya. Tentu saja Bok Sil menjawab tidak, karena dia memang tidak memberitahu Joong Won, namun Ma Ri tak percaya akan hal itu.

“Aku tidak pernah menceritakan tentang botol itu pada siapapun kecuali dirimu,” jawab Bok Sil yakin.

“Apa kau pernah berada di kantor berdua saja dengan Pak Cha? Kau pernah kan? Kau memberinya petunjuk tentang itu, kan?” tanya Ma Ri masih penasaran.

“Tidak. Sama sekali tidak. Dia datang ke tempatku beberapa waktu lalu dan  minum teh,” jawab Bok Sil dan Ma Ri terkejut sampai tak percaya mendengarnya.



Joong Won masuk kantor dan kaget melihat gaya rambur Bok Sil. Tapi setelah memperhatikannya lebih teliti, Joong Won malah senyum-senyum sendiri melihat Bok Sil. Tanpa Joong Won sadari, Ma Ri melihat apa yang dia lakukan dan Ma Ri bisa menebak kalau Joong Won benar-benar menyukai Bok Sil.


Louis pergi ke toko tas dan membeli tas yang selama ini ingin dia beli dengan menggunakan kartu kredit milik Bok Sil. Dia mengambil cicilan selama 12 bulan dengan cicilan 200 dolar tiap bulan. Karena tahu belanja dengan kartu kredit bisa dicicil, maka Louis pun membeli banyak barang couple untuk dirinya dan Bok Sil. Ada baju, kacamata dan juga sepatu dan semua itu perlengkapan untuk joging. Louis juga membeli robot pembersih debu yang bisa mereka nyalakan untuk membersihkan rumah disaat mereka pergi joging.


Louis menunjukkan semua barang itu pada Bok Sil termasuk tas berbulu yang juga Louis beli untuk Bok Sil. Setelah Louis selesai menunjukkan barang-barang yang dia beli, Bok Sil pun bertanya berapa harga tas itu.  

“2,400 dolar,” jawab Louis dan Bok Sil langsung terduduk lemas.

“Hey. Kau sudah gila?” tanya Bok Sil dan Louis menjawab kalau dia membelinya dengan cicilan 12 bulan, jadi perbulan mereka hanya harus membayar 200 dolar.

“Bagaimana caramu membayarnya? Mau 100 atau 1000 dolar perbulan, kita tetap saja harus membayarnya. Kau pikir sekarang kita sanggup membeli tas seharga 2400 dolar? Pergi dan kembalikan barang ini,” perintah Bok Sil marah. “Kalau kau tidak bisa mengembalikannya kau tidak boleh masuk,” ancam Bok Sil.

“Bok Sil. Aku tidak tahu cara mengembalikannya,” rengek Louis yang sekarang sudah berada di luar rumah.

“Aku juga tidak tahu. Kau cari tahulah,” jawab Bok Sil ketus dan di dalam rumah dia memasukkan kembali barang-barang yang Louis beli ke dalam kotak.


Saat sendirian, Bok Sil teringat kembali ucapan Nyonya Choi yang berkata, “Kau mungkin tidak mengerti.. tapi mungkin.. barang itu yang dibutuhkan temanmu. Setiap orang punya nilai sendiri-sendiri tahu tidak? Mengamati pola berbelanja seseorang bisa menjadi kunci untuk mengetahui tentang orang itu.”

“Dia membelikan banyak barang untukku. Siapa yang mau bayar?” ucap Bok Sil yang paham kalau Louis ingin membelikan untuknya, tapi dia tak bisa menerimanya karena dia juga yang harus membayar barang-barang itu.



Keesokanharinya, Louis kembali ke toko tapi takut masuk toko, sampai-sampai si penjaga toko yang menghampirinya, karena dia melihat Louis berada di depan toko. Karena si penjaga toko sudah berada di depannya, Louis pun dengan ekspresi tak enak mengatakan kalau dia ingin mengembalikan tas yang dia beli.

Tuan Baek kembali menemui orang suruhannya di pinggir sungai Han. Dia berkata kalau acara pengangkatan dia sebagai presdir sebentar lagi akan diselenggarakan dan pada saat itu, Nyonya Choi akan memindahkan semua sahamnya ke Tuan Baek. Jadi sebelum acara itu dimulai, Tuan Baek meminta pria itu untuk mengurus segala sesuatunya, tapi disini kita tak diberitahu apa yang Tuan Baek perintahkan pada orang itu. Selain harus melakukan hal yang diperintahkan, Tuan Baek juga meminta pria itu untuk terus mengawasi Joong Won.


Louis mengembalikan uang Bok Sil, itu uang yang digunakan untuk membeli tas dan lain-lain.

“Aku sangat stress. Aku harus mendapatkan tepukan di punggung,” ucap Louis dan menundukkan kepalanya ke bahu Bok Sil.

“Kalau kau tidak pakai kartunya, ini tidak akan terjadi. Jangan pernah kau melakukannya lagi,” pinta Bok Sil dan Louis menjawab kalau dia hanya ingin memberi hadiah untuk Bok Sil. Bok Sil pun menjawab kalau dia paham hal itu karena dia sudah diberi nasehat oleh seorang nenek.

“Aku tidak tahu siapa dia. Tapi aku sangat berterima kasih,” ucap Louis dan Bok Sil kemudian mengatakan kalau dia tak butuh hadiah, dia hanya ingin Louis mengajaknya nonton di bioskop, karena Bok Sil tak pernah pergi ke bioskop.

“Sebenarnya aku merasa aku belum pernah ke sana juga,” aku Louis.

“Apa? Aku dari gunung, lalu kau dari planet mana?” tanya Bok Sil

“Baiklah, ayo pikirkan tentang ini,” jawab Louis dan diapun hendak duduk di kursi berpikirnya. Namun Bok Sil mencegahnya, karena dia ingin merapikan kembali rambut Louis dan Louis juga akan melakukan yang sama untuk rambut Bok Sil.


Bok Sil sudah berada di bioskop dan rambutnya sudah kembali lurus. Karena Louis tak kunjung datang, Bok Sil pun menelponnya. Dimana Louis? Ternyata dia sedang berada di toko bunga, dia hendak membeli bunga untuk Bok Sil.



Saat melayani Louis, si panjaga toko merasa sedikit tak nyaman karena Louis mengatakan kalau dia membelikan bunga untuk wanita yang tinggal bersamanya dan mereka tinggal bersama tanpa ada hubungan pernikahan. Selain itu, Louis juga orang yang pemilih dalam membeli bunga dan yang membuat si penjaga tambah tak nyaman namun dia tak bisa berkata apa-apa adalah karena Louis membayar uang bunganya dengan menggunakan receh. LOL

Louis berjalan menuju bioskop dengan langkah riang. Saat dia melihat ada koin di jalan diapun langsung mengambilnya. Lampu penyebrangan masih hijau dan Louis bergegas menyebrang, tapi tiba-tiba muncul sebuah mobil dan hendak menabrak Louis.



Karena kaget, Louis pun jatuh dan kepalanya terbentur. Louis pingsan dan Bok Sil masih menunggunya di bisokop.

Bersambung


1 comment :