October 8, 2016

Shopping King Louis Episode 5 - 1



Saat Louis merawat Bok Sil, ternyata Bok Sil sempat terbangun dan melihat apa yang Louis lakukan. Ketika itu, Louis pergi ke kamar mandi mengganti air untuk mengompres kening Bok Sil. Apa yang membuat Bok Sil bisa sakit tiba-tiba seperti itu?





Flashback!
Bok Sil kecil sedang tidur bersama Bok Nam dan neneknya dan saat itu hujan lebat. Bok Sil merasa takut dan tak bisa tidur. Tak lama kemudian datang seorang laki-laki dan mengabarkan kalau kedua orang tuan Bok Sil mengalami kecelakaan dan meninggal. Dengan mata kepala sendiri Bok Sil melihat kedua orang tuanya yang sudah tak bernyawa. Sebagai kakak yang baik, Bok Sil menutup mata Bok Nam agar tak melihat semua itu.
Flashback End!


Bok Sil kembali membuka mata dan melihat Louis tertidur sambil duduk. Pagi tiba dan Bok Sil bangun lebih dulu. Dia melihat Louis sudah tertidur di sampingnya.



“Semalaman aku merasa ketakutan, tapi Louis menjagaku,” ucap Bok Sil dalam hati dan tersenyum melihat Louis. 


Bok Sil sudah berada di tempat kerja dan Joong Won melihat Bok Sil sakit, jadi dia langsung menyuruh Bok Sil pulang dengan alasan tak mau melihat Bok Sil pingsan lagi dan membuat orang lain susah. 


Tuan Baek mendapat informasi kalau orang yang ditemukan ditempat kecelakaan bukanlah Louis dan tepat di saat itu Louis muncul. Dia menghampiri Tuan Baek dan menyapanya. Tak lama kemudian Bok Sil keluar dari lift dan Louis langsung menghampirinya. 


Melihat Bok Sil, Tuan Baek pun tahu kalau dia adalah cleaning servis yang diangkat Joong Won jadi pegawai magang. Louis kemudian membawa Bok Sil untuk menemui Tuan Baek dan pada Tuan Baek, Louis meminta dia untuk membantu Bok Sil dalam urusan pekerjaannya. Sadar kalau yang Louis lakukan sudah keterlaluan, Bok Sil pun langsung minta maaf dan mendorong Louis pergi. Tuan Baek sendiri tak berkata apa-apa, karena dia masih shock melihat Louis masih hidup.  Setelah Louis pergi, Tuan Baek langsung menelpon orang suruhannya dan mengajaknya ketemuan. 

Bok Sil bertanya kenapa Louis datang dan Louis menjawab kalau dia datang untuk membawakan bubur. “Kenapa kau pergi kerja pagi-pagi sekali?”

“Pak Cha menyuruhku pulang. Katanya dia tidak suka melihatorang sakit berkeliaran di sekitarnya,” jawab Bok Sil dan Louis menyebut kalau Joong Won itu adalah orang yang kejam. 



Louis mengajak Bok Sil cepat pulang dan dia berjalan sambil menggandeng tangan Bok Sil, tepat disaat itu Hye Joo ada di sekitar tempat itu dan melihat Bok Sil di gendang oleh Louis. Melihat mereka bergandengan, Hye Joo pun bertanya “Siapa?” pada Louis. Bok Sil sempat bingung menjawab dan hendak melepas pegangan tangan Louis, namun Louis tak mau melepaskan. Sambil menujukkan genggaman tangan mereka, Louis memberitahu Hye Joo, kalau dia adalah penjaga Bok Sil. Setelah mengatakan itu, Louis langsung berjalan pergi sambil menggandeng Bok Sil. 


Dengan buru-buru, Hye Joo kembali ke kantor dan saat itu semua staf sedang rapat. Hye Joo pun langsung hendak memberitahu tentang apa yang dia lihat, namun ketika dia menyebut nama Bok Sil, Joong Won langsung berdehem memberi kode kalau Hye Joo harus diam. Namun Hye Joo tidak mau diam, dia hanya duduk di kursinya dan berkata dengan pelan memberitahukan kalau Bok Sil berkencan dengan seseorang. 

“Aku melihat dia meninggalkan kafe,sambil berpegangan tangan dengan seorang pria. Pacarnya juga tampan,” ucap Hye Joo dan Joong Won terlihat tak senang mendengarnya. 

“Kan sudah kubilang.Kau selalu punya waktu kalau untuk berkencan,tidak peduli seberapa sibuknya dirimu,” sambung Mi Young dan Do Jin berkomentar kalau Bok Sil lebih ahli dari kelihatannya. Hye Joo kemudian bertanya-tanya kemana Bok Sil di jam kerja seperti ini dan Ma Ri yang menjawab kalau Bok Sil pulang lebih awal karena sakit. 

“Ternyata dia masih punya tenaga untuk berkencan, ya,” ucap Mi Young dan Kyung Kook bergumam kalau pacarnya pasti datang untuk menjemput Bok Sil. Kyung Kook lalu bertanya-tanya apa Bok Sil dan pacarnya tinggal serumah? Mendengar pertanyaan itu, Joong Won langsung kesal dan membanting berkas yang dia pegang. 


Tuan Baek memberitahu orang suruhannya kalau Louis sudah muncul di hadapannya, tapi Louis tak mengenalnya. Dia kemudian memberikan dokumen tentang Bok Sil dan meminta pria itu terus mengawasinya karena Bok Sil sangat dekat dengan Louis. 

“Setelah pemakaman Louis,Joong Won memperkerjakan orang baru di departemennya.Pasti ada alasan kenapa dia memperkerjakan seseorangyang jelas tidak punya kemampuan. Cari tahu apa hubungan mereka,” perintah Tuan Baek dan pria itu mengiyakan.


Bok Sil merasa kelelahan saat menaiki tangga, jadi Louis pun menggendongnya. Saat menggendong Bok Sil, Louis mengaku sedikit merasa aneh tapi dia merasa baik. Dia tak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya.

 “Apa maksudmu?” tanya Bok Sil tak mengerti. 


“Tubuhku rasanya berat dan lelah, tapi hatiku terasa hangat,” jawab Louis dan Bok Sil langsung memeluknya erat. Mereka pun tersenyum bahagia bersama.


Masuk rumah, Bok Sil masih berada di gendongan Louis dan Bok Sil langsung berteriak kesal ketika melihat rumah berantakan. Louis mengaku tak sempat beres-beres karena harus pergi ke kantor Bok Sil. Louis kemudian mengajak Bok Sil makan dulu, tapi Bok Sil ingin beres-beres dulu. Tak mau tahu, Louis menarik Bok Sil dan mengajaknya makan dulu, mereka harus makan bubur dari Geum Ja.

Tepat disaat itu seorang pria datang dan menuju rumah Bok Sil. Di dalam rumah, Bok Sil dan Louis masih ribut antara makan dulu atau beres-beres dulu. Louis hendak membuka termos bubur dan Bok Sil berusaha mengambilnya karena mereka harus makan setelah beres-beres. Pria yang datang itu sudah berada di depan rumah Bok Sil dan disana dia melihat ada celana jins pria yang di sedang jemur.



Di dalam rumah, Bok Sil dan Louis rebutan tempat bubur dan alhasil bubur itu tumpah ke baju dan celana Louis. Kepanasan, Louis pun langsung membuka celana dan bajunya. Tepat disaat itu Joong Won masuk dan langsung marah melihatnya.


Tak lama kemudian, Louis masuk rumah In Sung dan mengeluh kalau dia diusir oleh Joong Won. In Sung terkejut dan bertanya apa ibunya tahu dengan pria yang sudah membeli gingseng milik Bok Sil itu.

“Dia yang bayar biaya rumah sakit waktu Bok Sil  pingsan,” jawab Geum Ja.

“Bok Sil pernah pingsan?” tanya Louis kaget. 

“Kau tidak tahu?Kau sibuk dengan dirimu sendirisampai tidak sadar Bok Sil sakit.Kenapa dia bisa ke sini?Ada yang tidak beres.Apa dia mau mengecek keadaan Bok Sil?” tanya Geum Ja penasaran.

Orang suruhan Tuan Baek memberitahu Tuan Baek kalau Joong Won barusan pergi ke rumah dimana Bok Sil dan Louis tinggal. Pria itu membenarkan tebakan Tuan Baek kalau mereka bertiga saling berhubungan. Setelah menutup telepon, Tuan Baek bertanya-tanya tentang apa rencana Joong Won sebenarnya. 


Melihat kamar Bok Sil yang berantakan, Joong Won terlihat jijik dan dia memilih duduk di atas kotak. Saat Bok Sil bertanya kenapa Joong Won datang, Joong Won pun langsung menanyakan tentang siapa pria yang tadi bersama Bok Sil dan apakah Bok Sil juga tinggal bersamanya. Dengan polis Bok Sil menjawab “iya”. 

Geum Ja dan In Sung menebak kalau Joong Won menyukai Bok Sil, karena itulah dia mau membayar tagihan rumah sakit Bok Sil, membeli gingseng dan mengunjungi Bok Sil saat Bok Sil sakit. Mendengar itu, Louis langsung tak setuju, dia berkata kalau tak ada apapun diantara mereka, karena Joong Won hanya memarahi Bok Sil setiap hari. 

“Lantas? Tetap saja dia perhatian dan memberi Bok Sil uang, kan?Dia setidaknya lebih baik darimu,” ucap Geum Ja dan pendapatnya di aminin oleh In Sung. “Hidup Bok Sil mungkin akan berubah sebentar lagi,” tambah Geum Ja yang merasa senang begitu juga dengan In Sung. Hanya Louis yang tak senang dengan hal itu. Dia merasa kesal, sampai-sampai dia menghamburkan baju yang sedang Geum Ja lipat dan menarik sarung tangan karet yang In Sung pakai. 

Bok Sil sudah menjelaskan bagaimana dia bertemu dengan Louis dan sampai tinggal bersamanya. “Bok Sil. Kau gila ya?Lihat tempat ini.Dengan keadaanmu, kau tidak seharusnya mengurus orang lain,” ucap Joong Won.

“Jadi, kau mau aku mengabaikannya sementaradia juga tidak punya tempat untuk tinggal? Kau mana boleh begitu,” jawab Bok Sil dan Joong Won kemudian bertanya sampai kapan Bok Sil akan tinggal bersama Louis. Bok Sil pun menjawab sampai Bok Nam ditemukan.

“Bagaimana kalau tidak ketemu?” tanya Joong Won. 

“Kenapa bicara begitu?” ucap Bok Sil dengan nada marah. 

“Maksudku..kau kan tidak tahu Bok Nam akan ketemu atau tidak.Tidak masuk akal kalau dua orang pria dan wanita dewasa tinggal dalam satu rumah,” teriak Joong Won dan dengan polosnya Bok Nam bertanya kenapa hal itu tidak masuk akal? Karena ada tirai yang membatasi mereka tidur. Mendengar itu, Joong Won tambah kesal dan berkata kalau semua itu tidak boleh. Bok Sil pun meyakinkan Joong Won kalau Louis bukan orang jahat, dia adalah orang baik. 

“Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya dan aku merasa kasihan padanya,” aku Bok Sil.

“Kau mengasihani dia?Memangnya kau Buddha?” ucap Joong Won dengan nada tak senang. 



Joong Won mengajak Louis bicara di sebuah cafe dan hal itu dimanfaatkan oleh Louis untuk minta dibelikan kopi beberapa gelas. Joong Won mengajak Louis untuk tinggal bersamanya, namun Louis tidak mau. Dia lebih senang tinggal bersama Bok Sil. 

Louis kemudian mengeluh capek karena semalaman dia tak tidur, jadi dia harus cepat pulang dan tidur. Mendengar hal itu, dalam hati Joong Won jadi bertanya-tanya, apa yang Louis lakukan semalaman sampai dia tak tidur. 

Louis beranjak pergi dan Joong Won memanggilnya, “Aku tidak mau mengatakan ini,tapi luas rumahku 190m² dan aku punya 3 kamar.Akan kuberikan kau ruangan dengan kamar mandi di dalam.Semua yang di dalam kulkas, boleh kau makan,” ucap Louis.

“Wow.Kau sedang memamerkan rumahmu yang besar ya? Kau memang jahat,” ucap Louis dan pergi. Joong Won pun jadi bingung sendiri karena sepertinya dia sudah salah bicara.

Joong Won sudah berada di mobilnya dan dia bergumam kalau dia merasa familiar dengan wajah Louis. Dia pun mencoba untuk mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan Louis selain di perusahaan. 



Ya, sepertinya Joong Won belum pernah bertemu dengan Louis sebelumnya, namun dia hanya melihat fotonya saja di tempat pemakaman Louis. Dan sekarang foto Louis sedang di pandangi oleh Nyonya Choi. 

“My precious. Apa kau tidur dengan nyenyak? Apa kau mau aku mengganti framenya dengan yang warna emas? Yang ini tidak cocok dengan wajah tampan Louis-ku, bukan begitu?” tanya Nyonya Choi dan Jung Ran langsung menjawab kalau dia akan mencari frame emas untuk Louis. 

“Bukankah ini kelihatan terlalu jadul? Platinum dengan berlian akan sangat cocok untuk Tuan Louis,” ungkap Tuan Kim dan Nyonya Choi langsung setuju. Karena menurut Nyonya Choi, berlian sangat sempurna untuk anak laki-laki seperti Louis. Mendengar itu, Jung Ran langsung merasa tak senang dan dia kemudian mengajak Tuan Kim untuk jalan-jalan ke pantai. 


Walaupun tak suka pergi ke pantai bersama Jung Ran, namun Tuan Kim tak bisa menolak. Sekarang mereka berdua sudah berada di pantai dan Jung Ran membawa kayu di tangannya. Jung Ran marah karena Tuan Kim selalu ikut campur semua tentang Nyonya Choi, padahal tugas untuk mengurus Nyonya Choi adalah tugas Jung Ran. Jung Ran pun semakin marah ketika Tuan Kim membahas tentang pendidikan. Karena Tuan Kim mengatakan kalau dia lulusan universitas baguus, Jung Ran pun jadi tersinggung, sebab dia tak berpendidikan. 


“Apapun yang kukatakan, kau tetap akan memukulku kan,” ucap Tuan Kim yang mempersiapkan dirinya untuk dipukul dan Jung Ran pun langsung berjalan kearahnya untuk memukul. Tuan Kim yang tadinya memasang badan langsung berjalan mundur karena takut pada Jung Ran yang terlihat seram. 



Louis dan In Sung kembali menyebar brosur tentang pencarian Bok Nam. Sambil menyebar brosur, Louis menceritakan tentang Joong Won yang mengajaknya tinggal bersama dan menurut Louis, semua itu karena Joong Won menyukai Louis. Mendengar itu, In Sung pun langsung menjelaskan kalau Joong Won bukannya menyukai Louis, tapi dia menyukai Bok Sil. Jadi dia berencana memisahkan Louis dan Bok Sil. Karena seperti itu duduk persoalannya, Louis pun tetap pada pendiriannya, dia tak akan meninggalkan Bok Sil. Mendengar pengakuan Louis, In Sung pun bergumam kalau Bok Sil punya nasib yang rumit. 


Louis kemudian berdiri di sebuah toko tas dan berbicara dengan salah satu tas disana. Dia berjanji akan menjemput si tas secepatnya. In Sung menghampiri dan bertanya apa tas itu kembali berbicara dengan Louis. Louis pun mengiyakan dan saat In Sung meminta Louis untuk mengenalkannya pada si tas, Louis langsung menyebut In Sung gila. LOL



Orang suruhan Tuan Baek menemui Geum Ja dan memberinya uang, dengan ganti Geum Ja menceritakan semua tentang Bok Sil dan Joong Won. Setelah mendapat informasi dari Geum Ja, pria itu langsung menemui Tuan Baek dan memberitahunya kalau Bok Sil membawa Louis ke rumah atapnya karena Louis hilang ingatan. Mereka berdua kemudian menyimpulkan kalau Joong Won yang mendekati mereka dengan memperkerjakan Bok Sil di departemennya dan setelah itu dia  mengunjungi rumah Bok Sil. Mendengar fakta itu, Tuan Baek pun bertanya-tanya mayat siapa yang di temukan di tempat kecelakaan. 

“Haruskah kuperiksa lagi?” tanya pria itu dan Tuan Baek tak mengiyakan, karena menurutnya hal itu tak penting, jadi tak perlu memperumit masalah mereka. Pria itu kemudian bertanya apa yang harus dia lakukan pada Louis karena ingatan bisa kembali sewaktu-waktu, selain itu Joong Won juga sepertinya ada hubungan dengan semua itu. Tuan Baek pun memikirkan cara yang bagus untuk menanganinya.



Di rumah Ma Ri sedang sibuk memilih baju dan meminta saran sang ibu. Namun sang ibu menjawab cantik untuk semua baju yang Ma Ri tunjukkan, sampai membuat Ma Ri tambah bingung harus memakai baju yang mana. Jae Suk kemudian menyarankan pada Ma Ri untuk menanyakan gaya style-nya pada Fancy Styling Talk. Itu adalah blog yang sedang terkenal di kalangan wanita karena dia bisa memberi saran dan kritik pada cara berbusana para wanita. 

Kenapa Ma Ri begitu sibuk mencari baju? Semua itu karena dia akan melakukan perjalanan bisnis ke Busan bersama Joong Won. Hmm... Ma Ri benar-benar mengincar Joong Won setelah Louis di kabarkan meninggal.



Bok Sil dan Louis sudah berbaring di kasur masing-masing. Louis kemudian memberitahu Bok Sil tentang Joong Won yang mengajak dia tinggal bersamanya. Mendengar itu, tentu saja Bok Sil kaget dan langsung membuka tirai. 

“In Sung bilang, itu karena Pak Cha menyukaimu. Apa menurutmu itu benar?”tanya Louis dan Bok Sil langsung membantahnya. 

“Kalaupun dia menyukaimu, kau tidak boleh menyukainya ya?” pinta Louis dengan wajah memelasnya. 

“Kenapa memangnya?”

“Aku akan sedih.”

“Aku tidak bisa membuat orang yang menjagaku bersedih,” janji Bok Sil. “Kau sudah melindungiku semalam.Kilat dan petir benar-benar membuatku ketakutan. Suatu malam.. ada badai dan petir yang keras orang tuaku meninggal dalam kecelakaan malam itu tepat di depan mataku. Mungkin karena itu ketika ada petir dan kilat aku merasa ketakutan dan tidak bisa tidur. aku merasa sakit tanpa alasan,” cerita Bok Sil dan Louis kemudian menggenggam tangan Bok Sil dan meminta Bok Sil untuk tidak sakit lagi. Bok Sil pun memastikan kalau dia sudah baikan, jadi Louis tak perlu khawatir.

“Bok Nam adalah satu-satunya keluarga yang kupunya.. dan kau adalah harapan satu-satunya agar aku bisa menemukannya,” ucap Bok Sil dan Louis berjanji akan menemukan Bok Nam. Bok Sil lalu berkata kalau mereka harus mencari uang yang banyak dan pergi ke dokter untuk meminta obat penyembuh ingatan Louis dan Louis pun tersenyum mendengarnya. 


Mereka kemudian kembali berbaring dan tidur. Louis sengaja membuka tirainya, karena dia ingin melihat Bok Sil yang sudah memejamkan mata. 


Joong Won sidah berada di ruangan kerjanya, dia sepertinya tak bisa tidur semalaman karena memikirkan apa yang Louis dan Bok Sil di kamar itu berdua. Dia membayangkan kalau mereka tidur sambil berpelukan. 


Ma Ri dan Bok Sil sampai kantor dengan waktu yang hampir bersamaan. Hye Joo langsung menghampiri Bok Sil dan bertanya apa pria kemarin adalah pacar Bok Sil. Tentu saja Bok Sil langsung membantah, tapi Hye Joo dan Mi Young terus menggodanya, kalau mereka berdua bergandengan kemarin. Hmmm... Hye Joo tidak tahu kalau pria yang di kira pacar Bok Sil adalah pria gelandangan yang disebutnya mesum tempo hari.


Tepat disaat itu, Joong Won keluar dan langsung berkata  kalau Bok Sil ikut perjalanan bisnis ke Busan. Pergi bertiga ke Busan membuat Ma Ri tak senang, mukanya pun terus di tekuknya saat berada di dalam mobil. 


Bok Sil kemudian mengirim SMS pada Louis yang berisi pesan kalau dia melakukan perjalanan bisnis ke Busan bersama Joong Won dan Ma Ri. Mengetahui hal itu, Louis langsung memberitahu In Sung dan In Sung berkomentar kalau itu hanya modus belaka, sebenarnya Joong Won hanya ingin berkencan dengan Bok Sil. Tentu saja Louis tak terima dan mengajak In Sung pergi ke Busan. 


Karena saat menuruni tangga In Sung terus membahas Busan jauh dan mereka butuh tiket untuk pergi ke sana, jadi pria suruhan Tuan Baek bisa tahu kalau Louis hendak pergi ke Busan. Setelah menutup telepon, Tuan Baek ingat kalau istrinya semalam berkata bahwa Ma Ri akan melakukan perjalanan bisnis ke Busan bersama Joong Won. Tuan Baek pun  menghubungkan semuanya, dia mengira Joong Won akan menemui Nyonya Choi dan memberitahukan semuanya. 


Mobil yang Joong Won kendarai sekarang melewati laut dan Bok Sil langsung berdecak kagum. Mengetahui kalau Bok Sil belum pernah melihat laut, Ma Ri terlihat ilfeel dan kemudian menyuruh Bok Sil untuk menikmati pemandangannya. Melihat Bok Sil yang tersenyum senang dari kaca mobil, Joong Won pun tersenyum senang. 

Mereka bertiga sampai ke hotel tempat pertemuan. Karena Bok Sil tak ada kepentingan dalam pertemuannya, maka Joong Won pun menyuruh Bok Sil menunggu mereka di depan hotel. 

“Kenapa kau bawa dia padahal kau tahu dia tidak bisa?” tanya Ma Ri, namun Joong Won tak menjawab, dia hanya berjalan pergi.

“Jangan cemaskan aku,” ucap Bok Sil pada Ma Ri dan Ma Ri pun langsung pergi dengan ekspresi tak senang.


Pipi Tuan Kim lebam dan dia pun hendak mencari kacamata yang berkaca besar sehingga membuat lebam di pipinya tak terlihat. Tepat di saat itu Jung Ran masuk dan memberikan telur rebus hangat pada Tuan Kim untuk ditempelkan pada pipi Tuan Kim agar tak bengkak. 

Apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Kim sampai wajahnya lebam seperti itu? ternyata saat dia berjalan mundur menghindari Jung Ran, Tuan Kim tersandung dan wajahnya tersungkur ke pasir yang ada batunya, hal itulah yang  membuat pipi Tuan Kim lebam karena terbentur batu.  

Setelah memberikan telur rebus pada Tuan Kim, Jung Ran berkata kalau sebenarnya dia tak pernah lagi memukul orang. Jadi Tuan Kim sendiri yang bertindak berlebihan dan membuat Jung Ran merasa malu. Sambil jalan, Jung Ran memberitahu Tuan Kim kalau dia akan jalan-jalan bersama Nyonya Choi. 


Bok Sil senang meliat laut dan tak lama kemudian Louis menelpon untuk bertanya keberadaan Bok Sil. Bok Sil sendiri tak tahu nama tempat dia berada sekarang dan karena itu dia bertanya pada nYonya Choi yang kebetulan berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Nyonya Choi menjawab Pulau Dongbaek dan Bok Sil pun langsung memberitahu Louis. 

“Aku akan ke sana. Tunggu aku,” ucap Louis dan langsung menutup telepon. 

“Apa itu? Apa dia ke Busan?” gumam Bok Sil bingung dan Nyonya Choi berkata kalau teman Bok Sil pasti ada di Busan juga. 

“Dia tahunya hanya menghabiskan uang,” ucap Bok Sil karena kebetulan mereka membahas temannya itu.

“Dia suka sekali belanja.”

“Aku suruh dia mengunpas bawang, dia malah beli kaca mata renang dan alat pijat. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa,” ucap Bok Sil.

“Dia masih belum pergi.. dan melakukan apa yang kau suruh. Belanja adalah satu-satunya 'teman' cucuku. Aku merindukanmu, my precious,” jawab Nyonya Choi dan Jung Ran terlihat tak senang. Hmmm... sepertinya dia terlalu terobsesi dengan Nyonya Choi, jadi dia tak suka semua orang yang bicara dengan Nyonya Choi. 

“Ke mana cucumu pergi?”

“Aku sudah melepaskannya jauh, supaya dia bisa hidup lebih lama, tapi dia malah pergi lebih jauh,” jawab Nyonya Choi sedih.



Tuan Kim browsing  kacamata dan mendapatkan kacamata yang sepertinya akan Louis sukai juga. Seperti biasa, sebelum membeli barangnya, Tuan Kim membaca-baca ulasannya lebih dulu dan lagi-lagi dia menemukan akun dengan nama “Shopping King Louis” yang menulis komentar, “Aku suka. Akan kubeli ini jutaan kali, tapi aku tidak akan melakukannya.”

Membaca kalimat, “Aku mau membelinya sejuta kali,” Tuan Kim jadi teringat pada Louis karena Louis sering mengatakan hal yang sama. Menyadari hal itu, Tuan Kim pun langsung bertanya-tanya apa orang itu benar-benar Louis tuannya atau bukan.


Tepat disaat itu Tuan Baek menelpon dan menanyakan keberadaan Nyonya Choi. Tuan Kim pun menjawab kalau Nyonya Choi sedang berjalan-jalan di sekitar Hotel Eastern bersama Nona Heo. Setelah menutup teleon, Tuan Baek tambah terlihat khawatir karena dia tahu Joong Won juga pergi ke Hotel Eastern. Jadi, diapun menyuruh supirnya untuk segera pergi ke hotel tersebut. 

Mendengar suara Tuan Baek yang terlihat khawatir, Tuan Kim pun bisa merasakannya, dia merasa Tuan Baek terdengar berbeda dari biasanya. Namun Tuan Kim tak mau ambil pusing karena dia masih merasa penasaran dengan pemilik akun “Shopping King Louis.”



Louis kelelahan menaiki tangga dan dia kemudian berkata kalau dia merasa tak asing dengan tempat itu. Mendengar itu In Sung langsung menyindir apa mereka harus mengambil kursi jiwa milik Louis ke tempat itu dan bertanya apa Louis ingat sesuatu. Louis tak menjawab, dia malah bertanya apa mereka sudah sampai?

“Tepat di atas tangga,” jawab In Sung dengan kesal dan bergumam kalau seharusnya dia tak ikut dengan Louis ke Busan. 



Tuan Baek sampai lebih dulu dari pada Louis dan sebelum Nyonya Choi nanti bertemu dengan Louis, Tuan Baek pun langsung membawanya pergi. Tepat disaat itu, Louis datang dan langsung memanggil Bok Sil. Nyonya Choi yang belum berada terlalu jauh mendengar suara Louis dan mengenalinya. Namun Tuan Baek langsung menghalangi pandangan Nyonya Choi ke arah Louis, sehingga membuat Nyonya Choi tak bisa melihat kalau pria yang berteriak tadi benar-benar Louis. Walaupun begitu Nyonya Choi tetap penasaran dan ingin melihat wajah pria yang baru datang, tapi Tuan Baek langsung memberitahu kalau Joong Won dan Ma Ri juga datang ke Busan. Mendengar Ma Ri datang ke Busan, Nyonya Choi langsung ingin menemuinya dan melupakan rasa penasarannya pada teman Bok Sil. 


Louis mengaku datang karena dia merasa khawatir pada Bok Sil, mendengar itu Bok Sil pun menjawab kalau Louis harusnya mengkhawatirkan dirinya sendiri. 

“Kau dapat uang darimana untuk jalan-jalan?” tanya Bok Sil. 

“Aku yang meminjamkannya,” jawab In Sung dan Louis berkata kalau dia menyusul gara-gara Bok Sil pergi bersama Joong Won. 

“Kau tidak boleh masak untuk orang lain kecuali aku,” tambah Louis. 

“Apa?” teriak Bok Sil. 

“Itu sebuah pengakuan atau penyiksaan?” tanya In Sung dan Louis langsung mengeluh lapar, jadi Bok Sil harus memberinya makan. Mereka pun kemudian pergi bersama.

Bersambung Shopping King Louis Episode 5 - 2

1 comment :